basmalah Pictures, Images and Photos
12/18/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Bisnis Bagi Sufi Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Para Ilmuwan Barat menjuluki Junaid Al Baghdadi sebag...

Bisnis Bagi Sufi

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Para Ilmuwan Barat menjuluki Junaid Al Baghdadi sebagai Sufi besar yang terakhir. Namun bagaimana dia menghidupkan dirinya? Berbisnis hingga mencapai omset tertentu pada hari tersebut lalu dia menutup tokonya.

Abdullah Ibnu Mubarak, pengarang kitab Zuhud seorang ulama besar, darimana hidupnya? Bisnisnya sendiri. Untuk apa? Menjaga harga diri dihadapan penguasa. Agar tetap kritis dan tidak menundukkan diri pada mereka yang menggenggam kekuasaan dan kekayaan.

Hamka pada buku serial Tasawufnya mendorong agar kaum muslimin berbisnis untuk menjaga harga diri tidak mengais dihadapan orang lain. Hamka menukil pembicaraan antara seorang Ratu Inggris dengan putrinya. Mengapa harus belajar menyulam, menjahit dan memasak? Padahal dia seorang putri raja? Dijawabnya bahwa gelombang hidup tak ada yang tahu. Bisa jadi hari ini tinggal di Istana, namun esok sudah tinggal di hutan karena kerajaanya sudah dirampas oleh pemberontak atau direbut raja lain.

Siapa yang menopang dana perang Sabil Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro? Dia seorang ulama pebisnis. Walau akhirnya dia syahid di perang Jawa tersebut.

Hasan Al Banna, Da'i terbesar abad ini, memberikan pesan khusus kepada para juru dakwah. Jadilah pebisnis setinggi apa pun level jabatan kita. Karena pergolakan hidup tak ada yang tahu.

Hermawan Kartajaya, Begawan Marketing, pernah terheran-heran dengan umat Islam. Nabinya, Rasulullah saw, seorang pebisnis, mengapa umatnya tidak bergelut dalam dunia bisnis? Dibawah 2% kaum Muslimin yang bergelut dalam bisnis.

Siapa mengurus makanan, minuman, sandang dan papan umat ini? Siapa yang menggengam urusan umat ini? Kaum musliminkah? Atau diserahkan kepada umat lain? Umat yang mandiri, selalu mengurusi dirinya sendiri. Tidak berbangga menjadi penonton saja!

Keyakinan, Visualisasi Nyata di Jiwa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Hidup penuh pilihan. Apa yang dip...

Keyakinan, Visualisasi Nyata di Jiwa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Hidup penuh pilihan. Apa yang dipilih tergantung dari keyakinan. Setiap orang menjalani hidup sesuai keyakinannya. Keyakinan selalu berbuah keberhasilan.

Sukses itu bukan soal pemilihan profesi. Yang dokter pasti sukses. Yang jadi pengumpul sampah pasti gagal. Harus menjadi direktur dulu baru sukses. Dan office boy pasti gagal. Tak selamanya hukum kehidupan selalu berbicara seperti itu. Hidup ini selalu banyak kemungkinan. Jangan berfikir linier saja. 

Sukses bukan soal pemilihan bidang kehidupan. Hanya yang bergerak di teknologi informasi yang sukses. Semua bidang kehidupan sama-sama memiliki peluang sukses yang sama besarnya. Berfikir sempit membuat peluang sukses menjadi sempit pula.

Sukses hanya butuh keyakinan. Fokus pada keyakinan. Terus berjuang di atas keyakinannya. Tekun pada keyakinan. Allah akan menguji keyakinan kita. Keyakinan yang benar atau sesaat saja?

Yang sering terjadi adalah kelabilan keyakinan. Kelabilan prasangka baiknya kepada Allah. Kelabilan langkah ketika akan memulai dan sedang dijalankan. Keyakinannya diguncang dengan kenyataan yang jauh dari keyakinannya. Ada jurang kenyataan hari ini dengan keyakinannya. Itulah ujian sebuah keyakinan.

Dikepung oleh 10.000 musuh di kota Madinah. Tetapi masih yakin bisa menaklukkan Romawi dan Persia. Dikejar penduduk Mekkah dan hampir di tangkap oleh Syurakah bin Malik tapi masih yakin bisa memberikan mahkota Kisra Persia ke Syurakah. Ditolak dakwahnya olehn seluruh kabilah yang berhaji ke Kabah tetapi masih berbicara kemenangan atas Romawi dan Persia. Itulah keyakinan Rasulullah saw.

Apakah semuanya terwujud? Ya, semuanya terwujud. Semua ini bukan karena Beliau seorang Nabi, namun seperti itulah hukum kehidupan. Sebuah kenyataan diawali dari keyakinan. Tanpa keyakinan takkan pernah ada kenyataan.

Ujian pertama adalah bisakah membangunkan keyakinan. Ujian kedua, bisakah terus merasakan kehadiran keyakinan di saat kenyataan belum sesuai keyakinannya? Ujian ketiga, Apakah keyakinan seolah-olah telah menjadi kenyataan? Keyakinan adalah visualisasi nyata dalam jiwa kita. Walau belum ada di dunia nyata.



Kaitan Bencana Dan Maksiat Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Gempa yang menerpa Nusantara bukanlah karen...

Kaitan Bencana Dan Maksiat

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Gempa yang menerpa Nusantara bukanlah karena dosa, maksiat dan syirik, tapi karena negri ini dalam kukungan cincin pusat gempa. Benarkah?

Mengapa jazirah Arab yang tandus, tiba-tiba muncul air dari tanah dan langit. Mengapa gunung yang paling tinggi dan kokoh, tidak bisa menyelamatkan manusia. Yang bisa menyelamatkan hanya perahu Nuh? Bagaimana ceritanya daerah tandus dan gersang tiba-tiba mengeluarkan air dari pasir dan langit?

Di siang bolong. Saat Qarun sedang memamerkan kekayaannya. Dengan membawa seluruh harta dan kuncinya. Tiba-tiba bumi terbelah. Tanpa ada tanda-tanda alam yang mendahuluinya. Apakah saat itu Mesir memang pusat bencana?

Kaum Nabi Shaleh hidup sejahtera. Saat unta nabi Shaleh dibunuh. Tiba-tiba negri itu di kepung halilintar, angin kencang, awan yang pekat dan hujan yang lebat. Kaum Nabi Luth pun seperti itu. Walau seperti itu, mereka sadar akan dosa, maksiat dan kesyirikannya. Namun mengapa masih ada anak negri yang mengatakan bahwa bencana yang terjadi bukan karena dosa, maksiat dan syirik. Tetapi karena cincin pusat gempa?

Di masa Umar Bin Khatab, saat gempa mengguncang, Umar memerintahkan taubat nasional. Tidak itu saja, saat pasukan kaum muslimin tidak bisa menguasai benteng Persia, Umar bertanya pada panglimnya, apakah ada kemaksiatan yang dilakukan? Saat Abu Bakar dan Umar melepaskan kepergian pasukannya, pesan agar tidak dikalahkan musuh adalah dengan tidak bermaksiat.

Ibnu Qayyim Al Jauzy dalam kitabnya Addawa, mengatakan bahwa kemaksiatan seseorang berpengaruh terhadap prilaku istri dan anak-anaknya hingga binatang peliharaannya. Seandainya bukan karena tumbuhan dan binatang, mungkin Allah tidak menurunkan hujan. Bahkan Rasulullah saw pernah bersabda bahwa penyebab musim kemarau yang panjang adalah kikirnya suatu kaum dalam membayar zakat.

Said Musyayab, Penghulu Tabiin, saat anaknya sulit dididik, langsung mengoreksi dirinya, kemaksiatan apa yang dia lakukan? Mereka sangat peka terhadap kaitan antara musibah dengan maksiat. Keterkaitan inilah yang menyebabkan adanya perbaikan secara menyeluruh terhadap masyarakat.

Bila sebuah bencana terjadi karena cincin pusat gempa, apa yang bisa dilakukan untuk perbaikan jiwa dan moralitas bangsa? Hanya memperbaiki alat pendeteksian gempa? Atau mengosongkan daerah rawan gempa? 




Hentakan Penyadaran Diri  Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pemuda Al Ghazali berkelana ke berbagai negr...

Hentakan Penyadaran Diri 

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pemuda Al Ghazali berkelana ke berbagai negri untuk mengarungi ilmu. Saat perkelanannya, sang penyamun merampas tasnya. Al Ghazali, meminta tasnya kepada penyamun, "Silahkan ambil seluruh isinya, kecuali buku." Namun penyamun tak mau memberikan.

Al Ghazali terus meminta bukunya. Penyamun berkata, "Ada apa dengan buku itu?" Al Ghazali menjawab, "Di buku itu dia mencatat seluruh ilmu yang dipelajarinya." Penyamun berkata, "Ilmu itu ditaruhnya di jiwa bukan di buku." Terhenyaklah Al Ghazali, atas  kekeliruan. Benar, ilmu itu harus bersemayam di jiwa bukan di tulisan. Itulah yang merubah perjalanan hidupnya.

Pemuda Syafii sangat gemar bersyair. Saat sedang bersyair di perjalanan, seseorang yang berwibawa berkata, "Nak, seandainya kecerdasan mu digunakan untuk menuntut ilmu Fiqh tentu akan lebih bermanfaat." Kalimat ini yang membuat Syafii berkemauan keras untuk belajar ilmu pada imam Malik. Satu hentakan yang merubah haluan hidupnya.

Pemuda Hamka sangat gemar membaca hikayat. Setiap hari bergelut dengan bacaan hikayat. Suatu senja, saat membaca hikayat, sang Ayah berkata, "Nak, kamu ingin menjadi tukang cerita atau ulama." Setelah itu ayahnya pergi. Hamka terhenyak, kejadian itulah yang memberikan perubahan besar padanya. Kemudian dia bergelut ilmu ke Jawa dengan HOS Cokroaminoto dan Mekkah.

Satu nasihat terkadang sudah cukup untuk menyadarkan. Ada yang harus beberapa nasihat. Bahkan berlembar-lembar nasihat. Semua tergantung kejernihan hati saat itu. Atau apakah akalnya mau berfikir? Sebuah nasihat bisa merubah haluan hidupnya menjadi luar biasa. Apakah semua jiwa manusia seperti itu?

Ikrimah bin Abu Jahal dan Abu Sofyan ternyata tidak seperti itu. Setelah menelan kekalahan di Badar, Khandaq dan terakhir Mekkah bisa ditaklukan. Barulah sadar. Bahkan Ikrimah bin Abu Jahal menjadi buronan terlebih dahulu baru tersadarkan, kemudian dia menjadi pahlawan perang Yarmuk saat penaklukan Persia.

Saat nasihat tak bisa menyadarkan beragam kesulitan dan kehancuran menderanya. Seberapa kesulitan tergantung kemauan merubah dirinya. Bagi yang hatinya tetap keras, saat azab sudah menimpanya barulah tersadarkan. Itulah kekerasan hati yang paling keras. Itulah kegelapan hati yang paling pekat.

Namun saat berita bencana bermunculan. Masih ada saja yang berbicara bahwa gempa bumi yang terjadi di Nusantara bukan karena dosa dan syirik, tetapi karena Nusantara dikelilingi oleh pusat cincin gempa? Sebegitu keraskah hati kita?

Bila bencana belum bisa menyadarkan, Apa lagi yang bisa menyadarkan? Mungkin hanya kematian.

Pensiun, Wajah Ketidaksiapan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Siapkah manusia bila sudah mengetahui tan...

Pensiun, Wajah Ketidaksiapan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Siapkah manusia bila sudah mengetahui tanggal kematiannya? Namun mengapa kematian selalu dirahasiakan? Seorang karyawan mengetahui kapan dia pensiun bekerja, namun apakah dia siap ketika tanggal pensiun itu tiba?

Beberapa perusahaan kelas atas, saat karyawan pensiun, masih memberikan gaji full selama setahun, tanpa karyawan tersebut masuk kantor, agar karyawan tersebut merintis usahanya selama setahun. Namun sudah siapkah? 

Setiap pelajar pasti tahu kapan ujian tengah semester dan akhir. Setiap mahasiswa pasti tahu kapan tanggal ujian sidang skripsi. Namun apakah semua siap saat tanggalnya sudah tiba? Sebagian besar tak pernah siap, karena tak pernah mau menyiapkan diri.

Lalu mengapa yang sudah diketahui tanggal ujian dan pensiunnya saja tidak siap, mengapa Allah tetap merahasiakan waktu kematian? Mengapa Allah kadang hanya memberikan tanda-tandanya saja, berupa sakit dan tua padahal itu pun belum pasti juga?

Allah yang paling paham jiwa manusia. Allah yang paling paham karakter manusia. Allah yang paling paham tentang kebaikan bagi manusia. Itulah mengapa kematian tetap dirahasiakan. Hukum kehidupan hanya satu, tak ada yang akan abadi, walau manusia yang paling dicintai Allah sekali pun. Walaupun yang paling taat sekali pun, itulah kuncinya.

Manusia selalu dininabobokan oleh rutinitasnya. Nyaman dengan kesibukannya. Padahal rutinitas dan kesibukan adalah ujian hidup untuk melihat kualitas manusia. Berfikir dan bertindak besar atau terlena dengan tetek bengek kehidupan?

Kebisingan hidup adalah ujian. Kelelahan hidup adalah ujian. Hiruk-pikuk kehidupan adalah ujian. Akan difokuskan kemana hidup ini?

Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumudin memaparkan sebuah perumpamaan. Serombongan orang berlayar dilautan. Mengingat perbekalannya menipis, maka mampirlah ke sebuah pulau untuk mencari bekal. Sang Nahkoda menginformasikan waktu keberangkatan kembali. Penumpang dipersilahkan ke pulau untuk mencari bekal. Apa yang terjadi?

Banyak penumpang yang tertinggal karena bernafsu menikmati keindahan pulau dan mengumpulkan bahan makanan. Itulah wajah kita. Yang selalu tak siap dan terlena dengan rutinitas dan hinggarbingarnya suasana.

Andai pensiun, waktu ujian dan sidang skripsi yang sudah ditentukan waktunya saja tidak siap, bagaimana menghadapi kematian yang dirahasiakan?

Tak Butuh Banyak Kehebatan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Sukses tak butuh banyak persyaratan. Sukse...

Tak Butuh Banyak Kehebatan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Sukses tak butuh banyak persyaratan. Sukses tak butuh banyak keahlian. Tak butuh banyak kepintaran tingkat tinggi. Tak butuh banyak keilmuan.

Sukses tak butuh sekolah tinggi. Sukses tak nilai tinggi. Sukses Tak butuh memiliki segalanya. Sukses hanya butuh fokus dan aksi.

Fokus dan ketekunan aksi akan mengalahkan kepintaran yang menginginkan banyak hal tapi dikerjakan sambilan atau asal-asalan. Fokus dan ketekunan aksi akan mengalahkan bakat lahir yang dibiarkan.

Ketucky Fried Chicken (KFC) sukses hanya fokus pada ayam goreng. Menemukan satu rahasia ayam goreng. Google sukses hanya dengan satu mesin pencari. Intel sukses hanya dengan mikroprosesor saja. Cukup menemukan satu hal saja. Bisnis yang paling sukses hanya menjawab pertanyaan, "Apa SATU Hal kita?"

Para juara olahraga sukses karena mereka memiliki satu gairah dan satu keterampilan saja. Tak perlu menjadi yang serba bisa dan serba hebat. Cukup satu keterampilan yang luar biasa saja. Orang hebat bukan orang yang bisa segalanya, tetapi keahliannya dalam satu hal namun bisa mengalahkan semua orang.

Ketika Bill Gates mengabdi diri pada kemanusiaan, dia hanya fokus satu hal yaitu memilih satu hal yang pengaruhnya akan paling besar. Apa itu? Fokus pada menghasilkan vaksin yang bisa menghentikannya wabah penyakit menular.

Tak perlu banyak hal untuk menjadi orang paling sukses. Cukup satu hal yang membuat kita paling pakar di bidang tersebut.


Pangkal Keruwetan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Siapa yang menciptakan kita? Siapa yang mentakdirk...

Pangkal Keruwetan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Siapa yang menciptakan kita? Siapa yang mentakdirkan kita lahir dari orang tua, bersama saudara dan di tempat tertentu?

Siapa yang menjaga kita di alam rahim, yang mengalirkan air susu, yang menumbuhkan kasih saya semua orang saat kita bayi?

Siapa yang menciptakan semesta agar kita bisa hidup dengan nyaman? Siapa yang menciptakan air, udara, tanah, tumbuhan agar kita bisa hidup, makan dan minum? 

Bila mata kita menuju pada diri dan ke setiap sudut ruang disemesta ini, maka kita bukan melihat makhluk-Nya tetapi melihat kekuasaan-Nya, Maha Pencipta-Nya, Maha Pemelihara-Nya? Adakah ruang dan waktu dimana tidak ada peran Allah di dalam-Nya?

Takdir adalah sekenario Allah yang telah tertulis sebelum manusia ada. Dia adalah garis kehidupan. Adakah yang tahu? Manusia berikhtiar sesuai dengan hukum-Nya? Bagaimana hasilnya, serahkan semua pada Allah. Bila kita kagum pada semesta, mengapa kita tidak kagum terhadap takdir yang menimpa kita? 

Tunaikan kewajiban kita pada Allah, hanya itu tuntutan kehidupan. Hanya itu yang bisa menciptakan kebaikan dan keberkahan hidup. Mengapa berpusing dengan segala hal yang ada di kehidupan ini? Mengapa harus menghancurkan jiwa dengan segala yang terjadi di kehidupan ini. Fokus hidup pada Allah, setelah itu jangan pedulikan apa yang terjadi.

Hidup itu mudah. Hidup itu sederhana. Hidup itu penuh keberlimpahan. Keruwetan hidup karena kita salah fokus di kehidupan ini. Salah memilih jalan. Salah melakukan yang seharusnya.

Bila engkau sadar, sesungguhnya saat melihat, mendengar dan merasakan sebenarnya sedang berinteraksi langsung dengan Allah.  Merasakan kehadiran Allah disetiap ruang dan waktu. Merasakan pengawasan Allah disetiap detak jantung dan hirupan nafas.




Pendidikan Allah pada Rasulullah saw di Usia Dini Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Baru saja dilahirkan...

Pendidikan Allah pada Rasulullah saw di Usia Dini

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Baru saja dilahirkan, Rasulullah saw sudah dibawa oleh Halimah ke perkampungan Bani Sa'd yang terletak di pedalaman Mekkah. Memang sudah menjadi kebiasaan seluruh keluarga besar Arab yang terpandang untuk mengirimkan anak mereka yang baru lahir ke daerah gurun untuk disusui hingga disapih, serta menghabiskan masa kanak-kanaknya di tengah suku Badui.

Beberapa alasannya, menghindari wabah penyakit yang sering menjangkit di kota. Beberapa penulis sejarah memberikan pendapatnya.

Martin Lings, dalam Muhammad: His Being Life Based on the Earliest Sources, gurun pasir berguna untuk jasmani. Udara segar untuk pernafasan, bahasa Arab yang fasih untuk lidah. Secara kejiwaan, menopang berkembangan dan kebebasan. Sedangkan kota, seperti rumah tahanan dan sarang kecurangan.

Mustafa As-Sibai, dalam karyanya Sirah Nabawiyah,  pendidikan anak di padang pasir menjadikan anak kuat, sehat jasmani, fasih lisannya dan berjiwa pemberani. Saat masih kecil, Rasulullah saw sudah lihai menunggang kuda. Seluruh potensinya berkembang dari ketenangan dan ketentraman padang pasir, serta pancaran matahari dan kebersihan udaranya.

Hamka, dalam bukunya Sejarah Umat Islam, kehidupan di dusun dapat menguatkan tubuh anak, memperbaiki lidah agar jangan terkena hawa kota. Menurut orang Arab, pendidikan kota serupa dengan malam yang gelap gulita, menghabiskan harapan akan hari depan anak-anak.

KH Moenawar Chalil, dalam karyanya Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, udara di padang pasir dan suasana yang bebas merdeka membuat tubuh anak segar dan sehat, pikirannya cerdas dengan semangat hidup yang bebas merdeka. Anak pun dapat berbicara bahasa Arab dengan dialek asli, baik dan fasih.

Dari berbagai pendapat ini, fokus pendidikan saat kecil lebih fokus menyiapkan lingkungan untuk menciptakan tubuh anak yang sehat dan kuat, pembentukan jiwa yang bebas merdeka, kecerdasan dan juga bahasa yang baik dan fasih. Yang menjadi pertanyaan adalah cara mendidiknya, mengapa disatukan dengan alam? bukan pelajaran resmi di bangku sekolah?

Saat berumur 3-4 tahun, Rasulullah saw sudah diajak mengembala kambing bersama anaknya Halimah, hingga datangnya Malaikat Jibril untuk membersihkan hatinya.

Dengan beragam tujuan pendidikan Rasulullah saw saat kecil oleh para Sejarawan, maka kita perlu merubah methodelogi dalam mendidik anak-anak kita yang masih kecil agar lebih optimal memberdayakan potensinya.




Napak Tilas Pendidikan Rasulullah saw Saat Kecil Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa yang terjadi pada...

Napak Tilas Pendidikan Rasulullah saw Saat Kecil

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa yang terjadi pada Rasulullah saw adalah grand desain pendidikan yang paling sempurna. Allahlah perancang takdir kehidupannya. Juga, perancang pendidikannya. Kisah masa kecil Rasulullah saw bukan sekedar  wafatnya orang terdekatnya, tetapi itulah periodeisasi pendidikan terbaik yang dirancang oleh Allah.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengupas pendidikan Rasulullah saw saat kecil. Yaitu, Berapa lama, bersama siapa dan kejadian apa yang alami dan kerjakan oleh Rasulullah saw? Ini titik tekan mengupas metodelogi pendidikannya.

0-4 tahun, dimana Rasulullah saw dididik? Bersama siapakah? Apa yang terjadi dengannya? 

Usia 5-6 tahun, dimana Rasulullah saw dididik?  Bersama siapakah? Apa yang terjadi dengannya?

Usia 7-8 tahun, dimana Rasulullah saw dididik? Bersama siapakah? Apa yang terjadi dengannya?

Usia di atas 8 tahun, dimana Rasulullah saw dididik? Bersama siapakah? Apa yang terjadi dengannya? Berapa lama, siapa yang mendidiknya, apa yang dilakukan selama periode pendidikan adalah titik kunci sebuah metodelogi pendidikan.

Berapa usia anak didik, mencerminkan kesiapan jiwa dan mentalnya. Siapa yang mendidik, mencerminkan karakter pendidik seperti apa yang mengoptimalkan potensi anak. Apa yang terjadi, mencerminkan muatan, apa yang diajarkan, dan bagaimana mengajarkannya. Paripurna pendidikan terlihat dari sisi ini.

Siapakah yang paling memahami manusia? Tentu saja Allah. Bagaimana Allah mendidik Rasulullah saw melalui beragam takdir-Nya? Apa yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dalam rangkaian kehidupan di waktu kecilnya? Itulah khazanah ilmu pendidikan yang harus kita gali dan terapkan untuk menciptakan generasi terbaik.

Awali Pembelajaran Anak Dengan Bahasa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berbicara dan menulis butuh baha...

Awali Pembelajaran Anak Dengan Bahasa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berbicara dan menulis butuh bahasa. Tanpa bahasa bagaimana cara menyampaikan hasrat dan pemikiran? Tanpa bahasa bagaimana mempengaruhi massa? 

Kecerdasan, keluasan ilmu seseorang apakah bisa terlihat tanpa keahlian berbahasa? Bukankah banyak yang terpengaruh karena keahlian berbahasa seseorang? Bagaimana seorang pemimpin bisa membongkar mindset rakyatnya tanpa keahlian berbahasa?

Bahasa sebuah identitas diri. Kekuatan mempengaruhi tergantung dari kekuatan bahasanya. Pemimpin besar selalu memiliki kekuatan bahasa yang menghipnotis pendengarnya.

Seorang pujangga, sastrawan, budayawan mampu mempengaruhi emosi, moralitas dan mewarnai jaman melalui kekuatan bahasa lisan dan tulisan. Ketertarikan masyarakat tergantung dari pengolahan bahasanya. Itulah kekuatan bahasa.

Bagaimana Nabi Musa tanpa kekuatan bahasa Nabi Harun? Mungkin tak bisa maksimal hasilnya. Harun diangkat menjadi Nabi karena kekuatan bahasanya. Apa mukjizat Rasulullah saw? Salah satunya tentang bahasa, ringkas, padat, menarik namun mampu menghimpun khazanah yang luas.

Apa yang bisa menaklukkan petinggi Quraisy untuk berislam? Kekuatan bahasa. Kekuatan bahasanya dianggap oleh kafir Quraisy bisa memecah belah bangsa Arab. Akhirnya mereka mengecap Rasulullah saw dengan orang gila dan tukang sihir.

Ketika Tufail datang ke Mekkah. Diperingatkan oleh Abu Jahal agar tidak mendengarkan ucapan Rasulullah saw. Ketakutan kaum kafir Quraisy justru pada kekuatan bahasanya. Kekuatan bahasa Rasulullah tak lepas dari didikan bahasa ibunya di waktu kecil. Dengan mengirimkan beliau ke pedalaman padang pasir untuk mempelajari bahasa.

Imam Syafii pun diajarkan bahasa yang fasih sejak kecil oleh ibunya. Kefasihan berbahasa inilah yang menyebabkan beliau mampu membuat kaidah ushul fiqh. Ibnu Sina mengawali perjalanan ilmiahnya dengan menguasai bahasa Arab. Hamka sejak kecil sudah dibacakan karya sastra yang berbobot. Sejak kecil dia sudah bisa menuturkan bahasa secara teratur. Perpaduan ilmu agama dari ayahnya dan karya sastra, menyebabkan dia mampu memadukan keulamaan dan pujangga.

Ajari bahasa yang benar, baku dan tersusun rapih sejak kecil. Utama belajar bahasa sebelum yang lainnya. Kelak pikirannya akan luas dan cerdas dalam membaca semesta dan kehidupan.



Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)