basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Larangan Mendekati Pohon dalam Kisah Nabi Adam Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dalam adegan Nabi Adam di surga dalam surat Al-Baqara...

Larangan Mendekati Pohon dalam Kisah Nabi Adam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dalam adegan Nabi Adam di surga dalam surat Al-Baqarah, ada yang paradok? Mengapa di surga masih ada larangan? Inilah medan penempaan sebelum Nabi Adam menjadi khalifah di bumi. Bagaimana berinteraksi dengan kesenangan?

Kesenangan bila dituruti akan merusak dan menghancurkan. Bukankah kekenyangan merusak? Bukankah yang berlebihan itu merusak? Sakit tubuh lebih banyak disebabkan oleh yang berlebihan.

Kapasitas manusia ada batasnya. Ada  takarannya. Ada batas atas dan bawahnya. Kesenangan harus ada koridornya. Tak bisa semaunya. Tak boleh jatuh pada kesewenangan. Itulah gunanya sebuah larangan.

Oleh sebab itu, Allah akan memasukkan Nabi Adam, bila melanggar larangan, menjadi golongan orang yang zalim. Apa maksudnya? Menurut Imam Al-Maraghi, zalim itu berarti menyimpang dari jalan yang wajib ditempuh untuk mencapai kebenaran. 

Kesenangan bisa dinikmati tanpa merusak bila menghindari yang dilarang. Itu cara berinteraksi dengan kesenangan. Larangan itu bermanfaat agar manusia dapat melanggengkan kesenangan.

Larangan dibutuhkan agar berhati-hati dan waspada di saat senang. Agar tidak tergelincir, terperosok, terjebak dan jatuh, saat di puncak keberhasilan. 

Larangan seperti rem pada kendaraan. Agar manusia bisa berlari dengan kecepatan tinggi namun tetap selamat  tanpa terjadi kecelakaan. Seperti obat dan jamu yang pahit untuk menjaga kebugaran.

Menghempas Ketergelinciran dari Kisah Nabi Adam Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Adegan ke empat dalam kisah Nabi Adam di surat Al-Ba...

Menghempas Ketergelinciran dari Kisah Nabi Adam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Adegan ke empat dalam kisah Nabi Adam di surat Al-Baqarah adalah Nabi Adam tergelincir dari surga. Seluruh kenikmatan surga dihentikan. Nabi Adam dikeluarkan dan diturunkan dari surga ke bumi.

Nabi Adam tergelincir saat dianugerahi kenikmatan. Diberikan pasangan, tempat tinggal dan makan sesukanya sesuai yang diinginkan. Kesenangan kadang melalaikan. Kesenangan kadang menjerumuskan.

Iblis sangat paham saat yang tepat untuk membisikkan kejahatan. Yaitu, saat hati diliputi kelengahan dan kelalaian. Saat akal tak memiliki ruang untuk berfiki. Kapan saat itu datang?

Saat kesenangan datang, sering kali Allah dilupakan. Berbangga atas yang dimiliki. Fokus pada kesenangan dan lupa atas pemberian Allah. Semuanya merasa hasil jerih payah, ilmu dan kecerdasannya. Inilah saat tepat menggelincirkan manusia.

Mudah tergelincir saat manusia melupakan larangan. Mendekati larangan. Larangan itu memiliki daya magnet yang kuat, sebab banyak bisikan dan tipu daya syetan, banyak yang berkecamuk di hati dan akal saat mendekati larangan.

Saat berada dipuncak kesenangan, yang paling mendasar yang harus pegang teguh dan digenggam adalah selalu ingat akan larangan. Itulah cara termudah saat dikepung dengan kelalaian dan bisikan.

Berpasangan, Konsep Interaksi Manusia dalam Kisah Nabi Adam Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di adegan ke tiga pada kisah Nabi Adam p...

Berpasangan, Konsep Interaksi Manusia dalam Kisah Nabi Adam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di adegan ke tiga pada kisah Nabi Adam pada surat Al-baqarah adalah Allah menempatkan Nabi Adam bersama Siti Hawa, istrinya, di surga. Surga untuk tempat  tinggal dan makan dengan kenikmatan yang ada sesukanya.

Saat diberikan fasilitas surga, barulah sosok Siti Hawa dihadirkan. Mengapa tidak saat awal? Mengapa tidak saat malaikat bersujud? Jadi, kenikmatan itu bertambah nikmat bila saling berbagi dan dinikmati bersama  orang lain. 

Kenikmatan itu bertambah nikmat bila ditampilkan. Tidak serakah dan dikumpulkan untuk diri sendiri. Tidak disembunyikan. Tidak dipendam.

Al-Qur'an menggunakan kosa kata "zawwaja" untuk menyebut Siti Hawa. Apa maknanya? Menurut imam Al-Maraghi, berarti dua jenis buah-buahan yang basah dan kering. Yang kering tidak kurang keutamaan dan keenakannya dibanding dengan yang basah. Berarti juga, menikahkan, menganugerahkan, memberikan dan berpasangan. 

Berinteraksi dengan manusia lainnya harus dengan konsep "zawwaja". Yaitu, saling memberi, saling berbagi, saling menganugerahkan. Sebab, sesama manusia pada dasarnya saling berpasangan. Bukankah semuanya tak bisa dikerjakan sendirian?

Siang dan malam. Bumi dan langit. Miskin dan kaya. Raja dan jelata. Pintar dan bodoh. Jantan dan betina. Semua yang ada dimuka bumi saling berpasangan. Bila tidak berpasangan, maka tidak ada kehidupan di muka bumi.

Bagaimana interaksi dengan sesama manusia? Konsep berpasangan. Konsep menikah. Berbeda jenis, karakter, prilaku, budaya, kebutuhan dan keinginan, namun pada dasarnya satu kesatuan.

Ketragisan Gaza, Buah Peradaban Barat Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana wajah akhir peradaban Barat? Bagaimana wujud nyata pe...

Ketragisan Gaza, Buah Peradaban Barat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagaimana wajah akhir peradaban Barat? Bagaimana wujud nyata peradaban Barat? Apa capaian tertinggi peradaban Barat? Lihatlah ketragisan dan kehancuran Gaza, bukankah ini buah pengerahan sumberdaya Barat? 

Barat menghidupkan dan menyuburkan Timur Tengah dengan peperangan. Pemimpin yang benar dibunuh atau digulingkan dengan kekuatan dana dan militer. Pemimpin boneka diktator dipertahankan. Demokrasi hanya candaan dan jualan saja.

Ratusan ribu trilyun dana bantuan hanya melahirkan negara penjajah yang apartheid. Merampas rumah dan tanah rakyat Palestina. Yang boleh tinggal hanya orang Yahudi saja. Tempat ibadah, hanya tempat ibadah Yahudi saja.

Riset ilmu pengetahuan dan teknologi hanya untuk membangun industri militer saja. Berlomba membangun infrastruktur militer untuk mengusir dan membunuh rakyat Palestina. Membangun pemukiman yang merampas tanah rakyat Palestina.

Cara berfikir dan strateginya hanya mengusir, merampas dan membunuh. Tanah Palestina hanya satu golongan saja. Apakah ini yang bernama puncak peradaban?

Barat membantu penuh. Pemimpin Amerika  menjual kampanye politiknya untuk membela penjajah Israel. Senjata yang digunakan untuk membunuh rakyat Palestina terus dikirim. Bantuan dana untuk agresi militer terus dikucurkan. Inikah puncak peradaban Barat?

Sangat tragis akhir peradaban Barat yang diagungkan dan dituhankan. Barat masih berdiri tegak karena masih menghisap dan menjajah negara-negara melalui jalur ekonomi, politik, dan militer. Kelak, saat mereka hanya berdiri di atas kakinya sendiri, maka kehancurannya akan tiba. 

Buah Ideologi Buatan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Manusia sering kali membela dan memburu yang pasti terkalahkan dan diha...

Buah Ideologi Buatan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Manusia sering kali membela dan memburu yang pasti terkalahkan dan dihancurkan. Bersuka ria dengan yang merusak dan melenyapkan eksistensi dirinya. Apa penyebabnya? Memburu kesenangan, gaya hidup, kemewahan dan kebanggaan akan diri.

Nabi Adam tergelincir setelah menikmati surga. Setelah itu ingin kekal dengan kesenangan dan posisinya. Mengapa bisa seperti itu? Ada janji, bisikan dan tipu daya dari dalam dirinya. Padahal yang membisikkan tidak bisa memberikan manfaat dan maslahat.

Yang diburu, tidak bisa menciptakan maslahat. Bila meninggalkannya pun, tidak bisa menimpakan keburukan. Manusia terus terkubur dengan ilusi dan ketakutannya. Manusia terus berkubang dalam kotoran persepsinya sendiri.

Apa pengaruhnya bila memiliki jabatan? Apa positifnya bila menggenggam kekayaan? Apa nikmatnya bila seluruh ucapannya diikuti? Apa manfaatnya sebuah pujian  kebesaran? Manusia terus memburunya.

Banyak yang menggeluti dan memperjuangkan sekularisme, komunisme, sosialisme, hedonisme, liberalisme dan ragam ideologi buatan manusi. Apa kemanfaatannya bagi manusia? Apakah bisa mengangkat derajat manusia?

Banyak yang mengorbankan waktu dan hartanya untuk mewujudkan ideologi buatan manusia. Mewujudkan hasrat keinginan manusia. Bagaimana akhirnya? Lihatlah peradaban Barat dan Timur. Apakah bisa menuntaskan persoalan manusia?

Kemiskinan terus tak terpecah walaupun kucuran pinjaman tak terhenti. Peperangan tak terhenti walaupun pesan perdamaian tak pernah berhenti. Kehancuran moralitas tak terbendung walaupun sistem dan perundangan terus dibangun. Manusia terus dalam kubangan kehancuran dan kebingungan bila mengandalkan ideologi yang dibuat oleh dirinya sendiri.

Salah Arah Kebijakan Keamanan Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel membangun tanah jajahannya di Palestin...

Salah Arah Kebijakan Keamanan Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel membangun tanah jajahannya di Palestina dengan mindset menghancurkan lawannya. Semuanya adalah musuh yang setiap saat bisa menyerangnya.  Tidak ada yang bisa tinggal, kecuali hanya orang Yahudi saja.

Bila bernegosiasi, berdiplomasi dan membuat perjanjian selalu mengandalkan Amerika dan Mesir. Amerika mengandalkan bantuan ekonomi, finansial dan militer untuk menundukkan mereka yang membahayakan penjajah Israel.

Atas dasar inilah, fokus pembangunan penjajah Israel adalah keamanan dan militer. Untuk menjawab,  bagaimana menghimpun Yahudi agar bermigrasi ke daerah jajahannya? Bagaimana agar Yahudi yakin dengan keamanan yang super aman dan tingkat kemakmuran yang tinggi?

Lalu bagaimana akhirnya? Ternyata kecanggihan infrastruktur keamanan dan militer tak bisa menciptakan kenyamanan. Gegap gempita berita peluncuran infrastruktur tercanggih dan terbaru, hanya bualan belaka. Pembangunan bungker di setiap rumah ternyata tidak menentramkan karena suara sirine keamanan yang justru menimbulkan trauma.

Banyaknya tentara cadangan, ternyata tak cukup untuk bisa berperang dalam rentang waktu yang lama. Tentara elit terhebat ternyata hanya sebuah ilusi bila menghadapi perlawanan yang siap mati. Ada senjata canggih pun, mereka trauma, bagaimana bila tidak didukung persenjataan oleh Amerika, Inggris, Jerman dan sekutunya?

Padahal keamanan yang paling aman adalah dengan berdamai dan bertoleransi. Ketentraman yang paling kokoh dengan hidup bersama berdampingan dan membangun kawan. Bukan dengan menciptakan permusuhan dan membangun persenjataan  militer untuk bersiap dan menang berperang setiap saat.

Intelektualitas dan teknologi militer tidak bisa menciptakan ketentraman di jiwa. Walaupun, seluruh negri dan setiap rumah dibuatkan benteng yang dilengkapi senjata canggih. Walaupun setiap orangnya telah menjadi pasukan elit. Ketentraman itu dengan akhlak, bukan senjata.

Salah Arah Pengembangan Teknologi Militer Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Cara menghadapi penjajah Israel hanya satu...

Salah Arah Pengembangan Teknologi Militer Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Cara menghadapi penjajah Israel hanya satu. Yaitu, perlawanan senjata. Mengapa? Jalur-jalur perjanjian internasional sudah dilakukan. Solusi dua negara sudah diberikan. Namun, penjajah Israel terus merampas tanah dan rumah rakyat Palestina.

Di Tepi Barat, strategi penjajah Israel dengan membangun pemukiman illegal. Tanah dan rumah rakyat Palestina dirampas. Perkampungan rakyat Palestina dibelah menjadi pemukiman. Setiap wilayah dibangun jeruji besi untuk membatasi pergerakan.

Di Gaza, rakyat Palestina hanya dibolehkan mendapatkan bantuan kemanusiaan hanya untuk bertahan hidup. Bila dirasa kekuatan Hamas mulai menguat, maka penjajah Israel menyerangnya dengan pesawat tempur dengan menghancurkan rumah-rumah. Sekali-kali melakukan serangan darat. Boleh hidup, tetapi dalam kelemahan.

Penjajah Israel terus mengembangkan teknologinya yang canggih. Yang melampui semua kekuatan di Timur Tengah. Ratusan ribu trilyun telah dikeluarkan untuk riset pengembangan persenjataan baru. Namun apa yang terjadi?

Pengembangan persenjataan ternyata salah arah. Modern dan canggih, seperti Iron Dome, ternyata tidak efisien. Perlawanan Palestina menyerang dengan roket murahan dengan sekala besar, dihalau dengan roket senilai ratusan juta, dengan infrastruktur satu buah seharga trilyunan. Penjajah Israel pun dihujani roket.

Tak semua roket bisa dihalau, ternyata roket dan drone berenergi listrik tak terdeteksi. Akhirnya, penjajah Israel dihantam oleh roket dari perlawanan Lebanon. Perlawanan Yaman, Irak dan Suriah   menyerang pelabuhan di utara dan selatan tanah jajahan Israel.

Pengembangan senjata penjajah Israel terlalu lama waktunya. Seperti tanpa Markava yang dikembangkan sejak 1973. Seperti Ironi Dome yang dikembangkan puluhan tahun. Begitu juga dengan senjata laser, sehingga mudah terbaca cara menghancurkannya.

Pengembangan senjata penjajah Israel terlalu menekan aspek "kemalasan" dan keamanan. Dianggap gaya bertempurnya hanya menggunakan infrastruktur militer yang telah ada, tanpa memperhitungkan kecerdikan, keterampilan dan ketegaran yang menggunakannya. Menomorduakan "man behind the gun". 

Yang tak dimengerti oleh penjajah Israel adalah Tepi Barat. Mengapa bisa melakukan perlawanan? Bukankah sudah diblokade dari Yordania? Bukankah semua sudut rumah sudah diawasi? Bukan jalur komunikasi dan perbankan dalam genggaman pengawasan? Ternyata perlawanan semakin kuat dan meluas. Kejeniusannya menyamai Gaza.

Penjajah Israel akan runtuh dengan kelelahan dan kehancuran moral. Runtuh dengan perselisihan antara kepentingan politik dan militer. Pertengkaran antara yang ikut wajib perang dan yang dibebaskan. Mereka hancur dengan kepungan ketakutan yang dibuatnya sendiri. Seperti itulah, sejarah mereka di Sirah Nabawiyah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (208) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (223) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (266) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (30) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (188) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (430) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (195) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)