basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi? Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidu...

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi?



Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidupan. Sedangkan penyulut atau pemicu semua fitnah tersebut adalah syetan. Penyebabnya, manusia telah menjadi syetan menjadi pemimpin.

Kisah Nabi Adam pada surat Kahfi ayat 50-51 memuat tentang larangan menjadikan syetan menjadi pemimpin padahal syetan adalah musuh. Ini sangat paradok sekali. Fragmen episode kisah Nabi Adam tersebut sebagai berikut: 

1. Perintah bersujud, Iblis menolak bersujud, sifat durhaka syetan, syetan dijadikan pemimpin padahal musuh

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim. (50)

2. Tidak ada bantuan siapapun dalam penciptaan alam semesta, para penyesat tidak bisa menolong 

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (51)

Bekal hidup agar jangan menjadi musuh sebagai pemimpin.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad? Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang t...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad?

Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang tak pasrah berarti menyombongkan diri dan tidak akan kembali kepada Allah.

Kisah Nabi Adam di surat Shaad ayat 71-85, menekankan pada kesombongan syetan. Setelah tidak mau bersujud, dimasukkan golongan kafir dan terkutuk, syetan justru memohon kepada Allah untuk menjerumuskan manusia. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:


1. Asal penciptaan manusia 

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. (71)

2. Penyempurnaan kejadian, peniupan roh dan perintah bersujud 

Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (72)

3. Malaikat bersujud

Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, (73)

4. Kesombongan syetan sehingga tergolong kafir

kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. (74)

5. Mengurai sebab kesombongan 

(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (75)

6. Alasan syetan sombong 

(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (76)

7. Syetan keluar dari surga menjadi makhluk terkutuk

(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk. (77)

8. Batas waktu kutukan Allah 

Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." (78)

9. Permohonan syetan

(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan." (79)

10. Permohonan syetan dikabulkan

(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan, (80)

11. Batas waktu permohonan

sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." (81)

12. Misi syetan

(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (82)

13. Yang tak terjerumuskan syetan

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (83)

14. Jaminan perlindungan Allah 

(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. (84)

15. Akibat mengikuti syetan

Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya." (85)

Kisah ini menjadi bekal agar tidak sombong dan angkuh. 

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha? Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk ...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha?

Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk menyusahkan tetapi untuk mempermudah manusia. Kesusahan dan kesulitan justru terjadi bila meninggalkan perintah Allah.

Kisah Nabi Adam pada surat Taha ayat 115-124 menjelaskan kenikmatan yang diperoleh Nabi Adam akibat ketaatan dan penderitaan yang diterima setelah terjerumus oleh godaan syetan. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut: 


1. Nabi Adam lupa pesan Allah,  tidak memiliki kemauan kuat
Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. (115)

2. Perintah bersujud, syetan menolak 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak. (116)

3. Pesan bahwa syetan memusuhi manusia, jangan sampai dikeluarkan dari surga dan menjadi celaka

Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka. (117)

4. Kenikmatan surga bagi Adam 

Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang, (118)

5. Kenikmatan surga bagi Adam

dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari." (119)

6. Cara syetan menipu 

Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)

7. Adam terjerumus, aurat terbuka, jadi durhaka dan sesat

Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia. (121)

8. Allah memilih, menerima taubat dan memberi petunjuk pada Adam

Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. (122)

9. Syetan dan Adam turun dari syurga, keduanya bermusuhan, perintah mengikuti petunjuk 

Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)

10. Akibat tidak mengakui petunjuk

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (124)

Bekal kehidupan yang sangat berharga, bahwa kelapangan atau kesempitan hidup karena ketaatan atau melanggar perintah Allah.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra? Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan ...


Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra?

Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan perpindahan estapet risalah dari Bani Israel ke umat Rasulullah saw. Bani Israel tidak bisa memelihara kitab suci mereka yaitu Taurat dan Injil, sekarang saatnya umat Rasulullah saw menjaga Al-Qur'an dengan mengamalkannya.

Kisah Nabi Adam di surat Al-Isra ayat 61-65 untuk menunjukkan perpindahan kekuatan. Sebelumnya syetan meremehkan manusia yang mudah dijerumuskan, lalu syetan menjadi tak berdaya bila manusia bertawakal kepada Allah. Fragmen episode kisahnya sebagai berikut:



1. Perintah bersujud, syetan menolak,  alasan syetan 

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (iblis) berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (61)

2. Meremehkan manusia, kesombongan syetan bisa menyesatkan sebagian besar syetan manusia

Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil." (62)

3.  Syetan diusir, akibat bagi pengikut syetan

Dia (Allah) berfirman, "Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. (63)

4. Pasukan syetan, cara syetan berkolaborasi, isi janji syetan

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. (64)

5. Bertawakal kepada Allah agar syetan lemah

"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga." (65)


Perjalanan Kedengkian Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama sy...

Perjalanan Kedengkian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama syetan. Tak mau menerima takdir-Nya yang harus bersujud kepada manusia. Tak mau menerima manusia dimuliakan melampaui dirinya padahal yang memerintahkan adalah Rabbnya. Apa sulitnya bersujud?

Syetan hanya melihat bahwa manusia itu berasal dari tanah liat yang kering dan hitam saja. Hanya satu unsur saja. Mengesampingkan adanya unsur tiupan roh dari Allah. Karakter api adalah ujian baginya. Api yang cepat panas tak bisa dikendalikannya. Maka perintah bersujud tak digubrisnya.

Surga adalah tempatnya ketaatan. Tempat bagi makhluk-Nya yang taat kepada Allah. Setiap pembangkangan dan penyimpangan di dalamnya berarti harus dikeluarkannya. Seperti itulah suratan-Nya. Maka, syetan pun dikeluarkan dari surga. Maka kedengkiannya semakin menyala.

Kedengkian membutakan segalanya. Tak lagi memperdulikan kemaslahatan bagi diri dan keturunannya. Terus mewariskan ideologi kedengkian dan kesombongan. Juga, buta melihat keunggulan yang Allah berikan kepada manusia yang menyebabkan manusia dimuliakan.

Dorongan kedengkian yang membuat syetan berdoa, "Ya Tuhanku, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."  Allah pun mengabulkan doa syetan. Untuk apa penangguhan itu? Untuk apa usia yang sangat panjang itu? Sibuk dengan pelampiasan kedengkian. Apakah tentram hidup dalam kedengkian?

Syetan mendeklarasikan visi hidupnya, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan manusia memandang baik (maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

Pekerjaan syetan hanya menghiasi perbuatan jahat dan mempercantiknya sehingga dipandang baik. Kemudian memotivasi manusia dengan hiasan palsu itu sehingga  gandrung padanya. Syetan memanfaatkan unsur tanah pada diri manusia yang merupakan ujian bagi manusia. Seperti syetan yang menikmati  kejatuhan karena ujian dari karakter unsur api.

Sinergi Karakter Tanah dan Roh Tanah dan tiupan roh dari Allah, itulah komposisi penciptaan manusia. Dengan keduanya, manusia be...

Sinergi Karakter Tanah dan Roh


Tanah dan tiupan roh dari Allah, itulah komposisi penciptaan manusia. Dengan keduanya, manusia bertransformasi menjadi mulia. Malaikat dan iblis diperintahkan bersujud setelah jasad yang berasal dari tanah ditiupkan roh.

Berbekal roh pula yang menjadikan manusia mendapatkan amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi karena keistimewaannya sejak diciptakan itu. Roh pula yang memberikan manusia sifat kemanusiaan yang membuatnya unggul dari segala makhluk.

Dengan roh, manusia meniti jalan kehidupan dengan model yang berbeda dari makhluk lain sejak keberadaannya. Sedangkan yang lain, tetap dalam derajat kebinatangan dan tidak pernah mengalami peningkatan.

Roh inilah yang menghubungkan dan manusia mampu berkomunikasi dengan Rabbnya. Roh ini pula yang membuat manusia mampu melakukan lompatan dari alam materi yang interaksinya menggunakan perangkat panca indra dan otot ke alam immateri yang perangkat interaksinya hati dan akal.

Roh juga yang membuat manusia mampu mengetahui rahasia yang tersembunyi dibalik masa maupun tempat, di luar kemampuan panca indra maupun otot. Namun, roh harus berhadapan dengan karakter tanah yang tunduk dengan kebutuhan asasinya, seperti makan, minum, pakaian dan syahwat. Tanah juga memiliki karakter lemah, dan serba kurang sempurna yang berimplikasi kepada hasil aktivitas manusia yang juga lemah dan tidak sempurna.

Tanah dan tiupan roh tidak dapat dipisahkan. Manusia bukanlah makhluk yang memiliki karakter tanah murni ataupun ruh murni. Kesempurnaan manusia ditetapkan pada kemampuannya untuk menjadikan kedua karakter tersebut berimbang.

Mereka yang memandulkan potensi fisiknya yang energik sama seperti orang yang menelantarkan potensi ruhiahnya yang bebas. Bila salah satu didominankan, maka menjadi makhluk yang tak sesuai dengan harapan Allah. Berarti telah merusak jati diri manusia yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Sumber:
Sayid Qutb, Tafsir Fi Zilalil Qur'an Jilid 7, GIP

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr? Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dila...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr?


Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dilancarkan oleh orang-orang kafir kepada Rasulullah saw dan para Sahabatnya. Dimana mereka melihat Islam dengan pandangan sini, meragukan dan memperolok-olok.

Jadi tujuan surat ini untuk meyakinkan Muslimin bahwa Allah swt selalu menjaga dan menolong agama-Nya. Oleh sebab itulah, titik tekan kisah Nabi Adam di surat Al-Hijr ayat 26-43 adalah pertolongan dan perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:

1. Asal penciptaan manusia 

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (26)

2. Asal penciptaan syetan

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (27)

3. Berita penciptaan manusia

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (28)

4. Penyempurnaan kejadian, penipuan roh dan perintah bersujud 

Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(29)

5. Malaikat bersujud 

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (30)

6. Syetan menolak bersujud

kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.(31)

7. Mengurai sebab tidak sujudnya syetan

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?" (32)

8. Alasan tidak bersujud 

Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (33)

9. Syetan dikeluarkan dari surga menjadi makhluk terkutuk

Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (34)

10. Masa kutukan 

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."(35)

11. Permohonan syetan 

Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan." (36)

12. Permohonan syetan dikabulkan

Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, (37)

13. Batas waktu pengabulan

sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)." (38)

14. Misi dan strategi syetan, kejahatan menjadi indah

Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, (39)

15. Yang tidak bisa digoda syetan 

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (40)

16. Penegasan perlindungan Allah atas godaan syetan

Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."(41)

17. Yang bisa dan tak bisa dijerumuskan syetan

Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.(42)

18. Akhir para pengikut syetan

Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,(43)

Inilah bekal agar tipu daya syetan tidak bisa menjerumuskan manusia. Inilah bekal agar manusia ditolong dan dilindungi Allah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)