basmalah Pictures, Images and Photos
09/17/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Spiritualitas Pertanian Organik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Dalam pertanian organik ada cinta dan ...

Spiritualitas Pertanian Organik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Dalam pertanian organik ada cinta dan kelembutan. Membiarkan tanaman tumbuh alamiah sesuai waktunya. Membiarkan tanaman berbuah sesuai masanya. Tumbuh berkembang sesuai takdir-Nya. Tak ada yang dimanipulasi dan direkayasa.

Dalam pertanian organik merasakan kerjasama tim dengan alam. Seluruh yang hidup di dalam tanah, permukaan tanah, udara, dan yang hinggap di pepohonan adalah satu kesatuan tim. Tak ada musuh yang harus dibasmi. Yang ada bagaimana menciptakan keseimbangan lingkungan. Beri kebutuhannya sesuai kadarnya agar tidak saling menghancurkan.

Pertanian organik menciptakan kenyamanan. Bagaimana agar makro dan mikroorganisme yang bisa hidup nyaman dan bergembira. Bagaimana mereka merayap, melompat dan terbang dari satu tempat ke tempat lain dengan  bahagia. Bagaimana mereka saling bersahutan? Bunyi dan suara ragam hewan menjadi hiburan.

Hidup ini satu kesatuan yang utuh. Hidup ini beraqidah atau bertauhid. Hidup dalam poros yang satu. Semua makhluk bersujud dan beribadah kepada Allah. Tak ada yang merugikan dan dirugikan. Yang ada hanya menciptakan keseimbangan. Itulah konsep dasar pertanian organik.

Semua makhluk hidup hanya menjalankan perannya bila semuanya menghambakan diri kepada Allah. Bila semuanya mengikuti syariat Allah, semua profesi manusia dan makhluk hidup hanya berbagi peran agar kehidupan berjalan hingga datangnya hari kiamat.

Belajar hidup dengan pengelolaan pertanian organik. Tak ada lagi iri dan dengki. Tak ada lagi keserakahan. Tak ada lagi permusuhan. Tak ada eksploitasi. Tak ada pemaksaan kehendak terhadap alam. Semuanya teman, sahabat, saudara dan hamba Allah.

Saling bersedekah. Saling menjalankan peran. Saling bekerjasama walaupun tak saling paham bahasanya. Berkoordinasi dengan lintas makhluk hidup. Tak pernah kenal dan menyapa. Tak pernah berbicara dan bertemu. Namun saling beradu dalam ketidakpahaman. Itulah pertanian organik.

Mengumpulkan Sampah, Mengumpulkan Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Lihat di perbukitan. Bila ...

Mengumpulkan Sampah, Mengumpulkan Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Lihat di perbukitan. Bila ada titik yang lebih hijau dari yang lainnya, bertanda disitulah ada rumah. Sisa rumah tangga memberikan kesuburan yang berbeda. Mengapa? Sebab unsur hara terbawa oleh sayuran, buah-buahan dan dedaunan yang dikonsumsi. Semuanya terkumpul di rumah.

Bila seluruh hasil dibawa ke kota, berarti tanah dipedesaan akan terjangkiti kekurangan hara tanah. Sedangkan di kota terjadi kelebihan unsur hara yang tak digunakan. Maka perlu integrasi antara kota dan desa dalam menyuburkan tanah. Kota menjadi pemasok unsur hara tanah ke pedesaan.

Kota harus menanggung biaya distribusi sampah ke pedesaan. Kota menjadi pusat unsur hara tanah.  Desa menjadi pusat pertanian dan perkebunan organik. Memindahkan sampah berarti juga memindahkan makro dan mikroorganismenya. Carilah kota-kota yang sebelumnya sangat subur, maka mikro dan makroorganismenya berpindah pula dan akan membuat tanah pedesaan yang tandus menjadi subur seperti kota asal sampahnya.

Ada yang mengatakan kalo ingin menanam pohon dari daerah tertentu harus bawa tanahnya juga, bukan pohonnya saja, walaupun sedikit. Mungkin agar struktur tanah dan unsur hara daerah asalnya terduplikasi secara alamiah di tempat penanaman pohon tersebut.

Rasulullah saw melarang mengambil air, tanah dan benda-benda di daerah yang telah di azab oleh Allah. Bisa jadi ada hukum menduplikasi antara satu benda dengan benda yang lainnya. Tanah yang beracun tidak boleh dibawa ke tempat lain, karena akan meracuni tanah yang lainnya. Bagaimana bila tanahnya subur?

Mengumpulkan dan memindahkan sampah bukan sekedar mengumpulkan dan memindahkan benda-benda organik saja tetapi memindahkan kehidupan yang berada di sampah tersebut. Berarti memindahkan unsur hara tanah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bagi yang paham, sampah adalah harta karun. Berapa banyak dana dan investasi yang dikeluarkan untuk membangun industrialisasi pupuk? Berapa banyak dana untuk pupuk yang ditebar ke tanah? Padahal cukup sederhana. Kumpulkan, distribusikan dan taruhlah sampah  di atas tanah.

Model Masyarakat Di Era Kediktatoran Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana model masyarakat di set...

Model Masyarakat Di Era Kediktatoran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bagaimana model masyarakat di setiap zamannya? Bacalah sejarah Firaun dalam mengacaukan pemikiran masyarakat. Walaupun Nabi Musa sudah memperlihatkan mukjizatnya, namun logika Firaun yang menyesatkan lebih mudah diterima. Itulah penyebabnya, mengapa penguasa zalim, diktator dan bodoh terus menguasai kursi kekuasaan.

Saat wabah kodok, belalang, darah, dan kutu menyerang Mesir. Saat kemarau dan panen buah-buahan gagal. Firaun dan rakyatnya meminta kepada Nabi Musa untuk dilenyapkan. Nabi Musa pun berdoa. Semua wabah pun lenyap. Apa yang dikatakan Firaun kepada Nabi Musa?

Yang menyebabkan datangnya kesialaan adalah Nabi Musa. Karena sebelumnya tidak pernah terjadi wabah dan bencana semacam ini. Firaun menggaungkan tuduhan ini. Rakyatnya pun turut meyakini seruan Firaun. Di era kediktatoran, suara rakyat hasil rekayasa para penguasa bukan dari nurani rakyatnya sendiri.

Masyarakat mudah tertipu dengan tampilan fisik dan suara penguasanya. Saat kemukjizatan Nabi Musa jelas. Firaun pun berkata pada rakyatnya, "Kerajaan Mesir adalah milikku. Seluruh sungai-sungai di Mesir mengalir di bawahku. Apakah kamu tidak melihat? Mana yang lebih mulia aku atau dia (Musa) yang tak jelas perkataannya?"

Firaun mengecohkan pemikiran masyarakat bahwa seorang Nabi harus berasal dari para pembesar. Bila tidak, seorang Nabi harus memiliki gelang-gelang emas dan malaikat datang mengiringi kemanapun Nabi Musa melangkah. Mengapa masyarakat lebih percaya dengan Firaun?

Pragmatis soal perut. Itulah penyebab akal manusia dikendalikan oleh manusia lainnya. Ketakutan akan rezeki yang membuat manusia kehilangan kemerdekaan dirinya. Kesederhanaan menciptakan kemerdekaan diri. Kekayaan dan kesenangan justru membuat manusia menjadi budak.

Masyarakat yang tak beraqidah. Masyarakat yang pragmatisnya perut. Selamanya menjadi corong penguasa. Menikmati penipuan yang dilancarkan oleh para pembesar dan para diktator di sepanjang zaman. Dihancurkan negerinya oleh penguasa, namun terus diam dan menjadi corong penguasa asal mendapatkan seonggok makanan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)