basmalah Pictures, Images and Photos
Oktober 2023 - Our Islamic Story

Choose your Language

Hidup itu Hanya Ujian Cinta Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kenikmatan surga berlipat tak terhingga dibandingkan dunia. Andaikan nikm...

Hidup itu Hanya Ujian Cinta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Kenikmatan surga berlipat tak terhingga dibandingkan dunia. Andaikan nikmat surga sama dengan dunia, itu sudah lebih dari cukup. Sebab kebahagiaan akhirat itu bukan surga. Tetapi, bertemu dengan Allah.

Bila nikmat makan dan minum masih diburu. Bila nikmat seksual masih jadi obsesi. Bila nikmat berkuasa dan harta menjadi puncak cita-cita tertinggi, bertanda hawa nafsu masih menyelimuti. Padahal semuanya tak berarti, sebab semuanya akan lenyap.

Puncak kebahagiaan itu ada dalam rukuk dan sujud. Ada dalam tasbih. Ada dalam istighfar dan pengakuan kehambaan. Puncak kesengsaraan itu saat diri mengakui masih ada Ilah selain Allah.

Di akhirat kelak tak lagi butuh kenikmatan surga. Sebab, kenikmatan surga hanya pengulangan nikmat yang ada di dunia. Yang diharapkan hanya ingin bertemu lalu menatap wajah Allah. Bertasbih dan memuji-Nya. Bercengkrama bersama-Nya.

Saat rindu belum bisa tersampaikan yang bisa dilakukan hanya membaca firman-Nya, menyaksikan keindahan dan kemuliaan-Nya yang dipaparkan melalui wahyu-Nya. Mengikuti yang dicintai dan arahan-Nya. Melupakan hal diri, yang terpenting keridhaan-Nya.

Saat rindu masih tak tersampaikan yang bisa dilakukan hanya mengingat-Nya. Dunia seperti pembatas dan penjara dengan Sang Kekasih. Raga seperti penghalang berjumpa dengan-Nya.

Mengambil dunia hanya untuk menanti bertemu dengan-Nya. Memperindah dan mempercantik diri sebelum berjumpa dengan-Nya. Langkah di dunia hanya untuk membuktikan cinta, bahwa hati ini tak pernah sedikit berpaling dari-Nya. Kehidupan dunia hanya ujian cinta kepad-Nya.

Membuka Lahan, Menanam Pohon dan Merawatnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Membuka lahan. Menanam pohon lalu merawatnya. Itulah hari...

Membuka Lahan, Menanam Pohon dan Merawatnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Membuka lahan. Menanam pohon lalu merawatnya. Itulah hari-hari menunggu menghadap Allah. Inilah hari-hari yang disabdakan oleh Rasulullah saw bila esok adalah Hari Kiamat. Saat hiruk pikuk manusia dipenuhi kezaliman dan kemaksiatan maka yang paling nikmat adalah bercengkrama dengan makhluk-Nya yang senantiasa bersujud  dan bertasbih yaitu alam semesta.

Membuka lahan lagi. Menanam pohon dan merawatnya lagi. Seperti itulah gerak kehidupan yang tak boleh berhenti. Agar hidup disibukkan dengan bercengkrama dengan makhluk-Nya yang senantiasa bersujud dan bertasbih. Bila berteman dengan manusia semakin sulit, maka bertemanlah dengan alam semesta.

Alam semesta itu berbicara dan memberikan nasihat. Dalam diamnya mengajarkan falsafah hidup. Dalam diamnya menganugerahkan sains dan teknologi. Dalam diamnya menjadi tauladan bagaimana menghamba kepada Allah.

Alam semesta mengajar ketundukan dan kepatuhan. Mengajarkan melayani. Namun bila yang dilayani berprilaku zalim yang sudah taraf merusak, barulah dia menyeimbangkan kembali tanpa sedikit pun manusia bisa menghalaunya. Tiba-tiba wajahnya terlihat amat kejam, padahal sebelumnya hanya pelayan dan penurut.

Di musim kemarau, membuka dan merawat lahan. Menyibukkan dengan tanah agar tanaman sanggup menghadapi iklim dengan sedikitnya hujan dan saat penghujan tiba, airnya meresap tersimpan di tanah. Di musim penghujan, saatnya menanam dan merawat tanaman. Bagaimana keberlimpahan unsur hara dari air hujan tidak merusaknya? Bagaimana menyimpan air hujan untuk musim kemarau?

Membuka lahan, menanam pohon dan merawatnya adalah pekerjaan yang termudah dan termurah. Sebab, semuanya hidup dan bergerak karena digerakkan dan ditundukan Allah. Semuanya sudah tersistem dan terpola oleh kekuasaan Allah. Semuanya perwujudan teknologi tercanggih yang dianugerahkan dari ilmu-Nya Allah. Manusia hanya sedikit ikhtiar manajemen saja.

Membuka lahan, menanam pohon dan merawatnya sebuah kumpul riung bersama mereka yang bersujud dan bertasbih. Sebuah kumpul riung dengan yang dianugerahkan ilmu dan teknologi tercanggih. Sebuah kumpul riung bagaimana mengelola alam semesta dengan keteraturan dan kesimbangan ditengah ragam perbedaan yang vulgar.

Prinsip Kesabaran Dari Petani Oleh: Nasrulloh Baksolahar Belajar bersabarlah pada petani. Setiap pohon memiliki periode pertumbu...

Prinsip Kesabaran Dari Petani

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Belajar bersabarlah pada petani. Setiap pohon memiliki periode pertumbuhannya sendiri. Setiap pohon memiliki waktu berbuahnya sendiri. Ada musim tertentu untuk berbuah. Semuanya Allah yang menentukan, bukan dirinya.

Mencangkul, memupuk dan membersihkan lahan di setiap musim. Merawat pohon di setiap musim penghujan maupun kemarau. Hanya itu yang bisa dilakukan sambil berharap semoga pohonnya tumbuh dengan baik sambil terus menunggu pohonnya berbuah.

Banyak faktor yang tak bisa dikendalikannya. Hujan, iklim, angin, sinar matahari, hama dan sebagainya. Namun petani terus melakukan yang bisa dikendalikannya. Seperti mencangkul, memupuk, merawat lahan dan pohon. Yang tidak bisa kendalikan diserahkan kepada Allah. Inilah kunci ketentraman.

Teruslah berkarya dan beramal. Sebab, pohon amal itu terus tumbuh sesuai takdir yang sudah ditetapkan Allah. Setiap pohon amal sudah ditentukan waktu pertumbuhannya dan waktu keberhasilannya. Tak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah. Inilah sebab, mengapa berkarya itu butuh kesabaran.

Apakah petani bisa intervensi terhadap pertumbuhan pohon dan berbuahnya? Yang bisa dilakukan hanya merekayasa saja, hasilnya tergantung respon pohon tersebut sesuai takdir yang ditentukan Allah. Teruslah beramal dan berkreativitas, lalu bersabarlah terhadap proses keberhasilannya.

Ada pohon yang buahnya dirasakan oleh sang petani sendiri. Ada juga pohon yang buahnya dirasakan oleh keturunannya saja. Sedangkan raganya sudah terbaring di tanah. Rugikah? Petani sudah mengajarkan bagaimana membangun pohon amal. Petani sudah menyiapkan modal bagi penerusnya untuk membangun amal baru sebagai pelanjut amalnya. Inilah estapet kesinambungan amal.

Membangun pohon amal walaupun tak berbuah, tak pernah merugikan petani. Bukankah bisa dijadikan tempat berteduh? Sumber mata air? Mengeluarkan oksigen? Banyak hewan yang hidup di dahan dan akarnya? Dari sebuah pohon amal akan melahirkan turunan amal lainnya. Satu karya akan melahirkan dan menjadi rahim bagi karya-karya baru lainnya. Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan-kebaikan lainnya.

Agar Bisa Memulai Langkah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Saat akal tak bisa membaca masa depan. Saat akal tak memiliki pengalaman a...

Agar Bisa Memulai Langkah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Saat akal tak bisa membaca masa depan. Saat akal tak memiliki pengalaman akan masa lalu. Saat akal menghadapi kondisi baru yang tak pernah diperhitungkan. Saat akal dihadapkan pada lautan informasi yang membingungkan. Bisakah akal berfikir untuk menentukan langkah?

Saat di kegelapan. Saat dalam kebingungan. Saat terkepung dalam tarikan ajakan yang menggiurkan. Saat dihimpit ragam kegelisahan dan ketakutan. Bagaimana cara memulai langkah awal?

Agar akal bisa berfikir. Agar mata bisa menatap. Agar telinga terbuka untuk mendengar. Agar badan bisa berdiri tegak. Agar tangan mulai bisa diayunkan. Agar kaki bisa digerakkan. Yang harus dihidupkan pertama kali adalah hati  Hati yang penuh keyakinan. Keyakinan menjadi pondasi setiap langkah.

Keyakinan tak membutuhkan sumber daya. Keyakinan tak harus ada penopang material. Keyakinan hanya butuh satu sandaran dan gantungan. Yaitu, Allah. Langkah awal hanya butuh keyakinan kepada Allah. Manusia selalu memiliki modal untuk melangkah yaitu iman kepada Allah.

Keyakinan kepada Allah sudah disuntikkan oleh Allah sebelum manusia dilahirkan. Ini modal pertama dan utama kehidupan. Setelah itu bagaimana melalui liku-likunya? Padahal tidak pernah mengalaminya? Ambilah bimbingan wahyu dan Sunnah Rasulullah saw. Taati rambunya. Maka jalan kehidupan menjadi amat terang benderang.

Tak perlu membaca berjilid-jilid ragam buku dari pengarang ahli yang hebat. Tak perlu bergulat dengan pengalaman yang pahit dan lama. Tak perlu berguru dengan beragam ribuan guru yang mumpuni. Cukuplah membuka Al-Qur'an dan hadits. Rangkuman kehidupan masa lalu, masa kini dan masa depan sudah disajikan sempurna dengan sangat sederhana.

Tak perlu ada kebingungan, kegamangan dan kegalauan. Tak ada lagi berpangku tangan dan diam karena ketidakpastian. Sebab hanya butuh keyakinan kepada Allah, lalu membuka lembaran Al-Qur'an dan hadits Rasulullah saw. Seperti itulah agar kegairahan dan langkah kehidupan terus bergerak dengan optimisme.

Bank Data Persoalan dan Solusi Dari Jejak Para Nabi dan Rasul Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Akal itu cendrung berfikir linier, ber...

Bank Data Persoalan dan Solusi Dari Jejak Para Nabi dan Rasul

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Akal itu cendrung berfikir linier, berjenjang, teratur dan sistematis. Jika ada perubahan, akal akan menghadapi kebingungan terlebih dahulu. Sebab, belum ada memori dan rekaman data sebagai dasar untuk berreaksi. Dalam kondisi ini, apa yang harus dilakukan?

Bacalah sejarah para Nabi dan Rasul. Bacalah jejak-jejak kehidupan manusia yang diridhai Allah yang terrekam dalam Al-Qur'an. Inilah sejarah manusia paling sukses dan berpengaruh sepanjang umur jagat raya. Inilah sejarah yang valid tidak ada manipulasi. Inilah sejarah dengan fragmen paling ekstrim dalam perjalanan manusia.

Mengapa para Nabi dan Rasul menjadi manusia yang paling berat ujiannya? Sebab mereka menjadi contoh terbaik bagi seluruh manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan. Bagaimana penyelesaian yang tuntas, tepat, mudah dalam waktu yang pendek? Bagaimana menghadapi tantangan kehidupan dengan sumber daya yang minimal? Ikutilah jejak para Nabi dan Rasul.

Selain para Nabi dan Rasul akan menghadapi ujian yang lebih ringan. Bila kita mengambil pemecahan persoalan dari mereka, bagaimana akibatnya? Tantangan akan dilalui dengan mudah dan ringan. Sebab, solusinya jauh melampui persoalannya. Solusinya diambil dari tantangan yang paling pelik dari para Nabi dan Rasul, sedangkan persoalan yang dihadapi tak sepelik yang dihadapi para Nabi dan Rasul. Inilah rahmat-Nya.

Membaca sejarah para Nabi dan Rasul, berarti merekam secara komprehensif seluruh persoalan perjalanan kehidupan dan juga solusinya. Manusia hanya mengulangi tantangan kehidupan yang pernah dialami oleh para Nabi dan Rasul. Tak ada solusi yang terbaik kecuali yang dicontohkan para Nabi dan Rasul.

Akal dan hati dipenuhi referensi dan literasi persoalan dan solusinya. Ini menjadi ensiklopedi terlengkap dan sempurna yang tersimpan dalam memori data manusia. Dengan "bank data dan informasi sejarah para Nabi dan Rasul" ini, akal akan mudah mengambilnya bila menghadapi tantangan.Tak ada lagi yang membuat kening berkerut untuk berfikir lama dan jiwa terguncang, sebab sudah memiliki seluruh bank data persoalan dan solusi hingga yang belum pernah dialami dan dilakukannya sekalipun.

Sekarang ini, bukankah data dan informasi menjadi intangible asset yang powerful? Bukankah data intelejen mampu menghancurkan kekuatan sebesar apapun dengan cara yang sederhana? Umat Islam sudah dibekali itu semua dengan kisah-kisah dalam Al-Qur'an.

Dari Istighfar Menuju Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dengan beristighfar, Allah akan menurunkan hujan dari langit. Memperbany...

Dari Istighfar Menuju Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Dengan beristighfar, Allah akan menurunkan hujan dari langit. Memperbanyak harta dan anak-anak. Mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untuk manusia. Sangat sederhana memecahkan persoalan yang pelik. Hanya beristighfar.

Banyak yang datang ke Hasan Al-Basri tentang ragam kesulitan hidup yang dialaminya. Solusi yang disodorkan hanya istighfar. Mengapa jawabannya seperti itu? Karena yang difirmankan Allah yang mendesain takdir kehidupan hanya seperti itu. Sangat sederhana bukan? Amalan hati dan lisan bisa merubah wajah kehidupan. Mungkinkah? Benarkah? Ketidakyakinan Itulah persoalannya.

Manusia sering mengandalkan mindset, strategi dan tahapan implementasi dari akal dan histori pengalamannya Namun tidak pernah tahu darimana datangnya mindset, strategi dan tahapan implementasi? Inilah persoalan yang membuat penyelesaian persoalan itu tak pernah selesai dengan cepat dan tuntas.

Saat Abu Bakar dan Umar bin Khatab melepaskan pasukan ke Persia dan Romawi, mengapa pesannya jangan bermaksiat? Mengapa tidak memberikan arahan kemiliteran yang detail sebagai panglima tertinggi? Pelepasannya dengan pasukan yang tidak besar dan perlengkapan yang seadanya. Mengapa bisa membebaskan Persia dan Romawi?

Ketika Abu Ubaidah bin Jarah memohon pasukan tambahan 4.000 orang ke Umar bin Khatab, mengapa yang dikirimkan hanya 4 orang? Persoalannya bukan banyaknya prajurit dan infrastruktur militer, tetapi lebih banyak tentang kebersihan hati dari kemaksiatan.

Saat para Sahabat bertempur, doa yang dipanjatkan adalah soal permohonan ampun, keteguhan hati dan pertolongan kepada Allah. Kebersihan hati dengan menjauhi maksiatlah yang akan merubah wajah kehidupan yang lebih baik. Bagaimana prosesnya? Serahkan kepada Allah.

Dengan beristighfar Allah berjanji menuntaskan semua persoalan yang dikeluhkan manusia. Yakinlah, sebab seluruh urusan kembali kepada Allah. Takdir itu mengikuti skenarionya Allah. Manusia hanya mengikuti kemauan Allah, semuanya akan selesai dengan sendirinya tanpa sedikitpun campur tangan manusia.

Satu Senjata Mengarungi Dunia dan Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Ibrahim dikepung api. Apa yang diyakininya? Kaum musli...

Satu Senjata Mengarungi Dunia dan Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Ibrahim dikepung api. Apa yang diyakininya? Kaum muslimin di Madinah dikepung 10.000 pasukan Kafir Quraisy dan sekutunya. Apa yang diyakininya? Allah sebaik-baiknya Penolong dan Pelindung.

Nabi Ibrahim menghadapi raja Namrudz. Penguasa terkuat dan terhebat saat itu. Rasulullah saw menghadapi Kafir Quraisy, kabilahnya sendiri yang merupakan kabilah yang terkuat dan terhormat di Jazirah Arab saat itu. Apa kunci keberhasilan menghadapinya? Tiada tuhan selain Allah.

Abu Thalib sedang sakit. Rasulullah saw mendampinginya. Rasulullah saw pembimbingnya agar mengucapkan syahadat agar Rasulullah saw bisa bersaksi untuk memberikan syafaat di akhirat nanti. Abu Thalib tak mau mengucapkan syahadat. Padahal dengan kalimat tersebut seluruh huru hara akhirat bisa dilalui dengan selamat.

"Tidak ada tuhan selain Allah" bisa menyelamatkan huru hara di akhirat. Apakah tidak bisa untuk menyelamatkan dari liku-liku tantangan kehidupan? Padahal tantangan kehidupan dunia sangat remeh dibandingkan akhirat. Mengapa manusia meyakini ideologi buatannya sendiri untuk menghadapi tantangan di dunia?

Mengapa manusia terlihat sangat menderita dengan persoalan di dunia, namun tidak pernah berfikir bagaimana menghadapi huru hara di akhirat? Al-Qur'an diturunkan agar manusia selamat dari api neraka. Bila api neraka tak bisa menyentuhnya, maka mengapa  manusia tidak mengambil Al-Qur'an dalam menghadapi neraka kehidupan dunia yang remeh?

Bila bertauhid dan menapaki jalan Al-Qur'an, maka kesulitan di dunia ini bagai gigitan satu semut saja. Namun mengapa menjadi persoalan besar? Salah dalam menentukan penolong dan pelindungnya. Maka jadilah makhluk terlemah di jagat raya yang selalu ketakutan dengan beragam hal.

Yang menyelamatkan akhirat akan sangat bisa menyelamatkan dunia. Sebab, azab akhirat tak terhingga dibandingkan persoalan dunia. Yang tidak bisa menyelamatkan akhirat, pasti tidak akan bisa menyelamatkan di dunia. Sebab, hukum kehidupan di akhirat sama dengan dunia. Bedanya, Allah memberikan sedikit kebebasan karena manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Isi Takdir Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana tentram menghadapi sakratul maut bila tidak tentram dengan takdir Allah? Padahal...

Isi Takdir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagaimana tentram menghadapi sakratul maut bila tidak tentram dengan takdir Allah? Padahal takdir-Nya penuh dengan rahmat dan pengampunan-Nya. Yang penuh rahmat-Nya saja tidak ridha apalagi dengan kematian?

Ridhakah Allah sebagai Illah? Ridhakah dengan syariat Allah? Ridhakah dengan sunnah Rasulullah saw? Bila belum, bagaimana ridha terhadap takdir-Nya? Ridha terhadap takdir-Nya dimulai dengan ridha terhadap Allah, Islam dan  Rasulullah saw.

Ridha terhadap takdir-Nya, itulah tanda kesempurnaan ilmu. Ridha terhadap takdir-Nya, itulah salah satu tanda Marifatullah. Inilah puncak tertinggi bagi penempuh jalan ruhani.

Allah itu Maha Benar (Haq), maka semua takdir berada di atas jalan kebenaran. Allah itu mengharamkan kezaliman maka di dalam takdir tidak ada kezaliman pada manusia. Bila seluruh yang terjadi atas ijin Allah, maka tidak ada keburukan di dalamnya.

Saat diberitakan bahwa suku Quraisy dan Arab mengepung Madinah. Bagaimana reaksi para Sahabat? Mereka berkata, "Allah sebaik-baiknya  pelindung dan penolong." Saat Allah mempertemukan dua pasukan di Badar. Padahal kaum Muslimin tidak siap, Allah berfirman hanya untuk melihat siapakah yang beriman dan yang munafik.

Segala macam takdir hanya untuk mengetahui apa yang berkecamuk di dada. Prasangka apa yang mendominasi di dada. Banyak para Sahabat dan Salafus Shaleh yang tertidur sesaat ketika perang berkecamuk padahal itu momentum yang paling "keras dan kejam". Takdir untuk melihat siapa yang senantiasa dalam ketentraman atau kegelisahan.

Hidup dalam takdir Allah itu nikmat. Di dalam takdir ada rahmat, ampunan, maaf, bimbingan, pimpinan, kemudahan, pertolongan, petunjuk jalan lurus, dicukupi, diangkat derajat, tercurah rezeki. Apakah masih khawatir dengan takdir?

Konsumsi, Investasi dan Sedekah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Akhirat sebuah mindest kemanfaatan dan investasi. Bila konsumtif pun ...

Konsumsi, Investasi dan Sedekah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Akhirat sebuah mindest kemanfaatan dan investasi. Bila konsumtif pun orientasinya sebagai penunjang kemanfaatan dan investasi.  Bukan penghamburan dan kesia-siaan. Konsumtif, investasi dan sedekah merupakan keseimbangan pengelolaan harta agar kehidupan bergerak seimbang dan berkelanjutan.

Beriman, sehat dan ada makanan untuk hari ini, itulah keseluruhan hidup. Rutinitas aktivitas keseharian seharusnya bergerak pada poros ini. Iman itu hati. Sehat itu raga. Makan itu pemenuhan nafsu agar tidak melemahkan hati untuk fokus mengabdi pada Allah.

Jangan abaikan nafsu. Jangan mengumbar nafsu. Penuhilah dan sayangilah. Nafsu itu bagian dari amanah kehidupan yang harus dikelola. Bagaimana nafsu bisa membangun kehidupan? Dari rasa lapar dan haus, bukankah kehidupan menjadi bergerak? Bukankah raga menjadi sehat? Inilah rambu pengelolaan nafsu.

Ibadah yang khusyuk itu dimulai dari pemenuhan nafsu.  Dalam kondisi lapar dan haus, bisakah khusyuk? Rasulullah saw memerintahkan untuk makan dan minum dulu bila sudah tersaji, kemudian shalat. Bila ngantuk, agar tidur terlebih dahulu.

Investasi itu bukan untuk laba keuntungan sekarang tetapi menjaga dan menyiapkan masa depan yang lebih baik. Mengolah tanah dan menanam itu investasi. Membangun aliran sungai, selokan, bendungan dan waduk itu investasi. Membangun infrastruktur dan teknologi apa pun itu bagian dari investasi. Ini merupakan Sunah Rasulullah saw.

Investasi itu bagian dari konsep amal jariah yang balasannya terus mengalir walaupun usia telah diutup. Maksimum investasi sepertiga dari penghasilan sisanya pengeluaran konsumtif pribadi dan pengeluaran yang disalurkan melalui pihak lain. Bila melebihi batas ini akan merusak investasi itu sendiri. Penawarannya berkelebihan.

Perbandingan investasi dan hasil  itu bisa satu berbanding satu (1:1). Satu berbanding sepuluh (1:10). Satu berbanding tak terhingga (1:-). Salah satu rahmat Allah adalah memberikan hasil berlimpah dari investasi untuk memenuhi sifat  konsumtif manusia.

Keteguhan Kabilah Quraisy Pada Agama Nabi Ibrahim Dibandingkan Bani Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Berapa jarak Nabi Ibrahim...

Keteguhan Kabilah Quraisy Pada Agama Nabi Ibrahim Dibandingkan Bani Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Berapa jarak Nabi Ibrahim hingga Rasulullah saw? 30 generasi. Selama itu tidak ada Nabi dan Rasul yang diutus dari keturunan Nabi Ismail yang disebut bangsa Arab. Berbeda dengan keturunan Nabi Ishaq yang disebut Bani Israel, selalu ada Nabi dan Rasul yang diutus. Dari Nabi dari ayah yang berlanjut hingga ke anaknya, Nabi yang berasal dari saudara kandung atau sepupu hingga muridnya yang menjadi Nabi. Namun apa perbedaan antara Bani Israel dengan bangsa Arab?

Bani Israel selalu mengubah dan memalsukan kitab sucinya. Juga,  menentang, mendurhakai hingga membunuh para Nabinya. Bani Israel selalu membutuhkan seorang Nabi dan Rasul untuk kebangkitan dan kejayaannya. Saat di kitab Taurat dan Injil memberitakan Nabi terakhir akan datang ke Madinah, mereka segera bermigrasi ke sana. Bagaimana dengan bangsa Arab?

Keturunan Nabi Ismail, khususnya Quraisy, terus memegang agama Nabi Ibrahim dan ajaran leluhurnya Nabi Ismail. Mereka berpegang teguh pada agama Tauhid, menyembah Allah Yang Maha Esa, hingga munculnya Amr bin Amir bin Lahyi, penguasa Mekah dari suku Kuzaah pendatang, yang mengubah ajaran Nabi Ismail.

Ia mendirikan patung, mengadakan penghormatan ke hewan tertentu, upacara minuman arak, mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah yang belum dikenal oleh syariat Ibrahim. Dia mengadopsinya dari Syam (Iraq) saat melakukan perjalanan kesana. Ia mendatangkan berhala ke Mekah dan memancangkannya serta memerintahkan kaumnya untuk menghormatinya.

Berhalaisme menyebar di Syam khususnya Iraq pada abad ke-3 M. Penyebarannya di suku Quraisy, melalui Amr bin Amir bin Lahyi, berlangsung secara bertahap. Awalnya karena penghormatannya terhadap batu-batu Tanah Haram, yang selalu dibawa apabila pergi meninggalkan Mekah sebagai penghormatan bagi Tanah Suci dan media untuk kerinduan terhadapnya.

Bila penyebaran berhala di Iraq pada abad ke-3 M, lalu dibawa ke Mekah oleh Amr bin Amir bin Lahyi. Penyebarannya secara bertahap di suku Quraisy. Sedangkan kelahiran Rasulullah saw pada abad ke 6 M, maka  penyebaran berhala di Mekah maksimal  baru 300 tahun saat kelahiran Rasulullah saw. Berarti, penyebaran dan penyembahan berhala di Mekah merupakan sesuatu yang baru, bukan yang mendarah daging.

Buktinya, di saat kelahiran Rasulullah saw masih ada yang menjaga dan patuh terhadap agama Ibrahim. Para penyembah berhala pun masih menghormati Baitullah, melakukan Thawaf, serta melakukan Haji dan Umrah. Jadi menyembah berhala merupakan sesuatu yang masih baru bagi suku Quraisy khususnya pada saat kelahiran Rasulullah saw.

Pola Pengutusan Nabi dan Rasul Pasca Nabi Luth Oleh: Nasrulloh Baksolahar Menurut Ibnu Abbas semua kabilah Arab di Jazirah Arab ...

Pola Pengutusan Nabi dan Rasul Pasca Nabi Luth

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Menurut Ibnu Abbas semua kabilah Arab di Jazirah Arab memiliki kekerabatan dengan Rasulullah saw. Termasuk suku Muhdar atau Rabiah, di Yaman dan Hijaz. Oleh karena itu, seluruh kitab Sirah Nabawiyah memulai penulisannya dengan golongan bangsa Arab yang menyebar di Jazirah Arab  untuk menunjukkan jalinan kekerabatannya dengan Rasulullah saw. Mengapa seperti itu?

Rasulullah saw bersabda tentang Nabi Luth, dia seorang Nabi yang bukan dari penduduk asli kaum tersebut. Nabi Luth berhijrah bersama Nabi Ibrahim dari Masepotamia. Di tengah perjalanan, dia memisahkan diri dengan Nabi Ibrahim di Syam. Lalu, Allah mengangkatnya sebagai Nabi untuk berdakwah di sebuah kaum. Apa yang terjadi?

Saat Nabi Luth menghadapi penentangan dari kaum tersebut, dia hanya mendapatkan satu rumah yang bisa memberikan perlindungan yaitu dari kedua putrinya. Sedangkan istrinya sendiri menjadi penentangan. Rasulullah saw mengomentari kisah Nabi Luth dengan  bersabda, "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Luth. Sesungguhnya dia telah berlindung kepada keluarga yang kuat yaitu Allah."

Rasulullah saw melanjutkannya, "Maka setelah era Nabi Luth, Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali dengan dukungan dari kaumnya." Contohnya, Nabi Syuaib pun terselamatkan dari rintangan dakwah karena faktor keluarga yang mendukungnya.

Pada dakwahnya Rasulullah saw di Mekkah mendapat perlindungan dan ditopang oleh Bani Hasyim. Saat di Madinah, ditopang dari Suku Aus dan Khajraz yang merupakan paman-paman dari Rasulullah saw. Bukankah wafatnya Bapaknya Rasulullah saw, Abdullah bin Abdul Muthalib, saat bersilaturahmi dengan keluarga besarnya di Madinah? Pasca Futuh Mekah ditopang oleh kabilah Quraisy. Saat Umar bin Khatab membebaskan Romawi dan Persia, seluruh keturunan Nabi Ismail terutama Bani Kinanah bahu membahu mendukungnya.

Apa perbedaan bangsa Arab dengan Eropa daerah lainnya? Di Eropa setiap wilayah memiliki bahasa yang berbeda. Namun di Jazirah Arab walapun beragama suku, wilayahnya luas dan berjauhan, mereka memiliki satu bahasa yaitu bahasa Arab. Yang berbeda hanya dialeknya saja, namun seluruhnya menjaga bahasa Arab Fushha (resmi, fasih).

Penyebaran keturunan Nabi Ismail di seluruh Jazirah Arab. Kesatuan bahasa yang terus terjaga, menjadi Islam cepat tersebar di Jazirah Arab dan menjadi penopang pembebasan negri Romawi dan Persia. Itulah Sunatullah pasca diutusnya Nabi Luth kepada Para Nabi dan Rasul setelahnya.

Sumber: 
Abu Hasan An Nadwi, Sirah Nabawiyah, Quanta
Munir Al-Ghadban, Manhaj Haraki, Robbani Press

Manajemen Menghadapi Takdir Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ikhtiar manusia mengapa membawanya pada keberhasilan? Perjuangan manusia ...

Manajemen Menghadapi Takdir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Ikhtiar manusia mengapa membawanya pada keberhasilan? Perjuangan manusia mengapa membuahkan hasil? Ikhtiar itu sebenarnya hasil pembelajaran dari pola takdir Allah. Akal manusia dianugerahi kemampuan untuk memahami pola takdir-Nya Allah. Dengan pola ini, ikhtiar merupakan jerih payah perjuangan mengikuti pola takdir-Nya. Itulah sebabnya ada ikhtiar yang membawa pada keberhasilan.

Terkadang pola takdir ada perubahan seperti kemukjizatan para Nabi dan Rasul. Terkadang terjadi betapa banyak golongan yang sedikit mampu mengalahkan golongan yang besar dengan ijin Allah. Terkadang pola ikhtiar kesuksesan masa lalu tak berlaku lagi membawa kesuksesan di zaman sekarang.

Kemukjizatan setiap Nabi berbeda-beda. Syariat setiap Nabi berbeda-beda sesuai kebutuhan zamannya. Pola perjuangan setiap Nabi berbeda-beda sesuai kondisi yang dihadapinya. Mengapa? Pola takdir Allah ada yang berubah pula seperti yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz.

Mengapa harus mengimani kitab suci Taurat dan Injil? Mengapa harus mengimani para Nabi dan Rasul  terdahulu? Mengapa Kitab Suci dan para Nabi dan Rasul menyebutkan kedatangan Nabi Muhammad saw? Mengapa setiap ada persoalan Allah mengkisahkan Para Nabi dan Rasul dan Umat terdahulu? Pola takdir ada pula yang tetap sama hingga akhir zaman.

Pola takdir Allah yang konstan yang bisa dipahami manusia sering disebut sebagai logika, pola, sistem, ilmu, teknologi hingga menjadi ideologi atau falsafah. Ikhtiar manusia hanya mengikuti pola takdir Allah yang sudah konstan. Itulah sebab ikhtiar manusia membawanya pada kesuksesan.  Namun mengapa sudah berikhtiar juga tidak berhasil? Berarti ada pola takdir yang tidak dipahami. Bagaimana menghadapinya?

Katakter bertakwa, pasrah, sabar, ridha dan bertawakal, itulah cara menghadapi pola takdir yang tak dan belum dipahami. Yang tak terduga, yang tiba-tiba, kemudahan dan keberuntungan hanya dapat diraih dengan karakter ini.

Manusia akan kelelahan dan keletihan bila hanya mengandalkan berikhtiar yang mengikuti pola takdir-Nya yang tetap dan konstan. Ada sarana untuk intervensi takdir yang membuat tujuan lebih mudah dan cepat diraih yaitu karakter takwa, sabar, tawakal, pasrah dan ridha inilah fasilitas bagi yang mengakui kehambaan pada Allah.

Shalat dan Sistem Pengorganisasian As-Sabiquna Al-Awwalun Oleh: Nasrulloh Baksolahar Sirriyatu Tanzhim atau pengorganisasi yang ...

Shalat dan Sistem Pengorganisasian As-Sabiquna Al-Awwalun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Sirriyatu Tanzhim atau pengorganisasi yang tersembunyi itulah pendapat Syeikh Munir Al-Ghadban dalam menata kaum Muslimin di periode Mekah. Tidak terlacak tempat pertemuan dan methode pembinaannya. Tidak terlacak siapa saja yang sudah memeluk Islam. Ini untuk menjaga tindakan pemberangus dari Kafir Quraisy terhadap kaum muslimin yang baru tumbuh.

Perintah shalat di waktu pagi dan petang sebanyak dua rakaat sebelum Isra Miraj merupakan sarana pengorganisasian dan pembinaan yang tak terlacak oleh Kafir Quraisy selama 3 tahun sejak wahyu diturunkan. Andaikan terlacak sedang shalat pun, para Sahabat dianggap sebuah kelompok Hanafiah dari ajaran Nabi Ibrahim yang memang sudah ada sebelumnya.

Rasulullah saw dan Ali bin Abi Thalib teridentifikasi sedang melakukan shalat secara tersembumyi sebanyak dua kali. Yaitu oleh Abu Thalib saat shalat di sebuah lembah dan oleh  Abbas bin Abdul Muthalib saat shalat di rumah pamannya Abbas.

Para Sahabat bila waktu shalat tiba, mereka menyebar ke lorong-lorong, kebun dan lembah untuk melakukan shalat secara bersembunyi. Dalam sejarah, hanya sekali para Sahabat teridentifikasi sedang shalat oleh Kafir Quraisy dengan perisitiwa terjadi bentrokan kecil antara Kafir Quraisy dengan Saad bin Abu Waqqash. Inilah peristiwa berdarah pertama dalam sejarah kaum Muslimin.

Bila ada yang baru masuk Islam, mereka dibawa ke markas besar kaum Muslimin di rumah Arqam untuk bertemu dengan Rasulullah saw. Ini dilakukan oleh Abu Bakar saat berhasil mengislamkan Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah.

Menurut Ali Muhamad Shalabi, mereka yang baru masuk Islam dikumpulkan dalam kelompok-kelompok kecil yang menginduk ke rumah Arqam. Selama periode dakwah tertutup  3 tahun, tidak ada bukti yang terungkap kecuali hanya kumpulan shalat para Sahabat saja. Saat periode dakwah terbuka, barulah kelompok kecil ini terungkap di peristiwa Islamnya Umar bin Khatab, dimana Umar mendapatkan kelompok kecil yang beranggotakan adik perempuan dan iparnya bersama Kaab bin Arit sedang membaca Al-Qur'an.

Terpusatnya pengorganisasian di rumah Arqam tidak tercatat dalam peristiwa sejarah kecuali saat periode dakwah terbuka yaitu saat peristiwa Islamnya Umar bin Khatab saat Kaab bin Arit menyebutkan akan membawanya ke bukit Shafa dan saat Abu Bakar sakit setelah disiksa oleh Kafir Quraisy karena rindu ingin  bertemu Rasulullah saw.

Sumber:
Munir Al-Ghadban, Manhaj Haraki, Robbani Press
Ali Muhamad Shalabi, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al Kautsar 

Hati, Pengendali Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar Meneropong hati berarti meneropong perjalanan hidup kita sendiri. Kelapangan d...

Hati, Pengendali Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Meneropong hati berarti meneropong perjalanan hidup kita sendiri. Kelapangan dan keruwetan hidup berasal dari kelapangan dan keruwetan hati. Hati yang hidup membuat kegairahan hidup. Hati yang kusut penyebab kepesimisan hidup.

Sabar itu soal hati, bukan akal. Pertolongan Allah bersama yang sabar. Tidak lemah, tetap bersemangat dan tidak menyerah lahir dari kesabaran. Yang dapat keluar dari krisis yang mendadak hanya bagi yang bersabar. Mengelola hati awal datangnya solusi.

Takwa itu soal hati. Jalan keluar yang tak terduga, rezeki yang tidak disangka-sangka, jalan yang lurus dan mudah, hanya diraih dengan takwa. Jadi kehidupan ini bisa dikendalikan. Jadi hidup ini bisa sesuai keinginan bila bisa mengelola hati.

Tawakal itu soal hati. Setelah bertekad, setelah bermusyawarah atas sebuah keputusan, setelah membuat strategi dan rencana aksi, setelah konsisten dengan rencana,  bertawakalah.  Allah yang akan membimbing dan memimpin.

Allah hanya melihat hati yang bersih. Semua hiruk pikuk kehidupan untuk mengetahui apa yang ada di dalam dada manusia. Apa prasangka yang berkecamuk di hati. Setelah itu bisakah dibersihkan?

Dalam perang Uhud dan Khandaq, kondisinya sangat mencekam. Bermunculanlah prasangka buruk kepada Allah. Mengapa Allah memberikan ujian seperti itu? Mengapa Allah menimpakan kecemasan? Untuk mengetahui apa yang ada di dada manusia.

Teruslah meneliti hati. Teruslah mengamati ke arah mana berbolak-baliknya hati. Apakah pasrah, sabar, ridha dan tawakal? Apakah kecemasan dan kekhawatiran membawanya pada memohon pertolongan, bimbingan dan pimpinan Allah? Ataukah prasangka buruk pada Allah? Sebelum apa pun, perhatian terlebih dahulu arah tujuan hati.

Strategi Rekrutmen As-Sabiquna Al-Awwalun Oleh: Nasrulloh Baksolahar As-Sabiquna Al-Awwalun menurut Ibnu Hisyam berjumlah 40 ora...

Strategi Rekrutmen As-Sabiquna Al-Awwalun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


As-Sabiquna Al-Awwalun menurut Ibnu Hisyam berjumlah 40 orang lebih Sahabat yang direkrut selama 3 tahun. Ada 3 gelombang rekruitmen, pertama adalah Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Shiddiq, Zaid bin Haritsah dan Putrinya Rasulullah saw. Dari tangan Abu Bakar, bergabunglah Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash dan Zubair bin Awwam. Setelah gelombang pertama ini, bagaimana rekrutmen 2 gelombang berikutnya?

Abu Bakar merancang siapa saja orang dan dari kabilah mana saja yang harus direkrut. Mengapa Abu Bakar sangat paham akan hal ini? Dialah yang paling paham tentang ilmu genealogi (nasab) dan sejarah para kabilah dan suku-suku di Jazirah Arab. Siapa yang anggota kabilah yang berpengaruh di setiap kabilah? Apa kelebihan dan kekurangannya secara personal? Bagaimana peran setiap kabilah? Bagaimana penghormatan antar kabilah?

Dipetakanlah nama per nama tokoh dan sosok terbaik dan berpengaruh yang dimiliki masyarakat Arab. Penjaringannya sangat rahasia.  Mereka yang dijaring yang paling aman dari resiko akibat dakwah dan dapat dipercaya untuk menjaga kerahasiaannya. Sebab generasi ini yang harus siap menanggung resiko seperti yang ucapankan oleh Waraqah bin Naufal saat Rasulullah saw pertama kali bertemu Jibril, "Siap diusir, disiksa dan dibunuh oleh kaumnya sendiri.

Para Sahabat mendata orang yang akan dijaring di majlis rahasia  yang dipimpin oleh Rasulullah  saw, lalu ditetapkan yang menjadi target prioritas. Ingatkah proses islamnya Umar? Saat Kaab bin Arit memberitahu Umar akan doa Rasulullah saw tentang Umarnya!paaaaa yang diharapkan masuk Islam? Itulah doa yang dipanjatkan di majlis tersebut. Inilah hasil pemetaan siapa saja yang mampu menanggung resiko dan berpotensi besar memegang amanah di masa depan.

Masih ingat kisah islamnya Abu Dzar Al-Ghifari yang berasal dari kabilah Al-Ghifar? Kafir Quraisy tidak berani menyiksa dan membunuh Abu Dzar karena dia berasal dari kabilah yang hidup di jalur perdagangan. Bila nyawanya melayang maka kafir Quraisy akan diganggu disepanjang jalur perdagangannya sehingga dapat menghancurkan kestabilan ekonomi kafir Quraisy.

Adakah generasi As-Sabiquna Al-Awwalun yang murtad? Walaupun mereka dari golongan budak miskin yang disiksa teramat kejam seperti Bilal bin Rabah dan keluarga Yasir? Inilah hasil pemetaan yang jeli antara resiko yang ditanggung dengan karakter sosok yang direkrut. Pemetaan yang jeli tentang peran kabilah yang anggotanya tergolong As-Sabiquna Al-Awwalun membuat yang direkrut memperkokoh dakwah Rasulullah saw. Inilah buah kepahaman akan ilmu geneologi dan sejarah bangsa Arab.

Keberhasilan pemetaan ini terlihat saat Muslimin diblokade ekonomi dan sosial di Mekkah oleh kafir Quraisy.  Ternyata banyak kabilah lain yang secara sembunyi membantunya. Rencana pembunuhan Rasulullah saw saat mau hijrah di rumahnya. Kafir Quraisy bersama syetan merancang pembunuhan agar kematian Rasulullah saw tidak meledakkan sentimen dukungan seluruh kabilah kepada Rasulullah saw. Akhirnya, dirancanglah pelaku pembunuhan berasal dari seluruh perwakilan kabilah yang ada.


Sumber:
Ali Muhammad Shalabi, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al Kautsar
Nizar Abazhah, Perang Muhamad, Penerbit Zaman

Asal Usul Rasa Takut dan Cara Menghilangkannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Darimana asal usul rasa takut? Dalam Al-Qur'an, Al...

Asal Usul Rasa Takut dan Cara Menghilangkannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Darimana asal usul rasa takut? Dalam Al-Qur'an, Allah memasukkan rasa takut kepada yang kafir karena menyekutukan Allah. Inilah hukum ketakutan. Ketakutan akan menyelusup ke setiap orang yang menyekutukan Allah. Bila diri terus dikepung ketakutan, bertanda masih ada Ilah selain Allah di hati dan akal manusia.

Dalam perang Uhud ada dua golongan dari kaum Muslimin yang bermaksud mundur dari perang yaitu Bani Salamah dari suku  Kazraj dan Bani Harisah dari suku Aus. Apa penyebabnya? Dahsyat perang Uhud menimbulkan ketakutan yang luar biasa. Apa solusinya? Allah memerintahkan mereka untuk bertawakal. Cara mudah menghilangkan rasa takut adalah ketauhidan. Tauhid memunculkan karakter tawakal.

Syetan itu selalu mengepung manusia dengan rasa was-was. Was-was adalah perasaan takut yang luar biasa yang timbul dari bisikan-bisikan yang tak pernah sunyi di hati manusia. Was-was ini mempengaruhi mindset, perilaku, keputusan hidup dan tindakan yang mengarah pada ganguan kejiwaan hingga ketamakan dan kediktatoran.

Siapkan yang selalu terkepung oleh was-was syetan? Siapakah yang bisa terhindar dari was-was Syetan? Dalam kisah Nabi Adam, yang tidak bisa tergoda oleh syetan adalah mereka yang dirahmati Allah. Siapakah dia? Yang hatinya ikhlas.

Firaun dalam singgasana yang megah. Dikelilingi para intelektual dan pengusaha. Dijaga oleh panglima perang dan prajurit yang setia. Rakyat Mesir menyembahnya. Mengapa masih ada rasa takut karena mimpi? Mengapa Nabi Yunus dalam 3 kegelapan malam, lautan dan perut ikan paus yang tak seorang manusia  pun tahu bahwa dia berada di dalamnya, mengapa bisa tentram dan tenang?

Nabi Yunus hanya meneguhkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan menegaskan bahwa dirinya termasuk yang senantiasa menzalimi dirinya sendiri. Peneguhan ketauhidan dan pengakuan penghambaan adalah obat melenyapkan ketakutan. Ketakutan tak bisa dilenyapkan dengan memperbanyak dan melipatgandakan kekuatan sumber daya dan infrastruktur yang umumnya menjadi sandaran manusia.

Mengapa para Nabi dan Rasul serta pengikutnya memiliki karakter tidak lemah karena bencana, tidak patah semangat dan tidak pula menyerah terhadap semua tantangan walapun dengan sedikit sumberdaya? Allah telah mencabut rasa takut dari dada-dada mereka karena bertakwa kepada Allah. Bila hanya takut kepada Allah maka tak ada satu pun di kolong jagat raya ini yang membuatnya takut. Inilah rahasia kecepatan pertumbuhan Islam yang melampaui Romawi dan Persia hanya dalam hitungan puluhan tahun saja.

Islam Di Jawa Sebelum Majapahit Oleh: Nasrulloh Baksolahar Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa Islam masuk ke tanah Jawa ...

Islam Di Jawa Sebelum Majapahit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa Islam masuk ke tanah Jawa di era keruntuhan Majapahit. Padahal sebelum Majapahit (1294 M), 19 tahun lamanya kerajaan Islam Pasai sudah berdiri (1275 M). Sebelum Majapahit, Maharaja Sriwijaya sudah menjalin diplomasi dengan Kekhalifahan Bani Ummayah dan telah banyak bermunculan pemukiman muslim di pesisir Sumatera. Apakah kondisi tersebut tidak mempengaruhi kondisi masyarakat tanah Jawa? Bukankah pendirian beberapa kerajaan di Jawa awalnya kepanjangan tangan dari Sriwijaya?

Menurut Buya Hamka, jauh sebelum Majapahit, di tataran Sunda, sudah ada keturunan raja dari kerajaan Galuh menunaikan haji ke Makkah (1195M). Pengelanaan hidupnya sebagai saudagar menyebabkan dia bertemu dengan para saudagar muslim. Ketertarikan dengan konsep bisnis dan karakter pedagang muslim yang menyebabkan dia memeluk Islam. Julukan putra Mahkota ini adalah Haji Purwa. Dia pun berdakwah ke kalangan bangsawan Galuh walapun belum berhasil.

Di Leran Gresik ditemukan makam yang bernama Fatimah binti Maimun, yang merupakan putri dari Dinasti Hibatullah  di Leran yang dibangun pada abad ke 10-M, yang meninggal pada tahun 1082 M. Ini menjadi bukti sebelum berdirinya Majapahit telah ada masyarakat Muslim di pantai utara Jawa.

Peneliti Donald Maclaine Campble dalam bukunya Yava mengatakan orang Arab telah bermukim di pantai Gresik dan Madura di era kerajaan Janggala, Daha dan Singasari. Ketiga kerajaan ini berdiri sebelum Majapahit. Peran masyarakat muslim saat itu membuat pangkalan untuk memperbaiki kapal-kapal yang rusak dan tempat memuat bahan makanan untuk kapal yang akan berlayar. Mereka diyakini mengambil bagian dalam mendirikan Majapahit.

Pada tahun 674 M, ratusan tahun sebelum Majapahit berdiri, utusan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sofyan sudah menginjakkan kaki ke Jawa Timur di Kerajaan Kalingga. Ini menandakan bahwa sejak abad pertama Hijriyah pulau Jawa sudah bersentuhan dengan Islam.

Ingatkan tentang serangan Kubilai Khan (1294 M) ke Singasari? Dia memang tidak beragama Islam tetapi menaruh perhatian yang besar kepada Islam. Dimana petinggi kerajaannya banyak beragama Islam. Dalam buku Orang Tionghoa dan Islam di Majapahit, saat pasukan Mongol membantu Raden Wijaya menghancurkan Jayakatwang yang telah meruntuhkan Singosari, banyak pasukan Mongol yang muslim yang tidak kembali ke Cina.

Orang Muslim Mongol yang tidak pulang ke Cina mengabdikan dirinya untuk Majapahit dengan menularkan teknologi pembuatan peralatan rumah tangga, pembuatan senjata hingga teknologi pembuatan kapal. Oleh karena Buya Hamka menyebutkan bahwa kaum muslimin ikut andil dalam pendirian Majapahit.

Sumber:
Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah, Pustaka Surya Dinasti
Buya Hamka, Sejarah Umat Islam, GIP
Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, KPG
Andrian Perkasa, Orang Tionghoa dan Islam di Majapahit, Ombak

Yang Dihadapi Pasukan Zionis Israel Bila Mengerahkan Pasukan Daratnya Ke Gaza Oleh: Nasrulloh Baksolahar Medan pertempuran Gaza ...

Yang Dihadapi Pasukan Zionis Israel Bila Mengerahkan Pasukan Daratnya Ke Gaza

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Medan pertempuran Gaza tidak sama dengan Afghanistan, Vietnam dan Indonesia yang sukses menjadikan geografi alamnya sebagai medan pertempuran yang mematikan, benteng pertahanan alami dan penyuplai logistik makanan dan minuman yang tumbuh dan muncul sendiri dari alam untuk melawan  musuh adi daya sekalipun. Gaza hanya sebuah kota, tak bergunung dan berbukit yang ekstrim, tidak ditumbuhi hutan dan pepohonan sebagai perlindungan dari intaian musuh.  Seluruh pasokan makanan, minuman dan bahan bakar pun di bawah kendali musuhnya, Zionis Israel.

Ingat serbuan Amerika ke Iraq Maret 2003? Seluruh pergerakan pasukan Sadam Husein mudah terbaca oleh radar dan satelit. Dengan geografi gurun, setiap infrastruktur militer yang bergerak, seperti pasukan, kendaraan, tank dan sangat mudah teridentifikasi oleh radar dan satelit. Sehingga pesawat Iraq yang baru mau mengangkasa pun sudah bisa ditembak oleh rudal patriot Amerika. Bagaimana Gaza menghadapi ini, setelah kapal induk Amerika pun sudah merapat untuk mendukung Zionis Israel?

Apa faktor utama kekalahan Iraq? Dari infrastruktur militernyakah? Bukankah Iraq saat itu termasuk kekuatan militer yang ditakuti di era Sadam Husein? Kekalahan Iraq disebabkan keberhasilan Amerika melakukan propaganda terhadap rakyat Iraq bahwa mereka pembebas bagi rakyat Iraq dari kekejaman Sadam Husein. Sehingga Sadam Husein melawan dua front pertempuran yaitu rakyatnya sendiri dan Amerika. Saat rakyat melawan, sebesar, sekuat dan sehebat apapun kekuasaan akan jatuh. Apakah Palestina menghadapi hal yang sama dengan Iraq?

Strategi Amerika di Iraq dicoba di Gaza, memisahkan rakyat Palestina dengan Hamas. Biden mengatakan "Mayoritas warga Palestina tidak ada hubungannya dengan Hamas dan serangan mengerikan yang dilakukan Hamas. Mereka juga menderita." Israel memutus pasokan makanan, air bersih dan bahan bakar agar penderitaan rakyat menjadi perlawanan ke Hamas sebagai penyebab penderitaannya. Juga, menyebarkan pamflet melalui drone bahwa rakyat Gaza Utara yang berpenduduk 1,1 juta diminta mengungsi ke Gaza Selatan melalu jalur yang sudah ditetapkan. Apakah efektif memisahkan rakyat Palestina dengan Hamas?

Gaza wilayah yang sempit, padat bangunan dan penghuninya. Rakyat Palestina dan paramedisnya lebih memilih tetap di rumah dan tanahnya. Bila mengungsi hanya ke kamp pengungsian milik PBB saja. Orang tuanya mengingatkan peristiwa Nakba 1948 saat mereka percaya dengan seruan Zionis Israel dan Inggris lalu desa, rumah, dan para pengungsi tetap dibantai hingga hancur.  Hamas, seluruh faksi perjuangan dan Fatah bersuara bulat agar rakyat Palestina tetap di rumah dan tanahnya. Keberanian ini membuat serangan dari udara, laut dan darat akan menekan Amerika dan Israel dari sisi diplomasi dan dukungan internasional karena banyak korban sipil yang bergelimpangan.

Rapatnya dan tingginya gedung dan bangunan di Gaza menjadi tempat persembunyian dan  benteng pertahanan yang kokoh, juga sarana serangan mematikan seperti hutan dan pegunungan. Radar dan satelit akan sulit mendeteksi gerakan infrastruktur militer. Prajurit Ziois Israel kesulitan memahami medan dan mobilisasi pasukan Hamas dan gerakan perlawanan lainnya yang terlatih. Mereka menjadi satuan militer "mini" yang bergerak lincah, efektif dan efisien yang bisa mengepung Zionis Israel dari arah yang tak diduga.

Financial Times melansir, mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert mewanti-wanti soal tantangan yang bakal dihadapi pasukan Zionis Israel di Gaza “Kondisinya bisa jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. Pasukan Israel akan menghadapi penembak baru atau jenis roket baru yang lebih kuat dan lebih besar atau roket anti-tank baru yang tidak kita kenal,” kata Ehud Olmert. Kekhawatiran ini disebabkan, walaupun diblokade secara total dari seluruh penjuru, Hamas mampu melakukan lompatan teknologi persenjataan yang tak pernah terduga. Juga, melakukan serangan mematikan dengan peralatan sederhana pada 7 Oktober 2023.

Hamas diketahui telah mengumpulkan persenjataan roket yang hebat sejak tentara Israel terakhir kali memasuki Gaza pada tahun 2014. Mereka juga telah membangun terowongan sepanjang ratusan kilometer, yang dijuluki “Metro Gaza”, untuk memindahkan pejuang dan senjata tanpa terdeteksi, dan dilatih untuk pertempuran perkotaan. Hamas pun akan berhasil mengeksploitasi semua keuntungan dari pertahanan perkotaan – mulai dari jebakan dan posisi penembak jitu hingga benteng yang diperkuat – serta serangkaian taktik berteknologi rendah untuk menumpulkan keunggulan teknologi Zionis Israel.

Sejak awal 2000-an, Hamas telah membangun jaringan terowongan di bawah Gaza untuk membantu para pejuang melarikan diri, menjadi pabrik senjata, dan mendatangkan senjata dari luar negeri. Hamas telah memperoleh dan mengembangkan  sejumlah bom, mortir, roket, rudal antitank dan antipesawat. Terowongan, padat dan tinggi gedung, keberpihakan rakyatnya kuat di Gaza bisa mempermalukan Zionis Israel dalam menghadapi strategi perang Asimetrisnya rakyat Gaza.

 HAMAS Perang Terbuka Oleh: Nasrulloh Baksolahar HAMAS melalui sayap militer Izzudin Al-Qassam dengan gagah berani memasuki wila...

 HAMAS Perang Terbuka

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


HAMAS melalui sayap militer Izzudin Al-Qassam dengan gagah berani memasuki wilayah Palestina  yang dijajah Yahudi Israel. Wilayah yang dimasuki ke arah utara Gaza, berarti menuju Tel Aviv yang saat ini menjadi ibu kota penjajah Israel. Menuju utara berarti semakin luas pula wilayah laut yang bisa dikendalikan dan semakin mudah roketnya menghantam Tel Aviv.

Pertempuran kali ini bukan serangan pukul lalu mundur (Hit and run). Bukan pula serangan roket melalui udara yang biasa dilakukan, setelah itu selesai. Pertempuran kali mencoba pengerahan pasukan darat berupa infantri dan kavaleri yang bertujuan penguasaan wilayah. Sebab, kemenangan mutlak bukan pada serangan udara, tetapi serangan darat.

HAMAS menginformasikan bahwa pasukan baru telah masuk ke kota yang telah diserangnya untuk menggantikan pasukan yang lama, ini menandakan akan terus terjadi penguasaan wilayah yang langgeng. Setelah ini, apakah penduduk Gaza akan memasuki kota-kota yang telah dikuasai HAMAS? Bila benar, berarti perang darat yang terbuka menjadi strategi baru. HAMAS akan lebih mudah memasuki seluruh kota-kota Palestina  yang dikuasai penjajah Israel.

Masuknya HAMAS ke kota-kota yang dijajah Israel merupakan momentum tepat. Para penyokong Israel sedang "babak belur" di negrinya sendiri. Eropa sibuk dengan Rusia di perang Ukraina. Memenuhi kebutuhan pangan dan gasnya saja babak belur. Ekonomi Amerika tidak setangguh dulu lagi. Peran Eropa dan Amerika terus terkikis. Timur Tengah mulai membandel kepada Amerika dan mulai melirik aliansi strategis dengan Rusia, Cina, dan India. Bisakah Eropa dan Amerika memberikan bantuan militer ke penjajah secepat dulu lagi?

Serangan HAMAS melalui udara, darat dan laut, merupakan sejarah baru perlawanan. Dari demonstrasi, batu, senjata tajam, senapan, roket dan roket sekarang serangan besar-besar  merupakan lompatan luar biasa. Mengapa HAMAS harus melakukan hal ini? Untuk menyeru kepada seluruh rakyat Palestina bahwa mereka sudah memiliki kekuatan walapun dalam kepungan dan blokade yang luar biasa.

HAMAS menyerukan perlawanan semesta dan persatuan dari mereka yang tinggal di Tepi Barat maupun yang berbaur dengan penjajah Israel. Di saat penjajah Israel sedang dalam konflik internal yang tajam berkaitan kasus korupsinya Perdana Menterinya dan upaya memberangus Mahkamah Agungnya agar tunduk pada penguasa. Persoalan ini menimbulkan perpecahan yang mendalam di internal penjajah Israel.

Saat ini HAMAS tidak sendirian, di Tepi Barat pun bermunculan gerakan perlawanan terhadap penjajah Israel. Di perbatasan Libanon, penjajah Israel harus menghadapi Hizbullah. Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Palestina sudah meyakini bahwa mengakhiri penjajahan Israel hanya dengan perang bukan perundingan lagi. Inilah yang memberanikan HAMAS melakukan perang terbuka dengan penjajah Israel.

Syarat Kemenangan Yahudi Ada Di Rakyat Palestina  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Berapa lama Yahudi bisa berkumpul di Palestina, yan...

Syarat Kemenangan Yahudi Ada Di Rakyat Palestina 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Berapa lama Yahudi bisa berkumpul di Palestina, yang sebelumnya terlunta-lunta di belahan dunia? Masih ingatkah serbuan Nebukanedzar yang memporakporandakan kerajaan Yerusalem peninggalan Nabi Sulaiman yang membuat Yahudi menjadi sekelompok suku tanpa tanah air? Apakah Yahudi akan menjadi bangsa yang tangguh?

Dari serbuan Nebukanedzar dari Babilonia ke Yerusalem pada sekitar 600 SM hingga Yahudi mendeklarasikan penjajahannya di Palestina 1948, berarti Yahudi membutuhkan waktu 2.500 tahun untuk bisa berkumpul kembali dengan predikat sebagai penjajah. Apakah bangsa seperti ini bangsa yang hebat dan kuat? Bandingkan dengan Afghanistan yang hanya butuh beberapa puluh tahun untuk mengusir para superpower dunia.

Yahudi tidak bisa bangkit dari internalnya sendiri. Mereka butuh sokongan eksternal yang kuat. Namun, kemukjizatan para Nabi dan Rasul pun tak bisa membuatnya tangguh. Hanya kekuatan dan kemukjizatan seperti Nabi Sulaiman dan Daud yang bisa membangunkannya kembali. Bukankah kemunculan Nabi Sulaiman dan Daud hanya sekali saja di alam semesta?

Dari 5 Nabi yang berpredikat Ululazmi, dua Nabinya dari mereka. Yaitu Musa dan Isa. Apakah kekuatan Nabi Musa bisa membangkitkannya? Apakah kelembutan Nabi Isa bisa menguatkannya? Mereka semuanya mendustakannya. Apa jadinya bila Nabi Isa turun dari langit menjadi bagian kaum Muslimin? Seandainya Nabi Musa hidup kembali pun, beliau akan menjadi bagian kaum Muslimin.

Siapakah penghulu para Nabi dan Rasul? Siapakah perangkum seluruh kekuatan para Nabi dan Rasul?  Seluruh para Nabi dan Rasul telah bersumpah seandainya diutus Nabi Muhammad saw di masa mereka, maka semuanya akan menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Jadi adakah yang bisa melampaui dan menyamai kekuatan kaum Muslimin?

Seluruh kitab suci para Nabi dan Rasul terdahulu. Seluruh ramalan umat terdahulu memberikan kabar berita bahwa Umat Nabi Muhammad saw akan menguasai dunia hingga Hari Kiamat. Oleh sebab itu Yahudi bertebaran di Jazirah Arab untuk menanti kedatangannya. Mereka selalu berkata kepada suku Auz dan Khadraj bahwa Mereka akan mengalahkannya bila penghulu para Nabi dan Rasul diutus. Saat mereka mendustakan, apa konsekuensinya?

Nasib Yahudi akan kembali seperti awalnya. Seperti era Firaun di saat Nabi Musa akan diutus. Yaitu, bangsa terlemah dan tertindas. Yahudi, bangsa yang selalu merengek kepada Nabi Musa. Tak memiliki mental dan nafas panjang untuk melakukan perjalanan panjang walaupun disokong makanan dan minuman dari surga. Yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina hanya berpegang teguh pada Sunah Rasulullah saw dan tak kenal lelah berjuang. Sebab itulah yang tak dimiliki oleh penjajah Yahudi.

Infrastruktur Barat, Menghancurkan Dirinya Sendiri Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Infak (infrastruktur yang dibangun) orang kafir s...

Infrastruktur Barat, Menghancurkan Dirinya Sendiri

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Infak (infrastruktur yang dibangun) orang kafir seperti hembusan angin yang sangat dingin yang mematikan tanaman di kebunnya sendiri. Itulah yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Inilah perumpamaan yang terus terjadi di sepanjang zaman. Jadi sangat mudah memproyeksikan masa depan bila mau memahami Al-Qur'an.

Apa hasil sekularisme bagi Barat? Apa hasil Nasionalisme bagi Barat? Nasionalisme dibangun sebagai cinta tanah air untuk memecah belah wilayah berdasarkan suku, bahasa, tempat kediaman yang menghasilkan perpecahan. Bagaimana hasilnya? Berkobarlah semangat kemerdekaan. Walaupun memang terjadi perpecahan antar negara di Timur Tengah. Barat pulang dengan lunglai dari daerah jajahannya.

Sekularisme dan Liberalisme telah berhasil memisahkan berbagai bangsa dari agamanya. Hidup dengan kebebasan dan serba boleh. Namun apa yang terjadi bagi Barat? Barat menuju atheisme. Sendi moralitas hancur. Setiap jiwa dan keluarga tidak memiliki kedamaian. Bila individunya rusak maka negaranya rusak pula. Barat menghadapi krisis demografi. Siapakah yang melanjutkan peradaban mereka?

Bila moral hancur, bisakah sebuah negara menjadi kuat? Barat mulai ditinggalkan. Amerika sudah disebut sebagai tulang punggung yang rapuh. Kiblat bangsa-bangsa tidak lagi ke Barat. Bermunculan kekuatan baru yang tak terduga. Peradaban memang dipergilirkan. Perhatikan dalam perang Ukraina, adakah kekuatan mereka walau telah mensuplai fasilitas militernya?

Penjajah Yahudi Israel membuat tembok pembatas yang menjadi penjara bagi rakyat Gaza. Awalnya, waktulah yang akan menghancurkan mereka dengan kemiskinan, kelaparan, kekurangan tanpa pasokan dari negara manapun. Setiap intelejen Yahudi Israel  membaca adanya kekuatan di Gaza, segera dilakukan operasi militer. 5 kali Yahudi melakukan serangan mematikan ke Gaza. Lalu, apa yang terjadi berikutnya?

"Penjara Gaza" menjadi tempat perlindungan dan pelatihan terbaik. Gaza menjadi pusat perlawanan yang diamankan sendiri oleh Yahudi Israel. Sebentar lagi, tembok pembatas yang awalnya menjadi benteng pertahanan akan menjadi penjara yang mengepungnya. Seperti yang dialami Yahudi di Madinah di era Rasulullah saw.

Bila bertarung head to head dengan rakyat Palestina, pasukan organik militer Yahudi pun tak mampu meladeni rakyat biasa Palestina. Bantuan dari Amerika membuat mereka manja. Perang Yom Kippur 6 Oktober 1973, Israel terkalahkan bila tidak dibantu oleh fasilitas militer Amerika yang membantunya dengan 100 pesawat dan fasilitas militer lainnya. Itulah mengapa Yahudi Israel terus merengek kepada Amerika untuk meminta normalisasi Israel dengan Timur Tengah.

Kekalahan  Yahudi, Tak Bisa Melawan Ketakutannya Sendiri Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Saat Rasulullah saw baru tiba di Madinah, s...

Kekalahan  Yahudi, Tak Bisa Melawan Ketakutannya Sendiri

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Saat Rasulullah saw baru tiba di Madinah, seluruh penduduk Madinah datang menyambut.  Diantara mereka ada juga kelompok Yahudi dari Bani Quraizah, Bani Nadir, dan Quainuqa. Apa tujuan mereka? Memastikan apakah Nabi yang datang itu sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan dalam Taurat? Sesuai dengan berita turun temurun yang diterima leluhur dan kitab-kitab kuno lainnya?

Kelompok Yahudi memperhatikan dengan sangat teliti dan seksama. Setelah puas dan merasa yakin, mereka pulang menemui para pemuka agama dan pemimpinnya masing-masing. Pemuka dan pemimpinnya menunggu dengan penasaran menanti kedatangan mereka. Menunggu dengan tidak sabar untuk mendapatkan berita.

Mereka pun datang dengan langkah terburu-buru, namun terlihat wajah-wajah penuh kekecewaan. Nabi yang diutus sesuai dengan ciri yang disebutkan dalam Taurat, kitab-kitab kuno dan leluhurnya. Nabi yang ditunggu bukan dari Bani Israel tetapi dari Bani Ismail, berarti musnah harapannya untuk mengenggam kekuasaan dunia.

Yahudi sangat paham kekuatan dan kekuasaan Nabi terakhir dan umatnya. Mereka paham tidak akan bisa mengalahkan dan melemahkannya. Kitab Taurat, kitab kuno dan leluhurnya memberitakan bahwa Nabi akhir zaman dan umatnya akan memimpin dunia hingga hari kiamat. Apa yang mereka lakukan?

Yahudi melawan takdir Allah. Mereka berusaha membunuh dan menghancurkan Nabi Muhammad saw beserta umatnya dengan berkolaborasi dengan Musyrikin Mekah dan Arab serta Munafikin Madinah. Mereka mengepung Madinah dari luar dan dalam. Apa hasilnya? Mereka melawan takdir yang telah mereka ketahui. Rasulullah saw dan para Sahabat berhasil melemahkan seluruh kekuatan gabungan mereka.

Saat Yahudi Madinah tersadar dan ingin mengikuti Rasulullah saw, muncullah Munafikin Madinah dan kabilah Arab di sekitarnya yang berjanji untuk membantu mereka. Dengan dukungan tersebut, Yahudi kembali memusuhi Rasulullah saw dan para Sahabat. Namun takdir telah ditetapkan, perlawanan dan dukungan apa dan siapapun tak bisa merubah takdir-Nya.

Benteng kokoh telah mengitarinya. Tak ada benteng yang kokoh di Hijaz kecuali milik Yahudi. Panah, tombak dan peralatan militer tercanggihnya melampaui kekuatan Muslimin. Logistiknya telah disiapkan untuk pertempuran yang lama. Mengapa tetap kalah? Allah menyusupkan  rasa takut pada mereka. Saat tak bertauhid, ketakutan akan mengepungnya menyelusup ke hati, akal dan jiwa Yahudi. Yahudi pun menyerah tanpa perlawanan yang berarti. Kisah ini dirangkum dalam surat Al-Hasyr ayat 2.

Takdir ini masih terus berlaku bagi Zionis Israel yang menjajah rakyat Palestina. Hanya waktu yang membuktikannya.

Yang Tak Terduga Dalam Keterhimpitan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Zionis Israel memblokade total dan super ketat Gaza dan Tepi Ba...

Yang Tak Terduga Dalam Keterhimpitan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Zionis Israel memblokade total dan super ketat Gaza dan Tepi Barat. Pasokan listrik, air, gas, makanan, bahan bakar dan kebutuhan dasar lainnya diputus. Kendali kehidupan rakyat Palestina berada di tangan Zionis Israel. Di Tepi Barat, toko-toko diperintahkan di tutup. Setiap kawasan yang sudah dibuatkan tembok pembatas ditutup pintu besinya. Di Tepi Barat seperti burung dalam sangkar juga. Apakah tidak ada jalan keluar bagi rakyat Palestina?.

Gerakan Hamas masuk ke wilayah yang dijajah Zionis Israel telah sangat mempermalukannya di dunia internasional. Predikat militer terkuat. Pertahanan yang tak bisa ditembus. Intelejen yang handal ternyata rontok dengan serbuan yang sangat sederhana. Padahal Zionis Israel memiliki kemampuan memukul balik dari jarak 100 km. Mengapa tiba-tiba tak berdaya?

Mentri Pertahanan Zionis Israel akan memperlakukan rakyat Palestina seperti binatang. Apakah kelaparan, kehausan dan kemiskinan akan meredupkan perjuangan? Apakah derita kesakitan akan melemahkan? Allah sudah mentakdirkan rakyat Palestina memiliki mental yang kokoh. Inilah berita dari lisan Rasulullah saw. Zionis Israel tidak akan bisa merubah takdir ini.

Rasulullah saw dua tahun diblokade hingga harus makan daun kering. Membeli makanan dan minuman dari pasar gelap. Saat perang Salib, Sholahuddin Al-Ayubi dan pasukannya pernah diblokade di Akka Palestina selama berbulan-bulan. Rakyat Palestina, di sekitar Masjidil Aqsha, pernah dibantai tak tersisa oleh tentang Salib. Bagaimana hasilnya?

Apakah dengan blokade total akan memusnahkan rakyat Palestina? Ingat kisah Siti Maryam yang diberi makanan dari langit? Ini terjadi di Palestina. Ada kisah Sufi yang mampu bertahan tidak makan dan minum selama 5 bulan? Ingat kisah sumur zam-zam dari hentakan kaki bayi Islam? Ada kisah Sahabat yang di penjara selalu mendapatkan makanan dari langit?

Dalam sebuah pertempuran, persediaan makanan Rasulullah saw dan Sahabat hanya satu butir kurma untuk satu orang. Ada kemukjizatan, satu piring makanan bisa mencukupi ratusan orang. Satu gelas susu, mencukupi ratusan orang. Air tawar keluar dari tangan Rasulullah saw.

Dalam perang Yarmuk, Khalid bin Walid harus menerjang gurun agar tiba lebih cepat dari waktu yang diperkirakan musuh. Tiba-tiba digurun muncul air. Ada sufi yang kehausan di gurun, dengan satu hentakan kaki, keluarlah mata air. Logika Zionis Israel, semua logistik dari pasokannya. Padahal banyak karomah yang diturunkan Allah yang membuat tercengang setiap orang. Semoga Allah menurunkan pertolongan pada rakyat Palestina.

Hamas Perang Kota Di Pendudukan Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Perjuangan rakyat Palestina, Fattah berjuang melalui meja per...

Hamas Perang Kota Di Pendudukan Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Perjuangan rakyat Palestina, Fattah berjuang melalui meja perundingan walaupun yang diajak berunding adalah para penghianat janji. Minimal, dunia internasional paham soal penghianatan Zionis Israel dan para pendukungnya. Hamas berjuang dengan senjata, walapun mereka sangat kuat, minimal dunia internasional tahu tentang kekejamannya. Kelak seluruh dunia yang akan memblokade Zionis Israel, sebab generasi zaman akan selalu berubah.

Hamas paham, serbuan 7 Oktober 2023 ke kantong penjajah Zionis  Israel sangat berresiko. Bukankah diam pun akan merasakan kekejaman Zionis Israel juga? Bukankah diam pun akan diborbardir juga? Apakah terus berjuang dengan roket? Memang memberikan pengaruh, tetapi bagaimana berdampak berat mematikan dan mempermalukan?

Hamas dalam kepungan bombardir Zionis Israel, namun bagaimana bisa memukul juga? Caranya hanya memasuki kota-kota dan fasilitas militer mereka. Hamas memiliki keberanian ini.  Hanya dengan berdua, pejuang Hamas berani memasuki kota pendudukan Israel walapun diberondong hingga syahid.

Hamas dalam kepungan bombardir Zionis Israel, namun bagaimana bisa memukul juga? Caranya hanya memasuki kota-kota dan fasilitas militer mereka. Hamas memiliki keberanian ini.  Hanya dengan berdua, pejuang Hamas berani memasuki kota pendudukan Israel walapun diberondong hingga syahid.

Serangan pesawat Zionis ke Gaza sangat sulit dipatahkan. Serangan Zionis terpusat pada satu titik serangan. Ini membahayakan Gaza. Solusinya, bagaimana menyebar kekuatan mereka? Membuat medan pertempuran yang lebih luas. Caranya hanya satu, menjadikan kota pendudukan Israel sebagai medan  pertempuran baru.  Oleh sebab itulah, Walaupun Gaza dibombardir, pejuang Hamas terus memasuki kota-kota pendudukan Zionis.

Perang kota di wilayah pendudukan Zionis Israel akan memberikan efek ganda. Merusak fasilitas dan infrastruktur mereka sendiri. Mempersempit wilayah yang aman. Mengurangi demografi penduduk Zionis Israel. Memunculkan keresahan yang terus meluas dengan eksodus penduduk ke wilayah lain atau ke luar negri. Bukankah mereka datang dengan jaminan keamanan?

Perang darat kota diperkirakan akan seimbang, namun berdasarkan pengalaman, Hamas bisa lebih unggul. Mental perjuangan Hamas lebih kuat sehingga akan lebih lincah bergerak ke gedung atau rumah. Pejuang Hamas terbiasa dengan kehidupan yang keras dan serba terbatas. Walaupun pasukan Zionis akan dilindungi dengan tank dan helikopter saat pergerakan, namun Hamas sudah memiliki senjata untuk menjinakkannya.

Tahun 2006, pasukan darat Zionis Israel total menyerang Hizbullah. Apa yang terjadi? Tahun 2014, pasukan darat Israel juga menyerang Gaza secara totalitas. Apa yang terjadi? Zionis Israel selalu kalah telak. Hamas akan mengajak Zionis Israel melakukan hal ini di wilayah pendudukan mereka.

Menikmati Stigma Teroris  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Saat Rusia hendak mengambil tanah Ukraina, seluruh dunia menghujatnya. Ero...

Menikmati Stigma Teroris 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Saat Rusia hendak mengambil tanah Ukraina, seluruh dunia menghujatnya. Eropa dan Amerika memberikan bantuan peralatan tempur dan pelatihan militer. Saat rakyat Palestina merebut tanahnya sendiri yang dirampas oleh penjajah Zionis Israel, dunia memanggil rakyat Palestina dengan teroris. Mengapa seperti ini?

Kebangkitan dan kemenangan kaum Muslimin tidak boleh ada hutang budi dari peradaban lainnya. Tidak boleh hasil belas kasihan bangsa lain. Tidak boleh hasil pemberian siapapun. Tetapi buah pertolongan dari Allah saja. Jangan seperti Zionis Israel yang keberadaannya di Palestina hasil pemberian belas kasihan penjajah Inggris. Bisakah Zionis Israel membusungkan dada di hadapan masyarakat internasional?

Mengapa Allah mewafatkan Ayah, Ibunda, Kakek, Paman dan Istrinya Rasulullah saw di saat situasi kritis? Padahal saat itu Rasulullah saw membutuhkan pertolongan? Saat Rasulullah saw diblokade ekonomi oleh Musyrikin Quraisy, mengapa tidak ada perjanjian Hilf al-Fudul saat dahulu  penduduk Mekah bersepakat memberangus kezaliman?

Muslimin adalah tanda kemukjizatan Allah di muka bumi. Allah ingin menunjukkan kemahabesaranya melalui tangan kaum muslimin saja. Romawi dan Persia dibebaskan hanya dalam hitungan tahun, padahal mereka telah berperang 600 tahun tanpa ada satu pun pemenang tunggalnya. Seluruh Eropa bersatu di perang Salib, namun bisa ditundukkan dengan seorang Shalahuddin Al-Ayubi. Mongol menyerbu bagian dunia dengan cepat dan ganas, namun bisa terhimpit di Ainu Jalut oleh para mantan budak yang dididik oleh penguasa bani Ayyubiyah.

Perjuangan rakyat Palestina dijuluki teroris, karena mereka tidak tahu lagi padanan kata yang cocok dalam percaturan perang informasi untuk menutupi kebiadaban dan kekejaman mereka sendiri. Dengan pemilihan kata teroris untuk rakyat Palestina diharapkan dukungan dan simpati menyasar kepada mereka. Bisakah kebohongan ini terus berlanjut?

Musyrikin Quraisy pun menerapkan upaya ini juga. Memilih padanan kata yang cocok untuk Rasulullah saw. Kata apa yang dipilih? Penyair, orang gila, ahli sihir yang memisahkan sesorang dari keluarga dan kabilahnya. Pemilihan kata ini pun hasil musyawarah yanf panjang dan alot dengan para pemuka dan intelektual Musyrikin Quraisy. Jadi rumusan teroris merupakan bagian perang informasi yang didesain sempurna dan terstruktur. Bisakah terus bertahan?

Generasi Thufail bin Amr berasal dari Bani ad-Dausi akan selalu muncul di setiap zaman. Generasi yang awalnya tidak tahu tentang perang informasi yang dilancarkan Musyrikin Quraisy pada Rasulullah saw. Generasi yang awalnya dicekoki disinformasi dan hoaks akhirnya menemukan fakta yang dilihat dan didengarnya sendiri. Menyematkan teroris pada rakyat Palestina semakin membuat penasaran tentang perjuangan mereka.

Amerika Termakan Berita Hoaks dan Pengaruhnya Terhadap Serangan Darat Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Amerika dibuat malu kar...

Amerika Termakan Berita Hoaks dan Pengaruhnya Terhadap Serangan Darat Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Amerika dibuat malu karena Presidennya termakan berita hoaks  pemenggalan tiga bayi oleh Hamas dengan mengaku sudah melihat video tersebut dan mengkonfirmasikannya. Zionis Israel dibuat malu karena Hamas berhasil mematahkan seluruh infrastruktur tercanggihnya dengan peralatan sederhana tanpa teridentifikasi oleh intelejennya. Sebab itu, dengan tegas mereka mendeklarasikan melumatkan totalitas Hamas di Gaza. Apa pengaruh Presiden Amerika yang termakan berita hoaks terhadap rencana serangan darat Zionis Israel di Gaza?

Penyerangan militer itu sangat butuh dukungan moralitas agar memiliki alasan yang terlegitimasi dan momentum kuat agar masyarakat dunia berpartisipasi mendukungnya. Seperti serangan Amerika ke Afghanistan dan Iraq dengan alasan diserang teroris, lalu mengumumkan perang terhadap teroris yang disebabkan peristiwa 11 September 2001. Menyerang Afghanistan karena gembong terorisnya Usamah ada di Afghanistan. Menyerang Irak karena senjata pemusnah massaknya ada di Iraq. Apakah sekarang Amerika memiliki momentum yang sama untuk mendukung Zionis Israel kali ini?

Awalnya, Amerika akan memanfaatkan berita dipenggalnya 3 bayi sebagai momentum dukungannya serangan darat dan blokade Israel terhadap Gaza dengan alasan kemanusiaan sekaligus menghantam Hamas secara moralitas. Namun saat diketahui, terjebak oleh berita hoaks tersebut, Amerika segera berdiplomasi ke Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan melakukan perjalanan ke Israel, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir pada 11-15 Oktober 2023, di mana ia akan bertemu dengan para pejabat senior," kata juru bicara Kemenlu AS Matther Miller, dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 13 Oktober 2023.

Blinken tiba di Israel pada hari Kamis, 12 Oktober 2023, untuk menunjukkan dukungan AS kepada Israel pasca serangan Hamas akhir pekan ini. “Pesan yang saya bawa adalah ini, Anda mungkin cukup kuat untuk membela diri, tetapi selama Amerika masih ada, Anda tidak perlu melakukan hal tersebut,” pungkasnya.  Artinya, serangan darat Zionis Israel menunggu konfirmasi Amerika dari hasil kunjungannya ke Timur Tengah.

Amerika bisa mengalami tekanan kemanusiaan yang berat dari masyarakat Internasional bila Israel melakukan serangan bumi hangus Gaza. Sebab, awalnya deklarasi mendukung Zionis Israel karena kemanusiaan, sekarang dampak serangan darat Israel akan memakan korban kemanusiaan yang paling parah disebabkan jumlah penduduk Jalur Gaza  yang berjumlah 2,6 juta namun menempati di daerah yang sangat sempit.

Gerakan Fatah dan Hamas sama-sama menyerukan agar rakyat Gaza tidak keluar dari Gaza. Dengan menyerukan agar peristiwa Nakba 1948 tidak terulang lagi. Masjid di Gaza terus menginformasikan agar rakyat Gaza tetap berada di Gaza. Rakyat Gaza lebih banyak memilih tetap di Gaza.  Mesir dan Turki mendukung tidak ada jalur pengungsian dari Gaza ke Mesir, namun dunia internasional tetap meminta Mesir membuka jalur kemanusiaan yang dibutuhkan oleh rakyat Gaza.

Pada sisi lain, melalui drone, Israel terus menyebar selebaran yang menyerukan rakyat Gaza Utara yang berjumlah 1,1 juta agar meninggalkan rumahnya beserta peta  jalur pengungsian yang aman. Kemudian mengeluarkan berita sepihak bahwa telah terjadi eksodus besar-besar dari Gaza Utara ke Gaza Selatan. Memang telah terjadi pengungsian diprediksi 400 ribu orang, tetapi hanya ke tempat pengungsian resmi PBB saja.

Presiden Amerika John Biden mencoba memecah belah rakyat Palestina agar mau meninggalkan Gaza dengan berkata, "Mayoritas warga Palestina tidak ada hubungannya dengan Hamas dan serangan mengerikan yang dilakukan Hamas. Mereka juga menderita."

Sepertinya serangan darat besar-besaran Israel ke Gaza masih menunggu konfirmasi Amerika dan pergerakan pengungsian rakyat Gaza. Agar perang terhadap Hamas yang awalnya digembar-gemborkan dengan alasan kemanusiaan dengan pemenggalan 3 bayi oleh Hamas yang ternyata hoaks  tidak menampar wajah Amerika sendiri.

Bersama Gunung Halimun Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dahulu beberapa kali berkemah dan naik gunung Halimun. Naik dari Bogor, turun ...

Bersama Gunung Halimun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Dahulu beberapa kali berkemah dan naik gunung Halimun. Naik dari Bogor, turun di Pelabuhan Ratu Sukabumi. Gunung Halimun membelah kabupaten Bogor, Sukabumi dan Lebak. Setiap mendaki gunung Halimun ada perasaan berdebar, banyak cerita yang tidak logis dipenuhi halusinasi.

Wabah Covid-19 membawa saya ke kaki Gunung Halimun. Berinteraksi dengan warga, tanah, air dan hiruk pikuknya. Takdir masa depan memang tak ada yang bisa menduga. Sekarang, saya bagian dari Gunung Halimun. Setiap akhir pekan menikmati keindahan, kesegaran, kesejukan, keteduhan dan segala hiruk-pikuknya.

Mengolah tanah di kaki gunung Halimun merupakan sebuah anugerah Allah. Berinteraksi dengan para petaninya merupakan  pengalaman berharga. Banyak filosofi, hikmah dan mindset dari berinteraksi dengan gunung Halimun. Halimun berdiri kokoh dengan ketenangannya, dalam diamnya mengajarkan yang tak pernah diajarkan oleh manusia.

Saat kecil, bila memandang ke arah Gunung Salak, hanya bertanya, apa yang ada di baliknya? Dibalik tiga gundukan yang berbentuk salak terus menjadi rahasia, hingga Covid-19 menyibak tabirnya. Sebuah pertanyaan, terjawab setelah puluhan tahun. Pertanyaan tak harus dijawab saat itu juga. Bisa jadi menunggu kesiapan bagi yang bertanya.

Akhirnya mendapatkan jati diri dan identitas dari Gunung Halimun. Dia telah menjawab tabir masa depan. Obsesi bersamaannya ada keyakinan dan optimisme tentang perbekalan hidup menghadapi kematian. Karya dan sumbangsih apa di kehidupan ini, terjawab dengan jelas.

Khayalan dan angan-angan selainnya telah ditinggalkan. Membersamai hiruk pikuk dan ketentraman dengannya. Mengolah yang dikeluarkan dari tanah dan airnya. Membangun infrastruktur dan membina kader masa depan bersama suasananya.

Dari keheningan akan kembali kepada keheningan. Dari kesendirian akan kembali kepada kesendirian. Saatnya mentafakuri dan mentadaburi keteguhan dan kekokohan gunung Halimun. Bukankah Allah banyak memerintahkan agar memikirkan penciptaan gunung?

Keterkaitan Sabar Dalam Ragam Tantangan Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Apa keterkaitan sabar dengan penyelesaian masalah? ...

Keterkaitan Sabar Dalam Ragam Tantangan Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Apa keterkaitan sabar dengan penyelesaian masalah? Allah memerintahkan meminta pertolongan dengan bersabar dan shalat. Saat diuji dengan sedikit ketakutan akan kekurangan makanan, buah-buahan, harta dan kematian, diperintahkan bersabar. Bukankah solusi itu hadir dari berfikir yang kemudian melahirkan strategi? Mengapa yang diperintahkan justru bersabar? Apa kaitan sabar dengan persoalan kehidupan?

Saat kaum Muslimin menghadapi tipu daya Munafikin, Yahudi dan Musyrikin yang diperintahkan hanya bersabar. Al-Qur'an menyatakan dengan sabar dan takwa maka seluruh tipu daya mereka hanya memberikan efek sedikit saja. Mengapa tipu daya dihadapkan dengan bersabar?

Saat Muslimin menghadapi serangan mendadak di perang Uhud, mengapa yang diperintahkan bersabar dan bertakwa? Padahal jenis serangan mendadak sangat mematikan. Saat tak siap, kehancuran yang didapat. Serang kilat dijadikan strategi efisien untuk menghancurkan yang tak siap. Tetapi mengapa yang diperintahkan hanya sabar dan takwa? Apa kaitan sabar dan takwa dengan kemiliteran?

Bukankah sabar cendrung diinterpretasikan sebagai gerakan yang lambat? Padahal saat diserang mendadak harus bertindak cepat. Butuh menyadarkan adanya serangan dengan cepat. Apa kaitan kesabaran dengan kecepatan berstrategi, mobilisasi sumber daya dan tindakan?

Dalam banyak perlawanan dan penentangan dari kaumnya, para Nabi dan Rasul hanya diperintahkan untuk bersabar hingga datangnya ketetapan Allah. Allah menegaskan bahwa mereka bisa diazab langsung, namum segala sesuatu sudah ada takdir yang tertulis di Lauhul Mahfudz. Bersabarlah untuk menunjukkan karakter kehambaan. 

Dalam kesabaran ada karya yang harus dilakukan. Al-Qur'an memerintahkan memadukan sabar dan shalat, sabar dan takwa. Dalam kesabaran ada ketentraman dan keteguhan hati yang terhindar dari ketergesahan. Ketergesahan penyebab segala strategi, tindakan dan sumber daya tidak tepat, efektif dan efisien. Disinilah dibutuhkan kesabaran. Kesabaran dapat melahirkan tindakan kecil dan sesaat yang menghasilkan ledakan besar, inilah yang dibutuhkan.

Petarung yang sejati tidak akan menghamburkan beragam jurus untuk menghancurkan lawan. Biarkan lawan bergerak membabi buta. Berdiam, berfikir dan menghindari sejenak. Saat lawan terlena hanya satu gerakan sederhana mampu menghancurkan lawan yang paling tangguh. Itulah mengapa harus bersabar dalam setiap persoalan.

Hutan, Konsep Kesederhanaan  Mengelola Kebun Kritis Oleh: Nasrulloh Baksolahar Berkebun dengan konsep tradisional belajarlah pad...

Hutan, Konsep Kesederhanaan  Mengelola Kebun Kritis

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Berkebun dengan konsep tradisional belajarlah pada hutan. Tak ada manusia yang memelihara dan memupuknya, namun tetap subur dan hijau. Mengapa kebun yang dikelola manusia berakhir menjadi lahan keritis? Saat lahan kritis  ditinggalkan manusia, selama masih ada hujan, berubah menjadi lahan yang subur. Jadi darimana kesuburan tersebut?

Saat lahan kritis ditelantarkan, yang pertama kali muncul adalah rerumputan dan ilalang. Fungsinya agar tanah tidak tererosi. Akarnya bisa menahan tanah dari derasnya aliran air hujan. Air hujan adalah pupuk terbaik.  Ini tahap awal perbaikannya. Jadi fokus utama penyuburan tanah adalah bagaimana unsur hara dan humus tidak terbawa oleh air hujan? Ini konsep yang paling mendasar.

Setelah rerumputan dan ilalang tumbuh, bermunculanlah tanaman batang yang tumbuh pendek. Daunnya berjatuhan dan terus berjatuhan hingga saling menumpuk. Diantara tumpukan daun kadang terlihat akar-akar lembut yang menahan dedaunan kering yang menghitam. Semuanya  menutupi lapisan permukaan tanah.  Akumulasi ini menciptakan humus. Lapisan permukaan tanah yang paling subur.

Rumput dan ilalang pun menghilang, tergantikan dengan humus yang berfungsi sama dengan rumput dan ilalang yang menahan tanah dari erosi. Tambahan manfaatnya, humus menjadi tempat makro dan mikroorganisme hidup yang mengurangi humus menjadi serpihan debu yang dibawa ke dalam tanah. Jalur perjalanan makro dan mikroorganisme menciptakan jalur air ke dalam tanah sehingga menjaga kelembaban tanah dan maksimalnya unsur hara ke tanah.

Jalur perjalanan makro dan mikroorganisme juga menciptakan saluran udara. Maka jamur yang menopang akar agar bisa menyerap unsur hara tanah dan menjaga air akan terus berkembang biak. Ini penyebab tumbuhan di hutan lebih memiliki daya tahan hidup di musim kering yang panjang.

Berlimpahnya unsur hara yang tercipta secara alami yang berkesinambungan, membuat tumbuhan hutan tercukupi kebutuhan unsur haranya. Ragam tumbuhan berkembang dengan subur. Bagaimana merekayasa konsep hutan menjadi perkebunan dengan hasil yang produktif? Belajarlah efisiensi pemeliharaan dan pemupukan dari hutan. Adaptasilah agar hasilnya tetap melimpah.

Yang harus dikelola oleh manusia hanya soal distribusi cahaya matahari. Bagaimana tumbuhan yang ditanami mendapatkan sinar matahari yang cukup? Bisa dikelola dengan ragam tumbuhan yang memiliki tingkat intensitas kebutuhan sinar matahari yang berbeda. Atau, Direkayasa dengan pemanfaatan tingkat keteduhan ragam tumbuhan yang berbeda. Atau, membuang ranting pohon yang tinggi agar tumbuhan dibawahnya tetap mendapatkan sinar matahari.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)