basmalah Pictures, Images and Photos
Januari 2024 - Our Islamic Story

Choose your Language

Jiwa Tanah Palestina dan Penghuninya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Persia pulang ke kandangnya. Romawi Timur pulang ke Konstantino...

Jiwa Tanah Palestina dan Penghuninya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Persia pulang ke kandangnya. Romawi Timur pulang ke Konstantinopel. Tentara Salib pulang ke Eropa Barat. Tentara Tartar kembali ke Asia Tengah. Para penjajah kembali ke negaranya. Sekarang, kemana penjajah Zionis Israel akan pulang, kembali ke Eropa Barat dan Timur? Yang menjajah Palestina akan pulang dengan kehancuran dan tangan kosong. Mereka kembali ke tempat asalnya.

Negri yang diberkahi. Tanah yang diberkahi. Tanaman dan bebatuannya pun diberkahi. Itulah Palestina. Bisakah tanah yang diberkahi, diinjak-injak oleh mereka yang dimurkai? Bisakah tanah yang diridhai, diinjak-injak oleh mereka yang sesat? Palestina selalu memanggil jiwa-jiwa yang diberkahi dan diridhai Allah. Tanah Palestina selalu berdoa kepada Allah agar yang hidup di atasnya adalah mereka yang bersujud dan bertasbih kepada Allah, seperti tanah, tumbuhan dan bebatuan yang ada di Palestina.

Tanah Palestina menjadi pelindung para mujahid dengan ijin-Nya. Terlindungi dari kecanggihan teknologi dan infrastruktur militer penjajah Israel. Bebatuan di Palestina akan menginformasikan tempat persembunyian Yahudi. Tanah Palestina menjadi tempat persembunyian yang paling aman. Bangunannya penghambat laju serangan penjajah Israel.

Tanah Palestina adalah negri para Nabi dan Rasul. Hanya ridha dengan penghuninya yang memiliki karakter pewaris para Nabi dan Rasul. Walaupun saat ini dijajah, dibumihanguskan dan digenosida, namun jiwa-jiwa yang memiliki karakter pewaris para Nabi dan Rasul tidak pernah bergeming dan tak mau meninggalkannya. Tanah dan jiwanya telah menyatu tak terpisahkan.

Walaupun hidup dalam penjara. Walaupun seluruh akses dibatasi. Walaupun seluruh kebutuhan dasar dihancurkan. Namun jiwa-jiwa yang memiliki karakter pewaris para Nabi dan Rasul tidak akan pernah meninggalkannya.  Lahir dan hidup dari tanah Palestina dan harus syahid di tanah Palestina pula.

Perhatian para penjajah Israel. Mereka datang dengan arogansi, ketamakan dan kezaliman. Datang dengan fasilitas dari negara adi daya dunia. Dilindungi dengan infrastruktur keamanan paling canggih di dunia. Bagaimana kondisi jiwanya? Penyakit kejiwaan merebak. Perpecahan internal sangat kuat. Banyak penyakit yang hanya muncul di komunitasnya sendiri. Jiwa mereka tak selaras dengan jiwa tanah Palestina.

Para penjajah Israel hidup dalam keterasingan. Bagaimana rasanya hidup terasingan? Dilindungi dengan benteng terpanjang di dunia. Terkepung dengan gerakan perlawanan yang mereka musuhi dan memusuhi mereka. Bisakah hidup tentram, walaupun dilindungi Iron Dome, bunker di setiap rumah dan dipersenjatai setiap orangnya? Itulah tanda bahwa tanah Palestina tak menginginkan kehadirannya.

Tanah Palestina adalah tanah seperti di era Nabi Sulaiman. Manusia, jin dan hewan berpadu membangun dan menjaga. Angin, burung dan gunung bertasbih dan bersujud bersama. Semut pun terlindungi dari pasukan yang besar tanpa harus memasuki lubang perlindungan. Inilah gambaran ideal kehidupan di tanah Palestina. Hanya yang memiliki karakter seperti ini yang bisa memimpin dan hidup di tanah Palestina.

Kematian Para Panglima, Menyurutkan Daya Tempur Muslimin? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dalam medan pertempuran kaum Muslimin, kem...

Kematian Para Panglima, Menyurutkan Daya Tempur Muslimin?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dalam medan pertempuran kaum Muslimin, kematian panglimanya apakah menyurutkan pertempuran? Saat kritis pun, kematian sang panglima tidak pernah menyurutkan dan menghancurkan mental juang. Apalagi bila aura kemenangan sudah sangat  nyata.

Di perang Uhud, kaum Muslimin menghadapi tiga kondisi kritis. Terdesak oleh serangan memutar  Khalid bin Walud dari arah belakang karena turunan regu pemanah dari bukit. Kematian sang panglima Hamzah bin Abdul Muthalib dan isu berita kematian Rasulullah saw. Apakah membuat kaum Muslimin meninggalkan medan pertempuran?

Apakah kemenangan itu hanya ditangan sang panglima? Di saat kritis, Muslimin di perang Uhud justru berkata, "Bila mereka syahid, untuk apa kita hidup?" Seluruh pasukan Muslimin berlomba-lomba menempuh jalan kesyahidan Hamzah bin Abdul Muthalib. Kematian sang panglima menjadi model kematian prajurit-prajuritnya berikutnya. Mereka merindukan jalan kematian sang panglima. Akhirnya kaum Muslimin berhasil memukul mundur musuh. Mereka terus mengejar pasukan Kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sofyan.

Di perang Mu'tah, 3.000 pasukan Muslimin menghadapi 200.000 pasukan gabungan Romawi dan sekutunya dari bangsa Arab. Apa yang harus dilakukan? Kaum Muslimin dua hari merancang strategi. Memohon bantuan tambahan pasukan ke Rasulullah saw atau meneruskan pertempuran? Abdullah Ibnu Rahawah mengatakan, "Kita berperang karena Allah, bukan karena banyak atau sedikit pasukan." Kaum Muslimin pun menghadapi Romawi.

Kaum Muslimin bertempur di Syam, bukankah pasukan Romawi dan sekutu Arabnya lebih memahami Mu'tah yang terletak di Syam? Kaum Muslimin menghadapi lautan tentara musuh terlatih yang terkuat saat itu. Panglimanya yang ditunjuk oleh Rasulullah saw berguguran dari Zaid bin Haritsah, Jafar bin Abdul Muthalib dan Abdullah Ibnu Rahawah. Apakah bergugurannya semua panglima terbaik menghancurkan semangat tempur Muslimin?

Sekali lagi, mereka ingin meraih kesyahidan seperti para panglimanya. Daya juang Muslimin semakin menggelora.  Kaum Muslimin bermusyawarah, memilih panglima baru seperti yang diperintahkan Rasulullah saw bila ketiga panglima sebelumnya gugur. Apakah kualitas panglima yang ditunjuk oleh Rasulullah saw dengan hasil musyawarah Muslimin berbeda? Ternyata kualitasnya tetap sama. Bila Rasulullah saw memerintahkan atau mendelegasikan sesuatu, berarti hasinya tetap berkualitas yang sama.

200.000 pasukan Romawi dibuat carut marut. Khalid bin Walid yang terpilih menjadi panglima perang menghabiskan 9 pedang di perang Mu'tah. Yang gugur di pihak Muslimin hanya 16 orang. Pihak Romawi melihat setiap hari kaum Muslimin mendapatkan "bala batuan". Padahal, itu hanya "tipuan" Khalid bin Walid yang setiap hari mengganti posisi pasukan saja. Romawi pun terpukul. Banyak korban berjatuhan di pihak Romawi. Saat Muslimin mundur, dianggap ingin menjebaknya.

Di perang Talut melawan Jalut. Talut sebagai panglima Muslimin terdesak oleh Jalut yang bertubuh besar, kuat seperti raksasa. Apakah ini melemahkan Muslimin? Tampilan Daud yang mengalahkan Jalut. Apakah Talut yang tidak bisa mengalahkan Jalut menurun daya tempur Muslimin? Pertempuran adalah jihad yang merindukan kesyahidan. Hanya itu orientasinya. Jadi kondisi pertempuran apa pun tidak akan pernah melemahkan daya juang Muslimin.

Agar Terjamin Kesuksesannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hidup ini hanya berujung pada surga atau neraka. Berujung pada pertemuan...

Agar Terjamin Kesuksesannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Hidup ini hanya berujung pada surga atau neraka. Berujung pada pertemuan dengan Allah. Semua yang ada akan musnah, tidak tersisa.  Namun, manusia terus terfokus pada bukan akhir hidupnya? Inilah penyebab keruwetan dan kegelisahan.

Semua peristiwa sudah tertulis. Tak ada yang bisa menghindari atau lari darinya. Maka, berserah diri adalah sikap yang paling utama. Ikuti saja takdir-Nya. Ikuti saja firman-Nya. Contoh saja sunnah para nabi dan rasul-Nya. Sebab poros hidup manusia berjalan pada jalur ketetapan ini.

Perhatian para petani, mengolah tanah dengan pupuk kimia. Hasil awalnya mencengangkan panennya. Namun pada akhirnya akan kembali kepada proses ekosistem yang telah ada di alam semesta. Perhatian para koruptor, awalnya mendapatkan kekayaan tak terkira. Namun pada akhirnya, tetap mendapatkan sesuai ukurannya. Yang diraih, hancur seketika.

Yang berjalan tidak pada takdirnya, hanya berakhir pada kerusakan. Kezaliman berakhir pada kehancuran. Allah membiarkan sementara. Pada saat dirinya telah merasa berkuasa segalanya, maka tibalah masa kehancurannya. Seperti itu perputaran hidup manusia.

Semuanya yang ada hanya perhiasan untuk menguji siapa yang terbaik amalnya. Yang terbaik amalnya, bukan mereka yang bergelar profesor. Bukan yang paling brilian intelegensinya. Bukan yang paling banyak penasihatnya. Bukan paling banyak pengalamannya. Bukan yang paling hebat teknologinya. Tetapi yang mengikuti firman-Nya dan contoh utusan-Nya.

Bila ingin terjamin hasilnya. Pasti kesuksesannya. Bahagia akhirnya. Selamat perjalanannya. Mudah urusannya. Disempurnakan dan diperbaiki apa yang telah dikerjakannya. Hanya ada satu jalan, ikuti firman-Nya dan contoh utusan-Nya.

Hidup itu teramat mudah. Hanya mencontoh mereka yang sudah mengikuti jalan-jalan-Nya. Tak harus pintar untuk mencontoh. Tak harus berfikir keras untuk mencontek. Melihat lalu mencontohnya. Mendengar lalu mengikutinya.

Nabi Musa Belajar Prinsip Dasar Ilmu Laduni Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ilmu laduni, ilmu yang diajarkan langsung oleh Allah. Il...

Nabi Musa Belajar Prinsip Dasar Ilmu Laduni

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Ilmu laduni, ilmu yang diajarkan langsung oleh Allah. Ilmu laduni akan melampaui ilmu-ilmu yang dipelajari karena popularitas dan gelar pengakuan. Melampaui semua ilmu yang diperoleh karena jabatan, bisnis dan kekuasaan. Ilmu ini tersembunyi. Bisa diturunkan pada yang tak dihargai atau tak berderajat tinggi. 

Musa seorang Nabi dan Rasul. Bergelar ulul azmi. Bisa langsung berdialog dengan Allah. Sehingga, merasa paling berilmu di zamannya. Namun, Allah memerintahkannya untuk belajar pada seseorang hamba yang tak diketahui namanya. Para ulama menyebutnya Nabi Khaidir. Ada juga ulama yang mengatakan dia hanya seorang yang sholeh. Derajat Nabi Musa melampaui Nabi Khaidir. Namun mengapa Nabi Musa harus belajar kepadanya? Rahmat Allah menyebar pada setiap makhluk-Nya.

Tak ada manusia yang tahu tentang ilmu Nabi Khaidir, kecuali setelah Allah memberitahukannya kepada Nabi Musa. Allah pun tak pernah menginformasikan bagaimana proses Nabi Khaidir bisa memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ilmu yang memahami dan mengetahui peristiwa yang akan terjadi. Lalu,  melakukan sesuatu di hari ini untuk mencegahnya atau mencapai tujuannya.

Nabi Musa belajar bersamanya tidak dalam hiruk pikuk asrama pendidikan. Tidak duduk melingkar mendengarkan menjelaskan. Tetapi berkelana ke berbagai tempat untuk memperhatikan apa yang dilakukan. Juga, bersabar untuk bertanya meminta penjelasan. Mengamati ragam peristiwa di sekitarnya, itulah proses ilmu laduni.

Allah menjelaskan segala sesuatu. Allah menjelaskan semua tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta. Akal telah ditakdirkan untuk bisa memahaminya. Maka ikuti prosesnya, perhatian, amati, pelajari dan pahami. Lalu, ubah semuanya menjadi ilmu pengetahuan, ilmu terapan dan teknologi. Itulah proses ilmu laduni.

Alam semesta adalah sahabat, sekaligus guru. Dia akan mengajarkan, membimbing, memimpin sesuai yang telah ditakdirkan Allah padanya. Dia mau mengajarkan kepada yang mau bersahabat padanya. Juga, yang bersama-sama berdiri, duduk, merunduk dan bersujud kepada Allah. Alam semesta akan menjadi perantara ilmu-ilmu Allah. Itulah proses ilmu laduni.

Nabi Musa sebenarnya bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas dan mendalam dari Nabi Khaidir. Namun, Nabi Musa melanggar komitmen untuk bersabar dan tidak bertanya. Namun setidaknya, Nabi Musa telah belajar bagaimana cara Allah melimpahkan ilmu laduni kepada hamba-hamba-Nya. Dan memahami, setiap orang yang diremehkan bisa jadi memiliki ilmu laduni yang tak diungkapkannya.

Sekenario Penjajah Israel Keluar dari Gaza Agar Tidak Dicap Pecundang Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bagaimana penjajah Israel bisa...

Sekenario Penjajah Israel Keluar dari Gaza Agar Tidak Dicap Pecundang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana penjajah Israel bisa keluar dari Gaza dengan tegak? Bukan sebagai pihak yang kalah? Ini yang sedang dipikirkan oleh pakar strategis mereka. Bukan lagi, apa rencana strategis setelah penjajah Israel bisa menjajah Gaza? Dahulu Amerika dan Barat mendesak penjajah Israel tentang konsep Gaza bila dikuasainya, sekarang Amerika dan Barat sedang mencari cara menyelamatkan wajah sang penjajah.

Gaung fase ketiga pertempuran sedang digencarkan beritanya, agar masyarakat penjajah Israel merasa tenang bahwa fase sebelumnya sudah mencapai target militer yang sudah ditetapkan. 5 brigade tempur cadangan yang berjumlah 120.000 personil pun ditarik. Sebelumnya bataliyon elit Golani juga ditarik dengan alasan memulihkan mental tempurnya personil.  Menarik diri dari Gaza dengan alasan Gaza sudah dikuasai sehingga bersiap ke model pertempuran tahap tiga. Namun apa yang terjadi pada pergantian tahun 2024, saat Tel Aviv diserang dengan 27 roket  Hamas, 8 roket yang tak bisa dihalau oleh Iron Dome. Bukankah ini pencapaian yang buruk? Bukankah keakuratan Iron Dome itu 90%?

Apakah penjajah Israel bisa mengandalkan gencatan senjata agar bisa keluar dari Gaza? Sampai saat ini masih sulit tercapai. Karena, gerakan perlawanan rakyat Palestina hanya menginginkan gencatan senjata permanen. Menghentikan total pertempuran yang dibarengi dengan masuknya bantuan  kemanusiaan ke seluruh Gaza. Setelah itu tuntas,  barulah penukaran sandera dengan pembebasan seluruh tahanan rakyat yang ada di penjara-penjara penjajah Israel. Walaupun pemukim penjajah Israel sepertinya menerima konsep ini, tetapi penguasa aliran kanan garis keras penjajah Israel masih menolaknya dengan alasan hanya memperkuat gerakan perlawanan.

Yang sedang diusahakan oleh militer penjajah Israel adalah tidak lagi menguasai Gaza secara menyeluruh seperti pada awal agresi, tetapi menguasai lokasi strategis tertentu di Gaza yang secara jangka panjang akan melemahkan Hamas. Ini dilihat dari pergerakan pasukan elitnya yang dipusatkan ke Gaza Tengah dan Selatan dengan model pertempuran baru. Dimana, helikopter Apache menjadi bagian tempur serangan darat. Sebelumnya, helikopter hanya membawa pasukan ke titik pertempuran dan membawa pasukan yang tewas atau terluka. Untuk menghadapi ini, Al-Qassam sudah mengeluarkan senjata anti pesawat Sam 18 yang sudah beberapa digunakan untuk menyerang helikopter penjajah Israel.

Target pertempuran di Gaza Tengah, terutama di Juhr al-Dik, adalah membelah Jalur Gaza menjadi dua, yaitu Gaza Utara dan Selata. Mengambat pergerakan rakyat Palestina dari utara ke selatan atau sebaliknya. Menghancurkan suplai pangan internal rakyat Gaza yang terpusat di Gaza Tengah. Serta, dijadikan pusat komando militer penjajah Israel dan dianggap paling aman untuk kehadiran militer penjajah Israel secara permanen. Namun apakah demikian?

Al-Duwairi, analis militer, menekankan bahwa Juhr al-Dik, yang dianggap sebagai daerah lunak yang luasnya tidak melebihi 6 kilometer, tetap masih sulit dikendalikan oleh penjajah Israel, dan sebagian besar operasi Brigade Al-Qassam terjadi darinya, yang ditandai dengan ketepatan dan kualitas, dan hasilnya menyakitkan bagi penjajah Israel.

Target khusus strategis lainnya ada di Gaza Selatan, yaitu mengendalikan penuh rute Philadelphi dimana pintu Raffah ada disini. Ini sebuah koridor sempit antara Jalur Gaza yang terkepung dan Mesir. Ini merupakan satu-satunya penyeberangan yang tidak dikuasai langsung oleh penjajah Israel. Menguasai rute ini berarti sebuah keberhasilan mutlak penjajah Israel mengepung Gaza.

Apakah dimungkinkan intervensi Amerika langsung di Gaza? Sepertinya sangat sulit. Dukungan Amerika berupa pengiriman 200 lebih pesawat kargo yang membawa peralatan militer, pemberian pesawat tempur, bantuan dana ke penjajah Israel dan menggunakan hak veto di PBB dalam resolusi Dewan Keamanan telah menurunkan popularitas Joe Biden yang di 2024 ini akan bertarung dalam Pilpres. Begitu dukungan Eropa terhadap Amerika pun terus menurun. Hal ini terlihat dari tidak ikutnya beberapa negara Barat dalam aksi maritim di Laut Merah untuk mengamankan lalulintas pelayaran internasional atas ancaman Yaman yang telah menghancurkan pelabuhan penjajah Israel di bagian selatan.

Bagaimana sekenario keluarnya penjajah Israel dari Gaza? Masih tergantung dari hasil pertempuran di lapangan. Yang menang, yang bisa mendikte dan menentukan. Atau, seberapa beraninya penjajah Israel menanggung kehancuran ekonomi dan dukungan internasional dari agresi ini.

Para Penyair Penggelora Jihad di Perang Salib Oleh: Nasrulloh Baksolahar Pertempuran melawan Tentara Salib bukan saja dipenuhi o...

Para Penyair Penggelora Jihad di Perang Salib

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Pertempuran melawan Tentara Salib bukan saja dipenuhi oleh para pejuang, tetapi juga oleh para penyair Islam. Mereka terjun ke setiap sudut wilayah dan pertempuran untuk menginformasikan segala peristiwa. Peran mereka adalah mengobarkan semangat umat Islam, menggambarkan kondisi bangsa, sifat invasi tentara salib yang menduduki negara-negara Islam dan serangan keji mereka. Semuanya disebarkan ke seluruh negeri-negri Islam.

Menurut Prof Dr Muhammad Shalabi, ada dua tokoh sentral yang memegang peran ini, yaitu Al-Qhadhi Al-Hawari dan Abu Muzhaffar Al-Abyuwardi. Mereka menyebarkan semua peristiwa perang salib dengan bait-bait puisi dan syair. Di era ini, banyak pula yang menulis kisah perjalanan Rasulullah saw dalam bentuk syair seperti Al-Barjanzi untuk memompa semangat perjuangan Muslimin melawan tentara salib.

Penderitaan kaum Muslimin atas kekejian tentara salib disampaikan oleh Al-Qhadi Al-Hawari dalam bentuk puisi:
Air mata bercampur dengan darah terus bercucuran
Tidak lagi tersisa kehormatan karena banyak celaan
Senjata terburuk seseorang, air mata yang berlinang
Berapa banyak darah tertumpah dibiarkan dan diizinkan
Pedang putih menjadi kemerah-merahan
Tangisan anak kecil dan darah bercucuran
Di antara tipu daya, tikaman dan serangan 
Menjadikan anak-anak cepat didatangi uban
Dan peperangan itu membuat banyak orang hilang
Untuk memberikan ketukan setelah penyesalan
Menjadi tak berdaya orang musyrik dengan tangan-tangannya
Mereka akan menjadi tawanan dan tengkorak berserakan

Kelemahan dan keengganan Muslimin di Perang Salib dalam mengambil tanggungjawab berjihad jelaskan dalam bait syairnya:
Saya masih melihat bangsa saya tidak segera memanggul tombak
Padahal agama telah menjadi pilar dan mengajak 
Mereka menghindari api karena takut binasa
Tidak menyangka kalau serangan justru akan lebih menghinakannya
Apakah engkau rela bencana menimpa orang-orang Arab
Sebagaimana kehinaan diderita orang-orang selain Arab
Sadarilah kesalahan ketika tidak melakukan perlindungan 
Terhadap agama, dan keluarga yang butuh perhatian

Penyair Abu Muzhaffar Al-Abyuwardi membuat syair lainnya untuk memanggil Muslimin untuk berjihad dengan berkata, "Wahai putra putri Islam!" Hal ini lebih bisa membangkitkan semangat Muslimin karena musuh mereka adalah orang-orang kafir. Kemudian dilanjutkan dengan, "Orang Musyrik menjadi tak berdaya dengan tangan-tangannya." Bait syair ini untuk menggelorakan semangat menghadapi peperangan yang tengah berkecamuk, untuk melancarkan serangan sengit kepada pasukan penjajah dan memberikan pukulan keras kepada mereka.

Al-Qadhi Al-Hawari pada 1099 M juga memberitakan kondisi Syam dan Al-Quds setelah dikuasai tentara salib dengan mendatangi majlis khalifah Abbasiyah. 
Sejarawan Ibn al-Athir menuturkan: Tanpa mengenakan turban, kepalanya bercukur sebagai tanda duka, meledak teriakan Qadi Abu Sa’ad al-Harawi di ruang majelis agung Khalifah al-Mustazhir Billah, sementara para sahabatnya, tua dan muda, berombongan di belakangnya.

“Berani benar kau tidur lelap dinaungi bayang-bayang rasa aman,” ujar sang Qadi, “hidup bersenang-senang bagai dalam taman-taman bunga sementara saudara-saudaramu di Syam (Suriah) dan al-Quds (Jerusalem) tidak bertempat tinggal kecuali di bawah-bawah pelana unta mereka dan di dalam perut-perut burung nasar? Darah sudah ditumpahkan! Gadis-gadis muda cantik dihinakan sehingga kini harus menyembunyikan wajah-wajah manis mereka di balik tangan-tangan mereka! Haruskah kaum Muslim pemberani ini menerima saja dihina dan direndahkan?” [The Crusades through Arab Eyes, Amin Maalouf]

Al-Qadhi Al-Harawi tidak saja mendatangi majlis khalifah, juga mendatangi,  menampung dan memberi bantuan pada para pengungsi yang lari dari Syam dan Al-Quds. Lalu bagaimana membangkitkan semangat jihad mereka? Caranya, dia membatalkan puasa Ramadhan di hadapan para pengungsi. Para pengungsi protes keras, mengapa seorang qadhi berani melakukan hal itu?  Dia berdiri dengan tenang dan menjelaskan.

"Mengapa tersinggung jika ada orang membatalkan puasa di siang bolong, tetapi diam saja ketika tanah suci Jerusalem dijajah, dan Muslimin dibiarkan dibantai dengan keji oleh kaum kafir?" Pertanyaan sangat menohok. Pengungsi pun menceritakan tragedi yang terjadi di Jerusalem, lalu menangis dan berdoa saja. Padahal yang diharapkan, mereka berjihad merebut kembali Jerusalem dan membela darah kaum muslim. Melihat kenyataan ini Al Harawi berseru, “Aku melihat para pendukung iman yang ternyata lemah.”

Kiprah Di Sisa Umur Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mendefinisikan kiprah hidup. Mendefinisikan kiprah dakwah. Mendefinisikan kiprah...

Kiprah Di Sisa Umur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Mendefinisikan kiprah hidup. Mendefinisikan kiprah dakwah. Mendefinisikan kiprah jihad. Dimanakah posisinya dalam membangun umat manusia? Aku ingin memilih jalur sepi. Jalur yang tak diminati. Jalur yang dianggap profesi yang hina dan tak prospek oleh sebagai banyak orang. Jalur yang ditinggalkan banyak orang karena tidak prestisius.

Profesi di antara gunung dan perbukitan. Profesi di antara pepohonan, semak belukar, alang-alang dan rerumputan. Profesi yang bergulat dengan tanah yang kotor. Bergelut dengan hewan tanah yang menjijikkan dan menggelikan. Inilah jalan yang ku pilih.

Profesi yang setiap hari memandang hijaunya dedaunan. Melihat ngarai lembah yang dilalui sungai kecil. Melihat sawah menghampar dengan terpaan sengatan panasnya sinar matahari dan angin yang kencang. Setiap detik, memandang gambaran surga.

Setiap hari menjadi yang paling bahagia di kolong jagat. Setiap hari menjadi yang paling beruntung. Merasakan kedekatan Allah. Merasakan alam semesta sebagai sahabat. Teman beribadah.  Perbedaannya hanya Allah telah mengangkat menjadi khalifah di muka bumi atas kehendak-Nya.

Manusia itu sama dengan hewan dan tanaman. Manusia itu sama dengan bumi, matahari dan bulan. Yang berbeda, karena Allah dengan kehendak-Nya memilih manusia sebagai khalifah-Nya. Seandainya anjing diangkat jadi khalifah, bukan manusia, bagaimana takdir manusia hari ini? Nikmat Allah mana yang didustakan?

Setiap saat menengadahkan tangan, harapan dan mata ke langit. Mengharapkan hujan, embun, sinar matahari, cahaya rembulan dan angin. Setiap hari mengharapkan bantuan hewan tanah, burung, ulat, dan serangga lainnya. Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali hanya berharap saja.

Tidak ada daya upaya kecuali atas ijin dan kehendak Allah. Setiap hari hanya berserah diri. Setiap hari hanya mengikuti takdir saja. Setiap hari menyaksikan fenomena hari kebangkitan dengan kasat mata. Itulah hari-hari yang dilalui. Itulah pondasi profesi di sisa umur ini.

Model Kampanye Desak Anies, Bisakah Sesukses Mushab bin Umair di Madinah?  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Capres nomor urut 01, Anie...

Model Kampanye Desak Anies, Bisakah Sesukses Mushab bin Umair di Madinah? 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Capres nomor urut 01, Anies Rasyid Baswedan, blusukan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, Lamongan, Jatim, Jumat (29/12) pagi. Di tengah-tengah Anies berbicara, salah seorang nelayan teriak ke arahnya “Prabowo, Prabowo!" Terpicu teriakan satu nelayan itu, nelayan lain pun ikut menyahut. “Prabowo, Prabowo!”

Mendengar hal tersebut, "Panjenengan [Anda] bebas nanti mau milih 1 boleh, 2 boleh, 3 boleh, ya," kata Anies.  "Tapi satu hal yang pasti, saya datang untuk berdialog dan kita siap untuk mendengarkan supaya kebijakan yang dibuat bukan kebijakan dari awang-awang, tapi kebijakan dari problematika yang ada di lapangan. Betul?" ujar Anies disambut teriakan 'betul'.

Di Mataram, NTB, wisatawan bule bertanya soal gagasan Anies tentang pengembangan parawisata Indonesia selain terfokus di Bali. Di Jakarta, para anak muda langsung bertanya tentang SKB 2 Menteri tentang pendirian rumah ibadah, soal komunitas LGBT, soal ganja untuk kebutuhan medis, dan bagaimana Anies menyusun kabinet saat berkuasa nanti. Di Lampung, saat acara Desak Anies, seorang penanya yang berkaos capres lain pun ikut bertanya. Siapapun boleh bertanya di acara Desak Anies.

Konsep kampanye Desak Anies sangat inklusif. Pesertanya tidak eksklusif hanya pendukung dan simpatisan. Semua orang boleh ikut bergabung, bisa dan bebas mengajukan pertanyaan terbuka apapun. Tidak ada yang membatasi apalagi didesain, semuanya natural, autentik bukan lipstik. 

Menurut Ahmad Punto, Dewan Redaksi Media Grup, model kampanye seperti ini beresiko tinggi. Kandidat siap dikuliti. Siap didesak, dicecar dengan pertanyaan apa saja. Salah jawab sedikit saja, boleh jadi akan berbalik menjadi serangan dan sasaran tembak oleh lawan politiknya. Bila kandidat tidak memiliki bekal pemikiran dan gagasan yang kuat dengan ragam pertanyaan, publik serta merta bakal mempermalukannya.

Gaya kampanye Desak Anies, merupakan fenomena baru dalam kancah demokrasi di Indonesia. Kampanye yang menggelorakan dialogis yang substansial dan mencerdaskan. Kampanye yang menguji kapasitas, pemikiran, gagasan, visi-misi dan rekam jejak, bukan sekedar orasi, pertanyaan seperti cerdas cermat yang normatif dan joget-joget sambil bagi-bagi fulus. Bagaimana responden publik dengan model kampanye Desak Anies?

Berdasarkan riset Ismail Fahmi pendiri Drone Emprit, setelah debat capres, kepopuleran kampanye Desak Anies di pemberitaan online mulai mengalahkan Gemoy yang merupakan ciri khas Prabowo. Di Twitter atau platform X, Desak Anies pun mengalahkan Gemoy. Namun di Facebook dan Tik Tok, Gemoy masih belum terkalahkan oleh Desak Anies. Di sejumlah daerah, antusiasme peserta sungguh luar biasa, hingga melebihi kapasitas tempat yang ada.

Model kampanye seperti ini mengingatkan pada kisah Mushab bin Umair, saat menjadi duta Rasulullah saw di Madinah. Ketika itu ada tokoh Madinah, mengusirnya dengan berkata, "Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang!"

Mush'ab pun mengeluarkan kalimat halus, "Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu!" Yang diminta Mushab hanya bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui, ia  bisa membiarkan Mush'ab, dan jika tidak, maka Mush'ab berjanji akan meninggalkannya. 

Mushab bin Umair membiarkan pendudukan Madinah bertanya tentang apa saja yang menjadikan uneg-uneg dan yang ingin diketahuinya. Setelah itu membiarkan mereka menimbang dan menilainya. Dakwah model seperti ini menyentuh nurani, akal dan menyedot perhatian yang luar biasa. Sehingga Madinah menjadi tempat yang kondusif bagi dakwah Rasulullah saw. Apakah ini akan berulang pada Anies Baswedan?

Badai Al-Aqsha Dari Gaza Seperti Energi Pembebasan Baitul Maqdis pada Era Shalahuddin Ayubi  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Badai A...

Badai Al-Aqsha Dari Gaza Seperti Energi Pembebasan Baitul Maqdis pada Era Shalahuddin Ayubi 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Badai Al-Aqsha itulah sandi gerakan perlawanan rakyat Palestina pada 7 Oktober 2023. Sandi yang menyatukan seluruh faksi perlawanan. Sandi yang menyatukan Gaza, Tepi Barat, dan para pengungsi Palestina yang menyebar di negara-negara Arab dan dunia. Sandi yang menyatukan kaum Muslimin. Bukan itu saja, Sandi Badai Al-Aqsha telah menjadi fokus perhatian dunia yang mengalahkan isu-isu apa pun yang ada.

Sandi Badai Al-Aqsha membuat gerakan perlawanan di Yaman, Libanon, Irak dan Suriah berpadu menyerang semua infrastruktur penjajah Israel. Juga melumatkan program normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan penjajah Israel yang dirancang Amerika. Amerika dan NATO fokus mengerahkan sumber dayanya ke Gaza, sejenak melupakan perang Ukraina yang sebelumnya dianggap bisa menjadi cikal bakal perang dunia ke-3. Ada apa dengan sandi Badai Al-Aqsha? Mari melihat sejarah.

Immanudin Zanky, pendiri Bani Zanky di Syam pada era kekhalifahan Abbasiyah, memiliki putra yang bernama Nurudin Zanky. Mereka berdua menghadapi tantangan berupa serbuan Tentara Salib yang membumihanguskan kaum Muslimin di sekitar Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsha. Juga menguasai Masjid Al-Aqsha. Bagaimana strategi menghadapinya? Bagaimana satu kesultanan menghadapi serbuan gabungan seluruh kerajaan Eropa?

Immanudin Zanky dan Nurudin Zanky memahami keterbatasan  sumberdaya dan infrakstruktur militernya. Lalu apa yang dilakukan? Mereka menyerukan jihad pembebasan Masjidil Aqsa. Dengan seruan ini, kaum Muslimin berbondong-bondong datang sebagai sukarelawan pasukan. Menurut Ibnu Katsir, puncak berbondong-bondongnya kaum Muslimin menyambut seruan pembebasan Al-Aqsha terjadi di era Shalahuddin al-Ayubi.

Menurut Ibnu Katsir, sambutan Muslimin saat itu seperti sedang menyaksikan para Sahabat yang menyambut seruan jihad Rasulullah saw. Seluruh suku, yang kaya dan miskin, bangsawan dan rakyat jelata, terutama ulama dan sufi, menjadi bagian terbesar dalam pasukan Shalahuddin Al-Ayubi dalam setiap pertempuran. Seruan pembebasan Baitul Maqdis atau Madjid Al-Aqsha telah mengerahkan semua sumber daya Muslimin.

Gelora pembebasan Al-Aqsha merata di seluruh masjid. Sebelum shalat, para khatib menggelorakan semangat tersebut. Setelah turun dari mimbar, jamaah shalat kembali menyuarakan semangat pembebasan Al-Aqsha.  Seluruh dunia Islam bergema dengan gelora pembebasan Al-Aqsha. Para ulama menulis beragam risalah keutamaan berjihad dan mendorong santrinya menunaikan seruan tersebut. Para mursyid tharqiah pun menempa para saliknya untuk pembebasan Al-Aqsha.

Menurut Ibnu Katsir, Nurudin Zanky telah memerintahkan untuk mengumumkan kepada prajurit, para pejuang, dan para pemuda, yang datang secara sukarela dari berbagai negri dan termasuk orang-orang asing, agar bersiap siaga menghadapi bangsa Eropa, kaum musyrik dan ateis.

Di pertempuran Hithtin, saat Shalahuddin Ayubi meraih kemenangan atas Tentara Salib, mereka yang tidak memiliki kemampuan tempur, salah satunya tugaskan untuk membakar jerami kering yang mengelilingi pasukan salib, sehingga berkobarlah nyala api dan panasnya, kebetulan saat itu angin bertiup ke arah pasukan salib, sehingga asap dan api berkumpul menyelimuti pasukan salib. Hal ini merupakan pukulan yang sangat mematikan bagi pasukan salibis. Demikian yang diungkapkan oleh ibnu Al-Atsir.

Sandi Badai Al-Aqsha bukanlah rekayasa baru, tetapi sebuah pemahaman atas energi sejarah kepahlawanan, pengorbanan dan pertempuran dari para sultan, panglima perang, dan mujahidin Islam yang telah membebaskan Palestina khususnya Masjidil Aqsa sebelumnya. Energinya berasal dari Masjid Al-Aqsha sehingga seluruh jiwa suci terpanggil, berjuang dan berkorban untuknya.

Terus Meluas Kerusakan Mental Warga Penjajah Israel Bila Perang Gaza Tak Dihentikan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Penyerbuan dan p...


Terus Meluas Kerusakan Mental Warga Penjajah Israel Bila Perang Gaza Tak Dihentikan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Penyerbuan dan pembantaian terhadap sipil di Gaza oleh tentara penjajah Israel seperti terus berlanjut. Netanyahu, Perdana Mentri penjajah Israel, terus menyuarakan menghabisi Hamas di Gaza, baik kekuasaan, akar rumput, kekuatan militer maupun ideologinya. Apakah ini akan menguntungkan penjajah Israel?

Faktanya, justru menghancurkan masa depan mereka sendiri. Kesehatan mental warganya yang masih produktif terus anjlok. Tentara penjajah yang dikirim ke Gaza umumnya di usia 20-30 tahun. Mereka pemuda terpilih, terkuat dan terbugar. Namun harus menghadapi tekanan mental karena "dipaksa" membunuh rakyat sipil Gaza.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para psikolog di Monash University Melbourne, tentara yang membunuh sipil menimbulkan trauma dibandingkan tentara yang membunuh tentara. Ada perbedaan efek di otak saat tentara membunuh sipil dan sesama tentara.

Beberapa kasus yang terungkap mengenai kerusakan kesehatan mental tentara penjajah Israel sebagai berikut:

"Tidak ada satu pun yang memberikan terapi untukku, bahkan aku sering kali mengompol di malam hari gara-gara trauma," ujar Ido Gal Razon. "Dia [korban] datang padaku dan bilang kenapa kamu membunuhku, kenapa kamu membunuhku. Emang kamu bisa lanjutkan hidup setelah ini? kamu tetap bisa makan dan sukses?" imbuhnya. Padahal pria tersebut adalah kandidat pilot dan terpilih dalam proyek Havatzalot Intelligence. Namun dia malah mengalami trauma berkepanjangan. Ungkapan ini disampaikan pada tahun 2016.

Seorang mantan tentara Israel berusia 26 tahun membakar diri sendiri akibat menderita stres setelah ikut dalam Perang Gaza pada 2014 lalu. Tentara tersebut bernama Itzik Saidian. Dia disebut datang ke sebuah yayasan khusus menangani tentara korban perang di dekat Tel Aviv dan menyiram dirinya dengan cairan mudah terbakar dan menyalakan api. "Itu karena tekanan psikologis yang signifikan," kata militer penjajah Israel pada Selasa (13/4/2021).

Saya Dani Eyalon, putra dari Ronen Eyalon," ungkapnya, demikian dikutip dari keterangan video pada akun Instagram littleproject.idn. "Ayahku telah terbaring stress selama sebulan dalam kondisi berbahaya. Kenapa?" sambungnya. Ayah Mencoba Bunuh Diri
Di hadapan Kementerian Pertahanan Israel, Dani mengungkap jika sang ayah setidaknya pernah mencoba bunuh diri. Bukan sekali atau dua kali, sang ayah diungkapnya pernah mencoba setidaknya sebanyak 10 kali. Sontak, hal itu membuatnya menjadi pemuda yang selalu waspada. Setiap saat, dia rela untuk menjaga sang ayah.

Avihai Levi yang pernah bertugas dalam perang sebelumnya di Gaza, memberikan pidato di Knesset. Dia mengadu, saat ini hidup dalam ketakutan secara terus-menerus, mengalami teror setiap malam, dan sangat bergantung pada konsumsi alkohol untuk mengatasi kenangan traumatis. “Ini istriku, aku hampir membunuhnya beberapa kali dengan tanganku beberapa tahun terakhir,” ujarnya dengan nada marah. Ia juga mengaku setiap malam ia terpaksa ngompol di celana. “Saya ngompol di celana setiap malam hari karena takut,” ujarnya. “Saya tidak bisa tidur jika saya tidak minum sebotol alkohol setiap hari,” tambah dia lagi.

Mereka yang masih hidup pasca perang Gaza sebelumnya telah mengalami kerusakan mental yang parah, padahal mereka masih usia produktif. Keluarga dan orang terdekat mereka pun ikut mengenai dampaknya karena harus menjaga dan memelihara mereka. Bahkan bisa menjadi korban atas kerusakan mental tersebut.

Bila jumlah pasukan reguler dan cadangan penjajah Israel mencapai 300.000 orang, seandainya mereka memiliki 3 orang terdekat, maka 1,2 juta warga penjajah Israel yang terkena dampak dari kerusakan mental akibat perang Gaza. Bagaimana nasib sebuah bangsa bila banyak warga mengalami kesehatan mental? Padahal menurut Ketua Organisasi Penyandang Disabilitas IDF, Idan Kleiman,  ada sebanyak 10 ribu tentara Israel yang mengalami trauma akibat pertempuran melebih 7-8 jam.

Kerusakan mental tidak saja menghantui tentara, tetapi juga para pemukim penjajah Israel yang mendapatkan serangan rudal dari Hamas dan gerak perlawanan disekitar tanah pendudukan Israel. Bila perang Gaza tak dihentikan oleh penjajah Israel, maka yang rusak bukan warga Palestina tetapi mentalitas warganya sendiri. 


Penjajah Israel Menghadapi Banyak Front Pertempuran Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel menghadapi beragam front pertemp...

Penjajah Israel Menghadapi Banyak Front Pertempuran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel menghadapi beragam front pertempuran. Di Gaza, mereka menghancurkan dan meratakannya. Membuat kehancuran yang paling bengis dan kejam di abad modern ini. Melampaui semua pertempuran yang pernah ada baik perang dunia 1 maupun 2. Bom-bom dijatuhkan tanpa pandang bulu. Yang terpenting bumihanguskan dengan satu harapan hancurnya perlawanan Hamas.

Front ke dua datang dari Tepi Barat. Sejak penjajah Israel memasuki Tepi Barat, baru kali ini mendapatkan perlawanan yang sengit. Padahal sudah dibuatkan penjara-penjara kecil di sejumlah wilayah. Setiap memasuki wilayah harus melalui pos pemeriksaan yang super ketat. Penjajah Yahudi sudah memfasilitasi pemukim bayaran yang dilindungi oleh tentara untuk merampas dan menghancurkan tanah dan rumah rakyat Palestina di Tepi Barat.

Perlawanan Tepi Barat sudah mulai menggunakan senjata, bom rakitan penghancur tank dan kendaraan militer hingga drone. Sejumlah pengamat Barat, mulai mengkhawatirkan adalah penyelundupan senjata melalui Yordania untuk gerakan perlawanan rakyat Palestina di Tepi Barat. Penyelundupan dari Yordania lebih sulit diawasi karena bentangan perbatasan sejauh 350 km.

Di bagian utara, Lebanon dengan gerakan perlawanannya Hizbullah, sejak terjadinya infiltrasi Hamas ke Pendudukan Israel pada Oktober 2023, terus memborbardir pendudukan Israel. Drone dan rudal Hizbullah di arahkan ke pangkalan militer penjajah Israel. Membuat pemukiman Yahudi disekitarnya kosong. Tak ada yang berani kembali ke rumahnya.

Yaman mengunci pelabuhan Elia di bagian selatan pendudukan Israel. Membuat penurunan 85% aktivitasnya. Karena pengiriman dari Asia harus melalui Afrika. Tentu ini akan mempengaruhi pasokan logistik kebutuhan penjajah Israel. Gerakan perlawanan rakyat Iraq dan Suriah pun mulai sedikit menganggu perbatasan  penjajah Israel.

Pasukan perlawanan rakyat Palestina di Gaza juga melakukan serangan melalui rudal yang diarahkan ke Tel Aviv. Walaupun 90% rudal bisa dihalau sistem pertahanan Iron Dome, namun menurunkan banyak aktivitas di bandara utamanya. Pemasukan dari parawisata hancur. Hotel-hotel yang ada 3/4-nya dihuni oleh para warga Penjajah Israel yang ketakutan. Menghadapi banyak front pertempuran, kuatkah menghadapinya di tengah mentalitas warganya yang terus dihantui ketakutan?

Front pertempuran lainnya adalah dari jalur diplomasi. Di PBB, walaupun diback up oleh Amerika, namun dukungannya terus menurun. Hingga Inggris pun hanya bisa abstain. Jajak pendapat mulai memunculkan bahwa penjajah Israel harus dilenyapkan. Solusi 2 negara sudah tidak relevan lagi. Yang ada hanya menciptakan Palestina yang merdeka.

Penjajah Israel terkepung di banyak front pertempuran, bisakah menghadapinya? Di dalam negri tuntutan dari keluarga sandera terus menekan. Juga, tuntutan  pengunduran diri Netanyahu karena kasus korupsi dan perundangan semakin kuat. Walaupun front selain Gaza masih dianggap remeh, namun cukup menganggu fokus. Persoalannya, banyak yang meragukan kemampuan penjajah Israel memenangkan pertempuran di Gaza.

Saat Munafikin Menghianati Yahudi Madinah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Surat Al-Hasyr 12-13 berkisah tentang penghianat Munafikin...


Saat Munafikin Menghianati Yahudi Madinah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Surat Al-Hasyr 12-13 berkisah tentang penghianat Munafikin kepada Yahudi bani Nadhir di Madinah. Berjanji menolong. Ditunggu bantuannya, namun tidak pernah datang. Padahal perang terhadap Rasulullah saw diproklamirkan. Peperangan pun sudah dimulai dan berlangsung sengit.  Akhirnya, Yahudi bani Nadhir menyerah. Meninggalkan benteng dan semua kekayaannya. Munafikin yang berjanji akan bersama mereka bila terusir dari Madinah, ternyata tidak mengikuti jejaknya pula. Munafikin berkhianat kepada siapapun.

Saat perang Khaibar, kabilah kafir Arab Ghafatan berjanji akan membantu Yahudi Khaibar. Namun Rasulullah saw membuat strategi, seolah-olah akan menyerang kabilah Ghafatan, lalu berbalik menyerang Yahudi Khaibar. Rasulullah saw mengepung Yahudi Khaibar. Namun kabilah Ghafatan tidak juga datang membantu. Satu per satu benteng Khaibar berhasil ditaklukkan. Pada akhirnya, Yahudi Khaibar pun berjuang sendirian, lalu terusir dari Hijaz.

Kabilah Arab Quraisy, Ghafatan, Munafikin dan Yahudi pernah membangun aliansi strategis yang sangat kuat, terutama puncaknya di perang Ahzab atau Khandaq. Mereka mengepung Muslimin di Madinah dari luar dan dalam, dari seluruh penjuru. Mengapa aliansi ini tiba-tiba melemah?

Munafikin menghianati Muslimin pada perang Badar dan Uhud, agar mental Muslimin jatuh dengan mundur dari pertempuran. Namun sekarang, mengapa menghianati Yahudi? Sehingga seluruh kabilah Yahudi terusir dari Hijaz? Kekuatan Yahudi hanya diperalat untuk kepentingan Munafikin. Abdullah bin Ubay memanfaatkannya untuk melemahkan kekuatan Rasulullah saw di Madinah.

Munafikin menjerumuskan Yahudi Madinah untuk melawan dan menghancurkan Muslimin seperti syetan yang menjerumuskan setiap manusia untuk mendurhakai Allah. Namun, syetan berlepas diri dari tanggungjawab tersebut, saat orang kafir mengatakan bahwa yang menjerumuskannya adalah syetan. Ini dijelaskan dalam surat al-Hasyr ayat 16.

Ikatan rapuh aliansi Kafir Quraisy, Ghafatan, Munafikin dan Yahudi, setelah kaum Muslimin mampu menandingi kekuatan Quraisy. Apalagi setelah Kafir Quraisy menandatangani perjanjian Hudaibiyah. Maka aliansi Ghafatan, Munafikin dan Yahudi hanya sekedar berbagi informasi saja tentang gerakan Muslimin yang bisa membahayakan mereka, tidak ada gerakan aliansi gabungan pasukan bersama lagi.

Aliansi strategi yang kuat hanya pada mereka yang tidak memiliki penyakit hati. Yang tidak ada kedengkian dan ketamakan. Selama hatinya kotor, maka kedengkian dan ketamakan yang menghancurkannya. Hati bersih hanya milik Mukminin saja, yang mencintai dan berorientasi pada kehidupan akhirat.

Mengobati Krisis Pengelolaan Uang Pribadi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Krisis pengelolaan keuangan tengah menerjang negri ini, ti...

Mengobati Krisis Pengelolaan Uang Pribadi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Krisis pengelolaan keuangan tengah menerjang negri ini, tidak saja skala nasional tetapi juga pribadi. Fenomena ini terlihat dari, 42% yang terjerat pinjaman online (pinjol) illegal adalah para guru. 18% adalah ibu rumah tangga. Bahkan ada Perguruan Tinggi Negri yang para mahasiswa terjerat pinjol dengan total hingga milyaran rupiah. Untuk apa uang dari pinjol? Ini yang lebih mengerikan.

Urutan tertinggi mengambil pinjol illegal adalah untuk menutupi hutang lagi. Berhutang untuk menutupi hutang dengan bunga uang menjerat. "Ada yang berhutang Rp500.000,- tetapi saat ditagih menjadi 24 juta." Demikian ungkapan Mahfud MD saat debat Cawapres.  Setelah itu, hanya untuk memenuhi gaya hidup. Pinjol online  tidak ada yang menyentuh ke sektor produktif.  Bagaimana bisa menutupi hutang berikutnya?

Yang lebih parah, menurut laporan yang disampaikan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada Liputan6.com, Senin (25/9/2023), dapat diidentifikasi sebanyak 2.761.828 masyarakat, atau sekitar 2,7 juta orang mengikuti permainan judi online sejak 2017-2022. Dimana 2,1 juta pelakunya berasal dari kelompok ekonomi bawah, dengan pelaku terbesar adalah pelajar.

Pada 2021 saja, jumlahnya sudah tembus Rp 57,91 triliun dari 43.597.112 transaksi. Puncaknya di 2022, ketika nilai transaksi mencapai Rp 104,41 triliun dari 104.791.427 jumlah transaksi judi online. Berarti ada kenaikan transaksi 240% di tahun 2022 dibandingkan 2021. Dimana setiap orang melakukan rata-rata 38 transaksi.  Bukankah ini fakta yang mengerikan?

Pinjol dan judi online yang diminati guru, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, karyawan hingga kelompok masyarakat lainnya, merupakan fakta krisisnya pengelolaan uang. Bukankah guru merupakan contoh peradaban? Bukankah mahasiswa dan pelajar merupakan pelanjut peradaban?

Bila pinjol illegal sebagian besar hanya untuk membayar hutang. Bila uang dimainkan ke judi online hingga 2023 menyentuh angka 500 trilyun, maka perputaran uang hanya menjadi uang semata, sama sekali tidak menyentuh sektor rill seperti pertanian, olahan dan pabrikasi. Akibatnya, perputaran uang sebesar apapun tidak bisa meningkatkan kesejahteraan. Sebab, kesejahteraan meningkat bila perputaran uang mengalir ke sektor rill. Bagaimana caranya?

Rasulullah saw mengajarkan agar perputaran uang terbagi ke dalam tiga konsep dasar. Yaitu, konsumsi, investasi dan sedekah dengan proporsi idealnya masing-masing sepertiga. Konsumsi untuk menjaga kehidupan dasar masa sekarang. Investasi untuk menciptakan  pertumbuhan di masa depan. Sedekah agar semakin banyak orang yang menggerakkan ekonomi. Bukankah bila hanya untuk konsumsi pribadi, kebutuhannya sangat terbatas? Dalam Islam, semua perputaran uang harus berakhir pada sektor riil.

Rasulullah saw mendidik seorang pengemis dalam mengelola keuangannya. Kain dan perabotan rumahnya dijual dengan harga 2 dirham sebagai modal awal. Satu dirham digunakan untuk konsumsi. Satu dirham untuk membeli kampak. Dengan kampak itu, sang pengemis mengambil kayu bakar lalu dijual ke pasar. Dengan konsep ini, uang itu harus berputar untuk konsumsi pokok dan investasi pada bidang yang bisa memberikan penghasilan secara berkelanjutan.

Cara mudah dan praktis menciptakan kecerdasan finansial adalah dengan berpuasa. Tak perlu banyak teori dari para ahli. Tak perlu banyak studi kasus untuk memahaminya. Cukup berpuasalah. Berpuasa untuk mengelola  yang halal dan mubah pada tempatnya. Puasa menutup pintu keharaman. Keharaman menghacurkan kecerdasan finansial. Keharaman mendorong seseorang pada kecanduan mengeluarkan uang yang efeknya menghancurkan manajemen dan kematangan diri. Akal sehat hilang. Berfikir jangka panjang hancur. Sensitivitas berinvestasi mati, karena terfokus pada kesenangan hari ini dengan penghamburan yang tak terkira.

Suatu hari Umar Bin Khatab berkeliling daerah. Dia menyapa para aparatur negaranya. Salah satu nasihatnya, "Bila keluar gajimu, maka sebagiannya agar dibelikan kambing. Jika keluar gaji berikutnya, belilah satu kambing satu atau dua ekor, lalu jadikanlah sebagai harta pokok." Gaji sebagai modal pengembangan harta masa depan, bukan dihabis memuaskan keinginan. Itulah nasihat Umar Bin Khatab.

Wajar saja, bila pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya stagnan di level 5%. Wajar saja, bila Indonesia berada pada level deindustrialisasi, dimana kontribusi industri terus menurun bagi perekonomian nasional. Wajarlah saja, bila kemiskinan dihitung dengan penghasilan Rp50.000,- per hari, maka angka kemiskinan menjadi 40% dari total penduduk Indonesia. Salah satu sebabnya, perputaran uang tidak menyentuh sektor riil.

Yang Perang Israel, Yang Menanggung Biayanya Amerika Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semakin banyak rudal perlawanan Palestina  mema...

Yang Perang Israel, Yang Menanggung Biayanya Amerika

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semakin banyak rudal perlawanan Palestina  memasuki daerah pendudukan Israel maka perekonomian Israel semakin hancur dan keuangannya semakin berat.

Sebab, penjajah Israel memasukkan gerakan perlawanan rakyat Palestina sebagai teroris, maka setiap kerusakan akibat dari gerakan perlawanan rakyat Palestina harus mendapatkan kompensasi dari penguasa Israel. 45.000 warga pemukim Zionis Israel akan mendapatkan kompensasi.

3/4 hotel di Israel sudah dipenuhi oleh warganya yang ketakutan. Siapa yang membayarnya? Tentu saja negara. Rumah dan fasilitas yang rusak warga Israel harus diberi kompensasi. Penguasa penjajah Israel kerepotan membiayai perang juga membayar kompensasi akibat serangan rudal.

Penjajah Israel memberikan banyak kemudahan agar orang Yahudi di seluruh dunia mau berkumpul di tanah Palestina. Harus menjamin keamanan, juga kesejahteraan. Ingatkah, kisah Mana wa Salwa saat Bani Israel bersama Nabi Musa dan Harun ke Palestina? Mereka meminta jaminan logistik dari langit.

Penguasa penjajah Israel juga kebingungan dengan rusaknya kesehatan mental warganya. Yang stress bukan saja tentaranya, tetapi keluarga dan kerabat yang anggota keluarganya dikirim ke perang Gaza. Tidak itu saja, mendengar sirene ada serangan, mereka pun jadi stress padahal di setiap rumah ada bungker di bawah tanah, untuk menghindari efek serangan. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan mental?

Perusahaan yang tidak beroperasi karena efek perang pun mendapatkan kompensasi kerugian. Berapa ruwetnya kondisi keuangan penjajah Israel. Sebab semuanya harus diganti dengan kompensasi bagi warganya yang terkena dampak perang.

Namun penjajah Israel masih bisa tenang, karena Amerika dan Barat akan terus membantu memberikan suntikan dana. Persoalannya, mengapa rakyat Amerika dan Barat yang justru menanggung biaya perang penjajah Israel? Memang aneh dunia ini.

Menang Setelah Kalah dengan Memahami Psikologi Militer Oleh: Nasrulloh Baksolahar  "Jangan pedulikan aku, tetaplah di posis...

Menang Setelah Kalah dengan Memahami Psikologi Militer


Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


"Jangan pedulikan aku, tetaplah di posisimu!" Itu pesan komandan infantri muslim, Mas'ud bin Haritsah, yang terluka saat perang Buwaib 13 Hijrah di era Umar bin Khatab saat berperang melawan Persia di Iraq. Dia pun melanjutkan, "Angkatlah bendera kalian, Allah akan mengangkat derajat kalian. Jangan kalian memperdulikan kematianku."

Sang panglima perang Muslimin, Mutsanna bin Haritsah, melihat syahidnya saudaranya, Mas'ud bin Haritsah, dia pun berkata, "Wahai Muslimin, jangan kalian memperdulikan kematian saudaraku. Sesungguhnya kematian orang yang terbaik di antara kalian adalah dengan cara seperti ini."

Mutsanna bin Haritsah, panglima perang Buwaib, mengirimkan utusan kepada setiap pasukan Muslimin dengan pesan, "Kalian akan mendapatkan kemenangan seperti orang-orang sebelum kalian. Tolonglah agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian sampai musuh dapat dikalahkan."

Pertempuran Buwaib merupakan pertempuran yang penuh dengan beban psikologis yang sangat berat. Sebab di pertempuran sebelumnya, yaitu Jisr Abu Ubaid, kaum Muslimin mengalami kekalahan dari pasukan Persia. Pasukan Muslimin yang masih ada berjumlah 5.000 orang. Yang syahid 4.000 orang. Yang tersisa 3.000 orang. 2.000-nya diperintahkan kembali ke Madinah.

Mundurnya 5.000 pasukan Muslimin di perang Jisr Abu Ubaid bukanlah lari dari perang tetapi mengatur kembali posisi untuk membuat strategi baru. Pasukan Persia yang dipimpin oleh Bahma Jadzawih mencoba menyerang pasukan Muslimin yang masih tersisa, namun tidak berhasil karena kecerdikan Mutsanna bin Haritsah.

Di pertempuran Buwaib, kaum Muslimin dalam kondisi tertekan karena kekalahan di pertempuran sebelumnya. Namun pada sisi lain, pasukan Persia dalam kondisi yang sangat optimis karena menang di pertempuran sebelumnya. Saat pertempuran Buwaib dimulai, pasukan Persia langsung merangsek menyerbu pasukan Muslimin dengan menyeberangi sungai.

Di perang Buwaib, Ada pasukan Muslimin yang merasa bersalah karena lari dari pertempuran Jisr Abu Ubaid, dia akan bertempur mati-matian dengan mengabaikan strategi. Maka Mustanna bin Haritsah menegurnya dengan berkata, "Jangan kamu berbuat demikian, tetaplah kamu berada di posisimu. Jika temanmu datang, maka bantulah dia dan jangan kamu sengaja mencari kematian. Tetaplah kamu berada di posisimu."

Saat kaum Muslimin digempur habis-habisan, jalannya pertempuran semakin ruwet.  Mutsanna bin Haritsah berkata kepada pasukannya, "Wahai pasukanku, kalian telah mengalami kekalahan, tetapi kalian harus bertahan dan tunduk dengan diam-diam."  Itulah cara membangun psikologis kemenangan setelah didera kekalahan di pertempuran sebelumnya.

Mutsanna bin Haritsah dicatat dalam sejarah sebagai panglima yang ahli dalam ilmu psikologi militer. Bagaimana meraih kemenangan setelah mengalami kekalahan serius di perang Jisr Abu Ubaid.

Strategi Reformasi Ashabul Kahfi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Ibrahim menghadapi kezaliman Namrudz. Dia melawan dengan mengh...

Strategi Reformasi Ashabul Kahfi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Ibrahim menghadapi kezaliman Namrudz. Dia melawan dengan menghancurkan mindset dan logika berfikir tentang ketuhanan berhala. Nabi Ibrahim pun dipanggang di dalam api. Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Nabi Musa menghadapi kezaliman Firaun. Kemukjizatan Nabi Musa ditampakkan. Logika Firaun diputarbalikan. Namun Firaun tetap mengaku sebagai tuhan dan memerangi Nabi Musa. Nabi Musa diburu. Allah menenggelamkan Firaun di laut merah.

Ashabul Ukhdud sebuah peristiwa genosida raja yang beragama Yahudi terhadap pemeluk Nasrani di Yaman. Seluruh pemeluk Nasrani dibakar hidup-hidup dalam parit lautan api karena tidak mau mengikuti agama penguasa. Ashabul Kahfi, sebuah perlawanan terhadap raja zalim dengan cara yang unik. Mereka tidak melakukan konfrontasi dengan penguasa tetapi cukup menyembunyikan keimanannya, sambil menunggu pergantian kekuasaan.

Bagaimana menghadapi kezaliman penguasa? Bisa mencontoh pada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Ashabul Ukhdud dan Ashabul Kahfi. Strategi mana yang diambil? Tergantung kemaslahatannya. Semua pilihan strategi tersebut adalah benar. Tidak ada yang lebih utama atau terbaik, semua tergantung timbangan kemaslahatan.

Akhir dari seluruh strategi adalah rakyat beriman kepada Allah. Allah yang membimbing strategi yang cocok dengan zaman dan tempatnya. Menghadapi penguasa saat ini? Atau diam terlebih dahulu menunggu kondisi yang kondusif seiring dengan kesadaran baru yang tumbuh pada diri masyarakat.

Ashabul Kahfi hanya sekelompok pemuda yang tidak memiliki kekuatan besar menghadapi kezaliman raja. Maka solusinya, menyembunyikan diri hingga terjadi perubahan besar di masyarakat. Momentum perubahan besar selalu ada, hanya butuh kesabaran penantian dan keistiqamahan bergerak saja.

Menyembunyikan diri. Mendidik tunas generasi baru yang tak terendus. Membangun pondasi spiritual generasi baru sebelum mereka diberikan momentum besar untuk merubah keadaan. Diam yang terus bergerak, mendidik dan memperbaiki. Diamnya air laut. Di atasnya tentram, namun dibawahnya terdapat arus besar perubahan.

Mensinergikan Berkebun dan Berladang Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dalam surat Al-Kahfi ayat 32, Allah menyebutkan 2 kebun yang di...

Mensinergikan Berkebun dan Berladang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dalam surat Al-Kahfi ayat 32, Allah menyebutkan 2 kebun yang ditanami pohon Kurma dan Anggur, setelah itu baru menyebutkan ladang. Kebun cendrung untuk tanaman keras. Sedangkan ladang, cendrung untuk tanaman yang usianya singkat, seperti padi, palawija dan sayur mayur. Apakah ini prioritas urutan pertanian?

Hasil kebun memang sangat lama. Namun bila sudah berbuah, umurnya bisa di atas 5 tahun. Resiko panen dan pengelolaannya tidak terlalu besar. Pengelolaannya hanya beresiko di tahap awal. Setelah itu sangat minimal pemeliharaannya. Bagaimana dengan berladang?

Menanam padi, palawija dan sayuran, beresiko tinggi di setiap tahapan prosesnya. Dari memanam, pemeliharaan, panen hingga pasca panen. Juga, membutuhkan keahlian dan spesifikasi khusus agar hasilnya memuaskan. Jadi bagi yang belum memiliki pengalaman pertanian, sebaiknya fokus berkebun terlebih  dulu untuk meminimalisasi resiko.

Bila berkebun sudah menunjukkan hasil yang cukup aman untuk konsumsi, investasi dan sedekah, barulah merambah ke perladangan. Bagaimana perbandingan berkebun dan berladang? Allah menyebutkan 2 kebun dengan   1 ladang. Dalam surat Saba, Allah menjelaskan sebuah kota di sebuah lembah, yang dikelilingi dengan kebun-kebun.

Jadi, apakah berkebun harus lebih luas dari berladang? Bila fokusnya hanya berladang, akan menimbulkan resiko jangka panjang. Hutan habis. Penghijauan tidak ada. Terjadi kerusakan lingkungan dan iklim dunia. Oleh sebab itu, berkebun selalu didahulukan dari berladang. Kuantitas berkebun lebih banyak dari berladang.

Berladang harus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas waktu. Bukankah panen dari hasil kebun tidak setiap saat? Memanfaatkan kapasitas yang menganggur. Limbah berkebun bisa untuk menyuburkan ladang. Limbah ladang bisa untuk menyuburkan kebun. Kebun dan ladang sebuah simbiosis yang saling mengisi.

Berkebun lalu berladang. Berkebun harus lebih luas dari berladang. Itulah konsep dasar mensinergikan berkebun dan berladang agar mengoptimalkan hasil dan meminimalisir resikonya. Semuanya dipandu oleh Al-Qur'an.

Jangan Menelantarkan Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mengelola tanah merupakan sunah Rasulullah saw. Setelah Yahudi Madinah me...

Jangan Menelantarkan Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Mengelola tanah merupakan sunah Rasulullah saw. Setelah Yahudi Madinah meninggalkan benteng dan kebun-kebunnya, maka kebijakan Rasulullah saw yang berikutnya adalah bagaimana mengelola tanah tersebut. Beruntungnya, Muhajirin sudah belajar bertani pada Anshar pada awal hijrah. Jadi, sumber daya manusia yang terampil sudah ada untuk mengelola tanah.

Ada persoalan besar setelah pembebasan daerah Khaibar dan Fandak. Area tanah yang diperoleh sangat luas. Sumberdaya manusianya tidak cukup mengelola tanah yang luas tersebut. Bagaimana agar tanahnya tidak menganggur? Rasulullah saw menjalin kemitraan dengan kaum Yahudi dengan konsep bagi hasil.

Di era Umar bin Khatab, wilayah kekuasaan Muslimin sangat luas. Bagaimana mengelola tanah yang luas tersebut? Apakah akan diserahkan kepada pasukan Muslimin seperti pada era sebelumnya? Ini akan menyebabkan tanah menganggur. Karena luasnya tanah dibandingkan dengan kemampuan pasukan dalam mengelola tanah.

Umar bin Khatab mengambil kebijakan agar tanah tetap dikelola maksimal, tanah dikelola oleh pemilik asalnya, namun mereka dibebankan usyur sebesar 10% dari hasil panen untuk kas negara. Tanah menganggur berarti kezaliman karena mengabaikan tanggungjawab atas tanah yang telah diamanatkan.

Umar bin Abdul Aziz mendorong rakyatnya untuk mengelola tanah. Salah satu kebijakannya adalah negara membantu rakyatnya agar tanah yang tidak subur menjadi subur. Bahkan bagi yang membuka lahan baru, maka negara memberi bantuan rumah dan sarana pendukung untuk menghidupkan tanah tersebut.

Ada kebijakan khusus dari Umar bin Abdul Aziz bagi masyarakat yang mau mengelola tanah negara. Yaitu, diberi hak pengelolaan tanah bagi petani dengan hasil dibagi dua antara negara dan petani. Bila petani tidak sanggup, sepertiga hasilnya saja. Bila tidak sanggup; sepersepuluh dari hasilnya. Bila tidak sanggup,  tidak perlu ada bagu hasil. Bila tidak sanggup,  maka negara harus mengeluarkan modal agar petani dapat mengelola tanah tersebut.

Umar bin Abdul Aziz menghukum mereka yang merusak lahan pertanian. Suatu ketika ada pasukan yang melewati lahan pertanian, lalu merusaknya. Maka sang petani mengadukan persoalan tersebut kepada Umar bin Abdul Aziz. Umar pun memanggil memanggil pasukan tersebut dab memerintahkan mereka untuk mengganti kerugian atas rusaknya lahan tersebut.

Umar bin Abdul Aziz pun membuat kebijakan khusus bagi para pengelola tanah atau petani. Yaitu, membebaskan segala pungutan bila dengan pungutan tersebut membuatnya tidak sanggup mengelola tanahnya. Bahkan dipinjamkan dana agar petani mampu bekerja mengelola tanah tersebut.

Kesejahteraan itu bersumber dari tanah. Kekayaan itu awalnya dari tanah. Industri olahan pangan itu berawal dari hasil yang diperoleh dari pengelolaan tanah. Namun mengapa profesi mengelola tanah justru ditinggalkan?

Nabi Yusuf Berdakwah Dengan Kesibukan Rutinitasnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Yusuf tidak menyeru kaumnya seperti Nabi Mus...

Nabi Yusuf Berdakwah Dengan Kesibukan Rutinitasnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Yusuf tidak menyeru kaumnya seperti Nabi Musa dan Isa. Tidak pula seperti Nabi Nuh dan Hud. Kisah Nabi Yusuf lebih banyak berkisah liku-liku anak manusia biasa. Dakwah Nabi Yusuf tidak melalui seruan tetapi bagaimana akhlak dalam setiap liku-liku kehidupan. Apa karakter, mindset dan solusi dalam setiap fragmen kehidupan. Kisah Nabi Yusuf seperti kisah Nabi Ayub.

Kisah Nabi Yusuf tidak banyak argumentasi tentang ketauhidan. Tidak juga tentang surga, neraka dan akhirat. Lebih banyak gambaran keseharian manusia, baik itu kalangan awam dan istana. Keterkaitan kebijakan istana untuk masyarakat awam. Juga, liku-liku peradilan yang rusak. Hanya di kisah Nabi Yusuf, penjara menjadi salah satu titik sentral cerita.

Dakwah itu tidak harus dari balik dalil agama. Melalui khutbah dan ceramah. Tidak hanya seruan kepada ketauhidan dan syariat. Tetapi menceburkan diri adalah keseharian rutinitas juga sebuah perjalanan dakwah. Sebagai anak, saudara, orang tua,  budak, pelayan, di rumah, di istana, bergelut dengan kekuasaan dan peradilan. Bentuk amar makruf nahi munkar juga bisa melalui pergelutan rutinitas hidup.

Bergelut dengan rutinitas keseharian. Kuncinya, kuatkan ihsan, rasa diawasi oleh Allah. Namun bagaimana membuat lompatan hidup? Allah menarik Nabi Yusuf yang hanya menjadi pelayan ke balik penjara. Allah meneguhkan Nabi Yusuf dalam memilih kebenaran. Di balik penjara, ketauhidannya dikokohan. Perjalanan leluhurnya, Nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub dikuatkan. Siapakah diri Nabi Yusuf yang sebenarnya? Kesadaran akan peran dan tanggungjawab disadarkan. Kapasitasnya bukan pelayan tetapi sebagai penasihat raja.

Peran kenabiannya seperti nabi sebelumnya muncul dikegelapan penjara. Walau pun hanya berteman dengan dua orang pelayan raja, seruannya agar dua orang itu kembali kepada Allah digaungkan. Disinilah Allah mengajarkan ilmu takwil mimpi. Ilmu yang bisa membaca masa depan dengan tepat. Padahal tak ada yang mengajari atau membimbingnya. Inilah ilmu laduni.

Berinteraksi selama 9 tahun di penjara, kedua orang pelayan raja ini meyakini bahwa Nabi Yusuf memang orang terpercaya. Keduanya mengadukan perihal mimpinya. Meminta takwilnya. Keduanya pun dibebaskan dari penjara. Nabi Yusuf menitipkan pesan, bahwa dia masuk penjara karena rekayasa pengadilan. Namun keduanya lupa menyampaikan ke raja karena ulah syetan. Apakah ulah syetan itu tidak bermanfaat?

Syetan memang berhasil membuat lupa ke dua pelayan. Namun sekenario Allah lebih baik daripada sekenario syetan. Pelayan tersebut ingat saat sang raja memiliki persoalan tentang apa tafsir mimpinya. Yang bisa menjawab hanya Nabi Yusuf. Dia pun dihadapkan pada raja. Raja jadi tahu kapasitas Nabi Yusuf. Nabi Yusuf tidak sekedar keluar dari penjara tetapi diangkat penasihat raja. Andai pelayan tersebut tidak dilupakan syetan, bisa jadi Nabi Yusuf hanya keluar dari penjara saja.

Strategi Nabi Yusuf Mengarungi Liku-liku Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Yusuf dimasukkan ke Sumur kering di padang pa...

Strategi Nabi Yusuf Mengarungi Liku-liku Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Nabi Yusuf dimasukkan ke Sumur kering di padang pasir, bagaimana balasan  Nabi Yusuf kepada mereka?

Nabi Yusuf dijebloskan ke penjara karena fitnah, bagaimana balasan Nabi Yusuf saat berkuasa terhadap yang memfitnahnya?

Nabi Yusuf dijadikan budak, bagaimana balasan Nabi Yusuf kepada mereka yang telah menjadikannya budak?

Bagaimana sikap Nabi Yusuf kepada mereka yang telah mendengki dan merekayasa tipu daya kepadanya?

Akibat yang baik bagi yang bertakwa. Allah memperbaiki urusan mereka yang bertakwa. Inilah dasar mengarungi liku-liku kehidupan.

Manusia itu mudah khilaf dan terperosok. 3 pondasi mindset ini yang membentuk sikap Nabi Yusuf kepada mereka yang telah mendengkinya.

Dari kegelapan sumur menuju istana. Dari penjara menjadi penguasa. Allah mengangkat yang tertindas menjadi penguasa. Inilah hukum kehidupan.

Nabi Yusuf tidak tahu bagaimana keluar dari sumur. Bila keluar, apakah bisa hidup di tengah gurun tandus? Hanya tawakal dan doa yang menyelamatkan

Penjara itu penjagaan dan perlindungan Allah terhadap Nabi Yusuf. Bukan seperti hukuman yang ditimpakan pada pelaku kejahatan.

Di penjara mukjizat tafsir kejadian, peristiwa dan mimpi terasah kembali. Sebelumnya terpendam sebab rutinitas dan hiruk pikuk kehidupan.

Setiap kelebihan tertentu ada ujiannya. Keahlian tafsir mimpi didengki oleh saudaranya. Kegantengannya jadi pesona wanita.

Saat jadi penguasa, apakah bertindak adil kepada bangsa Mesir atau melebihkan saudaranya Bani Israil? Memaafkan yang telah menzaliminya?

Kisah Nabi Yusuf, seperti kisah manusia biasa, tak ada kemukijzatan super dahsyat seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.

Kisah Nabi Yusuf, tak ada kejadian penghancuran terhadap kafirin, tapi kemitraan dalam mewujudkan kemaslahatan manusia.

Nabi Yusuf menjalani kehidupan normal. Bekalnya, kelapangan dada, pengendalian nafsu, interpretasikan peristiwa masa depan ke masa kini

Hanya kisah Nabi Yusuf yang dituntaskan dalam satu surat saja. Kisah Nabi lainnya tersebar di berbagai surat. Tak ada kisah bersambung.

Tamsil Manajemen Era Kemakmuran, Krisis dan Konflik di Kisah Nabi Yusuf Oleh: Nasrulloh Baksolahar Angka 7 salah satu yang palin...

Tamsil Manajemen Era Kemakmuran, Krisis dan Konflik di Kisah Nabi Yusuf

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Angka 7 salah satu yang paling sering diulang dalam Al-Qur'an. Apa uniknya? Dalam kisah Nabi Yusuf, angka 7 menjadi kunci keluarnya Nabi Yusuf dari penjara. Ada apa dengan angka  7?

Tujuh sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh sapi betina yang kurus. Juga, 7 batang gandum yang hijau dengan 7 gandum yang kering. Apa maknanya?

Setelah panen berlimpah selama 7 tahun, akan tiba 7 tahun kemarau panjang, setelah itu akan datang musim hujan. Saat itulah buah anggur akan berlimpah. Dalam ilmu pertanian, keberhasilan petani baru terlihat setelah 7 kali panen.

Bagaimana menjaga hasil panen agar tahan lama? Di mimpi tersebut simpan gandum dengan batangnya. Mengapa tak membicarakan butiran biji gandum saja? Guntingan batang akan menumbuhkan cabang baru di pohon yang berpotensi menghasilkan buah yang lebih banyak.

Makan gandum beberapa bulir, lalu simpanlah. Pergunakan persediaan gandum di saat krisis, tetapi jangan dihabiskan karena di saat datang musim penghujan masih ada sisa gandum yang bisa ditanam. Era itulah anggur pun atau buah-buahan pun akan berlimpah. Rentetan kisah  gandum diakhiri dengan buah anggur.

Era memanen dan krisis akan sama rentang waktunya. Mengapa tidak lebih lama atau sedikit era krisis atau era memanen? Agar manusia mudah mengantisipasi? Mengapa era krisis diapit oleh dua kondisi yaitu era panen gandum dan buah-buahan?

Krisis itu sesuatu yang mudah untuk ditanggulangi, karena diawali panen yang melimpah. Hanya, bagaimana manajemen saat panen? Agar krisis tidak menciptakan kematian dan kehancuran?

Krisis akan menciptakan kondisi yang lebih menggairahkan dan memakmurkan dibandingkan dengan era panen, tinggal bagaimana manajemen krisis? Jangan makan seluruh biji gandum. Setelah krisis, gandum dan anggur akan berbarengan muncul.

Bagaimana pengelolaan sumber daya yang dimiliki mampu melewati era krisis yang panjang? Simpan gandum dengan batangnya, jangan hanya biji bulirnya saja.

Di era krisis, Nabi Yusuf mampu menyelesaikan persoalan pribadinya yang sangat mendasar yaitu bertemu dengan ayahnya Nabi Yakub, adiknya Benyamin dan menuntaskan perselisihan dengan saudara-saudara tertuanya. Pergunakan krisis untuk menuntaskan persoalan yang tidak dapat dipecahkan di era kemakmuran.

Nabi Yusuf memiliki sumber daya untuk menghadapi krisis. Saudara-saudaranya tidak siap. Hilangkan persoalan dengan sumber daya yang dimiliki, bukan dengan membalas dendam tetapi dengan membantu dan menolong. Karena sumber persoalan adalah ketergelinciran karena bisikan syetan bukan jati diri manusianya.

Liku-liku Titik Kritis Kehidupan Nabi Yusuf Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Yakub sudah paham akan kemukijzatan Nabi Yusuf. Namu...

Liku-liku Titik Kritis Kehidupan Nabi Yusuf

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Yakub sudah paham akan kemukijzatan Nabi Yusuf. Namun mengapa perjalanan Nabi Yusuf penuh liku-likunya? Dimana kemukijzatannya? Mukjizat butuh momentum, itulah penyebab mengapa harus berjihad mengarungi hidup.

Ada 5 titik kritis di kehidupan Nabi Yusuf. Saat dimasukkan ke sumur di padang pasir. Anak keturunan Nabi jadikan budak. Digoda di tempat yang terkunci. Di penjara sebab fitnah. Mengelola kekuasaan.

Penjara bukanlah yang sulit dalam hidupnya. Sebab saat kecil sudah disiapkan Allah berupa diceburkan dirinya ke sumur di padang pasir. Fitnah yang membawanya ke penjara tak membuatnya sakit hati, karena perjalanannya menjadi budak pun karena kedengkian dari saudara-saudaranya.

Menyelesaikan rutinitas sebagai pejabat di Mesir merupakan sesuatu yang tak asing lagi, karena sejak kecil sudah bergaul erat dengan para pejabat Mesir dalam menghadapi hiruk pikuk persoalan negara dan intrik-intrik politiknya.

Ada 3 hal yang jarang bisa melakukan banyak orang. Yaitu,  mendesain dan membaca masa depan dari isyarat fenomena yang sederhana. Ujian yang hawa nafsunya sedang mencapai puncaknya. Menyayangi saat berkuasa padahal memiliki kekuatan untuk pembalasan dendam.

Kemukijzatan Nabi Yusuf ada pada pengelolaan dirinya dan mendesain masa depan dari pemahamannya atas fenomena yang sederhana. Tak ada keluarbiasaan seperti yang di alami nenek moyangnya yaitu Nabi Ibrahim. Tak ada keluarbiasaan seperti generasi berikutnya yaitu Nabi Musa, Nabi Yusya, Nabi Dawud, Sulaiman dan Isa.

Perjalanan Nabi Yusuf, dibenci saudara-saudaranya, dimasukkan ke sumur, menjadi budak, difitnah hingga masuk penjara. Lalu ada momentum yang semua orang tak bisa memecahkan persoalan bangsa. Hanya Nabi Yusuf yang bisa memecahkan persoalannya.

Bagaimana Nabi Yusuf mengelola kekuasaannya? Padahal tak ada kisah dia belajar menuntut ilmu pada seseorang seperti Nabi Musa. Apakah liku-liku hidupnya dapat merekayasa keilmuan secara mandiri dan otomatis?

Kemukijzatan Nabi Yusuf justru mulai terlihat saat di penjara. Bagaimana suasana penjaranya Nabi Yusuf? Apa yang dilakukan Nabi Yusuf, sehingga kemukijzatannya muncul? Bagaimana manajemen jiwanya saat di penjara?

Kegantengannya tak berarti, sebab menjerumuskannya pada kerumitan hidup yang dapat menenggelamkannya pada hawa nafsu. Kegantengannya justru dapat menjadi penyebab ketergelinciran.

Nabi Yusuf sukses menghancurkan ego dirinya. Seorang cicit bapak para Nabi tak pernah berkata, "Mengapa keturunan yang termulia menjalani kehidupan yang penuh liku-liku hingga menjadi budak?" Bukankah ini seperti bumi dan langit?

Nabi Yusuf dapat menyelesaikan persoalan krisis negara yang rumit hanya dengan mekanisme yang sangat sederhana yang biasa dilakukan oleh seorang petani biasa. Itulah kecemerlangan dan kejeniusan.

Kisah Nabi Yusuf, Bekal Perjalanan Muslimin Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apakah keistimewaan kisah Nabi Yusuf? Kisah sebagai manu...

Kisah Nabi Yusuf, Bekal Perjalanan Muslimin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apakah keistimewaan kisah Nabi Yusuf? Kisah sebagai manusia biasa. Kisah Nabi Yusuf bekal perjalanan Rasulullah saw dan para Sahabatnya yang diceritakan saat di Mekah untuk menghibur, mencerahkan dan meneguhkan. Memahamkan akan seluruh liku-liku kehidupan, juga solusinya yang natural.

Makar persengkokolan untuk membunuh dan menghancurkan karakter Nabi Yusuf terjadi dua tahap. Saat bersama keluarganya dan di istana. Di Palestina, hidup dalam naungan cinta ayahnya. Namun saudaranya iri dan dengki. Terjadi persengkokolan untuk membunuhnya. Terakhir dimasukkan ke sumur. Di Mesir, di istana, para petinggi istana merekayasa perkara agar Nabi Yusuf bisa masuk penjara. Semua persengkokolan tersebut sukses besar tak ada yang bisa menghalanginya. Oligarki Kekuasaan menindas yang lemah.

Bukankah persengkokolan ini pun terjadi pada Rasulullah saw dan sahabatnya? Di Mekah menghadapi persengkokolan penguasa dan petinggi kafir Quraisy. Dari penyiksaan, pengusiran hingga pembunuhan. Di Madinah, menghadapi persengkokolan Yahudi, Musyrikin, dan Munafikin walaupun sudah dinetralisir dengan piagam Madinah. Rasulullah saw dan para Sahabat sudah paham peta perjalanan ini kisah Nabi Yusuf.

Nabi Yusuf dijauhkan dari orang yang mencintainya dan yang dicintainya. Dalam cinta, ada perlindungan dan kenyamanan. Namun hidup bukan untuk menikmati hal ini. Hidup yang menumbuhkan dan membangun karakter juga kesuksesan adalah yang mengarungi liku-liku dan samudera kehidupan. Agar kelak menjadi sosok yang tangguh danb piawai dalam mengarungi samudera kehidupan.

Nabi Yusuf dipisahkan dari ayahnya, Nabi Yakub. Nabi Yusuf dipisahkan dari adik yang dicintainya, Benyamin. Nabi Yusuf juga tak menyangka saudara yang dicintainya justru berupaya membunuhnya. Rasulullah saw dipisahkan dari ayah, ibu, kakek, dan putra-putri nya, kecuali Fatimah. Yang berusaha membunuhnya justru pamannya, Abu Jahal dan Abu Lahab. Sebab kisah Nabi Yusuf, jiwa Rasulullah saw tak terguncang jiwanya, sebab liku-liku perjalanan seorang Nabi memang seperti itu.

Di dalam sumur dan penjara. Nabi Yusuf terkukung dalam gelapnya sumur dan tembok penjara. Di Mekah, Rasulullah saw diblokade secara sosial pergaulan dan ekonomi. Di Madinah, Rasulullah saw dikepung dari semua penjuru, puncaknya  saat perang Khandaq. Kegelapan justru awal episode kehidupan baru yang tak terduga. Dari sumur ke istana. Dari penjara menjadi penasihat raja.

Allah menyiapkan bekal terlebih dahulu. Menyiapkan liku-liku di keluarga, kemudian liku-liku di istana. Persengkokolan jahat di keluarga baru persengkokolan istana. Musim panen dulu baru musim paceklik. Mengkisahkan Nabi Yusuf dulu, barulah Rasulullah saw menjalani liku-liku dakwahnya. Inilah rahmat dari Allah.

Kisah Nabi Yusuf, Kisah Perjalanan Manusia Biasa Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Yusuf bermimpi, 11 bintang, matahari dan bulan...

Kisah Nabi Yusuf, Kisah Perjalanan Manusia Biasa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Yusuf bermimpi, 11 bintang, matahari dan bulan bersujud padanya. Apa maknanya? Pesan Nabi Yakub, agar mimpi itu dirahasiakan. Apakah dengan mimpi ini, kelak Nabi Yusuf akan mendapatkan kekuatan dan kehendak luar biasa? Mendapatkan mukjizat luar biasa seperti Nabi Ibrahim yang tak bisa dibakar? Seperti Nabi Sulaiman yang bisa memerintahkan jin, hewan, awan dan angin? Seperti Nabi Musa yang bisa membelah lautan?

Kisah Nabi Yusuf diawali dari persengkokolan para saudaranya untuk membunuhnya. Alasannya, Ayah mereka, Nabi Yakub, dianggap terlalu sayang pada Nabi Yusuf. Padahal mereka adalah kelompok yang banyak dan kuat. Mereka tak paham, kasih sayang Nabi Yakub karena untuk menjaga keberlanjutan peran kenabian dari saudaranya Yusuf.

Rencana pembunuhan para saudaranya justru menjadi awal petualangan hidup yang sangat menarik. Menjadi pelajaran umat manusia sesudahnya. Menjadi pelajaran Rasulullah saw dan muslimin dalam menjalani kehidupannya. Rencana jahat terbaik apa pun tidak akan pernah mencapai tujuannya. Rencana jahat hanya menipu para perancangnya di awalnya saja. Setelah itu, kehancuran bagi para perancangnya.

Mengapa Nabi Yusuf tidak bisa terhindar dari rencana jahat? Mengapa Allah tak menggagalkan rencana jahat para saudaranya?   Allah memiliki rencana terbaik. Allah hanya merubah rencana pembunuhan menjadi dimasukkan ke dalam sumur. Adakah keluhan dari Nabi Yusuf? Apa hubungan mimpinya yang luar biasa dengan kegelapan di dalam sumur di tengah padang pasir?

Dalam kesulitan ada kemudahan. Itulah salah satu hukum kehidupan. Tiba-tiba saja ada yang menolong. Kafilah dagang mengambil air di sumur tersebut. Ternyata yang keluar seorang pemuda. Nabi Yusuf pun dijadikan budak. Dijual dengan harga murah. Sumur tempat yang terendah. Budak pun kelas terhina. Bagaimana dengan mimpinya? Yang menurut ayahnya merupakan mimpi yang luar biasa tentang takdirnya?

Masuk ke istana sebagai budak. Ujian kesenangan pun datang. Pemuda yang masih hijau berhadapan dengan para petinggi istana yang sudah terbiasa merekayasa kasus. Yang salah bisa menjadi benar. Yang benar di penjara dan difitnah. Yang salah dengan bangga membuktikan kebenaran dan kebersihannya dengan tangan-tangan oligarki hukum. Nabi Yusuf pun dimasukkan ke penjara.

Di penjara, Nabi Yusuf berdakwah dengan para tahanan. Menyadarkannya akan ketauhidan. Mendengarkan dan memberikan mereka untuk memberikan solusi. Hingga penghuni penjara mengetahui kemampuan ilmu Nabi Yusuf yang dapat menafsirkan mimpi. Di balik tirai besi, Allah mengajarkan ilmu yang sangat dibutuhkan di masa itu. Ilmu yang dibutuhkan oleh para penasihat dan pembisik raja.

Ilmu yang diajarkan Allah bertepatan dengan persoalan yang tengah dihadapi sang raja. Solusinya hanya ada pada Nabi Yusuf. Nabi Yusuf pun dikeluarkan dari penjara dan diminta menafsirkan mimpi sang raja. Allah hanya memberikan satu bekal pada Nabi Yusuf. Berupa kemampuan menafsirkan mimpi. Tak ada kemukjizatan yang mencengangkan. Namun itulah yang dibutuhkan.

Kisah Nabi Yusuf adalah kisah perjalanan manusia biasa. Tak ada yang mencengangkan dan luar biasa dalam perjalanan hidupnya. Hanya takwa, sabar dan selalu berbuat baik yang menjadi bekalnya. Saat menjadi penasihat raja pun, dia tetap membantu saudaranya yang telah berbuat jahat padanya. Inilah kekuatan yang luar biasa. Yang membuat bintang, bulan dan matahari bersujud padanya.

Mendengarkan Allah Berkisah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mendengarkan Allah berkisah, pernahkah? Allah lebih banyak berkisah dari...

Mendengarkan Allah Berkisah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Mendengarkan Allah berkisah, pernahkah? Allah lebih banyak berkisah daripada memerintahkan dan menyuruh. Allah lebih banyak berkisah daripada mengancam dan mengazab. Allah lebih banyak berkisah daripada memotivasi dan menyemangati. Dua pertiga firman-Nya, isinya kisah-kisah terbaik yang sangat berkesan.

Mengapa Allah lebih banyak berkisah? Allah "merendahkan Diri-Nya", padahal Dia Maha Mulia dan Agung. Allah mengajak manusia menjadi "sahabat-Nya", walaupun Dia adalah Dzat Yang Disembah. Allah mengetuk jiwa, nurani, akal dan hati manusia yang keras membatu dengan penuh kelembutan. Allah membuang jauh-jauh perintah dan larangan yang sering dianggap kaku dan keras oleh manusia.  Perintah dan larangan hanyalah upaya terakhir untuk menyadarkan dan mendidik manusia.

Saat Rasulullah saw sedih dan khawatir, Allah berkisah. Saat ditempa kesulitan dan persoalan, Allah berkisah. Saat menghadapi tantangan, halangan dan rintangan, Allah berkisah. Dalam ragam peristiwa, kondisi dan waktu tertentu, Allah menyapa Rasulullah saw dengan berkisah. Allah mengobati, menolong, membimbing dan memberikan petunjuk dengan berkisah pula.

Allah sangat paham kapan waktunya berkisah. Allah menceritakan satu kisah yang sama dengan fragmen yang berbeda-beda sesuai situasi yang dihadapi Rasulullah saw. Allah berkisah dengan kisah yang tepat sesuai yang dibutuhkan Rasulullah saw. Banyak kisah yang menyebar dibeberapa surat Al-Qur'an.

Satu kisah diceritakan karena ada sebabnya. Ada latar belakangnya. Jadi tak ada kisah yang sia-sia. Satu kisah untuk menyelesaikan sebuah hal yang khusus yang membutuhkan bimbingan dan solusi tepat serta mudah. Persoalan di bumi mendapatkan bimbingan dari langit berupa kisah.

Allah berkisah tentang masa lalu yang telah hilang dan dilupakan. Allah berkisah tentang masa depan yang manusia buta dan tidak bisa memprediksinya. Seluruh kisah tersebut dikaitkan dengan kondisi realita yang sedang dihadapi. Agar masa lalu dan masa depan menjadi cahaya petunjuk di era sekarang.

Dengan kisah, solusi hanya tinggal mencontoh saja. Dengan kisah, pemikiran dan perenungan menjadi sangat mendalam. Dengan kisah, ada hiburan, kebugaran dan imajinasi visual sehingga memudahkan pemahaman untuk pemecahan persoalan. Saatnya mendengarkan Allah berkisah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)