basmalah Pictures, Images and Photos
01/11/24 - Our Islamic Story

Choose your Language

Strategi Nabi Yusuf Mengarungi Liku-liku Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Yusuf dimasukkan ke Sumur kering di padang pa...

Strategi Nabi Yusuf Mengarungi Liku-liku Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Nabi Yusuf dimasukkan ke Sumur kering di padang pasir, bagaimana balasan  Nabi Yusuf kepada mereka?

Nabi Yusuf dijebloskan ke penjara karena fitnah, bagaimana balasan Nabi Yusuf saat berkuasa terhadap yang memfitnahnya?

Nabi Yusuf dijadikan budak, bagaimana balasan Nabi Yusuf kepada mereka yang telah menjadikannya budak?

Bagaimana sikap Nabi Yusuf kepada mereka yang telah mendengki dan merekayasa tipu daya kepadanya?

Akibat yang baik bagi yang bertakwa. Allah memperbaiki urusan mereka yang bertakwa. Inilah dasar mengarungi liku-liku kehidupan.

Manusia itu mudah khilaf dan terperosok. 3 pondasi mindset ini yang membentuk sikap Nabi Yusuf kepada mereka yang telah mendengkinya.

Dari kegelapan sumur menuju istana. Dari penjara menjadi penguasa. Allah mengangkat yang tertindas menjadi penguasa. Inilah hukum kehidupan.

Nabi Yusuf tidak tahu bagaimana keluar dari sumur. Bila keluar, apakah bisa hidup di tengah gurun tandus? Hanya tawakal dan doa yang menyelamatkan

Penjara itu penjagaan dan perlindungan Allah terhadap Nabi Yusuf. Bukan seperti hukuman yang ditimpakan pada pelaku kejahatan.

Di penjara mukjizat tafsir kejadian, peristiwa dan mimpi terasah kembali. Sebelumnya terpendam sebab rutinitas dan hiruk pikuk kehidupan.

Setiap kelebihan tertentu ada ujiannya. Keahlian tafsir mimpi didengki oleh saudaranya. Kegantengannya jadi pesona wanita.

Saat jadi penguasa, apakah bertindak adil kepada bangsa Mesir atau melebihkan saudaranya Bani Israil? Memaafkan yang telah menzaliminya?

Kisah Nabi Yusuf, seperti kisah manusia biasa, tak ada kemukijzatan super dahsyat seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.

Kisah Nabi Yusuf, tak ada kejadian penghancuran terhadap kafirin, tapi kemitraan dalam mewujudkan kemaslahatan manusia.

Nabi Yusuf menjalani kehidupan normal. Bekalnya, kelapangan dada, pengendalian nafsu, interpretasikan peristiwa masa depan ke masa kini

Hanya kisah Nabi Yusuf yang dituntaskan dalam satu surat saja. Kisah Nabi lainnya tersebar di berbagai surat. Tak ada kisah bersambung.

Tamsil Manajemen Era Kemakmuran, Krisis dan Konflik di Kisah Nabi Yusuf Oleh: Nasrulloh Baksolahar Angka 7 salah satu yang palin...

Tamsil Manajemen Era Kemakmuran, Krisis dan Konflik di Kisah Nabi Yusuf

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Angka 7 salah satu yang paling sering diulang dalam Al-Qur'an. Apa uniknya? Dalam kisah Nabi Yusuf, angka 7 menjadi kunci keluarnya Nabi Yusuf dari penjara. Ada apa dengan angka  7?

Tujuh sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh sapi betina yang kurus. Juga, 7 batang gandum yang hijau dengan 7 gandum yang kering. Apa maknanya?

Setelah panen berlimpah selama 7 tahun, akan tiba 7 tahun kemarau panjang, setelah itu akan datang musim hujan. Saat itulah buah anggur akan berlimpah. Dalam ilmu pertanian, keberhasilan petani baru terlihat setelah 7 kali panen.

Bagaimana menjaga hasil panen agar tahan lama? Di mimpi tersebut simpan gandum dengan batangnya. Mengapa tak membicarakan butiran biji gandum saja? Guntingan batang akan menumbuhkan cabang baru di pohon yang berpotensi menghasilkan buah yang lebih banyak.

Makan gandum beberapa bulir, lalu simpanlah. Pergunakan persediaan gandum di saat krisis, tetapi jangan dihabiskan karena di saat datang musim penghujan masih ada sisa gandum yang bisa ditanam. Era itulah anggur pun atau buah-buahan pun akan berlimpah. Rentetan kisah  gandum diakhiri dengan buah anggur.

Era memanen dan krisis akan sama rentang waktunya. Mengapa tidak lebih lama atau sedikit era krisis atau era memanen? Agar manusia mudah mengantisipasi? Mengapa era krisis diapit oleh dua kondisi yaitu era panen gandum dan buah-buahan?

Krisis itu sesuatu yang mudah untuk ditanggulangi, karena diawali panen yang melimpah. Hanya, bagaimana manajemen saat panen? Agar krisis tidak menciptakan kematian dan kehancuran?

Krisis akan menciptakan kondisi yang lebih menggairahkan dan memakmurkan dibandingkan dengan era panen, tinggal bagaimana manajemen krisis? Jangan makan seluruh biji gandum. Setelah krisis, gandum dan anggur akan berbarengan muncul.

Bagaimana pengelolaan sumber daya yang dimiliki mampu melewati era krisis yang panjang? Simpan gandum dengan batangnya, jangan hanya biji bulirnya saja.

Di era krisis, Nabi Yusuf mampu menyelesaikan persoalan pribadinya yang sangat mendasar yaitu bertemu dengan ayahnya Nabi Yakub, adiknya Benyamin dan menuntaskan perselisihan dengan saudara-saudara tertuanya. Pergunakan krisis untuk menuntaskan persoalan yang tidak dapat dipecahkan di era kemakmuran.

Nabi Yusuf memiliki sumber daya untuk menghadapi krisis. Saudara-saudaranya tidak siap. Hilangkan persoalan dengan sumber daya yang dimiliki, bukan dengan membalas dendam tetapi dengan membantu dan menolong. Karena sumber persoalan adalah ketergelinciran karena bisikan syetan bukan jati diri manusianya.

Liku-liku Titik Kritis Kehidupan Nabi Yusuf Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Yakub sudah paham akan kemukijzatan Nabi Yusuf. Namu...

Liku-liku Titik Kritis Kehidupan Nabi Yusuf

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Yakub sudah paham akan kemukijzatan Nabi Yusuf. Namun mengapa perjalanan Nabi Yusuf penuh liku-likunya? Dimana kemukijzatannya? Mukjizat butuh momentum, itulah penyebab mengapa harus berjihad mengarungi hidup.

Ada 5 titik kritis di kehidupan Nabi Yusuf. Saat dimasukkan ke sumur di padang pasir. Anak keturunan Nabi jadikan budak. Digoda di tempat yang terkunci. Di penjara sebab fitnah. Mengelola kekuasaan.

Penjara bukanlah yang sulit dalam hidupnya. Sebab saat kecil sudah disiapkan Allah berupa diceburkan dirinya ke sumur di padang pasir. Fitnah yang membawanya ke penjara tak membuatnya sakit hati, karena perjalanannya menjadi budak pun karena kedengkian dari saudara-saudaranya.

Menyelesaikan rutinitas sebagai pejabat di Mesir merupakan sesuatu yang tak asing lagi, karena sejak kecil sudah bergaul erat dengan para pejabat Mesir dalam menghadapi hiruk pikuk persoalan negara dan intrik-intrik politiknya.

Ada 3 hal yang jarang bisa melakukan banyak orang. Yaitu,  mendesain dan membaca masa depan dari isyarat fenomena yang sederhana. Ujian yang hawa nafsunya sedang mencapai puncaknya. Menyayangi saat berkuasa padahal memiliki kekuatan untuk pembalasan dendam.

Kemukijzatan Nabi Yusuf ada pada pengelolaan dirinya dan mendesain masa depan dari pemahamannya atas fenomena yang sederhana. Tak ada keluarbiasaan seperti yang di alami nenek moyangnya yaitu Nabi Ibrahim. Tak ada keluarbiasaan seperti generasi berikutnya yaitu Nabi Musa, Nabi Yusya, Nabi Dawud, Sulaiman dan Isa.

Perjalanan Nabi Yusuf, dibenci saudara-saudaranya, dimasukkan ke sumur, menjadi budak, difitnah hingga masuk penjara. Lalu ada momentum yang semua orang tak bisa memecahkan persoalan bangsa. Hanya Nabi Yusuf yang bisa memecahkan persoalannya.

Bagaimana Nabi Yusuf mengelola kekuasaannya? Padahal tak ada kisah dia belajar menuntut ilmu pada seseorang seperti Nabi Musa. Apakah liku-liku hidupnya dapat merekayasa keilmuan secara mandiri dan otomatis?

Kemukijzatan Nabi Yusuf justru mulai terlihat saat di penjara. Bagaimana suasana penjaranya Nabi Yusuf? Apa yang dilakukan Nabi Yusuf, sehingga kemukijzatannya muncul? Bagaimana manajemen jiwanya saat di penjara?

Kegantengannya tak berarti, sebab menjerumuskannya pada kerumitan hidup yang dapat menenggelamkannya pada hawa nafsu. Kegantengannya justru dapat menjadi penyebab ketergelinciran.

Nabi Yusuf sukses menghancurkan ego dirinya. Seorang cicit bapak para Nabi tak pernah berkata, "Mengapa keturunan yang termulia menjalani kehidupan yang penuh liku-liku hingga menjadi budak?" Bukankah ini seperti bumi dan langit?

Nabi Yusuf dapat menyelesaikan persoalan krisis negara yang rumit hanya dengan mekanisme yang sangat sederhana yang biasa dilakukan oleh seorang petani biasa. Itulah kecemerlangan dan kejeniusan.

Kisah Nabi Yusuf, Bekal Perjalanan Muslimin Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apakah keistimewaan kisah Nabi Yusuf? Kisah sebagai manu...

Kisah Nabi Yusuf, Bekal Perjalanan Muslimin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apakah keistimewaan kisah Nabi Yusuf? Kisah sebagai manusia biasa. Kisah Nabi Yusuf bekal perjalanan Rasulullah saw dan para Sahabatnya yang diceritakan saat di Mekah untuk menghibur, mencerahkan dan meneguhkan. Memahamkan akan seluruh liku-liku kehidupan, juga solusinya yang natural.

Makar persengkokolan untuk membunuh dan menghancurkan karakter Nabi Yusuf terjadi dua tahap. Saat bersama keluarganya dan di istana. Di Palestina, hidup dalam naungan cinta ayahnya. Namun saudaranya iri dan dengki. Terjadi persengkokolan untuk membunuhnya. Terakhir dimasukkan ke sumur. Di Mesir, di istana, para petinggi istana merekayasa perkara agar Nabi Yusuf bisa masuk penjara. Semua persengkokolan tersebut sukses besar tak ada yang bisa menghalanginya. Oligarki Kekuasaan menindas yang lemah.

Bukankah persengkokolan ini pun terjadi pada Rasulullah saw dan sahabatnya? Di Mekah menghadapi persengkokolan penguasa dan petinggi kafir Quraisy. Dari penyiksaan, pengusiran hingga pembunuhan. Di Madinah, menghadapi persengkokolan Yahudi, Musyrikin, dan Munafikin walaupun sudah dinetralisir dengan piagam Madinah. Rasulullah saw dan para Sahabat sudah paham peta perjalanan ini kisah Nabi Yusuf.

Nabi Yusuf dijauhkan dari orang yang mencintainya dan yang dicintainya. Dalam cinta, ada perlindungan dan kenyamanan. Namun hidup bukan untuk menikmati hal ini. Hidup yang menumbuhkan dan membangun karakter juga kesuksesan adalah yang mengarungi liku-liku dan samudera kehidupan. Agar kelak menjadi sosok yang tangguh danb piawai dalam mengarungi samudera kehidupan.

Nabi Yusuf dipisahkan dari ayahnya, Nabi Yakub. Nabi Yusuf dipisahkan dari adik yang dicintainya, Benyamin. Nabi Yusuf juga tak menyangka saudara yang dicintainya justru berupaya membunuhnya. Rasulullah saw dipisahkan dari ayah, ibu, kakek, dan putra-putri nya, kecuali Fatimah. Yang berusaha membunuhnya justru pamannya, Abu Jahal dan Abu Lahab. Sebab kisah Nabi Yusuf, jiwa Rasulullah saw tak terguncang jiwanya, sebab liku-liku perjalanan seorang Nabi memang seperti itu.

Di dalam sumur dan penjara. Nabi Yusuf terkukung dalam gelapnya sumur dan tembok penjara. Di Mekah, Rasulullah saw diblokade secara sosial pergaulan dan ekonomi. Di Madinah, Rasulullah saw dikepung dari semua penjuru, puncaknya  saat perang Khandaq. Kegelapan justru awal episode kehidupan baru yang tak terduga. Dari sumur ke istana. Dari penjara menjadi penasihat raja.

Allah menyiapkan bekal terlebih dahulu. Menyiapkan liku-liku di keluarga, kemudian liku-liku di istana. Persengkokolan jahat di keluarga baru persengkokolan istana. Musim panen dulu baru musim paceklik. Mengkisahkan Nabi Yusuf dulu, barulah Rasulullah saw menjalani liku-liku dakwahnya. Inilah rahmat dari Allah.

Kisah Nabi Yusuf, Kisah Perjalanan Manusia Biasa Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Yusuf bermimpi, 11 bintang, matahari dan bulan...

Kisah Nabi Yusuf, Kisah Perjalanan Manusia Biasa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Yusuf bermimpi, 11 bintang, matahari dan bulan bersujud padanya. Apa maknanya? Pesan Nabi Yakub, agar mimpi itu dirahasiakan. Apakah dengan mimpi ini, kelak Nabi Yusuf akan mendapatkan kekuatan dan kehendak luar biasa? Mendapatkan mukjizat luar biasa seperti Nabi Ibrahim yang tak bisa dibakar? Seperti Nabi Sulaiman yang bisa memerintahkan jin, hewan, awan dan angin? Seperti Nabi Musa yang bisa membelah lautan?

Kisah Nabi Yusuf diawali dari persengkokolan para saudaranya untuk membunuhnya. Alasannya, Ayah mereka, Nabi Yakub, dianggap terlalu sayang pada Nabi Yusuf. Padahal mereka adalah kelompok yang banyak dan kuat. Mereka tak paham, kasih sayang Nabi Yakub karena untuk menjaga keberlanjutan peran kenabian dari saudaranya Yusuf.

Rencana pembunuhan para saudaranya justru menjadi awal petualangan hidup yang sangat menarik. Menjadi pelajaran umat manusia sesudahnya. Menjadi pelajaran Rasulullah saw dan muslimin dalam menjalani kehidupannya. Rencana jahat terbaik apa pun tidak akan pernah mencapai tujuannya. Rencana jahat hanya menipu para perancangnya di awalnya saja. Setelah itu, kehancuran bagi para perancangnya.

Mengapa Nabi Yusuf tidak bisa terhindar dari rencana jahat? Mengapa Allah tak menggagalkan rencana jahat para saudaranya?   Allah memiliki rencana terbaik. Allah hanya merubah rencana pembunuhan menjadi dimasukkan ke dalam sumur. Adakah keluhan dari Nabi Yusuf? Apa hubungan mimpinya yang luar biasa dengan kegelapan di dalam sumur di tengah padang pasir?

Dalam kesulitan ada kemudahan. Itulah salah satu hukum kehidupan. Tiba-tiba saja ada yang menolong. Kafilah dagang mengambil air di sumur tersebut. Ternyata yang keluar seorang pemuda. Nabi Yusuf pun dijadikan budak. Dijual dengan harga murah. Sumur tempat yang terendah. Budak pun kelas terhina. Bagaimana dengan mimpinya? Yang menurut ayahnya merupakan mimpi yang luar biasa tentang takdirnya?

Masuk ke istana sebagai budak. Ujian kesenangan pun datang. Pemuda yang masih hijau berhadapan dengan para petinggi istana yang sudah terbiasa merekayasa kasus. Yang salah bisa menjadi benar. Yang benar di penjara dan difitnah. Yang salah dengan bangga membuktikan kebenaran dan kebersihannya dengan tangan-tangan oligarki hukum. Nabi Yusuf pun dimasukkan ke penjara.

Di penjara, Nabi Yusuf berdakwah dengan para tahanan. Menyadarkannya akan ketauhidan. Mendengarkan dan memberikan mereka untuk memberikan solusi. Hingga penghuni penjara mengetahui kemampuan ilmu Nabi Yusuf yang dapat menafsirkan mimpi. Di balik tirai besi, Allah mengajarkan ilmu yang sangat dibutuhkan di masa itu. Ilmu yang dibutuhkan oleh para penasihat dan pembisik raja.

Ilmu yang diajarkan Allah bertepatan dengan persoalan yang tengah dihadapi sang raja. Solusinya hanya ada pada Nabi Yusuf. Nabi Yusuf pun dikeluarkan dari penjara dan diminta menafsirkan mimpi sang raja. Allah hanya memberikan satu bekal pada Nabi Yusuf. Berupa kemampuan menafsirkan mimpi. Tak ada kemukjizatan yang mencengangkan. Namun itulah yang dibutuhkan.

Kisah Nabi Yusuf adalah kisah perjalanan manusia biasa. Tak ada yang mencengangkan dan luar biasa dalam perjalanan hidupnya. Hanya takwa, sabar dan selalu berbuat baik yang menjadi bekalnya. Saat menjadi penasihat raja pun, dia tetap membantu saudaranya yang telah berbuat jahat padanya. Inilah kekuatan yang luar biasa. Yang membuat bintang, bulan dan matahari bersujud padanya.

Mendengarkan Allah Berkisah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mendengarkan Allah berkisah, pernahkah? Allah lebih banyak berkisah dari...

Mendengarkan Allah Berkisah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Mendengarkan Allah berkisah, pernahkah? Allah lebih banyak berkisah daripada memerintahkan dan menyuruh. Allah lebih banyak berkisah daripada mengancam dan mengazab. Allah lebih banyak berkisah daripada memotivasi dan menyemangati. Dua pertiga firman-Nya, isinya kisah-kisah terbaik yang sangat berkesan.

Mengapa Allah lebih banyak berkisah? Allah "merendahkan Diri-Nya", padahal Dia Maha Mulia dan Agung. Allah mengajak manusia menjadi "sahabat-Nya", walaupun Dia adalah Dzat Yang Disembah. Allah mengetuk jiwa, nurani, akal dan hati manusia yang keras membatu dengan penuh kelembutan. Allah membuang jauh-jauh perintah dan larangan yang sering dianggap kaku dan keras oleh manusia.  Perintah dan larangan hanyalah upaya terakhir untuk menyadarkan dan mendidik manusia.

Saat Rasulullah saw sedih dan khawatir, Allah berkisah. Saat ditempa kesulitan dan persoalan, Allah berkisah. Saat menghadapi tantangan, halangan dan rintangan, Allah berkisah. Dalam ragam peristiwa, kondisi dan waktu tertentu, Allah menyapa Rasulullah saw dengan berkisah. Allah mengobati, menolong, membimbing dan memberikan petunjuk dengan berkisah pula.

Allah sangat paham kapan waktunya berkisah. Allah menceritakan satu kisah yang sama dengan fragmen yang berbeda-beda sesuai situasi yang dihadapi Rasulullah saw. Allah berkisah dengan kisah yang tepat sesuai yang dibutuhkan Rasulullah saw. Banyak kisah yang menyebar dibeberapa surat Al-Qur'an.

Satu kisah diceritakan karena ada sebabnya. Ada latar belakangnya. Jadi tak ada kisah yang sia-sia. Satu kisah untuk menyelesaikan sebuah hal yang khusus yang membutuhkan bimbingan dan solusi tepat serta mudah. Persoalan di bumi mendapatkan bimbingan dari langit berupa kisah.

Allah berkisah tentang masa lalu yang telah hilang dan dilupakan. Allah berkisah tentang masa depan yang manusia buta dan tidak bisa memprediksinya. Seluruh kisah tersebut dikaitkan dengan kondisi realita yang sedang dihadapi. Agar masa lalu dan masa depan menjadi cahaya petunjuk di era sekarang.

Dengan kisah, solusi hanya tinggal mencontoh saja. Dengan kisah, pemikiran dan perenungan menjadi sangat mendalam. Dengan kisah, ada hiburan, kebugaran dan imajinasi visual sehingga memudahkan pemahaman untuk pemecahan persoalan. Saatnya mendengarkan Allah berkisah.

Membawa Medan Pertempuran Gaza ke Platform Media Sosial  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Memenangkan pertempuran tidak saja soal per...

Membawa Medan Pertempuran Gaza ke Platform Media Sosial 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Memenangkan pertempuran tidak saja soal pertempuran di medan perang tetapi juga pertempuran psikologis dan informasi. Perlawanan rakyat Palestina, khususnya Hamas, sangat serius "memindahkan" medan pertempuran fisik ke medan pertempuran di media sosial. Setiap pertempuran fisik diabadikan melalui video lalu disebarkan ke sejumlah platform media sosial. Kualitasnya melebihi karya filem perang Hollywood.

Kebenaran akan mengalahkan kebohongan. Fakta akan menghancurleburkan klaim-klaim, walaupun yang mengucapkannya seorang perdana mentri, panglima perang dan badan intelejen. Sekarang sebuah era yang segala sesuatunya mudah divalidasi dan diverifikasi oleh setiap orang. Berapa banyak klaim dan kebohongan penjajah Israel dengan cepat terbongkar? Tak harus menunggu para investigator professional. Tak harus menunggu  bertahun-tahun untuk mengungkapkannya.

Penguasa penjajah Israel mengklaim bahwa serangan darat ke Gaza sudah mencapai titik akhir. Hamas menyerah. Namun perlawanan rakyat Palestina, terutama Hamas, menjawabnya dengan mengirimkan video kehancuran infrakstruktur militer darat dan jasad-jasad tentara penjajah Israel yang bergelimpangan di jalan dan gedung. Akhirnya, penjajah Israel mengakui banyak kematian para perwiranya. Dari 400 yang diumumkan tewas, 100-nya merupakan para perwiranya. Adakah korban militer separah ini?

Video kehancuran infrakstruktur militer darat dan tewasnya tentara penjajah Israel tidak saja tersebar melalui ragam platform media sosial tetapi merambah media resmi yang tervalidasi kebenaran beritanya. Perhatikan berapa juta yang menonton dan menshare video perlawanan rakyat Palestina di media sosial? Sekarang di setiap berita Gaza di sejumlah media resmi pemberitaan selalu disisipi video-video tersebut. Masyarakat dunia "terkepung" oleh informasi yang tervalidasi dari gerakan perlawanan rakyat Palestina.

Jurnalis yang meliput di Gaza, juga memiliki mental pencari fakta, mental keberanian dan pengorbanan yang tak terkira. Walaupun kematian para Jurnalis mulai merangkak menuju 100 orang. Walaupun keluarga Jurnalis menjadi sasaran pembantaian penjajah Israel, mereka tetap bertahan di Gaza. Yang luka lalu sembuh pun, tetap ingin kembali meliput perlawanan rakyat Palestina. Goresan pena dan ucapan mereka mengungkap fakta yang kemudian disebarkan melalui platform media sosial dan media resmi pemberitaan. Penjajah Israel terkepung oleh pemberitaan praktek genosida dan kejahatan perangnya dari para jurnalis dan video kehancuran infrakstruktur militer yang dibuat oleh gerakan perlawanan rakyat Palestina. Apa akibatnya?

Hasil survei Alvara Research Center, golongan muda yang terdiri dari generasi milenial (kelahiran 1980-1994) dan Z (kelahiran 1995-2000-an), 34% respondennya ketagihan internet dengan menghabiskan waktunya selama 7 jam sehari. Hasil survei CSIS pada 2023, 59% golongan muda menjadikan media sosial sebagai sumber informasi. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh McKinsey (2018), generasi Z merupakan generasi yang menikmati kemandirian dalam proses belajar dan informasi. Mereka senang untuk memegang kendali akan keputusan yang mereka pilih. Mereka pun tidak menelan bulat-bulat informasi yang berseliweran di media sosial. Apa pengaruh prilaku ini, saat gerakan perlawanan rakyat Palestina berhasil membawa medan pertempuran nyata ke platform media sosial?

Sebuah survei terbaru menemukan lebih dari separuh anak muda, 51%-nya, di Amerika Serikat usia 18 tahun – 24 tahun, meyakini krisis saat ini di Gaza harus diselesaikan dengan menghapus negara Israel dan mengembalikan wilayah itu ke Hamas serta warga Palestina. Jajak pendapat ini dilakukan Harvard-Harris yang dipublikasi pada Jumat, 15 Desember 2023. Padahal mereka hidup, dimana dunia yang dikomandoi oleh Amerika, telah memasukkan gerakan perlawanan rakyat Palestina sebagai tindakan teroris oleh undang-undang mereka sendiri.

Data dari Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED) yang meliput demonstrasi antara 7 dan 27 Oktober, mencatat ada 3.761 aksi demo pasca serangan ini di seluruh dunia. Sekitar 95% aksi berjalan damai, namun sekitar 5% berubah menjadi kekerasan atau dibubarkan oleh polisi atau badan keamanan lainnya. Mayoritas demonstrasi, sekitar 86%, bersifat pro-Palestina, sementara sebagian kecil lainnya bersifat netral, menyerukan perdamaian dan gencatan senjata tanpa mengambil sikap pro-Israel atau pro-Palestina secara eksplisit," ujar lembaga itu dikutip Reuters, Selasa (14/11/2023).

Mayoritas pemuda berusia 18-24 tahun di Inggris pun berpihak kepada Palestina dalam situasi yang sedang berlangsung, menurut hasil jajak pendapat YouGov pada Senin (16/10/2023). Dari 2.574 orang dewasa yang disurvei dengan pertanyaan “Pihak mana dalam konflik Israel-Palestina yang lebih Anda dukung?”, 39 persen pemuda berusia 18-24 tahun mengatakan bahwa mereka bersimpati pada pihak Palestina, sementara 11 persen mengatakan bahwa mereka bersimpati pada “Israel”. Padahal Ingris dan Eropa, telah memasukkan gerakan perlawanan rakyat Palestina sebagai kelompok teroris dan wilayah yang negara-negara belum mengakui Palestina sebagai negara.

Bagaimana masa depan penjajah Israel dari beragam survei, riset dan kajian di kalangan generasi Z? Suara kehancuran penjajah Israel terus menggema. Dukungan terhadap rakyat Palestina terus membahana. Platform media sosial telah mengubah dan mengobrak abriknya dari warisan kepungan informasi kebohongan yang direkayasa raksasa media pemberitaan oleh generasi pendahulunya yang bermaksud membenarkan penjajahan Zionis Israel di tanah Palestina. Kehancuran penjajah Israel itu pasti.

Dalam 9 Tahun, Penyintas Kemiskinan Ekstrem Bisa Mendanai  Perang Melawan Romawi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kemiskinan ekstrem, ...

Dalam 9 Tahun, Penyintas Kemiskinan Ekstrem Bisa Mendanai  Perang Melawan Romawi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Kemiskinan ekstrem, salah satu tantangan Indonesia. Dengan tolak ukur kemampuan daya beli yang dikeluarkan Bank Dunia sebesar US$1,9 atau Rp29.461 per hari, maka pada Maret 2023 yang hidup pada kemiskinan ekstrem mencapai 3,1 juta. Namun bila mengacu pada ukuran sebelumnya, US$3 atau Rp46 ribu per hari, maka 40% warga miskin ekstrem di Indonesia membengkak menjadi 40%. Bagaimana menuntaskannya? Padahal penanggulangan kemiskinan sudah dimulai sejak kemerdekaan dan sudah terjadi pergantian kekuasaan yang panjang.

Saat Allah memerintahkan hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin meninggalkan kekayaan di Mekah. Kekayaan mereka dirampas. Perbekalannya habis selama perjalanan. Muhajirin tak memiliki apa-apa lagi.

Tiba di Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Dari persaudaraan ini, ada kaum Anshar dengan sukarela memberikan kelebihan hartanya. Ada yang menyerahkan pohon kurma dan lahan pertanian mereka untuk digarap oleh Muhajirin dengan sistem bagi hasil. Bahkan, ada yang memberikan harta mereka tanpa syarat.

Seorang Anshar berkata kepada Rasulullah saw, "Apabila Anda menghendaki, ambillah rumah-rumah kami!" Namun Rasulullah saw menolaknya dengan halus. Rasulullah saw justru membangun rumah untuk para Sahabatnya di tanah-tanah hibah kaum Anshar dan di lahan-lahan yang tak bertuan.

Beberapa orang Anshar berkata kepada beliau, "Bagilah hasil kurma kami dengan mereka (Muhajirin)." Beliau menjawab, "Jangan! Cukuplah kalian membantu mereka dengan mengikutsertakan mereka dalam merawat pohon-pohon itu, lalu membagi dua hasilnya."

Beberapa orang Anshar berkata, "Kami akan membagi rata harta  kami dengan mereka." Rasulullah saw menjawab, "Mereka adalah kaum yang tidak mengenal pekerjaan kalian (bertani), jadi berikan mereka tanggung jawab yang lain dan bagi hasil kalian dengan mereka."

Kisah Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Rabi. Saad berkata kepada Abdurrahman bin Auf, "Aku adalah orang Anshar terkaya. Aku akan membagikan setengah dari hartaku kepadamu." Namun Abdurrahman bin Auf menjawab, "Aku tidak membutuhkan semua itu. Tunjukkan saja kepadaku di mana aku dapat berdagang." Saad pun menunjukkan kepadanya pasar Bani Qainuqa."

Maka, Abdurrahman bin Auf pun pergi ke pasar dan kembali dengan membawa keuntungan berupa keju dan minyak samin. Kemudian, sejak itu ia terus berdagang di pasar hingga bisa mandiri dan hidupnya tidak lagi tergantung kepada saudaranya.

Pola kerjasama ini terus berlangsung, hingga pada tahun ke-5 Hijriyah, Rasulullah saw mengembalikan semua kebun kurma pemberian kaum Anshar setelah Bani Quraizah ditaklukkan. Pada tahun ke-7 Hijriyah, setelah perang  Khaibar, seluruh kaum Muhajirin tidak bergantung lagi kepada kaum Anshar. Pada tahun ke-9 Hijriyah, kaum Muhajirin membiayai perang Tabuk, sebuah pertempuran melawan Romawi di Syam. 

Memahami Konsep Matematika dari Kisah di Al-Qur'an dalam Memetakan Solusi  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Di akhirat kelak, terj...

Memahami Konsep Matematika dari Kisah di Al-Qur'an dalam Memetakan Solusi 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Di akhirat kelak, terjadi perdebatan tentang lamanya hidup di bumi, ada yang menjawab sehari, setengah hari, waktu siang saja bahkan sekedar pertemuan sesaat saja. Bagaimana memvalidasi kebenarannya? "Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung". (QS, al-Muminun:113). Jadi cara untuk menyelesaikan sebuah persoalan adalah dengan bertanya kepada yang memiliki kemampuan untuk berhitung.

Secara umum, apakah kedepannya pelajar di Indonesia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalannya? Hasil pengukuran literasi matematika pada 2022 yang diumumkan pada 3 Desember 2023 oleh Program for International Student Assesment (PISA) untuk siswa yang berusia 15 tahun di Indonesia menunjukkan bahwa skor literasinya di bawah rata-rata. Pelajar Indonesia hanya mencapai skor 365, sementara negara-negara yang mengikuti program tersebut memiliki nilai rata-rata 472.

Yang mengenaskan, jumlah siswa yang tidak mencapai level 2, yakni level minimum untuk bisa berhasil hidup di abad ke-21 mencapai 82%. Pada negara-negara lain hanya 29%. Artinya, akan ada lebih dari empat per lima pelajar Indonesia yang akan gagal hidupnya di abad 21. Padahal level 2 itu, berarti siswa mampu menyelesaikan masalah matematika yang sederhana dan dapat menerapkan pengetahuan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dimana, seluruh informasi yang dibutuhkan semuanya tersedia eksplisit di soal. Bagaimana keterkaitan matematika dengan pemecahan persoalan?

Memahami matematika, berarti memahami pola, model, atau rumusan. Semuanya yang terjadi di alam semesta memiliki pola tertentu, ukuran tertentu dan tanda-tanda tertentu, yang teratur, tetap dan tidak pernah berubah sepanjang zaman. Artinya, tidak ada yang rumit, acak, dan benang kusut. Semuanya bisa dikelompokkan dan dipisahkan ke dalam bagian tertentu sehingga menjadi sederhana.

Teori Archimedes dan Realativitas merupakan hasil pemahaman terhadap fenomena dan gejala di alam semesta yang dipahami oleh akal lalu disederhanakan menjadi  model matematika. Teori permintaan dan penawaran dalam teori mikro ekonomi, merupakan hasil pemahaman atas respon yang terjadi di masyarakat bila terjadi perubahan kondisi penawaran dan permintaan.

Dengan memahami pola yang teratur dan tetap, maka akan bisa memahami karakter dan sifat yang berulang, sehingga bisa memprediksi dan merencanakan sesuatu agar bisa terwujud. Atau, memiliki kemampuan antisipasi dan tindakan preventif sebelum terjadi. Jadi yang dipelajari dari matematika, bukan kemampuan menghitungnya saja tetapi memahami bahwa semua yang terjadi di alam semesta memiliki pola sehingga bisa disederhanakan dan tidak ada keruwetan.

Tambah, bagi, kurang dan kali adalah operasi matematika. Mengenal angka-angka adalah cara mengenalkan matematika. Mengkonversi gejala dan peristiwa yang terpola menjadi sebuah yang bisa didefinisikan ke dalam simbol tertentu yang dipahami, merupakan cara mengenalkan matematika.

Bagaimana cara termudah mengenalkan matematika, yang tidak membosankan? Pelajarilah kisah para nabi dan rasul di dalam Al-Qur'an. Dalam kisah para nabi dan rasul terdapat pengenalan angka juga operasi matematika yang cukup membuat penasaran.

Mengapa Allah menjelaskan dakwah Nabi Nuh 1.000 tahun kurang 50 tahun. Tidak langsung 950 tahun saja?

Mengapa Allah menjelaskan tidurnya Ashabul Kahfi, 300 tahun tambah 9 tahun. Mengapa tidak langsung 309 tahun saja?

Pahala dari Allah dijelaskan dengan satu biji, tumbuh 7 tangkai, satu tangkai 100 biji? Mengapa tidak langsung 700 biji? Inilah operasi perkalian. Mengapa Allah menjelaskan pahala dimulai dari angka satu? Lalu ke 7, lalu ke 100? Mengapa bukan angka lain?

Mengapa Allah mengkaitkan angka 7 dengan lapisan bumi dan langit?

Mengapa Allah menyebutkan satu hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun di dunia? Ini perbandingan dua dimensi waktu. Mengapa yang dibandingkan waktu?

Mengapa angka 6 dikaitkan dengan lamanya penciptaan langit dan bumi?

Jumlah Ashabul Kahfi, 3 orang, ke-4nya anjing. 5 orang, ke-6nya anjing. 7 orang, ke-8nya anjing.

Mengapa angka dua sering dikaitan dengan kisah-kisah yang berkaitan dengan kebun? Dan datang kepada Allah dengan berdua-dua atau sendiri.

Dalam pernikahan, mengapa dimulai dari angka 4, 3, 2, 1? Semua deret angka yang semakin kecil.

Allah menyebutkan bilangan tak terhingga tanpa batas, saat berbicara pahala, rahmat dan rezeki-Nya.

Angka 19 disebutkan sebagai jumlah  penjaga di neraka Saqar. Untuk menguji orang-orang kafir.

Mengapa Rasulullah saw menyebutkan Asmaulhusna dengan kalimat 100 di kurang 1? Mengapa tidak langsung ke 99?

Mengapa dalam Al-Qur'an dan Hadist  tidak ada angka 9 yang berdiri sendiri? Yang ada angka 19 atau 99? 9 adalah akhir dari angka.

Angka pecahan dijelaskan Al-Qur'an dalam warisan, setengah (1/2), seperempat (1/4), seperdelapan (1/8), dua per tiga (2/3), sepertiga (1/3), dan seperenam (1/6).

Operasi pembagian matematika dijelaskan saat Allah mendistribusikan karunia-Nya kepada manusia.

Angka nol (0) dan 1 (satu) secara  beriringan disebutkan, yang disebut sebagai bilangan biner pun,  asalnya dari kalimat Tauhid. Apa maknanya?

Ternyata konsep dasar matematika pun sudah diajarkan Allah melalui kisah-kisah di dalam Al-Qur'an. Tujuannya agar persoalan hidup bisa disederhanakan sehingga mendapatkan solusinya. Bukankah kisah di Al-Qur'an merupakan bank data persoalan dan solusi kehidupan?

Peluang Profesi Petani di Akhir Zaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar Fakta, dari 30 juta petani di Indonesia, hanya 2,5 juta yang da...


Peluang Profesi Petani di Akhir Zaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Fakta, dari 30 juta petani di Indonesia, hanya 2,5 juta yang dari kalangan milenial. Ini sangat mengkhawatirkan, Indonesia menghadapi ancaman terputusnya regenerasi petani. Di sejumlah daerah, 80 persen petaninya berusia 50 tahun ke atas. Pertanian dianggap tidak menjanjikan untuk masa depan. Apakah seperti itu?

Persoalan dunia adalah soal pangan. Setiap hari manusia lahir, mengapa yang terjun menjadi petani justru berkurang? Siapakah yang akan memberi makan? Akibatnya, harga pangan terus naik. Di masa lalu, pernah ada kondisi, satu kilo gandum, ditukar dengan satu kilo emas.

Saat terjadi krisis ekonomi 1998. Sektor apa yang menyelamatkan? Saat pandemi Covid-19, sektor apa yang menyelamatkan? Sekali lagi sektor pertanian. Sabda Rasulullah saw, bila esok kiamat atau terjadi tragedi kehancuran, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah menanam pohon. Pertanian adalah penyelamat dari kehancuran.

Gambaran surga itu penuh dengan taman, kebun dan air yang mengalir. Profesi apa yang bergelut dengan semua ini? Gambaran hari Kiamat digambarkan dengan tanah mati yang disiram dengan air hujan, lalu muncul tanaman hijau dan buah-buahan. Gambaran kenikmatan dunia, digambarkan dengan pertanian. Tumbuh, panen, lalu mati. Pertanian bukan sekedar pencarian nafkah, tetapi memuat perumpamaan yang esensial akan iman, Hari Kebangkitan dan kehidupan dunia.

Bertani itu bersedekah kepada alam semesta. Dari daunnya mengeluarkan oksigen. Dari akarnya menahan air. Dari ranting-rantingnya mengeluarkan buah. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Margin keuntungan pertanian itu paling besar. Juga berkesinambungan. Satu biji yang tumbuh, akan menghasilkan buah yang tak terhitung selama umur pohon tersebut. Oleh karena itulah, kisah orang kaya di Al-Qur'an digambarkan dengan para pemilik kebun. Kemakmuran kaum Saba dikisahkan dengan sebuah kota yang berada di sebuah lembah dengan sisi kanan dan kirinya dipenuhi dengan kebun.

Pengelolaan kebun dalam Al-Qur'an yang membuat pemilik kebun kaya karena terdiri dari ragam tanaman. Sisi pinggirnya pohon kurma. Di tengahnya pohon anggur. Pohon kurma berbuah sepanjang masa dalam jangka waktu yang lama setelah melewati umur tertentu. Pohon anggur lebih cepat berbuah namun tidak selama pohon kurma. Kombinasi ragam pepohonan merupakan pengelolaan ragam penghasilan dan keuangan agar tidak pernah berhenti setiap saat.

Menyuburkan tanah amatlah mudah. Al-Qur'an hanya berkisah tentang air hujan saja untuk menumbuhkan pohon dan menghasilkan buah. Pengelolaan tanahnya hanya bagaimana air hujan meresap maksimal ke dalam tanah? Bagaimana agar air mengalir? Bagaimana ekosistem hewan tanah hidup nyaman? Sumber kesuburan tanah berasal dari langit dan  udara, tanah hanya tinggal menampungnya saja. Pengelolaan sampah baik membuat tanah subur sendiri.

Dunia semakin terbuka dan terhubung. Dalam kondisi seperti ini, yang menjadi raja adalah mereka yang menggenggam industri hulu. Industri hulu itu salah satunya ada pertanian. Kelak petani akan terhubung langsung dengan konsumen akhir. Bila ini tercipta, margin keuntungan petani akan semakin membesar. Oleh sebab itu, HM Sampoerna berani melepaskan industri rokoknya untuk beralih ke perkebunan. Bill Gates merambah industri pertanian menjadi pemain terbesar di Amerika.

Perang Ukraina memberikan gambaran betapa pentingnya industri pertanian. Ukraina bergolak  harga pangan bergolak. Suplai chain pangan dunia terganggu. Hingga Turki turun tangan menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina agar perang tidak menganggu suplai chain pangan dunia.

Rasulullah saw berhijrah ke Madinah untuk mengokohkan pondasi dakwah di bidang ketahanan pangan. Madinah adalah kota pertanian. Keahlian utama penduduknya adalah pertanian. Di setiap selesai pertempuran Rasulullah saw salah satu yang menjadi keputusan terpenting adalah bagaimana mengelola tanah hasil rampasan perang agar menjadi industri pertanian yang kokoh dan berkesinambungan.

Jibril Selalu Mendatangi Rasulullah saw untuk Melawan Kejahatan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dalam Al-Qur'an, Allah men...

Jibril Selalu Mendatangi Rasulullah saw untuk Melawan Kejahatan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Dalam Al-Qur'an, Allah mengutus malaikat untuk melindungi mukmin dari depan dan belakang. Mereka bergilir menjaga manusia di setiap pagi dan petang secara bergantian dengan hilir mudik ke langit. Dalam setiap kondisi yang mencekam, menakutkan dan mengkhawatirkan, setiap mukminin dibisikan ketentraman oleh para malaikat. Bahkan malaikat yang bertasbih pun senantiasa  memohon ampun bagi mukminin.

Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah saw saat menurunkan wahyu. Namun ada peristiwa lain, dimana Jibril selalu menjumpai Rasulullah saw, yaitu bila Yahudi melakukan kejahatan. Saat Rasulullah saw mengalami sakit yang tak kunjung sembuh di Mekah, Jibril menginformasikan sihir yang ditanam di sebuah subur. Lalu, Jibril mewahyukan tiga surat terakhir dalam Al-Qur'an. Yaitu, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Saat Yahudi Bani Quraizah melakukan penghianatan di perang Ahzab dengan melakukan makar bersama Suku Quraisy dan seluruh kabilah Arab, Jibril mendatangi Rasulullah saw. Jibril langsung mengajak Rasulullah saw untuk memerangi Yahudi Bani Quraizah. Pedang harus tetap terhunus. Setelah iti, Jibril bergerak cepat menuju benteng Yahudi Bani Quraizah.

Rasulullah saw bergerak cepat menyusul Jibril. Selama perjalanan, Rasulullah saw bertanya kepada para Sahabat yang disusulnya, " Apakah ada yang mendahulukan mereka?" Rasulullah saw menjelaskan bahwa yang menyusul mereka adalah Jibril yang hendak menghancurkan benteng Yahudi Bani Quraizah dan memasukkan ketakutan ke dalam hati mereka.

Rasulullah saw mendatangi benteng Yahudi Bani Nadhir untuk berkomitmen atas perjanjiannya. Rasulullah saw dipersilahkan masuk ke sebuah rumah. Ternyata di rumah tersebut telah direncanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw dengan hendak menjatuhkan batu dari atap rumah. Jibril pun datang menginformasikan rencana kejahatan tersebut. Rasulullah saw bergerak pergi dari rumah. Yahudi Bani Nadhir terheran-heran mengapa tiba-tiba Rasulullah saw pergi?

Saat perang Khaibar, wanita Yahudi menyediakan makanan kesukaan Rasulullah saw. Berupa paha daging yang ternyata telah dilumuri racun. Saat Rasulullah saw mulai memakan daging tersebut, namun belum sempat ditelan, Jibril datang menginformasikan kepada Rasulullah saw akan racun tersebut. Rasulullah saw segera memuntahkannya.

Dalam semua pertempuran dengan Yahudi, Jibril selalu datang, kecuali dipertempuran dengan Yahudi Bani Qainuqa. Jibril mendatangi Rasulullah saw untuk menginformasikan rencana jahat intelejen yang licik, memberikan semangat bertempur, menghancurkan benteng dan infrastruktur militer dan menghujamkan rasa ketakutan yang mencekam ke dalam hati Yahudi. Bukankah ini yang terjadi di pertempuran Gaza?

Di pertempuran Gaza, infrastruktur militer darat penjajah Israel begitu mudah dihancurkan. Tekanan mental menyebabkan ketakutan mencekam sehingga kemampuan tempur mereka hancur hingga menolak untuk bertempur. Itukah tanda pertolongan Allah melalui para malaikat-Nya?

Para Mediator Yahudi Madinah, Saat Mereka Terdesak Oleh: Nasrulloh Baksolahar Yahudi Madinah memiliki mata-mata di kota Madinah....

Para Mediator Yahudi Madinah, Saat Mereka Terdesak

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Yahudi Madinah memiliki mata-mata di kota Madinah. Mereka juga  memiliki mediator dan negosiator ulung yang hidup bersama kaum Muslimin di kota Madinah. Saat terdesak atau kalah, Yahudi menggunakan tangan-tangannya. Namun bila merasa kuat, mereka mengancam dan memerangi Muslimin. Bukankah, ini pun menjadi fenomena penjajah Israel?  Bila terdesak, mereka menggunakan tangan Amerika, Barat dan sekutunya sebagai mediatornya.

Setelah perang Uhud, Yahudi Bani Nadir berulah. Mereka merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Caranya dengan menimpakan batu besar dari atas loteng rumah saat Rasulullah saw berkunjung ke benteng Yahudi Bani Nadhir. Sebelum aksinya terlaksana, malaikat Jibril menginformasikan rencana jahat tersebut. Rasulullah saw selamat. Yahudi Bani Nadhir sudah menghianati perjanjian. Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah, namun mereka melawan.

Abdullah bin Ubay, tokoh Munafikin Madinah, mengirimkan utusan. Pesannya, "Kuatkan hati kalian, bertahan dan jangan tinggalkan rumah kalian, aku mempunyai 2.000 orang yang siap  bergabung bersama kalian di benteng kalian. Mereka siap mati demi membela kalian. Dari kabilah Ghathafan tentu juga akan mengulurkan bantuan pada kalian."

Pemimpin Yahudi Bani Nadhir menjadi sangat percaya diri. Dia pun mengirimkan utusan ke Rasulullah saw. Pesannya, "Kami tidak akan keluar dari tempat tinggal kami. Berbuatlah menurut kehendakmu." Yahudi Bani Nadhir mempunyai pasukan yang diandalkan dan tidak mudah bagi mereka untuk menyerah. Rasulullah saw segera menyiapkan pasukan dengan Ali bin Abi Thalib sebagai panglimanya.

Pertempuran pun terjadi. Yahudi Bani Nadhir dari balik benteng melancarkan serangan dengan anak panah dan batu. Kebun kurma dan ladang mereka pun cukup membantu untuk pertahanan selain bentengnya. Ternyata, Abdullah bin Ubay, kabilah Ghathafan dan Yahudi bani Quraizah tidak datang. Akhirnya Yahudi Bani Nadhir menyerah.

Di perang Bani Quraizah. Yahudi berkhianat di perang Khandaq. Jibril mengajak Rasulullah saw untuk memerangi Bani Quraizah. Rasulullah saw segera mengirimkan pasukan 3.000 orang dengan panglimanya Ali bin Abi Thalib. Rasulullah saw mengepung mereka. Mereka pun menyerah. Mereka meminta mediator kepada Rasulullah saw pasca kekalahan mereka.

Yahudi Bani Quraizah menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah saw atas kekalahan mereka. Mereka meminta kepada Rasulullah saw untuk mengirimkan mediator dari kalangan muslimin yang dahulunya pernah menjadi sekutu mereka dengan harapan hukuman yang ringan atas penghianatan mereka. Mereka meminta Abu Lubabah dan Saad bin Muaz sebagai mediatornya. Akhirnya, laki-laki dewasa Yahudi Bani Quraizah dibunuh seluruhnya karena penghianatannya.

Begitulah Yahudi. Bila merasa kuat mereka akan menghabisi muslimin walaupun mereka sudah berjanji untuk saling bekerjasama dan membangun. Namun disaat terpojok, mereka akan mencari para mediator dan negosiator yang diharapkan mampu meringankan hukumannya. Saat penjajah Israel terpojok, pasti mereka meminta Amerika, Barat dan sekutunya sebagai mediatornya.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, Mubarakfury, Ummul Qura
Sirah Nabawiyah, Abdul Hasan An Nadwi, Quanta

Ajakan Jibril untuk Memerangi Yahudi Bani Quraizah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Setiba di Madinah, Rasulullah saw membuat perjanj...

Ajakan Jibril untuk Memerangi Yahudi Bani Quraizah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Setiba di Madinah, Rasulullah saw membuat perjanjian dengan Yahudi. Isinya, Muslimin dan Yahudi hidup bersama-sama sebagai suatu bangsa. Jika Madinah diserang oleh musuh dari luar, Muslimin dan Yahudi harus mempertahankannya bersama-sama. Dengan perjanjian ini, segenap penduduk Madinah bertanggungjawab dan memikul kewajiban guna menyelenggarakan keamanan, menjamin keselamatan dan membela setiap serangan musuh.

Di perang Khandak, Madinah dikepung oleh 10.000 pasukan gabungan suku Quraisy dan hampir seluruh kabilah Arab selama 24 malam. Saat itu situasinya sangat genting. Peperangan berlangsung hingga malam. Bahkan ketika itu, Rasulullah saw sampai tidak sempat shalat Zuhur dan Ashar. Beliau bersabda, "Kita terlalu sibuk berperang sehingga lupa belum shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api neraka." (HR. Bukhari).

Di situasi yang genting. Yahudi Bani Quraizah melakukan penghianatan. Mereka mencoba menyerang dari dalam Madinah. Namun serangan mereka dapat dipatahkan oleh Shafiyah bin Abdul Muthalib. Bani Quraizah pun membatalkan perjanjiannya. Kondisi ini membuat Sahabat Saad bin Muaz, sekutu Bani Quraizah sebelum kedatangan Rasulullah saw, berkata, "Ya Allah! Jangan Engkau matikan aku sampai Engkau sejukkan mataku dengan Bani Quraizah."

Allah pun menurunkan pertolongan-Nya. Suku Quraisy dan Yahudi Bani Quraizah berselisih. Angin badai, halilintar dan hujan lebat memporakporandakan perkembangan lawan. Mereka pun meninggalkan Madinah. Rasulullah saw dan para Sahabat kembali ke rumah masing-masing.

Setiba Rasulullah saw di rumahnya, tiba-tiba malaikat Jibril datang dan berkata, "Apakah kalian telah meletakkan senjata? Sungguh para malaikat belum meletakkan senjatanya. Aku sendiri sekarang akan menuju Bani Quraizah." Pada riwayat lain, Jibril berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruh engkau untuk menempuh perjalanan menuju Bani Quraizah. Aku bersedia mengalahkan mereka. Nanti aku akan meluluhlantakkan benteng pertahanannya. "

Siti Aisyah menceritakan bagaimana kedatangan Jibril. Dia berkata, "Saya seolah-olah melihat Jibril berada di sela-sela daun pintu. Kepalanya penuh dengan debu." Setelah Jibril pergi, Rasulullah saw memerintahkan muazin untuk mengumandangkan pengumuman, "Rasulullah saw menginstruksikan kepada kalian supaya shalat Ashar (hari ini), kecuali di Bani Quraizah!" Kemudian Rasulullah saw memberi mandat kepada Ibnu Ummi Maktum untuk mengurus Madinah." Dan, menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai panglima perang.

Rasulullah saw bergerak cukup cepat sehingga melewati beberapa Sahabat. Setibanya di As Shaurain sebelum tiba di Bani Quraizah, beliau bertanya kepada para Sahabat, "Apakah ada seseorang yang melewati kalian sebelum aku?"  Mereka menjawab, "Ya, dia adalah Dihyah bin Khalifah al-Kalbi." Rasulullah saw bersabda, "Bukan! Dia itu Jibril yang dikirim kepada Bani Quraizah guna menghancurkan benteng-benteng dan menghujamkan rasa takut ke hati mereka."

Perang melawan Yahudi sangat khusus, Allah yang langsung memerintahkan Rasulullah saw untuk memerangi Yahudi dengan mengutus Jibril, padahal beliau baru saja pulang dari perang Khandaq dan belum beristirahat. Jibril pun memerintahkan Rasulullah saw jangan meletakkan pedangnya tetapi langsung menuju  benteng Bani Quraizah begitupun dengan para Sahabat. Mereka harus langsung bergerak cepat dengan perintah shalat Ashar di Bani Quraizah.

Perhatikan pertempuran di Gaza, siapakah yang memasukkan rasa ketakutan dan menghancurkan infrastruktur militer penjajah Israel?  Mengapa gerakan perlawanan mampu menembus pertahanan penjajah Israel yang sangat canggih? Mungkinkah Jibril telah turun untuk menghancurkan benteng menghujamkan rasa takut ke setiap tentara penjajah Israel seperti saat perang Bani Quraizah?

Sumber:
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Chalil, GIP
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam, Penerbit Akbar
Sirah Nabawiyah, Abdul Hasan An Nadwi, Quanta

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (199) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (216) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (166) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (428) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)