basmalah Pictures, Images and Photos
April 2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

Akhirat dan Karakter Kepemimpinan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Akhirat, Penghisaban, Neraka dan Sur...

Akhirat dan Karakter Kepemimpinan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Akhirat, Penghisaban, Neraka dan Surga, mengapa sering diungkapkan dalam Al-Qur'an? Mengapa dijelaskan detail? Apa pengaruhnya pada manusia?

Akhirat membentuk prinsip hidup dan mindset. Akhirat membentuk cara berfikir, cara mengamati,  menganalisa dan berkesimpulan. Akhirat membentuk cara pemecahan masalah dan mengambil keputusan dari beragam alternatif.

Semuanya diawali dari yang akhir. Akhirat akan membentuk awal dan prosesnya. Seperti itulah prinsip dalam kepemimpinan dan manajemen. Niat itu berbicara tentang tujuan akhir yang ditetapkan di awal perjalanan.

Akhirat sering mengupas tentang tanggungjawab. Yang ditanyakan tentang tanggungjawab. Tanggungjawab terhadap umur dan nikmat. Tanggungjawab terhadap panca indra. Tanggungjawab terhadap semua yang diamanahkan, keluarga dan kekayaan.

Kepemimpinan berkaitan dengan tanggungjawab. Tanggungjawab yang murni tanpa pamrih. Tanggungjawab yang lahir dari rasa kemanusiaan dan kehidupan lahir dari keyakinan pada akhirat.

Mengapa kekuasaan merusak? Mengapa kekayaan merusak? Mengapa yang diperoleh dan dikumpulkan merusak? Karena telah hilangnya rasa tanggungjawab terhadap kehidupan ini. Hilangnya keyakinan bahwa seluruhnya akan dipertanyakan oleh Allah.

Bila ingin melahirkan kepemimpinan yang berilian dan solutif, memunculkan rasa tanggungjawab. Cara mudah memunculkan tanggungjawab cukup menanamkan keyakinan pada akhirat. Inilah jalan pintas yang bisa dilakukan oleh setiap orang dan setiap keluarga.

Teknologi Terapan Dalam Kisah di Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Al-Qur'an berkisah ...

Teknologi Terapan Dalam Kisah di Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Al-Qur'an berkisah tentang Ashabul Kahfi, berkisah bagaimana jasad bisa bertahan dalam  ratusan tahun? Salah satu caranya diterpa sinar matahari dan selalu dibolak balik. Apakah kisah ini hanya kisah tanpa ada manfaatnya?

Perhatikan tanaman yang buahnya tidak bergelantungan di pohon. Yang buahnya tergeletak di tanah. Semangka dan Timun Suri, contohnya.  Bagaimana agar buahnya dapat masak secara merata? Membolak balikkan buahnya di atas tanah. Seluruh bagiannya harus ada kesempatan bersentuhan dengan tanah.

Perhatikan bagaimana Allah mengazab sebuah kaum yang rusak aqidah, habit, akhlak, gaya hidup dan kehidupannya? Bisakah ini terapkan dalam pertanian dalam meminimalisir hama tanaman? Kisah dalam Al-Qur'an bukan sekedar bagaimana menjalani hidup, tetapi juga menguak ilmu dan teknologi yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

Allah Maha Keras siksaan-Nya. Namun apakah pernah Allah mengazab menggunakan api? Hanya penguasa zalim yang menggunakan api untuk membunuh hewan dan tumbuhan yang masih bernyawa. Lihatlah kisah raja Namrudz dalam kisah Nabi Ibrahim dan Ashabul Ukhdud.

Bagaimana dengan pengusaha yang membuka lahan dengan membakar? Bagaimana dengan penguasa yang membiarkan pembakaran pohon yang masih hidup? Bagaimana dengan rakyat yang membuka lahan dengan membakar? Allah tak pernah menggunakan api untuk mengazab, namun mengapa manusia melakukannya? Lihatlah karakter manusia dari sini.

Nabi Daud melunakkan besi. Nabi Sulaiman bisa menundukkan angin untuk berpergian, menyelami lautan untuk mengambil kekayaan laut, membuat peralatan dari logam, pengiriman barang secepat kilat dan beragam fenomena lainnya. Inilah rangkaian ilmu dan teknologi yang dikisahkan dalam Al-Quran yang bisa dijangkau oleh manusia.

Gambaran Surga dan Neraka adalah gambar ilmu dan teknologi yang bisa dijangkau oleh manusia. Bisakah mentafakurinya? Bisakah menggunakan takdir Allah di alam semesta menjadi ilmu dan teknologi yang dimanfaatkan manusia?

Akhirat dan Karakter Kepemimpinan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Akhirat, Penghisaban, Neraka dan Sur...

Akhirat dan Karakter Kepemimpinan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Akhirat, Penghisaban, Neraka dan Surga, mengapa sering diungkapkan dalam Al-Qur'an? Mengapa dijelaskan detail? Apa pengaruhnya pada manusia?

Akhirat membentuk prinsip hidup dan mindset. Akhirat membentuk cara berfikir, cara mengamati,  menganalisa dan berkesimpulan. Akhirat membentuk cara pemecahan masalah dan mengambil keputusan dari beragam alternatif.

Semuanya diawali dari yang akhir. Akhirat akan membentuk awal dan prosesnya. Seperti itulah prinsip dalam kepemimpinan dan manajemen. Niat itu berbicara tentang tujuan akhir yang ditetapkan di awal perjalanan.

Akhirat sering mengupas tentang tanggungjawab. Yang ditanyakan tentang tanggungjawab. Tanggungjawab terhadap umur dan nikmat. Tanggungjawab terhadap panca indra. Tanggungjawab terhadap semua yang diamanahkan, keluarga dan kekayaan.

Kepemimpinan berkaitan dengan tanggungjawab. Tanggungjawab yang murni tanpa pamrih. Tanggungjawab yang lahir dari rasa kemanusiaan dan kehidupan lahir dari keyakinan pada akhirat.

Mengapa kekuasaan merusak? Mengapa kekayaan merusak? Mengapa yang diperoleh dan dikumpulkan merusak? Karena telah hilangnya rasa tanggungjawab terhadap kehidupan ini. Hilangnya keyakinan bahwa seluruhnya akan dipertanyakan oleh Allah.

Bila ingin melahirkan kepemimpinan yang berilian dan solutif, memunculkan rasa tanggungjawab. Cara mudah memunculkan tanggungjawab cukup menanamkan keyakinan pada akhirat. Inilah jalan pintas yang bisa dilakukan oleh setiap orang dan setiap keluarga.

Menanam Pohon, Solusi Akhir Zaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati)  Saat huru hara semakin pekat dan ka...

Menanam Pohon, Solusi Akhir Zaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati) 


Saat huru hara semakin pekat dan kacau, apa yang harus dilakukan? Saat kiamat semakin mendekat apa yang harus dilakukan? Menanam pohon.

Menanam pohon, salah satu  gerakan konservasi tanah dan air. Memperbaiki bumi dan udara. Memperbaiki kualitas alam semesta.  Semakin dekat kiamat, keserakahan terhadap sumber daya alam semakin tak terkendali. Solusi penyeimbangnya, penanaman pohon.

Saat dunia penuh huru hara, Rasulullah saw memerintahkan untuk mengurusi ternak dan mengolah ladang. Apa yang akan terjadi semakin mendekati hari Kiamat? Ketersediaan pangan dan energi. Solusinya, penanaman pohon.

Di Afrika, kenaikan harga pangan hingga 60%. Di Eropa, kenaikan harga energi cukup mengkhawatirkan. Perang Rusia-Ukrania sudah menggunakan sumber energi sebagai ranah peperangan baru disamping persenjataan.

Suasana surga, digambarkan dengan kebun, air, dan sungai. Warna warni surga didominasi oleh warna hijau. Suasana surga dikaitkan dengan pepohonan. Menanam pohon berarti menghadiri suasana surga di muka bumi. Mulailah dengan menanam pohon.

Gambaran kehidupan kembali di akhirat, digambarkan dalam tamsil pohon. Tanah kering kerontang. Diturunkan air hujan. Maka di atas tanah tersebut hidup tanaman, pohon, kebun dan buah. Menanam pohon berarti mengokohkan keyakinan atas kehidupan kembali di akhirat kelak. Iman kepada negri akhirat.

Dengan kecanggihan teknologi informasi dan digital. Pemain industri hulu akan semakin kuat, mendominasi dan sangat menguntungkan. Itulah sebabnya Rasulullah saw memberikan solusi saat semakin dekat hari Kiamat dengan gerakan penanaman pohon.

Mata dan Telinga, Sang Pembentuk Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Mata, telinga dan hati, dimin...

Mata dan Telinga, Sang Pembentuk Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Mata, telinga dan hati, dimintai pertangungjawaban. Lidah, tangan dan kaki, akan menjadi saksi. Itulah gambaran diri di akhirat nanti. Manusia dimintai pertangungjawaban, namun dia sendiri yang menjadi saksinya. Tak berkutik dan langsung tersudutkan.

Jangan pusingkan tentang amal, dosa dan pahala. Sebab semuanya hanya akibat. Perbuatan lidah, tangan dan kaki hanya akibat. Tetapi fokuslah pada yang bisa menciptakan kebaikan dan keburukan pada lidah, tangan dan kaki.

Kualitas input menciptakan kualitas output. Inputan manusia dari mata dan telinga lalu dikirim ke hati, lalu ke akal. Fokuslah pada apa yang masuk ke dalam jiwa, hati dan tubuh manusia terlebih dahulu, maka amal akan terrekayasa dengan sendirinya.

Perhatikan apa yang dilihat. Perhatikan apa yang didengar. Perbaiki apa yang dilihat. Perbaiki apa yang didengar. Muhasabahi apa yang dilihat. Muhasabahi apa yang didengar. Itulah cara pembentukan jiwa, hati dan akal.

Ingin memperbaiki mindset. Ingin memperbaiki karakter dan akhlak. Ingin memperbaiki habit dan gaya hidup. Ingin memperbaiki masa depan. Awali dengan memperbaiki apa yang dilihat, didengar dan yang dimakan. Memperbaiki inputan, jangan pusingkan dulu outputnya.

Yang dilihat dan didengar, apakah memberikan energi pada hati dan akal? Yang dilihat dan didengar, apakah memberikan nutrisi pada hati dan akal? Apakah menghidupkan atau mematikan hati dan akal?

Tergelincir Nabi Adam karena pendengaran. Mendengarkan bisikan syetan. Tergelincirnya pengikut Qarun karena penglihatan, terkagum-kagum melihat kekayaan Qarun yang kunci kekayaannya dibawa oleh rombongan lelaki yang kuat dan iringan unta.

Air dan Tanah, Tamsil Kehidupan Kembali Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Perjalanan perenungan, bagaima...

Air dan Tanah, Tamsil Kehidupan Kembali

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Perjalanan perenungan, bagaimana bumi menjadi makmur kembali saat kehadiran Imam Mahdi, padahal bumi sudah rusak? Di Al-Qur'an, Allah menghidupkan bumi,  menghijaukan bumi, terciptanya kebun, buah dan kehidupan dari air hujan. Dari rekayasa air hujan dan tanaman, bumi mengeluarkan seluruh kekayaannya. Inilah proses alamiahnya.

Kunci utama mengeluarkan kekayaan bumi dengan konservasi air dan pengolahan tanah. Langit adalah bapaknya. Bumi adalah ibunya. Itulah perumpaan orang tetua dulu. Al-Qur'an banyak mengkaitkan air hujan dengan penghidupan kembali sesuatu yang sudah mati. Mengcounter ketidakpercayaan kehidupan di akhirat dengan memadukan tamsil air hujan dan tanah yang kering kerontang.

Semua yang mati bisa dihidupkan kembali. Tak ada kehidupan di Mekkah saat kedatangan Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan bayi Ismail, lalu bisa dituntaskan dengan keluarnya air zamzam dari bekas jejak ketukan kaki bayi Ismail. Ketika air keluar, hewan pun berdatangan. Para musafir pun mendatangi hingga menjadi kota pemukiman.

Sumber air itu langit, bukan bumi. Bumi hanya menyimpan saja. Tanah hanya menjaganya saja. Seluruh unsur hara di air hujan dan tanah disimpannya. Unsur haranya hanya bisa dimanfaatkan manusia melalui tumbuhan.

Manusia ingin hidup lama di bumi. Ingin panjang umurnya. Bila memungkinkan abadi. Namun antara keinginan dan perbuatannya tak sejalan. Pengabaian air hujan. Dibiarkan air hujan terbuang tak meresap ke tanah. Dibiarkan air menggerus tanah yang subur yang ada dipermukaan.

Simpanlah di bumi. Simpan air ke dalam tanah. Simpan sampah organik ke tanah. Simpan sisa-sisa ke tanah. Tanah akan mengolah semua itu menjadi yang faktor  menyuburkan tumbuhan, yang hasilnya dimanfaatkan manusia.

Andai tidak ada air dan tanah, adakah tumbuhan? Bila tak ada tumbuhan, adakah makanan dan minuman? Bila tak ada tumbuhan, adakah udara segar? Buka kembali lembaran Al-Qur'an. Baca kembali tentang air hujan dan tanah dengan gambaran kehidupan kembali di akhirat. Maka akan mendorong untuk giat melakukan konservasi tanah dan air.

Bisakah Menemukan Kebenaran Sendiri? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Yang bodoh itu, mengikut kehendak...

Bisakah Menemukan Kebenaran Sendiri?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Yang bodoh itu, mengikut kehendaknya sendiri. Merasa paling tahu dan paham dengan yang diperolehnya selama hidupnya. Padahal hidupnya baru beberapa tahun saja di bumi. Padahal umur bumi sudah milyaran tahun. Dapatkan kapasitasnya membedah hiruk-pikuk kehidupan dunia?

Dapatkah manusia menemukan kebenaran sendiri? Bila dapat, mengapa Allah mengutus para Nabi dan Rasul di setiap generasi? Mengapa Allah menurunkan kitab suci di setiap zaman? Mengapa Allah meneruskan tugas para Nabi dan Rasul kepada pewarisnya?

Manusia sangat bodoh akan kebenaran. Dapatkah kebenaran ditemukan dari berfikir? Dapatkan kebenaran diperoleh dari filsafat akal semata? Berfikir membutuhkan rambu kebenaran, agar hasil karya berfikir dapat membangun kehidupan nyata. Berfikir tanpa rambu hanya kebingungan semata.

Memandang pasir di gurun yang panas dan terik saja masih terkecoh. Memandang kecantikan dan kegantengan saja masih tertipu.  Memilih emas asli dan palsu saja masih kebingungan. Dalam penuh ketertipuan, mengapa manusia merasa pintar dan selamat tanpa bimbingan Allah?

Dengan akal, pengetahuan, pengalaman dan perhitungan super canggihnya, masih banyak yang tertipu dengan kamuflase jebakan investasi. Dengan iming-iming dan janji-janji, akal tak bisa jernih memutuskan. Ada unsur lain dari manusia yang hanya dapat didik dan diperbaiki oleh agama.

Akal hanya bisa menimbang lalu memutuskan. Tapi apakah timbangan dan keputusannya benar? Akal butuh informasi dan bimbingan kebenaran. Akal tak bisa berjalan sendirian. Akal akan terus dalam kebodohan bila tak ada rambu kebenaran.

Peradaban Romawi, Persia, India, Cina dan Arab sebelum kehadiran Rasulullah saw disebut era jahiliyah, padahal mereka memiliki kerajaan yang megah dan besar. Dengan akal manusia dapat membangun peradaban fisik, bangunan dan prasarana, tetapi tak bisa membangun peradaban yang perikemanusiaan. Agamalah yang membuat manusia menjadi manusia sejati.

Pondasi Pengembangan Ilmu dan Teknologi Oleh:  Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin) Al-Qur'an dan Sunnah Rasululla...

Pondasi Pengembangan Ilmu dan Teknologi

Oleh:  Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin)

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw adalah pondasi semua ilmu yang ada di alam semesta.  Allah menjelaskan dasar ilmu yang paling mendasar, utama dan terpenting di Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Dengan satu kerangka berfikir, beragam yang dibutuhkan manusia untuk menghadapi kehidupan akan didapatkan dengan mudah.

Satu ayat, "Tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini." Apa yang dibangun dari konsep keyakinan seperti ini? Satu ayat, "Allah tidak membebankan sesuatu kecuali sesuai kesanggupannya." Apa yang dibangun dari konsep keyakinan seperti ini?

Satu ayat, "Dengan air hujan, Allah menghidupkan bumi, tanaman, buah-buah dan kebun." Dari basis keyakinan ini, apa yang dibangun dalam kehidupan ini? Basis keyakinan dasar seperti ini akan membuka lautan keilmuan yang tak pernah berhenti digali hingga hari Kiamat.

Satu ayat, "Allah mengetahui setiap daun yang jatuh. Allah mengetahui yang dzhair maupun yang bathin."  Dari satu penggalangan ayat ini, apa yang dibangun dalam kehidupan ini? Karakter, perilaku dan konsep berfikirbapa yang terbangun dari ayat ini?

Satu ayat, "Allah tidak menghukum kezaliman kecuali sesuai dengan perbuatannya." Apa pengaruhnya terhadap ilmu hukum dan peradilan? Satu ayat, "Mulut tidak bisa berbicara di saat hari penghisaban." Keyakinan ini, apa pengaruhnya terhadap penyelidikan, penyidikan dan gelar perkara dalam proses hukum?

Bukalah Al-Qur'an kembali. Bawalah ke dunia nyata. Bukalah Sunnah Rasulullah saw. Bawalah ke dunia nyata. Jadikan pondasi hidup dan amal. Maka Allah akan membukakan kemukjizatan yang tak pernah terduga dan terpikirkan.

Hidup Yang Dimudahkan Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Merubah yang berserakan menjadi pupuk atau...

Hidup Yang Dimudahkan Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Merubah yang berserakan menjadi pupuk atau nutrisi tanah bagi mereka yang hidup di permukaan bumi. Banyak yang berguna tetapi tak diberdayakan. Banyak bahan yang perlu pengolahan lanjutan agar bisa berguna. Namun semuanya terbengkalaikan.

Manusia itu malas. Bagaimana dalam kemalasannya tetap produktif? Dalam kemalasannya ada karya besar yang dihasilkan? Bukankah jagat raya ini pelayan manusia? Bagaimana alam semesta menjadi pelayan?

Hidup ini telah dimudahkan oleh Allah. Semua yang tersedia di jagat raya untuk memudahkan  manusia. Semua hukum alam semesta dan kehidupan. Semua takdir-Nya. Semua hukum syariat untuk memudahkan urusan manusia.

Petani yang mengelola lahan dengan menuruti pola ekosistem alam semesta, maka proses pekerjaannya sangatlah mudah. Ada yang berkata, "Satu kali petani bekerja cukup untuk 3 bulan kehidupannya." Hanya bermodalkan cangkul, setelah itu hukum alam yang bekerja dengan sendirinya.

Nelayan hanya membuat perahu dan mengembangkan layar. Di lautan hanya tinggal memungut kekayaan yang menghampar. Manusia mengubah hukum alam menjadi teknologi terapan, hidupnya menjadi sangat mudah.

Mengapa hidup ini dimudahkan Allah? Karena hidup bukan untuk bergelut dengan persoalan dan tantangan. Hidup itu hanya untuk mengabdi dan taat kepada Allah. Saat mendurhakainya, manusia akan dipenatkan dengan persoalan dan tantangan yang tak kunjung selesai.

Mengapa hidup dimudahkan Allah? Sifat manusia amat lemah. Maka Allah menolong, membimbing dan memimpin agar menjadi makhluk mulia, sempurna dan terbaik. Saat mendurhakai Allah, dengan karakter kelemahannya manusia menghadapi tantangan yang lebih kuat dan perkasa dari dirinya.

Merekayasa Hidup Dengan Memahami Pola Takdir Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tak perlu mempertanyakan ...

Merekayasa Hidup Dengan Memahami Pola Takdir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tak perlu mempertanyakan takdir, sebab Allah Maha Kuasa menentukan takdir manusia. Allah yang berhak menentukan takdir manusia. Manusia hanya, bagaimana menyikapi takdir sesuai bimbingan-Nya?

Menjadi khalifah Allah di muka bumi, berarti bagaimana mengelola kehidupan dan jagat raya sesuai kemauan Allah? Memanfaatkan ruang yang disisakan Allah agar manusia bisa memberdayakan potensinya. Pahami ruang ini agar tidak terjerumus. Pahami ruang ini agar potensi manusia diberdayakan maksimal.

Takdir menunjukkan bahwa manusia tak berdaya merekayasa apa yang terjadi pada dirinya. Semuanya dalam kendali Allah. Takdir untuk menunjukkan Kemaha Kuasa-Nya Allah agar manusia bertawakal kepada Allah.

Takdir untuk memahamkan bahwa sumber sebab adalah Allah. Sebab awal ada Allah. Manusia hanya mempelajari dan memahami sebab-sebab yang sudah terpola dan terstruktur dengan rentetan yang tetap dalam deret waktu tertentu. Allah yang mengilhamkan kepahamanan ini pada manusia. Lalu bagaimana sikap manusia?

Kepahamanan ini telah menyombongkan manusia. Firaun dan Namrud merasa bahwa merekalah yang menghidupkan dan mematikan. Menghidupkan dengan membiarkannya hidup. Mematikan dengan hukuman bunuh. Padahal membunuh adalah sebab kematian yang telah menjadi takdir-Nya. Allah bisa merubah takdir-Nya sesuai kehendak-Nya.

Manusia merasa mampu merekayasa peristiwa. Menciptakan oligarki kekuasaan dengan bagi-bagi kue kekuasaan dan kepentingan. Padahal manusia hanya memanfaatkan takdir yang diciptakan Allah padanya bahwa sifat manusia memang berbangga dengan harta, kekuasaan, jabatan dan dipuji manusia. Dengan memanfaatkan takdir ini, manusia merekayasa apa yang diinginkan.

Allah bisa merubah takdir-Nya dalam sekejap. Seperti perjalanan Isra Mirajnya Rasulullah saw. Seperti terbelahnya lautan hanya sebab tongkat Nabi Musa. Metode dan sebab yang sama belum tentu hasilnya sama. Kehidupan manusia hanya berpindah dari satu takdir kepada takdir yang lainnya. Manusia hanya memanfaatkan pola takdir untuk merekayasa kehidupan ini.

Pemimpin Pembohong Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Jika pemimpinnya pembohong, bagaimana rakyatnya? P...

Pemimpin Pembohong

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Jika pemimpinnya pembohong, bagaimana rakyatnya? Pemimpin adalah manusia terpilih di tengah rakyatnya. Pemimpin cendrung orang yang dianggap paling berkualitas. Bila yang terpilih dan paling berkualitas seorang pembohong bagaimana rakyatnya?

Bila pemimpin seorang pendusta, berapa jumlah orang yang dibohongi? Seluruh rakyatnya dibohongi. 250 juta manusia di Indonesia yang dibohongi. Sanggupkah menanggung kekejian akibat kebohongan? Dihadapan hari pengadilan akhirat seluruh manusia sejak Nabi Adam hingga hari Kiamat menyaksikan kebohongannya.

Yang lebih parah, sang pemimpinnya sendiri yang menebarkan berita bohong. Padahal mereka memiliki perangkat, struktur, lembaga riset, orang terpilih untuk mendapatkan kebenaran. Namun mengapa yang diungkapkan dan disebarkan justru kebohongannya?

Kebohongan tak bisa menyelesaikan persoalan. Bila solusi berbasis data yang dimanipulasi. Bila kebijakan, keputusan, peraturan dan tindakan hasil dari informasi yang sudah dibohongi, dapatkan menghasilkan arah negara yang benar?

Jika pemimpinnya pembohong, maka orang-orang yang berada disekitarnya pun para pembohong pula. Rakyat dibohongi oleh pemimpinnya. Pemimpin dibohongi oleh para pembisik dan pembantunya. Begitulah lingkaran kebohongan. Kemudian mayoritas rakyat menjadi pembohong pula, karena pemimpin dan pejabatnya yang telah mengajarkan kebohongan.

Isi anggaran negara isinya kebohongan. Kebijakan dan program pemerintah isinya kebohongan. Kinerja pemerintahan isinya kebohongan. Pemasukan dan pengeluaran belanja negara isinya kebohongan. Isi media informasi dan berita isinya hanya kebohongan. Terlalu sangat mahal biaya kebohongan tersebut.

Apa efek kebohongan? Allah menurunkan azab yang keras. Bila bukan karena rahmat dan karunia Allah, azab itu sudah diturunkan. Namun bila terus merekayasa kebohongan, hanya menunggu kehancurannya saja. Seperti itu siklus dan urutan kebohongan.

Memahami Ukuran, Ciptakan Kebahagiaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Allah menciptakan segala sesuat...

Memahami Ukuran, Ciptakan Kebahagiaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Allah menciptakan segala sesuatu. Allah juga yang menentukan ukurannya. Teliti, amati, pelajari dan pahami ukurannya. Perhatikan batasan dan kebebasannya. Dalam batasan ada kebebasan. Dalam kebebasan ada batasannya.

Satu hari 24 jam. Satu jam 60 menit. Satu menit 60 detik. Seminggu ada 6 hari. Itulah ukuran yang sudah diungkap oleh manusia. Setiap tumbuhan ada ukuran kebutuhan air, udara, unsur hara dan sinar matahari. Kapan panen dan matinya. Dari pengamatan yang terus menerus, manusia akan tahu ukuran segala sesuatu yang diciptakan Allah.

Setiap buah ada masa kesegarannya. Setiap masakan yang lezat ada ukurannya. Pencampuran satu bahan dengan bahan lain harus ada ukuran yang tepat dan konsisten. Itulah cara menjaga kelezatan.

Kelezatan hidup pun ada ukurannya. Ada percampuran yang tepat antar berbagai kebutuhan, karakter dan akhlak. Yang bijaksana, sangat paham ukuran dan pencampurannya. Bagaimana membongkar percampuran dan ukurannya?

Manusia hancur karena melampaui batas. Kenyang ada batasannya. Lapar ada batasannya. Berpuasalah, maka akan tahu manajemen lapar dan kenyang. Konflik keluarga, salah satunya tentang manajemen cinta dan benci yang melampaui ukurannya.

Beribadah kepada Allah pun ada ukurannya. Bila terlalu ketat akan jatuh dan lelah. Bila mengabaikan akan menyimpang. Minimal yang dilakukan adalah yang fardhu ain. Maksimal yang dilakukan adalah bersemangat ibadah yang sunah.

Ikuti sunah Rasulullah saw. Ikuti Sirah Nabawiyah. Itu cara tercepat dalam memahami dan mempraktekkan ukuran yang tepat dalam mengarungi hidup ini. Dalam koridor ukuran yang tepat, segala sesuatu tidak membahayakan dan merusak. Bila tak paham ukuran, yang dianggap baik pun bisa membahayakan dan merusak.

Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa KOMPAS.com - Muslim Uighur, lebih dari 1 juta ...


Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa


KOMPAS.com - Muslim Uighur, lebih dari 1 juta ditahan di pusat-pusat penahanan di provinsi paling barat Xinjiang, China.

Para pemimpin dan pakar tentang Uighur yang berada di luar China telah memperingatkan bahwa situasinya dapat memburuk, hingga PBB telah mencurigai praktik genosida terhadap Muslim Uighur.

Mengapa Muslim di sana tidak mendapatkan keadilan? Bagaimanakah sejarah Islam di China berkembang?

Sejarah Islam di China sebenarnya sudah sangat lama, sejak abad ke-7 melalui utusan dari Timur Tengah yang menemui Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang, seperti yang dilansir dari The Conversation pada 2019.

Data pada 2019 menyebutkan setidaknya ada 1,6 persen dari total populasi di China atau sekitar 22 juta orang adalah Muslim.

Tak lama setelah kunjungan dari Timur Tengah, masjid pertama dibangun di selatan pelabuhan pedagangan Guangzhou untuk orang Arab dan Persia yang berkeliling Saumdera Hindia dan Laut China Selatan.

Selama masa ini, para pedagang Muslim banyak singgah di pelabuhan-pelabuhan China dan di pos-pos perdagangan Jalur Sutra.

Namun, mereka hidup terpisah dari mayoritas Cina Han selama 5 abad.

Situasinya berubah pada abad ke-13 di bawah Dinasti Yuan Mongol, ketika umat Islam datang ke China dalam jumlah besar, yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk melayani sebagai administrator bagi penguasa baru yang merupakan keturunan Ghengis Khan, pendiri kekaisaran Mongol.

Bangsa Mongol memiliki sedikit pengalaman dalam menjalankan birokrasi kekaisaran China dan meminta bantuan Muslim dari kota-kota penting Jalur Sutra, seperti Bukhara dan Samarkand di Asia Tengah.

Mereka merekrut dan secara terpaksa merelokasi ratusan hingga ribuan orang Asia Tengah dan Persia untuk membantu mereka mengatur kerajaan yang sedang berkembang di isatana Yuan.

Pada zaman itu, sebagian pejabat memboyong serta istri mereka dari negara asal dan sebagian lainnya melakukan pernikahan antarbudaya dengan warga setempat.

Setelah Ghengis Khan menaklukkan sebagian besar Eurasia pada abad ke-12, ahli warisnya menguasai berbagai bagian benua, yang mengarah ke periode kedamaian dan kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini memungkinkan budaya, barang, serta ide berkembang dan dapat dipertukarkan dengan lebih luas. Sehingga, tradisi budaya China dan dunia Muslim bersatu dengan cara baru pada zaman itu.

Sekitar 300 tahun berikutnya, selama Dinasti Ming, Muslim masih terus memiliki pengaruh dalam pemerintahan China.

Salah satu tokoh dunia bersejarah yang kemudian muncul pada zaman itu adalah Zheng He atau Cheng Ho, laksamana Muslim yang memimpin armada China dalam perjalanan untuk menjelajah dan menjalin hubungan diplomatik, di sekitar Asia Tenggara dan Samudra Hindia.

Pada abad ke-18, di bawah Dinasti Qing, yang berlangsung dari 1644 hingga 1911, hubungan antara Muslim dan negara di China mulai berubah.

Periode ini mulai terjadi beberapa bentrokan kekerasan antara pemerintah China yang berkuasa dengan Muslim, ketika negara mencoba mengontrol langsung wilayah tempat mayoritas Muslim tinggal.

Bentrokan dalam banyak kesempatan terjadi menandai periode pertumbuhan populasi Muslim dan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada 1949, akhirnya Republik Rakyat China terbentuk, yang diketuai oleh Mao Zedong, komunis revolusioner.

Ahli etnografi dan antropolog membagi orang-orang yang tinggal di dalam perbatasan negara baru menjadi 56 kelompok etnis berdasarkan kriteria yang relatif ambigu, seperti bahasa, wilayah, sejarah, dan tradisi yang sama.

Dari pembagian kelompok tersebut, ada 10 kelompok yang sekarang diakui sebagai minoritas Muslim.

Berdasarkan urutan banyaknya populasi, 10 kelompok tersebut, yaitu Hui, Uighur, Kazakh, Dongxiang, Kyrgyz, Salar, Tajik, Uzbek, Bonan, dan terakhir Tatar, yang saat ini berjumlah sekitar 5.000.

Pada tahun-tahun pertama setelah berdirinya Republik Rakyat China, umat Islam relatif masih menikmati kebebasan beragama.

Namun setelah gerakan Revolusi Kebudayaan semakin kuat, antara 1966 hingga 1969, hak Muslim semakin dirampas.

Masjid-masjid dirusak, salinan Alquran dihancurkan, Muslim dilarang pergi menunaikan ibadah haji, dan ekspresi semua keyakinan agama dilarang oleh Pengawal Merah (Communist Red Guards).

Setelah kematian Mao Zedong pada 1976, Komunis mengadopsi kebijakan yang lebih santai terhadap komunitas Muslim.

Namun, tensi terhadap Muslim telah meningkat kembali sejak terjadinya tragedi 9/11 pada 2001.

Situasi panas mencapai titik didih pada 2009, ketika terjadi kerusuhan etnis antara Uighur dan Han China di seluruh provinsi Xinjiang.

Sejak itu, negara China perlahan dan diam-diam meningkatkan pembatasan terhadap pergerakan dan budaya dari Uighur serta kelompok minoritas Muslim lainnya.

Lalu, secara konsisten situasi terhadap Muslim semakin buruk di China, seperti penahanan tidak sah terhadap Muslim yang tinggal di wilayah Uighur di China barat.

Kampanye yang dimulai dengan Uighur sekarang diperluas ke Kazakh dan lainnya. Disebutkan oleh The Conversation bahwa banyak bukti bahwa etnis Hui juga menghadapi penindasan hak yang semakin meningkat.

https://internasional.kompas.com/read/2021/04/20/185915070/sejarah-islam-di-china-berkembang-pesat-sejak-abad-ke-7-sebelum?page=all

Solusi Hidup Dengan Menghidupkan Firasat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Raga dan ruh, dua sejoli yan...

Solusi Hidup Dengan Menghidupkan Firasat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Raga dan ruh, dua sejoli yang tak terpisahkan. Ruh itu gaib. Padahal banyak yang gaib dalam kehidupan ini. Masa lalu ada gaib. Sedetik ke depan adalah gaib. Takdir adalah gaib. Liku-liku hidup adalah gaib. Kematian adalah gaib. Hanya Allah yang tahu hal yang gaib.

Hal yang gaib kadang dapat dirasakan dengan firasat. Firasat mukmin adalah buah cahaya yang Allah anugerahkan kepadanya. Dengan firasat, mukmin dapat membaca sesuatu dengan tepat dengan tanda-tanda yang dirasakannya. Bagaimana memperbesar cahaya tersebut?

Membersihkan hati. Riyadhah jiwa. Meyakini akhirat. Berorientasi pada Allah. Itulah penempaan mempertajam firasat. Bila hati sudah bening, memandang ke depan, masa lalu, dan masa kini dengan akurasi yang tepat dan benar. Dengan pandangan yang tajam sehingga tak ada yang tertutupi. Bukankah keputusan yang benar berawal dari data yang valid? Melihat persoalan dengan benar?

Salah satu cara pengambilan keputusan yang tepat dengan beristikharah. Mengambil keputusan dengan ilmu-Nya Allah, kebaikan versi Allah, dan keridhaaan Allah. Tidak ada campur tangan ilmu, keinginan dan kehendak manusia. Sebab, esensi manusia itu bodoh dan sesat tanpa bimbingan dan pimpinan Allah.

Hati yang bening terkoneksi dengan Allah. Allah mengilhamkan sesuatu. Disinilah firasat muncul. Firasat bukan dari luasnya ilmu dan banyaknya pengalaman. Ilmu dan pengalaman hanya bisa memprediksi dan menduga apa yang biasanya terjadi setelah tanda-tanda tertentu. Namun apakah yang diketahui manusia selalu berurutan rentetannya? Apakah semua rentetan peristiwa selalu sudah diketahui manusia?

Firasat bagian dari bimbingan, pimpinan dan pertolongan Allah pada yang bertakwa. Mukmin hanya menyiapkan wadah untuk menampung, mendengar dan merasakannya. Mukmin hanya menyiapkan tabir tembus cahaya, yang membuat cahaya Allah memasuki hatinya.

Banyak persoalan yang tak diketahui solusi oleh para Nabi dan Rasul. Mereka hanya menunggu jawaban dan bimbingan dari Allah untuk menuntaskannya. Para kekasih Allah saja menunggu arahan Allah? Mengapa sekarang hanya mengandalkan ilmu dan pengalamannya saja? Jernihkan hati agar potensi ruh dioptimalkan.

China Nyaris Jadi Negeri Mayoritas Islam, Ini Ceritanya REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Islam hampir menjadi agama nasional China. Sa...


China Nyaris Jadi Negeri Mayoritas Islam, Ini Ceritanya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Islam hampir menjadi agama nasional China. Salah satu kota di China, Suzhou bahkan dijuluki sebagai kota masjid yang terlupakan. Di kota ini, dulunya terdapat lebih dari 10 masjid, tapi sekarang hanya tersisa satu masjid yaitu Masjid Taipinfang.  

Nasib Islam di China tidak selalu seperti nasib Muslim Uighur yang banyak mengalami penindasan. Peneliti ilmu politik Alessandra Cappelletti menerbitkan sebuah artikel beberapa waktu lalu tentang kota Suzhou di China, yang disebutnya "kota masjid yang terlupakan".  

Dikutip dari arabicpost, pertempuran Talas adalah satu-satunya pertempuran antara dunia Islam dan Kekaisaran China. Namun, itu bukan satu-satunya perselisihan, karena umat Islam telah melakukan kontak dengan orang China sejak awal. 
Scroll untuk membaca

Islam pertama kali ditularkan ke China melalui perdagangan. Orang-orang Arab Muslim tiba di China melalui perdagangan maritim Jalur Sutra selatan. Salah satu daerah tertua di mana Islam menyebar adalah Provinsi Jiangsu di Tiongkok barat. Provinsi ini berada di daerah pesisir dan Islam ditularkan melalui pedagang Muslim di Dinasti Tang.  

Di antara Muslim paling terkenal di wilayah ini adalah Syekh Bahauddin, yang datang ke Tiongkok untuk mendakwahkan Islam dan mendirikan sekolah pendidikan di Masjid Xianhe (artinya Phoenix), yang dianggap sebagai masjid kuno terbaik di Tiongkok. 

Pada 1368, Kaisar Chu Yuanzhang memerintahkan pembangunan masjid baru di Nanjing, yang sekarang dikenal sebagai Masjid Jingjiu. Dekrit bangunan dibuat sebagai pengakuan atas kontribusi Muslim terhadap pembentukan Dinasti Ming dari Kekaisaran Tiongkok.  

Peristiwa ini menunjukkan tempat terkemuka Islam dalam sejarah Tiongkok. Dalam artikel Alessandra, dikatakan peneliti bahwa masyarakat Islam telah menikmati preferensi kaisar, terutama pada masa pemerintahan Dinasti Tang, Dinasti Yuan, dan Dinasti Qing.  

"Pengadilan kekaisaran China memandang Islam dengan baik karena karakter akhlaknya, yang menurut perspektif kaisar China, mempromosikan hubungan yang harmonis dan damai antara berbagai bangsa di tanah kekaisaran," katanya.  

Menurut peneliti, setelah pemberontakan di paruh kedua abad kesembilan belas di China barat, jutaan Muslim terbunuh dalam pemberontakan ini. Pada saat yang sama, proyek misionaris Kristen dimulai di China, khususnya oleh Rusia. 

Hal menarik yang disebutkan Alessandra di sini adalah para cendekiawan dan misionaris dulu menganggap Islam sebagai ancaman di Tiongkok, sebagaimana banyak orang di Barat menganggap bahwa Islam mungkin menjadi agama nasional Tiongkok. Dengan demikian, kekhawatiran berkembang bahwa China akan menjadi negara Muslim terbesar di dunia. 

Adapun Suzhou, yang disebut Alessandra dalam artikelnya sebagai "Kota Masjid yang Terlupakan", kini menjadi kota kaya dengan populasi 12 juta, dan sangat dekat dengan Shanghai. Dan sisa-sisa monumen Islam di Suzhou terletak di luar tembok kota. Sekarang hanya memiliki satu masjid aktif, Masjid Taipinfang.

Masjid tersebut dipugar pada 2018 dan menjadi satu-satunya tujuan umat Islam yang ingin sholat di sana. Namun sebelum 1949, ada sekitar 10 masjid di Suzhou, salah satunya adalah masjid khusus wanita yang dikelola wanita dan dipimpin jamaah wanita.

Sedangkan ada masjid lain bernama Tiankukian yang dibangun pada 1906 namun berubah menjadi masjid untuk kaum dhuafa. Tampaknya ini disebabkan kebijakan Revolusi Kebudayaan di Tiongkok, yang menetapkan semua bangunan besar sebagai perumahan bagi keluarga miskin. 

Adapun masjid tertua di Suzhou adalah Masjid Shijuan, yang dibangun pada abad ketiga belas pada masa pemerintahan Dinasti Yuan, dan konon yang membiayai pembangunannya adalah keluarga Sayyid Ajil Shamsuddin Umar Al Bukhari, dan ini adalah gubernur provinsi pertama di Provinsi Yunnan di Tiongkok. Masjid tersebut kemudian diubah menjadi gedung pemerintah. 

Banyak dari masjid di Suzhou ini  juga memiliki sekolah yang mengajarkan ilmu Arab dan Islam kepada Muslim. Suzhou juga merupakan salah satu kota pertama yang menerbitkan buku-buku Islam dalam bahasa Mandarin. 

Namun peninggalan ini sekarang hanya berupa ukiran di bangunan yang digunakan orang Tionghoa sehari-hari, sementara satu-satunya masjid di Suzhou yang masih utuh adalah Masjid Taipinfang. 

Sumber: arabicpost 

 https://m.republika.co.id/berita/qswvn7320/china-nyaris-jadi-negeri-mayoritas-islam-ini-ceritanya-part1

Mempekakan Sensor Kesadaran Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kebanyakan manusia tak beriman kepada All...

Mempekakan Sensor Kesadaran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kebanyakan manusia tak beriman kepada Allah. Kebanyakan manusia musyrik. Kebanyakan manusia tidak bersyukur. Kebanyakan manusia berjalan di jagat raya tanpa memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah. Itulah gambaran besar perjalanan manusia.

Sebab itulah, salah satu yang sering diperintahkan Allah adalah berjalanlah di muka bumi dan perhatikan akibat dari ulah perbuatan manusia. Sebab, kedurhakaan itu sangat nyata, jelas, menyebar di setiap sudut kehidupan manusia. Sebab, kehancuran akibat ulah manusia itu merusak kehidupan dan jagat raya.

Kisah Para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad dan  kisah umat terdahulu lebih banyak ditemukan dalam Al-Qur'an daripada perjalanan Rasulullah saw sendiri. 25 Nabi dan Rasul di kisahkan. Kisah kedurhakaan umat dikisahkan. Perjuangan selain Nabi dan Rasul dikisah. Itulah pentingnya mengkaji perjalanan masa lalu agar perjalanan hari ini dalam keimanan.


Kisah umat terdahulu dikisahkan untuk meneguhkan dan menentramkan. Membenarkan kitab terdahulu, menunjukkan jalan yang lurus dan menjadi rahmat bagi yang beriman. Karakter manusia tak pernah berubah karakternya, kebutuhan dan keinginannya. Yang berubah hanya sarana dan prasarananya saja.

Yang zalim, munafik, kafir, dan bodoh selalu hadir disetiap zamannya. Yang diperbuat, prilaku dan karakter mereka akan tetap sama. Yang dialami mereka akan terus berulang. Akibatnya akan tetap sama. Maka bertebaranlah di muka bumi, cocokkan ayat Al-Qur'an dengan yang dilakukan dan terjadi pada mereka di hari ini. Itulah pelajaran yang kuat daya hujamnya ke dasar jiwa.
Rekaman jejak umat terdahulu dan kini, bisa kuat dan terungkap hikmahnya, bila hati, akal, penglihatan dan pendengarannya hidup. Kehidupan seluruh jiwa dan panca indra terbangun bila beriman pada Allah, ayat Al-Qur'an dan hari akhir. Bila tidak, seluruh sensor kepekaannya mati total.

Sensor kesadaran dan kepahaman tak bisa dihidupkan dengan seruan orang lain. Diri kita sendiri yang hanya bisa menghidupkannya. Hanya diri sendiri yang bisa membukanya. Seorang Nabi dan Rasul pun tak bisa membukanya. Tugas mereka hanyalah menyeru saja.

Asia Tengah: Pusat Peradaban Islam yang Terlupakan Jika membicarakan tentang hal-ihwal yang berkaitan dengan peradaban dan kebud...

Asia Tengah: Pusat Peradaban Islam yang Terlupakan


Jika membicarakan tentang hal-ihwal yang berkaitan dengan peradaban dan kebudayaan Islam, jari telunjuk orang biasanya langsung diarahkan ke Timur Tengah, khususnya kawasan Arab. Bukan hanya orang-orang Indonesia saja, tetapi juga orang-orang di negara-negara Barat, dan di mana pun. Bukan hanya Muslim saja, tetapi juga umat non-Muslim. Bukan hanya masyarakat awam saja, tetapi juga kaum cerdik-pandai. Mereka memiliki anggapan, persepsi dan imajinasi serupa: Arab Timur Tengah-lah pusat peradaban dan kebudayaan Islam.

Karena menganggap Arab Timur Tengah sebagai “pusat Islam”, maka banyak energi, tulisan, dan dana yang dihabiskan untuk meneliti kawasan ini. Hampir atau nyaris tidak ada yang mengatakan bahwa kawasan Asia Tengah juga merupakan pusat peradaban dan kebudayaan Islam yang gemilang. Padahal, seperti dikatakan oleh S. Frederick Starr, penulis buku Lost Enlightenment: Central Asia’s Golden Age from the Arab Conquest to Tamerlane, “For many centuries, Central Asia–not the Arab Middle East–was the intellectual and political center of the Muslim world.” Tetapi kenapa Asia Tengah luput dari perhatian?

Bahwa Islam dan Nabi Muhammad lahir di Tanah Arab memang betul. Bahwa Timur Tengah pernah menjadi pusat politik-pemerintahan dan peradaban Islam memang benar. Bahwa di Timur Tengah, terdapat kota-kota yang menjadi sumber inspirasi intelektualisme Islam memang valid. Di kawasan ini ada Mekkah, Madinah, Baghdad, Kufah, Damaskus, Kairo, Yerusalem, dan lainnya. Bahwa banyak karya akademik di Abad Pertengahan Islam (hingga dewasa ini) yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Arab memang tidak salah.

Tetapi, harap diingat, meskipun Nabi Muhammad dan Islam lahir di Tanah Arab, Arab Timur Tengah juga pernah menjadi pusat politik-pemerintahan Islam yang spektakuler dari berbagai rezim, dan karya-karya ilmiah yang agung oleh para sarjana Muslim juga ditulis dalam Bahasa Arab, tetapi ruh, energi, dan spirit kemajuan intelektualisme, peradaban, dan kebudayaan Islam di Abad Pertengahan itu banyak digerakkan oleh kaum non-Arab, dan Asia Tengah menjadi salah satu kawasan penyumbang peradaban Islam yang gemilang itu, selain Iran, Turki, Asia Selatan, Mongol, Afrika Barat dan Utara, dan lainnya, termasuk Asia Tenggara tentunya.

Pada Abad Pertengahan Islam, pusat-pusat peradaban dan intelektualisme Islam bukan hanya di Mekkah, Madinah, Baghdad, Kufah, Damaskus, atau Kairo, melainkan juga Samarkand, Bukhara dan Urgench di Asia Tengah yang menjelma menjadi pusat-pusat studi, seni dan kebudayaan Islam yang adiluhung.
Geo-Kultural dan Geo-Politik Asia Tengah

Kawasan Asia Tengah yang membentang dari Laut Kaspia di barat sampai China di timur serta dari Afghanistan di selatan hingga Rusia di utara, dewasa ini menjadi rumah bagi lima negara: Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan dan Turkmenistan. Afganistan kadang-kadang dianggap masuk wilayah Asia Tengah, meskipun secara geografi lebih ke Asia Selatan.

Total penduduk di kawasan Asia Tengah (tidak termasuk Afghanistan) sekitar 70 juta jiwa dari berbagai kelompok etnik seperti Kazakh, Uzbek, Tatar, Turki, Uyghur, Kyrgyz, Tajik, Persi, Pasthun, dlsb. Selama berabad-abad Asia Tengah menjadi “melting pot” berbagai suku-bangsa: Arab Timur Tengah, Iran, Eropa, India dan China sehingga membuat kawasan ini sangat kaya kebudayaannya.

Asia Tengah sudah dijamah oleh Islam sejak masa-masa awal perkembangan agama ini. Perang Talas tahun 751 antara Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Tang Tiongkok untuk mengontrol Asia Tengah menjadi “turning point” konversi massal masyarakat setempat ke dalam agama Islam.

Sejak itu, Islam, pelan tapi pasti, berkembang secara merdeka di Asia Tengah. Meskipun kelak ketika Uni Soviet menjajah Asia Tengah ada cukup banyak kendala bagi kaum Muslim, tetapi itu tidak menghalangi perkembangan kebudayaan Islam di kawasan ini. Menariknya, keislaman yang berkembang di kawasan ini bukan jenis keislaman ortodoks dan puritan yang anti-tradisi dan kebudayaan lokal, melainkan jenis dan praktik keislaman yang menghargai dan mengadopsi aneka ragam tradisi dan budaya lokal, persis seperti yang dulu berkembang di Jawa dan berbagai daerah lain di Indonesia. Maka, jadilah corak keislaman di Asia Tengah itu semacam “Islam heterodoks” atau “folk Islam” dalam istilah antropologi.

Salah satu ciri menonjol dari “folk Islam” ini adalah perkembangan tasawuf atau Sufisme. Asia Tengah menjadi salah satu kawasan tertua mengenai tradisi Sufisme atau mistisisme dan tarekat (ordo Sufi). Yasawiyyah atau Yeseviye merupakan salah satu ordo Sufi tertua yang diciptakan oleh Khawaja Ahmad Yasawi (Ahmed Yesevi, w. 1166) dan berkembang bukan hanya di Asia Tengah saja tapi juga di kawasan Islam lain.

Selain guru tarekat, Ahmad Yasawi juga sarjana fiqih Mazhab Hanafi sebagaimana gurunya, Abu Yaqub Yusuf Hamdani (w. 1141), seorang mursyid tarekat Naqsabandiyah di Asia Tengah. Sufisme dan Mazhab Hanafi memang menjadi ciri menonjol keislaman di Asia Tengah, selain Shamanisme.

Dari aspek politik-ekonomi, negara-negara di Asia Tengah mengikuti sistem politik pemerintahan sekuler-republik serta prinsip-prinsip pasar bebas kapitalisme. Ideologi Islamisme yang mengusung “Negara Islam”, khilafah, dan sejenisnya tidak laku di sini. Sejumlah kelompok Islam radikal dan pengusung ideologi Islamisme seperti Ikhwanul Muslimin, Al-Qaidah, atau Hizbut Tahrir tidak mendapatkan tempat di Asia Tengah.

Sejak merdeka dan pisah dari Uni Soviet di awal 1990-an, negara-negara di Asia Tengah mencitrakan diri sebagai kawasan Islam moderat dan modern yang anti-radikalisme, fanatisisme, dan konservatisme. Hasilnya cukup menggembirakan. Tidak seperti negara-negara di kawasan Timur Tengah yang selalu ramai dengan kekerasan, terorisme dan peperangan, kawasan Asia Tengah relatif aman, stabil, dan terhindar dari kekacauan sosial.
Tanah Lahirnya Para Ilmuwan Muslim

Hal lain yang menjadikan Asia Tengah penting dalam sejarah peradaban Islam adalah kawasan ini telah melahirkan banyak teolog, filusuf, sarjana, dan ilmuwan Muslim ternama yang karya-karya agung mereka masih dikenang hingga kini dan menjadi rujukan di timur dan barat.

Di antara mereka adalah (1) Muhammad bin Musa al-Khwarizmi (w. 850; ahli matematika, astronomi dan geografi), (2) Abu Rayhan al-Biruni (w. 1048; seorang sarjana polymath yang menguasai berbagai disiplin: matematika, fisika, astronomi, ilmu alam, sejarah, bahasa, dan sebagainya. Oleh Profesor Akbar Ahmed, al-Biruni juga dianggap sebagai antropolog pertama, karena melalui karyanya, Kitab al-Hind, ia menggunakan metode etnografi untuk mengkaji struktur masyarakat, sistem agama, dan kebudayaan masyarakat India), (3) Farabi (seorang filsuf, ahli hukum dan ilmuwan politik), (4) Ibnu Sina (seorang dokter dan ilmuwan ternama yang karyanya mampu mempengaruhi kelahiran ilmu-ilmu medis di Timur Tengah, Eropa, dan India).

Juga tidak kalah penting adalah Imam Ghazali (w. 1111), seorang penulis prolifik dan sarjana kenamaan, teolog, ahli hukum, dan mistikus legendaris. Setidaknya dua ahli hadis ternama yang buku-bukunya menjadi rujukan umat Islam juga berasal dari Asia Tengah, yaitu Imam Bukhari (kelahiran Bukhara, Uzbekistan) dan Imam Nasai (kelahiran Nasa, Turkmenistan). Ahli astronomi ternama, Abu Mahmud Khojandi, juga berasal dari Asia Tengah, tepatnya Khujand, Tajikistan. Dan masih banyak lagi.

Melihat catatan historis yang gemilang di Asia Tengah, maka sudah saatnya jika kawasan ini perlu dijadikan sebagai salah satu “kiblat” dalam hal riset dan pengkajian sejarah, peradaban, dan kebudayaan Islam, bukan melulu kawasan Timur Tengah. Semoga bermanfaat.


https://geotimes.id/kolom/internasional/asia-tengah-pusat-peradaban-islam-yang-terlupakan/

Masuknya Peradaban Islam di Asia Tengah REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ekspansi tentara Arab menuju Cina tidak terlepas dari peran...

Masuknya Peradaban Islam di Asia Tengah


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ekspansi tentara Arab menuju Cina tidak terlepas dari peran Gubernur Umayyah untuk Khurasan Qutaibah Ibn Muslim yang melakukan ekspansi menuju Asia Tengah. Seperti yang ditulis Philip K Hitti dalam bukunya History of the Arabs, dari pusat pemeritahannya di Khurasan, Qutaibah mengendalikan 40 ribu pasukan Arab di Basrah, 7.000 pasukan di Kufah, dan 7.000 tentara bayaran. Dengan jumlah pasukan yang cukup besar itu, Qutaibah berhasil melakukan bebe rapa ekspedisi militer di Transoxania, Asia Tengah.

Pada 705, Qutaibah menguasai Takaristan, tahun 706-709 menaklukkan Bukhara, tahun 710 hingga 712 menguasai Samarkand dan Khawarizm, tahun 713 hingga 715 memimpin ekspedisi militer menuju provinsi-provinsi Jaxartes (Sir Darya), terutama Ferghana. Penaklukan yang dilakukan Qutaibah menandai masuknya kekuatan Islam di Asia Tengah yang saat itu dikuasai oleh Cina dan suku-suku nomaden Mongolia.

Jaxartes merupakan batas politik dan ras antara bangsa Persia dan Turki. Melintasnya pasukan Islam di Jaxartes memunculkan tantangan baru bagi orang-orang Mongolia dan para pengikut agama Buddha. Tak hanya di Jaxartes, di Bukhara dan Samarkand juga terdapat banyak kuil peribadatan agama Buddha.

Dengan datangnya tentara Islam, umat Buddha kala itu berpindah memeluk Islam meskipun di antara mereka ada yang menjadi Muslim untuk menghindari pajak. Namun kemudian, Bukhara, Samarkand, dan Khawarizm menjadi pusat tumbuhnya Islam di Asia Tengah.

Baca Juga :
Pertempuran Sungai Talas Dipicu Perseteruan Kerajaan Kecil

Sejarawan al-Tabari mengatakan, penaklukan Qutaibah berlanjut hingga mencapai pinggiran wilayah kekaisaran Cina. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah penaklukan dilakukan oleh para penerus Qutaibah, Nashr bin Sayyar. Nashr ditunjuk oleh Khalifah Hasyim (724-743) dari Dinasti Umayyah sebagai gubernur pertama Transoxania.

Dengan dikuasainya Transoxania, membuat interaksi antara Islam dan Cina semakin terbuka lebar. Hinnga akhirnya, pada 738 hingga 740, tentara Arab berhasil menaklukkan sebagian wilayah besar yang pernah diserbu oleh Qutaibah. Hingga kemudian, tentara Arab berhasil menduduki Turkistan yang memantapkan supremasi Islam di Asia Tengah hingga kekuasaan Islam tidak bisa diganggu lagi oleh orang-orang Cina selama 1.000 tahun lagi.

https://m.republika.co.id/berita/pr49xh313/masuknya-peradaban-islam-di-asia-tengah

Jejak Awal dan Kuatnya Pengaruh Islam di Asia Tengah REPUBLIKA.CO.ID, Persentuhan Asia Tengah dengan Islam sendiri diperkirakan ...

Jejak Awal dan Kuatnya Pengaruh Islam di Asia Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, Persentuhan Asia Tengah dengan Islam sendiri diperkirakan bermula sejak abad kedelapan masehi. Beberapa sumber menyebutkan, Islam memasuki Asia Tengah melalui Transoxiana atau Mawarannahr (dalam bahasa Arab).

Kota tersebut berhasil ditaklukkan pasukan Muslimin yang dikomandoi Abu Hafs Qutayba bin Abi Salih Muslim pada 673-751 masehi.

Saat itu, ia di bawah perintah Khalifah al-Walid I dari Bani Umayyah. Selain Transoxiana, Kekhalifahan Umayyah juga berhasil menguasai Andalusia (Spanyol).

Selama abad kedelapan masehi, agama Islam menyebar luas ke penjuru Asia Tengah. Baru pada 751 masehi, di bawah Kekhalifahan Abbasiyah pasukan Muslim mempunyai kekuasaan yang lebih stabil atas Asia Tengah.

Itu sebagai buah kemenangan pasukan Islam di bawah komando Abu al-Abbas as-Saffah, pendiri Kekhalifahan Abbasiyah, atas pasukan Dinasti Tang asal Cina. Kedua kubu bertempur pada Mei hingga September 751 di sekitar Sungai Talas. 

Dalam kekuasaan Islam, Asia Tengah mencapai kegemilangannya dalam hal budaya dan ekonomi. Dari segi kultural, bahasa Arab mulai menggantikan bahasa Persia, khususnya setelah Bani Abbasiyah memerintah.

Sampai abad kesembilan masehi, Transoxiana menjadi mercusuar peradaban, yang bersandingan secara prestise dengan Baghdad, Ibukota kekhalifahan, Kairo, dan Kordoba (Spanyol).

Namun, perlahan-lahan pengaruh Arab mulai memudar dan akhirnya bahasa Persia mulai dipakai lagi secara umum di kawasan ini.

Selain Transoxiana, kota lain yang juga terkenal sebagai pusat keilmuan di Asia Tengah adalah Bukhara. Banyak ilmuwan, cendekiawan, dan sastrawan Muslim bermunculan di kawasan ini. Warisan intelektual mereka masih terasa sampai hari ini.

Salah satu bukti betapa istimewanya Asia Tengah bagi perkembangan peradaban Islam saat itu adalah, disimpannya sebuah salinan asli Alquran di zaman Khalifah Utsman bin Affan di Tashkent (kini ibukota Uzbekistan).

Yang tak boleh ketinggalan disebut adalah Samarkand. Sejak abad kedelapan masehi, kota ini memang telah menjadi titik temu bagi kebudayaan dan keilmuan dunia, khususnya dari Cina lantaran keberadaan Jalur Sutra.

Salah satu warisan yang maha-berharga dari Timur Jauh adalah metode pembuatan kertas. Benda ini disebut-sebut merupakan hasil inovasi Tsai Lun (48-121 masehi), seorang figur pegawai dari Dinasti Han, Cina.

Berkat kontak budaya dan militer dengan Cina, Dunia Islam mulai kenal produk pemacu kebudayaan manusia itu.

Sejak penemuan kertas, sirkulasi keilmuan di Dunia Islam, dan kelak Eropa Kristen, mengalami perkembangan pesat. Kertas menggantikan daun papirus atau kulit hewan ternak yang kurang praktis untuk disimpan dalam perpustakaan.

 https://m.republika.co.id/berita/pgeq3f320/jejak-awal-dan-kuatnya-pengaruh-islam-di-asia-tengah

Akhir dari Pertempuran Talas REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tentara Cina yang telah dimobilisasi bersama dengan pasukan Ferghana be...

Akhir dari Pertempuran Talas


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tentara Cina yang telah dimobilisasi bersama dengan pasukan Ferghana berjumlah 30 ribu orang berdasarkan sumber Cina dan 100 ribu orang menurut sumber Arab. Mereka terdiri 10 ribu pasukan pimpinan Kao Hsien-chih ditambah sekitar 20 ribu orang Turki Qurluc dan beberapa ribu pasukan Ferghana.

Sementara, pasukan Abbasiyah bersama sekutu mereka orang Uyghur (Turki) dan Tibet yang menurut sumber Cina berjumlah 100 ribu. Dari catatan Arab, informasi mengenai Pertempuran Talas didapatkan dari sejarawan Ibn al-Atsir (1160-1233) dan al-Dhahabi (1274-1348).

Pada bulan Juli 751, bertemulah kedua pasukan dekat kota Talas atau Taraz di Sungai Talas, Kirgiztan. Sumber Cina menulis, pertempuran berlangsung selama lima hari, sementara pada catatan Arab tidak ditemukan berapa lama perang terjadi. Di tengah-tengah pertempuran, sekitar 20 ribu orang Qurluc membelot ke pasukan Abbasiyah dan menyerang pasukan Kao.

Menurut al-Dhahabi, strategi Ziyad memanfaatkan orang-orang Turki Qurluq untuk memberontak terhadap Jendral Kao bernar-benar menghancurkan pasukan Cina. Sementara, pasukan Ferghana memilih pergi dari pertempuran. Dalam kata-kata al-Dhahabi, “Tuhan menurunkan rasa takut ke dalam hati orang Cina.’” Para ahli sejarah dan militer terus memperdebatkan konsekuensi politik jangka panjang dari Pertempuran Talas.

Menurut mereka, Cina telah memainkan peran penting di Asia Tengah mulai Cekungan Tarim ketika ajaran Buddha, Zoroaster, Mani chaean, dan Kristen Nestorian memiliki pengaruh yang kuat walau hampir seluruhnya berada di bawah ke kuasaan Islam. Namun, Pertempuran Talas bukan satu-satunya penyebab penarikan tentara Cina dari Asia Tengah.

Dinasti Tang juga mengalami kesulitan di perbatasan dengan orang-orang Tibet, Turki Uygur di Mongolia, dan Khitan di Manchuria. Khitan mengalahkan tentara Cina dekat Ping-lu tahun 751 dan tahun 754 pasukan Cina menderita kekalahan dari kerajaan muda Thailand di Nan-chao (Yunnan). Ditambah lagi, Cina dilanda perpecahan internal.

Oposisi yang berseberangan dengan Kaisar Hsuan-tsung memberontak pada 755. Tekanan eksternal dan internal mendorong Cina secara permanen keluar dari Asia Tengah. Baru pada tahun 1755- 1759, kekaisaran Cina di bawah Dinasti Qing (Manchu), yaitu Kaisar Qian Long kembali menggerakkan pasukan dan menempatkan gubernur jenderal di Kuldja (Yining) dan wakil gubernur di Tihuai (Urumqi) dan Kashgar (Yarkand), dilanjutkan pada masa Cina modern saat ini.

https://m.republika.co.id/berita/pr49s2313/akhir-dari-pertempuran-talas
 

Sungai Talas Saksi Bertemunya Dua Peradaban Besar REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cina selalu berusaha menanamkan pengaruhnya di wil...

Sungai Talas Saksi Bertemunya Dua Peradaban Besar



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cina selalu berusaha menanamkan pengaruhnya di wilayah Asia Tengah. Penguasaan atas wilayah Xinjiang pada masa modern ini merupakan upaya kelima kalinya.

Upaya pertama dilakukan pada masa Dinasti Han pada tahun 60 M untuk menghalau Bangsa Hun dengan menempatkan wakil kaisar Cina di Xin jiang untuk menjalin jalur perdagangan sutra dengan kerajaan Romawi Timur. Namun, kekuasaan Cina di wilayah itu segera digerogoti oleh berbagai suku Asia Tengah seperti Kushans, Hun, Turki, dan Mongol.

Pada masa Dinasti Tang (618-906) dicobalah upaya ambisius untuk menguasai kembali Transoxiana di Asia Tengah yang kini meliputi Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, dan bagian selatan Kazakhstan. Upaya ekspansi dinasti dengan wilayah terbesar di Cina itu terbentur tembok besar yang membuat pengaruh Cina dan agama Buddha di kawasan itu lenyap selama seribu tahun. Halangan itu adalah kehadiran Dinasti Abbasiyah yang baru saja menggantikan Dinasti Umayyah di Arabia.

Peristiwa yang menyebabkan kekaisaran Cina melupakan Asia Tengah terjadi di Talas, perbatasan antara Kirgistan dan Kazakhstan, pada tahun 751 M. Ahli kebudayaan Cina L Carrington Goodrich menyebut Pertempuran Talas sebagai salah satu pertempuran yang menentukan dalam sejarah Cina.

Orientalis Rusia yang juga sejarawan Muslim Asia Tengah, Barthold, mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan pertempuran dua peradaban, Cina dan Arab-Muslim, yang ingin menguasai wilayah Turkistan.

Lalu, bagaimana dua peradaban yang ibu kotanya terpisah 5.000 kilometer itu bisa bertemu di Asia Tengah? Jawabannya terletak pada riwayat keterlibatan Arab dan Cina di wilayah itu.

Sejak munculnya peradaban Islam dari Semenanjung Arabia pada abad ke-6, kecepatan penaklukan Arab pada masa awal sangat menakjubkan. Hampir dua dekade setelah kematian Nabi Muhammad tahun 632 M, seluruh Timur Tengah hingga utara Afghanistan jatuh ke dalam kekuasaan orang Arab, kecuali Asia Tengah yang dihuni oleh orang-orang Persia bersama suku pengembara Turki.

Tentara Arab mulai menguasai Asia Tengah dengan menyeberangi Sungai Oxus (sekarang Amu Darya) menuju Transoxania pada tahun 654. Berkuasanya Qutaiba Ibn Muslim menjadi gubernur Dinasti Umayyah di Khurasan pada tahun 705 membuktikan keberhasilan nyata orang Arab mencapai Asia Tengah. Hingga pada dekade berikutnya, Qutaiba menundukkan kota-kota dagang seperti Bukhara dan Samarkand, delta Oxus di Khurasan, dan sebelah selatan Laut Aral. Perlawanan di Transoxania meletus setelah kematian Qutaiba pada tahun 715.

Pada akhir periode Umayyah tahun 750, sebagian besar Transoxania —salah satu wilayah terkaya karena merupakan jalur perdagang an antara Eropa dan Cina—telah masuk ke dalam dunia Islam. Kedatangan orang-orang Arab di Asia Tengah menempatkan umat Islam berbenturan dengan Cina, yang telah hadir pada awal abad kedua SM dengan kerajaan-kerajaan kecilnya di Asia Tengah, khususnya di Turkistan (Xinjiang) dan wilayah jalan sutra, seperti Karashahr, Kucha, Aksu, Kashgar, Yar-Kand, dan Kfiotan.

Selama periode dinasti Tang pada 618 sampai 907, pengaruh Cina mulai menjangkau lebih jauh ke barat sehingga tradisi Cina mengkristal di daerah seperti Transoxania. Hubungan perdagangan dan diplomatis antara Cina dan Transoxania cukup kuat. Bahkan, setelah penaklukan Qutaiba ibn Muslim, raja-raja dan pangeran kecil dari Asia Tengah terus mengirimkan perwakilan mereka ke Cina dan mereka menerima imbalan dari kaisar Cina yang memerintah pada masa itu, yakni Hsuantsung. Pada awal abad ke-8, orang-orang Arab masuk lebih dalam menuju wilayah Persia dan suku Turki nomaden yang juga berada dalam pengaruh Cina.

Sebelum meletusnya pertempuran di Talas, orang-orang Arab dan Persia pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah telah mengirimkan perwakilannya ke Chang’an (Xian), ibu kota Dinasti Tang. Salah satu sumber sejarah Cina mengungkapkan, Persia mengi rimkan 10 perwakilan antara tahun 713 dan tahun 755 (Persia menjadi bagian Dinasti Umayyah pada tahun 750) dan beberapa perwakilan Arab dikirim oleh gubernur Umayyah di Khurasan.

Perang Talas: Kisah Pasukan Islam Menghentikan Invasi Militer Cina   Pada tahun 751, Kyrgyzstan menjadi neraka bagi tentara Cina...

Perang Talas: Kisah Pasukan Islam Menghentikan Invasi Militer Cina  


Pada tahun 751, Kyrgyzstan menjadi neraka bagi tentara Cina yang kala itu diperintah Dinasti Tang (618-906). Sedikitnya 8000 tentara Cina tewas dalam pertempuran Talas, yakni perang antara Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Tang. Hasilnya, invasi militer Cina ke Asia Tengah pun berakhir duka.

Perang ini dipicu invansi militer Cina ke Tibet . Pada tahun 670 M, Cina merebut wilayah strategis penting di Cekungan Tarim yang telah dimiliki Tibet. Pada awal 700 M, Cina juga berhasil merendam upaya Tibet membentuk kerajaan-kerajaan kecil di sisi belakang Tibet, yaitu Kashmir, Pamir dan Pegunungan Hindu Kush. Pada tahun 747 M, Cina mengirim tentara yang dipimpin oleh Jendral etnis Korea terkenal yang bernama Kao Hsien Chin alias Go Seong-ji. 

Setelah Dinasti Tang berhasil menguasai Kawasan Asia Tengah sepenuhnya, muncullah kekuatan Islam di Timur Tengah. Militer Islam di bawah payung Dinasti Abbasiyah dengan cepat melakukan penaklukan-penaklukan. Dari Spanyol dan Portugal di barat, di Afrika Utara dan Timur Tengah, dan ke kota-kota oasis Merv, Tashkent, dan Samarkand di timur, Arab penaklukan dengan kecepatan mengagumkan.

Invasi Cina ke Asia Tengah akhirnya juga menyedot perhatian Abbasiyah. Kala itu, Cina bersekutu dengan Ferghana mengerahkan 100.000 tentara. Sumber Cina menyebut 30 ribu orang terdiri 10 ribu pasukan pimpinan Kao Hsien-chih ditambah sekitar 20 ribu orang Turki Qurluc dan beberapa ribu pasukan Ferghana.

Sementara, pasukan Abbasiyah bersama sekutu mereka orang Uyghur (Turki) dan Tibet yang menurut sumber Cina berjumlah 100 ribu. Dari catatan Arab, informasi mengenai Pertempuran Talas didapatkan dari sejarawan Ibn al-Atsir (1160-1233) dan al-Dhahabi (1274-1348). Pada bulan Juli 751, bertemulah kedua pasukan dekat kota Talas atau Taraz di Sungai Talas, Kirgiztan. 

Sumber Cina menulis, pertempuran berlangsung selama lima hari, sementara pada catatan Arab tidak ditemukan berapa lama perang terjadi. Di tengah-tengah pertempuran, sekitar 20 ribu orang Qurluc membelot ke pasukan Abbasiyah dan menyerang pasukan Kao. Menurut al-Dhahabi, strategi Ziyad memanfaatkan orang-orang Turki Qurluq untuk memberontak terhadap Jendral Kao bernar-benar menghancurkan pasukan Cina. 

Sementara, pasukan Ferghana memilih pergi dari pertempuran. Dalam kata-kata al-Dhahabi, “Tuhan menurunkan rasa takut ke dalam hati orang Cina". Para ahli sejarah dan militer terus memperdebatkan konsekuensi politik jangka panjang dari Pertempuran Talas. Menurut mereka, Cina telah memainkan peran penting di Asia Tengah mulai Cekungan Tarim ketika ajaran Buddha, Zoroaster, Mani chaean, dan Kristen Nestorian memiliki pengaruh yang kuat walau hampir seluruhnya berada di bawah ke kuasaan Islam.

Segera setelah pertempuran Talas, dinasti Tang mulai kehilangan pengaruhnya di Asia Tengah, keadaan dalam negeri dinasti Tang yang buruk dan munculnya banyak Pemberontakan membuat Dinasti Tang melemah pengaruhnya dan mulai kehilangan kekuatan serta kekuasaan. Akibatnya seluruh pengiriman upeti bangsa Asia Tengah kepada Dinasti Tang dialihkan pengirimannya kepada bangsa Arab, Tibet, dan Uighur. 

Budaya Asia Tengah yang awalnya berkiblat pada budaya orientalis pun berubah pada budaya Arab. Agama Islam mulai masuk dan menyebar segera setelah pertempuran selesai kepada bangsa-bangsa Asia Tengah khususnya Turki dan memberikan pengaruh yang kuat di budaya Asia Tengah, sampai saat ini agama Islam dianut oleh sebagian besar masyarakat Asia Tengah.

Hal lainnya, sistem pembuatan kertas yang berkembang di Cina mulai dikenal dalam dunia Islam. Ini bisa terjadi akrena orang-orang Cina yang ahli dalam membuat kertas banyak yang ditawan dan dijadikan budak yang dikirimkan ke kota-kota besar Islam, sehingga dalam sekejap kota-kota besar seperti Baghdad, Kairo, dan Samarkand memproduksi kertas secara besar-besaran. Tiga abad kemudian orang-orang Eropa mengenal produksi kertas dari orang Arab lewat Perang Salib .


https://kalam.sindonews.com/read/549586/786/perang-talas-kisah-pasukan-islam-menghentikan-invasi-militer-cina-1632449357

Angin, Tanda Kegembiraan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bagaimana proses terbentuknya hujan? Salah s...

Angin, Tanda Kegembiraan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bagaimana proses terbentuknya hujan? Salah satunya sebabnya dari angin. Allah menjadikan angin sebagai pembawa kegembiraan. Sudahkah merasakan kegembiraan saat angin berhebus, saat menerpa tubuh? Bila belum, tanda hati belum peka terhadap rahmat Allah.

Jadilah nelayan, agar sangat merasakan nikmat udara yang berhembus. Melaut dan menepi ke pantai mengikuti irama hembusan angin. Berdirilah di tepian pantai. Berdirilah di lereng perbukitan dan pegunungan. Bila belum merasakan nikmatnya angin. Bila belum merasakan bahwa semuanya bagian rahmat Allah, bertanda hati sangat keras membatu.

Angin menerpa layar perahu. Angin menerpa daun, dahan dan pepohonan. Bunyi ombak yang menderu. Apakah merasakan bunyi yang indah? Bila tak merasakan sebagai rahmat  Allah, tanda hati belum peka merasakan karunia-Nya.

Allah yang mengirimkan angin. Ataukah angin hanya fenomena alam biasa? Sekedar perbedaan suhu antar wilayah? Seringkali ilmu pengetahuan dan teknologi mengeliminasi kepekaan terhadap rahmat Allah. Menganggap semua peristiwa hanya peristiwa alami  biasa tanpa ada yang menggerakkan.

Angin menggerakkan awan, mengembangkan dan mengumpulkannya di langit. Awan pun bergumpal-gumpal. Maka air hujan keluar dari celah-celahnya. Hujan pun menimpa daerah yang dikehendaki-Nya.

Angin isyarat bertebarannya rahmat Allah. Isyarat kegembiraan akan datang. Membawa kebaikan dan membawakan bibit. Angin pun menyerbukkan bunga menjadi buah.

Tanpa angin atau udara, bisakah pesawat terbang menembus angkasa? Bisakah menciptakan daya dorong? Bisakah memikul beban seperti dalam ban kendaraan? Bila belum peka bahwa semuanya rahmat Allah, bertanda hati keras membatu.

Dimana Mereka? (Ceramah Abu Bakar) Ambillah pelajaran dari orang yang telah meninggal dunia di antara kalian. Perhatikan orang-o...

Dimana Mereka?
(Ceramah Abu Bakar)

Ambillah pelajaran dari orang yang telah meninggal dunia di antara kalian. Perhatikan orang-orang sebelum kita, dimana mereka kemarin dan dimana mereka hari ini.

Dimanakah orang-orang kuat yang dikenal tangguh dan berjaya di medan-medan pertempuran? Masa telah meruntuhkannya dan mereka pun telah menjadi tulang belulang yang lapuk dan hancur.

Dimana penguasa yang telah mengolah, membangun dan memakmurkan bumi? Mereka telah jauh sekali dan terlupakan dan menjadi bukan apa-apa. Allah telah menetapkan atas mereka tuntutan tanggung jawab dan telah memutus dari mereka segala syahwat dan ambisi.

Para penguasa telah berlalu, sedang amal-amal yang pernah mereka kerjakan adalah amal mereka sementara dunia adalah dunia orang lain. Ambillah pelajaran maka kita selamat, namun jika tidak, maka kita menjadi seperti mereka.

Dimanakah orang yang elok dan berwajah menawan yang bangga dengan kondisi mudanya? Mereka telah menjadi tanah, keteledorannya menjadi sesalan.

Dimanakah orang-orang yang membangun kota dan mengelilinginya dengan tembok  dengan membuat berbagai hal yang menakjubkan di dalamnya? Mereka telah meninggalkannya untuk orang-orang yang datang setelahnya. Tempat tinggalnya kosong, tinggal puing saja. Sedangkan mereka berada dalam kegelapan lubang kubur.

Dimanakah orang-orang yang kita kenal dari leluhur dan saudara kita? Ajalnya telah berakhir dan habis, lalu sampailah pada apa yang sebelumnya dikerjakan. Yang ditegakkan untuk kesengsaraan atau kebahagiaan setelah kematian.

(Biografi Abu Bakar, Muhammad Shalabi, Al-Kautsar)

Stagnasi Agama dan Peradaban Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ada stagnasi pertumbuhan pemeluk agama? ...

Stagnasi Agama dan Peradaban

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ada stagnasi pertumbuhan pemeluk agama? Kecuali Islam. Ada stagnasi ajaran agama dalam menjawab persoalan hidup manusia? Kecuali Islam.  Ada stagnasi ajaran agama dalam memberikan bimbingan bidang ekonomi, politik kekuasaan, budaya, militer, sosial dan budaya? Kecuali Islam.

Kelak semua agama akan masuk ke ranah ritual simbolik ibadah saja? Kecuali Islam. Kelak semua agama hanya mengurus jiwa personal saja? Kecuali Islam. Arah mercusuar peradaban manusia akan dibimbing oleh Islam. Itulah kenyataan hari esok.

Dalam bidang ekonomi, persaingan pada ekonomi kapitalis dan Islam. Perbankan konvensional dan syariah. Politik sekuler dan khilafah. Budaya permisif dan budaya yang beradab. Individualis dan saling berbagi (infaq). Islam selalu menjadi "kompetitor" solusi bagi kebutuhan peradaban.

Apakah agama selain Islam memiliki contoh pengelolaan masyarakat dan bernegara yang modern, beradab, makmur  dan berkeadilan? Apakah sekularisme memiliki contoh nyata peradaban yang beradab dan berkeadilan? Semuanya hanya melahirkan penjajahan dan peperangan, perang dunia 1 dan 2 menjadi contohnya.

Amerika menyerang Iraq dan Afghanistan. Rusia menyerang Suriah dan Ukraina. Israel menjajah Palestina. Cina menjajah sejumlah negara di Asia Tengah dan mencaplok beberapa negara dengan hutangnya. Apakah sekularisme dapat memimpin dunia dengan beradab dan berkeadilan? Apakah dengan kekuatan ekonomi dan militer bisa memperbaiki dunia?

Moment luar biasa dunia, apakah bisa memperbaiki dunia? Renaisans Perancis, membawanya menjadi penjajah. Revolusi Amerika, tetap mengelora apartide. Deklarasi Hak Asasi Manusia tetap menyeret manusia pada penjajahan, perang dan diskriminasi.

Apakah kemajuan Eropa dan Amerika membawa dunia yang berkeadilan? Ekonomi dan militer tetap menjadi andalan utamanya. Bisakah dunia menjadi beradab saat ekonomi dan militer menjadi dasar kekuasaan?

Awal Mula Kekayaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semua berasal dari tanah. Kehidupan dimulai dari a...

Awal Mula Kekayaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Semua berasal dari tanah. Kehidupan dimulai dari air. Dengan udara manusia bisa hidup. Harta kekayaan pun berasal dari tanah,  air dan udara. Manusia tak bisa menciptakan kekayaan, karena manusia tak bisa menciptakan air, tanah dan udara.

Andai tidak ada yang dihasilkan dari tanah, air dan udara, apakah kehidupan ini akan bergerak? Apakah perindustrian dan teknologi bergerak? Apakah sektor jasa bergerak? Hasil dari tanah, air dan udara, itulah dasar semua sektor perekonomian berjalan.

Awal bergeraknya ekonomi dari mengolah dan menggali tanah. Menjaring dan menyelami lautan. Setelah itu bergeraklah semua roda sektor perekonomian. Apa yang bisa dilakukan oleh sektor jasa bila tidak ada barangnya? Apa yang dimudahkan oleh industri dan teknologi bila tidak ada yang diolahnya?

Semua bahan baku dan mentah dihasilkan dari tanah, air dan udara. Peran manusia hanya mengolah dan merubah bentuk saja. Andai anak negri meninggal pengolahan tanah, air dan udara, bagaimana bisa menciptakan kekayaan bagi negri?

Untuk memperbaiki perekonomian bangsa dimulai dari sebuah cangkul yang diayunkan ke tanah. Dari sebuah besi untuk menggali tanah. Berawal dari sebatang kayu dan jaring untuk mengarungi lautan. Dari penyelam yang berani menembus dasar lautan. Itulah sebab kekayaan kerajaan Nabi Sulaiman.

Negri Saba berada di sebuah lembah. Sebab kekayaan negrinya karena di kanan kirinya dipenuhi kebun-kebun yang berbuah. Di atasnya bendungan air yang mengaliri kebun dan rumahnya. Semua dari hasil pengolahan tanah dan air.

Mengolah udara menjadi sarana teknologi digital. Di langit ada sumber rezeki yang tak terkira pula. Seperti itu pesan dalam Al-Qur'an. Kembali terjun ke hal yang mendasar, tanah, laut dan udara, itulah awalnya kekayaan.

Menuntaskan Hutang Indonesia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Hutang Indonesia per April 2022  413 Mil...

Menuntaskan Hutang Indonesia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Hutang Indonesia per April 2022  413 Milyar Dollar, ada yang berkata 7.000 trilyun, bagaimana membayarnya? Hutang sebesar itu sangat besar bagi manusia, namun seperti debu bagi Allah. Padahal hidup penuh hutang tak pernah tentram.

Negri Nusantara bukan untuk rakyatnya. Tapi negri ini untuk segelintir anak negri dan bangsa asing yang kolonialis, itulah persoalannya. Hasilnya bukan untuk negri, tapi untuk pribadi. Banyak orang kaya secara pribadi, namun mengapa terus berhutang? Karena hutang negara untuk kekayaan pribadi.

Hutang negara untuk sesuap nasi. Hutang negara untuk kebutuhan perut. Hutang negara untuk hawa nafsu kekuasaan. Itu penyebab hutang terus bertambah dan berhutang untuk membayar hutang.

Cara membayar hutang itu cukup mudah. Seluruh anak negri mencintai negri ini. Berkurban bagi negri ini. Menyingsingkan lengan bagi negri ini. Semua persoalan akan selesai dengan sendiri. Tak ada cinta pada negri itu persoalan yang mendasar.

Persoalan mendasar negri ini bukan kebodohan, kemiskinan, tak berteknologi tinggi. Bukankah bangsa ini mampu mengusir penjajah hanya dengan bambu runcing? Saat anak bangsa menjadi kepanjangan tangan kolonialis, kepintaran, kekayaan dan teknologi canggih tetap menjadi "jongos" yang diperbudak.

Yang memerdekakan Indonesia bukan mereka yang berbaju putih dengan ala Belanda. Bukan lulusan Belanda yang pintar tetapi hanya menjadi jongosnya yang tampil di depan masyarakat menjadi pegawai, Demang, Bupati dan petinggi Belanda, tetapi dari ruang kemiskinan yang hatinya penuh cinta pada negri.

Bangsa Indonesia pernah menorehkan prestasi luar biasa, bagaimana penjajah Belanda yang bangkrut sebab perang, hutang dan korupsi bisa berjaya kembali? Hanya dengan mengolah tanah dan menjaring kekayaan di lautan Nusantara.

Memadukan  Hidayah dan Ilmu Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ingin ilmu, belajarlah dengan para guru, t...

Memadukan  Hidayah dan Ilmu

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ingin ilmu, belajarlah dengan para guru, trainer, konsultan, ustadz dan kiyai. Begitulah pesan KH Noer Ali. Ilmu memperluas cakrawala berfikir dan kedalaman analisa. Setelah itu untuk apa? Apakah dengan ilmu mampu membuat keputusan yang benar dan tepat?

Ingin hidayah, harus bermunajat langsung kepada Allah dengan bangun tengah malam, shalat tahajud dan bermunajat hingga menangis kepada Allah. Itulah pesan KH Noer Ali. Dalam shalat apa yang diminta? Bukan ilmu tetapi hidayah. Hidayah itu dalam genggaman Allah. Berbedakah ilmu dan hidayah?

Dengan hidayah, tahu kebenaran dan mudah mengikuti dan melaksanakan kebenaran. Dengan hidayah, tahu keburukan, dan terhindar dari keburukan tersebut. Apakah ilmu mampu melihat kebenaran dan kuat memikulnya? Apakah ilmu mampu meneropong keburukan dan kuat menghindarinya?

Dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya, lebih butuh ilmu atau hidayah? Dengan ilmu luas dan mendalam apakah keputusan pasti benar? Apakah jalan yang dipilih pasti benar?

Dalam perang kemerdekaan, para jendral perang Jepang, Belanda, dan Inggris menghadapi para Kiyai? Siapa yang ilmu perangnya sangat mumpuni? Jendral atau Kiyai? Tetapi mengapa jendral panglima perang dapat dipukul mundur dengan pasukan dan peralatan militer seadanya?

Ilmu adalah ikhitiar manusia. Hidayah adalah menangkap sinyal kebenaran dari Allah. Bila ilmu dan hidayah dipadukan. Maka akan menghasilkan keputusan yang maha dahsyat kebenaran dan ketepatannya. Margin error keputusan dapat diminimalkan. Kesalahan yang beresiko pada kebangkrutan dan kegagalan dapat dihindarkan.

Ilmu menangkap sinyal dan fenomena. Lalu memprediksi apa yang akan terjadi. Hidayah menangkap yang tidak dapat dijangkau ilmu. Hidayah, Allah memasukan intuisi masa depan, ketepatan dan kebenaran. Hidayah mengindarkan dari keburukan yang tidak bisa dijangkau ilmu.

Andai nabi Musa menggunakan ilmu, maka yang dipilih adalah pergi ke gunung yang tinggi untuk menyelamatkan diri dari kejaran Firaun. Dengan hidayah, nabi Musa bergerak ke laut. Allah menyiapkan solusi yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu. Itulah perbedaan ilmu dan hidayah. Ilmu belajar dari masa lalu untuk memprediksi masa depan. Hidayah, ada peristiwa luar biasa di masa depan yang tidak bisa dijangkau oleh manusia.

Tawakal Melebihi Optimisme Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berserah diri pada Allah, lebih kuat dari o...

Tawakal Melebihi Optimisme

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berserah diri pada Allah, lebih kuat dari optimisme. Optimisme banyak landasannya. Setiap orang bisa menciptakan dan memformulasikannya. Namun berserah diri pada Allah hanya dimiliki oleh mukmin.

Optimisme bisa lahir dari akal, pengetahuan, ilmu dan sarana penopang lainnya. Namun berserah diri pada Allah hanya lahir dari iman. Optimisme lahir karena masih melihat peluang, berserah diri pada Allah atau tawakal tak butuh melihat peluang untuk bergerak. Tawakal terlahir karena Allah Maha Pencipta kejadian.

Saat Nabi Musa tersudut di laut. Pengikutnya merasa akan terkejar oleh pasukan Firaun. Namun Nabi Musa berkata tidak. Saat Rasulullah saw dan Abu Bakar di gua Hira. Abu Bakar berkata bahwa seandainya kafirin menengok ke bawah maka akan terlihat. Namun Rasulullah saw bersabda bahwa Allah bersamanya. Berserah diri pada Allah ternyata lebih kuat menimbulkan ketentraman, kenyamanan dan keyakinan daripada optimisme.

Optimisme hanya bersumber akan keyakinan kemenangan dan keberhasilan. Targetnya adalah menang. Berserah diri pada Allah tak pernah memperdulikan kemenangan atau kekalahan. Karena targetnya, hanya keyakinan yang tak tergoyahkan pada Allah apa pun hasilnya. Optimisme berpondasi pada kemenangan. Berserah diri pada Allah berpondasi pada Dzat-Nya. Mana capaian yang tertinggi?

Perang Badar adalah pertarungan antara optimisme dan berserah diri kepada Allah. Kafirin optimis karena ditopang oleh seluruh kekuatan. Mukminin menghadapi lawan yang tak terduga dengan minimalis persiapan hanya bermodal pengaduan dan munajat pada Allah. Semua pertempuran kaum mukminin dimenangkan karena penyerahan diri kepada Allah.

Perang Hunian mukminin mengandalkan optimisme karena berjumlah sangat besar dan persenjataan yang cukup lengkap. Namun apa yang terjadi? Mukminin hampir terkalahkan bila tidak ada ahli Badar. Modal Mukminin hanya Allah semata. Dengan bertawakal, Allah akan mengkreasikan peristiwa untuk menopang mukminin.

Dua Takdir Kekafiran, Mana Yang Dipilih? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Jalan kekafiran bagaimana li...

Dua Takdir Kekafiran, Mana Yang Dipilih?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Jalan kekafiran bagaimana liku-likunya? Bagaimana pergolakannya? Apa yang ditemuinya? Apa hasilnya di dunia? Perjalanan ini adalah perjalanan abadi yang ditakdirkan bagi mereka yang menempuh jalan kekafiran.

Jalan kekafiran, bagaimana suasana jiwanya? Bagaimana gegap gempita perasaannya? Apa yang bergolak di lubuk hatinya? Inilah suasana kejiwaan bagi mereka yang memilih menempuh jalan kekafiran dan kezaliman.

Al-Qur'an menggambarkan dua jenis perjalanannya. Jalan yang datar, namun gersang dan terik. Nun jauh di sana ada gemerlap air, ternyata hanya fatamorgana saja. Setelah tiba di tujuan, ternyata hanya pasir juga. Haus, kepanasan dan kelelahan, hanya itu yang didapatkan. Obsesinya diraih, namun ternyata hanya pasir yang gersang dan panas.

Langkahnya terus mencari air untuk menghilangkan panas, haus dan lelah. Saat mencapai tujuan ternyata bukan air, hanya pasir semata. Teruskan perjalanannya, namun yang diraihnya seperti itu terus. Tak air air. Tak ada tempat berteduh. Tak ada tempat dan waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Hidup di tengah lautan dalam. Penuh kegelapan. Gelombang demi gelombang terus menerjang. Awan hitam menyelimutinya. Tangannya pun tak terlihat. Itulah kegelapan yang berlapis-lapis. Tak ada cahaya yang terlihat.

Apa yang dirasakan dalam suasana kegelapan yang penuh gelombang di lautan dalam? Tak ada jalan keluar. Tak ada harapan lagi. Tak ada sedikit cahaya yang bisa menolongnya. Hidup penuh penderitaan tanpa tahu akhirnya. Apa yang terjadi? Hanya putus asa.

Mana yang dipilih, menempuh perjalanan tanpa henti dengan kondisi kelelahan, kepanasan dan kegersangan untuk meraih obsesi. Saat sampai ditempuh yang dituju, ternyata hanya kehampaan. Ataukah, hidup dalam hempasan gelombang yang gelap tanpa tahu akhirnya? Itulah dua pilihan perjalanan hidup yang menjadi takdir perjalanan yang kafir dan zalim.

Hilangnya Kemukjizatan Tongkat Nabi Musa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Allah menyayangi umat Islam....

Hilangnya Kemukjizatan Tongkat Nabi Musa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Allah menyayangi umat Islam. Namun mengapa saat ini terpuruk? Padahal Rasulullah saw merupakan pemimpin para Nabi dan Rasul? Padahal umat Islam, umat terbaik bagi manusia? Padahal umat Islam, menjadi saksi bagi umat-umat lain?

Perhatikan Bani Israel, pada zamannya mereka umat pilihan, mengapa teraniaya di era Nabi Musa, saat di Mesir? Mengapa tidak bisa memasuki Palestina, padahal Nabi Musa dan Nabi Harun masih bersamanya? Padahal tongkat Nabi Musa masih dalam genggamannya? Padahal tanah tersebut, Palestina, telah dijanjikan Allah di zamannya?

Perhatikan Bani Israel, mengapa mereka dikepung dengan beragam azab dan siksaan? Padahal mereka umat yang banyak mendapatkan curahan nikmat? Allah pun sering kali mengulang agar Bani Israel mengingat nikmat tersebut.

Allah menyesatkan Bani Israel selama 40 tahun di Sinai, padahal Nabi Musa dan Harun masih bersama mereka. Terkurungnya Bani Israel untuk membersihkan generasi yang rusak. Generasi yang selalu membangkang dan tidak mau berjuang.

Allah selalu menepati janjinya. Mengapa Palestina tidak bisa dimasuki oleh Bani Israel? Mereka berkata, "Wahai Musa dan Harun, berjuanglah bersama Tuhanmu, setelah ditaklukkan barulah Bani Israel akan memasuki Palestina. Inikah yang terjadi dengan umat Islam sekarang? Kehilangan jiwa ketaatan dan perjuangan?

Tongkat Nabi Musa mampu membelah laut karena Bani Israel secara sungguh-sungguh mengikuti arahan Nabi Musa untuk berangkat ke Palestina. Allah menurunkan makanan dari surga karena mereka berjihad pergi ke Palestina. Batu mengeluarkan air, sebab Bani Israel mengikuti jejak Nabi Musa untuk menjalankan Taurat selama perjalanan ke Palestina.

Banyak prilaku kemaksiatan, dosa dan pembangkangan selama perjalanan dari Mesir ke Palestina, mengapa diampuni dan dimaafkan Allah? Karena perjalanan hidup mereka masih terfokus menuju Palestina dan terus dididik oleh Nabi Musa. Namun saat menolak berjuang memasuki Palestina, kemukjizatan tongkat Nabi Musa tiba-tiba lenyap, kenikmatan dari surga tak diturunkan lagi, ampunan dan maaf dari Allah tak ada lagi.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)