basmalah Pictures, Images and Photos
Februari 2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

Malam, Melipat Kasur Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Malam begitu sepi. Dahulu, malam adalah madrasah...

Malam, Melipat Kasur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Malam begitu sepi. Dahulu, malam adalah madrasah luar biasa. Menghasilkan pemimpin, panglima dan ulama hebat. Sekarang, malam penuh kelalaian.

Dahulu malam diisi dengan kekuatan hati dan iman. Malam diisi dengan cinta, rindu, harap, takut dan tangisan pada Allah. Sekarang malam diisi dengan gelak tawa, hiruk pikuk, permainan, kelalaian, pelampiasan hawa nafsu dan kemalasan.

Kualitas manusia tergantung kualitas malamnya. Kualitas iman tergantung kualitas malamnya. Kualitas ilmu tergantung kualitas malamnya. Apa yang diisi pada malam hari, itulah jati diri sebenarnya.

Bilal bin Rabah beristirahat malam dengan memperbanyak shalat, bukan tidur. Itulah pesan Rasulullah saw padanya. Saat tidur berarti kelalaian, namun era ini tidur pun sudah dikurangi dengan permainan.

Rabiah Al Adawiyah mengisi malam dengan 1.000 rakaat. Junaid Al Baghdadi, Abu Hanifah,  Imam Ahmad dan semua ulama Salaf mengisi malam dengan ratusan rakaat. Bagi mereka shalat adalah istirahat, bukan tidur di kasur pembaringan. Abu Hanifah tidak pernah tidur di atas kasur. Ada ulama membakar kasurnya. Ketika berusia 40-an mereka menggulung tikar istirahatnya, mengganti dengan shalat, dzikir dan munajat.

Mereka bisa membangun malam dengan melepaskan ngantuk, makan sedikit hanya pengganjal perut. Bila malam tiba, hati mereka diselimuti kegelapan dan kobaran neraka. Perjalanan dan kesulitan panjang menuju akhirat. Ngantuk mereka hilang karena ketakutan. Kemalasannya pudar karena tangisan.

Untuk apa hidup, bila tidak dianugerahi cinta kepada Allah? Untuk apa hidup, bila tidak dianugerahi rindu kepada Allah? Untuk apa hidup, bila tidak dianugerahi takut kepada Allah? Untuk apa hidup, bila kelak tidak bisa kumpul dan bercengkrama dengan Rasulullah saw? Untuk apa hidup, bila kelak tidak diberi kesempatan bersujud langsung dihadapan Singgasana kemegahan Allah? Bukankah hidup  ini untuk itu?

Untuk apa waktu dan umur? Untuk apa harta dan kekuasaan? Untuk apa ilmu? Untuk apa nikmat? Bila tidak dianugerahkan cinta, rindu, takut dan bersujud dihadapan kemegahan singgasana Allah? Dan bercengkrama dengan Rasulullah saw? Dunia dan seisinya tidak berharga. Nilai dunia tidak lebih bernilai dari sayap nyamuk. Nilai dunia tidak lebih berharga dari bangkai kambing ditumpukan sampah. Nilai dunia hanya air dijari dibandingkan samudera. Begitulah pesan mereka.

Waktu yang panjang, mengapa masih melalaikan? Umur yang panjang, mengapa masih belum menggugah kesadaran? Itulah teguran kepada para Sahabat setelah 7 tahun bersama Rasulullah saw. Itu pula yang menyadarkan Fudhail bin Iyad sehingga menjadi ulama terkenal. Bertafakurlah dengan akal dan hati. Temukan kelalaian diri. Seperti Nabi Ibrahim yang mentafakuri Semesta. Seperti Rasulullah saw mentafakuri di Gua Hira. Itulah permulaan jalan.

Hijab itu diri kita sendiri. Penghalang antara diri dengan cinta, rindu dan takut kepada Allah adalah jiwa kita sendiri. Musuh utama kita adalah diri kita sendiri. Jalan pertama dan utama adalah mendidik diri agar terbuka jalan, agar terbentang jalan antara kita dengan Allah. Mendidik kesenangan diri. Melawan kesenangan diri. Apakah berat mendidik diri bila balasannya adalah cinta, rindu dan takut pada Allah? Bukankah nikmat terbesar di semesta ini adalah cinta, rindu dan takut pada Allah?

Bila kesulitan itu sesuatu yang fana. Bila kesulitan itu pasti berakhir, bukankah itu kemudahan? Bila kesulitan akhirat itu abadi, bukankah itu kesulitan yang sebenarnya? Apa yang terjadi dan ada di dunia itu tak ada gunanya, karena akhirnya semua akan lenyap dan musnah dibawa oleh kematian. Hidup di dunia itu sebenarnya mudah, karena semuanya bersifat sementara.

Kesulitan mengisi malam, sebenarnya tidak ada. Hanya melawan kemalasan saja.

Kurikulum dari Kezaliman Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Syeikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Fat...

Kurikulum dari Kezaliman

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Syeikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Fathur Robbani mengutip ucapan Sofyan Tsauri, "Andai langit telah berubah menjadi logam. Andai tanah telah berubah menjadi batu. Andai tak ada lagi tanaman yang bisa tumbuh, lalu berputus asa atas rezeki dari Allah maka dia telah kafir."  Seorang mukmin tak pernah ada putus asa dalam kondisi apa pun. Itulah mental mukmin.

KH Abdullah bin Nuh, Ulama asal Bogor, berkata pada muridnya, "Bagi seorang wali lupa mengingat Allah adalah kafir." Jiwa mukmin selalu mengingat Allah. Jika mental dan jiwa telah berpadu seperti ini, adakah yang bisa mengkalahkannya?

Karakter seperti ini hasil tempaan yang panjang dan melelahkan. Bila Allah ingin melahirkan generasi ini, Allah menyiapkan medan pendidikannya. Allah menyiapkan kurikulumnya. Dengan apa? Tantangan zaman yang sulit, berat, melelahkan dan rentang yang panjang. Itulah mengapa setelah penguasa yang zalim dan diktator akan muncul pemerintah Nubuwah?

Ketika mengorbankan harta begitu mudah. Ketika mengorbankan nyawa begitu murah. Ketika ilmu menjadi mahkota. Ketika akhlak menjadi hiasan. Itulah tanda lahirnya generasi yang diharapkan mampu membangunkan peradaban Nubuwah. Tak ada lagi yang berguna kecuali takwa. Tak ada lagi yang ditakuti kecuali Allah. Generasi seperti ini sudah disiapkan untuk menghancurkan kezaliman dan kediktatoran.

Siklus peradaban ini adalah siklus kezaliman dan kediktatoran. Jadi jangan heran dan kecewa!  Siklus peradaban ini adalah siklus kemungkaran, mengapa harus diratapi? Bukankah kezaliman dan kediktatoran adalah jalan para pencari dunia? Dengan hanya cara itu mereka bisa meraihnya. Itulah satu-satunya cara untuk berkuasa.

Sampai kapan mereka bisa melakukan ini? Berapa lama mereka bisa mengangkangi semuanya? Sampai kapan kepongahan mereka berakhir? Hingga Allah menentukan waktunya. Hingga mereka merasa paling berkuasa. Hingga mereka merasa tak terkalahkan. Hingga mereka merasa telah menjadi Tuhan.

Bila generasi peradaban Nubuwah sudah mengandalkan Allah dalam jihadnya. Ketika generasi ini hanya menggunakan daya kekuatan Allah dalam perjuangannya. Bila generasi ini sudah tak berdaya lagi kecuali merengek pada Allah dalam ikhtiarnya. Itulah tanda Allah memberikan kemenangan atas para pelaku kezaliman.

Perjuangan adalah cara membersihkan jiwa dan hawa nafsu. Perjuangan adalah dalam rangka memurnikan tauhid yang kotor. Agar generasi Nubuwah hidup dalam kebersihan tauhid, kebenaran ibadah dan benar menapaki langkah. Generasi yang ditempa perjuangan akan kokoh dan kuat dalam membangun peradaban baru yang bersih dari kezaliman.

Perjuangan akan membuka kembali sejarah bagaimana para pendahulu generasi Nubuwah berjuang? Membuka kembali khazanah strategi, tujuan, bekal dan penyebab kemenangan. Membuka kembali pesan-pesan pendahulunya. Membuka kembali nilai jiwa, pemikiran dan ibadahnya. Inilah yang tak disadari oleh para pelaku kezaliman. Sedangkan kezaliman akan dihantui oleh pelakunya sendiri. Saling curiga mencurigai sesama mereka.

Dari perjuanganlah nilai-nilai generasi terdahulu diserap dan lakoni oleh generasi saat ini. Nilai sejarah dalam tulisan berubah menjadi sebuah kepribadian nyata. Cerita sejarah menjadi karakter dan jiwa generasi ini. Tulisan sejarah menjadi jiwa-jiwa yang hadir dimuka bumi.

Selamat datang kecurangan. Selamat datang kezaliman. Selamat datang kediktatoran. Kelak engkau akan menyesal telah mendidik kami dengan kepongahan kezaliman. Dari kezaliman akan lahir kehancuran. Itulah hukum pergolakan peradaban.

Melawan Kezaliman, Berbicaralah! Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Terus berjuang di media sosial, terny...

Melawan Kezaliman, Berbicaralah!

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Terus berjuang di media sosial, ternyata kezaliman takut dengan media sosial.

Baru saja nonton filem Aladin. Tema besarnya, lawanlah kezaliman dengan tak berhenti berbicara. Itulah deklarasi putri Jasmine saat perdana mentrinya mengambil alih kekuasaan ayahnya dengan cara kecurangan.

Apa kekuatan berbicara? Apa kekuatan tulisan? Menpengaruhi, mempengaruhi dan mempengaruhi. Itulah jalan perubahan.

Apa kekuatan berbicara? Apa kekuatan menulis? Mengetuk kesadaran. Putri Jasmani berhasil merubah sikap sang Hakim dengan mengetuk nurani bukan pemikiran. Sang hakim memerintahkan prajurit untuk menangkap perdana mentri yang telah mengaku sebagai  Sultan.

Melawan Kezaliman hanya dengan kekuatan seperti kekuatan yang mereka miliki? Tidak akan pernah bisa. Kezaliman memiliki kekuatan yang sangat kuat. Kita tak perlu memiliki kekuatan seperti mereka. Tak perlu menyamai apalagi melampauinya. Kekuatan berbicara, menulis, menggelorakan kesadaran itulah cara efisien menghancurkan kezaliman. Kita pertontonkan saja kezaliman mereka di ruang publik, diruang pemikiran dan bacaan masyarakat. Itulah cara efektifnya.

Kezaliman selalu mempertontonkan kekuatan dan kehebatan. Kezaliman selalu mengandalkan sihir yang menakutkan. Menciptakan ketakutan itulah kekuatan kezaliman. Ketakutan menciptakan mental budak dan mental tak berdaya. Itulah cara kezaliman menciptakan superriornya.

Enyahkan ketakutan. Enyahkan mental budak. Itu yang pertama kali dilakukan putri Jasmine untuk melawan kecurangan. Suara pun menjadi lantang menggema menyadarkan banyak orang yang tersihir dengan kekuatan kezaliman. Melawan dan melawan, walau hanya bermodal berbicara dan menulis. Berbicara dan menulis dengan argumentasi yang bernurani. Argumentasi yang didasari oleh ilmu dan hati. Putri Jasmine membina ini semua dengan kekuatan membaca, dengan kekuatan literasinya.

Kezaliman dikalahkan oleh dirinya sendiri. Kezaliman akan dikalahkan oleh kekuatannya sendiri. Kezaliman terkalahkan oleh nafsu kekuasaan superpowernya sendiri. Itulah strategi yang digunakan putri Jasmine dan Aladin untuk menumpas kezaliman yang sudah memuncak. Kezaliman dihancurkan dengan nafsu kezaliman.

Sang perdana mentri terkalahkan setelah dia ingin menjadi orang yang paling kuat di jagat raya. Saat menjadi orang yang paling kuat, disitulah kekuatannya sirna. Dia sudah berubah menjadi Jin yang bisa menjadi sangat kuat setelah memiliki tuan. Memiliki kekuatan tetapi statusnya budak? Budak nafsunya sendiri.

Bertindak dengan kekuatan dan kemarahan, itulah bahasa kezaliman. Disitulah nafsu menguasai. Disitulah kecerdasan lenyap. Disitulah kezaliman dipermainkan. Bisakah kemarahan mengalahkan kecerdasan? Bila sudah taraf ini kezaliman hancur sehancurnya. Kezaliman menjadi kerdil walaupun memiliki kekuatan yang sangat besar. Perdana menteri  yang telah menjadi Jin, akhirnya masuk kedalam lampu ajaib. Setelah itu apakah bermanfaat kekuatan yang hebat?

Kezaliman Runtuh Hanya Dengan Keberanian  Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa puncak tertinggi dari ke...

Kezaliman Runtuh Hanya Dengan Keberanian 

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa puncak tertinggi dari kezaliman? Kekuasaan dan kekayaan, itulah yang dianggap puncak kekuatan untuk bisa melakukan kerusakan. Namun kekuasaan dan kekayaan pada satu titik tidak akan memberikan energi ketika nafsu sudah ditaklukan.

Pelaku kezaliman takut dengan kematian. Mereka butuh tameng dan benteng yang kuat. Baju yang tidak akan ditembus oleh apa pun. Rumah dan pengawalan yang dijaga oleh pasukan dan tank. Sesungguhnya kezaliman menimbulkan ketakutan pada pelakunya sendiri.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Raudha Tha -Thalibin mengatakan bahwa pecinta dunia itu lemah dan pecinta akhirat itu kuat. Rasulullah saw bersabda bahwa pecinta dunia akan diliputi persoalan yang tidak pernah selesai, hidupnya penuh kekacauan. Itulah yang dirasakan oleh pelaku kezaliman yaitu kelemahan, kekacauan dan ketakutan. Adakah selain itu?

Lihatlah Israel, bisa tegak bila ditopang oleh Amerika dan Inggris. Bisa tegak bila memiliki angkatan senjata paling kuat. Bisa tegak bila ditopang ekonomi dan dana dari Amerika. Bisa aman bila disetiap desa di Palestina di kurung oleh benteng dan pemeriksaan yang ketat disetiap pintu-pintu benteng di setiap desa. Namun anehnya, beberapa tentara Israel dilawan oleh anak kecil sambil membawa susu botol dan batu?

Keruntuhan kezaliman hanya menunggu satu momentum yaitu keberanian. Keberanian yang lahir dari satu mental yaitu iman kepada Allah. Bukankah Ibrahim melawan Namrudz seorang diri dengan argumentasi? Bukankah Musa dan Harun menghadapi Firaun dengan argumentasi? Kekuatan kekerasan akan lunglai dengan argumentasi.

Bukankah para nabi dibekali kitab Suci yang salah satunya untuk berargumentasi dan menggugah hati? Dengan cara ini pula kita bisa meruntuhkan kezaliman.

Pelaku Kezaliman akan bising dengan fakta, argumentasi dan sentuhan nurani. Karena kezaliman akan lenyap ditangan mereka yang jiwanya bergelora dan hidup. Bukankah pekikan Allahuakbar sudah mampu melemahkan mental kezaliman? Biarkan pekikan ini terus membahana dan bergemuruh di negri tercinta.

Kezaliman menghasilkan beban  berat bagi pelakunya. Betapa banyak tentara Amerika yang gila dan bunuh diri atas kezalimannya? Betapa banyak yang mengalami gangguan jiwa? Kezaliman menghancurkan nuraninya sendiri.

Mengandalkan Mukjizat, Cara Para Nabi Menghadapi Gelombang Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Baga...

Mengandalkan Mukjizat, Cara Para Nabi Menghadapi Gelombang Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bagaimana Nabi Nuh menghadapi kedurhakaan kaumnya? Sabar dan mengikuti perintah Allah dengan membuat kapal di atas gunung. Bukankah ini aneh? Allah yang Maha Mengetahui tentang apa yang akan terjadi.

Bagaimana Nabi Hud menghadapi kedurhakaan kaumnya, Aad? Bersabar dalam menyeru. Seluruh waktu, jenis azab dan siksaan kepada pembangkang diserahkan kepada Allah. Nabi Hud hanya fokus menyeru dan memperbaiki umatnya.

Bagaimana Nabi Luth menggadapi kaumnya? Bersabar dan terus menyeru. Tak memperdulikan liku-liku yang dihadapi. Fokusnya hanya menunaikan kewajibannya. Sebab, kelak para Nabi akan ditanya dihadapan kaumnya, Apakah mereka telah menyampaikan seruannya?

Bagaimana Nabi Shaleh menghadapi kaumnya? Bersabar dan terus menyeru. Hingga kaumnya membunuh unta betina yang menjadi mukjizatnya. Saat mukjizat yang menjadi sumber kebenaran, ketentraman dan kemakmuran dibunuh, maka hancurlah kaum tersebut.

Bagaimana Nabi Musa melewati masa sulitnya? Teguh pada mukjizatnya yaitu tongkat. Setiap Nabi dan Rasul dapat melewati tantangannya hanya dengan mengandalkan mukjizatnya, bukan otak, akal, ilmu, teknologi ataupun dugaannya. Bagaimana dengan umat Islam saat ini?

Bila para Nabi dan Rasul menghadapi semua persoalannya dengan mukjizat Allah. Mengapa umat Islam menghadapi tantangan hidup dengan akal, ilmu, teknologi dan persepsi egonya sendiri? Nabi dan Rasul yang merupakan kekasih Allah saja mengandalkan mukjizatnya, mengapa Umat Islam justru meninggalkan mukjizatnya?

Para Sahabat, Salafus Shaleh dan ulama terpercaya, menghadapi liku-liku persoalan hidup dengan mengandalkan mukjizat Al-Qur'an dan syariat-Nya. Mengapa Umat Islam saat ini justru membuang mukjizatnya? Kekuasaan, kekuatan dan kekayaan para penentang kebaikan takkan bisa dilemahkan, kecuali dengan mengandalkan mukjizat dari Allah yaitu mengamalkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Perang Sihir, Membongkar Kebohongan Penguasa Fir'aun Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Firaun menan...



Perang Sihir, Membongkar Kebohongan Penguasa Fir'aun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Firaun menantang Nabi Musa untuk perang tanding dengan seluruh ahli sihir di Mesir. Firaun meminta menetapkan sendiri waktu dan tempatnya. Firaun merasa kekuatan ahli sihirnya mampu mengalahkan mukjizat Nabi Musa. Seribu ular melawan satu ular Nabi Musa? Pastilah akan menang.

Ada satu persoalan lagi yang dihadapi Firaun, bagaimana memompa mobilitas seluruh ahli sihir? Setelah waktu dan tempat perang tanding ditentukan. Selama waktu menunggu, Firaun membuat tipu daya. Ahli sihir akan diberi jabatan tinggi. Mereka akan menjadi pahlawan Mesir karena menyelamatkan rakyat Mesir dari pengusiran Nabi Musa. Itulah tipu daya sebelum perang tanding.

Perang tanding dimulai. Para ahli sihir berbaris rapih. Menyiapkan dan menyatukan seluruh kekuatannya. Nabi Musa pun berkata, "Celakalah kalian, jangan mengada-ngada kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan dengan azab." Para ahli sihir terperanjat, mengapa perkataan Nabi Musa berbeda dengan yang diisukan Firaun?.

Para ahli sihir pun terpecah belah. Mereka saling berbantahan sesama mereka. Mengapa ucapan Musa berbeda dengan yang didengungkan oleh Firaun? Para ahli sihir, merahasiakan perpecahan mereka dalam merespon ucapan Nabi Musa. Para ahli sihir meneguhkan diri. Mereka tetap mempercayai ucapan Firaun untuk sementara waktu.

Ahli sihir menantang Musa. Siapakah yang akan lebih dahulu memulai? Nabi Musa mempersilahkan ahli sihir untuk memulai. Tali dan tongkat ahli sihir yang dilemparkan berubah pandangan mata menjadi ular yang sangat banyak, sebanyak tali dan tongkat yang dilempar. Firaun dan rakyat Mesir menyaksikan kehebatan tersebut.

Nabi Musa ketakutan. Allah meneguhkan hati Nabi Musa bahwa dialah yang akan menang. Allah memerintahkannya untuk melemparkan tongkatnya. Persoalan yang dihadapi oleh Nabi Musa dituntaskan dengan tongkatnya yang menjadi wasilah lahirnya beragam mukjizat. Itulah kunci menaklukkan lawan dengan pertolongan Allah. Bagaimana dengan umat Islam saat ini?

Tongkat pun dilempar. Satu ular dari tongkat Nabi Musa menghabiskan seluruh ular-ular para ahli sihir dengan sangat mudah dan dalam waktu yang super cepat. Ular para ahli sihir tak melakukan perlawanan sedikit pun. Ada kekuatan yang maha dahsyat pada ular yang keluar dari tongkat Nabi Musa. Ini bukan kekuatan ilmu, akal, pengetahuan apalagi tipu daya sihir. Ini kekuatan Allah pencipta alam semesta. Seketika itu juga para ahli sihir mengakui Tuhannya Nabi Musa dan Harun.

Ada dua alasan bersujudnya ahli sihir. Sejak awal pertarungan, mereka telah melihat kebohongan Firaun. Nabi Musa tak bermaksud mengusirnya dari Mesir, tetapi menyadarkan akan hakikat hidup. Kedua, ular Nabi Musa bukanlah buah dari sihir. Para ahli sihir sangat paham mana yang tipu daya dan mana yang sebenarnya.

Mulut Firaun, Mulut Penguasa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mulut penguasa. Bagaimana karakter ucapa...



Mulut Firaun, Mulut Penguasa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Mulut penguasa. Bagaimana karakter ucapannya? Apa yang tersembunyi? Apa yang diungkapkannya? Apa maksudnya? Perlu mempelajari bagaimana komunikasi antara Nabi Musa dengan Firaun, lalu bagaimana Fir'aun mengungkapkannya pada rakyatnya.

Nabi Musa dan Harun datang ke Fir'aun dengan kelemahan lembutan. Menjelaskan bahwa mereka berdua datang sebagai utusan Allah. Membebaskan Bani Israel dari kekejaman Firaun dan membawanya keluar dari Mesir.

Nabi Musa dan Harun menjelaskan efek kedurhakaan pada Allah. Menjelaskan hari kebangkitan dan menjelaskan asal usul manusia dari tanah dan akan kembali ke tanah. Juga, menjelaskan mukjizat Nabi Musa. Lalu apa respon Firaun? Apa yang diungkapkan dan disebarkan oleh Firaun kepada seluruh rakyatnya?

Komunikasi yang penuh kelembutan ini. Penghormatan Musa kepada Firaun yang pernah mengurusnya sejak kecil. Ternyata tak bisa meyakinkan niat baik Nabi Musa pada Firaun. Bagaimana Firaun mengungkapkan hasil pertemuan ini? Disebarkan berita Hoax bahwa Musa hendak mengusir rakyat Mesir dari negrinya.

Untuk menunjukkan patriotisme  dan nasionalisme atas kecintaannya pada Mesir, Firaun menantang Nabi Musa "perang tanding" dengan ahli sihir dari seluruh Mesir. Para ahli sihir dibombardir informasi Hoax bahwa Nabi Musa dan Harun hendak mengusirnya dari Mesir dan menghapus adat kebiasaan bangsa Mesir yang utama.

Untuk menunjukkan kesangat seriusnya melawan Nabi Musa dan Harun, Firaun membuat proyek infrastruktur yang sangat ambisius dan fenomenal yaitu membuat bangunan tinggi untuk melihat Tuhan Nabi Musa dan Harun. Seluruhnya rakyatnya direkayasa menjadi pembela Firaun.

Saat perlawanan Firaun makin keras, Allah mengazab Mesir dengan air berubah menjadi darah, dipenuhi kodok, dan belalang. Lalu Firaun mengkomunikasikan pada rakyatnya bahwa semua ini disebabkan oleh kehadiran Nabi Musa. Semua bencana yang terjadi di Mesir disebabkan oleh Musa. Padahal sebenarnya oleh kezaliman dan kedurhakaan penguasa, Firaun.

Mulut Penguasa akan tetap sama dari masa ke masa, dari generasi ke generasi. Sebab, obsesi, imajinasi dan hasratnya tetap sama walaupun sudah berubah model pemerintahannya dan cara mengangkat dan menurunkannya. Haruskah menelan bulat-bulat suara mulut penguasa?

Meninggalkan Karena Allah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Tinggalkan karena Allah. Menuju sesuatu kare...

Meninggalkan Karena Allah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Tinggalkan karena Allah. Menuju sesuatu karena Allah. Jangan ada yang tersisa. Jangan terbesit niat dan obsesi selain Allah.

Banyak yang berkubang pada hawa nafsu, yang dicintai dan diingini. Banyak yang sulit melepaskan hawa nafsu, kebiasaan dan tradisi yang merusak dan menghancurkan. Banyak yang terus terjerumus dengan bisikan syetan.  Penyebabnya, tidak menyertakan Allah dalam meninggalkannya. Tidak ada niat-niat karena Allah dalam menjauhinya.

Mengapa manusia terus dirundung persoalan dan kesulitan? Mengapa kesedihan seperti tak pernah berujung? Karena penyelesaiannya tidak melibatkan Allah, tidak mengadukan kepada Allah, tidak mendengar petunjuk Allah. Manusia mencari jawaban dari makhluknya, dari pikiran dan pemikiran makhluk yang sama-sama bodoh, lemah dan tak berdaya. Bila seperti ini,  bagaimana bisa menyelesaikan persoalan?

Rasulullah saw hendak bercermin pun berdoa. Hendak berpakaian berdoa. Hendak makan dan minum berdoa. Hendak keluar dan masuk rumah berdoa. Naik kendaraan berdoa. Semua gerak-gerak dan prilakunya didahulukan dengan doa. Menyertakan Allah dalam semua gerak-gerik dengan berdoa, minimal membaca bismillah. Menurut seorang ustadz, makna bismillah salah satunya memohon pertolongan Allah.

Target minimal menyertakan Allah dalam seluruh rangkaian hidup adalah menghadirkan doa dalam seluruh gerak prilaku. Batas maksimalnya, merasakan pengawasan Allah seolah-olah Allah terus melihat kita. Menghadirkan Allah dalam seluruh rangkaian kehidupan.

Berdialog dengan Allah sebelum dan setelah beraktifitas dengan rangkaian doa. Seperti prilaku manusia di akhirat yang selalu mengucapkan," Ya Allah, selamatkan." tiada henti agar terhindar dari azab akhirat.

Apa yang terjadi bila Allah meninggalkan kita? Apa yang terjadi bila Allah tidak memperdulikan kita? Apakah seluruh makhluk di jagat raya  bisa menolong? Apakah seluruh kekuasaan, kekayaan dan para pengikut bisa menolong persoalan dan kesulitan?

Alam semesta hanya sebesar debu dalam kekuasaan Allah. Mengapa manusia mengandalkan diri dan makhluk? Alam semesta tak bisa memberikan kemanfaatan kepada manusia tanpa seijin Allah, mengapa manusia  mengabaikan Allah?

Toa Masjid dan Gonggongan Anjing  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Menyandingkan suara Azan di toa Mas...

Toa Masjid dan Gonggongan Anjing 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Menyandingkan suara Azan di toa Masjid dan Mushala, dengan gonggong anjing, apakah sekedar perumpamaan tak disengaja? Apakah itu kekhilafan? Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semuanya didesain sempurna oleh Allah.

Tiba-tiba kita menggunakan referensi Arab Saudi untuk mengatur pengeras suara. Padahal sebelumnya menggembar-gemborkan bahwa Islam Nusantara yang berbeda dengan Arab. Semuanya hanya mengikuti seleranya.

Dzikir keras dan lembut ada dalil-dalilnya. Membaca Al-Qur'an keras dan lembut ada dalil-dalilnya. Semuanya ikhtilaf. Tak ada yang benar dan salah bila masuk ke ranah ikhtilaf. Yang ada mana yang memberikan kemudahan dan kemanfaatan yang lebih besar.

Di era Abbasiyah, seorang khalifah ingin mengatur bahwa fiqh yang berlaku mengikuti mazhab imam Malik. Imam Malik menolaknya, karena ilmu para Sahabat sudah menyebar ke seluruh pelosok negri. Khalifah tidak jadi masuk ke persoalan khilafiyah. Mengapa tiba-tiba penguasa  "memaksakan" persoalan khilafiyah? Khilafiyah itu akan terus ada sepanjang manusia itu ada.

Allah membongkar kedengkian manusia. Kedengkian itu jelas dari ucapan, intonasi, topik pembicaraannya. Seperti itulah Allah berfirman di Al-Qur'an. Ucapan itu menceritakan isi hati. Bila ucapan bisa dikelolanya, maka lihatlah raut wajahnya dan warna wajahnya. Seperti itulah cara membongkar isi hati menurut Al-Qur'an.

Persoalan azan dan gonggongan anjing. Persoalan banyaknya penghinaan terhadap Islam dan Umat Islam, bukan bentuk ketidaksengajaan, tetapi itulah cara Allah membongkar apa yang ada dibenak kekuasaan.  Dalam sejarah, topik pembicaraan di masyarakat di era Khalifah Abdul Malik, Sulaiman dan Umar bin Abdul Aziz sangat jauh berbeda. Pembicara masyarakat mengikuti kecendrungan penguasanya.

Di era Abdul Malik, topik pembicaraannya tentang infrastruktur. Di era Sulaiman bin Abdul Malik, topik pembicaraannya tentang makanan dan minuman. Di era Umar bin Abdul Aziz, topik pembicaraannya tentang pengokohan ibadah. Bila suatu negri, topik pembicaraannya menyudutkan Islam dan umatnya? Seperti itukah pula penguasanya?

Kondisi ini bertanda, Allah sedang menyiapkan generasi baru. Saat generasi saat ini tak bisa mengambil tanggungjawab amanahnya, maka Allah akan melenyapkan generasi tersebut dan menggantinya dengan ciri mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka. Inilah detik-detik lahirlah generasi baru. Seperti saat kaum muslimin berpecah belah saat diserbu oleh tentara Salib dan Mongol.

Sebab Keteguhan Nabi Musa dan Takutnya Firaun Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Nabi Musa sangat ketaku...

Sebab Keteguhan Nabi Musa dan Takutnya Firaun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Nabi Musa sangat ketakutan menghadapi Firaun. Bagaimana tidak, bukankah sejak dahulu mereka mengejar Musa untuk dibunuhnya? Sekarang harus memasuki Istana seorang diri? Tindakan Firaun bisa lebih kejam dan melampaui batas lagi? Bagaimana Allah memperkuat keyakinan Nabi Musa agar berani menghadapi Firaun? Apa yang dilakukan Nabi Musa untuk menghilangkan ketakutannya?

Nabi Musa berdoa agar diberikan kelapangan dada, dimudahkan urusannya dan dilancarkan lidahnya untuk berbicara. Nabi Musa memohon kepada Allah, agar mengangkat Harun, saudara laki-lakinya, agar membantunya menyeru kepada Firaun dan kaumnya karena Harun memiliki kelebihan dalam berbicara. Juga, menjadi teman untuk berdzikir kepada Allah.

Untuk mengusir ketakutan Nabi Musa, Allah menunjukkan mukjizat dari tongkat Nabi Musa.  Allah mengkisahkan kembali bagaimana Allah menyelamatkan Bayi Musa dan Ibunya dengan mengalirkannya ke sungai bahkan dipelihara oleh yang mau membunuhnya. Dikembalikan kembali ke ibuanya. Diselamatkan dari dua kali upaya pembunuhan oleh Firaun saat kecil dan remaja. Serta diselamatkan ke negri Madyan hingga berkeluarga. Kisah itu untuk meneguhkan hati.

Allah juga meneguhkan hati Nabi Musa, bahwa Allah selalu bersama, mendengar dan melihat. Allah meneguhkannya dengan Asmaulhusna-Nya dengan nama Agung-Nya. Itulah bekal yang Nabi Musa pinta dan yang Allah siapkan bagi Nabi Musa. Mengapa tidak ada persiapan kekayaan, kekuasaan, persenjataan dan bala tentara? Kezaliman itu lemah. Takdir kehancurannya sudah pasti. Jadi apa yang ditakutkan lagi?

Mengapa Fir'aun tidak berani langsung membunuhnya saat Nabi Musa dan Harun datang? Dahulu Nabi Musa hanyalah anak angkatnya. Sekarang, setibanya dihadapannya langsung mengungkap jati dirinya sebagai utusan Allah. Tuhan ego Firaun menghadapi utusan Allah. Bukankah ini sebuah kesejajaran dan kesetaraan? Firaun pun tak berani gegabah, sebab hati kecilnya tetap mengakui ada Tuhan yang sebenarnya. Yaitu, bukan dirinya.

Firaun pun menguji Nabi Musa dan Harun dengan beberapa pertanyaan. Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa? Bagaimana keadaan umat-umat terdahulu? Musa menjawab bahwa Tuhan kami adalah Tuhan Yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk. Nasib umat terdahulu sudah tercatat di Lauhul Mahfudz. Musa pun melanjutkan kisah tentang penciptaan alam, tanah, tumbuhan, nikmat Allah dan tempat kembalinya lagi, tanah.

Perkataan Nabi Musa menggentarkan hati Firaun. Ucapannya bagaikan sihir yang menghantam hati dan akalnya. Lalu Firaun pun berkata, "Apakah Musa bermaksud mengusirnya dari negri Mesir?" Rasa ketakutan sudah menghantui Firaun. Dia semakin yakin bahwa takdir mimpinya tentang kehancuran kekuasaannya akan benar-benar terjadi. Bagaimana menghancurkan kewibawaan dan kebenaran Nabi Musa? Jangan sampai ucapannya didengar oleh penduduk Mesir? Bila  didengar rakyat Mesir, maka ketuhanan Firaun akan runtuh seketika.

Setiap orang bisa berbicara dan berargumentasi. Namun apakah Nabi Musa memiliki kompetensi Sihir yang luar biasa? Bukankah hanya di Mesir saja tukang sihir yang paling hebat berada? Ini yang dipikirkan Firaun. Dibuatlah rencana jahat untuk mempermalukan Nabi Musa. Namun Firaun tak sadar bahwa Allah mengetahui segala yang gaib dan nyata. Allah sudah menyiapkan perangkat sempurna untuk mempermalukan Firaun dihadapan rakyatnya.

Sebab Timbulnya Karamah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Nabi Musa selalu membawa tongkatnya. Saat All...

Sebab Timbulnya Karamah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Nabi Musa selalu membawa tongkatnya. Saat Allah bertanya untuk apa tongkatnya, Nabi Musa menjawab, "Aku bertumpu padanya dan aku merontokkan daun dengannya untuk makanan kambingku dan masih ada lagi manfaat yang lain." Hanya itu yang diketahui oleh Nabi Musa.

Allah berfirman agar Nabi Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkatnya menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. Nabi Musa ketakutan. Setelah itu Allah berfirman agar Nabi Musa memegang ular tersebut, ular pun berubah menjadi tongkat kembali.

Peristiwa ini terjadi di lembah suci Thuwa Palestina. Saat Nabi Musa tersesat di malam hari saat pulang dari Madyan ke Mesir. Dalam tak tahu arah ke Mesir, Nabi Musa melihat api dengan harapan ada orang yang memberi petunjuk dan meminta api untuk menghangatkan tubuh bersama istrinya. Saat mendekati api tersebut, ternyata Allah mengangkat Nabi Musa di tempat ini.

Allah memerintahkan Nabi Musa agar mengkepitkan tangannya ke ketiaknya, tangannya jadi bercahaya putih tanpa cacat. Itulah dua mukjizat besar yang dianugerahkan Allah. Mukjizatnya tak pernah terduga. Mukjizatnya muncul hanya dengan mengikuti perintah Allah saja. Tak ada mukjizat dengan ilmu, akal dan kehendak ego manusia.

Mengapa mukjizatnya muncul kembali di hadapan Firaun saat menghadapi ahli sihir yang banyak dan berjajar rapih saat menghadapi Nabi Musa? Mengapa tipu daya Firaun tak berhasil mengalahkan dan mempermalukan Nabi Musa dan Harun?

Keberangkatan Nabi Musa dan Harun menghadap Firaun, bukan atas kemauannya sendiri, tetapi atas perintah Allah. Strategi dan akhlak kepada Firaun bukan gagasan Nabi Musa dan Harun, tetapi arahan dari Allah. Hingga melemparkan tongkatnya pun bukan kemauannya, tetapi perintah Allah.  Itulah sebab, Allah selalu melindungi dan menolong Nabi Musa.

Saat Firaun melakukan aksi bumi hangus terhadap kaum Nabi Musa. Allah memerintahkan Nabi Musa agar berjalan di malam hari. Juga memerintahkannya untuk melemparkan tongkatnya sehingga membelah lautan. Nabi Musa tak pernah tahu tongkatnya akan menjadi apa. Yang pasti, strategi dan kapan tongkatnya dilempar hanya mengikuti perintah Allah bukan akal, ilmu dan kehendak ego Nabi Musa.

Inilah kunci menghadirkan kemukijzatan atau Karamah. Meninggal ego diri manusia, lalu hanya mengikuti perintah Allah saja.

Saat Nabi Ayub Sakit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saat Nabi Ayub sakit, dia hanya berdoa, "Ya...

Saat Nabi Ayub Sakit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saat Nabi Ayub sakit, dia hanya berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." Nabi Ayub tidak berdoa sama sekali untuk mengubah keadaan dirinya. Ini bentuk kesabaran atas ujian tersebut.

Nabi Ayub tidak mengusulkan apa pun kepada Tuhannya, sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap Allah. Dia hamba yang sabar yang dadanya tidak sempit karena menerima ujian dan tidak merasa bosan dari penyakit yang menimpanya yang tidak ada duanya sepanjang sejarah.

Nabi Ayub merasa malu memohon kepada Allah agar dikeluarkan dari ujian itu. Dia menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. Inilah sikap ketentraman dan keyakinannya bahwa Allah mengetahui keadaannya dan Dia tidak butuh kepada pernyataan yang terang dan jelas dari permintaan hamba-hamba-Nya.

Episode kisah Nabi Ayub sangatlah singkat. Setelah berdoa Allah pun berfirman, "Maka, kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakitnya. Dan, Kami kembalikan keluarganya kepadanya. Kami lipatgandakan bilangannya, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami."

Rahmat Allah tercurah disaat musibah terjadi dan setelah musibah berlalu. Dilimpahkan kesabaran dan keyakinan saat musibah terjadi. Diangkatnya musibah dan dilimpahkannya kebaikan di saat musibah berlalu. Itulah rahmat Allah dalam setiap keadaan.

Bagi yang berkomitmen pada keimanan, ujian adalah keniscayaan. Ujian adalah jalan hidup yang harus dilalui. Itulah beban ibadah, aqidah dan iman, agar terlihat yang penuh kesungguhan dan main-main.

Iman adalah amanah, tidak diserahkan melainkan hanya kepada orang yang jujur, mampu menanggung beban dan siap menunaikan kewajiban. Iman itu bukan kata manis yang diucapkan bukan pengakuan sekehendaknya, tetapi harus memiliki kesabaran melewati ujian musibah.

Dikutip dari Tafsir Fizilalil Al-Qur'an 

Tak Perlu Menunggu Kekuatan untuk Perbaikan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kebenaran hanya bisa ungg...

Tak Perlu Menunggu Kekuatan untuk Perbaikan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kebenaran hanya bisa unggul dengan aset iman dan pertolongan Allah. Tidak dengan tampilan luar dan bentuk fisik. Untuk itulah, menaklukkan Firaun, Haman, Qarun, ahli sihir dan pembesarnya tak memerlukan kekuatan yang sepadan. Tak perlu memiliki kebesaran kerajaan, keberlimpahan kekayaan dan militer yang besar dan kuat yang menyamai kekuatan oligarki kediktatoran terlebih dahulu,  baru kemudian menegakkan kebenaran. Kebenaran memiliki jalannya sendiri untuk memenangkannya.

Apakah Nabi Musa menunggu memiliki kekuasaan seperti Firaun? Menyusun ilmu, teknologi dan kekayaan seperti Haman dan Qarun? Semuanya hanya sarana sekunder. Sarana utamanya adalah aqidah, menyampaikan dan proses pendidikan yang tak pernah berhenti.

Para Nabi dan Rasul sering dicemooh oleh pembesar musyrikin dan kafirin karena tak memiliki kekayaan dan keturunan sebanyak mereka. Mereka merasa menjadi orang yang dimuliakan Tuhan dengan fasilitas dan kekuasaan dunia. Apakah dengan kondisi ini para Nabi dan Rasul terdiam? Tak melakukan proses perbaikan?

Allah meneguhkan para Nabi dan Rasul dengan iman. Setiap ada persoalan, para Nabi dan Rasul beribadah dan berdoa. Setelah itu bagaimana Allah memberikan kemenangan tak terduga? Mukjizat, mengazab atau memberikan hidayah kepada kaumnya. Kekuatan yang dahsyat pun menjadi tergolek lemas.

Adakah perlawanan frontal? Adakah pembumihangusan, oleh para Nabi dan Rasul? Tak pernah ada. Nabi Musa dan Harun menghadap Firaun dengan lemah lembut. Bukan mengerahkan pasukan yang akan menghancurkan Mesir.

Para Nabi dan Rasul hanya menyampaikan, setelah itu diserahkan proses kepada Allah. Apakah kaum tersebut akan dihancurkan atau diberi hidayah oleh Allah? Nabi Dawud berperang di arena pertempuran Jalut dan Thalut. Rasulullah saw meladeni peperangan Quraisy setelah mendapatkan persetujuan dari Allah.

Para Nabi dan Rasul melakukan perbaikan terobosan ke dalam jalur medan bidang kehidupan yang ada. Tugasnya hanya menyampaikan setelah itu bertawakal kepada Allah. Biarkan kebenaran menyelusup ke relung hati dan akal. Biarkan fitrah nuraninya menemukan sendiri jalannya.

Hancurnya Kewibawaan Firaun Dihadapan Ahli Sihir Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Firaun mengumpulkan ...

Hancurnya Kewibawaan Firaun Dihadapan Ahli Sihir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Firaun mengumpulkan para ahli sihirnya dari seluruh Mesir. Dikumpulkan pada hari raya di lapangan terbuka. Acara tuntas sebelum siang hari. Ahli sihirnya berbaris rapih menghadapi kekuatan Nabi Musa. Ahli sihirnya dihadiahkan posisi khusus yang dekat dengan Firaun.

Firaun memompa emosi ahli sihirnya bahwa Musa datang kembali ke Mesir untuk mengusir penduduk Mesir dari negrinya dengan sihir Musa. Firaun pun menantang Musa bahwa dia mampu menghadirkan kekuatan sihir yang lebih hebat dari yang sudah ditunjukkan Nabi Musa pada Firaun.

Apakah mukjizat Nabi Musa itu sihir? Firaun sebenarnya kebingungan mendefinisikannya. Karena sihir itu khayalan, tipuan mata, rasa dan indra, lalu tiba-tiba muncul yang seolah-olah nyata. Firaun sadar perbedaan sihir atau bukan. Namun bagaimana mukjizat harus ditundukkan? Bagaimana menciptakan dukungan massif dari rakyatnya untuk melawan Nabi Musa? Menegaskan bahwa kekuatan Nabi Musa dimaksudkan untuk mengusir rakyat Mesir.

Sihir adalah kedustaan. Mukjizat adalah kenyataan. Firaun hendak melawan dengan kedustaan dan kepura-puraan. Keshalehan dilawan dengan pura-puraan saleh, perbuatan baik dilawan dengan tampilan yang baik. Para diktator akan terus melawan dengan perlawanan yang mirip secara lahir semata.

Nabi Musa memiliki kekuatan mukjizat yang menggetarkan raga dan jiwa. Juga kekuatan kebenaran yang tentram menyusup, menggugah dan menelusuri hati dan fitrah setiap manusia. Saat kedua berpadu dan ditampilkan secara serentak, kekuatan ahli sihir pun rontok. Hati dan fitrahnya melihat bahwa semua ini kebenaran mukjizat bukan kekuatan sihir.

Wibawa Firaun runtuh dihadapan seluruh rakyatnya. Ternyata seluruh ahli sihir bersujud dan beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun. Kepalsuan ketuhanan Firaun terbongkar dan lenyap. Seluruh ancaman dan hukuman yang paling kejam tak menggentarkan ahli sihir.  Dua kali ketuhanan Firaun dipermalukan. Sebelumnya, dayang dan keluarganya tak mengakui ketuhanannya.

Mengapa Fir'aun terkalahkan? Kemenangan tidak akan terwujud di alam nyata kecuali setelah kemenangan tersebut sempurna di alam nurani. Pejuang kebenaran tidak akan pernah tampil sebagai pemenang di alam nyata, kecuali setelah mereka memenangkan al-haq di alam batin.

Kebenaran dan iman memiliki hakikat. Saat terbentuk di alam perasaan, dia akan mencari celah agar pada akhirnya tampil dalam bentuk nyata. Tapi saat, iman hanya lipstik, tidak pernah memiliki bentuk di dalam hati, kebenaran hanya simbol, tidak bersumber dari nurani, maka di saat itu kediktatoran dan kebatilan mungkin saja menang.

Hakikat dan substansi iman wajib direalisasikan di dalam jiwa. Hakikat kebenaran wajib direalisasikan di dalam hati. Agar, jadi kekuatan yang lebih dahsyat dari kekuatan materi yang membuat kebatilan unggul dan diktator merajalela. Inilah rahasia takluknya ahli sihir pada keimanan dan kekuatan Firaun menjadi tak berarti.

Konflik-Konflik Manusia Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Semua manusia adalah ujian bagi yang lainnya....

Konflik-Konflik Manusia

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Semua manusia adalah ujian bagi yang lainnya. Suami, istri, anak, orang tua, tetangga dan seluruhnya adalah ujian. Yang bodoh ujian bagi yang pintar. Yang pintar ujian bagi yang bodoh. Sesama orang pintar juga ujian bagi sesamanya. Sesama orang bodoh juga ujian.

Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumudin memiliki pembahasan tersendiri dalam berinteraksi dengan berbagai jenis manusia. Bagaimana berinteraksi dengan penguasa, ulama, penuntut ilmu, yang bodoh,  yang berharta, yang miskin, rakyat jelata, yang tak beradab dan berbagai manusia lainnya. Berinteraksi dengan manusia memang memiliki kekhasan sendiri.

Dakwah para nabi adalah dakwah kepada manusia. Beragam interaksi dipaparkan. Interaksi dengan berbagai kalangan dihadirkan. Berbagi karakter dijelaskan. Interaksi dengan manusia memang sesuatu yang sulit. Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw menjanjikan surga bagi mereka yang bergelut dengan masyarakat dan sabar dengan segala tingkah pola, pernak-pernik dan potret manusia.

Berjamaah bagian jalan ke surga. Keluar dari jamaah akan mudah terhanyut dan tersungkur. Padahal dalam berjamaah penuh permasalahan dalam berinteraksi dengan manusia. Sering miskomunikasi, misunderstanding, mispersepsi dan banyak kesalahpahaman lainnya. Namun mengapa keruwetan dengan manusia tersebut justru jalan ke surga? Mengapa ketentraman menyendiri justru mudah terperosok dalam jebakan syetan?

Mengapa menikah itu sebagian agama? Bukankah seringkali terjadi konflik suami-istri-anak? Bisa jadi konflik-konflik yang terjadi antar manusia adalah penembus dan pembersih dosa. Konflik-konflik antar manusia menimbulkan keresahan dan sakit hati, nilai pahalanya adalah dari bagaimana kemampuan mengobatinya? Bagaimana melapangkan dadanya? Bagaimana mencoba berfikir dari sudut pandang orang lain? Bagaimana cerdas dan bijaksana dari interaksi konflik antar manusia?

Banyak kisah ahli surga yang biasa saja ibadahnya, namun cerdas dalam berinteraksi dengan konflik-konflik manusia. Kisah Sahabat yang memaafkan semua orang saat akan tidur. Kisah generasi salaf, sang pengembala kambing yang masuk surga karena memaafkan manusia. Konflik-konflik manusia adalah cara mendapatkan jalan-jalan surga.

Doa-doa yang berkaitan dengan interaksi manusia sangat sering dijumpai. Doa Nabi Musa yang memohon dilapangkan dadanya. Doa dalam Al-Qur'an yang meminta dihilangkan perasaan "Ghil" dari hatinya. Doa-doa untuk kaum muslimin yang selalu dipanjatkan setiap jumat saat dikhutbah kedua. Mengirimkan surat Al-Fatihah kepada kaum muslimin dan ahli kubur.

Interaksi dengan manusia memiliki peran tersendiri dalam liku-liku perjalanan manusia ke surga dan neraka. Liku-liku pergulatan menghadapi berbagai karakter manusia. Tips Rasulullah saw sangat mudah, bila yang tersinggung dirimu, maka abaikan saja. Karena manusia memang tempatnya salah dan bodoh.  Tetaplah berargumentasi agar orang bisa memahami.

Dilema Nabi Musa, Antara Tekanan Oligarki Kediktatoran dengan Keterhinaan Mental Kaumnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel You...

Dilema Nabi Musa, Antara Tekanan Oligarki Kediktatoran dengan Keterhinaan Mental Kaumnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Firaun memperlihatkan kekuatan kekuasaan dan pemerintahan. Lalu, semua kekuatan itu hancur jika disertai dengan penyimpangan, kezaliman dan kekafiran terhadap Allah dan jauh dari petunjuk Allah.

Qarun menampilkan kekuasaan harta dan ilmu pengetahuan. Lalu, kekuatan itu berakhir dengan kebinasaan jika disertai dengan penyimpangan, pengingkaran kepada Allah, perasaan sombong sesama makhluk dan pengingkaran atas nikmat Sang Pencipta.

Semua ini ungkapan hakikat nilai-nilai bahwa nilai harta dan perhiasan dunia harus dianggap murah jika dibandingkan dengan nilai keimanan dan kesalehan. Juga memunculkan karakter bagaimana membangun dan menjaga kekuatan dengan keadilan, keseimbangan dalam menikmati hidup tanpa sikap sombong di bumi dan tidak membuat kerusakan.

Nabi Musa berinteraksi dengan kediktatoran oligarki yang menyentuh seluruh sendi kehidupan. Bisa jadi inilah oligarki kediktatoran yang terkuat, terkejam, terstruktur dan terkomando, karena oligarki kediktatorannya tidak menunjukan sikap pertentangan dalam penghancuran Nabi Musa.

Nabi Musa juga berinteraksi dengan kaumnya yang kehinaan dirinya sudah merayap hingga ke dinding jiwa terdalam. Sehingga oligarki kediktatoran sudah menjadi kenikmatan bukan penderitaan lagi. Jiwa yang bergelora tak ada lagi. Secercah jalan keluar tak ditemukan lagi. Itulah yang menyelimuti Bani Israel.

Kaum Nabi Israel pun berkata pada Musa, bahwa sebelum kehadiran Nabi Musa mereka tertindas. Setelah muncul seorang Nabi pun mereka tetap tertindas. Saat dikejar-kejar oleh Firaun, kaum Bani Israel yakin bahwa mereka akan terkejar. Inilah kehancuran mentalitas yang buruk saat menghadapi oligarki kediktatoran.

Nabi Musa dan Harun terjepit. Menghadapi oligarki kediktatoran yang kuat, tetapi masyarakat yang akan diajak menyelesaikan persoalan memiliki mentalitas terhina dan terpuruk. Tak ada gelora, keyakinan dan kesabaran walaupun Allah sudah menjanjikan kepemimpinan dari kaum yang tertindas bila sabar dan yakin.

Berinteraksi dengan Puing-puing Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Musyrikin Quraisy berniaga ke...

Berinteraksi dengan Puing-puing Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Musyrikin Quraisy berniaga ke Syam dan Yaman setiap musim di sepanjang tahun. Tak hanya keuntungan yang diraih, tetapi juga banyak daerah yang berkaitan sejarah masa lampau yang selalu di laluinya. Banyak kisah-kisah yang telah didengarnya.

Bila ke Yaman, Musyrikin Quraisy bertemu dengan peninggalan dan kisah-kisah kaum Saba dan Aad. Bila ke Syam, mereka melewati peninggalan kaum Tsamud dan Luth. Maka dalam Al-Qur'an seluruh jejak-jejak kaum terdahulu dikisahkan kembali untuk meneguhkan pelajaran dan pemahaman efek kemusyrikan dari fakta yang sudah dilihatnya, kisah dari mulut ke mulut yang sudah didengarnya, lalu diperkokoh dengan ayat-ayat Al-Qur'an.

Musyrikin Quraisy yang diseru Al-Qur'an yang sering berlalu lalang di bekas-bekas tempat tinggal kaum Ada dan Tsamud, serta menyaksikan bekas dan puing dari negri kaum Luth. Al-Qur'an menegur mereka yang hanya asal lewat saja dihadapan puing-puing dan bekas umat terdahulu, tidak mengambil pelajarannya, hatinya tak sadar, perasaannya tak bergetar, indranya tak terpengaruh dengan takut kepada Allah.

Semestinya dengan suntikan penyadaran yang kuat dari Al-Qur'an, mereka lebih berhati-hati dan berusaha menjaga diri, dari tertimpanya azab yang sama dengan azab yang turun kepada umat terdahulu. Sebab Al-Qur'an sistem hukum abadi yang terus berulangkali berlaku di setiap zaman, waktu, tempat dan generasi.

Ini gambaran abadi tentang jiwa manusia saat berinteraksi dengan puing-puing peninggalan sejarah dan kisah-kisah sejarah. Saat mengunjungi museum, sisa-sisa peninggalan penjajah, sisa puing istana, gedung perusahaan atau industri yang ditinggalkan, yang muncul hanya mengabadikan dengan berfoto ria, tanpa sedikitpun merasa bahwa kita pun bisa mengalaminya juga.

Saat Belanda tiba, mereka melakukan penelitian dan penjagaan terhadap peninggalan kerajaan masa lalu. Sekarang, kita pun melakukan penelitian dan penjagaan terhadap sisa jejak penjajahan Belanda. Setiap zaman, waktu, tempat dan generasi ada momentum kehancurannya sendiri, penyebab momentum kehancurannya dijelaskan oleh Al-Qur'an.

Al-Qur'an memperingatkan dan membimbing bagaimana berinteraksi dengan peninggalan, bekas, jejak dan puing-puing masa lalu. Al-Qur'an menjelaskan hukum penyebab kehancuran yang terus berlaku abadi hingga kehancuran alam semesta. Al-Qur'an menjelaskan kesalahan sikap manusia dalam berinteraksi dengan masa lalu dan mengisi waktu hidup yang menyebabkan kehancuran di masa lalu. Agar manusia tak jatuh di tempat yang sama. Agar fakta yang berbicara.

Tawakal, Jalan Toll di Akhirat Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Abu Hasan Nahdawi ulama India yang bany...


Tawakal, Jalan Toll di Akhirat

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Abu Hasan Nahdawi ulama India yang banyak menulis sejarah dan Sayid Qutb membedah mengapa hijrah Rasulullah saw ke Madinah dari Mekah setelah 13 tahun berdakwah? Mengapa perintah Hijrah setelah 13 tahun? Kondisi kejiwaan seperti apa?

Perintah Hijrah setelah para Sahabat memurnikan penyerahan dirinya kepada Allah. Ketika tidak ada pertolongan kecuali hanya mengandalkan Allah. Ketika diri tidak berdaya lagi kecuali dengan kekuatan Allah. Ketika tidak ada perasaan lagi bahwa ditangannyalah kemenangan Islam berada. Semua diserahkan kepada Allah.

Pertolongan Allah berupa bantuan satu batalion malaikat yang berjumlah 5.000 pasukan. Baru diturunkan setelah para Sahabat  bersabar dengan kesabaran yang baik, bersabar dengan menguatkan kesabarannya. Bersabar dengan ikhtiar-ikhtiar kemenangan versi manusia. Setelah seluruh ikhtiar sudah berada di puncaknya, barulah Allah membuat hukum di luar nalar manusia. Hukum kehidupan tidak berlaku lagi. Barulah Allah membantu dengan kehendak-Nya. Begitulah Dr Abdullah bin Azzam menggambarkan momentum datangnya pertolongan Allah.

Proses penghisaban di hari Pembalasan ada 3 proses. Ada yang tidak dihisab langsung ke Surga. Jumlahnya 70.000 orang. Setiap orang akan memberikan syafaat ke 1.000 orang. Ada yang dihisab. Ada yang dihadapan Allah mengakui kesalahannya lalu dimaafkan Allah. Bagaimana ciri yang tanpa dihisab?

Karakter yang tidak dihisab adalah orang yang optimis dan kuatnya tawakal kepada Allah. Bagaimana mengetahui dan melihat orang seperti ini? Ditempa kesulitan yang paling sulit. Ditempa kesulitan yang paling berat. Ditempa persoalan yang terlihat tidak ada solusinya. Ditempa tantangan yang tidak ada jalan keluarnya. Masihkah optimis? Masihkah bertawakal? Masihkah yakin akan pertolongan Allah?

Hidup yang penuh liku-liku bisa jadi karena Allah ingin memberikan jalan toll di akhirat nanti. Hidup yang menceburkan diri pada tantangan bisa jadi sarana untuk mendapatkan jalan toll di akhirat. Tantangan dan kesulitan adalah penghapusan dosa. Musibah dan ujian adalah penghapusan dosa. Sakit dan penderitaan adalah penghapusan dosa.

Apa itu ribath? Bersiap siaga untuk berjihad. Senantiasa waspada bersama senjatanya dan tetap duduk di atas pelana kuda, sambil mengawasi gerakan musuh. Berjaga sepanjang hari dan malam. Mengelilingi benteng dan perbatasan. Ketika ada keributan, ketika musuh datang, langsung menuju ketempat sasaran. Bagaimana ribath di era ini?

Bersiap siagalah dengan mengumpulkan segala kekuatan. Kekuatan ilmu dan teknologi, kekuatan modal dan ikatan hati. Kekuatan politik dan budaya. Kumpulan semuanya. Jangan berpangku tangan. Jangan diam. Bersiaplah seperti pasukan yang tengah berribath. Terlena berarti musuh menghujam dengan serangan yang mematikan.

Mencemburkan diri dan bersiap siagalah, sebuah cara untuk mendapatkan pertolongan Allah dan jalan toll di akhirat nanti. Bersulit-sulit. Berlelah-lelah. Menguras tenaga dan pikiran. Meninggalkan santai. Memaksakan diri untuk ikut bertarung di kehidupan. Melewati samudra dan belantara dengan keoptimisan dan tawakal. Itulah sarana datangnya pertolongan Allah dan jalan toll di penghisaban.

Ceburkan diri dengan kesulitan di dunia, untuk mendapatkan kemudahan di akhirat. Hempaskan diri pada pertarungan di dunia, untuk mendapatkan kemenangan di akhirat. Logika dunia selalu terbalik dengan logika akhirat.

Saat Allah Merahasiakan Kisah Nabi Musa di Madyan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Setelah hidup penuh...

Saat Allah Merahasiakan Kisah Nabi Musa di Madyan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Setelah hidup penuh hiruk pikuk di istana, Nabi Musa keluar dari Istana. Berlari dari upaya pengejaran dan pembunuhan. Lari ke negri yang jauh dari kota, di perkampungan, di pedesaan di wilayah Madyan. Kisah Nabi Musa seolah-olah terhenti di negri ini. Allah tak berkisah kecuali hanya akad perjanjiannya saja.

Di Madyan, selama 8-10 tahun, Nabi Musa menikah dan menata keluarga. Nabi Musa menunaikan perjanjiannya untuk bertani, berternak dan mengembala. Tak ada kisah liku-liku yang dipaparkan Allah. Mengapa tiba-tiba senyap? Mengapa Allah membawa dari Istana kota ke perkampungan terpencil? Selama 10 tahun Nabi Musa seperti tertelan oleh bumi.

Kehidupan istana memiliki nuansa yang khas. Perkampungan juga memiliki nuansa tersendiri. Masing-masing memiliki tradisi, budaya, gaya hidup, kesan yang dirasakan oleh jiwa dan mencetak pengaruhnya pada jiwa. Risalah agama harus disampaikan pada orang kaya dan miskin, berpunya dan tidak, bersih dan kotor, berperilaku lembut dan keras, baik dan buruk, saleh dan jahat, kuat dan lemah, sabar dan kalang kabut. Hidup di istana Mesir dan perkampungan Madyan sebuah penempaan sempurna bagi Nabi Musa.

Andai Nabi Musa tidak dibawa ke Madyan, bagaimana bisa memahami karakter pedesaan dan kemiskinan? Di Madyan, Nabi Musa dihibur ternyata di pedesaan dipenuhi orang yang baik dan kesiapan untuk shaleh, berbeda dengan istana yang penuh dengan intrik politik, gaya hidup mudah, santai, serba enak dan bersenang-senang.

Di Madyan, Musa menjalani takdir sebagai calon Nabi dan Rasul yaitu menjadi pengembala domba. Mencabut dan membersihkan semua sifat buruk akibat pergaulan kota dan istana. Mencabut benih kesombongan, keangkuhan, bersenang-senang, tontonan kerusakan dan kezaliman. Justru bergaul dengan masyarakat yang penuh keikhlasan, kerjasama dan toleransi.

Di Madyan merupakan periode pemisahan antara hiruk pikuk istana dengan amanah sebagai Nabi dan Rasul. Setelah jiwa Musa sudah lengkap pengalamannya dan sempurna latihannya, dengan latihan terakhir di negri asing, Madyan, maka tangan kekuasaan Allah menggiring Musa untuk rindu kepada Mesir yang pernah ditinggalkan dengan perasaan sendiri, terusir dan ketakutan.

Nabi Musa pulang bersama istrinya ke Mesir melalui jalan yang sama saat Musa dikejar-kejar oleh pembesar Istana. Ada suatu malam, dia tersesat jalan. Tak tahu jalan yang harus ditempuh. Dalam kegelapan malam, ada api yang bersinar dari sebuah pohon, inilah awal dimulainya kembali kisah Musa yang penuh dengan kisah yang mendebarkan.

Awal Memperbaiki Kehidupan? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bila ingin memperbaiki kehidupan, dariman...

Awal Memperbaiki Kehidupan?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bila ingin memperbaiki kehidupan, darimana memulainya? Salah mendefinisikan, salah melangkah semua akan sia-sia. Itulah mengapa banyak yang ingin memperbaiki hidup namun tak kunjung mendapatkan jalan tepat.

Tersesat menuju jalan perbaikan, itulah faktanya. Memperbaiki hanya dengan persepsi akal, ilmu dan pengalaman, bisa jadi benar namun bisa jadi perbaikan yang rentang waktunya pendek lalu terjerumus dan hancur kembali.

Menguak masa lalu untuk masa depan. Menguak masa kini untuk masa depan. Bisakah ilmu dan pengalaman menguak masa depan? Tentu saja bisa. Namun apakah memiliki terobosan yang revolusioner? Apakah bisa menciptakan sesuatu yang belum pernah ada?

Butuh instuisi dan firasat.  Butuh ilham dan basyirah. Namun bagaimana menajamkan instuisi, firasat, ilham dan basyirah? Siapakah yang berhak mendapatkan itu semua? Jiwa seperti apa yang diberikan anugerah seperti itu?

Bila ingin memperbaiki hidup, perbaiki dulu hubungan dengan Allah. Perbaiki cinta, rindu dan takut pada Allah. Perbaiki ibadah. Perbaiki ibadah formal dan hati. Bila mampu memperbaiki yang tersembunyi maka otomatis bisa memperbaiki yang nyata. Perbaikan fisik takkan bisa memperbaiki yang tersembunyi. Perbaikan fisik takkan langgeng.

Hidup dalam sekenario Allah. Hidup dalam garis-garis perjalanan yang sudah ditetapkan. Hidup sudah terekam ribuan tahun sebelum semesta ini diciptakan. Takdirmu dalam genggaman Allah. Mengapa tidak memperbaiki hubunganmu dengan Allah untuk memperbaiki hidupmu? Gunakan daya kekuatan Allah, jangan mengandalkan kekuatanmu yang sangat lemah dan rapuh.

Semua Nabi dan Rasul menggunakan kekuatan Allah, memohon pertolongan Allah, menghadirkan Allah. Kemukjizatan hadir atas ijin Allah bukan karena kekuatan ilmu dan ikhtiarmu. Ilmu dan ikhtiar hanya pemancing. Ilmu dan ikhtiar hanya umpan. Buatlah pancing dan umpan yang paling baik, namun siapa yang mentakdirkan ikan akan menggampirimu?

Daya kekuatan yang paling kuat adalah bila memandang tidak ada yang bisa mewujudkan sesuatu kecuali hanya ikhtiar saja. Tidak ada yang bisa bisa mewujudkan impian kecuali pertolongan Allah saja. Optimalisasi ikhtiar dan  pertolongan Allah, itulah energi besar perbaikan hidup. Ikhtiar itu berada dibalik semangatmu. Mengandalkan pertolongan Allah itu berada dibalik imanmu. Semua tersembunyi di dalam hatimu.

Titik sentral kehidupan ini adalah manusia. Titik sentral manusia adalah hati. Titik sentral perbaikan hati adalah perbaiki hubungan dengan Allah.

Keruwetan hidup karena kita tak tahu inti atom kehidupan ini. Inti atom itu adalah perbaikan hubungan dengan Allah.

Tak Menyadari Nikmat, Musibah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ilham itu nikmat. Ide itu nikmat. Bukank...

Tak Menyadari Nikmat, Musibah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ilham itu nikmat. Ide itu nikmat. Bukankah Allah yang memberikan Ilham? Bukankah Allah yang memberikan ide? Bukankah Allah yang memberikan ilmu dan pemahaman ke dalam hati manusia?

Andai tak merasakan itu semua. Siapa yang menciptakan hati? Jiwa? Otak? Ruh? Bukankah itu semua ciptaan Allah? Siapa yang memberikan kecanggihan yang ada pada diri? Bukankah banyak manusia yang mengakui bahwa kemampuan manusia yang digunakan saat ini baru 5-10 persen saja? Berarti luar biasa manusia itu? Siapakah Penciptanya?

Banyak yang mengakui kehebatan diri, mengapa tidak mengakui keluarbiasaan Penciptanya? Banyak yang kagum terhadap pemikiran, prestasi dan karya manusia, mengapa tidak mengakui keluarbiasaan Penciptanya?

Banyak yang berpetualang ke gunung, lautan, dasar lautan, lembah dan berbagai sudut dunia untuk menikmati keindahan semesta. Namun mengapa tidak merekam keindahan Allah? Tidak menyadari kelembutan Allah? Manusia dibatasi kasat mata.

Bisa merekam alam melalui mata adalah nikmat Allah. Mendesain Alam menjadi indah adalah nikmat Allah. Bagaimana bila bumi ini diciptakan Allah hanya sebuah kegelapan? Bagaimana bila bumi ini diciptakan hanya padang yang tandus yang gersang? Bagaimana bila Allah menghadirkan manusia di Matahari, Bulan, Jupiter, Pluto? Bagaimana manusia bisa menikmati kehidupan?

Bagaimana bila kita diciptakan bukan sebagai manusia?  sebagai cacing? Kuman? Jamur? Bakteri? Ayam? Ikan? Ditakdirkan sebagai manusia sebagai nikmat terbesar. Mengapa tak merasakannya?

Tak menyadari nikmat, itulah musibah. Tak menyadari nikmat, itulah azab. Itulah penyebab manusia tak merasakan bahagia.

Ragam Cara Allah Berkisah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Membaca kisah di Al-Qur'an. Bukan para ...

Ragam Cara Allah Berkisah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Membaca kisah di Al-Qur'an. Bukan para Nabi yang mengkisahkan dirinya sendiri. Ini bukan autobiografi. Bukan pula biografi, dimana orang lain yang mendatangi para Nabi dan Rasul untuk dituliskan kisahnya. Bukan pula historiografi, mengungkapkan kisah-kisah  berdasarkan fakta sejarah yang ditemukan. Tetapi Sang Perancang kehidupan itu sendiri, Allah, yang mengkisahkannya.

Perhatikan susunan katanya saat Firaun berdialog dengan Nabi Musa. Mereka, Firaun dan pembesarnya, berkata,"....." Musa menjawab, "...."  Setelah itu Allah memvonis bahwa sesungguhnya tidaklah akan mendapatkan kemenangan orang-orang yang zalim. Al-Qur'an langsung menjelaskan apa yang akan terjadi bagi zalimin.

Saat mengkisahkan Qarun, Allah memgawali kisahnya bahwa Allah yang memberinya kekayaan. Setelah itu kisah Qarun dimulai. Dalam kisah ini Allah ingin "mentertawakan" kebodohan Qarun saat memamerkan bahwa kekayaannya berdasarkan ilmu dan ikhtiarnya.

Dalam beberapa penggalan kisah, kadang Allah berfirman, "Katakanlah Muhammad..." Berarti Allah yang mendesain dan mengajarkan perkataan, kalimat, dialognya dalam berbicara, menjelaskan dan berargumentasi. Allah berkisah tetapi juga mengajarkannya langsung di kisah tersebut, seolah-olah kisah ini sedang berjalan saat ini, bukan telah terjadi.

Dalam kisah Abu Lahab, Allah mengkisahkan apa yang dilakukan oleh Abu Lahab dan istrinya terhadap Rasulullah saw di dunia, lalu kisahnya melompat pada apa yang di alami Abu Lahab di akhirat atas perbuatannya saat ini. Fragmen dunia dan akhirat langsung dihubungkan tuntas. Kisah di dunia menciptakan kisah di akhirat pula. Tidak ada kisah yang terhenti di dunia saja.

Saat Firaun berlaku angkuh dan sombong atas seruan Nabi Musa. Lalu melakukan pengejaran terhadap Nabi Musa. Allah langsung menanggapi kisah ini, "Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami." Allah berkisah tetapi juga mengomentari, memberikan tanggapan dan kesimpulan terhadap kisah tersebut.

Allah berkisah bukan saja tentang masa lalu, tetapi juga kisah masa depan yang akan dilalui manusia. Bila manusia menikmati dan membenarkan kisah masa lalu, mengapa jarang sekali yang membenarkan kisah masa depan? Kisah kematian, pasca kematian dan akhirat. Kisah kehancuran dan jalan kehancuran di masa depan, surga atau neraka.

Pamer Kolosal Kekuasaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Penyakit penguasa adalah pamer kekuasaan. Ini...

Pamer Kolosal Kekuasaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Penyakit penguasa adalah pamer kekuasaan. Ini dipahami oleh pemuda yang dijuluki Ashabul Ukhdud. Bila ingin bisa membunuhnya, kumpulkan seluruh rakyat di hadapan raja. Lalu akan diberikan cara bagaimana membunuh sang pemuda shaleh tersebut.

Penyakit penguasa adalah pamer kekuatan. Nabi Musa paham hal ini. Maka Firaun pun mengumpulkan seluruh ahli sihirnya untuk menghancurkan mukjizat Nabi Musa. Firaun membangun piramida untuk menunjukkan bahwa dia ingin bertemu dan melihat Tuhannya Musa.

Setiap penguasa dan pembesar  kekuasaan selalu memamerkan dan menunjukkan kekayaan dan banyaknya keturunan di hadapan para Nabi dan Rasul. Qarun memamerkan kunci-kunci kekayaannya yang hampir tak sanggup dibawa oleh para pemuda yang kuat-kuat.

Kaum Quraisy menunjukkan kekuatannya dengan mengajak seluruh kabilah-kabilahnya untuk memblokade ekonomi dan sosial kepada Rasulullah saw dan Sahabatnya. Pamer kekuasaan, kekayaan dan kekuatan, itulah karakter terpenting pencinta dan pemburu dunia.

Mengapa gerakan pamer dilakukan kolosal? Untuk merendahkan dan menghinakan para Nabi, Rasul dan orang-orang shaleh. Bila penyakit kehinaan dan ketakutan merayap di hati dan akal, akan menghentikan gerakan secara alamiah dan otomatis.

Mengapa gerakan pamer dikolosalkan? Agar yang bermental lemah, haus kekuasaan dan kekayaan, pecinta dunia dan hawa nafsu menjadi bagian gerakan para penguasa dan kezaliman. Walaupun mereka kelak hanya menjadi budak dan pesuruh saja yang paling ganas di garda terdepan.

Namun dalam Kisah Fir'aun dan Qarun, ada yang tidak terpengaruh oleh gerakan pamer kolosal tersebut, yaitu orang yang berilmu dan beriman. Para ahli sihirnya paham bahwa yang ditampilkan Nabi Musa bukanlah sihir atau olahan ilmu tetapi mukjizat. Tak mungkin mengalahkan manusia yang ditolong Allah. Para orang sholeh yang berilmu paham bahwa pameran kolosal kekayaan Qarun hanyalah tanda akan berakhirnya kekayaan Qarun.

Mentertawakan Para Pemburu Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Carilah akhirat dalam segala hal. Sa...

Mentertawakan Para Pemburu Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Carilah akhirat dalam segala hal. Sambungkan hati kepada Allah dalam segala hal. Sebab, semuanya berakhir di akhirat. Titik akhir perjalanannya hanya Allah. Semua persoalan kembali kepada Allah. Semuanya musnah kecuali Allah. Yang mendesain kehidupan adalah Allah.

Semua yang diada-adakan oleh manusia akan luluh lantah. Jabatan dan gelar dibuat oleh manusia untuk menentukan siapa yang paling tinggi derajatnya. Ragam jenis kekayaan dibuat oleh manusia untuk menentukan siapa yang berharga hidupnya. Diada-adakan oleh manusia, namun diperebutkan lagi oleh manusia.

Para penguasa muncul dengan dihadapan manusia dengan singgasananya, hiasan lambang kebesaran, para pembantunya, kemiliterannya dan lembaga kenegaraan lainnya. Kekuasaan hanya secarik kertas yang diputuskan oleh seseorang atas nama undang-undang saja. Mengapa pembuat undang-undang tidak menunjuk dirinya saja sebagai penguasa? Jabatan hanya permainan para pembuat jabatan.

Hartawan muncul dengan segenap model kekayaan yang dibuat oleh manusia juga. Kendaraan, perhiasan, gedung, dan segala yang dibanggakan hanya dibuat oleh manusia juga. Padahal pembuatnya tidak menginginkan sama sekali. Apakah pembuat Ferrari tetap berharap mobil tersebut ada di gudangnya?

Bersuka ria dengan makanan dan pakaian. Mengapa si pembuatnya tak sedikitpun menginginkannya? Para pembuatnya justru berharap orang lain yang mengkonsumsinya. Bila semuanya berharga mengapa tidak ditahan saja? Dimasukkan ke dalam gudang persediaannya.

Semua yang diada-adakan oleh manusia, diperebutkan, dibanggakan, disombongkan, hingga dipertuhankan. Merasa paling mulia dengan menghimpun seluruh yang diada-adakan oleh manusia, padahal para pembuatnya tak menginginkannya sedikit pun. Rugi dan bangkrut bila yang dibuatnya tak keluar dari gudangnya.

Melihat kehidupan para pemburu dunia, seperti lelucon saja. Seperti para badut dan pelawak yang tampil di pentas sandiwara. Merasa bangga dan berharga bila ditertawakan. Dibayar dan dihargai hanya untuk ditertawakan.  Untuk itukah manusia diciptakan?

Rakyat, Kehilangan Kasih Sayang Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Seorang Yahudi masuk Islam setelah dit...

Rakyat, Kehilangan Kasih Sayang

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Seorang Yahudi masuk Islam setelah ditawan oleh seorang muslim.  Penyebabnya, Sang muslim tidak mau bertarung dengan Yahudi karena tangannya terikat. Sang muslim ingin fair dalam berkelahi. Tidak mau keroyokan. Tidak mau sang musuh dihajar dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sang Yahudi akhirnya menjadi tokoh dunia yang menjadi muslim. Itulah adab.

Ali bin Abi Thalib tidak bertarung ketika musuhnya terjatuh dan meludahinya. Khawatir bertarungnya karena marah bukan karena Allah. Bertarung pun masih berfikir tentang orientasi dan tujuan. Itulah uniknya iman.

Usman bin Zaid dimarahi Rasulullah saw ketika dia membunuh lawan yang sudah bersyahadat dengan alasan tindakan tersebut hanya kebohongan saja. Masih adakah adab ini?

Rasulullah saw mengutus Ali bin Abi Thalib untuk membayar diat kepada keluarga korban karena ulah Khalid Bin Walid yang membunuh musuh yang telah dikalahkannya. Hingga Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah aku tak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan Khalid." Apakah masih ada pemimpin yang seperti ini?

Negri ini sudah kehilangan akhlak kepada rakyatnya. Telah kehilangan kasih sayang kepada anak bangsa. Rasulullah saw terhadap musuh yang menentangnya pun masih peduli dan beretika. Pemimpin di negri ini, rakyat adalah musuh yang harus dilenyapkan. Berapa korban 22 Mei? Berapa yang terluka?

Pemerintah segera membongkar semua informasi peristiwa 22 mei hanya demi melegalkan tindakannya. Apalagi kalo bukan terrorist? Apalagi bila bukan perusuh? Apalagi bila bukan makar? Apalagi kalo bukan penentang hukum?

Senjata tercanggih dibeberkan. Panah dan peralatan lain dipaparkan. Pemerintah tak peduli dengan rakyat yang terkena peluru, dihajar dan dipukul hingga tewas dan terluka. Yang penting rekayasa sudah bisa merendam gejolak rakyat atas tuntutan pemilu yang curang.

Adakah tindakan seperti Rasulullah saw yang memarahi Usamah bin Zaid? Adakah tindakan mengganti diat kepada para korban? Padahal Rasulullah saw melakukan itu semua terhadap musuhnya? Bila terhadap rakyatnya mungkin para pelakunya sudah di Qishash. Bagi pemerintah semua tidak perlu. Peluru, gas air mata, penganiayaan itu perlu untuk menangkal perusuh versi pemerintah. Begitulah enaknya jadi penguasa. Kebal hukum terhadap dirinya sendiri.

Para korban memang diam, termasuk keluarganya. Komnas HAM berkata tidak ada pelanggaran HAM. Namun apakah mereka akan diam di akhirat nanti wahai penguasa? Apakah mereka tidak akan menuntut di hadapan Allah wahai para penguasa? Apakah mereka akan diam wahai para ahli hukum, hakim dan jaksa?

Suara mereka mungkin hilang dengan hiruk pikuk nafsu kekuasaan. Namun suara hati mereka terus mengadu dan menuntut dihadapan Allah. Ingatlah itu wahai penguasa. Ketika rakyat tak lagi mengadukan kesulitan dan keresahan, tandanya rakyat tak percaya lagi kepada para penguasa.

Kikir, Sang Perampas Keberkahan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bakhillah, Kikirlah, namun ingatlah ji...

Kikir, Sang Perampas Keberkahan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bakhillah, Kikirlah, namun ingatlah jiwa akan membimbingmu untuk menghancurkan hartamu sendiri. Seluruh ilham, besitan hati dan pikiran akan membawamu untuk menghancurleburkan hartamu sendiri. Itulah mengap kikir akan membawa pada kebinasaan.

Kikir membawa pada kebinasaan, melalui tanganmu sendiri atau Allah. Begitulah jalur kebinasaannya.

Ketika kikir, Allah akan menghadirkan dan memilihkan pemimpin yang zalim yang akan merampas hartamu. Inikah zamannya? Penguasa merampas harta kita dengan tarif toll yang tinggi, kenaikan listrik dan BBM, kenaikan pajak PBB dan harga barang? Allah memilihkan pemimpin yang akan memiskinkan? Membuka tenaga asing dan mengabaikan kita?

Saat kikir, hawa nafsu akan mengelora. Mengapa bisa? Memang seperti itu hukumnya. Harta akan ludes untuk melampiaskan hawa nafsu, boros, berlebih-lebihan dan menyia-nyiakan dalam berbelanja. Yang tak penting dan bermanfaat dibeli. Yang dibeli tidak menghasilkan harta kembali tetapi menimbulkan pengeluaran uang yang baru. Aset yang dibeli, bila dijual kembali nilainya jatuh total. Harta habis untuk menyumpal hawa nafsunya. Sama saja bukan? Mau dermawan atau ludes oleh hawa nafsu?

Saat kikir, penyakit bermunculan entah datangnya darimana. Padahal gaya hidup sudah sehat? Harta habis hanya untuk mengobati penyakit. Mengapa bisa? Banyak cara harta kita dirampas bila tak berderma. Harta sebenarnya adalah kotoran manusia. Itulah mengapa Ahlulbait di masa Rasulullah saw tidak boleh menerima harta sedekah dan zakat? Saat kikir, apa yang dikonsumsi dan digunakan sebenarnya kotoran manusia. Berderma untuk mensucikan harta dan apa yang dikonsumsi.

Saat kikir, musibah akan datang bertubi-tubi bisa berupa tenggelam, kebakaran,  pencurian atau yang lainnya. Kikir berarti merampas hak orang lain yang ada pada harta kita. Kikir bukanlah mengumpulkan atau melipatgandakan harta. Kikir justru menyebabkan harta habis dan musnah. Kikir justru mengundang beragam kesulitan untuk datang.

Saat kikir, muncul berbagai ide investasi yang kelak akan merugikan, membangkrutkan dan menghancurkannya. Menurut Abu Bakar ra, saat kikir akan muncul ide mendirikan bangunan diwilayah yang rawan bencana, yang pada saatnya akan runtuh dan menguras hartanya. Investasinya akan terlupakan dan tidak bisa ditemukannya lagi.

Kikir membuat harta tak berdaya guna. Hartanya menganggur. Hartanya tak menciptakan kebaikan. Yang akan menghabiskannya justru orang lain setelah kita meninggal.

Kikir itu musibah hidup. Kikir itu hukuman hidup. Kikir itu prahara kehidupan. Bukankah ketika sebuah negri akan dihancurkan diberi tanda-tandanya? Apa itu? Orang kaya di negri tersebut sangat kikir. Kikir adalah tanda sebuah negri akan dihancurkan Allah.

(Terinspirasi dari kitab Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al Bantani)

Fokus Ijtihad pada Tantangan Baru Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Agama dan budaya, apakah bertentang...

Fokus Ijtihad pada Tantangan Baru

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Agama dan budaya, apakah bertentangan? Tolak ukur kebenarannya adalah agama, bukan budaya. Persoalannya, siapakah yang berhak menentukan bahwa budaya tertentu bertentangan dengan agama? Pelajari Ushul Fiqh ada pembahasan bahwa budaya yang tidak bertentangan dengan agama merupakan bagian dari syariat Islam.

Para ulama di Nusantara sudah berijtihad terhadap budaya-budaya yang ada di Nusantara. Ada yang dibiarkan. Ada yang diwarnai dan ada yang dihapus. Ulama Nusantara berkelas dunia. Komunitas Jawi di Mekkah telah menjadi rujukan ulama dunia. Bila budaya yang ada justru dijadikan sarana dakwah oleh para ulama terdahulu, bertanda mereka sudah menimbang dengan timbangan syariat yang mendalam.

Apakah ulama terdahulu bisa salah berijtihad? Bisa saja. Karena kebenaran hanya milik Allah dan Rasulullah saw. Metode pembagian rampasan perang setiap Khalifatur Rasyidin pun berbeda-beda. Namun mereka tidak pernah mengecam apa yang sudah diijtihadkan. Karena setiap ijtihad yang salah pun mendapatkan satu kebaikan dari Allah.

Ulama Madinah dengan Ulama yang ada di Kuffah pun berbeda pendapat. Padahal banyak sahabat yang masih hidup. Namun perbedaan pendapat ini dirangkum dan diramu oleh imam Syafii menjadi ilmu Ushul Fiqh dalam kitabnya Ar Risalah. Pertentangan persoalan aqidah oleh ulama yang cendrung pada pemikiran Filsafat dan ulama yang teguh dengan Sunnah Rasulullah saw diramu menjadi sifat 20 oleh imam Asyari.

Perbedaan pendapat para ulama sudah dibukukan dalam beribu-ribu buku. Mengapa tidak menjadi rujukan? Banyak dalil untuk mendukung suatu pendapat. Mengapa masih terus muncul perbedaan yang menghujat, menyudutkan, saling mengharamkan dan membidahkan? Bila terus berkutat dipersoalan ini, bertanda syetanlah yang telah memasuki hati sehingga terus berselisih.

Yang sudah dituntaskan oleh generasi ulama masa lalu, cukupkanlah. Tentramkan dengan pendapat mereka. Tugas generasi sekarang bagaimana menjawab persoalan yang ada. Bagaimana memecahkan persoalan dan beramal melalui pemahaman yang sudah digali dan dikembangkan oleh ulama-ulama sebelumnya. Juga menggali pemahaman baru untuk menghadapi persoalan yang baru.

Yang sibuk dengan mengkafirkan dan membidahkan, biarkanlah. Yang sibuk dengan perselisihan dan perdebatan, biarkanlah. Mengapa kita sibuk dengan sesuatu yang sudah dituntaskan oleh generasi sebelumnya?  Sibukan dengan ilmu dan amal. Sibukan dengan pembangunan umat dengan karya. Berijtihad terhadap persoalan baru yang harus dijawab dengan ilmu, amal dan keikhlasan.

Wayang Sebuah Metode Dakwah Walisanga  Kajian bulan      :    Februari, 17/02/2022      Penulis                :    Nur Ali  Ham...

Wayang Sebuah Metode Dakwah Walisanga 


Kajian bulan      :    Februari, 17/02/2022     
Penulis                :    Nur Ali  Hamidy
 
Cara dakwah para  wali sanga
Kalau kita baca biografi para sunan yang sembilan di dalam menjalankan misinya berdakwah sangat bijak dan penuh cinta terhadap mereka yang belum mengetahui tentang agama Islam.  Misi mereka berdakwah dimulai dengan rasa cinta, bukan dengan kebencian apalagi dengan ucapan kasar,seperti munafik, kafir dan kalimat yang membuat mereka lari dari mereka.

 ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن........
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S. An-Nahl : 125)

Media dakwah adalah alat yang objektif yang menjadi saluran yang dapat menghubungkan ide dengan umat, suatu elemen yang vital dan merupakan urat nadi dalam totalitas dakwah yang keberdaannya sangat urgent dalam menentuan perjalanan dakwah.Adapun media dakwah yang digunaan sunan kalijaga dalam penyebaran agama Islam yaitu dengan menggunakan diantaranya adalah sebagai berikut:

Mereka berdakwah hingga ke tingkat lapisan masyarakat paling bawah, ke waisya dan sudra saat itu. Lebih dari itu, masyarakat diajari tentang nilai-nilai Islam, perbedaan antara pandangan hidup Islam dengan yang lainnya, dan menanamkan dasar-dasar Islam. Para sunan  membangun pesantren, membuat pelatihan dan pengkaderan, serta menugaskan muridnya untuk berdakwah di suatu tempat. Selain itu, Sunan Giri juga menggunakan permainan sebagai medium atau media untuk berdakwah. Tak ayal,  Sunan Giri menciptakan permainan anak-anak seperti jemblongan, tembang syair seperti ilir-ilir, padang bulan, dan lainnya. Singkatnya, Sunan Giri mengembangkan dakwah secara sistematis dan metodologis.

Sunan Muria dan Sunan Drajat lebih senang hidup jauh dari keramaian. Mereka memilih untuk berdakwah pada masyarakat kecil di desa-desa atau kampung-kampung. Mereka mengajarkan masyarakat kecil untuk meningkatkan pemahaman keagamaannya. Lebih dari itu, Mereka juga membina masyarakat agar kehidupan sosialnya meningkat

Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang lebih menonjolkan dengan menggunakan pendekatan kultural. Hal itu dilakukan karena mereka sadar bahwa budaya adalah sesuatu yang sudah mendarah daging di masyarakat. Jika langsung ditolak, maka masyarakat  malah tidak akan mau mengikutinya.

Solusinya, keduanya melakukan islamisasi budaya. Budaya-budaya yang sudah ada dan berkembang disisipi dengan ajaran-ajaran Islam. Tidak hanya itu, mereka juga menciptakan budaya-budaya baru yang mengandung nilai-nilai Islam. Diantaranya produk budaya yang mereka ciptakan dan masih ada hingga hari ini. Salah satunya adalah Gamelan Sekaten, yang berasal dari syahadatain. Kemudian ada Gapura Masjid dari kata ghofura, baju takwo dari kata takwa, dan lain sebagainya.
Pada abad kelima setelah runtuhnya kerajaan "Majapahit" yang dikuasai oleh agama Hindu dan Budha para sunan istikhoroh untuk mendapatkan metode baru didalam berdakwah. Karena Islam dikalangan orang orang Hindu dan Budha masih asing di dibenak dan telinga mereka.

Islam dianggap agama baru dan aneh dilingkungan kerajaan Majapahit. Oleh karena itulah, dalam berdakwah mereka juga memakai sarana media tradisional dan sudah dikenal dekat, oleh masyarakat pada masa itu. Media tradisional disini yang dipakai Sunan Kalijaga dalam penyebaran agama Islam yaitu Sunan Kalijaga menjadikan Wayang Kulit, Tembang, Gerebeg, Sekaten dan Surohnan.

Wayang Kulit adalah media dakwah yang digunakan Sunan Kalijaga sebagai media pendidikan atau dakwah. Dia menampilkan tokoh-tokoh perwayangan favorit rakyat dalam kisah dialog-dialog tentang tasawuf dan akhlakul karimah. Karena dia paham betul, audiens yang dihadapi adalah pemeluk Hindu ataupun Budha yang keseluruhan ajarannya berpusat pada ajaran kebatinan. Dari hasil istikhoroh para sunan bagaimana mengambil ikan yang ada di balong tapi airnya tidak keruh.

Muncullah kaidah usul fiqih "Aladatu Muhakkamah" العادة محكمة 
Maksudnya didalam mereka berdakwah, mereka harus cerdas menghadapi kebudayaan, adat istiadat, situasi mereka. 
Contohnya, ketika kita menonton kisah Mahabharata pasti akan bertanya-tanya mengapa dalam cerita tersebut tidak tampak satupun sosok para punakawan yang selama ini sering muncul dalam pewayangan jawa. Mahabharata versi India, anda memang tidak akan menemukan sosok-sosok penggembira seperti Cepot / Bagong, Dawala/Petruk, Gareng, atau Semar.

Hal itu karena tokoh-tokoh tersebut merupakan unsur lokal  yang dikreasi oleh Sunan Kalijaga yang selalu ditampilkan dalam cerita-cerita pewayangan versi Jawa sebagai penambah rasa atau mengusir kejenuhan dari tontonan wayang yang bisa berlangsung sepanjang malam ini. Hanya esensi bahasan pokoknya saja yang dirubah, yaitu tentang sejati diri manusia. Yang dikenal dengan filsafat Semar, Petruk, Gareng, Bagong (Punakawan) dalam pewayangan.

Seseorang akan berhasil dalam hidup yang paripurna jika didasari oleh:
Pikiran jernih (  Cipta  )
Hati ikhlas      (  Rasa   )
Niat, tekad bulat  ( Karsa  )
Kerja keras      (  Karya  )

Lambangnya:
Cipta oleh Semar
Rasa   oleh gareng
Karsa  oleh Petruk
Karya   oleh Bagong.

Tokoh Semar diambil dari bahasa Arab, ialah syimar atau ismar. Yang artinya paku. Karena paku dijadikan pengokok setiap bangunan, kebenaran yang ada atau sebagai rujukan untuk mencari kebenaran. Oleh karena itu gunung juga dinamakan pakunya bumi. Dikemasnya Semar sebagai tokoh sentral,dari empat orang yang ditugaskan masing masing untuk menjalankan tugasnya. Semar yang diberi lambang cipta dalam seni pewayangan merupakan manusia yang banyak mempunyai ide-ide yang bagus, selalu update dalam berfikir dan bertindak.

Dia membimbing, mendidik tiga orang ini, ialah Gareng, Petruk dan Bagong sesuai dengan krakternya. Kalau di dalam bahasa agama dinamakan "Balliq" Tugas Semar ialah untuk menyampaikan tugas pokok manusia di dalam kehidupan ini sebagai  kholifah Allah.

FirmanNya dalam surat Al- Baqoroh ayat 34.

.وإذ قلنا للملائكة اسجدوا لادم فسجدوا الا ابليس ابى واستكبر وكان من الكافرين.

Artinya. Ketika Allah berfirman kepada para Malaikat,sujudlah kamu kepada Adam maka mereka bersujud kecuali Iblis,ia enggan dan sombong maka jadilah Iblis termasuk orang orang yang kafir.

Sosok Semar di dalam pewayangan digambarkan sebagai orang yang bijak, cerdas, santun, hatinya penuh dengan rasa cinta kepada siapapun, agama apapun, ras apapun. Karena berdakwahnya Semar diawali dengan "  Bismillahirrahnir rahim .بسم الله الرحمن الرحيم.
Surat pembuka dari semua aktivitasnya seorang mukmin, muslim dalam kehidupannya. Surat inilah yang menjadi awal star para Sunan didalam menjalankan misi ketauhidan mereka dalam berdakwah.

Kata "Arrahim" dalam Basmallah merupakan isarat yang Maha Kuasa didalam menjalankan misi dakwah. Bagaimana orang bisa cinta kepada agama Islam terlebih dahulu tidak dibebani dengan kata dosa,neraka, ini kerjakan dan ini tinggalkan.

Kata cinta terhadap Islam dahulu yang ditanamkan kedalam hati,pikiran mereka sebelum yang lain. Hal ini ditanamkan kedalam kesadaran mereka butuh waktu yang lama dan kesabaran yang luar biasa. Di dalam mereka berdakwah melalui wayang, banyak hal yang mengundang gelak tawa, lelucon yang lucu-lucu sehingga mereka para penonton terbawa hanyut bersama sang dalang dalam pertunjukan wayang.

Wayang yang disuguhkan benar benar update di jamannya sehingga membuat penonton betah, tidak ngantuk, capek walaupun waktu sudah lewat jam 12 malam. Hal ini saya rasakan ketika usia saya baru SD di tahun 1965,1966,1977. Apalagi ketika Gareng, Cepot, Petruk ditampilkan oleh sang Dalang yang banyak mengundang tawa, lucu, humor. Dari menonton wayang kulit yang disajikan oleh seorang pedalang yang profesional ceritanya sangat berkesan buat saya sampai sekarang. Terutama pesan moral kalimat syahadat yang membuat orang yang mengamalkannya bisa sakti.

Satu contoh gareng yang tubuhnya kecil bisa mengalahkan Hanoman yang sakti mandra guna. Dalam cerita pewayangan kesaktian Hanoman yang bisa meminum air yang ada di laut diminum habis semua, bisa dikalahkan oleh seorang Gareng yang kecil dan kurus. Setelah saya dewasa saya baru paham kenapa  Gareng yang kecil itu bisa mengalahkan orang yang saktinya luar biasa seperti Hanoman.

Kembali ke pembahasan semula, ternyata para sunan, awliya cerdas, pandai melihat situasi, kondisi yang dihadapi saat itu. Bukan seperti sekarang para da’i banyak yang menyuguhkan dakwahnya tidak sejuk bahkan mereka seakan menghakimi dakwah-dakwah ulama terdahulu.

Contoh yang sedang berkembang sekarang seorang penda'wah yang katanya ulama dari Timur Tengah dalam ceramahnya mengatakan, "Wayang itu haram! harus dimusnahkan!!” Akhirnya mengundang polemik dan mau dilaporkan ke Breskim oleh persatuan dalang se Jawa Tengah. Yang akhirnya beliau minta maaf karena mau diperkarakan secara hukum.

Pertanyaan saya sebagai orang yang awam kok hukum bisa berubah dengan sebab mau diperkarakan? Katanya tidak ada yang kita takuti dalam hidup ini kecuali Allah. Itulah ulama johir yang hanya bisa melihat sesuatu produk hukum secara empirik. Kita harus berterima kasih kepada ulama ulama kita yang telah menyajikan agama Islam dengan penuh cinta, kasih sayang, bijaksana, sehingga kita kenal Allah dan Rasulnya dengan baik.

Semoga mereka semua para pendahulu kita yang telah berjuang untuk menyampaikan misi  ketauhidan,dengan beragam metode, termasuk dengan metode seni wayang mendapat rahmat dan ridhoNya dialam barzah.
والله اعلم بالصواب

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)