basmalah Pictures, Images and Photos
11/21/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Penamaan dan Asul Usul Komunitas Jawi di Mekkah Sejak Kesultanan Aceh berdiri, di abad ke-17 M, hubungan Nusantara dengan Timur ...

Penamaan dan Asul Usul Komunitas Jawi di Mekkah


Sejak Kesultanan Aceh berdiri, di abad ke-17 M, hubungan Nusantara dengan Timur Tengah, terutama Mekkah, semakin kuat.  Peran Mekkah bukan saja memberikan "pengesahan" gelar Sultan di Nusantara dan pergi haji, tetapi telah menjadi pusat keilmuan yang mempengaruhi dan membentuk ilmu-ilmu keislaman.

Hubungan keilmuan ini dibuktikan dengan terbentuknya jaringan ulama antara ulama Nusantara dengan Timur Tengah. Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara Abad 17-18 merangkai seluruh jaringan ulama Timur Tengah yang terkoneksi intelektual dengan ulama Nusantara yang saat itu belajar di Timur Tengah.

Ulama Nusantara yang dipaparkan oleh Azyumardi Azra adalah Ar Raniri (w 1608), Abdurrauf Singkili (1615-1693), dan Yusuf Al Makasari (1627-1699). Syeikh Abdul Samad Palimbani (1704-1825) dan Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, walaupun tidak dibuat diagram koneksi intelektualnya, namun dijelaskan peranannya di Nusantara.

Mereka membentuk "Lingkaran Komunitas Jawi" dengan ulama yang mengajarnya dan kemudian bertanggungjawab merancang pembentukan pemikiran Islam yang berkembang di Mekkah masa itu, neosufisme, ke Nusantara. Dari jaringan inilah, para pencari ilmu dari Nusantara di madrasah di lingkungan Komunitas Jawi.

Yang belajar di komunitas ini tidak saja berasal dari Jawa tetapi seluruh pulau-pulau di Nusantara. Yang terkenal seperti Muhammad Arsyad, Addush Shamad dan Ahmad Khatib justru bukan dari Jawa. Mengapa disebut Komunitas Jawa?

Nusantara merupakan negri maritim yang disatukan oleh laut. Setiap pulau memiliki laut dan selat, namun saling terkoneksi dan membentuk sistem bahari (sea system). Seluruh lautan dan selat di Nusantara terkoneksi ke Laut Jawa.  Laut Jawa menjadi pusat interkoneksi. Jadi penamaan Komunitas Jawi bukan di lihat dari pulaunya tetapi lautnya.

Mengapa cendrung dari nama lautnya? Karena di luar pulau Jawa masih banyak pulau-pulau yang lebih besar. Kerajaannya pun tersebar di setiap pulau. 

Sumber:
Jas Mewah, Tiar Anwar Bachtiar, Pro-U Media
Islam dalam Arus Sejarah Nusantara, Jajat Burhanuddin, Kencana
100 ulama Nusantara di Tanah Suci, Maulana La Esa, Aqwam
Jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara abad 17-18, Azyumardi Azra, Kencana 

Melacak Islam dalam Falsafah Hidup Urang Sunda Menggali falsafah hidup tentu saja harus diambil dari keseharian masyarakatnya. J...

Melacak Islam dalam Falsafah Hidup Urang Sunda

Menggali falsafah hidup tentu saja harus diambil dari keseharian masyarakatnya. Jejak budaya keseharian memberikan banyak informasi mengenai bagaimana urang Sunda mendefinisikan kehidupannya dan bagaimana mereka harus menjalaninya. Rekaman jejak ini salah satunya dapat diambil dari warisan peradaban dan pepatah yang hidup di tengah masyarakat Sunda, yang biasa disebut Paribasa dan Babasan

Mas Nataeisastra mengumpulkannya dalam bukunya Saratus Paribasa jeung Babasan sebanyak lima jilid yang dicetak pertama pada tahun 1914. Begitu pun Samsoedi mengumpulkan Paribasa dan Babasan Sunda sebanyak 500 buah dalam bukunya yang ditulis tahun 1950-an. Kedua buku ini dianalisa oleh Ajip Rasidi.

Menurut Ajip Rasidi dari lebih 500 paribasa, yang kosa katanya langsung meminjam peristilahan Islam hanya 16 peribahasa. Kosakata yang berkaitan langsung antara lain, "Jauh kaki Bedug", "Kokoro manggih  Mulud", "Puasa mangih Lebaran" dan sebagainya.

Walaupun sisanya tidak memiliki kosa kata Islam, namun nilai-nilai yang terkandung sesuai dengan Islam. Pendapat yang sama diutarakan oleh Endang Saifudin yang menggelora "Islam teh Sunda, Sunda teh Islam."

Sesungguhnya Islam dan Sunda tak bisa dipisahkan. Kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat Sunda telah mendapat sentuhan Islam yang sangat kuat walaupun tidak harus dieksplisitkan dengan ayat Al-Qur'an dan hadist.

Walaupun di Tataran Sunda terdapat agama yang disebut "Sunda Wiwitan", nilai Islamnya masih terlihat walaupun baru sampai batas Syahadatain saja, sedangkan shalat, puasa dan sebagainya tidak mereka ketahui. Ini menandakan bahwa penyebaran Islam sudah jauh menembus pelosok Sunda yang medannya sekalipun sulit di jangkau.

Bertebarannya tekst sastra (wawacan), contohnya yang populer Wawacan Panji Wulung tulisan R.H Muhammad Musa yang diterbitkan 1827 yang berisi memerangi tahayul yang pernah diajarkan di sekolah Jawa Barat. Wawacan seperti Beluk dan Sawer dalam acara pernikahan yang mengandung pesan Islami dalam mengelola keluarga, menandakan kreativitas unik para penyeru dakwah Islam di Tataran Sunda dalam bentuk karya sastra yang telah menjadi bagian adat istiadat  dan kurikulum pembelajaran.

Semua ini menunjukkan intensitas penyebaran Islam dan penerimaan urang Sunda terhadap Islam.

Sumber:
Jas Mewah, Tiar Anwar Bachtiar, Pro-U Media

Prabu Siliwangi dan Putranya, Penyebar Islam di Tataran Sunda? Dalam Babad Cirebon, dikisahkan pangeran Walang Sungsang, putra r...

Prabu Siliwangi dan Putranya, Penyebar Islam di Tataran Sunda?


Dalam Babad Cirebon, dikisahkan pangeran Walang Sungsang, putra raja Pajajaran Prabu Siliwangi dari istrinya yang bernama Nyai Subang Larang.  Kiprahnya menjadi perintis penyebaran Islam di Tataran Sunda. Berdasarkan mitos, pangeran Walang Sungsang bertemu dengan Rasulullah saw padahal secara historis, periode kehidupan pangeran Walang Sungsang  dengan Rasulullah saw sangatlah berjauhan.

Cerita ini menginformasikan bahwa Tataran Sunda diislamkan langsung dari sumbernya yaitu Arab dan ajarannya tejaga kemurnianya.

Kean Santang, nama aslinya Gagak Lumayung, putra dari Prabu Siliwangi. Dia pernah mendengar kisah bahwa di Mekkah ada sosok yang sangat sakti yang bernama Baginda Ali. Dengan ilmu tapak kancang, dia berjalan menuju Barat hingga tiba di Mekkah.

Dia bertemu dengan kakek samaran dari Baginda Ali. Sang kakek memberikan ujian pertama untuk mengambil sisirnya. Kean Santang berhasil menemukannya, tetapi sisirnya amblas ke bumi. Agar sisir tersebut kembali, sang kakek mengajarkan ucapan bismillah kepadanya.

Sang kakek pun membongkar jati dirinya, lalu membawanya ke hadapan Rasulullah saw. Oleh Rasulullah saw diberi nama Sunan Rahmat. Dia ingin bermukim di Mekkah tetapi Rasulullah saw mengangkatnya sebagai Wali untuk mengislamkan tanah Jawa dengan bekal Kalimat Kalih atau Syahadat sambil memejamkan mata. Tiba-tiba dia sudah tiba di Tataran Sunda kembali.

Semua Cerita Rakyat Islamisasi di Tataran Sunda dilakukan oleh putranya Prabu Siliwangi. Bahkan ada kisah lain bahwa yang mengislamkan Tataran Sunda adalah Prabu Siliwangi itu sendiri. Apa makna ini semua?

Islamisasi di Sunda berlangsung damai bahkan sangat damai karena dilakukan oleh sosok yang sangat dihormati oleh rakyat Sunda. Rakyat Sunda menerima penuh Islam dengan rela karena dibawa langsung oleh mereka yang sangat cinta. Keberadaan Islam sama pentingnya dengan keberadaan Prabu Siliwangi.

Walaupun ini dianggap mitos namun ini sesuatu yang dipercayai oleh masyarakat yang mempercayainya. Sekaligus gambaran mentalitas yang menjadi fokus dari mitos tersebut. 

Menurut Buya Hamka di Sejarah Umat Islam, mitos tetaplah mitos, namun mitos bisa jadi berasal dari kenyataan yang ada. Dalam buku ini juga, Buya Hamka banyak mengkoleksi mitos-mitos yang menyebar berkaitan dengan Islamisasi di Nusantara.

Sember:
Jas Mewah, Tiar Anwar Bachtiar, Pro-U Media 
Sejarah Umat Islam, Buya Hamka, GIP

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)