basmalah Pictures, Images and Photos
10/10/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Dimana Keberadaan Tongkat Nabi Musa AS? Rep: Umar Mukhtar Red: Nashih Nashrullah REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tongkat Nabi Musa AS...

Dimana Keberadaan Tongkat Nabi Musa AS?


Rep: Umar Mukhtar Red: Nashih Nashrullah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tongkat Nabi Musa AS merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT sebagai penguat kenabian dan kerasulan. Di manakah keberadaan tongkat itu sekarang?

Hingga saat ini tidak ada literatur yang secara jelas menjelaskan soal keberadaan tongkat Nabi Musa AS yang dengannya bisa membelah Laut Merah sehingga lolos dari kejaran Fir'aun. Melalui tongkat itu juga, Nabi Musa beberapa kali menunjukkan mukjizat atas Kuasa Allah SWT.

Namun, sebagaimana dilansir di laman Mawdoo, mengutip pernyataan Dr Rasyid Jarrah dalam “Aina Dzahabat Asha Musa”, menjelaskan sampai sekarang tidak ada teks eksplisit atau bukti yang jelas terkait keberadaan tongkat Nabi Musa. Salah satu peneliti menunjukkan bahwa tongkat Nabi Musa dibakar ketika Musa membakar anak sapi orang Samaria.

Sebagaimana klaim peneliti tersebut, orang Samaria telah memanfaatkan tongkat Musa untuk menyebarkan jiwa di dalam anak sapi karena khasiatnya yang ajaib. Hal ini mendorong banyak orang untuk mempercayai orang Samaria dan menyembah anak lembu.

Nabi Musa sendiri menggunakan tongkat tersebut dalam kehidupan sehari-harinya, dan tongkat itu juga memiliki mukjizat tersendiri.

Misalnya, Nabi Musa biasa bersandar pada tongkatnya saat melakukan perjalanan, bepergian dan mengembara. Tongkat itu juga digunakan untuk berjalan, dan dapat berdiri tegak sehingga Nabi Musa bisa berdiri di atasnya.

Tongkat tersebut juga untuk mengetuk cabang-cabang pohon, agar jatuh daun-daunnya untuk kemudian dimakan para domba gembalaannya. Tongkat ini memiliki dua kepala cabang, yang dipakai untuk menggantung busur atau anak panah.

Pada malam hari, kedua kepala tongkat itu akan menyala seperti lampu. Beberapa manfaat lain dari tongkat Nabi Musa, ialah tongkat itu membantu beliau untuk bisa minum air dari sumur yang dalam. Tongkat ditancap ke tanah dan bertahan lama sampai keluar air dari sumur yang dalam itu.

Kepala tongkat itu kemudian berubah menjadi seperti ember, lalu Nabi Musa mengisinya dan meminum airnya. Jika tongkat tersebut dicabut, maka air akan berhenti keluar.

Selain itu, jika matahari terlalu terik dan panas, dan Nabi Musa tidak dapat menemukan tempat untuk berlindung, maka tongkat itu akan mengeluarkan cabang-cabang, lalu jubah Nabi Musa diletakkan di atasnya sehingga menjadi tempat yang teduh. Ketika Nabi Musa ingin buah, tongkat itu ditancapkan ke tanah, lalu tumbuh dan menghasilkan buah.

Berserah Diri, Kekuatan Utama Muslimin Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Para Nabi dan Rasul ingin menja...

Berserah Diri, Kekuatan Utama Muslimin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Para Nabi dan Rasul ingin menjadi umat Nabi Muhammad saw. Umat terdahulu seluruhnya dikabarkan akan kehadiran Nabi Muhammad saw dan umatnya. Salah satu alasan Nabi Musa,  mereka bisa menaklukan Dajjal. Kelak, Nabi Isa  pun akan menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.

Keutamaan umat Nabi muhammad saw terus diperdengarkan dan dikabarkan  oleh Allah melalui kitab suci sebelumnya. Umat ini diberikan nama kaum muslimin, kaum yang berserah diri kepada Allah. Mengapa tidak dinamakan umat yang perkasa, hebat dan nama lainnya yang memunculkan ketakutan dan ketakjuban saat mendengar namanya?

Kekuatan umat Islam pada keberserahan dirinya pada Allah, Al-Qur'an, Rasulullah saw dan sunahnya. Keberserahan diri menjadi inti kekuatan dan kedahsyatannya. Mengapa bukan pada ilmu, teknologi, akal, kekayaan, penguasaan sumber daya  dan kekuasaan?

Semua yang tidak terbimbing oleh Allah akan rusak pada akhirnya. Semua yang tidak menyerahkan diri pada Allah akan hancur pada akhirnya. Gunakan timbangan Allah dan Rasulnya dalam mengelola kehidupan. Dalam timbangan maslahat dan mafsadat. Dalam mengukur benar dan salah. Dalam mengambil  keputusan dan hukum.

Dengan ilmu manusia mendapatkan jalan mudah dan terang? Dengan akal manusia bisa menyelesaikan persoalan hidup dengan sempurna? Ilmu yang bersumber dari Allah. Akal yang terbimbing oleh wahyu Allah yang bisa menyelesaikannya. Tanpa bimbingan Allah berarti terbimbing oleh hawa nafsu dan syetan.

Dengan hawa nafsu, ilmu, akal dan pemikiran sangat terbatas dan amat sempit. Daya jangkaunya hanya ego dan kepentingan diri. Dengan bisikan syetan, ilmu, akal dan pemikiran sangat merusak karena orientasinya menghembuskan ketakutan dan kehancuran manusia. Mengapa yang mau menghancurkan justru dijadikan pedoman?

Yang paling nyaman dan tentram itu berserah diri. Seperti penumpang yang berserah diri pada supir dan pilot. Seperti mereka yang menyerah peta perjalanan dengan mengikuti google map. Mengapa tak bisa diterapkan dengan berserah diri mengikuti Allah dan Rasulullah saw?

Mencontek Nabi Musa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bisakah satu orang menggerakan gerbong kereta deng...

Mencontek Nabi Musa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bisakah satu orang menggerakan gerbong kereta dengan mendorongnya? Bisakah beberapa orang menggerakkan satu gerbong kereta dengan mendorongnya? Padahal sangat mudah menggerakkannya, ambillah kunci staternya. Cukup sedikit menggerakkan, maka seluruh mesin penggerak akan menggerakkan gerbong.

Manusia sangat bodoh dalam menjalani hidup. Menganggap, akalnya bisa mengeksploitasi dan menaklukkan bumi. Padahal akal bisa didayagunakan karena Allah telah menundukkan alam semesta bagi manusia. Karena manusia telah ditunjuk sebagai wakil Allah di muka bumi.

Mengapa tak mencontek Nabi Musa? Dengan tongkatnya mampu menutaskan tantangan  hidup. Mengapa tak mencontek Nabi Nuh? Dengan kayu, mampu melepaskan diri dari banjir besar yang melampaui gunung? Sebab kesombongannyalah manusia tertatih-tatih dan hancur dalam menghadapi persoalan hidup.

Mengapa tak mencontek Nabi Musa? Dengan tongkatnya mampu menutaskan tantangan  hidup. Mengapa tak mencontek Nabi Nuh? Dengan kayu, mampu melepaskan diri dari banjir besar yang melampaui gunung? Sebab kesombongannyalah manusia tertatih-tatih dan hancur dalam menghadapi persoalan hidup.

Bagaimana sebuah tongkat bisa mengalahkan diktator Firaun? Bagaimana sebuah kunci bisa menggerakkan belasan gerbong kereta? Ada kekuatan besar dan energi pendorong yang tak diketahuinya. Ada yang menghimpun seluruh kekuatan untuk membantunya.

Tentara Allah pasti menang. Itulah penggalan ayat Al-Qur'an. Bagaimana agar tentara Allah yang tak terlihat berhimpun bersama kita? Bagaimana hukum alam semesta menjadi sejalan dan menopang? Bagaimana manusia berhimpun? Mudah saja, berserah diri kepada Allah, maka seluruh yang ada di jagat raya akan menolong dan menopang.

Bagaimana mau-Nya Allah dalam mengelola diri, gaya hidup, keluarga, bisnis, kekuasaan, kekayaan? Bacalah dan pahamilah kehendak Allah dalam mengelola jagat raya. Berserah dirilah dengan kehendak Allah. Maka Allah akan menolong.

Membaca dan memahami kehendak Allah. Bukalah kembali Al-Qur'an. Pahami kata per kata, ayat per ayat. Diteladani kembali seluruh kiprah Rasulullah saw. Lalu, berserah diri dan mematuhinya. Menjadi muslim, karakter yang menyerah diri kepada Allah, satu-satu jalan untuk membimbing peradaban.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)