basmalah Pictures, Images and Photos
12/20/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Khalid Bin Ma'dan, Merindukan Rasulullah saw Oleh: Nasruloh Baksolahar Khalid Bin Ma'dan, salah satu Imam dari ilmu fiqh...

Khalid Bin Ma'dan, Merindukan Rasulullah saw

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Khalid Bin Ma'dan, salah satu Imam dari ilmu fiqh. Fatwanya menjadi rujukan perundangan negara di era khalifah Walid di era Bani Ummayah. Kewibawaannya menyebabkan tak satupun berani membicarakan masalah dunia dihadapannya.

Bukan sekedar ulama, beliau juga selalu menjadi orang pertama mendirikan tenda bila ada seruan jihad. Ilmu dan jihad sebuah amal yang tak terpisahkan.

Bila malam tiba, saat tubuh membaringkan di tempat tidurnya. Rasulullah saw yang pertama disebutnya, lalu disebutkan para Sahabat satu per satu dengan ungkapkan kerinduan yang mendalam. Sambil berkata, "Merekalah asal muasal dan kepada merekalah hati dan rinduku senantiasa terpaut. Ya Allah, ya Tuhanku, segeralah cabut nyawaku agar dapat bertemu mereka." Kemudian tidur dengan terus menyebutkan nama para Sahabat.

Tanda Ahli Ilmu adalah menganggap berharga orang yang beriman. Menatap dan memandang hina dirinya sendiri. Begitulah cara beliau menghormati kaum muslimin. Ketentraman hanya bisa diraih dengan menghidupkan mata hati untuk melihat apa yang dijanjikan di akhirat nanti. Bila pintu kebaikan sudah dibuka, segeralah untuk memasukinya karena kita tak pernah tahu kapan pintu itu akan ditutup.

Bila mencari pujian dengan menghinakan kebenaran, maka pujian tersebut menjadi celaan padanya. Bila berani menanggung celaan demi kebenaran, maka celaan akan dibalikkan Allah menjadi pujian. Itulah beragam nasihatnya yang sempat terrekam oleh Imam Adzahabi dalam kitab Siyar A'lam An Nubala'.

Peristiwa Saat Rasulullah saw dalam Kandungan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ada dua peristiwa yang t...

Peristiwa Saat Rasulullah saw dalam Kandungan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ada dua peristiwa yang tercatat saat Rasulullah saw berada dalam kandungan. Yaitu, wafatnya Abdullah bin Abdul Muthalib, Ayah Rasulullah saw dan penyerbuan tentara bergajah ke Mekkah.

Abdullah bin Abdul Muthalib mengalami sakit saat pulang dari Syam. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya beristirahat di Madinah di rumah pamannya dari Bani Adi bin An-Najjar. Selama sebulan dirawat, namun takdir kematian tak bisa dihindari. Beliau wafat dalam usia 24 tahun.

Pasukan bergajah dihancurkan Allah pada hari ahad 12 malam bulan Muharram. Sedangkan Rasulullah saw lahir pada hari senin  tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah.

Penyerbuan ke Mekkah disebabkan raja Abrahah ingin menghancurkan Kabah. Karena para peziarah tidak mau mendatangi rumah ibadah yang dibuatnya padahal sudah dibuat dari emas dan mereka tetap memadati Kabah setiap tahunnya.

Keajaibannya, Kabah sama sekali tidak dilindungi suku Quraisy dan dibiarkan raja Abrahah menghancurkannya, tetapi yang hancur justru pasukan bergajah.

Bila pasukan gajah dihadapkan ke Kabah, maka sang gajah pun merunduk diam. Abrahah memukul gajah agar berdiri dan bergerak. Namun mereka tetap diam. Namun bila diarahkan ke Yaman, gajah berdiri, bangkit dan berjalan. Bila diarahkan ke Kabah lagi, mereka merunduk diam.

Lalu Allah mengutus burung Ababil berbentuk kelelawar. Setiap burung membawa 3 buah batu. Satu di paruhnya, 2 di kakinya. Bila batu menimpa sasaran, maka binasa. Abrahah mati dalam keadaan dada terbelah dan hatinya keluar. Pasukannya binasa.

Para pengendara gajah dan pembimbing jalannya buta matanya dan hidup dari meminta-minta. Itulah cara Allah menjaga Rasulullah saw yang masih dalam kandungan.

Keajaiban Kandungan Siti Aminah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Setelah pernikahan berlangsung. Setel...

Keajaiban Kandungan Siti Aminah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Setelah pernikahan berlangsung. Setelah malam pengantin dilewati. Abdullah bin Abdul Muthalib berangkat ke Syam untuk berniaga. Siti Aminah menanti suaminya di rumah. Rupanya Allah menganugerahkan kehamilan. Itulah jabang bayinya Rasulullah saw. Bagaimana suasananya?

Saat Siti Aminah hamil, Beliau tidak merasakan sedikit pun berat dan kesulitan. Sehingga tidak merasa bahwa dia sedang hamil. Keanehannya hanya tidak haid saja.

Siti Aminah baru tersadar hamil manakala ada seseorang yang datang (malaikat) yang datang dalam kondisi antara terjaga dan tidur. Orang itu berkata, "Apakah kamu merasa sedang mengandung?" Siti Aminah menjawab, "Aku tidak tahu." Orang itu berkata kembali, "Sesungguhnya kamu sedang mengandung sayyid dan nabi umat ini." Peristiwa itu terjadi pada hari senin.

Saat persalinan hampir tiba, malaikat datang kembali sambil berkata, "Katakanlah wahai Aminah:  'Aku berlindung kepada Allah untuk anak ini dari kejahatan semua yang memiliki rasa jasad." Aminah pun mengikutinya.

Saat wanita tetangganya hadir untuk persiapan kelahirannya dengan saran agar menggantungkan sebuah besi di kedua lengannya dan ditengkuknya. Namun paginya besi tersebut hancur. Saat proses kelahiran Rasulullah saw, Siti Aminah sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun. Aminah diperintahkan untuk memberi nama anak itu dengan nama Ahmad.

Referensi:
1. Shifatush Shafwah, Imam Ibnu Jauzy, Pustaka Azzam, Mei 2015
2. Al Wafa, Imam Ibnu Jauzy, Pustaka Kautsar, Mei 2014

Cahaya Wajah Ayahnya Rasulullah saw Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pernikahan Abdullah bin Abdul Muth...

Cahaya Wajah Ayahnya Rasulullah saw

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pernikahan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Siti Aminah, orang tua Rasulullah saw, baru saja berlangsung. Seperti layaknya pengantin baru, ada suasana istmewa yang mereka tunggu. Yaitu  canda ria seorang pengantin. Bagaimana suasananya?

Ada seorang wanita yang bernama Fathimah binti Murra. Dia memperhatikan aura wajah Abdullah bin Abdul Muthalib sebelum masuk ke rumahnya untuk bertemu dengan Siti Aminah. Bagaimana auranya?

Wajah Abdullah bin Abdul Muthalib bercahaya, wanita tersebut paham bahwa cahaya itu adalah cahaya kenabian karena dia sudah membacanya dari beberapa kitab suci umat-umat terdahulu.

Dalam riwayat lain, sebelum Abdullah bin Abdul Muthalib menemui Siti Aminah, ada seorang wanita yang melihat wajah Abdullah, ada sorot cahaya ke langit dari kedua matanya. Namun setelah menemui Siti Aminah, sorotan cahaya itu sirna.

Wanita sangat paham tentang beberapa kitab suci umat-umat terdahulu. Lalu berkata, "Sesungguhnya dia sedang mengandung penduduk bumi yang paling baik."

Referensi:
Shifatush Shafwah, Imam Ibnul Jauzy, Pustaka Azzam, Mei 2015

Riyadhah Suluk Junaid Al Baghdadi Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Junaid Al Baghdadi lahir pada 220 Hi...

Riyadhah Suluk Junaid Al Baghdadi

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Junaid Al Baghdadi lahir pada 220 Hijriah, belajar fiqh, ilmunya matang, banyak beribadah, menuturkan hikmah namun jarang meriwayatkan hadist. Keluasan ilmunya bagaikan bila Allah dianugerahi ilmu ke bumi, maka dia pun mendapatkan satu bagiannya.

Dia banyak mendengar, dekat dengan orang shaleh dan ahli marifat, dianugerahi kecerdasan dan kebenaran menjawab. Dirinya sangat menjaga diri (iffah) dan tidak suka pada dunia.

Dia hidup dari berbisnis. Konon bila sedang berada di pasar, setiap hari wiridnya mencapai 1.000 tasbih dan shalat sunah sebanyak 300 rakaat.

Murid-muridnya mendapatkan keberkahan dari majlis ilmunya. Walaupun ilmu yang diajarkannya ilmu Tasawuf, namun syarat menjadi muridnya, Junaid Al Baghdadi berkata, "Ilmu kami diukur dengan Al Quran dan As Sunnah. Siapa yang tidak hafal Al Quran, tidak menulis hadist, dan tidak belajar fiqh, tidak boleh ikut."

Ilmu Tasawufnya berasal dari penempaan terhadap dirinya dan selalu memperbaiki keburukan dirinya. Beliau berkata, "Kami tidak mengambil tasawuf dari pendapat ini dan itu, melainkan dari rasa lapar, meninggalkan dunia, dan memutuskan kebiasaan."

Al Junaid Al Baghdadi mengajarkan apa itu syukur, " Allah tidak dimaksiati dengan nikmat-nikmat-Nya." Cincinnya terukir sebuah kata, "Jika kau mengharapkan-Nya, berarti kau tidak aman dari-Nya." Inilah bentuk ketakutan beliau terhadap Allah.

Refrensi:
Siyar A'lam An-Nubala', Imam Adzahabi, Pustaka Azzam, Februari 2014

Jebakan Terus Menghadang Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Hidup memang penuh berliku. Tak pernah ada ya...

Jebakan Terus Menghadang

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Hidup memang penuh berliku. Tak pernah ada yang menyangka perjalanan hidup manusia. Bisa saja hari ini ada sosok yang menginspirasi, lalu membimbingnya pada kebaikan. Namun bisa jadi, sosok tersebut berubah haluan berbalik arah.

Bisa jadi hari ini dia sosok dalam sebuah amal, bisa jadi esok hari sikapnya bertentangan. Bisa jadi hari ini ilmunya mengajar suatu hal, bisa jadi esok hari dia menentangnya sendiri. Bagaimana penilaian kita terhadap sosok tersebut?

Sosok yang pernah menginspirasi adalah manusia. Hatinya bisa berbolak-balik. Bisa jatuh juga. Bisa bangkit juga. Bisa terjerebab, namun bisa juga berdiri kembali. Bukankah kedudukan manusia dinilai saat sakratul maut? Jadi jangan mengecap hal yang kurang baik terlebih dahulu.

Saya pernah membaca kisah. Seorang ulama besar yang memiliki  murid yang banyak jatuh hati pada seorang wanita di sebuah negri. Yang membuatnya meninggalkan dunia ilmu dan pesantren. Para Santrinya terheran-heran, seorang ulama besar jatuh pada sesuatu hal yang tak wajar? Namun jelang beberapa tahun, akhirnya insaf juga.

Jalan kebaikan pasti ada jurangnya. Ada yang terperosok namun bisa berpegangan pada akar yang kuat, lalu naik lagi. Namun ada juga yang jatuh ke dasar jurang, lalu naik kembali. Namun ada juga yang tetap di dasar jurang. Artinya, dalam jalan kebaikan butuh kewaspadaan tingkat tinggi. Jangan pernah lengah di jalan kebaikan. Karena banyak tarikan ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah saw mengingatkan bahwa di sepanjang jalan lurus banyak belokan ke kanan dan ke kiri. Bisa beristiqamahkah di jalan yang lurus dengan menyampingkan  seruan dan bisikan yang menggoda?

Ujian itu sepanjang perjalanan hidup. Ujiannya berjenjang berat dan kesulitannya. Bisa jadi hanya jatuh di permulaannya. Karena Rasulullah saw pernah bersabda pukulan berat itu ada di awal saja. Mungkin hanya butuh penyesuaian sesaat saja untuk kembali.

Fenomena sang panutan yang berubah arah hendaknya memunculkan kehati-hatian. Bahwa semua orang bisa terjerumus dan jatuh. Tapi bisa juga bangkit kembali. Bukankah pintu istighfar dan taubat tetap terbuka hingga maut? Mengapa kita terburu-buru mencap keburukan padanya?

Mentauhidkan Kiprah Manusia Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semua menyeru kepada kalimat Tauhid. Sejak...

Mentauhidkan Kiprah Manusia

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Semua menyeru kepada kalimat Tauhid. Sejak makhluk diciptakan hingga bumi dibinasakan. Sejak Nabi Adam hingga Rasullulah saw, hingga semua hanya menyeru kepada Allah.

Hakikat ibadah adalah kalimat Tauhid. Tertuju hanya pada Allah. Tata caranya mengikuti yang dianjurkan Allah melalui lisan Rasulullah saw.

Berpolitik untuk menegakkan kalimat Tauhid. Sehingga hukum dan kekuasaan yang ditegakan untuk menjaga agama, akal, jiwa, raga, darah dan harta seluruh manusia. Tauhid untuk menjaga kemaslahatan dan menjaga yang bermanfaat bagi seluruh manusia.

Berbisnis adalah untuk menegakkan Tauhid. Agar bisnis tidak meraih harta dengan kezaliman, kecurangan, dan penipuan. Agar bisnis menebarkan kebaikan dan kerelaan.

Kiprah dalam sosial dan budaya adalah untuk menegakkan Tauhid. Agar masyarakat terbangun dengan iman, ilmu dan amal. Perasaan dan emosi terjaga dengan kesantunan, kesopanan dan bermartabat. Yang digemari dan disukai tidak merusak dan menghancurkan.

Semua kiprah manusia hakikatnya hanya satu, menegakkan kalimat Tauhid. Bila kalimat Tauhid sendiri sudah dilecehkan, bagaimana ada upaya mewujudkan kalimat Tauhid dalam tatanan berbangsa dan bermasyarakat?

Kesia-siaan hidup, ketika seluruh kiprah tak tertuju pada Tauhid. Bekal keselamatan di dunia adalah Tauhid. Bekal keselamatan akhirat adalah Tauhid. Bila kalimat Tauhid saja sudah dilecehkan bagaimana bisa meraih keselamatan?

Akhir kehidupan yang paling baik adalah saat lidah mengucapkan kalimat Tauhid. Yang menyelamatkan dari Neraka adalah ucapan kalimat Tauhid. Bila kalimat Tauhid sudah dilecehkan, apa yang layak diandalkan lagi dari kehidupan ini?

Memburu Ruang Sempit Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ampunan Allah itu seluas langit dan bumi. Namun m...

Memburu Ruang Sempit

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ampunan Allah itu seluas langit dan bumi. Namun mengapa menghindari istighfar dan taubat. Semesta itu sangat luas. Rahmat Allah itu sangat berlimpah. Namun mengapa kebanyakan berburu pada ruang-ruang sempit?

Semesta ini mampu menghidupkan seluruh makhluk ada sejak tercipta hingga saat ini. Begitu luasnya rezeki Allah? Semesta ini selalu bisa melahirkan orang terkaya disetiap masa, tetap dan terus menciptakan orang kaya. Walaupun seperti itu, apakah semesta ini menjadi kering-kerontang akibat manusia yang serakah?

Rezeki yang akan mengejar manusia. Rezeki akan dijamin oleh Allah. Ketika tidak ada lagi rezeki untuknya, maka dia akan diwafatkan oleh Allah. Malaikat akan senantiasa mencari rezeki keseluruhan ruang semesta, bila sudah tidak ada maka diwafatkanlah orang tersebut.

Bila rezeki dan bumi itu luas, mengapa manusia senang berkerumun dan memburu ruang sempit dan menghimpit? Memburu jabatan, berapa banyak jabatan yang ada di muka bumi ini. Memburu menjadi karyawan, berapa banyak lapangan pekerjaan yang disediakan? Memburu jadi PNS, berapa banyak formasi lowongan yang ada?

Kehidupan dan rezeki itu lebih luas dari apa yang dipikirkan. Rezeki itu lebih luas dari lowongan pekerjaan dan jabatan yang diciptakan oleh manusia. Mengapa terus memburu ruang-ruang sempit?

Keinginan manusia sangat banyak. Kebutuhan manusia berlimpah. Khayalan manusia tak terkira. Bila bisa menangkap dan memenuhi satu saja, kita akan menjadi orang terkaya. 

Sumber daya sangat berlimpah. Tak pernah habis dimakan zaman dan generasi. Yang belum tergarap sangat melimpah ruang. Namun mengapa selalu terbelenggu berfikir untuk menemukan apa yang ada, mengapa tidak membuat sesuatu yang belum ada? Bukankah kita memiliki rasa dan imajinasi? Inilah yang membatasi kita.

Rasa dan Imajinasi seluas apa yang  kita kehendaki. Tak ada yang bisa membatasi kecuali kita sendiri. Segala yang diimajinasikan pasti bisa diwujudkan, karena imajinasi tercipta dari akal setelah melihat keterhubungan semesta
Tinggal percobaan dan ilmu pengetahuan saja yang mewujudkannya. Imajinasi selalu di depan, ilmu pengetahuan selalu membuntutinya. Sayangnya kita mendahulukan ilmu pengetahuan, sehingga segalanya terhenti tanpa ada inovasi.

Kita dikukung oleh ilmu pengetahuan. Dikukung oleh apa yang sudah dilihat dan didengar. Dikukung oleh segala yang sudah ada. Itulah yang menyebabkan manusia berkerumun dan memburu di ruang-ruang sempit.

Bahagia Tanpa Tanda Jasa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mengungkit sebuah jasa dan peran, wajarkah? B...

Bahagia Tanpa Tanda Jasa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mengungkit sebuah jasa dan peran, wajarkah? Bagaimana karakter manusia dalam melihat sebuah jasa? Melupakan atau dilupakan, menutupi atau ditutupi. Jadi jangan heran bila mengalami hal tersebut. Agar peran hanya totalitas pada Allah. Agar fokus hidup hanya berbicara tentang karya bukan penghargaan dan bintang jasa. Berjasa dilupakan itu lebih baik, daripada tak berperan namun menuntun penghargaan setinggi langit. Menyembunyikan amal agar tangan kanan berbuat tetapi tangan kiri tidak pernah mengetahuinya.

Junaid Al Baghdadi pernah berkata, "Ratusan kebaikan yang dilakukan, maka yang akan selalu diingat oleh manusia adalah satu keburukan yang dilakukan." Itulah karakter manusia. Padahal apa yang dilakukan kita justru sebaliknya, banyak keburukan yang tak terhitung, tapi hanya sedikit kebaikan yang pernah dilakukan. Jadi wajar saja bila yang dikenang tentang kita adalah keburukan?

Kebaikan kita dalam alam semesta seperti garam di samudera yang tawar. Asin menurut kita, namun bila diceburkan dalam kancah kehidupan yang luas dan mendalam, jadilah sesuatu yang tidak ada artinya atau rasanya. Jadi wajarlah bila banyak pahlawan yang tak dikenal. Jadi wajarlah bila banyak pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi wajarlah banyak para pembaharu yang tak tercatat dalam sejarah. Bukankah para Nabi berjumlah ratusan ribu, namun yang dikenal hanya 25 Nabi dan Rasul? Apakah karyamu lebih baik dari ratusan ribu para Nabi?

Yang tak tercatat oleh sejarah lebih banyak daripada yang terabadikan. Yang dikenang akan selalu lebih sedikit, karena memori manusia memang pendek. Ingatan manusia hanya semasa kehidupannya saja. Bahkan sudah pikun sebelum masa tuanya. Jadi mengapa harus ngoyo untuk dihargai karyanya? Padahal ingatan manusia saja bersumbu pendek?

Banyaknya yang tak terabadikan bukan berarti mereka tak berperan? Namun agar manusia sadar akan orientasi sebuah amal dan karya. Bukan untuk dicatat dan dielukan, tetapi untuk menciptakan kemanfaatan. Kemanfaatan inilah keabadian yang selalu berlanjut tanpa disadari oleh geberasi kini dan esok. Berkaryalah lalu lupakanlah. Biarkan hanya kemanfaatan karya yang menembus waktu, ruang dan generasi.

Bila dengan karya, engkau menuntut banyak hal dari kehidupan ini, apa yang tersisa bagi akhiratmu? Abdurahman bin Auf, orang kaya, banyak berkiprah dan sosok yang dijamin masuk surga, menangis tersedu-sedu saat di depan matanya tersajikan makanan yang berlimpah. Apa yang dipikirkan? Apa yang tersisa bagi akhiratnya bila semua kebaikan dibayar kontan oleh Allah di dunia ini?

Ali bin Abi Thalib tidak menuntut posisi jabatan kekhalifahan. Padahal saat hijrah, dialah yang paling beresiko untuk dibunuh oleh para pembesar Quraisy? Semua peperangan diikutinya, kecuali perang Tabuk karena diperintahkan Rasulullah untuk menjaga Madinah. Padahal Ali bin Abi Thalib adalah pintunya ilmu Rasulullah saw. Khalid bin Walid, panglima tak terkalahkan dibebaskan tugaskan  oleh Umar Bin Khatab tanpa sedikit pun menentangnya dan terus berjuang walau statusnya hanya prajurit biasa.

Di era sekarang, mengapa sebuah karya harus dihadiahi jabatan, posisi dan fasilitas? Mengapa terganggu dengan pencabutan jabatan dan posisi dengan alasan mekanisme organisasi? Dengan alasan kezaliman dan tidak demokratis? Mungkin kita terlalu sering menghitung-hitung karya kita dan mengabaikan karya orang lain.

Karya Ajip Rosidi, Buah Bacaan Masa Kecil Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Masa emas, ada di masa keci...

Karya Ajip Rosidi, Buah Bacaan Masa Kecil

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Masa emas, ada di masa kecil. Tak terkecuali Ajib Rosidi, Sastrawan Sunda kelahiran Majalengka yang menjadi duta Indonesia di luar negeri untuk memperkenalkan budaya dan sastra Indonesia dan Sunda. Ajib Rosidi juga seorang sastrawan yang sangat produktif, ratusan karyanya telah diterbitkan. Bagaimana liku-liku perjalanan hidupnya?

Karya Ajib Rosidi memulai karyanya sejak berusia 14 tahun, kelas 3 SMP, dimana tulisan pertamanya diterbitkan di majalah kebudayaan Mimbar Indonesia dan Zenith pada tahun 1952. Pada 1955, buku pertamanya diterbitkan dengan judul Tahun-tahun Kematian. 1956 diterbitkan kembali karyanya yang berjudul Lipatan Setangan. Mengapa di usia tergolong muda mampu menerbitkan banyak tulisan?

Yang perlu dicermati, Ajib Rosidi belajar menulis secara otodidak. Lalu bagaimana membentuk karakter penulisannya? Kekuatan karakter karya tulis salah satunya tergantung dari kualitas bacaannya.  Semakin berkualitas bacaanya, semakin berkualitas karya penulisannya. Ini salah satu kuncinya.

Bila berumur 14 tahun sudah mampu berkarya, berarti diusia berapa Ajib Rosidi mulai bergelut dengan bacaan yang berkualitas? Sejak duduk di Sekolah Rakyat, Ajib Rosidi sudah berinteraksi dengan beragam buku yang berkualitas. Apa pun bukunya habis lumat dibaca, dari ilmu alam, matematika,  sosial namun dia lebih tertarik dengan buku-buku sastra.

Bagaimana pengaruh buku di masa anak-anak? Graham Greene, pengarang Inggris, berkata, "Buku yang dibaca saat anak-anak hingga usia 14 tahun, lebih dalam tertancap diingatan, lebih besar pengaruhnya terhadap kehidupan selanjutnya. Sebab saat setelah berumur, yang dibaca itu lebih banyak hanya mengkonfirmasikan, mengiyakan pengalaman kita sendiri."

Dalam hidup penuh kekurangan, bagaimana Ajib Rosidi memperoleh buku bacaan yang berkualitas? Ayahnya penjaga perpustakaan Sekolah Rakyat. Buku yang dibacanya, diterbitkan jauh sebelum kelahirannya. Buku yang dipinjamnya sangat cepat dilalap habis. Yang dibaca tidak saja pengarang orang sunda, tetapi juga saduran para penulis luar negri. Sejak usia 7-9 tahun, dia sudah membaca buku karangan asli sastrawan Sunda yang terkenal.

Interaksi Ajib Rosidi waktu kecil dengan bacaan tidak saja melalui buku, tetapi juga melalui surat kabar Sinar Madjalengka pada rubrik cerita bersambung. Saat SMP, beliau sekolah di SMP Taman Siswa Jakarta dimana para sastrawan terkenal Sutan Takdir Slisyahbana dan Usman Effendi pernah mengajar di sekolah tersebut. Inilah yang mendorongnya lebih bersemangat lagi

Saat SMP, surat kabar Indonesia Raya menjadi favoritnya. Ruang anak-anak selalu perhatiannya. Ini mendorongnya untuk menulis di rubrik tersebut. Di saat SMP pula, perkenalan dengan karya sastra berbahasa Indonesia semakin mendalam. Kegemarannya saat SMP adalah ke Pasar Senin untuk membeli buku.

Buah karya Ajib Rosidi sangat dipengaruhi oleh apa yang dibacanya disaat Sekolah Rakyat dan SMP. Kualitas tulisannya pun sangat dipengaruhi oleh apa yang dibacanya di saat kecil. Itulah pengaruh bacaan terhadap karya seorang Sastrawan Sunda yang cukup terkenal Ajib Rosidi.


Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)