basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Kisah Para Nabi dan Rasul

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Nabi dan Rasul. Tampilkan semua postingan

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi? Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidu...

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi?



Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidupan. Sedangkan penyulut atau pemicu semua fitnah tersebut adalah syetan. Penyebabnya, manusia telah menjadi syetan menjadi pemimpin.

Kisah Nabi Adam pada surat Kahfi ayat 50-51 memuat tentang larangan menjadikan syetan menjadi pemimpin padahal syetan adalah musuh. Ini sangat paradok sekali. Fragmen episode kisah Nabi Adam tersebut sebagai berikut: 

1. Perintah bersujud, Iblis menolak bersujud, sifat durhaka syetan, syetan dijadikan pemimpin padahal musuh

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim. (50)

2. Tidak ada bantuan siapapun dalam penciptaan alam semesta, para penyesat tidak bisa menolong 

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (51)

Bekal hidup agar jangan menjadi musuh sebagai pemimpin.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad? Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang t...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad?

Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang tak pasrah berarti menyombongkan diri dan tidak akan kembali kepada Allah.

Kisah Nabi Adam di surat Shaad ayat 71-85, menekankan pada kesombongan syetan. Setelah tidak mau bersujud, dimasukkan golongan kafir dan terkutuk, syetan justru memohon kepada Allah untuk menjerumuskan manusia. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:


1. Asal penciptaan manusia 

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. (71)

2. Penyempurnaan kejadian, peniupan roh dan perintah bersujud 

Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (72)

3. Malaikat bersujud

Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, (73)

4. Kesombongan syetan sehingga tergolong kafir

kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. (74)

5. Mengurai sebab kesombongan 

(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (75)

6. Alasan syetan sombong 

(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (76)

7. Syetan keluar dari surga menjadi makhluk terkutuk

(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk. (77)

8. Batas waktu kutukan Allah 

Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." (78)

9. Permohonan syetan

(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan." (79)

10. Permohonan syetan dikabulkan

(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan, (80)

11. Batas waktu permohonan

sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." (81)

12. Misi syetan

(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (82)

13. Yang tak terjerumuskan syetan

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (83)

14. Jaminan perlindungan Allah 

(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. (84)

15. Akibat mengikuti syetan

Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya." (85)

Kisah ini menjadi bekal agar tidak sombong dan angkuh. 

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha? Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk ...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha?

Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk menyusahkan tetapi untuk mempermudah manusia. Kesusahan dan kesulitan justru terjadi bila meninggalkan perintah Allah.

Kisah Nabi Adam pada surat Taha ayat 115-124 menjelaskan kenikmatan yang diperoleh Nabi Adam akibat ketaatan dan penderitaan yang diterima setelah terjerumus oleh godaan syetan. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut: 


1. Nabi Adam lupa pesan Allah,  tidak memiliki kemauan kuat
Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. (115)

2. Perintah bersujud, syetan menolak 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak. (116)

3. Pesan bahwa syetan memusuhi manusia, jangan sampai dikeluarkan dari surga dan menjadi celaka

Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka. (117)

4. Kenikmatan surga bagi Adam 

Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang, (118)

5. Kenikmatan surga bagi Adam

dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari." (119)

6. Cara syetan menipu 

Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)

7. Adam terjerumus, aurat terbuka, jadi durhaka dan sesat

Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia. (121)

8. Allah memilih, menerima taubat dan memberi petunjuk pada Adam

Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. (122)

9. Syetan dan Adam turun dari syurga, keduanya bermusuhan, perintah mengikuti petunjuk 

Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)

10. Akibat tidak mengakui petunjuk

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (124)

Bekal kehidupan yang sangat berharga, bahwa kelapangan atau kesempitan hidup karena ketaatan atau melanggar perintah Allah.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra? Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan ...


Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra?

Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan perpindahan estapet risalah dari Bani Israel ke umat Rasulullah saw. Bani Israel tidak bisa memelihara kitab suci mereka yaitu Taurat dan Injil, sekarang saatnya umat Rasulullah saw menjaga Al-Qur'an dengan mengamalkannya.

Kisah Nabi Adam di surat Al-Isra ayat 61-65 untuk menunjukkan perpindahan kekuatan. Sebelumnya syetan meremehkan manusia yang mudah dijerumuskan, lalu syetan menjadi tak berdaya bila manusia bertawakal kepada Allah. Fragmen episode kisahnya sebagai berikut:



1. Perintah bersujud, syetan menolak,  alasan syetan 

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (iblis) berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (61)

2. Meremehkan manusia, kesombongan syetan bisa menyesatkan sebagian besar syetan manusia

Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil." (62)

3.  Syetan diusir, akibat bagi pengikut syetan

Dia (Allah) berfirman, "Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. (63)

4. Pasukan syetan, cara syetan berkolaborasi, isi janji syetan

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. (64)

5. Bertawakal kepada Allah agar syetan lemah

"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga." (65)


Perjalanan Kedengkian Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama sy...

Perjalanan Kedengkian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama syetan. Tak mau menerima takdir-Nya yang harus bersujud kepada manusia. Tak mau menerima manusia dimuliakan melampaui dirinya padahal yang memerintahkan adalah Rabbnya. Apa sulitnya bersujud?

Syetan hanya melihat bahwa manusia itu berasal dari tanah liat yang kering dan hitam saja. Hanya satu unsur saja. Mengesampingkan adanya unsur tiupan roh dari Allah. Karakter api adalah ujian baginya. Api yang cepat panas tak bisa dikendalikannya. Maka perintah bersujud tak digubrisnya.

Surga adalah tempatnya ketaatan. Tempat bagi makhluk-Nya yang taat kepada Allah. Setiap pembangkangan dan penyimpangan di dalamnya berarti harus dikeluarkannya. Seperti itulah suratan-Nya. Maka, syetan pun dikeluarkan dari surga. Maka kedengkiannya semakin menyala.

Kedengkian membutakan segalanya. Tak lagi memperdulikan kemaslahatan bagi diri dan keturunannya. Terus mewariskan ideologi kedengkian dan kesombongan. Juga, buta melihat keunggulan yang Allah berikan kepada manusia yang menyebabkan manusia dimuliakan.

Dorongan kedengkian yang membuat syetan berdoa, "Ya Tuhanku, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."  Allah pun mengabulkan doa syetan. Untuk apa penangguhan itu? Untuk apa usia yang sangat panjang itu? Sibuk dengan pelampiasan kedengkian. Apakah tentram hidup dalam kedengkian?

Syetan mendeklarasikan visi hidupnya, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan manusia memandang baik (maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

Pekerjaan syetan hanya menghiasi perbuatan jahat dan mempercantiknya sehingga dipandang baik. Kemudian memotivasi manusia dengan hiasan palsu itu sehingga  gandrung padanya. Syetan memanfaatkan unsur tanah pada diri manusia yang merupakan ujian bagi manusia. Seperti syetan yang menikmati  kejatuhan karena ujian dari karakter unsur api.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr? Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dila...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr?


Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dilancarkan oleh orang-orang kafir kepada Rasulullah saw dan para Sahabatnya. Dimana mereka melihat Islam dengan pandangan sini, meragukan dan memperolok-olok.

Jadi tujuan surat ini untuk meyakinkan Muslimin bahwa Allah swt selalu menjaga dan menolong agama-Nya. Oleh sebab itulah, titik tekan kisah Nabi Adam di surat Al-Hijr ayat 26-43 adalah pertolongan dan perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:

1. Asal penciptaan manusia 

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (26)

2. Asal penciptaan syetan

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (27)

3. Berita penciptaan manusia

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (28)

4. Penyempurnaan kejadian, penipuan roh dan perintah bersujud 

Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(29)

5. Malaikat bersujud 

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (30)

6. Syetan menolak bersujud

kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.(31)

7. Mengurai sebab tidak sujudnya syetan

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?" (32)

8. Alasan tidak bersujud 

Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (33)

9. Syetan dikeluarkan dari surga menjadi makhluk terkutuk

Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (34)

10. Masa kutukan 

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."(35)

11. Permohonan syetan 

Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan." (36)

12. Permohonan syetan dikabulkan

Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, (37)

13. Batas waktu pengabulan

sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)." (38)

14. Misi dan strategi syetan, kejahatan menjadi indah

Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, (39)

15. Yang tidak bisa digoda syetan 

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (40)

16. Penegasan perlindungan Allah atas godaan syetan

Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."(41)

17. Yang bisa dan tak bisa dijerumuskan syetan

Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.(42)

18. Akhir para pengikut syetan

Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,(43)

Inilah bekal agar tipu daya syetan tidak bisa menjerumuskan manusia. Inilah bekal agar manusia ditolong dan dilindungi Allah.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Araf ? Surat Al-Araf diturunkan di tengah berlangsungnya pertentangan sengit antara Mus...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Araf ?


Surat Al-Araf diturunkan di tengah berlangsungnya pertentangan sengit antara Muslimin dengan orang-orang kafir. Tepatnya, pada waktu itu Rasulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan dakwah secara terang-terangan. Jadi arahan utama dari surat Al-Araf adalah pentingnya menentukan sikap di tengah pertentangan tersebut.

Oleh sebab itulah, surat Al-Araf dimulai dengan kisah persaingan antara Nabi Adam dan Syetan. Prilaku syetan menjadi tema utama pada surat Al-Araf ayat 11-25. Episode fragmennya sebagai berikut:

1. Penyempurnaan manusia, syetan menolak bersujud

Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat. "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (11)

2. Mengurai sebab Syetan tidak bersujud

(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (12)

3. Syetan diperintahkan dikeluarkan dari surga, tak patut sombong, jadi makhluk hina

(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina." (13)

4. Permohonan syetan 

(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (14)

5. Dikabulkannya permohonan  syetan 

(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (15)

6. Misi syetan 

(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus (16)

7. Strategi syetan, manusia jadi tidak bersyukur

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (17)

8. Syetan dikeluarkan jadi terhina dan terusir, nasib pengikut syetan

(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua." (18)

9. Larangan untuk Nabi Adam, akibat mendekati larangan 

Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim." (19)

10. Bisikan syetan agar aurat terbuka, argumen syetan untuk mengelabuhi manusia 

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." (20)

11. Syetan mengaku sebagai penasihat

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu," (21)

12. Aurat terbuka akibat bujukan syetan, menjadikan daun sebagai penutup aurat, penegasan bahwa syetan itu musuh

dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (22)

13. Taubatnya Nabi Adam

Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (23)

14. Permusuhan abadi syetan terhadapvmanusia, bumi jadi tempat kediaman

(Allah) berfirman, "Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan." (24)

15. Perjalanan di bumi dan kebangkitan kembali 

(Allah) berfirman, "Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan." (25)

Inilah bekal agar selalu waspada terhadap syetan dengan memahami ragam tipu dayanya sehingga tidak menjadi teman syetan.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Baqarah? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tema besar surat Al-Baqarah, menurut A...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Baqarah?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Tema besar surat Al-Baqarah, menurut Amru Khalid dalam kitabnya Khowathir Qur'aniyah, adalah tentang  khalifah di bumi. Seolah-olah surat Al-Baqarah berbicara, "Ketauhilah, sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dialah Penguasa alam semesta yang telah menciptakan kalian dan menguasakan bumi kepada kalian, agar kalian mengaturnya sesuai dengan sistem-Nya."

Menurut Sayid Qutb, di Tafsir Fizilalil Qur'an, tema pokok surat Al-Baqarah salah satunya adalah sikap dan menyiapkan masyarakat Muslimin pada awal pertumbuhannya untuk memikul amanah dakwah dan khalifah di muka bumi setelah Bani Israel menolak memikul tanggung jawab ini. Dengan tema utama ini, maka kisah Nabi Adam menjadi kisah pertama yang dihadirkan oleh Allah di surat Al-Baqarah karena memuat penunjukan Allah kepada manusia sebagai khalifah di bumi.

Karena itulah kisah Nabi Adam di surat Al-Baqarah ayat 30-39 lebih banyak membahas manusia, bukan syetan atau malaikat. Fragmen episode kisahnya dapat dibagi ke beberapa bagian, sebagai berikut:

1. Berita mengangkat khalifah di bumi, kekhawatiran malaikat, penegasan Ilmu Allah

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui." (30)

2. Nabi Adam diajarkan ilmu dan teknologi, malaikat diminta menyebutkan nama benda

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!" (31)

3. Malaikat menyadari kekeliruannya

Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (32)

4. Nabi Adam mendemonstrasikan yang diajarkan Allah, penegasan ilmu Allah 

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan?" (33)

5. Perintah bersujud, syetan menolak dan sombong, syetan jadi golongan kafir

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (34)

6. Fasilitas surga dan larangan untuk Nabi Adam 

Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!" (35)

7. Nabi Adam tergelincir, fasilitas surga dihentikan, takdir syetan dan manusia saling bermusuhan, bumi jadi tempat tinggal sementara

Lalu setan menggelincirkan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman,"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan." (36)

8. Adam diajarkan kalimat taubat, Allah menerima taubat Nabi Adam, penegasan Allah Maha Pengampun dan Penyayang 

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (37)

9. Adam diturunkan ke bumi setelah taubatnya diterima, tuntunan hidup di bumi agar tidak takut dan sedih

Kami berfirman, "Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati." (38)

10. Akibat tidak mentaati Allah

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (39)

Semua paparan kisah Nabi Adam sejak awal penciptaan hingga diturunkan ke bumi merupakan bekal bagi anak cucu Adam dalam menjalani kehidupan di bumi. Karena, sejarah itu selalu berulang.

Peradaban Ashabul Hijr Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ashabul Hijr sebuah peradaban manusia yang terletak antara Hijaz dan Syam, te...

Peradaban Ashabul Hijr

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Ashabul Hijr sebuah peradaban manusia yang terletak antara Hijaz dan Syam, tepatnya di Wadi Qura. Tempat ini pernah dilalui oleh Rasulullah saw bersama Sahabatnya saat perang Tabuk. Perang yang terakhir. Perang yang terjauh yang dipimpin oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw melarang para Sahabatnya untuk memasak air dan mengisi air dari tempat tersebut. Ada apa?

Hijr merupakan sebuah tempat yang dipenuhi dengan pegunungan batu. Di tempat inilah kaum Tsamud berdiam. Di tempat ini Nabi Shaleh diutus. Topografi Hijr berlembah,  gunung dan berudara segar dan sejuk. Allah menganugerahkan kepandaian memahat gunung berbatu.

Dengan kemampuan ini, batu-batu granit yang keras dipahat dan dikeping-kepingkan menjadi  rumah yang indah, tegak, kuat, megah dan tinggi. Dengan arsitektur seperti ini,  merasa menjadi tempat tinggalnya aman dan nyaman dari segala bencana alam, baik banjir dan angin, juga benteng penyelamat dari serangan musuh.

Tingginya peradaban yang telah diraihnya, membuat mereka memalingkan diri dari peringatan Nabi mereka lantaran hidup yang mewah dan kepandaian yang tinggi, sehingga memandang enteng saja kepada seruan Nabi. Kebenaran tidak diingat lagi. Nasihat Nabi Shaleh diacuhkan.

Pembangunan dan pembinaan rumah-rumah yang indah dan mewah, bagaimanapun kokoh,   dan megahnya, tidaklah berarti kalau sekiranya tidak disertai dengan pembangunan ruhani yaitu hubungan diri pribadi dengan Allah.

Azab Allah bisa saja datang dengan tiba-tiba, entah terjadi di waktu petang atau pagi. Kadang, dengan tanpa disadari, kesombongan manusia itu sendirilah yang meruntuhkan apa yang mereka bina. Kehendak Allah berlaku menurut apa yang telah digariskan-Nya.

Bangunan batu yang keras dan kokoh ternyata tak bisa menghalau dentuman atau ledakan suara keras di pagi hari. Bukankah pagi hari, saat yang paling nyaman? Bukankah tembok-tembok gunung batu, tempat yang paling aman? Ternyata yang paling aman dan nyaman adalah perlindungan Allah.

Muslimin, Pertumbuhannya Tak Terdeteksi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ada saat Allah membiarkan kekafiran. Seolah mereka unggul da...


Muslimin, Pertumbuhannya Tak Terdeteksi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Ada saat Allah membiarkan kekafiran. Seolah mereka unggul dalam segala bidang. Lebih besar kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan militernya.  Hingga melecehkan, meremehkan, menghinakan dan mengusir Muslimin dari rumah dan tanahnya. Rasulullah saw dan para Sahabat menikmati kondisi ini di Mekah.

Ada saat Nabi Musa terusir dan dikejar dan diburu untuk dibunuh. Ada saat Nabi Musa dengan gagah berani mendatangi istana dan singgasana Firaun dengan meladeni seluruh tantangan yang dimaui oleh Firaun.

Ada saat Nabi Yusuf hidup dalam kesunyian sumur, kehinaaan sebagai budak dan difitnah hingga dijebloskan ke penjara. Ada saat dimunculkan oleh Allah sebagai hamba yang mulia. Perhatikan evolusi kehidupan para Nabi dan Rasul. Semuanya pasti berubah dan menjadi lebih baik.

Dalam keterhinaan, diremehkan dan dilemahkan, Muslimin terus tumbuh tanpa bisa dideteksi. Tiba-tiba muncul sebagai kekuatan besar. Tiba-tiba memenangkan perang Badar. Tiba-tiba mendatangi Mekah sehingga Kafirin harus menandatangani perjanjian Hudaibiyah. Tiba-tiba melawan Romawi di Mu'tah.

Tak ada yang bisa mendeteksi apa yang dilakukan Nabi Musa di Madyan. Bukankah hanya menjadi pengembala ternak dan petani? Bergelut dengan yang tak berhubungan dengan kekuasaan dan kekuatan melawan penguasa? Namun, tiba-tiba datang menyeru ke dalam Istana.

Tak ada yang bisa mendeteksi apa yang terjadi di balik penjara. Mengapa seorang budak Yusuf tiba-tiba kemampuannya melampaui keilmuan para ahli ramal raja Mesir? Muslimin seperti diam dan tenang, dalam suasana tekanan dan kezaliman kekafiran, Muslimin terus dididik oleh Allah tanpa terdeteksi oleh musuh dan yang membencinya.

Bangsa Tartar meremehkan Muslimin, saat hendak melakukan pukulan terakhir ke Mesir, ternyata sultan Bani Mamluk telah menyiapkan jebakan yang menghancurkannya. Evolusi apa yang terjadi pada tubuh Muslimin? Semuanya tidak terdeteksi, sebab Allah yang selalu menjadi penolong dan pelindungnya.

Objeknya Sama, Mindsetnya Berbeda Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di perang Badar, Allah memperlihatkan hal yang sama kepada Mukmini...

Objeknya Sama, Mindsetnya Berbeda

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Di perang Badar, Allah memperlihatkan hal yang sama kepada Mukminin dan Kafirin. Mereka saling melihat diantara bahwa jumlah pasukannya tidak banyak atau sedikit. Apa efeknya bagi Mukminin dan Kafirin? Sangat berbeda luar biasa.

Melihat Mukminin sedikit, kafirin berperang dengan kesombongan dan keangkuhan. Karakter syetan bersamanya. Efeknya, lengah, lalai, meremehkan, tidak waspada. Merasa dapat mengalahkan Mukminin dengan sangat mudah karena dukungan pasukan dan persenjataan. Sedangkan Mukminin dianggap lemah, hina, miskin, dan tak memiliki kekuatan.

Melihat Kafirin berjumlah sedikit, Mukminin merasakan keyakinan dan ketentraman. Rasa ketenangan muncul. Dalam keyakinan dan ketentraman, muncul beragam ide pemikiran dan strategi. Dalam keyakinan muncul kesabaran dan ketegaran.

Diperlihatkan hal yang sama oleh Allah. Namun mengapa sikap Mukminin dan Kafirin berbeda?  Muncul kesombongan dan ketergesahan tanpa perhitungan di kubu Kafirin. Namun muncul keyakinan dan ketentraman di kubu Mukminin.

Di era Nabi Musa, Qarun keluar dari rumahnya dengan memamerkan kekayaannya. Bagaimana Mukminin dan Kafirin melihat sesuatu yang objeknya sama? Sangat jauh luar biasa.

Kafirin berpendapat bahwa Qarun sosok yang sangat beruntung, sukses dan berhasil sangat besar. Para Kafirin bercita-cita ingin menjadi Qarun. Bagaimana dengan Mukminin? Keberuntungan itu bila mendapatkan pahala dari Allah. Hakikat keberuntungan itu di akhirat.

Di surat Al-Kahfi, dikisahkan dua pemilik kebun yang kafir dan mukmin. Melihat hasil kebun yang berlimpah, sang kafir menyumbangkan diri bahwa harta dan pengikutnya lebih banyak, tidak akan ditimpa kesusahan dan kemiskinan. Tidak akan terjadi Hari Kiamat. Bila terjadi, Allah akan memberikan kekayaan kembali di akhirat. Karena kekayaan di dunia sebuah tanda kasih sayang Allah kepadanya.

Sang mukmin, melihat hasil yang berlimpah dengan mengatakan bahwa seluruhnya atas kehendak-Nya. Tidak ada daya upaya kecuali atas pertolongan-Nya. Satu objek yang sama, mengapa mindsetnya berbeda?

Mimpi-Mimpi Mukminin Saat Pertempuran Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sebab mimpi, banyak tentara Amerika yang mengalami depresi dan...

Mimpi-Mimpi Mukminin Saat Pertempuran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sebab mimpi, banyak tentara Amerika yang mengalami depresi dan gangguan kejiwaan lainnya saat mereka menghancurkan Iraq dan Afghanistan. Hingga sekarang pun masih banyak yang melakukan rehabilitasi kejiwaan. Padahal Amerika telah menarik mundur pasukannya.

Sebab mimpi, banyak tentara penjajah Israel yang melakukan bunuh diri, mengidap gangguan jiwa hingga semakin banyak yang tidak mau berperang kembali ke Gaza. Mimpi telah menjadi hantu.  Apa pengaruh mimpi dalam sebuah pertempuran?

Banyak filem Hollywood yang mengambil tema tentang para veteran perang. Mereka takut dengan mimpinya sehingga terjebab pada narkotika yang disarankan ataupun yang dilarang oleh dokter. Hidupnya merasa tak berguna.

Bagi mukminin, bagaimana mimpinya dalam sebuah pertempuran? Saat Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw, Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Mereka menyambut Utsman bin Affan dalam sebuah ruangan. Mereka mengajak untuk berbuka puasa bersama. Utsman bin Affan pun rindu untuk segera bertemu dengan para sahabatnya itu. Mimpinya justru menumbuhkan semangat dan ketentraman, bukan ketakutan.

Tiga pemuda berjihad dan tertangkap dalam sebuah pertempuran. Saat mereka hendak dibunuh di tiang pancung. Mereka menyaksikan para bidadari datang untuk menyambutnya. Tak ada mimpi buruk yang menimpanya.

Saat perang Salib ke-5, Syekh Abu Hasan Asy-Syazali bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw. Yang berkumpul termasuk Imam Izzudin Abdul Salam. Dalam mimpinya, Rasulullah saw memberikan bimbingan dalam perang tersebut. 

Di Perang Badar yang mencekam. Para Mukminin justru menikmati tidurnya. Allah memperlihatkan kepada Mukminin dalam mimpinya bahwa kafir Quraisy berjumalah sedikit. Mengapa? Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 43, "Sekiranya Allah memperlihatkan mereka berjumlah banyak, tentu kamu menjadi gentar dan berbantah-bantahan dalam urusan ini. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu." 

Allah menolong Mukminin tidak saja dalam pertempuran nyata dengan menurunkan seribu malaikat. Allah menegaskan pula, bukan mukminin yang melempar tetapi Allah yang melempar. Tetapi juga, membantu mukminin melalui mimpi-mimpi mereka. Membantu saat kelelapan di pembaringnya.

Hantu Gentayangan Kondisi Psikologis Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di zaman apapun. Dimana pun. Siapa pun. Yang berharta m...

Hantu Gentayangan Kondisi Psikologis Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di zaman apapun. Dimana pun. Siapa pun. Yang berharta maupun yang miskin. Yang berkuasa maupun rakyat jelata. Manusia diterpa beragam kondisi kejiwaan yang bisa menghancurkan diri dan kehidupannya, hari ini dan masa depannya.

Perhatian tentara penjajah Israel, dalam dukungan dana genosida terhingga 6,3 miliar dolar dari Amerika. Dukungan infrastruktur militer dan diplomasi dari ragam negara sekutunya. Tentaranya tetap mengalami tekanan kejiwaan yang parah hingga lebih baik bunuh diri dan melarikan diri dari rumahnya. Perhatikan psikologis rakyat di negara kaya. Bagaimana dengan rakyat Palestina yang dilaparkan, dihancurkan dan dipenjara?

Apa kondisi psikologis yang mengepung manusia? Merasakan kondisi yatim atau kesendirian, kebingungan dalam bertindak, bersikap dan mengambil keputusan, senantiasa merasakan kekurangan sebanyak apapun yang dimiliki. Itulah hantu menyeramkan yang bergentayangan di jiwa manusia.

Nabi Yusuf dan Yunus merasakan keyatiman. Sendiri di dalam sumur dan perut ikan paus. Nabi Adam merasakan kesendirian di hiruk pikuk dan limpahan kenikmatan surga. Nabi Muhammad berjuang sendirian karena wafatnya seluruh orang yang terdekat dan yang dicintainya. Nabi yang lainnya, dikucilkan oleh kerabat dan kaumnya.

Para Nabi dan Rasul dimusuhi oleh pembesar dan kaumnya sendiri. Bagaimana menghadapi kezaliman, kejahatan dan tipu daya mereka? Nabi Musa dan Harun kebingungan menghadapi permusuhan Firaun, Qarun dan Hamman. Nabi Yusuf kebingungan menghadapi persengkongkolan saudara-saudaranya dan oligarki Istana. Apa yang harus dilakukan? Bingung mengambil tindakan dan solusi.

Pembesar kaumnya, selalu melecehkan para Nabi dan Rasul yang memiliki sumber daya yang sedikit. Kafir Quraisy bertanya. "Mengapa yang dijadikan Nabi bukan orang terkaya dan berpengaruh di Mekah dan Thaif?"   Dalam pandangan kaumnya, para Nabi dan pengikutnya yang paling miskin dan berkasta rendah.

Apa solusi kondisi psikologis tersebut? Lihatlah waktu duha. Kehidupan manusia itu seperti waktu duha. Dihadapannya matahari pagi yang terang dan sejuk. Di belakangnya,  malam gelap yang meninggalkannya dan tak bisa mengejarnya. Bagaimana agar keyakinan ini muncul?

Yakinlah kepada Rahman dan Rahim-Nya Allah. Buka kembali perjalanan hidup para Nabi dan Rasul, juga mukminin yang bertakwa. Semuanya khusnul khatimah. Kesudahan yang baik bagi yang bertakwa.

Takdir-Nya Sangat Jelas Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apa yang terjadi di hari ini dan masa depan, seperti apa yang telah terjadi ...

Takdir-Nya Sangat Jelas

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apa yang terjadi di hari ini dan masa depan, seperti apa yang telah terjadi di masa lalu. Seluruh takdir manusia  seperti takdir yang telah terjadi di masa lalu. Takdir manusia seperti alam semesta yang beredar di garis orbitnya. Tak ada orbit yang baru.

Yang durhaka menantang para Nabi dan Rasul. Para Nabi dan Rasul berkata, "Tunggulah. Karena semua manusia menunggu takdir Allah."  Bagaimana takdir Allah? Yang durhaka dan beriman sudah ada orbit takdirnya sendiri. Jadi mengapa risau?

Para Nabi dan Rasul mempersilahkan para pendurhaka dan kezaliman untuk melakukan apa saja untuk mengusir, menyiksa hingga membunuhnya. Mempersilahkan melakukan seluruh tipu daya dan niat jahatnya. Sebab takdir kedurhakaan sudah jelas akhirnya.

Tugas para Nabi dan Rasul hanya berdakwah dan beramal shaleh. Menanggung semua resikonya. Bersabar atas takdir-Nya. Bertakwa sebagai bentuk kehambaaan pada-Nya. Setelah itu ikhlaskan atas semua yang terjadi demi meraih ridha-Nya.

Apakah kezaliman akan mencelakakannya? Apakah kejahatan dan tipu daya akan menghancurkannya? Apakah persekutuan para oligarki pendurhaka akan mengalahkannya? Tidak akan pernah. Sebab, kecelakaan, kekalahan dan kehancuran itu hanya terjadi bila menanggalkan misi kehidupan yang telah digariskan-Nya.

Para Nabi dan Rasul ada yang dibunuh seperti Nabi Yahya. Bukankah bertemu dengan Rasulullah saw di langit saat Isra Mi'raj? Mereka yang korban genosida, bukankah harum aroma mereka di surga saat Rasulullah saw bertemu dengan mereka saat Isra Mi'raj? Kematiannya itu bukan kekalahan, tetapi telah selesai tugas yang diembannya.

Bagi mukmin, kekalahan dan kehancuran di dunia itu tidak pernah ada. Sebab, dunia hanya persinggahan. Tolak ukurnya, apa yang dialami di akhirat? Neraka atau surga. Dirahmati dan diampuni atau disiksa oleh Allah. Pergelutan di dunia hanya ujian saja.

Menduplikasi Kebesaran Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengand...

Menduplikasi Kebesaran Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengandalkan penglihatan dan pendengaran. Penglihatan melalui perjalanan dan pengalaman, bukti-bukti tertulis dan benda-benda purbakala. Pendengaran melalui berita-berita yang didengar melalui mereka yang mengalami arau bertemu. Sejarah yang ditulis manusia bisa dari ragam sudut pandang.

Sejarah yang ditulis manusia hanya menangkap yang dapat dilihat dan didengar, padahal banyak sisi manusia yang tak terdengar dan tak terlihat. Bagaimana pergulatan di dalam rumah bersama keluarganya? Bagaimana pergulatan hati, pemikiran dan jiwanya? Padahal inilah yang menampilkan yang dapat dilihat dan didengar untuk bukti sejarah.

Mengapa sejarah besar tak bisa menduplikasi lahirnya orang-orang besar dengan cepat? Mengapa sejarah hanya menjadi tumpukan cerita dan kertas? Hingga menjadi dongeng dan khayalan? Bahkan sebuah menara gading yang tak bisa diwujudkan kembali?

Sejarah sering berakhir menjadi legenda, menjadi penentram sebelum tidur. Menjadi mimpi-mimpi indah hanya di dalam tidur tanpa bisa diwujudkan. Padahal, yang terwujud di muka bumi hanya mewujudkan yang pernah terwujud. Mengapa tidak bisa? Bisakah mengulangi sejarah para nabi dan rasul?

Bongkarlah Al-Qur'an. Ada yang  unik dalam sejarah yang tertulis di dalamnya. Allah mengetahui yang nyata dan gaib. Allah mengetahui yang ada dibalik dada. Allah mengetahui setiap bisikan hati yang diungkapkan maupun tidak. Inilah pondasi untuk mengungkapkan inti penyebab membongkar kehebatan pelaku sejarah.

Allah membongkar yang ada direlung hati, jiwa dan akalnya. Allah tidak saja membongkar kiprahnya dalam setiap fragmen kehidupannya, tetapi yang berkecamuk di dalam dada saat fragmen sejarah ditoreh oleh para pelakunya. Padahal inilah yang menjadi sumber para pelaku sejarah bersikap dan melakukan sesuatu.

Mengapa setiap 100 tahun sekali, muncul para pembaharu dalam sejarah Islam? Mengapa  Khalifah Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafii, Shalahuddin Al-Ayubi, Muhammad Al-Fatih dan tokoh lainnya bisa mengulangi perjalanan Rasulullah saw?

Mengapa banyak Nubuwah Rasulullah saw seperti pembebasan Persia, Romawi, Konstantinopel dan Roma justru terjadi bukan di eranya? Sebab cara mengungkap sejarah dalam Al-Qur'an menembus inti sejarah. Bukan sebuah perjalanan kasat mata saja.

Takdir Bagi Pengusiran Penduduk Asli dan Perampasan Tanah  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Untuk apa penjajah Israel berperang? Itul...

Takdir Bagi Pengusiran Penduduk Asli dan Perampasan Tanah 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Untuk apa penjajah Israel berperang? Itulah yang masih dibingungkan oleh mereka sendiri. Palestina tanah yang dijanjikan untuk mereka? Palestina tanah air mereka? Mereka bukan bangsa asli Palestina. Seperti orang Australia sekarang, yang bingung untuk mengakui bahwa merekalah penduduk aslinya.

Dalam Al-Qur'an, setiap pengusiran dan perampasan tanah terhadap penduduk asli berarti kehancuran. Seperti Babilonia, Yunani, Mesir, Romawi dan Persia yang pernah mencoba menjajah Palestina. Seperti kolonialisme Barat yang merampas negri-negri Asia dan Afrika. Sekarang perhatikan kondisi negara yang masih mengusir penduduk aslinya?

Amerika keluar dari Vietnam, Afganistan dan Iraq dengan terhina. Uni Soviet runtuh ketika memaksakan penguasa wilayah terhadap bangsa-bangsa di Asia Tengah. Puncaknya, Uni Soviet keluar dari Afghanistan dibayar kehancuran Uni Soviet.

Sekarang Eropa sedang ketakutan dengan para Imigran. Dahulu, dibawa dari tanah jajahan mereka. Sekarang populasi Imigran semakin hari terus meningkat. Bahkan isu imigran menjadi wacana untuk memenangkan pemilu di Eropa.

Di Myanmar, junta militer melakukan genosida terhadap suku Rahingya. Merampas tanahnya. Menghapuskan kewarganegaraannya. Bagaimana kondisinya sekarang? Mereka terus dilanda pertempuran dengan rakyatnya sendiri. Ekonominya hancur. India mulai berupaya menduplikasi Myanmar dengan mulai menghancurkan masjid dan rumah milik muslimin dan tak mengakui kewarganegaraannya. Bagaimana nasib india kelak?

Dalam Al-Qur'an, bila mulai menghancurkan rumah ibadah oleh segolongan manusia, maka Allah akan menurunkan manusia lain untuk menghapusnya. Sebab, penghancuran rumah ibadah sebuah tanda kehancuran pengelolaan  kehidupan yang sudah parah dari sisi kemanusiaan.

Kaum durhaka yang sudah mengusir Nabi dan pengikutnya, padahal mereka penduduk asli wilayah tersebut, maka yang mengusirnya diazab oleh Allah. Seperti itulah kisah kaum terdahulu yang akan terus abadi.

Bekal Utama Menghadapi Kegentingan dan Tugas Berat Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dalam peristiwa yang genting. Dalam menghadapi pe...

Bekal Utama Menghadapi Kegentingan dan Tugas Berat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dalam peristiwa yang genting. Dalam menghadapi peristiwa yang besar. Perbekalan apa yang harus disiapkan? Apa perintah dan bimbingan Allah kepada para Nabi dan Rasul? Perbekalan itu masih ada hingga sekarang. Bimbingan itu masih berlaku hingga sekarang.

Nabi Musa menghadapi beragam peristiwa besar dan genting. Menyelamatkan diri dari kejaran Firaun, sekarang harus menegakkan kebenaran di hadapan singgasana Firaun. Lalu, menghadapi kekejaman Firaun pasca dibunuhnya para ahli sihir dan menghindar dari kepungan pasukan Firaun yang akan membunuh semua laki-laki kaumnya. Apa bekal yang harus dipersiapkan?

Rasulullah saw menghadapi momentum yang akan mengubah sejarah dunia. Allah memerintahkan untuknya untuk berhijrah. Para pemuka Kafir Quraisy berkumpul untuk membunuh Rasulullah saw. Manusia dan syetan berkumpul di Darul Nadwah. Para pemuda terkuat dari seluruh kabilah sudah mengepungnya. Bekal apa yang dipersiapkan? Shalat.

Al-Qur'an menggambarkan sangat pentingnya menghadapi Firaun di Istananya. Allah memberikan mukjizat. Nabi Musa masih gelisah, doa dipanjatkan, meminta seorang teman dan Allah pun berkisah. Semua itu bekal  sekunder. Namun apa bekal utamanya? Mentauhidkan Allah dan mengerjakan shalat

Al-Qur'an menggambarkan peristiwa genting sebelum pengepungan Firaun kepada pengikut Nabi Musa. Yang beriman hanya yang satu keturunan dengan Nabi Musa, itupun dibawah siksaan Firaun dan para pembesar kaumnya. Firaun telah pada puncak kesewenangan dan sudah jauh melampaui batas.

Dalam kondisi ini Nabi Musa dan kaumnya berdoa, "Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim dan selamatkan kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir." Apa jawaban Allah atas doa ini?

Allah memerintahkan Nabi Musa agar beberapa rumah di Mesir dijadikan tempat tinggal untuk kaumnya dan dijadikan rumah-rumah itu tempat ibadah dan melaksanakan shalat. Shalat telah menjadi bekal menghadapi kegentingan.

Persoalan Utama Para Nenek Moyang Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Adam adalah nenek moyang manusia di muka bumi. Apa persoalan ...

Persoalan Utama Para Nenek Moyang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Adam adalah nenek moyang manusia di muka bumi. Apa persoalan pertama yang dihadapinya di surga? Sang Istri. Apa persoalan kedua yang dikisahkan di Al-Qur'an di muka bumi? Tentang anak-anaknya.

Nabi Nuh adalah nenek moyang kedua manusia di bumi. Apa salah satu persoalannya yang sangat memberatkannya? Hingga berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari banjir? Istri dan anaknya. Masalah nenek moyang manusia pertama dan kedua ternyata sama.

Nabi Ibrahim disebut sebagai bapaknya para nabi. Apa persoalan pertama yang dihadapinya? Menyadarkan bapaknya yang membuat patung dan penyembah berhala. Liku-liku Nabi Ibrahim lebih banyak dikisahkan tentang membangun keturunannya.

Nabi Ismail adalah nenek moyang bangsa Arab. Apa salah satu persoalan yang dihadapinya? Istrinya. Sehingga Nabi Ibrahim ikut intervensi dalam keputusan penentuan istri Nabi Ismail.

Nabi Yaqub adalah nenek moyang Bani Israel. Apa persoalan utamanya? Perseteruan anak-anaknya. Saudara-saudaranya Nabi Yusuf bersekongkol untuk mencelakakan Nabi Yusuf.

Nenek moyang manusia dan nenek moyang suku bangsa tertentu diawal perjalanannya menggadapi tantangan yang sama yaitu keluarga, istri dan anaknya. Itulah tugas pertama dalam membangun generasi.

Bagaimana mengelola kekerabatan keluarga, belajarlah pada suku Qurasy. Bagaimana cara saling menanggung dalam satu kekerabatan belajarlah pada keturunan Abdul Muthalib, sang kakek Rasulullah saw.

Kesadaran Nenek Moyang  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Siapakah kita? Siapakah leluhur manusia saat ini? Allah menuturkan, semuanya...

Kesadaran Nenek Moyang 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Siapakah kita? Siapakah leluhur manusia saat ini? Allah menuturkan, semuanya dari keturunan Nabi Adam. Dari keturunan yang beriman yang diselamatkan Allah melalui kapal Nuh yang diterjang Badai dan banjir. Dari keturunan Ibrahim dan Yakub. Itulah leluhur manusia saat ini.

Yang hidup di benua Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika semuanya dari leluhur yang diberi petunjuk yaitu Islam. Dari keturunan yang mulia, yaitu para Nabi dan Rasul. Sekarang, kemana perginya petunjuk dan kemuliaan itu?

Allah menceritakan khusus Nabi Ismail, agar Quraisy dan Kabilah Arab lainnya sadar bahwa yang dibawa oleh Rasulullah saw merupakan yang disampaikannya oleh leluhur pertama mereka. Nabi yang mulia, Ismail.

Allah mengkisah khusus perjalanan dari Palestina ke Mekah, membangun kembali Kabah dan mendoakan agar tanah yang tandus berupa padang pasir menjadi makmur karena kemuliaan Nabi Ibrahim. Lalu, mengapa kabilah Arab menentang dakwah Rasulullah saw yang ajarannya dibawakan juga oleh Nabi Ibrahim?

Allah mengkisahkan lebih banyak kisah Yakub daripada Ishaq, yang merupakan leluhur utama Bani Israel. Untuk apa, agar bangsa Yahudi di Madinah menerima dakwah Rasulullah saw yang merupakan keturunan dari saudara leluhurnya Nabi Ismail. Bangsa Arab dan Bani Israel adalah saudara kandung yang paling dekat, dibandingkan bangsa-bangsa lain di dunia.

Di Palestina seharusnya tak ada konflik, karena Arab dan Bani Israel merupakan bersaudara. Seharusnya tidak ada penyingkiran dan apartheid karena yang hidup di Palestina berasal dari darah yang sama yaitu anak dan cucu Nabi Ibrahim. Dimana, bangsa Arab lebih tua dari Bani Israel.

Semua manusia di muka bumi berasal dari nenek moyang yang sama, yang diberi petunjuk dan dimuliakan Allah. Mengapa esensi kesadaran ini hilang? Kita buka kembali sejarah persaudaraan ini. Bukan sejarah bahwa manusia itu ada karena persaingan dan perseteruan.

Panggilan Cinta dari Allah Apa panggilan penuh kasih sayang Allah kepada manusia? Apa panggilan penuh cinta-Nya pada manusia? Ap...

Panggilan Cinta dari Allah


Apa panggilan penuh kasih sayang Allah kepada manusia? Apa panggilan penuh cinta-Nya pada manusia? Apa derajat tertinggi manusia dihadapan Allah? Hidup ini barulah berarti kalau insaf bahwa kita adalah hamba Allah, budak Allah, sahaya Allah.

Apabila manusia telah membebaskan diri dan jiwa dari perbudakan benda, berhala manusia dan segala macam thagut, maka dengan kerendahan hari, bertelut dan berlutut, beruku dan bersujud mengakui diri sebagai hamba dari Allah, dan minta diakui oleh Allah sebagai hamba-Nya.

Bila Allah hendak mengangkat martabat hamba-Nya, dipanggil-Nya sang hamba-Nya itu dengan abdi, artinya hamba, sahaya, budak. Di tengah kesedihan yang mendalam karena wafatnya sang istri dan pamannya. Allah mengisra-mirajkan Rasulullah saw dari Masjidil  Haram ke Masjidil Aqsha hingga ke langit ke tujuh dengan panggilan "Abdihi" yang berarti hamba-Nya.

Allah memanggil Nabi Zakaria dengan kata "Abduhu Zakaria, yang artinya hamba-Nya Zakaria, saat berkisah permohonan Nabi Zakaria akan kehadiran keturunan. Padahal  kondisinya tua renta, tulang yang telah lemah, rambut yang beruban dan istrinya yang mandul.

Allah memanggil Nabi Nuh dengan panggilan "Abdan Syakuraa", artinya hamba yang selalu bersyukur, saat mengkisahkan Nabi Nuh yang  berada di atas kapal bersama kaumnya yang beriman di tengah terjangan badai dan banjir.

Allah memanggil guru Nabi Musa dengan panggilan " Abdan min Ibaadina" seorang hamba di antara hamba-hamba Kami. Seorang hamba yang ilmunya melampaui ilmu Nabi Musa. Seorang hamba yang dianugerahkan ilmu laduni oleh Allah.

Allah memanggil Nabi Sulaiman dan Nabi Ayub dengan "Ni'mal Abdu" hamba yang paling baik. Karena dalam kekayaan dan kekuasaannya tetap menyatakan bahwa seluruh keutamaan dari Allah. Dalam kemiskinan dan kesengsaraan malu untuk memohon sesuatu kepada Allah, apalagi berkeluh kesah.

Demikianlah, para Nabi dan Rasul ditambah nikmat, petunjuk, menjadi orang terpilih, bertambah rukuk dan sujud sambil berurai air mata karena tunduk dan cinta kepada Allah, dan mengakui dirinya adalah hamba Allah.

Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar jilid 5, GIP

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)