basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Kemewahan Menjadi Awal Kehancuran? - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Mengapa Kemewahan Menjadi Awal Kehancuran? Di ambang kemajuan perada...

Mengapa Kemewahan Menjadi Awal Kehancuran?

Mengapa Kemewahan Menjadi Awal Kehancuran?

Di ambang kemajuan peradaban yang kian megah, umat manusia justru terjebak dalam ironi yang getir. Teknologi transportasi telah membuat bumi terasa kian menyempit—jarak antarbenua kini dapat ditempuh dalam hitungan jam—namun anehnya, jarak batin antarmanusia terasa semakin menjauh, didera kecemasan global yang mencekam.

Mengapa di puncak pencapaian materi ini kita justru merasa tidak aman? Mungkin jawabannya telah tersurat belasan abad silam. Al-Qur'an adalah peta jalan futuristik yang dengan presisi luar biasa melukiskan fenomena modern, mulai dari kecanggihan militer hingga keruntuhan sosial yang sedang kita saksikan hari ini.



Nubuat tentang Senjata yang Belum Dikenal

Pesan Ilahi dalam Surat Al-An'am ayat 65 menyodorkan sebuah analisis yang menggetarkan tentang "azab dari atas" dan "dari bawah kaki". Jika kita menilik ke masa saat ayat ini turun, teknologi militer seperti pesawat tempur yang menghujani bom dari langit, peluru kendali yang meluncur cepat, hingga ranjau darat yang tertanam di bawah telapak kaki, merupakan hal-hal yang sama sekali belum dikenal manusia. Inilah mukjizat abadi Al-Qur'an: ia membicarakan dimensi waktu masa depan dengan isyarat yang kini menjadi realitas hulu ledak.

Namun, kehancuran tidak hanya datang dari mesiu. Teks tersebut juga memperingatkan tentang "azab" dalam bentuk perpecahan internal—pertentangan antarpartai dan organisasi yang saling kutuk, tindas-menindas, dan perang saudara di mana sesama anggota umat saling mencicipkan keganasan satu sama lain di bawah bayang-bayang persenjataan canggih.

"Katakanlah: Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu dan dari kaki-kaki kamu, atau Dia mencampuradukkan kamu dalam golongan-golongan orang yang saling bertentangan, dan mencicipkan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti, agar mereka memahaminya." (Al-An'am: 65)



Paradoks Kelimpahan dan Pintu yang Terbuka Lebar

Sejarah mencatat bahwa kehancuran sebuah bangsa sering kali diawali dengan gelombang kemewahan yang tidak masuk akal. Fenomena ini dalam teologi disebut sebagai istidraj.

Surat Al-An'am 44-45 menggambarkan bagaimana ketika peringatan Tuhan diabaikan, semua pintu kesenangan justru dibuka lebar-lebar. Makanan tersedia melimpah hingga hampir tak perlu dikunyah, pakaian keluar dengan model baru setiap hari, dan fasilitas hidup menjadi begitu memanjakan.

Namun, kegembiraan ria ini hanyalah fatamorgana. Ketika masyarakat sudah terjangkit penyakit kebendaan dan mengabaikan nilai spiritual demi memburu nafsu, Tuhan mencabut nikmat tersebut secara sekonyong-konyong. 

Hasilnya adalah keputusasaan yang total, di mana kaum yang zalim dimusnahkan hingga ke akar-akarnya karena mereka membangun peradaban di atas fondasi kesenangan semu yang rapuh.



Krisis Identitas dan Jebakan Taklid Peniruan

Kini, kita menyaksikan fenomena "menjiplak" yang menyedihkan di tengah masyarakat Muslim. Ada sebuah ironi psikologis yang tajam: ketika manusia sudah jenuh dengan kehalusan dan kemewahan, mereka justru beralih memuja kemiskinan yang direkayasa.

Lihatlah tren penggunaan jeans yang sengaja dibuat kasar, kusam, dan kumuh—semakin pudar atau "bulai" warnanya, semakin dianggap tinggi nilai peradabannya. Ini adalah bentuk taklid buta terhadap gaya hidup Barat yang merusak.

Kegilaan pada materi ini merambah hingga ke dinding rumah; kita melihat interior rumah di ibu kota negara-negara Islam dihias dengan biaya yang jauh lebih mahal daripada harga bangunan itu sendiri. Sebuah rumah yang hanya dihuni sepasang suami-istri, namun harganya cukup untuk memberi makan orang-orang se-kabupaten yang sedang didera kelaparan.

Di sini, kemajuan teknologi transportasi yang membuat bumi "sempit" justru lebih banyak digunakan untuk mempercepat penyebaran kesesatan budaya dan foya-foya daripada menyebarkan cahaya wahyu.



Beirut sebagai Cermin Kehancuran akibat Riba dan Foya-Foya

Beirut adalah studi kasus yang menyakitkan tentang berlakunya sunnatullah. Dahulu, ia adalah kota yang aman, makmur, dan seolah tidak pernah tidur. 

Namun, identitas penghuninya perlahan terkikis oleh hedonisme; antara Muslim dan non-Muslim nyaris tidak ada bedanya dalam memburu kelezatan perut dan pemuasan nafsu. Yang najis dan yang suci bercampur aduk.

Beirut berubah menjadi kota yang mencekam ketika praktik riba merajalela di pasar-pasar dan gedung pencakar langitnya. Kehancuran yang menimpa kota ini bukanlah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari percampuran antara gaya hidup foya-foya, kekafiran, dan riba.

Pesan ini universal: setiap kota yang mendurhakai nikmat Allah akan merasakan pahitnya "busana kelaparan."

"Dan jika Kami hendak membinasakan sesuatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah itu, lalu mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka berlakulah terhadapnya kepastian Kami—hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (Al-Isra': 16)

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi kemudian penduduknya mengingkari nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka busana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (An-Nahl: 112)



Kegagalan Dunia Kebendaan: Ibrah dari New York

Jika kita ingin melihat betapa rapuhnya peradaban materi, tengoklah New York. Sebagai ibu kota dunia kebendaan, kota ini tampak perkasa, namun hanya butuh satu malam tanpa aliran listrik untuk meruntuhkan tatanan sosialnya.

Ketika kegelapan menyelimuti kota, perampokan massal terjadi seketika. Hal ini membuktikan bahwa peradaban yang hanya bersandar pada instrumen duniawi—seperti listrik dan teknologi—tanpa adanya fondasi moral dan spiritual, akan segera runtuh begitu penyangganya terganggu.

Kegelapan fisik di New York hanyalah pantulan dari kegelapan spiritual yang lebih dalam, di mana ketergantungan total pada materi menciptakan manusia-manusia yang siap memangsa sesamanya saat fasilitas duniawi itu dicabut.



Menatap Hari Esok dengan Kesadaran Baru

Al-Qur'an telah berbicara tentang hari depan, memperingatkan kita tentang zaman di mana negara-negara adikuasa berlomba memproduksi senjata pemusnah—mulai dari bom nuklir hingga bom kuman, bom beracun, dan napalm.

Di tengah ancaman senjata yang cepat dahsyat daya tumpasnya ini, umat manusia berdiri di persimpangan jalan. Kehancuran kota-kota besar di masa lalu, termasuk bayang-bayang perang dunia yang telah menghanguskan peradaban dua kali dalam seabad ini, harus menjadi pelajaran berharga. 

Wahyu bukan sekadar catatan masa lalu untuk ditafsirkan secara historis belaka, melainkan peringatan nyata tentang hari esok.

Sudahkah kita menyadari bahwa kemewahan yang tidak masuk akal itu sebenarnya sedang mencekik daya tahan kita, ataukah kita memilih tetap terlelap dalam tidur nyenyak foya-foya hingga kepastian kehancuran itu datang sekonyong-konyong menutup pintu kesenangan kita selamanya?


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (70) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (33) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (4) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (321) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (776) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (20) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (250) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)