basmalah Pictures, Images and Photos
Susunan Surah dalam Beberapa Manuskrip Mushaf Al-Qur'an - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Paling banyak dibaca

Susunan Surah dalam Beberapa Manuskrip Mushaf Al-Qur'an  Pendapa...

Susunan Surah dalam Beberapa Manuskrip Mushaf Al-Qur'an

Susunan Surah dalam Beberapa Manuskrip Mushaf Al-Qur'an 

Pendapat yang banyak dikemukakan para ulama menyatakan bahwa susunan surah dalam mushaf yang digunakan umat Islam sekarang mengikuti susunan Mushaf Utsmani.

Namun, perlu dibedakan antara menyalin Al-Qur'an secara lengkap dan menyalin sebagian surah untuk kebutuhan tertentu. Seseorang yang hendak menyalin Al-Qur'an secara keseluruhan tentu mengikuti susunan mushaf yang telah menjadi standar. Akan tetapi, orang yang hanya membutuhkan beberapa surah tidak harus menyalin seluruh mushaf beserta urutannya.

Perbedaannya dapat digambarkan secara sederhana. Ketika seseorang bepergian dengan pesawat dan ingin membawa bahan pekerjaan, ia tidak selalu harus membawa seluruh buku yang dimilikinya. Jika sebuah jilid terlalu berat, ia dapat menyalin bagian yang memang diperlukan selama perjalanan.

Demikian pula dalam sejarah penyalinan Al-Qur'an. Tidak semua manuskrip yang ditemukan merupakan mushaf lengkap. Sebagian hanya memuat beberapa surah atau bagian tertentu. Karena itu, keberadaan manuskrip yang hanya memuat sejumlah surah tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya perbedaan terhadap susunan mushaf secara keseluruhan.

Berat dan Besarnya Mushaf pada Masa Lalu

Kita juga perlu memahami kondisi material mushaf pada masa lalu.

Sebelum teknologi percetakan berkembang seperti sekarang, Al-Qur'an ditulis dengan tangan pada berbagai bahan, termasuk kulit. Bahan semacam itu tentu jauh lebih berat daripada kertas yang digunakan dalam pencetakan modern.

Mushaf yang lengkap karena itu dapat memiliki ukuran dan berat yang cukup besar. Bahkan terdapat contoh mushaf yang ditulis dengan kaligrafi berukuran sangat besar sehingga satu mushaf lengkap dapat mencapai ukuran lebih dari satu meter.

Jika kita membandingkannya dengan mushaf cetakan modern, gambaran tersebut menjadi semakin jelas. Mushaf yang dicetak oleh penerbit Raja Fahd di Madinah sebagai salah satu standar cetak Al-Qur'an modern memiliki ribuan halaman dan ribuan baris.

Sementara itu, beberapa manuskrip lama ditulis dengan ukuran tulisan yang sangat besar. Jika ukuran penulisannya diperhitungkan, sebuah mushaf lengkap dalam format demikian dapat membutuhkan jumlah halaman yang luar biasa banyak.

Hal ini membantu kita memahami mengapa manuskrip Al-Qur'an yang ditemukan di berbagai perpustakaan tidak selalu berupa satu mushaf lengkap.

Kadang-kadang yang tersisa hanyalah beberapa surah.

Kadang-kadang hanya bagian dari sebuah surah.

Dan kadang-kadang hanya beberapa lembar dari sebuah mushaf yang dahulu jauh lebih besar.

Karena itu, ketika kita menemukan manuskrip yang hanya memuat lima, enam, atau beberapa surah, kita tidak perlu terburu-buru menyimpulkan bahwa manuskrip tersebut merupakan mushaf dengan susunan yang berbeda.

Bisa jadi manuskrip tersebut memang sejak awal dibuat sebagai bagian tertentu dari Al-Qur'an.

Manuskrip di Salar Jung Museum

Gambaran tersebut dapat dilihat dari koleksi manuskrip Al-Qur'an di Salar Jung Museum, Hyderabad, India.

Berbagai manuskrip di sana menunjukkan bahwa penyalinan Al-Qur'an dalam sejarah menghasilkan bentuk yang sangat beragam. Ada manuskrip yang memuat banyak surah, ada yang hanya memuat beberapa surah, dan ada pula yang hanya mencakup bagian tertentu.

Berikut beberapa contoh susunan surah yang terdapat dalam koleksi tersebut:

No. Manuskrip| Jumlah Surah| Susunan Surah
244| 29| 36, 48, 55, 56, 62, 67, 75, 76, 78, 93, 94, 72, 97, dan 99–114
245| 16| 62 (8 ayat pertama), 110, 1, 57, 56, 54, 114, 64, 48, 47, 89, 112, 36, 78, dan 67
246| 9| 1, 36, 48, 56, 67, 78, 109, dan 112–114
247| 10| 73, 51, 67, 55, 62, 109, dan 112–114
248| 8| 17, 18, 37, 44, 50, 69, 51, 89, dan 38
249| 5| 20, 21, 22, 63, dan 24–28
250| 8| 6, 36, 48, 56, 62, 67, 76, dan 78
251| 8| 1, 6, 18, 34, 35, 56, 67, dan 78
252| 8| 1, 36, 48, 55, 67, 73, 56, dan 78
253| 8| 36, 48, 56, 62, 67, 71, 73, dan 78
254| 7| 1, 55, 56, 62, 68, 73, dan 88
255| 7| 36, 48, 78, 56, 67, 55, dan 73
256| 7| 36, 48, 78, 67, 56, 73, dan 62
257| 7| 18, 32, 36, 48, 56, 67, dan 78
258| 7| 18, 36, 37, 48, 56, 67, dan 78
259| 7| 36, 48, 56, 67, 78, 55, dan 62
260| 7| 36, 48, 78, 56, 67, 55, dan 73
261| 6| 1, 36, 48, 56, 67, dan 78
262| 6| 36, 48, 55, 56, 67, dan 68
263| 6| 1, 36, 48, 56, 78, dan 67
264| 6| 18, 36, 71, 78, 56, dan 67
265| 6| 36, 55, 56, 62, 63, dan 78
266| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
267| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
268| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
270| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
271| 5| 36, 48, 67, 72, dan 78
272| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
273| 5| 36, 48, 55, 56, dan 67
275| 5| 36, 78, 48, 56, dan 67
279| 5| 36, 48, 56, 67, dan 78
280| 5| 1, 6, 18, 34, dan 35
281| 5| 36, 48, 56, 59, dan 62
282| 5| 1, 6, 18, 34, dan 35
284| 5| 6, 36, 48, 56, dan 67
296| 5| 18, 36, 44, 67, dan 78
308| 4| 6, 18, 34, dan 35
310| 4| 6–9

Manuskrip-manuskrip tersebut berasal dari berbagai masa, mulai dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-13 dan seterusnya, dengan beberapa di antaranya memiliki tanggal penyalinan yang lebih spesifik, seperti 989 H (1581 M), 1075 H (1664 M), 1076 H (1666 M), 1084 H (1673 M), 1115 H (1704 M), 1181 H (1767 M), 1198 H (1783 M), 1200 H (1786 M), hingga 1278 H (1862 M).

Ada pula manuskrip yang disebut sebagai salinan Yaqut al-Musta'simi.

Data semacam ini memberikan satu pelajaran penting: sejarah manuskrip Al-Qur'an jauh lebih beragam daripada sekadar membayangkan satu bentuk mushaf yang selalu hadir dalam kondisi utuh.

Sebagian manuskrip merupakan mushaf lengkap. Sebagian lainnya merupakan bagian dari mushaf. Ada yang dibuat untuk kebutuhan tertentu, untuk pembelajaran, untuk dibaca, atau karena pertimbangan praktis lainnya.

Karena itu, ketika menilai sebuah manuskrip, kita perlu terlebih dahulu memahami konteks keberadaannya.

---

Apa yang Dapat Kita Pelajari?

Dari berbagai manuskrip tersebut kita dapat melihat bahwa seseorang yang hendak menyalin sebagian Al-Qur'an memiliki banyak kemungkinan dalam menentukan bagian yang hendak dibawanya atau dipelajarinya.

Sebuah manuskrip yang hanya berisi beberapa surah tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa penulisnya memiliki mushaf dengan susunan yang berbeda.

Justru keberagaman manuskrip tersebut memperlihatkan bagaimana Al-Qur'an hadir dalam kehidupan umat Islam dalam berbagai bentuk penggunaan.

Ada mushaf untuk dibaca.

Ada bagian untuk dihafalkan.

Ada bagian untuk dipelajari.

Ada bagian yang disalin karena kebutuhan tertentu.

Dan ada mushaf lengkap yang mengikuti susunan yang telah diterima secara luas.

Karena itu, keberadaan manuskrip parsial perlu dibaca dengan hati-hati. Kita tidak cukup hanya melihat surah apa yang ada di dalamnya, tetapi juga perlu bertanya untuk tujuan apa manuskrip itu dibuat, kapan dibuat, dari mana sumbernya, dan bagaimana hubungannya dengan manuskrip lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat penelitian manuskrip tidak berhenti pada pencarian perbedaan, tetapi berusaha memahami sejarah transmisi teks secara utuh.

---

Kesimpulan: Dari Tulisan, Hafalan, hingga Tradisi Umat

Jika seluruh rangkaian proses ini kita lihat dari jarak yang lebih luas, tampak bahwa pemeliharaan Al-Qur'an berlangsung melalui beberapa lapisan yang saling memperkuat.

Ada tulisan.

Ada hafalan.

Ada pengajaran langsung.

Ada verifikasi antarsahabat.

Dan ada tradisi umat yang terus menerus membaca dan mengajarkannya dari generasi ke generasi.

Pada periode Makkah, ketika tekanan dan penindasan terhadap kaum Muslim sangat kuat, Al-Qur'an tetap hidup di tengah masyarakat. Ia tidak hanya berada pada lembaran tulisan, tetapi juga tersimpan dalam dada para sahabat.

Ketika kaum Muslim memasuki periode Madinah, tradisi tersebut semakin berkembang. Mereka yang mampu membaca dan menulis ikut menyalin wahyu, sementara mereka yang tidak memiliki kemampuan baca-tulis tetap dapat mengambil bagian melalui hafalan dan pembelajaran secara lisan.

Di tengah masyarakat itu hadir Rasulullah Muhammad saw., penerima wahyu sekaligus pengajar dan penjelasnya. Beliau membacakan ayat-ayat yang diterima, menjelaskan maknanya, dan memberikan arahan mengenai penempatan ayat-ayat tersebut.

Dengan demikian, proses pemeliharaan Al-Qur'an tidak berdiri di atas satu sarana saja.

Ia tidak hanya bergantung pada manuskrip.

Ia juga tidak hanya bergantung pada hafalan.

Kekuatan tradisi Al-Qur'an justru terletak pada pertemuan antara teks tertulis, hafalan, pengajaran, dan verifikasi.

Dari sini kita dapat memahami mengapa keberadaan sebuah manuskrip yang hanya memuat beberapa surah tidak seharusnya langsung dipandang sebagai bukti adanya mushaf alternatif.

Sebuah manuskrip adalah satu potongan dari sejarah transmisi.

Untuk memahami keseluruhannya, kita perlu melihat potongan itu bersama jaringan tulisan, hafalan, pengajaran, dan tradisi yang mengitarinya.

Pada akhirnya, yang menarik bukan hanya bahwa Al-Qur'an memiliki manuskrip-manuskrip tua yang tersebar di berbagai tempat.

Yang lebih menarik adalah bagaimana sebuah teks yang turun secara bertahap, di tengah tekanan sejarah yang begitu berat, dapat terus hidup dalam dua ruang sekaligus: di atas lembaran dan di dalam dada manusia.

Di situlah dokumentasi dan hafalan bertemu.

Tulisan menjaga bentuknya.

Hafalan menjaga bacaannya.

Pengajaran menjaga cara meneruskannya.

Dan umat menjaga kesinambungannya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (363) Al-Qur’an (73) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (42) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (9) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (323) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (781) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (24) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (253) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)