basmalah Pictures, Images and Photos
Penyusunan Al-Qur’an di Era Nabi - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Penyusunan Al-Qur’an di Era Nabi Al-Qur’an diturunkan ke...

Penyusunan Al-Qur’an di Era Nabi


Penyusunan Al-Qur’an di Era Nabi

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. secara bertahap selama masa kenabian. Wahyu itu pertama-tama disampaikan secara lisan, dibaca oleh Rasulullah saw., kemudian didengar, dihafal, dan diamalkan oleh para sahabat.

Namun, menjaga Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan.

Sejak masa awal Islam, ayat-ayat Al-Qur’an juga telah ditulis. Karena itu, ketika berbicara tentang penyusunan Al-Qur’an, kita perlu melihat dua tradisi yang berjalan bersama: tradisi hafalan dan tradisi penulisan.

Keduanya saling menguatkan. Ayat yang dihafal dijaga oleh ingatan para sahabat, sementara ayat yang ditulis menjadi bentuk dokumentasi yang dapat dibaca dan diperiksa kembali.

1. Periode Mekah

Meskipun wahyu Al-Qur’an pertama-tama diterima dan disampaikan secara lisan, Al-Qur’an sendiri berulang kali memperkenalkan dirinya sebagai kitab. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi penulisan wahyu telah dikenal sejak masa awal turunnya Al-Qur’an.

Keadaan masyarakat Muslim ketika itu memang belum memungkinkan adanya suatu lembaga resmi yang secara khusus mengelola dokumentasi wahyu. Kaum Muslimin masih menghadapi tekanan dan kekejaman kaum Quraisy. Namun, keadaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk menjaga wahyu yang telah diturunkan.

Salah satu gambaran mengenai tradisi penulisan Al-Qur’an pada periode Mekah dapat dilihat dalam kisah masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab.

Lembaran Al-Qur’an di Rumah Umar

Suatu hari Umar keluar rumah dengan pedang terhunus. Ia bermaksud mendatangi Nabi Muhammad saw. dengan niat membunuh beliau.

Di tengah perjalanan, Umar bertemu Nu'aim bin Abdullah. Ketika mengetahui tujuan Umar, Nu'aim mengarahkannya kepada persoalan yang lebih dekat: keluarganya sendiri.

Umar kemudian mengetahui bahwa saudara perempuannya, Fatimah, dan suaminya, Sa'id bin Zaid, telah mengikuti agama yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Dengan kemarahan yang semakin besar, Umar mendatangi rumah mereka.

Di rumah itu, Khabbab bin al-Aratt sedang membacakan Surah Thaha. Ketika mendengar Umar datang, Khabbab bersembunyi. Sementara Fatimah menyembunyikan sebuah lembaran yang bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an.

Lembaran itu menjadi bagian penting dari kisah tersebut.

Sebab, peristiwa ini memberikan gambaran bahwa pada masa Mekah, ayat-ayat Al-Qur'an tidak hanya dihafalkan dan dibaca secara lisan, tetapi juga telah dituangkan dalam bentuk tulisan.

Hal ini penting untuk direnungkan. Islam ketika itu masih berada dalam tahap awal. Jumlah pengikutnya belum besar, tekanan terhadap mereka sangat berat, dan fasilitas yang tersedia sangat terbatas. Namun, di tengah keadaan tersebut, wahyu tetap dijaga melalui berbagai cara.

Para Penulis Wahyu pada Periode Mekah

Beberapa sahabat dikenal terlibat dalam penulisan Al-Qur'an pada periode Mekah.

Di antara nama yang disebut dalam riwayat adalah Abdullah bin Sa'ad bin Abi as-Sarh dan Khalid bin Sa'id bin al-'Ash. Khalid bin Sa'id bahkan dikenal dengan keterlibatannya dalam penulisan basmalah.

Informasi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas menulis wahyu bukan sesuatu yang baru dimulai setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah.

Ada pula riwayat mengenai Rafi' bin Malik al-Anshari. Ketika menghadiri Baiat Aqabah, ia menerima ayat-ayat yang telah diturunkan sebelumnya. Setelah kembali ke Madinah, ia mengumpulkan kaumnya dan membacakan ayat-ayat tersebut kepada mereka.

Jika riwayat-riwayat ini dibaca secara keseluruhan, terlihat sebuah pola: wahyu yang turun dijaga dengan cara dibaca, dihafalkan, diajarkan, dan dituliskan.

Dengan demikian, penulisan Al-Qur'an telah memiliki akar sejak periode Mekah.

2. Periode Madinah

Setelah hijrah ke Madinah, kehidupan masyarakat Muslim mengalami perubahan besar.

Islam tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan mempertahankan keberadaan komunitas yang tertindas. Masyarakat Islam berkembang menjadi sebuah komunitas yang memiliki kehidupan sosial, politik, ekonomi, hukum, dan pemerintahan.

Bersamaan dengan berkembangnya masyarakat, kebutuhan untuk mencatat wahyu juga semakin besar.

Pada periode inilah informasi mengenai para penulis wahyu menjadi jauh lebih banyak.

a. Para Penulis Wahyu Nabi Muhammad saw.

Sejumlah riwayat menyebutkan banyak sahabat yang bertugas menulis wahyu untuk Nabi Muhammad saw. Jumlah yang disebut dalam berbagai sumber mencapai puluhan orang.

Di antara mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, Mu'awiyah, Khalid bin Sa'id, Abdullah bin Sa'ad, Zubair bin al-Awwam, dan sejumlah sahabat lainnya.

Keberadaan banyak penulis menunjukkan bahwa penulisan wahyu bukanlah kegiatan yang dilakukan oleh satu orang saja.

Hal ini juga memperlihatkan adanya jaringan penulisan wahyu di tengah masyarakat Muslim.

Ketika wahyu turun, tersedia orang-orang yang dapat segera mencatatnya. Dengan demikian, wahyu tidak hanya hidup dalam ingatan para sahabat, tetapi juga hadir dalam bentuk tulisan yang dapat diperiksa kembali.

b. Nabi Muhammad saw. Mendiktekan Al-Qur'an

Proses penulisan wahyu berlangsung secara langsung di bawah bimbingan Rasulullah saw.

Ketika wahyu turun, beliau memanggil para penulis yang bertugas mencatatnya. Zaid bin Tsabit merupakan salah seorang yang banyak meriwayatkan pengalaman tersebut.

Dalam sebuah peristiwa ketika turun ayat-ayat berkaitan dengan jihad, Nabi Muhammad saw. memanggil Zaid bin Tsabit dan memerintahkannya membawa alat tulis. Rasulullah saw. kemudian mendiktekan ayat yang baru turun.

Pada saat itu, Amr bin Ummu Maktum yang memiliki keterbatasan penglihatan bertanya tentang kedudukannya dalam perintah tersebut. Kemudian turun penjelasan mengenai pengecualian bagi orang-orang yang memiliki uzur.

Peristiwa ini memberikan gambaran penting mengenai proses turunnya wahyu dan pencatatannya.

Wahyu tidak dibiarkan hanya berada dalam ingatan. Ketika turun, ia segera disampaikan dan dicatat.

Bahkan setelah penulisan selesai, Zaid membaca kembali tulisan tersebut di hadapan Nabi Muhammad saw. Hal ini menunjukkan adanya proses pemeriksaan terhadap teks yang telah ditulis.

Dengan demikian, penulisan wahyu berlangsung melalui hubungan yang erat antara wahyu yang dibacakan, Rasulullah yang menyampaikannya, penulis yang mencatatnya, dan para sahabat yang menghafalkannya.

c. Tradisi Penulisan Al-Qur'an di Kalangan Sahabat

Tradisi penulisan Al-Qur'an kemudian berkembang di tengah masyarakat Muslim.

Para sahabat yang tidak memiliki kemampuan menulis pun tetap berusaha mendapatkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam bentuk tulisan. Mereka dapat membawa bahan tulis dan meminta orang yang memiliki kemampuan menulis untuk mencatat ayat yang mereka perlukan.

Hal ini menunjukkan bahwa tulisan Al-Qur'an tidak hanya berada di tangan para penulis resmi wahyu. Ia juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Muslim.

Pada saat yang sama, Rasulullah saw. memberikan perhatian terhadap pemisahan antara Al-Qur'an dan perkataan beliau. Dalam sebuah riwayat, beliau melarang penulisan sesuatu yang berasal dari beliau pada media yang sama dengan Al-Qur'an agar tidak terjadi pencampuran.

Perhatian tersebut menunjukkan adanya kesadaran yang kuat untuk menjaga kejelasan sumber dan status setiap teks.

Al-Qur'an harus tetap dapat dikenali sebagai wahyu Allah, sementara perkataan Nabi Muhammad saw. memiliki kedudukan dan jalur periwayatan tersendiri.

Penulisan dan Hafalan: Dua Jalur Penjagaan

Jika seluruh informasi tersebut direnungkan, terlihat bahwa penjagaan Al-Qur'an sejak masa Rasulullah saw. tidak bergantung pada satu metode saja.

Ia dijaga melalui hafalan dan tulisan.

Ayat dibacakan sehingga didengar oleh para sahabat.

Ayat dihafalkan sehingga tersimpan dalam dada.

Ayat dituliskan sehingga memiliki bentuk dokumentasi yang dapat diperiksa.

Ayat diajarkan sehingga berpindah dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Semua jalur tersebut bertemu pada satu tujuan: menjaga wahyu agar tetap sebagaimana yang diterima oleh Rasulullah saw.

Karena itu, ketika berbicara tentang penyusunan Al-Qur'an, kita perlu membedakan antara proses turunnya wahyu, proses pencatatan wahyu, dan proses pengumpulan seluruh catatan menjadi satu himpunan.

Penulisan Al-Qur'an telah berlangsung sejak masa Rasulullah saw., bahkan sejak periode Mekah. Setelah hijrah, kegiatan tersebut semakin berkembang seiring dengan berkembangnya masyarakat Islam dan bertambahnya kebutuhan administratif serta pendidikan.

Dengan demikian, proses penyusunan Al-Qur'an tidak muncul secara tiba-tiba setelah Rasulullah saw. wafat. Ia memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak wahyu pertama turun: dibaca oleh Rasulullah saw., dihafalkan oleh para sahabat, ditulis oleh para penulis wahyu, diperiksa kembali, lalu diajarkan kepada masyarakat.

Dari sini kita dapat melihat bahwa Al-Qur'an sejak awal tidak hanya hadir sebagai bacaan yang hidup di lisan dan hati kaum Muslimin, tetapi juga sebagai wahyu yang dijaga dalam bentuk tulisan.

Lisan menjaganya melalui bacaan dan hafalan. Tulisan menjaganya melalui pencatatan. Keduanya berjalan bersama dalam sejarah awal Al-Qur'an.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (71) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (42) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (9) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (323) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (781) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (24) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (253) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)