basmalah Pictures, Images and Photos
Atatürk di Palestina : Menyerahkan untuk Dijajah Inggris dan Mendapatkan Jabatan - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Atatürk di Palestina : Menyerahkan untuk Mendapatkan Jabatan? Dunia ...

Atatürk di Palestina : Menyerahkan untuk Dijajah Inggris dan Mendapatkan Jabatan

Atatürk di Palestina : Menyerahkan untuk Mendapatkan Jabatan?

Dunia mengenal Mustafa Kemal Atatürk sebagai "Serigala Kelabu" dari Gallipoli, seorang jenius militer yang mengubah puing-puing Kekaisaran Utsmaniyah menjadi republik modern yang sekuler. Namun, sejarah sering kali ditulis oleh para pemenang dengan tinta yang selektif.

Di bawah terik matahari gurun Palestina, terdapat lembaran-lembaran yang tampaknya sengaja dihapus dari narasi resmi demi melindungi mitos sang "Bapak Bangsa".

Peristiwa jatuhnya Yerusalem pada akhir Perang Dunia I menyisakan lubang hitam dalam historiografi Turki modern. Sebagai komandan militer di front tersebut, keputusan-keputusan Atatürk melampaui sekadar taktik perang; mereka beraroma kalkulasi politik tingkat tinggi. 

Apakah benar jatuhnya tanah suci tersebut adalah murni kekalahan teknis, ataukah sebuah "pertukaran kepentingan" yang telah dirancang di balik tenda-tenda militer?

Artikel ini akan membedah sisi gelap dari karier militer Mustafa Kemal di Palestina, mengeksplorasi fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kemerdekaan Anatolia mungkin dibayar dengan harga yang sangat mahal: penyerahan Palestina kepada mandat Inggris.


Hubungan Misterius dengan Intelijen Inggris

Keterlibatan Mustafa Kemal dengan pihak lawan adalah salah satu anomali paling tajam dalam karier militernya. Catatan dari agen intelijen Inggris bernama Armstrong mengungkapkan jalinan hubungan yang jauh melampaui batas kewajaran antara seorang komandan perang dengan musuhnya.

Armstrong bukan sekadar informan; ia adalah penghubung vital yang menyusup ke dalam lingkaran terdalam sang komandan saat berada di Palestina dan Suriah.

Yang lebih provokatif, Armstrong secara terang-terangan menyebut bahwa Mustafa Kemal memiliki masalah dengan kejiwaan (psikologis). 

Pengakuan ini menambah dimensi misterius pada hubungan mereka: apakah keterikatan ini didasari oleh manipulasi intelijen atau kerentanan pribadi sang pemimpin? Bagi seorang perwira tinggi Utsmani, jalinan ini adalah sebuah skandal loyalitas yang tak termaafkan.

"Amstrong pula yang menghubungkan jalinan intelijen Inggris dengan Mushtafa Kemal."


2. Jarak 50 Kilometer dan Sembilan Bulan Keheningan

Logika militer akan selalu kesulitan menjelaskan apa yang terjadi di garis depan Nablus saat Yerusalem (Al-Quds) jatuh ke tangan Inggris pada 8 Desember 1917.

Sebagai komandan Tentara ke-7, posisi Atatürk seharusnya menjadi benteng pertahanan terakhir. Namun, fakta di lapangan menunjukkan paradoks yang menyakitkan:

Kedekatan yang Menggugah Tanya: Posisi Atatürk di Nablus hanya berjarak 50 kilometer dari Yerusalem. Dalam kacamata strategi perang, ini adalah jarak tempuh yang sangat singkat untuk melakukan mobilisasi serangan balik atau pengiriman bala bantuan darurat.

Masa Diam yang Absurd: Setelah menduduki Yerusalem, pasukan Inggris tertahan selama sembilan bulan. Ini adalah periode yang sangat lapang bagi seorang "jenius militer" dan para pemimpin gerakan Persatuan dan Kemajuan (Ittihad ve Terakki) untuk menyusun rencana pembebasan.

Keheningan selama sembilan bulan ini bukan sekadar kegagalan taktis, melainkan sebuah pernyataan politik. 

Bagaimana mungkin seorang panglima yang dipuja karena kecepatan geraknya di Gallipoli tiba-tiba menjadi lumpuh secara strategis saat menghadapi musuh yang diam di depan mata?


3. Taktik "Meninabobokan" Perlawanan Rakyat Palestina 

Strategi Atatürk dalam menangani massa lokal di Palestina sering kali dibungkus dengan bahasa diplomasi militer, namun dampaknya justru melumpuhkan.

Ia mengeluarkan instruksi resmi agar rakyat Palestina tidak melakukan "perlawanan yang tidak terencana". Sebagai gantinya, ia memerintahkan mereka untuk meninggalkan pos-pos pertahanan lokal dan berkumpul di Nablus dengan janji untuk "menata barisan".

Dalam analisis kritis, ajakan ini adalah bentuk taktik lulling atau upaya meninabobokan kewaspadaan rakyat. Dengan melarang aksi spontan penduduk setempat, Atatürk secara fungsional mematikan potensi perang gerilya yang bisa menghambat gerak maju Inggris.

Rakyat Palestina dijanjikan sebuah serangan besar yang tak pernah datang, sementara energi perlawanan mereka perlahan-lahan dikuras di bawah komando yang stagnan.


4. Mundur dari Nablus: Sebuah Langkah Politik?

Puncak dari dugaan pengkhianatan ini terjadi pada September 1918. Saat pasukan Inggris melancarkan serangan ganda dalam Pertempuran Nablus dan Megiddo, sebuah keputusan dramatis diambil. 

Pada 25 September 1918, Atatürk menarik mundur sebagian besar pasukannya dari Nablus, membiarkan wilayah tersebut jatuh ke tangan musuh tanpa perlawanan berarti.

Langkah ini menyisakan luka mendalam bagi sejarah militer Utsmaniyah. Sementara unit-unit lain di Megiddo masih bertempur mati-matian hingga 1 Oktober 1918, sang komandan sudah lebih dulu mengamankan pasukannya menuju utara. Mundurnya Atatürk bukan sekadar retret militer, melainkan sebuah "penyerahan" yang terhitung.

Muncul spekulasi kuat bahwa pengorbanan Palestina adalah syarat mutlak atau "tugas" yang harus dipenuhi demi mendapatkan legitimasi kekuasaan di Turki pasca-perang.

"Tindakan Atatürk menyerahkan Palestina kepada Inggris adalah salah satu tugas yang karenanya ia mendapatkan (imbalan) takhta Turki."


5. Paradoks Sang Reformis: Antara Militer dan Modernisasi

Setelah "misi" di Palestina usai, Mustafa Kemal bertransformasi menjadi arsitek radikal bagi Turki. Ia mendirikan republik pada 1923 dan menjalankan serangkaian reformasi yang seolah ingin memutus total akar masa lalunya dengan dunia Arab dan Islam:

Sekularisasi Total: Menghapus sistem Khilafah pada 1924, menutup pengadilan Syariah, dan memisahkan agama dari urusan negara.

Revolusi Budaya: Mengganti alfabet Arab ke Latin, melarang pakaian tradisional seperti fez, dan mengadopsi hukum sipil Barat (Swiss).

Turkifikasi dan Minoritas: Menjalankan kebijakan asimilasi ketat demi bangsa yang homogen, yang diwarnai dengan penindasan terhadap etnis Kurdi.

Di sinilah letak paradoksnya. Sosok yang dipuja sebagai inspirator anti-kolonial ini ternyata membangun fondasi negaranya di atas kebijakan asimilasi yang represif dan meninggalkan wilayah-wilayah kekuasaan Utsmaniyah yang beragam demi sebuah entitas Anatolia yang seragam. 

Modernisasi yang ia bawa seolah menjadi pembenaran atas pengorbanan Palestina yang ia biarkan jatuh ke tangan kolonial.

Warisan Mustafa Kemal Atatürk di Palestina memberikan pelajaran pahit tentang pragmatisme politik. Narasi kepahlawanan yang kita baca di buku sekolah sering kali menutupi kenyataan bahwa kepentingan kekuasaan bisa berjalan beriringan dengan pengkhianatan terhadap solidaritas teritorial.

Sejarah tidak pernah benar-benar hitam atau putih. Kita dihadapkan pada pertanyaan retoris yang menggugah nurani: Haruskah kita memuja seorang pemimpin sebagai pahlawan modernisasi jika takhta yang ia duduki dibangun di atas puing-puing wilayah yang sengaja ia korbankan?

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (363) Al-Qur’an (75) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (42) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (7) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (9) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (323) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (787) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (28) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (253) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)