basmalah Pictures, Images and Photos
Agama dan Kehidupan Bangsa Cina Sebelum Era Islam - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Agama dan Kehidupan Bangsa Cina Sebelum Era Islam  Pada abad itu, negeri Cina be...

Agama dan Kehidupan Bangsa Cina Sebelum Era Islam

Agama dan Kehidupan Bangsa Cina Sebelum Era Islam 

Pada abad itu, negeri Cina berada di bawah pengaruh tiga macam ajaran keagamaan dan filsafat, yaitu Lao Tse-isme, Kong Fu Tsu-isme, dan Budhisme. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda dan memberikan pengaruh yang berlainan pula terhadap kehidupan masyarakat Cina.

Lao Tse-isme, sekalipun tidak lama kemudian berkembang menjadi agama yang sarat dengan unsur keberhalaan, pada mulanya lebih banyak menekankan segi teori daripada praktik. Para pengikutnya dikenal hidup sederhana dan berusaha menjauhkan diri dari berbagai kesenangan duniawi. Sebagian di antara mereka bahkan memilih untuk tidak berkeluarga dan tidak tertarik kepada wanita atau menjalin hubungan dengan wanita. Dalam pandangan mereka, kaum wanita dianggap tidak mampu menjadi tiang kehidupan yang lurus dan sentosa ataupun menjadi penguasa yang bijaksana.

Akan tetapi, setelah Lao Tse meninggal, generasi berikutnya banyak yang menyimpang dari ajaran yang diwariskannya. Ajaran yang semula menekankan kesederhanaan dan pengendalian diri itu kemudian mengalami perubahan dan berkembang ke arah yang berbeda dari gagasan pendirinya.

Berbeda dengan Lao Tse-isme, Kong Fu Tsu-isme lebih banyak memberikan perhatian kepada persoalan-persoalan praktis daripada teori. Ajarannya berpusat pada kehidupan duniawi, urusan kebendaan, politik, serta administrasi pemerintahan. Dalam kurun waktu tertentu, para penganutnya bahkan tidak meyakini keharusan menyembah Tuhan tertentu. Karena itu, pemujaan dapat diarahkan kepada berbagai objek yang mereka anggap memiliki kekuatan atau nilai tertentu, seperti pepohonan, sungai, dan sebagainya.

Di dalam ajaran Kong Fu Tsu-isme, sebagaimana digambarkan dalam uraian ini, tidak terdapat suatu keyakinan kepada Tuhan yang menjadi sumber hukum dan tata kehidupan manusia. Tidak ada ketentuan hukum yang dipandang berasal dari Tuhan. Ajaran-ajarannya lebih merupakan kebijaksanaan seorang arif yang dibangun berdasarkan pengalaman hidup dan pengamatan terhadap masyarakat.

Karena itu, manusia dapat mengambil manfaat dari kebijaksanaan tersebut jika menganggapnya baik. Namun, apabila tidak menganggapnya sesuai, ia dapat meninggalkannya. Ia tidak berdiri di atas suatu keyakinan keagamaan yang mengikat manusia dengan sumber hukum ilahi.

Budhisme: Perkembangan dan Kemerosotannya

Adapun Budhisme, pada masa itu, telah mengalami perubahan yang jauh dari kesederhanaan ajaran awalnya. Semangat yang dahulu menjadi kekuatannya semakin melemah. Dalam perkembangannya, Budhisme berhadapan dengan pengaruh Brahmanisme yang sarat dengan keberhalaan. Pengaruh tersebut kemudian masuk dan bercampur dengan kehidupan keagamaan Budhisme.

Perubahan itu dapat dilihat antara lain dari berkembangnya pemujaan terhadap patung-patung dan pembangunan pagoda. Di mana Budhisme berkembang, di situ pula berdiri bangunan-bangunan keagamaan dan dipancangkan patung-patung Budha. Seni pembuatan patung berkembang sedemikian pesat sehingga menjadi salah satu ciri penting perkembangan Budhisme pada masa itu.

Seorang profesor ilmu sejarah peradaban Hindu di sebuah universitas di India, Profesor Isuratoba, menggambarkan perubahan tersebut dengan mengatakan:

«“Di bawah naungan Budhisme Tuhan-tuhan, penyembahan patung-patung, dan mengadakan perubahan pernah berdiri sebuah negara yang menaruh perhatian besar pada penampilan terhadap ikatan persaudaraan Budhisme, dengan lahirnya berbagai macam bid'ah.”»

Kenyataan tersebut juga disoroti oleh seorang penulis masa kini sekaligus tokoh politik di India. Menurutnya, Budha pada mulanya dijadikan sebagai penampilan Tuhan oleh Brahmanisme, dan perkembangan semacam itu kemudian ditiru oleh Budhisme sendiri. Akibatnya, ikatan persaudaraan Budhisme memperoleh kekayaan besar dan berkembang menjadi pusat kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

Bersamaan dengan itu, berbagai unsur baru masuk ke dalam praktik peribadahan. Bahkan, menurut pandangan yang dikutip dalam uraian tersebut, ilmu hitam turut masuk ke dalam cara-cara peribadahan. Akibatnya, tatanan keagamaan semakin kehilangan bentuk aslinya. Setelah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar di India selama berabad-abad, Budhisme kemudian mengalami kemunduran.

Mrs. Rhys Davids, dengan mengutip tulisan Sir Radha Krisna dalam bukunya Filsafat Hinduisme, juga menggambarkan kelemahan yang menimpa Budhisme pada masa tersebut. Menurutnya, ajaran moral Budha kemudian tertutup oleh berbagai pemikiran yang dianggap tidak benar dan oleh takhayul. Berbagai aliran baru bermunculan, berkembang, menguasai hati masyarakat, kemudian menghilang dan digantikan oleh aliran-aliran lainnya.

Demikian seterusnya. Berbagai gagasan yang dianggap merusak semakin menumpuk dan menutupi ajaran pokoknya. Perdebatan yang panjang dan pembicaraan yang bertele-tele akhirnya membuat ajaran-ajaran yang dianggap berharga dari pendirinya semakin sulit dikenali.

Dengan demikian, Brahmanisme dan Budhisme dalam perkembangannya semakin sulit dibedakan. Keduanya mengalami kemerosotan dan kemasukan berbagai adat kebiasaan yang dianggap dekaden. Budhisme semakin bercampur dengan Brahmanisme hingga akhirnya, dalam pandangan yang dikutip di sini, lebur ke dalamnya.

Salah satu gambaran mengenai perubahan tersebut dapat dilihat di Museum Teksala di Punjab Barat, Pakistan. Orang yang mengunjunginya akan menemukan banyak patung Budhisme yang berasal dari hasil penggalian. Peninggalan-peninggalan tersebut memperlihatkan betapa jauh perubahan yang telah terjadi dalam agama dan peradaban Budhisme, hingga unsur-unsur keberhalaan tampil begitu kuat.

Namun demikian, persoalan tentang Tuhan dan kepercayaan tetap menjadi titik perbedaan dan perdebatan di kalangan para ahli sejarah Budhisme maupun para penerjemah ajaran-ajaran Budha. Sebagian di antara mereka mempertanyakan bagaimana sebuah agama besar dapat berdiri di atas landasan moral tanpa keyakinan dan keimanan kepada Tuhan.

Dalam gambaran seperti itu, Budhisme kemudian dipahami terutama sebagai suatu jalan untuk melatih jiwa, mengendalikan hawa nafsu, menghiasi diri dengan berbagai keutamaan, membebaskan diri dari penderitaan rohani, dan memperoleh pengetahuan.

Cina dan Asia Tengah: Dunia yang Tidak Membawa Misi Universal

Dari gambaran tersebut, uraian ini kemudian menarik kesimpulan yang lebih luas mengenai bangsa Cina. Orang-orang Cina tidak dipandang memiliki suatu misi keagamaan universal yang ditujukan kepada dunia untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan manusia.

Mereka hidup jauh di Timur dunia yang ketika itu disebut sebagai dunia beradab. Mereka tetap berpegang kepada agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Akan tetapi, menurut uraian ini, warisan tersebut tidak dikembangkan menjadi suatu misi yang memperkaya bangsa-bangsa lain ataupun memberikan sistem kehidupan baru kepada dunia.

Keadaan yang hampir serupa juga digambarkan pada bangsa-bangsa lain di Asia Tengah dan Timur.

Bangsa-Bangsa di Asia Tengah

Bangsa-bangsa di Asia Tengah dan Timur, seperti Mongol, Turki, dan Jepang, pada masa itu digambarkan berada dalam keadaan terombang-ambing di antara Budhisme yang telah mengalami kerusakan dan keberhalaan yang liar.

Mereka belum memiliki kekayaan ilmu pengetahuan dan sistem politik yang tinggi sebagaimana yang telah berkembang pada beberapa pusat peradaban lainnya. Sebagian masih berada dalam masa peralihan dari kehidupan yang disebut sebagai kebiadaban menuju kehidupan berperadaban.

Bahkan, menurut gambaran dalam uraian ini, sebagian di antara mereka masih berada pada tahap yang sangat awal dalam perkembangan pemikiran dan kehidupan sosialnya. Dengan demikian, kawasan Asia Tengah dan Timur pada masa tersebut digambarkan sebagai wilayah yang belum menemukan suatu sistem keagamaan dan peradaban yang mampu memberikan arah universal bagi kehidupan manusia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (65) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (33) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (4) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (319) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (771) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (20) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (250) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)