basmalah Pictures, Images and Photos
Menelusuri Jejak Batavian Fury 1740 - Our Islamic Story

Menelusuri Jejak "Batavian Fury" Pada awal abad ke-17, Jan Pieterszoon...

Menelusuri Jejak Batavian Fury 1740



Menelusuri Jejak "Batavian Fury"


Pada awal abad ke-17, Jan Pieterszoon Coen, sang arsitek besi VOC, melontarkan sebuah pengakuan yang ganjil bagi telinga kolonial: ia memuja etnis Cina sebagai "bangsa terbaik" yang paling mumpuni untuk membangun Batavia. Baginya, tanpa imigran Cina, ambisi Belanda di Nusantara hanyalah sebatas benteng kosong tanpa mesin ekonomi.

Batavia pun membuka gerbangnya lebar-lebar, memicu arus migrasi besar yang semula dianggap sebagai berkah pembangunan.

Namun, sejarah memiliki selera humor yang gelap. Seabad kemudian, kebijakan pintu terbuka Coen justru menjadi mimpi buruk bagi para penerusnya. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Valckenier (1737-1741), gelombang 80.000 imigran yang dahulu didamba kini dipandang sebagai "bom waktu" demografis.

Ketakutan akan ledakan massa yang tak terkendali ini perlahan mengubah rasa kagum menjadi paranoid sistematis yang mematikan.

Paradoks ini mencapai titik nadir ketika sebuah kemitraan ekonomi strategis luluh lantak, bertransformasi menjadi salah satu tragedi kemanusiaan paling mengerikan dalam sejarah Nusantara. Sebuah peristiwa yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga secara permanen mengubah peta identitas kultural dan keagamaan di tanah Jawa.


Tragedi "Batavian Fury": Ketika Laut Menjadi Saksi Bisu

Ketegangan memuncak di perkebunan tebu wilayah Batavia Selatan, di mana ribuan orang Cina yang kehilangan pekerjaan mulai mengonsolidasikan kekuatan. Bagi VOC, massa pengangguran ini adalah ancaman eksistensial. Sebagai solusinya, kompeni meluncurkan skenario deportasi massal ke Banda, Sri Lanka, dan Tanjung Pengharapan.

Namun, di balik kedok pengasingan tersebut, tersimpan kekejaman luar biasa: para deportan ini nyatanya dibantai dan dibuang ke tengah laut—sebuah eksekusi maritim yang dilakukan jauh dari pandangan dunia.

Di dalam tembok kota, amarah penguasa meledak tanpa kendali. Pembantaian sistematis dilakukan terhadap mereka yang tersisa, menciptakan sebuah episode kelam yang diabadikan oleh sejarawan E.S. De Klerck sebagai momen di mana kemanusiaan benar-benar hilang dari Batavia.

"VOC di bawah perintah Gubernur Jenderal Valckenier melakukan pembunuhan Cina di Batavia yang mencapai jumlah 10.000 orang. Peristiwa pembantaian Cina oleh VOC ini disebut sebagai the Batavian Fury (Amuk Masyarakat Batavia)." — E.S. De Klerck (1938), History of Netherlands Indies.


Aliansi Tak Terduga: Dari Pelarian Menuju Perlawanan

Para penyintas yang berhasil lolos dari pedang kompeni melarikan diri ke pedalaman Jawa Tengah dan Banten. Di tengah keputusasaan, penderitaan kolektif ini melahirkan sebuah fenomena unik: solidaritas lintas etnis dan agama.

Para pengungsi Cina tidak lagi berdiri sendiri; mereka bergabung dengan para pejuang lokal yang sama-sama merasakan pahitnya penindasan VOC.

Di Jawa Tengah, mereka merapatkan barisan di bawah panji Soenan Mas Garendi—atau yang lebih dikenal sebagai Soenan Koening, cucu dari Amangkurat III.

Sementara di wilayah Banten, perlawanan rakyat dipimpin oleh tokoh karismatik Kiai Tapa. Kekuatan gabungan ini meluncurkan serangkaian serangan yang mengguncang pilar-pilar kekuasaan kolonial di beberapa titik krusial:

Penyerbuan ke Istana Pakubuwana II.

Pengepungan Benteng VOC di Kartasura.

Serangan terorganisir di Semarang, Demak, dan Rembang.


Konversi dan Identitas: Mengapa Penindasan Mempercepat Islamisasi?

Salah satu dampak sosiologis paling signifikan dari tragedi 1740 adalah gelombang konversi massal etnis Cina ke agama Islam. Analisis tajam W.F. Wertheim mengungkapkan bahwa Islam bukan sekadar pilihan spiritual, melainkan sebuah ruang perlindungan dan identitas baru bagi mereka yang terpinggirkan.

Proses asimilasi ini terjadi dengan sangat cepat; mereka yang semula berakar pada tradisi Hindu dan Buddha beralih memeluk Islam sebagai bentuk integrasi sosial dengan penduduk lokal demi menghadapi musuh bersama.

Jejak transformasi ini bersifat permanen. Sejarah mencatat berdirinya sebuah masjid oleh komunitas Cina di Batavia pada 1786 sebagai bukti eksistensi mereka.

Victor Purcell bahkan mencatat bahwa konsentrasi Cina Muslim terbesar kemudian terbentuk di Makassar, yang kelak melahirkan Partai Tionghoa Islam Indonesia. Dalam konteks ini, agama menjadi instrumen perlawanan dan penyatuan bagi kaum yang terzalimi oleh kolonialisme.


Strategi Gelap VOC: Melumpuhkan Islam dengan Tenaga Islam

Keberhasilan VOC mempertahankan kekuasaannya tidak hanya bersandar pada bubuk mesiu, melainkan pada taktik manipulasi yang penuh ironi. Di saat mereka membantai etnis Cina yang bersekutu dengan pejuang Islam, VOC justru menggunakan kekuatan figur-figur lokal lainnya untuk menghancurkan perlawanan tersebut.

Dengan licik, penjajah meminjam tangan Amangkurat I, Amangkurat II, Arung Palakka, hingga Sultan Haji untuk memadamkan api pemberontakan saudara sebangsanya sendiri.

Fenomena divide and conquer ini disarikan secara brilian oleh W.F. Wertheim sebagai strategi "melawan api dengan api":

"Imperialis Barat melumpuhkan kekuatan Islam dengan tenaga Islam."

Taktik ini menunjukkan betapa efisiennya kolonialisme dalam menciptakan perpecahan, di mana elemen masyarakat yang dijajah justru dijadikan alat untuk memperpanjang rantai belenggu mereka sendiri.


Penutup: Refleksi bagi Masa Depan

Tragedi "Batavian Fury" adalah pengingat keras bahwa kebencian yang dipicu oleh ketakutan penguasa hanya akan berujung pada genosida. Namun, sejarah ini juga mewariskan cerita tentang kekuatan luar biasa dari sebuah solidaritas yang melampaui sekat etnis dan keyakinan di tengah penindasan. 

Masa lalu kita adalah tenunan dari luka dan persatuan yang tak terduga; sebuah bukti bahwa identitas bangsa ini tidak dibangun di atas keseragaman, melainkan di atas kesamaan nasib dalam melawan ketidakadilan.


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (17) Dakwah (19) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (13) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (332) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (58) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (114) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (10) Nusantara (299) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (721) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (324) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)