basmalah Pictures, Images and Photos
Al-Qur'an: Merubah Dari Jahiliah Menuju Cahaya Islam - Our Islamic Story

Choose your Language

Al-Qur'an: Merubah Dari Jahiliah Menuju Cahaya Islam Apa yang se...

Al-Qur'an: Merubah Dari Jahiliah Menuju Cahaya Islam

Al-Qur'an: Merubah Dari Jahiliah Menuju Cahaya Islam



Apa yang sesungguhnya mengubah Jazirah Arab?

Apakah kekuatan militer?

Apakah kemajuan ekonomi?

Apakah kepemimpinan politik yang hebat?

Ataukah lahirnya seorang tokoh yang kharismatik?

Sejarah memberikan jawaban yang berbeda.

Perubahan terbesar dalam sejarah Arab tidak bermula dari pedang, harta, ataupun kekuasaan. Perubahan itu bermula dari wahyu.

Al-Qur'an yang diturunkan Allah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ï·º menjadi cahaya yang mengubah manusia, lalu melalui manusia mengubah masyarakat, dan melalui masyarakat mengubah peradaban.

Inilah mata rantai perubahan yang tidak pernah berubah.

Wahyu melahirkan iman.

Iman melahirkan pribadi.

Pribadi melahirkan masyarakat.

Masyarakat melahirkan peradaban.

---

Lalu, bagaimana Al-Qur'an mampu melakukan perubahan sebesar itu?

Jawabannya bukan sekadar karena Al-Qur'an dibaca.

Bukan pula karena dihafalkan.

Melainkan karena Al-Qur'an dihidupkan.

Rasulullah ï·º membina para sahabat di madrasah kenabian dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pusat pendidikan. Ayat demi ayat tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diamalkan.

Hasilnya sungguh luar biasa.

Dalam waktu yang relatif singkat lahirlah generasi terbaik yang pernah dikenal sejarah.

Mereka bukan manusia tanpa kelemahan.

Mereka adalah manusia biasa yang dibentuk oleh wahyu sehingga menjadi pribadi-pribadi luar biasa.

---

Lihatlah bagaimana akidah menguasai hati mereka.

Siksaan tidak mampu memadamkan iman mereka.

Ancaman tidak menggoyahkan keyakinan mereka.

Yasir, Sumayyah, Bilal, Shuhaib, dan para sahabat lainnya rela kehilangan harta, keluarga, bahkan nyawa demi mempertahankan kalimat tauhid.

Apa yang membuat mereka begitu kokoh?

Karena yang memenuhi hati mereka bukan kecintaan kepada dunia, melainkan kecintaan kepada Allah.

---

Al-Qur'an tidak hanya mengubah keyakinan mereka.

Ia juga mengubah karakter mereka.

Mereka menjadi teladan dalam kejujuran.

Teladan dalam amanah.

Teladan dalam kesabaran.

Teladan dalam kezuhudan.

Teladan dalam kasih sayang.

Teladan dalam itsar, yaitu mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri.

Mereka menjadi teladan dalam keberanian, keadilan, tanggung jawab, dan pengorbanan.

Bahkan dari generasi inilah lahir para pemuda yang sanggup memimpin pasukan besar, seperti Usamah bin Zaid ra., yang pada usia muda dipercaya memimpin pasukan yang di dalamnya terdapat para sahabat senior.

Bukankah ini bukti bahwa Al-Qur'an mampu membentuk kualitas manusia, bukan sekadar menambah pengetahuan?

---

Lalu muncul sebuah pertanyaan yang sangat penting.

Apakah generasi seperti itu hanya mungkin lahir sekali dalam sejarah?

Sebagian orang mungkin menjawab, "Itu hanya terjadi pada masa Rasulullah ï·º."

Namun benarkah demikian?

Al-Qur'an yang membina mereka masih ada di tangan kita.

Allah sendiri menjamin kemurniannya.

«"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9)»

Sunnah Rasulullah ï·º pun tetap terjaga.

Sirah beliau tetap dapat dipelajari.

Kalau sumbernya masih sama, mengapa hasilnya berbeda?

Pertanyaannya bukan lagi, "Apakah Al-Qur'an masih mampu mengubah manusia?"

Melainkan,

"Bagaimana cara kita berinteraksi dengan Al-Qur'an?"

---

Generasi pertama tidak memperlakukan Al-Qur'an sekadar sebagai bacaan.

Mereka memandangnya sebagai kalam Allah Yang Mahaagung.

Setiap ayat mereka dengarkan dengan hati yang hadir.

Setiap perintah mereka anggap sebagai panggilan langsung dari Rabb semesta alam.

Setiap larangan mereka sambut sebagai bentuk kasih sayang Allah agar mereka selamat.

Ketika mendengar seruan,

«"Wahai orang-orang yang beriman..."»

mereka segera bertanya dalam hati,

"Apa yang Allah inginkan dariku?"

Bukan,

"Apakah perintah ini masih relevan?"

Mereka tidak menunda.

Tidak berdebat.

Tidak mencari alasan.

Mereka mendengar, memahami, lalu melaksanakan.

Karena mereka yakin bahwa yang berbicara adalah Allah.

---

Al-Qur'an menggambarkan sikap itu dengan sangat indah.

«"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka hanyalah ucapan, 'Kami mendengar dan kami taat.' Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. An-Nur: 51)»

Demikian pula firman-Nya,

«"Tidaklah pantas bagi laki-laki maupun perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, masih ada pilihan lain bagi mereka." (QS. Al-Ahzab: 36)»

Dan firman-Nya,

«"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)»

Bahkan Allah menegaskan,

«"Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah." (QS. An-Nisa': 80)»

Karena itulah para sahabat menjadi Al-Qur'an yang hidup.

Akhlak mereka adalah tafsir nyata dari wahyu.

---

Lalu bagaimana keadaan kita hari ini?

Inilah pertanyaan yang layak kita renungkan bersama.

Bukankah Al-Qur'an masih kita miliki?

Bukankah mushafnya masih kita baca?

Namun mengapa pengaruhnya sering kali tidak lagi terasa?

Sebagian besar kaum muslimin mewarisi Islam sebagai identitas, bukan sebagai jalan hidup.

Mereka mengenal kulitnya, tetapi belum tentu merasakan ruhnya.

Mereka membaca Al-Qur'an, tetapi sedikit mentadabburinya.

Mereka menikmati keindahan suara, tetapi kurang menangkap pesan yang dibacakan.

Tidak jarang kekaguman tertuju kepada kemerduan qari, sementara hati lalai terhadap firman Allah yang sedang dibacakan.

Padahal Allah telah mengingatkan,

«"Apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu memperoleh rahmat." (QS. Al-A'raf: 204)»

Dan Allah bertanya dengan pertanyaan yang menggugah hati,

«"Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur'an, ataukah hati mereka telah terkunci?" (QS. Muhammad: 24)»

Bahkan Allah menjelaskan penyebabnya,

«"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang selalu mereka kerjakan telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14)»

---

Apakah harapan itu telah berakhir?

Tidak.

Selama Al-Qur'an tetap menjadi petunjuk, peluang untuk melahirkan generasi terbaik tetap terbuka.

Dalam berbagai zaman selalu ada orang-orang yang kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan kesungguhan.

Mereka membina manusia sebagaimana Rasulullah ï·º membina para sahabat.

Di antara tokoh pembaru yang banyak dikenal pada abad modern adalah Hasan Al-Banna rahimahullah. Ia mengajak umat kembali menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pusat tarbiyah dan pembinaan.

Dari proses itulah kembali lahir pribadi-pribadi yang dikenal karena kejujuran, amanah, kesabaran, semangat pengorbanan, dan kesiapan membela agama dengan segala kemampuan yang mereka miliki.

Hal ini menunjukkan bahwa metode pendidikan wahyu tetap relevan sepanjang zaman.

---

Akhirnya, sejarah selalu mengajarkan satu pelajaran besar.

Perubahan masyarakat selalu diawali oleh perubahan manusia.

Perubahan manusia selalu diawali oleh perubahan hati.

Dan perubahan hati selalu bermula dari hubungan yang benar dengan Al-Qur'an.

Maka pertanyaannya bukan lagi,

"Apakah Al-Qur'an masih mampu mengubah dunia?"

Karena jawabannya sudah dibuktikan oleh sejarah.

Pertanyaan yang sesungguhnya adalah,

"Sudahkah kita membiarkan Al-Qur'an mengubah diri kita?"

Sebab ketika Al-Qur'an kembali hidup di dalam hati, cahaya Islam akan kembali menerangi kehidupan, sebagaimana dahulu ia mengubah Jazirah Arab dari kegelapan jahiliah menjadi peradaban yang menerangi dunia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (13) Dakwah (10) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (58) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (108) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (7) Nusantara (285) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (699) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (314) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (172) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)