basmalah Pictures, Images and Photos
Agama Bani Israil: Dari Tauhid Menuju Penyimpangan Akidah - Our Islamic Story

Choose your Language

Agama Bani Israil: Dari Tauhid Menuju Penyimpangan Akidah ...

Agama Bani Israil: Dari Tauhid Menuju Penyimpangan Akidah


Agama Bani Israil: Dari Tauhid Menuju Penyimpangan Akidah


Bagaimana sebuah umat yang menerima risalah tauhid dapat mengalami penyimpangan akidah? Bagaimana ajaran yang dibangun di atas fondasi kemurnian tauhid berubah menjadi keyakinan yang, menurut penulis, dipenuhi unsur-unsur keberhalaan dan eksklusivisme rasial?

Inilah pertanyaan yang menjadi titik tolak pembahasan.

Menurut penulis, agama Bani Israil yang diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya mengalami perubahan yang mendasar. Padahal, Israil (Nabi Ya'qub a.s.), putra Nabi Ishaq a.s. dan cucu Nabi Ibrahim a.s., telah menerima ajaran tauhid murni dari leluhurnya. Setelah itu, Allah mengutus para nabi dari kalangan mereka sendiri, hingga datang Nabi Musa a.s. membawa syariat yang berlandaskan tauhid.

Namun perjalanan sejarah mereka, menurut penulis, justru menunjukkan penyimpangan yang berlangsung secara bertahap. Konsep ketuhanan yang semula suci mengalami perubahan. Berbagai mitos dan gambaran antropomorfis tentang Tuhan masuk ke dalam sebagian tradisi keagamaan mereka sehingga, menurut penulis, tidak lagi mencerminkan kemurnian tauhid yang diajarkan para nabi.

Warisan Tauhid Nabi Ibrahim

Al-Qur'an menggambarkan Nabi Ibrahim a.s. sebagai peletak dasar tauhid yang murni, universal, dan terbebas dari segala bentuk kemusyrikan.

Ketika kaumnya menyembah berhala, Ibrahim mengajak mereka berpikir:

"Apakah berhala-berhala itu mendengar doa kalian? Dapatkah mereka memberi manfaat atau menolak mudarat?"

Melalui dialog itu, Ibrahim menegaskan bahwa hanya Allah, Tuhan semesta alam, yang menciptakan, memberi rezeki, menyembuhkan, mematikan, menghidupkan kembali, dan mengampuni dosa manusia. (QS. Asy-Syu'ara: 69–89).

Menjelang wafatnya, Ibrahim mewariskan akidah tersebut kepada anak-anaknya. Wasiat yang sama diteruskan oleh Nabi Ya'qub a.s. kepada keturunannya:

«"Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu. Maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah."»

(QS. Al-Baqarah: 130–133).

Pesannya sederhana tetapi mendasar: tetaplah berpegang teguh kepada tauhid.

Datangnya Musa dan Ujian Bani Israil

Apakah generasi berikutnya mempertahankan warisan itu?

Menurut Al-Qur'an, jawabannya tidak seluruhnya demikian.

Allah mengutus Nabi Musa a.s. membawa syariat yang meneguhkan kembali tauhid, mengajarkan penyucian Allah (tanzih), keadilan, kasih sayang, penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap fakir miskin, larangan menumpahkan darah, serta kewajiban menunaikan ibadah.

Semua prinsip itu ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 83–85.

Namun Al-Qur'an juga mencatat bahwa sebagian dari mereka berulang kali melanggar perjanjian tersebut. Mereka saling membunuh, saling mengusir sesama, serta mengabaikan amanat yang telah mereka ikrarkan.

Penyimpangan yang Terjadi Sejak Masa Musa

Penyimpangan itu, menurut Al-Qur'an, bahkan telah muncul ketika Nabi Musa masih hidup.

Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah penyembahan anak sapi emas yang dibuat oleh Samiri ketika Musa meninggalkan kaumnya untuk menerima wahyu di Bukit Sinai.

Al-Qur'an menyebutkan bahwa kecintaan kepada anak sapi itu telah meresap ke dalam hati mereka akibat kekafiran mereka (QS. Al-Baqarah: 92–93).

Bahkan sebelumnya, setelah keluar dari Mesir, mereka melewati suatu kaum yang sedang menyembah berhala. Melihat pemandangan itu, mereka berkata kepada Musa:

«"Wahai Musa, buatkanlah untuk kami sebuah tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan."»

Musa menjawab bahwa mereka adalah kaum yang tidak memahami hakikat ketuhanan, karena segala sesuatu yang disembah selain Allah pada akhirnya akan binasa (QS. Al-A'raf: 138–139).

Pertanyaannya, bagaimana mungkin sebuah kaum yang baru saja menyaksikan mukjizat pembelahan laut masih meminta dibuatkan berhala?

Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa kebiasaan dan warisan budaya yang telah mengakar sering kali lebih sulit diubah daripada sekadar berpindah tempat.

Gambaran Al-Qur'an tentang Penyimpangan Akidah

Dalam sejumlah ayat lain, Al-Qur'an menyebut berbagai keyakinan yang dinilai menyimpang, di antaranya:

- pernyataan bahwa Uzair adalah putra Allah (QS. At-Taubah: 30);
- ungkapan yang menisbatkan sifat kekurangan kepada Allah, seperti mengatakan "tangan Allah terbelenggu" (QS. Al-Ma'idah: 64);
- ucapan bahwa Allah miskin sedangkan mereka kaya (QS. Ali 'Imran: 181);
- tuntutan agar dapat melihat Allah secara langsung sebelum beriman (QS. Al-Baqarah: 55).

Bagi Al-Qur'an, semua itu merupakan penyimpangan dari prinsip tauhid dan penyucian Allah.

Kritik terhadap Sikap Eksklusif

Menurut penulis, penyimpangan tersebut tidak hanya menyangkut persoalan akidah, tetapi juga melahirkan cara pandang yang eksklusif terhadap kelompok lain.

Sebagai contoh, Al-Qur'an mengutip ucapan sebagian dari mereka:

«"Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi."»

(QS. Ali 'Imran: 75).

Ayat ini dijadikan penulis sebagai contoh munculnya sikap yang membedakan perlakuan moral terhadap sesama kelompok dan terhadap pihak di luar kelompok.

Kritik terhadap Gambaran Antropomorfis dalam Sebagian Teks

Penulis kemudian mengutip beberapa bagian dari Kitab Kejadian dan Kitab Samuel yang, menurut pandangannya, menggambarkan Tuhan dengan sifat-sifat manusia, seperti berjalan di taman, mencari Adam, menyesal karena menciptakan manusia, turun untuk melihat Menara Babel, atau menyesal setelah menurunkan bencana.

Menurut penulis, gambaran-gambaran tersebut berbeda dengan konsep ketuhanan dalam Al-Qur'an yang menegaskan kesempurnaan Allah, kemahatahuan-Nya, dan keterbebasan-Nya dari sifat-sifat makhluk.

Penutup

Dari sudut pandang penulis, perjalanan sejarah Bani Israil memperlihatkan sebuah pelajaran penting.

Tauhid tidak hanya dapat hilang karena penyembahan berhala secara fisik. Ia juga dapat terkikis melalui perubahan cara berpikir, penafsiran yang menyimpang, pengkultusan identitas kelompok, atau gambaran tentang Tuhan yang tidak lagi sesuai dengan ajaran para nabi.

Karena itu, Al-Qur'an berulang kali mengajak manusia untuk kembali kepada agama Ibrahim: tauhid yang murni, penyucian Allah, keadilan, dan kepasrahan sepenuhnya kepada Tuhan semesta alam.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (12) Dakwah (10) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (58) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (108) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (7) Nusantara (284) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (698) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (313) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (172) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)