basmalah Pictures, Images and Photos
Merekahnya Fajar dan Bersinarnya Mentari Risalah Surah Al-'Alaq - Our Islamic Story

Choose your Language

Bersinarnya Mentari Risalah Surah Al-'Alaq Pernahka...

Merekahnya Fajar dan Bersinarnya Mentari Risalah Surah Al-'Alaq

Bersinarnya Mentari Risalah Surah Al-'Alaq


Pernahkah kita berhenti sejenak untuk merenungkan bagaimana sejarah terbesar umat manusia dimulai?

Bukan dengan dentuman perang. Bukan dengan penobatan seorang raja. Bukan pula dengan lahirnya sebuah imperium.

Semua bermula dari sebuah gua sunyi di puncak Hira. Dari seorang manusia yang sedang menyendiri mencari kebenaran. Dari satu kata yang kemudian mengubah arah sejarah:

"Iqra'... Bacalah!"

Para ulama sepakat bahwa lima ayat pertama Surah Al-'Alaq merupakan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ï·º. Riwayat-riwayat yang menyatakan surah lain sebagai wahyu pertama dinilai tidak memiliki kekuatan yang sebanding dengan riwayat yang sahih dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Aisyah ra. mengisahkan bahwa sebelum turunnya wahyu, Rasulullah ï·º sering memperoleh mimpi-mimpi yang benar. Apa yang beliau lihat dalam tidur selalu menjadi kenyataan seterang cahaya fajar. Setelah itu Allah menumbuhkan kecintaan dalam hati beliau untuk berkhalwat di Gua Hira. Di sanalah beliau beribadah dan bertafakur selama beberapa malam, hingga suatu hari datanglah saat yang telah ditentukan Allah.

Malaikat Jibril datang menghampiri beliau seraya berkata,

"Iqra'!"

Beliau menjawab,

"Aku tidak dapat membaca."

Jibril memeluk beliau hingga terasa sesak, kemudian melepaskannya. Perintah itu diulang tiga kali, hingga akhirnya Jibril membacakan firman Allah:

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1–5)

Setelah peristiwa itu Rasulullah ï·º pulang dalam keadaan tubuhnya menggigil.

Beliau berkata kepada Khadijah,

"Selimuti aku... selimuti aku."

Betapa manusiawinya peristiwa itu.

Seorang nabi yang dipilih Allah tetap merasakan takut, gemetar, dan cemas menghadapi pengalaman yang belum pernah dialaminya. Namun di saat genting itulah tampil sosok Khadijah dengan keteguhan iman dan kejernihan hati.

Ia tidak mempertanyakan pengalaman suaminya. Ia tidak meragukannya.

Sebaliknya, ia berkata dengan penuh keyakinan,

"Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Engkau menyambung silaturahim, selalu berkata benar, membantu orang yang kesusahan, memuliakan tamu, dan menolong orang yang tertimpa musibah."

Lalu Khadijah membawa Rasulullah ï·º menemui Waraqah bin Naufal. Setelah mendengar kisah beliau, Waraqah berkata,

"Itulah Namus (Jibril) yang dahulu datang kepada Musa. Andai aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu, pasti aku akan membelamu."

Rasulullah ï·º pun bertanya dengan heran,

"Apakah mereka akan mengusirku?"

Jawaban Waraqah menjadi sebuah nubuwah,

"Tidak ada seorang pun yang membawa risalah seperti yang engkau bawa melainkan pasti akan dimusuhi."


Namun, apakah sesungguhnya makna terbesar dari peristiwa itu?

Apakah ia hanya kisah turunnya wahyu pertama?

Ataukah ia merupakan titik balik terbesar dalam sejarah umat manusia?

Sayyid Qutb mengajak kita berhenti sejenak. Jangan membaca kisah ini sekadar sebagai bagian dari sirah yang berulang kali kita dengar. Sebab, menurut beliau, inilah salah satu peristiwa terbesar yang pernah terjadi di muka bumi.

Mengapa?

Karena pada saat itulah Allah Yang Mahatinggi berkenan berbicara kepada manusia.

Bayangkan sejenak.

Pencipta seluruh galaksi... Penguasa langit dan bumi... Rabb Yang Mahaagung...

memilih seorang manusia di sebuah gua kecil yang nyaris tak dikenal untuk menerima kalam-Nya.

Bukankah itu kemuliaan yang tak terbayangkan?

Peristiwa ini menunjukkan betapa luas kasih sayang Allah.

Bukan karena manusia layak menerimanya.

Bukan pula karena manusia mampu membalasnya.

Melainkan semata-mata karena Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menunjukkan betapa tingginya kedudukan manusia di hadapan Allah ketika ia menerima petunjuk-Nya.

Manusia bukan lagi berjalan hanya dengan akal dan hawa nafsunya.

Kini ia dibimbing langsung oleh wahyu.

Sejak saat itu, ukuran benar dan salah tidak lagi ditentukan oleh kekuatan, tradisi, atau kepentingan manusia.

Ia ditentukan oleh petunjuk dari langit.


Bayangkan bagaimana rasanya hidup pada masa turunnya wahyu.

Setiap persoalan yang muncul menunggu jawaban dari langit.

Setiap kegelisahan mendapatkan bimbingan ilahi.

Setiap langkah diarahkan oleh Allah melalui Rasul-Nya.

Selama dua puluh tiga tahun, bumi seolah terus berhubungan dengan langit.

Itulah masa yang tak pernah terulang.

Ketika Rasulullah ï·º wafat, para sahabat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin.

Mereka kehilangan sesuatu yang jauh lebih besar.

Hubungan langsung antara langit dan bumi telah berakhir.

Karena itulah Ummu Aiman menangis.

Ketika Abu Bakar dan Umar bertanya mengapa ia menangis, ia menjawab,

"Aku tahu apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah. Tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit."

Mendengar itu, Abu Bakar dan Umar pun ikut menangis.

Tangisan itu bukan sekadar karena wafatnya Nabi.

Tangisan itu adalah kerinduan kepada masa ketika Allah terus membimbing umat ini melalui wahyu yang turun dari langit.


Namun jejak peristiwa itu tidak pernah berhenti.

Pengaruhnya terus hidup hingga hari ini.

Manusia dilahirkan kembali oleh Al-Qur'an.

Peradaban dibangun kembali di atas wahyu.

Sejarah berubah arah.

Manusia tidak lagi menjadikan bumi sebagai sumber nilai tertinggi, melainkan menjadikan langit sebagai pedoman kehidupannya.

Karena itu, turunnya wahyu pertama bukan hanya awal kenabian Muhammad ï·º.

Ia adalah kelahiran baru bagi kemanusiaan.


Lalu bagaimana dengan Rasulullah ï·º sendiri?

Apakah setelah menerima wahyu beliau dapat beristirahat?

Tidak.

Sejak saat itu beliau bangkit memikul amanah yang paling berat dalam sejarah manusia.

Beliau tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri.

Seluruh hidupnya diabdikan bagi dakwah.

Beliau menghadapi pertarungan melawan kebodohan, kemusyrikan, kezaliman, hawa nafsu, dan tipu daya setan.

Beliau membina jiwa para sahabat.

Beliau menghadapi penentangan Quraisy.

Beliau memimpin peperangan.

Beliau membangun masyarakat.

Beliau menegakkan peradaban.

Semua itu berlangsung lebih dari dua puluh tahun tanpa jeda.

Di tengah beratnya perjuangan itu, Allah menguatkan beliau melalui qiyamul-lail, tilawah Al-Qur'an, dzikir, kesabaran, dan ketergantungan penuh kepada Rabb semesta alam, sebagaimana ditegaskan dalam awal Surah Al-Muzzammil.

Di sanalah tampak bahwa kekuatan dakwah bukan hanya lahir dari strategi dan perjuangan di siang hari, tetapi juga dari munajat panjang pada malam hari.


Maka ketika kita membaca kata pertama yang turun dari langit,

"Iqra'..."

sesungguhnya kita sedang menyaksikan merekahnya fajar bagi seluruh umat manusia.

Fajar yang mengakhiri kegelapan jahiliah.

Fajar yang menyalakan mentari risalah.

Fajar yang hingga hari ini masih memancarkan cahaya bagi siapa pun yang bersedia membuka hati, membaca ayat-ayat Allah, dan menjadikan wahyu sebagai penuntun hidupnya.


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (13) Dakwah (10) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (58) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (108) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (7) Nusantara (285) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (699) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (314) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (172) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)