basmalah Pictures, Images and Photos
Perlawanan Bersenjata terhadap Imperialisme Portugis di Nusantara - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Perlawanan Bersenjata terhadap Imperialisme Portugis di Nusantara Apa yang terja...

Perlawanan Bersenjata terhadap Imperialisme Portugis di Nusantara

Perlawanan Bersenjata terhadap Imperialisme Portugis di Nusantara

Apa yang terjadi ketika jalur perdagangan yang selama berabad-abad dibangun atas dasar kepercayaan dan kerja sama tiba-tiba berubah menjadi jalur penaklukan? Apa yang dilakukan sebuah bangsa ketika pelabuhan-pelabuhannya direbut, kekayaannya dirampas, dan keyakinannya mulai diusik?

Sejarah Nusantara memberikan jawabannya.

Empat belas tahun setelah menguasai Goa di India, armada Portugis di bawah pimpinan Afonso de Albuquerque berhasil merebut Malaka pada tahun 1511 M, pusat perdagangan Islam yang sangat strategis di Asia Tenggara. Kota yang mula-mula dibangun oleh Parameswara—yang kemudian memeluk Islam dan bergelar Sultan Megat Iskandar Syah—berubah dari pusat perdagangan menjadi basis kekuasaan kolonial.

Lalu apa akibatnya?

Sejak saat itu, tatanan perdagangan yang sebelumnya berlangsung melalui hubungan dagang yang relatif damai berubah menjadi sistem monopoli dan pemaksaan. Portugis tidak datang sekadar sebagai pedagang, tetapi juga sebagai penguasa yang berusaha mengendalikan jalur rempah-rempah. Banyak pedagang Muslim kemudian memindahkan aktivitas perdagangan mereka ke Brunei dan pelabuhan-pelabuhan lain yang masih berada di bawah kekuasaan Islam.

Mengapa Malaka begitu penting?

Karena Malaka merupakan simpul perdagangan yang menghubungkan Nusantara dengan dunia Islam, termasuk Kesultanan Utsmani. Dengan menguasainya, Portugis berharap dapat memutus jaringan perdagangan rempah-rempah dan sekaligus melemahkan kekuatan ekonomi dunia Islam.

Apakah kaum Muslimin tinggal diam?

Tentu tidak.

Kesultanan Demak segera melancarkan ekspedisi militer untuk merebut kembali Malaka pada tahun 1512 M. Kesultanan Aceh kemudian melanjutkan perjuangan tersebut melalui berbagai serangan pada masa-masa berikutnya. Namun, berbagai upaya itu belum berhasil mengusir Portugis. Salah satu penyebab utamanya ialah ketimpangan teknologi militer, terutama dalam bidang persenjataan api, artileri, dan kekuatan armada laut.

Ketika perlawanan terhadap Portugis masih berlangsung, gelombang kolonialisme baru datang dari arah lain.

Pada tahun 1521 M, armada Spanyol yang dipimpin Ferdinand Magellan tiba di kawasan Filipina Selatan dan menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan di wilayah timur Nusantara, termasuk Ternate dan Tidore. Persaingan antara Portugis dan Spanyol pun semakin memperumit situasi politik kawasan.

Sementara itu, Portugis berusaha memperkuat posisinya dengan mendirikan benteng di Sunda Kalapa pada tahun 1522 M.

Namun, berapa lama mereka mampu bertahan?

Hanya lima tahun.

Pada 22 Juni 1527 M atau 22 Ramadan 933 H, pasukan yang dipimpin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bersama menantunya, Fatahillah (Faletehan), berhasil merebut kembali Sunda Kalapa.

Kemenangan itu bukan sekadar kemenangan militer.

Nama Sunda Kalapa kemudian diganti menjadi Fathan Mubina, terinspirasi dari firman Allah dalam Surah Al-Fath ayat 1 tentang "kemenangan yang nyata". Dalam perkembangan selanjutnya, nama itu dikenal sebagai Jayakarta, yang kemudian berubah menjadi Jakarta.

Apakah perubahan nama itu hanya simbol?

Tidak.

Ia menjadi penanda lahirnya harapan baru bahwa penjajahan dapat dilawan dan kemerdekaan dapat dipertahankan. Setelah kemenangan tersebut, Fatahillah dipercaya memimpin Jayakarta, sedangkan Syarif Hidayatullah tetap memegang kepemimpinan politik dan keagamaan di Cirebon hingga wafat pada tahun 1568 M.

Apakah Portugis berhenti setelah kehilangan Sunda Kalapa?

Mereka justru memperluas pengaruhnya ke Kepulauan Maluku dengan membangun benteng dan menjalin hubungan politik dengan berbagai kesultanan.

Sejarawan M. C. Ricklefs menjelaskan bahwa kawasan Maluku pada masa itu dikenal dalam sumber-sumber Arab sebagai Jazirat al-Muluk (Kepulauan Para Raja), karena di sana berdiri sejumlah kerajaan Islam seperti Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, dan Ambon.

Namun, hubungan Portugis dengan Kesultanan Ternate semakin memburuk.

Mengapa?

Karena selain menjalankan kepentingan ekonomi, Portugis juga membawa misi keagamaan yang memicu ketegangan. Campur tangan politik dan upaya kristenisasi menimbulkan perlawanan yang semakin luas.

Puncaknya terjadi pada masa Sultan Baabullah (1570–1583 M).

Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Ternate berhasil mengusir Portugis dari benteng mereka pada tahun 1575 M, setelah perjuangan panjang yang dipicu oleh berbagai tindakan represif kolonial.

Catatan sejarah juga menyebutkan kisah Sultan Tabariji yang ditangkap Portugis, dibuang ke Goa, dipaksa memeluk agama Katolik, diberi nama baptis Dom Manuel, dan sebelum wafat diminta menyerahkan hak atas Ambon kepada pihak Portugis. Peristiwa ini menunjukkan betapa eratnya persaingan politik, perdagangan, dan penyebaran agama pada masa kolonial.

Apa pelajaran yang dapat dipetik dari seluruh rangkaian peristiwa ini?

Kemerdekaan bukan hanya soal wilayah. Kemerdekaan juga menyangkut martabat manusia, kebebasan menjalankan agama, kedaulatan politik, dan keadilan dalam perdagangan.

Ketika semua itu dirampas, perlawanan pun muncul.

Karena itulah berbagai perlawanan terhadap Portugis dan Spanyol kemudian berkembang menjadi gerakan mempertahankan tanah air, masyarakat, dan keyakinan.

Dalam historiografi modern, gerakan-gerakan tersebut sering disebut sebagai embrio nasionalisme. Namun, jika ditelusuri dari konteks zamannya, motivasi para pelaku tidak dapat dilepaskan dari keyakinan keagamaan yang mereka anut. Agama, politik, dan perjuangan mempertahankan negeri merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam realitas sejarah saat itu.

Apakah terusirnya Portugis dari Sunda Kalapa pada 1527 M dan dari Ternate pada 1575 M menandai berakhirnya kolonialisme Barat di Nusantara?

Belum.

Babak berikutnya justru lebih panjang. Memasuki abad ke-17, Portugis dan Spanyol mulai digantikan oleh kekuatan kolonial baru, yaitu Belanda dan Inggris. Sejak saat itu, umat Islam di Nusantara menghadapi gelombang kolonialisme berikutnya yang berlangsung selama berabad-abad dan membentuk perjalanan sejarah Indonesia hingga masa modern.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (65) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (33) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (4) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (319) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (767) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (17) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (250) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)