basmalah Pictures, Images and Photos
Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Karena Pengkhianatan? - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Karena Pengkhianatan? Ada pula penjelasan lain y...

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Karena Pengkhianatan?

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Karena Pengkhianatan?



Ada pula penjelasan lain yang sering dikemukakan untuk menjawab pertanyaan tentang kekalahan tahun 1967.

Jawabannya singkat.

"Semua ini terjadi karena pengkhianatan."

Benarkah demikian?

Apakah sebuah bangsa dapat runtuh hanya karena dikhianati oleh segelintir orang?

Ataukah pengkhianatan hanyalah salah satu gejala dari persoalan yang jauh lebih dalam?

Memang, kemungkinan adanya pengkhianatan tidak dapat begitu saja disangkal.

Sejarah setiap bangsa memperlihatkan bahwa selalu ada orang yang rela menjual negeri, kehormatan, bahkan bangsanya sendiri demi kepentingan pribadi, kelompok, atau kekuasaan.

Orang yang kehilangan iman akan mudah kehilangan amanah.

Orang yang terbiasa mengkhianati Allah dan Rasul-Nya tidak akan merasa berat mengkhianati tanah airnya sendiri.

Karena itu, kemungkinan adanya individu-individu yang berkhianat tetap harus diakui.

Namun pertanyaannya adalah:

Apakah pengkhianatan segelintir orang cukup menjelaskan kehancuran seluruh bangsa?

Seberapa Jauh Pengkhianatan Menjelaskan Kekalahan?

Mari kita berpikir lebih jernih.

Kalau benar ada sebagian pemimpin yang berkhianat, mengapa dampaknya begitu menyeluruh?

Mengapa hampir seluruh sistem pertahanan ikut runtuh?

Mengapa para komandan di berbagai lini mengalami kegagalan pada waktu yang hampir bersamaan?

Mengapa kekalahan menjalar ke seluruh medan perang?

Bukankah pengkhianatan pada umumnya dilakukan oleh individu atau kelompok kecil?

Bukankah sangat sulit membayangkan seluruh bangsa melakukan pengkhianatan secara serempak?

Terlebih lagi, dalam masyarakat Muslim, pengkhianatan terhadap agama dan bangsa bukanlah sesuatu yang mudah diterima. Kalau pun ada, jumlahnya tentu terbatas pada individu-individu yang telah melepaskan nilai-nilai yang mereka yakini.

Karena itu, jika memang terdapat pengkhianatan, kemungkinan besar ia hanya menjelaskan sebagian peristiwa.

Ia tidak cukup menjelaskan keseluruhan kehancuran.

Mengapa Penjelasan Ini Begitu Populer?

Lalu mengapa tuduhan pengkhianatan begitu mudah diterima?

Barangkali karena penjelasan ini terasa sederhana.

Ia menyediakan seorang "tersangka" yang dapat disalahkan.

Dengan menunjuk beberapa orang sebagai pengkhianat, perhatian masyarakat pun dialihkan dari persoalan yang lebih mendasar.

Sistem tidak lagi dipertanyakan.

Cara memimpin tidak lagi dievaluasi.

Budaya politik tidak lagi dikritisi.

Yang dipersoalkan hanyalah siapa yang mengkhianati.

Padahal, jika akar persoalan sebenarnya berada pada sistem yang rusak, maka mengganti beberapa orang saja tidak akan mengubah keadaan.

Wajah pemerintahan mungkin berubah.

Nama para pemimpin mungkin berganti.

Namun apabila cara berpikir, budaya kekuasaan, dan mekanisme yang melahirkan kegagalan tetap dipertahankan, maka hasil akhirnya pun tidak banyak berbeda.

Apa Hakikat Sebuah Pengkhianatan?

Sebuah pertanyaan penting perlu diajukan.

Kapan sebuah tindakan layak disebut sebagai pengkhianatan yang menjadi penyebab utama kehancuran bangsa?

Pengkhianatan memang dapat menjadi faktor penentu apabila sebuah negara sebenarnya telah memiliki sistem yang sehat, pemerintahan yang baik, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Dalam keadaan seperti itu, kerusakan memang bisa berasal dari pengkhianatan segelintir orang.

Namun bagaimana jika sistemnya sendiri telah dipenuhi berbagai kelemahan?

Bagaimana jika kesalahan telah berlangsung lama?

Bagaimana jika budaya yang berkembang justru membuka ruang bagi lahirnya pengkhianatan?

Dalam keadaan seperti itu, pengkhianatan bukan lagi sebab pertama.

Ia justru menjadi buah dari kerusakan yang telah lebih dahulu mengakar.

Bahaya Mengkultuskan Pemimpin

Ada bentuk pengkhianatan lain yang sering luput disadari.

Bukan pengkhianatan kepada musuh.

Melainkan pengkhianatan terhadap akal sehat.

Hal itu terjadi ketika seorang pemimpin ditempatkan di atas kritik.

Ia dianggap selalu benar.

Ia dipandang tidak mungkin keliru.

Setiap keberhasilan dinisbatkan kepadanya.

Setiap kegagalan selalu dibebankan kepada orang lain.

Dalam budaya seperti itu, pemimpin berubah menjadi sosok yang seolah-olah tidak pernah salah.

Ia dipuja layaknya pahlawan tanpa cela.

Selama kemenangan datang, semua pujian diarahkan kepadanya.

Namun ketika kekalahan terjadi, kesalahan segera dicari pada bawahan, rakyat, bahkan pada pengkhianatan orang lain.

Seolah-olah sang pemimpin kehilangan "keris pusaka" yang selama ini dianggap sebagai sumber seluruh kehebatannya.

Padahal, tidak ada manusia yang kebal dari kekeliruan.

Tidak ada kepemimpinan yang boleh diletakkan di atas evaluasi.

Bangsa yang menggantungkan nasibnya kepada kultus individu sedang membuka pintu bagi lahirnya kesalahan yang tidak lagi berani dikoreksi.

Dan ketika kesalahan tidak boleh dikoreksi, kekalahan sering kali hanya tinggal menunggu waktu.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (60) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (34) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (31) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (3) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (119) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (318) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (761) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (13) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)