basmalah Pictures, Images and Photos
Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Agama Penyebabnya? - Our Islamic Story

Choose your Language

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Agama Penyebabnya? Di antara berbaga...

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Agama Penyebabnya?

Kalah dalam Perang Enam Hari 1967: Benarkah Agama Penyebabnya?


Di antara berbagai penjelasan yang muncul setelah kekalahan tahun 1967, barangkali tidak ada yang lebih mengundang perdebatan daripada pendapat yang menyatakan:

"Penyebab kekalahan itu adalah agama."

Benarkah demikian?

Apakah agama memang menjadi penghalang kemajuan?

Apakah keyakinan kepada Tuhan membuat sebuah bangsa tidak mampu memenangkan peperangan?

Ataukah persoalannya justru terletak pada cara manusia memahami dan mengamalkan agamanya?

Sebuah Pandangan yang Mengundang Perdebatan

Pandangan tersebut pernah dikemukakan oleh sastrawan Michael Na'imah dalam sebuah wawancara yang dimuat Majalah Al-Adab di Beirut setelah kekalahan Perang Juni 1967.

Ketika ditanya tentang pelajaran terbesar yang harus dipetik bangsa Arab dari kekalahan itu, ia menjawab kurang lebih demikian:

"Dunia tidak diatur oleh agama. Agama berada di langit, sedangkan urusan kehidupan berada di bumi."

Ia kemudian melanjutkan dengan gagasan yang lebih tegas.

Jika hak suatu bangsa hanya dapat dipertahankan dengan kekuatan militer, jika kekuatan militer hanya dapat dibangun dengan ilmu pengetahuan dan kekayaan, maka—menurutnya—bangsa Arab seharusnya "mengabdi" kepada ilmu dan harta, bukan kepada agama.

Pernyataan itu terdengar provokatif.

Namun benarkah demikian?

Agama atau Cara Beragama?

Pandangan tersebut tampaknya berangkat dari sebuah asumsi bahwa masyarakat Muslim kalah karena terlalu sibuk dengan urusan ibadah dan mengabaikan urusan dunia.

Tetapi, benarkah keadaan ketika itu seperti itu?

Apakah negara-negara Arab yang berperang pada tahun 1967 adalah negara-negara teokratis yang menjadikan agama sebagai pusat kebijakan?

Justru kenyataannya berbeda.

Sebagian besar negara yang terlibat dalam perang saat itu menganut sistem negara modern yang bersifat sekuler.

Militer mereka dibangun dengan doktrin modern.

Persenjataan mereka berasal dari teknologi mutakhir.

Perencanaan perang mereka mengikuti pendekatan militer kontemporer.

Bahkan, di sejumlah tempat, kehidupan keagamaan justru dipinggirkan dari ruang publik.

Kalau demikian, bagaimana mungkin agama dijadikan penyebab utama kekalahan?

Kalaupun ada yang patut dikritik, barangkali bukan agama itu sendiri, melainkan bentuk keberagamaan yang kehilangan semangat perubahan, kerja keras, dan tanggung jawab.

Itu adalah persoalan yang berbeda.

Kritik dari Dalam Dunia Sastra

Penyair lain, Nazar al-Qabbani, juga menulis puisi terkenal Hawamisy 'ala Daftar an-Naksah sebagai respons terhadap kekalahan tersebut.

Dalam puisinya, ia mengkritik berbagai kelemahan masyarakat Arab.

Ia mempertanyakan hilangnya daya juang, matinya kepekaan moral, dan pudarnya keberanian.

Melalui ungkapan-ungkapannya yang tajam, ia seakan bertanya:

Apakah kita masih layak menyebut diri sebagai umat terbaik?

Pertanyaan itu sesungguhnya mengingatkan kita kepada firman Allah:

«"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."»

Ayat ini tidak menjanjikan keunggulan hanya karena identitas.

Keutamaan itu terkait dengan syarat-syarat tertentu.

Selama amar makruf, nahi mungkar, dan keimanan tetap hidup, kemuliaan itu tetap terjaga.

Tetapi apabila syarat-syarat itu ditinggalkan, maka gelar tersebut kehilangan maknanya.

Ketika Agama Hanya Menjadi Ritual

Dalam kritiknya, Nazar al-Qabbani juga menyindir bentuk keberagamaan yang hanya berhenti pada simbol-simbol.

Ia menggambarkan masyarakat yang sibuk berdebat, menulis syair, dan melantunkan doa kemenangan, tetapi lalai membangun kekuatan nyata.

Kritik seperti ini layak direnungkan.

Sebab Islam memang tidak mengajarkan keberagamaan yang pasif.

Namun di sisi lain, kritik terhadap praktik keberagamaan tidak otomatis berarti bahwa agama itu sendiri menjadi penyebab kekalahan.

Keduanya adalah hal yang berbeda.

Benarkah Agama Memimpin Medan Perang Saat Itu?

Faktanya, menjelang Perang Juni 1967, agama justru tidak menjadi kekuatan utama yang menggerakkan kebijakan negara.

Bahkan di beberapa tempat, unsur-unsur keagamaan dijauhkan dari urusan militer dan pemerintahan.

Yang lebih sering terdengar adalah slogan-slogan ideologi, nasionalisme, dan sosialisme.

Dalam salah satu media resmi bahkan pernah dimuat gagasan yang menyerukan lahirnya manusia Arab baru yang melepaskan diri dari agama dan nilai-nilai masa lalu.

Di tengah suasana seperti itulah muncul keyakinan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai dengan meninggalkan agama.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa yang dipersalahkan bukan lagi cara beragama, melainkan agama itu sendiri.

Sebuah Pengalaman di Lapangan

Penulis bahkan mengisahkan sebuah pengalaman yang disaksikannya sendiri.

Ketika sejumlah sukarelawan sedang dipersiapkan untuk berangkat ke medan perang, seorang ulama mengingatkan mereka agar bertakwa kepada Allah dan berpegang teguh kepada agama-Nya.

Harapannya sederhana.

Semoga Allah memberikan pertolongan.

Namun sebagian pemuda yang telah terpengaruh oleh kultus terhadap tokoh politik tertentu segera menyahut:

"Kami tidak mempunyai agama selain senjata."

Ungkapan itu menunjukkan suasana batin yang berkembang ketika itu.

Agama bukan dijadikan sumber kekuatan.

Sebaliknya, ia justru dipandang sebagai penghalang.

Kalau demikian, bagaimana mungkin agama masih dituduh sebagai penyebab kekalahan?

Apa yang Sebenarnya Diajarkan Islam?

Pertanyaan berikutnya menjadi sangat penting.

Agama yang manakah yang sebenarnya dipersalahkan?

Kalau yang dimaksud adalah Islam, maka tuduhan tersebut sulit dipertahankan.

Sebab Al-Qur'an justru memerintahkan umatnya agar mempersiapkan seluruh kekuatan yang mampu mereka bangun.

Allah memerintahkan kaum beriman untuk selalu bersiap siaga.

Allah memperingatkan agar mereka tidak lengah terhadap senjata dan perlengkapan.

Allah memerintahkan mereka maju dengan teratur dan penuh kesiapsiagaan.

Adakah ajaran itu mengarah kepada kemalasan?

Tentu tidak.

Sunnah Nabi: Iman dan Ikhtiar Berjalan Bersama

Demikian pula Rasulullah ï·º.

Beliau mendorong umatnya menguasai keterampilan militer.

Beliau memuji orang yang membuat senjata.

Beliau memuji orang yang menggunakannya.

Beliau menganjurkan memanah, berenang, dan berbagai kemampuan yang memperkuat kesiapan umat.

Beliau bahkan mengingatkan bahwa meninggalkan keterampilan yang telah dipelajari merupakan sikap yang tercela.

Islam juga menjadikan jihad sebagai bagian dari tanggung jawab seorang Muslim, bukan sekadar slogan, tetapi kesiapan berkorban demi mempertahankan kebenaran.

Tawakal Bukan Berarti Pasrah

Lebih jauh lagi, Islam tidak pernah mengajarkan fatalisme.

Keimanan kepada takdir bukan alasan untuk meninggalkan sebab-sebab.

Ketika Rasulullah ï·º ditanya tentang usaha manusia dalam menghadapi takdir, beliau menjelaskan bahwa ikhtiar juga merupakan bagian dari takdir Allah.

Karena itu beliau menegur orang yang membiarkan untanya tanpa diikat dengan alasan bertawakal.

Sabda beliau sangat terkenal:

"Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah."

Di situlah keseimbangan Islam.

Usaha dilakukan semaksimal mungkin.

Tawakal datang setelah ikhtiar dijalankan.

Pelajaran yang Perlu Diambil

Karena itu, sulit menerima anggapan bahwa agama merupakan penyebab kekalahan tahun 1967.

Yang mungkin menjadi persoalan adalah ketika agama dipahami secara keliru, direduksi menjadi sekadar ritual, atau bahkan disingkirkan sama sekali dari pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab.

Islam yang diajarkan Al-Qur'an dan dicontohkan Rasulullah ï·º justru memadukan iman, ilmu, ikhtiar, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab.

Agama seperti itulah yang membentuk generasi-generasi awal Islam.

Dan agama seperti itu pula mustahil menjadi penyebab sebuah kekalahan.

Jika kekalahan terjadi, maka yang perlu dikoreksi bukanlah ajaran agamanya, melainkan sejauh mana umat benar-benar menghayati dan mengamalkan ajaran tersebut dalam kehidupan dan perjuangan mereka.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (7) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (56) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (107) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (7) Nusantara (282) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (690) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (308) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)