basmalah Pictures, Images and Photos
Arab Kalah Perang Enam Hari 1967: Pertikaian Internal dalam Negri - Our Islamic Story

Choose your Language

Arab Kalah Perang Enam Hari 1967: Introspeksi Internal  Bagaimanakah seharusnya ...

Arab Kalah Perang Enam Hari 1967: Pertikaian Internal dalam Negri

Arab Kalah Perang Enam Hari 1967: Introspeksi Internal 



Bagaimanakah seharusnya kita bersikap setelah bencana besar 5 Juni 1967? Sebuah peristiwa yang oleh banyak orang disebut sebagai bencana kedua—bahkan ketiga—dalam rentang waktu kurang dari dua puluh tahun, sejak tragedi 1948 hingga kekalahan tahun 1967.

Apa yang harus kita lakukan ketika harapan-harapan besar runtuh? Ketika mimpi-mimpi yang selama ini dibangun seakan lenyap diterpa angin? Ketika tokoh-tokoh yang dahulu dielu-elukan sebagai penyelamat ternyata tidak mampu memberikan pertolongan pada saat yang paling dibutuhkan?

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan:

«"Maka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat menolong mereka sedikit pun ketika azab Tuhanmu datang. Bahkan sembahan-sembahan itu tidak menambah apa pun kepada mereka selain kebinasaan." (QS. Hud [11]: 101)»

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang mengguncang hati setiap orang yang peduli. Bagaimana kita membersihkan kehinaan yang menimpa? Bagaimana membebaskan negeri yang dirampas? Bagaimana mengusir para penjajah dan mengembalikan hak kepada pemiliknya yang sah?

Sebelum mencari jalan keluar, ada dua hal yang semestinya tidak lagi menjadi perdebatan.

Pertama, kita harus berani berpikir.

Bangsa yang sedang menghadapi musibah tetapi enggan melakukan introspeksi hanya akan mengulangi kegagalan yang sama. Peristiwa besar akan terus berlalu, sementara mereka tetap terlelap dalam kelengahan.

Karena itu, pengalaman pahit harus diubah menjadi pelajaran. Kekalahan tidak boleh sekadar dikenang, tetapi harus dipahami.

Allah berfirman:

«"Maka apakah mereka tidak berjalan di bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Sesungguhnya yang buta itu bukanlah mata, tetapi yang buta ialah hati yang berada di dalam dada." (QS. Al-Hajj [22]: 46)»

Ayat ini bukan sekadar mengajak manusia berkelana dari satu negeri ke negeri lain. Lebih dari itu, ia mengajarkan agar manusia belajar dari kenyataan yang sedang mereka alami.

Kita tidak perlu mencari pelajaran ke tempat yang jauh. Kita sendiri sedang hidup di tengah pelajaran itu. Kita sendiri sedang mengalaminya.

Bukankah Al-Qur'an berulang kali memerintahkan manusia untuk berpikir, merenung, dan menggunakan akalnya?

Bukankah Islam menjadikan berpikir sebagai bagian dari ibadah?

Bahkan dalam khazanah para ulama terdapat ungkapan bahwa berpikir sesaat dengan benar lebih bernilai daripada ibadah yang panjang tanpa pemahaman.

Karena itu, sikap berpangku tangan bukanlah pilihan. Yang harus dilakukan ialah berpikir secara jernih, mendalam, dan jujur.

René Descartes pernah berkata, Cogito, ergo sum—"Aku berpikir, maka aku ada."

Jangan sampai ada yang mencemooh kita dengan mengatakan, "Kalian tidak pernah benar-benar ada, karena kalian tidak pernah mau berpikir."

Lalu, apa pertanyaan pertama yang harus diajukan?

Pertanyaan itu sederhana, tetapi sangat menentukan:

Mengapa kita kalah?

Sebab, orang yang tidak mengetahui penyebab kekalahannya tidak akan pernah mengetahui jalan menuju kemenangan.

Pembahasan ini tidak dimaksudkan untuk mengulas kembali kekalahan negara-negara Arab pada tahun 1948. Banyak orang telah berpendapat bahwa salah satu penyebab utamanya ialah dominasi semangat nasionalisme sempit yang justru menjadi alat penghancur bagi mereka sendiri.

Yang ingin dikaji di sini adalah pertanyaan lain.

Mengapa, setelah tujuh belas tahun berlalu, setelah berbagai negara Arab merdeka berdiri, setelah jumlah tentara bertambah dan persenjataan semakin modern, kekalahan justru kembali terulang pada Perang Juni 1967?

Berbagai Penjelasan tentang Sebab Kekalahan

Sesudah perang usai, bermunculan berbagai komentar untuk menjelaskan penyebab kekalahan tersebut.

Sebagian lahir dari kejujuran.

Sebagian lagi hanya menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Ada yang membuat orang menangis.

Ada pula yang justru mengundang senyum getir.

"Kita Tidak Kalah"

Barangkali inilah pernyataan yang paling mengherankan.

Sebagian pejabat yang bertanggung jawab justru mengatakan:

"Kita tidak kalah."

Menurut mereka, sasaran utama Israel bukanlah merebut wilayah, melainkan menjatuhkan pemerintahan revolusioner. Selama pemerintahan itu tetap berdiri, maka Israel dianggap gagal, meskipun wilayah yang luas telah jatuh ke tangan musuh.

Logika seperti ini menimbulkan pertanyaan besar.

Benarkah kehilangan tanah air bukan persoalan penting?

Bukankah inti persoalan Palestina sejak awal adalah perampasan tanah?

Bukankah berdirinya negara Zionis Israel sendiri berawal dari penguasaan wilayah yang sebelumnya dihuni bangsa Palestina?

Kalau demikian, bagaimana mungkin hilangnya wilayah dianggap bukan kekalahan?

Lebih mengherankan lagi, apakah benar Israel begitu terobsesi menjatuhkan para pemimpin revolusioner sehingga tujuan utamanya bukan lagi merebut wilayah?

Sejarah justru memperlihatkan hal yang berbeda.

Perhatian sebagian rezim lebih banyak diarahkan kepada persaingan politik internal daripada menghadapi musuh di perbatasan.

Energi mereka habis untuk membungkam lawan politik.

Partai lebih diutamakan daripada rakyat.

Ideologi ditempatkan di atas agama.

Lawan politik dianggap lebih berbahaya daripada Israel.

Tidak mengherankan apabila muncul komentar sinis:

"Mereka sebenarnya tidak sedang berperang, bahkan tidak pernah benar-benar berniat berperang."

Pertanyaan pun layak diajukan.

Mengapa pemerintahan yang dicap "reaksioner" justru lebih banyak menjadi sasaran permusuhan dibanding penjajah yang menduduki Palestina?

Apakah ancaman terbesar sebenarnya datang dari Israel, atau justru dari sesama bangsa Arab yang berbeda orientasi politik?

Mencari Kambing Hitam

Penjelasan lain yang juga sering dikemukakan adalah tuduhan bahwa kekalahan terjadi akibat campur tangan langsung Amerika Serikat.

Benarkah demikian?

Kalaupun benar ada dukungan kekuatan besar kepada Israel, apakah itu otomatis menghapus tanggung jawab para pemimpin sendiri?

Tentu tidak.

Sebab kenyataan di medan perang tetap tidak berubah.

Yang kalah tetap kalah.

Yang kehilangan wilayah tetap kehilangan wilayah.

Yang harus mempertanggungjawabkan kebijakan tetaplah para pemimpin yang memegang kendali.

Selama bertahun-tahun rakyat telah mendengar pidato-pidato yang penuh keyakinan. Mereka dijanjikan kemenangan. Mereka diyakinkan bahwa Israel akan diberi pelajaran.

Namun ketika kenyataan berbicara sebaliknya, berbagai alasan pun bermunculan.

Alih-alih melakukan evaluasi yang jujur, sebagian memilih mencari kambing hitam.

Padahal, sebuah bangsa tidak akan bangkit hanya dengan menyalahkan pihak lain.

Kebangkitan selalu dimulai dari keberanian mengakui kelemahan sendiri, kemudian memperbaikinya dengan kejujuran, ilmu, dan tindakan nyata.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (7) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (56) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (107) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (7) Nusantara (282) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (690) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (308) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)