basmalah Pictures, Images and Photos
Akidah dan Kemerdekaan yang Sempurna - Our Islamic Story

Choose your Language

Akidah dan Kemerdekaan yang Sempurna "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolo...

Akidah dan Kemerdekaan yang Sempurna


Akidah dan Kemerdekaan yang Sempurna

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."

«إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
(QS. Al-Fātiḥah: 5)»

Apakah kebebasan manusia hanya berarti bebas memilih, bebas berbicara, atau bebas memiliki harta?

Ataukah kemerdekaan yang sejati justru dimulai ketika hati tidak lagi diperbudak oleh siapa pun selain Allah?

Ayat kelima Surah Al-Fātiḥah merupakan inti dari seluruh ajaran tauhid. Setelah Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb semesta alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Penguasa Hari Pembalasan, manusia diajarkan bagaimana seharusnya merespons semua pengenalan itu.

Jawabannya bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan sebuah ikrar yang diulang setiap hari dalam setiap rakaat salat:

«"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."»

Kalimat ini bukan sekadar doa. Ia adalah deklarasi akidah, pernyataan loyalitas, sekaligus manifesto kemerdekaan seorang mukmin.

Tauhid yang Membebaskan Manusia

Mengapa Allah mendahulukan kalimat iyyāka (hanya kepada-Mu)?

Dalam balaghah Arab, mendahulukan objek menunjukkan pembatasan (qaṣr). Artinya, ibadah benar-benar dikhususkan hanya kepada Allah. Demikian pula permohonan pertolongan hanya ditujukan kepada-Nya.

Karena itu, seorang muslim tidak boleh menjadikan apa pun sebagai sesembahan selain Allah, baik berupa manusia, kekuasaan, harta, ideologi, maupun hawa nafsu.

Di sinilah letak kemerdekaan manusia yang sesungguhnya.

Selama hati masih bergantung kepada makhluk, manusia belum benar-benar merdeka. Ia bisa menjadi budak kekuasaan, budak popularitas, budak materi, bahkan budak pendapat manusia.

Namun ketika ia hanya tunduk kepada Allah, seluruh bentuk perbudakan itu runtuh dengan sendirinya.

Inilah makna terdalam dari tauhid.

Kemerdekaan dari Segala Bentuk Perbudakan

Sayyid Qutb menjelaskan bahwa ayat ini merupakan titik pemisah antara dua kehidupan.

Di satu sisi ada manusia yang hanya menghambakan diri kepada Allah.

Di sisi lain ada manusia yang diperbudak oleh berbagai kekuatan selain Allah.

Perbudakan itu tidak selalu berupa rantai besi.

Seseorang bisa diperbudak oleh ideologi yang sesat, tradisi yang keliru, sistem kehidupan yang menyalahi fitrah, bahkan oleh hawa nafsunya sendiri.

Tauhid datang untuk membebaskan manusia dari seluruh belenggu tersebut.

Ketika seorang mukmin mengucapkan, "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah," sesungguhnya ia sedang menyatakan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang berhak menguasai hati dan jiwanya selain Allah.

Mengapa Ibadah Didahulukan daripada Memohon Pertolongan?

Menariknya, ayat ini tidak berbunyi:

"Hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan, lalu kami menyembah."

Tetapi justru:

"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan."

Mengapa demikian?

Para ulama menjelaskan bahwa ibadah adalah kewajiban manusia kepada Allah, sedangkan pertolongan merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya.

Karena itu, seorang hamba diajarkan untuk mendahulukan kewajibannya sebelum memohon haknya.

Lebih menarik lagi, Al-Qur'an menggunakan kata "kami" (na'budu dan nasta'īn), bukan "aku."

Ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak berjalan sendirian. Ia merupakan bagian dari umat yang bersama-sama beribadah, saling menguatkan, dan memohon pertolongan kepada Allah.

Tauhid Melahirkan Ibadah, Ibadah Menguatkan Tauhid

Mengapa seseorang beribadah?

Karena ia mengenal Tuhannya.

Semakin seseorang mengenal kebesaran Allah, semakin besar pula rasa syukur, cinta, takut, dan harap kepada-Nya.

Perasaan inilah yang melahirkan ibadah.

Sebaliknya, ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan semakin menguatkan tauhid di dalam hati.

Karena itulah tauhid dan ibadah tidak dapat dipisahkan.

Tauhid melahirkan ibadah.

Ibadah memelihara tauhid.

Hubungan keduanya saling menguatkan seperti akar dan batang sebuah pohon.

Ibadah yang Mengubah Akhlak

Ibadah dalam Islam bukan sekadar rangkaian gerakan lahiriah.

Ibadah adalah seluruh perkataan, perbuatan, dan niat yang dilakukan untuk mencari rida Allah.

Jika ibadah lahir dari keyakinan yang benar, maka ia akan mengubah perilaku pelakunya.

Salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Puasa melatih kesabaran dan menumbuhkan empati kepada kaum miskin.

Zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir.

Haji melatih persaudaraan dan pengorbanan.

Sebaliknya, ibadah yang hanya dilakukan sebagai rutinitas atau tradisi tanpa kehadiran hati akan kehilangan ruhnya.

Ia bagaikan patung yang menyerupai manusia, tetapi tidak memiliki kehidupan.

Seorang Mukmin Memandang Kekuatan dengan Cara yang Berbeda

Bagaimana seorang mukmin memandang kekuatan manusia?

Menurut Sayyid Qutb, kekuatan manusia hanya terbagi menjadi dua.

Pertama, kekuatan yang beriman kepada Allah dan berjalan di atas manhaj-Nya.

Kekuatan seperti ini harus didukung karena menjadi sarana menegakkan kebenaran.

Kedua, kekuatan yang memutus hubungan dengan Allah dan membangun kehidupan di atas kesesatan.

Sekuat apa pun tampaknya, kekuatan seperti ini sesungguhnya rapuh.

Mengapa?

Karena ia telah terputus dari sumber kekuatan yang hakiki, yaitu Allah.

Al-Qur'an mengingatkan:

«"Betapa banyak golongan yang sedikit mampu mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah."
(QS. Al-Baqarah: 249).»

Kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah, teknologi, atau kekuatan material.

Ia bergantung pada hubungan dengan Sang Pemilik seluruh kekuatan.

Alam Bukan Musuh Manusia

Bagaimana seorang muslim memandang alam?

Pandangan Islam sangat berbeda dengan pandangan yang melihat alam sebagai musuh yang harus ditaklukkan.

Menurut Sayyid Qutb, alam dan manusia sama-sama merupakan ciptaan Allah.

Keduanya tunduk kepada kehendak-Nya.

Karena itu hubungan manusia dengan alam seharusnya bukan hubungan permusuhan, melainkan hubungan persahabatan.

Allah sendiri berfirman:

«"Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya."
(QS. Al-Jātsiyah: 13).»

Ketika manusia mempelajari sunnatullah yang berlaku di alam semesta, sesungguhnya ia sedang membaca tanda-tanda kebesaran Allah.

Kemajuan ilmu pengetahuan bukanlah hasil "menaklukkan alam", melainkan buah dari memahami hukum-hukum Allah yang bekerja di alam.

Karena itu, setiap penemuan ilmiah semestinya melahirkan rasa syukur, bukan kesombongan.

Berusaha, Berdoa, dan Bertawakal

Lalu mengapa kita diperintahkan hanya meminta pertolongan kepada Allah, sementara pada ayat lain Allah memerintahkan kita saling tolong-menolong?

Tidak ada pertentangan.

Islam mengajarkan keseimbangan.

Manusia wajib berusaha semaksimal mungkin.

Ia diperintahkan bekerja, belajar, berikhtiar, bermusyawarah, dan saling membantu dalam kebaikan.

Namun, setelah seluruh ikhtiar dilakukan, seorang mukmin menyadari bahwa masih ada banyak hal di luar kemampuannya.

Ada sebab-sebab yang tidak diketahuinya.

Ada rintangan yang tidak mampu diatasinya.

Di sinilah ia mengangkat kedua tangannya kepada Allah.

Ia berdoa.

Ia memohon taufik.

Ia memohon hidayah.

Ia memohon pertolongan.

Lalu ia bertawakal kepada-Nya.

Inilah makna sejati dari firman Allah:

«"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."»

Penutup

Setiap kali seorang muslim membaca ayat ini dalam salatnya, sesungguhnya ia sedang memperbarui janji kepada Allah.

Ia memperbarui tauhidnya.

Ia membebaskan dirinya dari segala bentuk penghambaan kepada makhluk.

Ia mengakui bahwa seluruh ibadah hanya untuk Allah, seluruh harapan hanya kepada Allah, dan seluruh pertolongan pada hakikatnya berasal dari Allah.

Inilah akidah yang melahirkan manusia yang merdeka.

Merdeka dari hawa nafsu.

Merdeka dari tekanan manusia.

Merdeka dari ketakutan kepada selain Allah.

Dan justru karena hanya tunduk kepada Allah, ia menjadi manusia yang paling kuat, paling tenang, dan paling bebas dalam menjalani kehidupan.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (54) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (320) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (52) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (104) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (666) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (300) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (34) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)