basmalah Pictures, Images and Photos
Nabi Muhammad dan Pengaruh Bacaan Al-Qur’an terhadap Orang Kafir - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Nabi Muhammad dan Pengaruh Bacaan Al-Qur’an terhadap Orang Kafir Per...

Nabi Muhammad dan Pengaruh Bacaan Al-Qur’an terhadap Orang Kafir

Nabi Muhammad dan Pengaruh Bacaan Al-Qur’an terhadap Orang Kafir

Perjalanan waktu juga mengambil bagian penting dalam mempersiapkan Nabi Muhammad saw. untuk mengenalkan ajaran Islam kepada orang-orang terdekatnya. Allah SWT membesarkan hati beliau dengan memerintahkannya untuk bangun pada malam hari, membaca, dan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an dalam keheningan malam.

> يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ ۝ قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ۝ نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ۝ أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا



“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” 29

Perintah untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil tersebut bukan sekadar persiapan pribadi bagi Nabi Muhammad saw. Bacaan Al-Qur’an kemudian menjadi salah satu sarana penting dalam menyampaikan risalah kepada masyarakat. Bahkan, pengaruhnya dapat dirasakan oleh orang-orang yang pada saat itu menjadi penentang keras dakwah beliau.

Hal ini dapat kita lihat dari kisah para pembesar Quraisy yang diam-diam mendengarkan bacaan Al-Qur’an Nabi Muhammad saw. Ibnu Ishaq menulis:

> “Muhammad bin Muslim bin Shihab az-Zuhri bercerita bahwa Abu Sufyan bin Harb, Abu Jahl Hisham, dan al-Akhnas bin Shariq bin Amr bin Wahb ath-Thaqafi (sekutu kaum Bani Zuhra) suatu malam jalan-jalan mencuri dengar bacaan Al-Qur’an Nabi Muhammad di rumahnya. Tiap tiga orang dalam kelompok berusaha memilih tempat yang aman dan tak seorang pun di antara mereka mengetahui keberadaan yang lain. Setelah fajar mereka bubar dan satu sama lain bertemu saat kembali ke rumah.

Sebagai anggota komplotan, masing-masing menceritakan pengalaman, ‘Jangan engkau ulangi lagi perbuatan ini, nanti kamu akan terkesima.’ Mereka pulang dan malam berikutnya kembali mendengar, dan bercerita pengalaman satu sama lain di waktu fajar. Pada malam ketiga mereka berkumpul pada pagi hari sambil berkata, ‘Kita tak akan meninggalkan tempat kecuali setelah berikrar sungguh-sungguh tak akan mengulangi lagi.’ Setelah berjanji mereka bubar.

Beberapa saat kemudian dengan membawa tongkat, al-Akhnas pergi ke rumah Abu Sufyan dan menanyakan apa yang telah mereka dengar dari Nabi Muhammad. Abu Sufyan menjawab, ‘Demi Allah, aku mendengar sesuatu yang saya tidak dapat memahami artinya dan entah apa yang mereka maksudkan.’

Al-Akhnas berkata, ‘Persoalannya sama seperti yang saya alami.’ Kemudian ia pergi mendatangi rumah Abu Jahl menanyakan hal yang sama. Ia menjawab, ‘Apa sebenarnya yang saya dengar? Kami dan suku kabilah Abd Manaf selalu berkompetisi dalam meraih ketinggian kedudukan di tengah masyarakat. Mereka memberi makan orang miskin dan kami juga melakukan hal yang sama. Mereka terlibat menyelesaikan persoalan orang lain, demikian juga kami. Mereka menunjukkan sikap murah hati terhadap orang lain, kami juga mengikutinya. Kami berpacu seperti dua pasukan yang melangkah sama cepatnya. Tiba-tiba mereka menyatakan, “Kami memiliki seorang nabi yang telah menerima wahyu dari langit.” Bila kita hendak memiliki hal seperti itu? Saya bersumpah, tak mungkin pernah percaya kepadanya dan tak mungkin pula aku memanggilnya sebagai orang jujur.’” 30



Kisah tersebut memperlihatkan sesuatu yang menarik. Di satu sisi, para pembesar Quraisy memiliki kebencian yang kuat terhadap Nabi Muhammad saw. dan risalah yang dibawanya. Namun, di sisi lain, mereka tidak mampu menghindarkan diri dari pengaruh bacaan Al-Qur’an. Mereka bahkan diam-diam datang untuk mendengarkannya.

Bukan hanya sekali. Mereka mengulangi perbuatan tersebut selama tiga malam, meskipun masing-masing telah berjanji untuk tidak mengulanginya. Bahkan, mereka merasa khawatir jika diketahui oleh yang lain bahwa mereka sebenarnya tertarik mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Dengan demikian, semakin keras penentangan mereka, semakin tampak pula daya tarik Al-Qur’an ketika dibacakan. Bacaan yang pada awalnya terdengar dalam keheningan malam kemudian terdengar pada siang hari dan menjangkau semakin banyak orang. Kondisi inilah yang semakin menambah kekhawatiran orang-orang Quraisy.

Mereka kemudian berusaha mencari cara untuk membendung pengaruh tersebut. Salah satu upaya mereka adalah menyusun narasi yang dapat menjauhkan masyarakat dari Nabi Muhammad saw. Sekelompok orang Quraisy mendatangi al-Walid bin al-Mughirah, seorang tokoh yang cukup bergengsi di tengah masyarakat. Mereka meminta agar disepakati satu pendapat mengenai Nabi Muhammad sehingga masyarakat Arab yang datang ke Mekah tidak mendapatkan keterangan yang berbeda-beda.

Al-Walid kemudian diminta memberikan pendapatnya tentang Nabi Muhammad. Setelah mendengar berbagai usulan—bahwa Muhammad adalah peramal, penyair, atau tukang sihir—ia menolaknya satu demi satu. Pada akhirnya, ia mengatakan:

> “Demi Tuhan, kata-katanya indah, akarnya seperti pohon kurma yang dahannya sangat berguna, dan semua apa yang Anda katakan akan dikenal sebagai cerita palsu. Yang mungkin mendekati kebenaran adalah seperti yang Anda sebut: ia seorang sahir pembawa risalah yang memisahkan seseorang dari ayah, saudara, ataupun istri dan keluarganya.” 32



Pernyataan al-Walid tersebut menunjukkan bahwa mereka sendiri menyadari keistimewaan perkataan Nabi Muhammad saw. Mereka tidak mampu begitu saja menyamakan Al-Qur’an dengan perkataan seorang penyair, peramal, atau tukang sihir. Karena itu, mereka berusaha mencari istilah yang dapat membangun jarak antara masyarakat dan Nabi Muhammad saw., sekalipun mereka mengakui keindahan dan kekuatan perkataannya.

Pengaruh bacaan Al-Qur’an juga terlihat dalam pengalaman Abu Bakar. Ia membangun sebuah masjid di samping rumahnya di Mekah. Di tempat tersebut ia melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur’an. Orang-orang kafir kemudian mendatangi Ibnu ad-Daghinah, orang yang memberikan perlindungan kepada Abu Bakar. Mereka meminta agar Abu Bakar tidak lagi membaca Al-Qur’an dengan suara yang dapat didengar masyarakat, karena banyak perempuan dan anak-anak yang diam-diam mendengarkan bacaannya dan ternyata mudah terpengaruh.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan bagian penting dari peran Nabi Muhammad saw. dalam menyampaikan wahyu. Al-Qur’an bukan hanya disimpan dalam hati, tetapi dibacakan kepada manusia sehingga mereka mendengar langsung kalam Allah SWT.

4. PERANAN NABI MUHAMMAD TERHADAP AL-QUR’AN

Al-Qur’an secara konsisten menggunakan kosa kata talā, yutlā, atlu, tatlū, yatlū, dan bentuk-bentuk lainnya. Kita dapat menemukan penggunaan kata-kata tersebut, antara lain, dalam QS al-Baqarah [2]: 129, 151, QS Ali ‘Imran [3]: 164, QS al-Hajj [22]: 45, dan QS al-Jumu‘ah [62]: 2, serta banyak ayat lainnya.

Kesemuanya memberikan isyarat tentang peranan Nabi Muhammad saw. dalam mengenalkan wahyu Allah kepada seluruh masyarakat. Rasulullah saw. membacakan ayat-ayat Allah kepada manusia sehingga wahyu yang diterimanya dapat didengar, dipahami, dan kemudian diamalkan.

Namun, bacaan saja tidak cukup. Tanggung jawab Nabi Muhammad saw. terhadap kalamullah mencakup pula pengajaran, penyucian jiwa, dan penjelasan terhadap wahyu. Hal ini bahkan telah disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim a.s.:

> “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah serta menyucikan mereka.” 34



Allah SWT kemudian menjelaskan bahwa doa tersebut diwujudkan dengan diutusnya Nabi Muhammad saw.:

> لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ وَآيَاتِهِ، وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ ....



“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah).” 35

Hal yang sama ditegaskan dalam firman Allah:

> كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُوا عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ .....



“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu, menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Kitab dan Hikmah...” 36

Dengan demikian, peranan Nabi Muhammad saw. terhadap Al-Qur’an tidak berhenti pada aktivitas membacakan ayat-ayatnya. Beliau juga menyucikan jiwa manusia dan mengajarkan Kitab serta hikmah. Bacaan menjadi pintu masuk, sedangkan pengajaran dan penyucian menjadi bagian dari proses pembentukan manusia oleh wahyu.

Perhatian Nabi Muhammad saw. terhadap Al-Qur’an juga terlihat ketika beliau menerima wahyu. Beliau sangat bersemangat menghafalkan ayat-ayat yang turun sehingga terkadang tergesa-gesa menggerakkan lidah mengikuti wahyu yang sedang disampaikan. Allah SWT kemudian memberikan jaminan kepadanya:

> لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ۝ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْءَانَهُ ۝ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْءَانَهُ ۝ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ



“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). Sesungguhnya atas tanggungan Kami mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.”

Ayat tersebut menunjukkan perhatian Nabi Muhammad saw. yang sangat besar dalam menerima dan menghafalkan Al-Qur’an. Beliau tampak begitu bersemangat mengikuti setiap ayat yang turun sehingga lidahnya segera bergerak sebelum rangkaian wahyu selesai disampaikan.

Allah SWT kemudian menenangkan beliau agar tidak tergesa-gesa. Pengumpulan Al-Qur’an dalam dada Nabi, kemampuan membacanya, dan penjelasannya berada dalam jaminan Allah SWT. Dengan demikian, wahyu tidak hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., tetapi juga dipelihara dalam hafalannya dan kemudian disampaikan kepada manusia melalui bacaan, pengajaran, dan keteladanan beliau.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (60) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (34) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (31) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (3) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (119) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (318) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (762) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (13) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)