basmalah Pictures, Images and Photos
Tanah sebagai Amanah - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Paling banyak dibaca

Pengelolaan Tanah  Islam telah mengakui tanah sebagai salah satu faktor produksi...

Tanah sebagai Amanah


Pengelolaan Tanah 

Islam telah mengakui tanah sebagai salah satu faktor produksi, meskipun tidak sepenuhnya dalam pengertian yang sama seperti yang digunakan dalam ilmu ekonomi modern. Dalam tulisan-tulisan klasik, tanah yang dianggap sebagai faktor produksi penting mencakup seluruh sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi, seperti permukaan bumi, kesuburan tanah, serta sumber daya udara, air, mineral, dan seterusnya.

Memang benar, tidak ada bukti bahwa Islam menolak definisi ilmu ekonomi modern mengenai tanah sebagai faktor produksi. Islam mengakui tanah sebagai faktor produksi, tetapi menekankan bahwa pemanfaatannya harus diarahkan pada penciptaan manfaat yang dapat memaksimalkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip dasar etika ekonomi. Hukum Al-Qur'an dan Sunnah Nabi mengenai hal ini sangat jelas. Dalam arti yang sesungguhnya, metode pemanfaatan tanah sebagai faktor produksi dalam Islam memiliki karakter yang khas.

Baik Al-Qur'an maupun Sunnah banyak memberikan tekanan pada pembudidayaan tanah secara baik. Kitab Suci Al-Qur'an menaruh perhatian pada perlunya mengubah tanah kosong menjadi kebun-kebun, mengatur pengairannya, dan menanaminya dengan tanaman yang baik. Dalam Al-Qur'an dikatakan:

«“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau hujan ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan tanam-tanaman yang daripadanya dapat makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri....”

(Q.S. As-Sajdah, 32:27).»

Kita mempunyai bukti bahwa Islam memberikan dorongan untuk membudidayakan tanah kosong. Hal itu bersumber dari Aisyah yang meriwayatkan bahwa Nabi saw. pernah berkata:

«“Siapa saja yang menanami tanah yang tiada pemiliknya akan lebih berhak atasnya.”

(Bukhari).»

Karena Islam mengakui pemilikan tanah dan penggarapannya, maka tanah diperkenankan diberikan kepada orang lain untuk digarap dengan menerima sebagian hasilnya atau uang. Akan tetapi, bersamaan dengan itu, dianjurkan agar seseorang yang memiliki tanah dan mampu memberikannya kepada saudara-saudaranya yang miskin untuk digarap tanpa sewa.

Ibn Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. memberikan tanah-tanah Khaibar kepada orang Yahudi dengan syarat mereka mendapatkan setengah dari hasilnya (Bukhari).

Selanjutnya, Rafi' meriwayatkan:

«“Mereka biasanya mendapat tanah untuk ditanami pada zaman Nabi saw., dengan mengambil tanaman yang tumbuh pada jalan air atau apa saja yang oleh si pemilik telah disediakan untuk dirinya. Maka Nabi saw. melarang hal ini.”»

Saya, sebagai perawi, bertanya kepada Rafi':

«“Bagaimana jika hal itu didasarkan atas pembayaran dinar dan dirham?”»

Rafi' berkata bahwa Nabi saw. tidak melarangnya (Bukhari).

'Amr berkata, “Saya mengatakan kepada Tawus, ‘Engkau harus meninggalkan Mukhabarah, karena mereka mengatakan bahwa Nabi saw. melarang hal ini.’”

Tawus berkata, “Ibn 'Abbas memberitahu saya bahwa Nabi saw. tidak melarang hal ini, tetapi beliau hanya berkata:

«“Jika seorang di antara kalian memberikannya sebagai hadiah kepada saudaranya, adalah lebih baik baginya daripada menerima pembayaran untuk itu.”

(Bukhari, Muslim, dan Mishkat).»

Hal tersebut menunjukkan adanya nasihat bagi orang yang memiliki tanah luas tetapi tidak mampu menggarapnya sendiri. Hal itu tidak berarti bahwa tanah sama sekali tidak boleh disewakan kepada seorang penyewa.

Islam juga sangat mementingkan pengairan guna meningkatkan produksi pertanian. Karena itu, Islam berusaha meyakinkan para pengikutnya bahwa seseorang yang tanahnya berada dekat saluran air berhak mengairi ladangnya. Namun, setelah kebutuhannya terpenuhi, ia harus membiarkan air tersebut mengalir ke ladang-ladang lainnya.

Bahkan, menggali sumur dianggap sebagai tindakan terpuji. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

«“Kelebihan air janganlah ditahan sendiri, karena itu berarti menahan pertumbuhan tanaman.”

(Bukhari).»

Nabi saw. juga bersabda:

«“Barang siapa menggali sumur di Ruma, ia akan mendapat surga.”

(Bukhari).»

Maka Utsman pun menggalinya.

Menarik bahwa sejak empat belas abad yang lalu Islam telah memberikan perhatian pada perlunya pertumbuhan yang berimbang, yaitu keseimbangan antara perkembangan pertanian dan industri. Dalam Islam, tanah sebagai faktor produksi harus digunakan sedemikian rupa sehingga tujuan pertumbuhan yang berimbang pada akhirnya dapat tercapai.

Syariat menetapkan bahwa jika rakyat memusatkan diri pada suatu pekerjaan tertentu tetapi mengabaikan pekerjaan-pekerjaan lainnya sehingga merugikan masyarakat, negara dapat melakukan intervensi untuk mengubah keadaan tersebut. Demikian pula, apabila rakyat hanya memusatkan usaha pada pertanian dan bercocok tanam, tetapi mengabaikan bidang-bidang lain seperti industri atau penanaman modal, negara dapat mengadakan peraturan untuk mendorong penyebaran kekayaan secara lebih merata serta meningkatkan kegiatan perdagangan dan industri yang dalam jangka panjang akan menguntungkan masyarakat.

Diriwayatkan dari Abu Umamah bahwa ketika Nabi saw. melihat sebuah bajak dan beberapa peralatan pertanian lainnya, beliau bersabda:

«“Tidaklah ini masuk ke rumah suatu kaum selain menimbulkan kehinaan.”

(Bukhari).»

Judul bab dalam Bukhari adalah: “Peringatan terhadap akibat-akibat terlalu mengutamakan jumlah alat-alat pertanian atau melebihi batas yang ditentukan.”

Karena itu, hadis tersebut mengingatkan bahwa suatu bangsa yang mencurahkan seluruh perhatiannya hanya pada pertanian dengan mengabaikan bidang-bidang pembangunan lainnya tidak akan mencapai kedudukan yang jaya.

Pemanfaatan dan pemeliharaan tanah sebagai faktor produksi juga perlu dilihat dalam kerangka sumber daya alam yang dapat habis dalam suatu masyarakat ekonomi Islam.

Tanah sebagai Sumber Daya Alam

Seorang Muslim dapat memperoleh hak milik atas sumber-sumber daya alam setelah memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat. Penggunaan dan pemeliharaan sumber daya alam tersebut dapat menimbulkan dua komponen penghasilan, yaitu:

1. Penghasilan dari sumber daya alam itu sendiri, yakni sewa ekonomis murni.
2. Penghasilan dari perbaikan dalam pemanfaatan sumber daya alam melalui kerja manusia dan modal.

Sekalipun sewa ekonomis murni itu harus dibagi secara adil kepada seluruh anggota masyarakat, seseorang tetap berhak mendapatkan imbalan yang pantas atas usaha manusianya, yaitu berupa upah dan laba.

Karena itu, sangat penting untuk memisahkan penghasilan ekonomi murni dari imbalan bagi faktor-faktor produksi lain yang memerlukan penggunaan sumber daya alam.

Tanah sebagai Sumber Daya yang Dapat Habis

Menurut pandangan Islam, sumber daya yang dapat habis merupakan milik generasi kini sekaligus generasi-generasi yang akan datang. Generasi kini tidak berhak menyalahgunakan sumber daya tersebut sehingga menimbulkan bahaya bagi generasi yang akan datang.

Berdasarkan analisis di atas, dapat disusun beberapa hipotesis atau pedoman kebijaksanaan berikut:

(a) Pembangunan pertanian di negara-negara Muslim dapat ditingkatkan melalui metode penanaman yang intensif maupun ekstensif, apabila dilengkapi dengan program pendidikan moral yang berdasarkan ajaran Islam.

(b) Penghasilan yang diperoleh dari penggunaan sumber daya yang dapat habis sebaiknya lebih banyak digunakan untuk pembangunan lembaga-lembaga sosial, seperti universitas dan rumah sakit, serta pembangunan infrastruktur fisik daripada untuk konsumsi saat ini.

(c) Sewa ekonomis murni dapat lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran konsumsi saat ini.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (60) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (33) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (31) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (2) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (119) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (317) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (760) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (11) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)