basmalah Pictures, Images and Photos
Fitnah Sihir - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Selanjutnya, apa yang Yahudi lakukan setelah melemparkan Kitab Allah yang membenarkan kitab yang ada pad...

Fitnah Sihir




Selanjutnya, apa yang Yahudi lakukan setelah melemparkan Kitab Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka? Apakah mereka kemudian berlindung kepada sesuatu yang lebih baik daripada Kitab Allah? Apakah mereka berpijak pada kebenaran yang tidak mengandung keraguan? Ataukah mereka berpegang teguh pada kitab yang justru dibenarkan oleh Al-Qur'an?

Tidak. Sama sekali tidak.

Mereka justru melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka, lalu mengikuti dongeng-dongeng dan cerita-cerita yang samar, yang tidak bersandar pada hakikat yang pasti. Al-Qur'an menggambarkan pilihan mereka itu dengan firman-Nya:

«وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ»

«فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ۝ وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ خَيْرٌ ۖ لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ»

«“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Padahal, Sulaiman itu tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka, mereka mempelajari dari keduanya apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang suami dan istrinya. Dan mereka tidak dapat membahayakan seseorang dengan sihirnya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang membahayakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka telah mengetahui bahwa siapa yang menukarnya dengan sihir itu, tidak akan memperoleh keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui. Dan sekiranya mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka mengetahui.”
(QS. al-Baqarah: 102–103)»

Mereka meninggalkan Kitab Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, kemudian mengikuti apa yang dibacakan oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman. Setan-setan itu menyebarkan berbagai tuduhan dan kebohongan mengenai Nabi Sulaiman, di antaranya dengan menuduh bahwa beliau adalah seorang tukang sihir dan bahwa kekuasaannya diperoleh melalui sihir.

Al-Qur'an dengan tegas membantah tuduhan tersebut:

«وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ

“Padahal, Sulaiman itu tidak kafir.”»

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Nabi Sulaiman tidak melakukan sihir. Sebaliknya, Al-Qur'an mengaitkan kekafiran itu dengan setan-setan:

«وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”»

Dengan demikian, Al-Qur'an membersihkan Nabi Sulaiman dari tuduhan tersebut sekaligus menunjukkan kebatilan sumber cerita yang mereka ikuti.

Harut dan Marut sebagai Ujian

Al-Qur'an kemudian menyebut Harut dan Marut. Dalam konteks ayat ini, Al-Qur'an menjelaskan bahwa keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seseorang tanpa terlebih dahulu memberikan peringatan:

«إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

“Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir.”»

Artinya, siapa pun yang datang untuk mempelajari sesuatu dari keduanya terlebih dahulu diberi tahu bahwa hal tersebut merupakan ujian. Mereka diperingatkan agar tidak terjerumus ke dalam kekafiran.

Namun, sebagian manusia tetap memilih untuk mempelajarinya. Mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut dan kemudian menggunakan apa yang mereka pelajari untuk melakukan keburukan:

«فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

“Maka mereka mempelajari dari keduanya apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang suami dan istrinya.”»

Inilah salah satu bentuk bahaya yang diperingatkan kepada mereka. Sesuatu yang sejak awal telah diperingatkan sebagai ujian justru mereka pilih dan gunakan untuk merusak hubungan manusia.

Semua Sebab Berjalan dengan Izin Allah

Setelah menjelaskan pengaruh sihir, Al-Qur'an segera menetapkan sebuah hakikat yang sangat penting dalam pandangan Islam:

«وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Dan mereka tidak dapat membahayakan seseorang dengan sihirnya, kecuali dengan izin Allah.”»

Dengan demikian, tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan pengaruh secara mandiri di luar kehendak dan izin Allah. Sebab-sebab yang ada di alam ini bekerja dan menghasilkan pengaruh karena Allah memberikan kemampuan tersebut kepadanya.

Inilah salah satu kaidah penting dalam tashawwur Islam yang harus tertanam dalam hati seorang mukmin.

Contoh yang paling dekat adalah api. Ketika seseorang menyodorkan tangannya kepada api, secara normal tangannya akan terbakar. Namun, kemampuan api untuk membakar bukanlah kekuatan yang berdiri sendiri di luar kehendak Allah. Allah-lah yang memberikan karakteristik tertentu kepada api dan menjadikannya sebagai sebab terjadinya pembakaran.

Karena itu, Allah juga berkuasa menghentikan pengaruh tersebut apabila Dia menghendakinya karena suatu hikmah tertentu. Hal itu, misalnya, terjadi ketika Allah memerintahkan api agar menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrahim a.s.

Demikian pula dengan sihir. Jika sihir menimbulkan suatu pengaruh, pengaruh tersebut tidak terjadi secara independen dari Allah. Ia tetap berada di bawah izin dan kehendak-Nya. Allah dapat membiarkan suatu sebab menghasilkan pengaruh sebagaimana biasanya, dan Allah pula berkuasa menghentikan pengaruh tersebut apabila Dia menghendakinya.

Demikianlah keadaan seluruh sebab yang kita ketahui dapat memberikan pengaruh. Setiap sebab memiliki karakteristik tertentu yang memungkinkan munculnya suatu pengaruh, tetapi semua itu tetap berada di bawah kehendak dan izin Allah.

Sesuatu yang Membahayakan dan Tidak Memberi Manfaat

Setelah menetapkan hakikat tersebut, Al-Qur'an kembali kepada hakikat lain yang tidak kalah penting: apa yang mereka pelajari itu pada akhirnya hanya membawa mudarat dan tidak memberikan manfaat.

Allah berfirman:

«وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ

“Mereka mempelajari sesuatu yang membahayakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka.”»

Mereka memilih sesuatu yang sejak awal telah diperingatkan sebagai ujian. Mereka menggunakannya untuk melakukan keburukan, bahkan untuk merusak hubungan antara suami dan istri. Karena itu, pilihan tersebut pada hakikatnya tidak membawa manfaat, melainkan kerugian bagi diri mereka sendiri.

Kerugian itu tidak hanya berkaitan dengan kehidupan dunia. Al-Qur'an menegaskan bahwa mereka sebenarnya telah mengetahui akibat yang akan mereka terima di akhirat:

«وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Sungguh, mereka telah mengetahui bahwa siapa yang menukarnya dengan sihir itu, tidak akan memperoleh keuntungan di akhirat.”»

Mereka mengetahui bahwa pilihan tersebut akan menyebabkan mereka kehilangan bagian kebaikan di akhirat. Namun, mereka tetap memilihnya.

Karena itu, Al-Qur'an menggambarkan pilihan tersebut sebagai transaksi yang sangat buruk:

«وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui.”»

Mereka seakan-akan menjual diri mereka sendiri demi sesuatu yang tidak memberi manfaat hakiki. Mereka meninggalkan apa yang berasal dari Allah dan memilih sesuatu yang justru merusak kehidupan dunia dan menghilangkan keuntungan di akhirat.

Padahal, jalan yang tersedia bagi mereka sebenarnya jauh lebih baik:

«وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ خَيْرٌ

“Dan sekiranya mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik.”»

Iman dan takwa akan membawa mereka kepada pahala dari Allah. Itulah pilihan yang lebih baik daripada segala sesuatu yang mereka kejar melalui sihir dan kebatilan.

Pilihan antara Kitab Allah dan Kebatilan

Dengan demikian, rangkaian ayat ini memperlihatkan kontras yang sangat jelas. Di satu sisi terdapat Kitab Allah yang datang membawa kebenaran dan membenarkan kitab yang ada pada mereka. Di sisi lain, mereka memilih mengikuti apa yang dibacakan oleh setan-setan, mempercayai tuduhan terhadap Nabi Sulaiman, mempelajari sihir, dan menggunakan sesuatu yang membahayakan serta tidak memberi manfaat.

Persoalannya bukan semata-mata tentang sihir. Persoalan yang lebih mendasar adalah pilihan mereka terhadap sumber kebenaran. Mereka meninggalkan wahyu yang berasal dari Allah, lalu mengikuti kebatilan yang disebarkan oleh setan.

Karena itu, peringatan ayat ini tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang mempelajari sihir di Babil, atau orang-orang yang mengikuti apa yang diceritakan oleh setan-setan pada masa Nabi Sulaiman dan kerajaannya. Peringatan ini juga berkaitan dengan orang-orang Yahudi yang melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka, kemudian memilih untuk mengikuti kebatilan dan keburukan yang tercela itu.

Pada akhirnya, ayat ini mengembalikan manusia kepada satu pilihan mendasar: berpegang kepada wahyu Allah atau mengikuti kebatilan yang menjauhkan manusia dari kebenaran.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (60) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (34) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (31) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (3) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (120) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (318) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (763) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (14) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)