basmalah Pictures, Images and Photos
Nusantara Barat: Persaingan Agama, Perdagangan, dan Kekuasaan di Samudra Hindia - Our Islamic Story

Choose your Language

Nusantara Barat: Persaingan Agama, Perdagangan, dan Kekuasaan di Samudra Hindia ...

Nusantara Barat: Persaingan Agama, Perdagangan, dan Kekuasaan di Samudra Hindia

Nusantara Barat: Persaingan Agama, Perdagangan, dan Kekuasaan di Samudra Hindia


Bagaimana Samudra Hindia yang selama berabad-abad menjadi jalur perdagangan damai berubah menjadi arena persaingan militer dan perebutan kekuasaan?

Mengapa pelayaran bangsa-bangsa Eropa tidak hanya membawa kapal dagang, tetapi juga peperangan, misi keagamaan, dan ambisi politik?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat perubahan besar yang terjadi pada akhir abad ke-15.

Awal Persaingan Global

Tahun 1492 menjadi titik balik sejarah dunia ketika Christopher Columbus, yang berlayar atas dukungan Kerajaan Spanyol, menemukan wilayah yang kemudian dikenal sebagai Dunia Baru.

Enam tahun kemudian, tepatnya pada 1498, Vasco da Gama dari Portugis berhasil mencapai Calicut di Pantai Malabar melalui jalur laut mengelilingi Tanjung Harapan.

Sekilas, pelayaran itu tampak sebagai pencarian jalur perdagangan.

Namun, benarkah hanya itu tujuannya?

Bagi Portugis, keberhasilan menemukan jalur laut menuju Asia berarti terbukanya kesempatan untuk menguasai perdagangan internasional sekaligus melanjutkan permusuhan panjang antara dunia Kristen Eropa dan dunia Islam yang telah berlangsung sejak masa Perang Salib dan Reconquista.

Sejak saat itulah persaingan di Samudra Hindia memasuki babak baru.

Dua Kekuatan Berhadapan

Sejarawan Schrieke menggambarkan bahwa sejak kedatangan Portugis, dua kekuatan besar saling berhadapan.

Di satu sisi berdiri jaringan perdagangan Muslim yang selama berabad-abad menguasai pelabuhan-pelabuhan dari Laut Merah hingga Nusantara.

Di sisi lain muncul Portugis dengan armada laut modern, persenjataan yang lebih maju, serta tekad untuk menghancurkan dominasi perdagangan kaum Muslim.

Apakah persaingan itu hanya persoalan ekonomi?

Tidak.

Bagi Portugis, perdagangan, politik, dan penyebaran agama merupakan satu kesatuan. Mereka secara terbuka menganggap kaum Muslim sebagai musuh utama yang harus disingkirkan.

Karena itu, setelah menguasai jalur laut menuju India, mereka segera menjalankan apa yang mereka sebut sebagai mission sacrée—misi suci—yang dipadukan dengan ambisi monopoli perdagangan.

Ketika Jalur Haji Menjadi Sasaran

Akibatnya, Samudra Hindia berubah dari jalur niaga menjadi medan perang.

Kapal-kapal dagang Muslim diserang.

Kapal milik Kesultanan Mamluk Mesir dirampas.

Bahkan kapal-kapal yang mengangkut jamaah haji menuju Makkah turut menjadi sasaran penyerangan.

Mengapa kapal-kapal haji pun diserang?

Karena bagi Portugis, melemahkan jaringan perdagangan Muslim sekaligus berarti melemahkan kekuatan politik dan keagamaan Islam.

Peristiwa-peristiwa tersebut tidak hanya dicatat oleh para penulis Eropa, tetapi juga terekam dalam kronik-kronik Arab. Salah satunya berasal dari Hadramaut yang menggambarkan kemunculan armada Portugis sebagai awal dari gelombang kekerasan di jalur perdagangan Samudra Hindia.

Malaka: Kunci Perdagangan Asia Tenggara

Jika tujuan Portugis adalah menguasai perdagangan Asia, kota manakah yang harus mereka kuasai?

Jawabannya adalah Malaka.

Pelabuhan ini merupakan simpul utama perdagangan internasional yang menghubungkan India, Timur Tengah, Tiongkok, dan Nusantara.

Tidak mengherankan jika pada tahun 1509 Portugis mulai mengirim ekspedisi ke Malaka.

Namun, mereka segera menghadapi perlawanan dari masyarakat kota yang terdiri atas para pedagang Jawa, Gujarat, Champa, India, Melayu, dan berbagai komunitas Muslim lainnya.

Meskipun demikian, pada tahun 1511 Portugis akhirnya berhasil merebut Malaka.

Mengapa mereka berhasil?

Anthony Reid menjelaskan beberapa faktor utama: keunggulan persenjataan api, unsur kejutan, serta adanya sebagian kelompok di dalam kota yang berpihak kepada Portugis.

Namun, kemenangan itu ternyata bukan akhir dari perjuangan.

Justru sejak saat itulah konflik panjang dimulai.

Aceh Bangkit Menggantikan Malaka

Siapakah yang kemudian mengambil peran sebagai pusat perdagangan Islam di kawasan barat Nusantara?

Jawabannya adalah Kesultanan Aceh.

Setelah jatuhnya Malaka, Aceh berkembang menjadi pelabuhan dagang terbesar di Samudra Hindia bagian timur.

Lebih dari itu, Aceh membangun hubungan diplomatik dan militer dengan berbagai negeri Islam, terutama Kesultanan Utsmaniyah.

Mengapa hubungan itu begitu penting?

Karena Aceh menyadari bahwa menghadapi Portugis tidak cukup hanya dengan kekuatan lokal. Dibutuhkan jaringan persahabatan yang melampaui batas wilayah Nusantara.

Konflik Aceh dan Portugis

Permusuhan terbuka antara Aceh dan Portugis semakin nyata sejak tahun 1526 ketika Portugis merampas kapal dagang Aceh yang sedang menuju Jeddah.

Tidak lama kemudian, kapal-kapal Aceh lainnya kembali dirampas di wilayah Arab.

Bukankah tindakan seperti ini akan memicu perlawanan?

Benar.

Aceh berkali-kali menyerang Portugis di Malaka, antara lain pada tahun 1537, 1539, 1547, 1568, 1573, dan 1575.

Walaupun belum berhasil merebut Malaka, serangan-serangan tersebut menunjukkan bahwa Portugis tidak pernah menikmati kekuasaan yang aman di Selat Malaka.

Mengapa Aceh Mendekat kepada Kesultanan Utsmaniyah?

Aceh memahami bahwa Portugis bukan sekadar kekuatan dagang.

Mereka adalah kekuatan maritim internasional.

Karena itu, Aceh membangun hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah yang pada abad ke-16 merupakan salah satu kekuatan terbesar dunia Islam.

Hubungan itu tidak hanya dilandasi kepentingan politik.

Ada pula ikatan keagamaan yang kuat.

Sultan Utsmaniyah dipandang sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab melindungi kaum Muslim.

Melalui berbagai utusan diplomatik, Aceh meminta bantuan persenjataan, ahli militer, artileri, dan dukungan politik.

Sebaliknya, pihak Utsmaniyah juga memandang Portugis sebagai ancaman terhadap jalur perdagangan dan keamanan Laut Merah.

Dengan demikian, kepentingan keduanya bertemu.

Respons Kesultanan Utsmaniyah

Laksamana Salman Reis telah memperingatkan Istanbul bahwa Portugis telah menguasai sejumlah pelabuhan penting yang sebelumnya menjadi sumber perdagangan rempah-rempah dunia Islam.

Menurutnya, apabila Portugis terus dibiarkan, jalur perdagangan menuju Mesir dan Timur Tengah akan semakin melemah.

Atas dasar itu, Kesultanan Utsmaniyah beberapa kali merencanakan pengiriman armada ke Aceh.

Pada masa Sultan Selim II bahkan telah disiapkan ekspedisi militer yang membawa kapal perang, artileri, ahli senjata, dan pasukan.

Walaupun sebagian rencana tersebut tertunda karena situasi di Yaman, hubungan antara Aceh dan Utsmaniyah tetap terjalin erat melalui pertukaran utusan, bantuan teknis, dan kerja sama militer.

Mengapa Portugis Gagal Menguasai Nusantara Barat?

Portugis memang berhasil merebut Malaka.

Namun, apakah mereka berhasil menguasai seluruh perdagangan Nusantara?

Ternyata tidak.

Perlawanan Aceh berlangsung terus-menerus.

Portugis dipaksa menghabiskan sebagian besar kekuatan militernya hanya untuk mempertahankan benteng Malaka.

Akibatnya, mereka tidak pernah mampu menguasai seluruh jaringan perdagangan Samudra Hindia.

Lebih jauh lagi, upaya penyebaran agama Kristen juga hanya memperoleh pijakan yang terbatas di beberapa wilayah yang berada di bawah kekuasaan langsung Portugis.

Pelajaran dari Sejarah

Apa yang dapat dipetik dari rangkaian peristiwa ini?

Sejarah menunjukkan bahwa perdagangan, politik, dan agama saling berkaitan erat dalam dinamika Samudra Hindia pada abad ke-16.

Kedatangan Portugis mengubah jalur perdagangan menjadi arena konflik internasional.

Namun, tekanan yang mereka lakukan justru mendorong kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara untuk memperkuat persatuan, membangun hubungan dengan dunia Islam yang lebih luas, dan mengonsolidasikan kekuatan politik serta militernya.

Dengan demikian, sejarah Nusantara Barat bukan hanya kisah tentang persaingan memperebutkan rempah-rempah. Ia juga merupakan kisah tentang bagaimana jaringan kesultanan Islam membangun solidaritas lintas samudra untuk mempertahankan perdagangan, kedaulatan, dan identitas keagamaannya di tengah perubahan besar dunia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (7) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (56) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (107) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (6) Nusantara (282) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (680) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (308) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)