basmalah Pictures, Images and Photos
Kefasikan Menyebabkan Bani Israel Mengingkari Al-Qur'an - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Kefasikan Menyebabkan Bani Israel Mengingkari Al-Qur'an Pembicaraan selanjut...

Kefasikan Menyebabkan Bani Israel Mengingkari Al-Qur'an

Kefasikan Menyebabkan Bani Israel Mengingkari Al-Qur'an
Pembicaraan selanjutnya ditujukan kepada Rasulullah saw. untuk memantapkan hati beliau terhadap kebenaran wahyu yang diturunkan kepadanya. Sekaligus, untuk menjelaskan bahwa tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Allah yang jelas, kecuali orang-orang yang fasik, durhaka, dan menyimpang.

Pembicaraan ini juga mengungkap aib Bani Israel yang tidak konsisten dalam memenuhi janji, baik janji mereka kepada Tuhan, kepada nabi-nabi mereka terdahulu, maupun kepada Rasulullah saw. Mereka bahkan membuang Kitab Allah yang terakhir, padahal kitab tersebut datang untuk membenarkan kitab yang telah ada pada mereka. Allah berfirman:

وَلَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكَ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ ۝ أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَّبَذَهُ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ۝ وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan sesungguhnya, Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya melainkan orang-orang yang fasik. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah) dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak beriman. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung) mereka seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).” (al-Baqarah: 99-101)

Di sini Al-Qur'an menyingkap 'illah, atau sebab, kekafiran Bani Israel terhadap ayat-ayat Allah yang jelas. Penyebabnya adalah kefasikan dan penyimpangan terhadap fitrah.

Fitrah yang lurus pasti mengimani ayat-ayat tersebut, dan hati yang sehat akan menerimanya. Karena itu, ketika orang-orang Yahudi atau siapa pun mengingkari ayat-ayat Allah, penyebabnya bukan karena ayat-ayat tersebut tidak memuaskan hati atau tidak dapat menjadi hujjah. Sebaliknya, penyebabnya adalah fitrah mereka telah rusak dan mereka telah memilih jalan kedurhakaan.

Tidak Konsisten dalam Memenuhi Janji

Selanjutnya, pembicaraan ditujukan kepada kaum muslimin dan manusia secara umum untuk mengungkap aib orang-orang Yahudi serta menyingkap salah satu sifat buruk mereka. Mereka adalah suatu golongan manusia yang berbeda-beda keinginannya, meskipun sama-sama memiliki sikap ta'assub atau fanatisme yang tercela.

Mereka tidak satu ide, tidak konsisten dalam memenuhi janji, dan tidak berpegang pada tali yang kuat. Di samping fanatik kepada diri dan golongan mereka sendiri, mereka juga tidak senang apabila Allah memberikan karunia-Nya kepada selain mereka. Dalam keadaan seperti itu, mereka tidak berpegang teguh pada persatuan dan tidak saling menepati perjanjian di antara mereka.

Tidak ada suatu perjanjian yang mereka sepakati melainkan akan muncul segolongan dari mereka yang merusaknya dan keluar dari kesepakatan yang telah dibuat. Allah berfirman:

“Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak beriman.”

Mereka telah mengingkari janji kepada Allah di bawah bukit. Setelah itu, mereka melemparkan janji mereka dengan nabi-nabi terdahulu. Kemudian, mereka juga mengingkari janji mereka dengan Nabi saw. pada masa-masa pertama beliau datang ke Madinah, yaitu perjanjian yang berisi beberapa syarat tertentu.

Kenyataannya, mereka menjadi orang-orang yang pertama kali membantu musuh-musuh Rasulullah saw. untuk melawan beliau, pertama kali mencela agama yang beliau bawa, berusaha mengembuskan perpecahan dan fitnah di tengah barisan kaum muslimin, serta menyalahi perjanjian mereka dengan kaum muslimin.

Konsistensi Kaum Muslimin dalam Memenuhi Janji

Jelek nian mentalitas kaum Yahudi ini. Sebaliknya, kaum muslimin memiliki mentalitas yang dinyatakan Rasulullah saw. dalam sabdanya:

“Kaum muslimin itu setara kedudukan darahnya. Mereka adalah satu tangan (kekuatan) dalam menghadapi musuh-musuh mereka; orang yang terkecil pun di antara mereka akan berusaha memenuhi janjinya.”11

Karena itu, tidak seorang pun boleh melanggar janji yang telah dibuatnya dan tidak seorang pun boleh merusak kesepakatan yang telah disetujuinya.

Abu Ubaidah r.a., panglima tentara Khalifah Umar r.a., pernah menulis surat kepada Umar bahwa seorang hamba telah memberikan jaminan keamanan kepada penduduk suatu negeri di Irak. Abu Ubaidah kemudian menanyakan persoalan tersebut kepada Umar. Umar membalas surat itu dengan mengatakan, “Allah menghormati kesetiaan. Maka janganlah kamu menjadi orang-orang yang setia sebelum kamu menepati janji. Karena itu, tepatilah janjimu kepada mereka dan tinggalkanlah mereka.”

Demikianlah sifat jamaah yang mulia: memiliki komitmen dan konsisten dalam memenuhi janji. Itulah salah satu perbedaan antara akhlak kaum Yahudi yang durhaka dan akhlak kaum muslimin yang jujur.

Membuang Kitab Allah

Allah kemudian berfirman:

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung) mereka seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).”

Ini merupakan salah satu bentuk pengingkaran terhadap janji yang telah mereka ikrarkan. Di antara janji yang telah diambil Allah dari mereka adalah beriman kepada setiap Rasul yang diutus Allah, membantu, dan menghormatinya.

Akan tetapi, ketika datang kepada mereka seorang Rasul dari Allah yang membenarkan kitab yang telah ada pada mereka, mereka merusak janji tersebut. Segolongan dari orang-orang yang telah diberi Kitab (Taurat) justru melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka.

Pelemparan itu mereka lakukan terhadap kitab Allah yang ada pada mereka, yang berisi kabar gembira tentang akan datangnya Nabi Muhammad saw. Kitab tersebut telah mereka abaikan. Demikian pula kitab baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., mereka lemparkan dan ingkari.

Ayat ini juga menunjukkan sesuatu yang menggelikan sekaligus mengherankan. Orang-orang yang telah diberi Al-Kitab justru membuang dan melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka.

Jika mereka adalah orang-orang musyrik yang tidak mengenal kitab dan risalah, tindakan tersebut mungkin dapat dipahami. Namun, mereka adalah orang-orang yang telah diberi kitab, telah mengenal risalah dan para rasul, serta telah berhubungan dengan petunjuk dan melihat cahaya kebenaran. Akan tetapi, apa yang mereka lakukan? Mereka justru melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka.

Yang dimaksud tentu bukan semata-mata tindakan fisik melemparkan sebuah kitab, melainkan mengingkari kitab tersebut dan tidak mau mengamalkannya. Mereka menjauhkannya dari wilayah pemikiran dan kehidupan mereka.

Namun, ungkapan Al-Qur'an tidak berhenti pada makna abstrak tersebut. Al-Qur'an mengalihkan makna dari kawasan hati ke kawasan indrawi, lalu menggambarkan perbuatan mereka dengan gerakan material yang begitu jelas. Tindakan itu digambarkan dalam bentuk yang buruk dan hina, penuh kedurhakaan dan keingkaran, kasar dan tidak beradab.

Dengan ungkapan tersebut, Al-Qur'an membiarkan imajinasi kita membayangkan sendiri gerakan mereka yang kasar itu: tangan-tangan yang melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka. Sebuah gambaran yang memperlihatkan betapa jauhnya mereka dari sikap tunduk kepada kebenaran, padahal mereka adalah orang-orang yang telah mengenal kitab dan petunjuk Allah.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (59) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (32) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (29) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (2) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (119) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (316) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (758) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (11) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)