basmalah Pictures, Images and Photos
Pemahaman yang Benar terhadap Islam - Our Islamic Story

Choose your Language

Pemahaman yang Benar terhadap Islam Mengapa sebagian kaum Muslimin memiliki sema...

Pemahaman yang Benar terhadap Islam

Pemahaman yang Benar terhadap Islam
Mengapa sebagian kaum Muslimin memiliki semangat beribadah yang tinggi, tetapi berbeda-beda dalam memahami Islam?

Mengapa ada yang memandang Islam hanya sebagai urusan ibadah pribadi, sementara yang lain melihatnya sebagai pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan?

Apakah perbedaan itu sekadar persoalan cara berpikir?

Ataukah justru berawal dari perbedaan dalam memahami hakikat Islam itu sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong Imam Hasan Al-Banna menjadikan al-fahm—pemahaman yang benar—sebagai rukun pertama dalam Risalah Ta'lim.

Bagi beliau, kebangkitan umat tidak mungkin dimulai dari banyaknya aktivitas, tetapi harus dimulai dari cara memahami Islam secara benar.

Mengapa Pemahaman Didahulukan?

Dalam Risalah Ta'lim, Hasan Al-Banna menyusun sepuluh rukun baiat yang menjadi fondasi pembinaan seorang aktivis Muslim.

Rukun-rukun itu adalah:

Al-fahm (pemahaman), ikhlas, amal, jihad, pengorbanan, ketaatan, keteguhan, kemurnian, ukhuwah, dan tsiqah (kepercayaan).

Mengapa urutannya dimulai dari pemahaman?

Karena seseorang tidak mungkin beramal dengan benar apabila ia belum memahami apa yang harus diamalkan.

Ia juga tidak mungkin berjuang dengan istiqamah apabila arah perjuangannya sendiri belum jelas.

Pemahaman adalah fondasi.

Amal adalah bangunannya.

Jika fondasinya rapuh, bangunan sebesar apa pun mudah runtuh.

Mengapa Islam Memerlukan Pemahaman yang Menyeluruh?

Apa sebenarnya tujuan besar yang ingin diwujudkan oleh dakwah Islam?

Apakah hanya memperbanyak ibadah individu?

Ataukah membangun kehidupan yang tunduk kepada petunjuk Allah?

Al-Qur'an menegaskan:

«"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam."
(QS. Ali 'Imran: 19)»

Allah juga berfirman:

«"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu."
(QS. Al-Ma'idah: 3)»

Kesempurnaan Islam menunjukkan bahwa ajaran ini tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah.

Islam juga memberikan petunjuk bagi kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga peradaban.

Karena itu, membangun masyarakat Islam tidak cukup dengan semangat.

Ia harus dibangun di atas pemahaman yang benar.

Mengapa Umat Mudah Terpecah?

Mengapa sepanjang sejarah umat Islam melahirkan begitu banyak kelompok, aliran, bahkan pertentangan?

Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan dalam memahami ajaran Islam.

Ketika setiap orang memahami Islam menurut sudut pandangnya sendiri tanpa pijakan yang kokoh, lahirlah berbagai penafsiran yang saling bertentangan.

Di sinilah Hasan Al-Banna memandang pentingnya Ushul Isyrin atau Dua Puluh Prinsip.

Prinsip-prinsip ini bukan dimaksudkan untuk membatasi keluasan Islam, tetapi menjadi bingkai agar pemahaman tetap berada dalam koridor Al-Qur'an dan Sunnah.

Dengan demikian, umat memiliki titik temu yang menjaga persatuan sekaligus mencegah penyimpangan.

Mengapa Baiat Dimulai dari Pemahaman?

Risalah Ta'lim ditujukan kepada mereka yang telah memilih jalan perjuangan.

Karena itu, baiat dalam risalah ini bukan sekadar janji emosional.

Ia merupakan komitmen untuk berjalan di atas pemahaman yang sama.

Hasan Al-Banna menggambarkannya sebagai baiat antara seorang prajurit dengan panglimanya.

Mengapa demikian?

Karena perjuangan memerlukan kesatuan arah.

Mustahil sebuah barisan mampu bergerak serempak apabila setiap anggotanya memiliki peta yang berbeda.

Kesatuan amal lahir dari kesatuan pemahaman.

Mengapa Amal Harus Didahului Ilmu?

Apakah cukup seseorang mencintai Islam tanpa memahami ajarannya?

Tentu tidak.

Islam mengajarkan bahwa ilmu mendahului amal.

Seseorang yang ingin memperjuangkan Islam harus mengetahui apa yang diperjuangkannya.

Ia juga harus meluruskan niatnya agar seluruh amal dilakukan semata-mata mencari ridha Allah.

Karena itu, dua hal selalu berjalan beriringan:

Pemahaman yang benar.

Keikhlasan yang benar.

Dari keduanya lahirlah amal yang benar.

Islam Itu Menyeluruh

Salah satu prinsip paling terkenal dalam Risalah Ta'lim adalah penjelasan Hasan Al-Banna tentang hakikat Islam.

Beliau menegaskan bahwa Islam adalah sistem hidup yang menyeluruh.

Islam adalah agama dan negara.

Akidah dan syariat.

Ibadah dan muamalah.

Akhlak dan kekuatan.

Ilmu dan peradaban.

Ekonomi dan keadilan.

Dakwah dan jihad.

Dengan kata lain, Islam tidak hanya berbicara tentang masjid.

Ia juga berbicara tentang pasar, keluarga, pendidikan, pemerintahan, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial.

Mengapa penjelasan ini terasa sangat penting?

Karena pada masa Hasan Al-Banna banyak orang memahami Islam secara parsial.

Sebagian menganggap Islam hanya mengatur ibadah ritual.

Sebagian lain membatasinya pada persoalan akhlak.

Ada pula yang memisahkan agama dari urusan sosial dan politik.

Hasan Al-Banna mengingatkan bahwa Islam tidak dapat dipahami dengan memisahkan bagian-bagiannya.

Seperti Orang Buta yang Meraba Gajah

Untuk menggambarkan bahaya memahami Islam secara parsial, dapat digunakan sebuah perumpamaan.

Bayangkan beberapa orang buta diminta mengenali seekor gajah.

Seseorang memegang belalainya, lalu berkata, "Gajah itu seperti ular."

Yang lain memegang telinganya dan berkata, "Tidak, gajah itu seperti kipas."

Ada yang memegang kakinya lalu berkata, "Gajah itu seperti batang pohon."

Masing-masing mengatakan sesuatu yang benar.

Namun, tidak seorang pun melihat keseluruhan.

Demikian pula ketika Islam dipahami hanya dari satu sisinya.

Ada yang hanya melihat ibadah.

Ada yang hanya melihat politik.

Ada yang hanya melihat akhlak.

Padahal Islam adalah satu kesatuan yang utuh.

Memahami sebagian tanpa memahami keseluruhannya dapat melahirkan kesimpulan yang tidak utuh.

Ke Mana Seorang Muslim Harus Merujuk?

Jika demikian, dari mana seorang Muslim memperoleh pemahaman yang benar?

Hasan Al-Banna menjawab dengan tegas.

Rujukan utama setiap Muslim adalah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ï·º.

Keduanya menjadi sumber utama dalam memahami hukum, nilai, dan arah kehidupan.

Seluruh ijtihad, pemikiran, maupun gerakan dakwah harus kembali kepada dua sumber tersebut.

Dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan, umat memiliki standar yang tetap meskipun zaman terus berubah.

Apa Pelajaran Besarnya?

Mengapa Hasan Al-Banna menempatkan al-fahm sebagai rukun pertama?

Karena beliau memahami satu kenyataan yang sangat mendasar.

Kesalahan berpikir akan melahirkan kesalahan bertindak.

Sebaliknya, pemahaman yang benar akan melahirkan amal yang benar, perjuangan yang benar, serta persatuan yang benar.

Kebangkitan Islam tidak dimulai dari banyaknya slogan.

Ia dimulai dari cara memahami Islam sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah ï·º.

Ketika pemahaman telah lurus, niat menjadi ikhlas.

Ketika niat telah ikhlas, amal menjadi benar.

Ketika amal dilakukan secara benar dan bersama-sama, lahirlah masyarakat yang kokoh.

Dan dari masyarakat yang kokoh itulah peradaban Islam dibangun kembali.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (4) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (332) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (54) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (105) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (74) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (267) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (674) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (302) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)