basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Adam Harus Turun ke Bumi? Padahal Sebelum di Surga? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Adam Harus Turun ke Bumi? Padahal Sebelum di Surga? ...

Mengapa Adam Harus Turun ke Bumi? Padahal Sebelum di Surga?

Mengapa Adam Harus Turun ke Bumi? Padahal Sebelum di Surga?



Marilah kita kembali ke awal kisah manusia. Bukan kepada sejarah sebuah bangsa, melainkan kepada kisah manusia pertama.

Allah berfirman kepada para malaikat,

«"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."»

Ayat ini menghadirkan sebuah pertanyaan yang menarik.

Jika sejak awal Allah telah menetapkan bahwa Adam akan menjadi khalifah di bumi, mengapa Adam terlebih dahulu ditempatkan di surga? Mengapa ada pohon yang dilarang? Mengapa ada godaan setan? Mengapa harus terjadi pelanggaran, penyesalan, lalu penurunan ke bumi?

Bukankah Adam memang diciptakan untuk bumi sejak semula?

Di sinilah kita menemukan salah satu pelajaran terbesar dari kisah Nabi Adam.

Peristiwa di surga bukanlah kegagalan rencana Allah. Justru itulah proses pendidikan pertama bagi seorang khalifah.

Allah sedang mempersiapkan manusia sebelum mengemban amanah besar di bumi.

Adam harus belajar bahwa godaan itu nyata.

Ia harus merasakan bagaimana bisikan setan bekerja.

Ia harus mengalami akibat dari sebuah pelanggaran.

Ia harus mengenal penyesalan.

Ia harus belajar bertobat.

Dan yang paling penting, ia harus mengetahui siapa musuhnya sepanjang kehidupan.

Bukankah seluruh pengalaman itu terus berulang dalam kehidupan setiap manusia?

Bukankah kita pun berkali-kali diuji oleh godaan, tergelincir karena kelalaian, menyesal, lalu kembali memohon ampun kepada Allah?

Karena itu, kisah pohon terlarang bukan sekadar cerita masa lalu. Kisah itu adalah cermin perjalanan setiap anak Adam.

Kasih sayang Allah menghendaki agar manusia memasuki bumi sebagai khalifah dengan bekal pengalaman. Ia tidak dibiarkan memasuki medan perjuangan tanpa terlebih dahulu mengenal medan perang yang akan dihadapinya.

---

Lalu muncul pertanyaan lain.

Di manakah sebenarnya surga yang ditempati Adam?

Surga apakah itu?

Bagaimana Allah berbicara kepada para malaikat?

Bagaimana percakapan itu berlangsung?

Siapakah hakikat malaikat?

Siapakah iblis?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu menarik perhatian manusia.

Namun, apakah semua itu memang harus diketahui?

Al-Qur'an justru mengajarkan sikap yang berbeda.

Perkara-perkara tersebut termasuk wilayah gaib yang hanya diketahui Allah. Allah tidak membekali manusia dengan kemampuan untuk mengetahui seluruh hakikatnya, karena pengetahuan itu bukan syarat menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi.

Bukankah seorang khalifah tidak harus mengetahui seluruh rahasia alam gaib agar dapat menjalankan amanahnya?

Allah membuka sebagian rahasia alam semesta agar manusia dapat membangun peradaban. Namun, pada saat yang sama Allah menutup sebagian rahasia lainnya karena tidak membawa manfaat bagi tugas kekhalifahan.

Hingga hari ini manusia mampu menembus ruang angkasa, mengungkap berbagai hukum alam, bahkan membaca sebagian kode kehidupan.

Namun, adakah manusia yang mengetahui apakah napas yang sedang dihirupnya akan menjadi napas terakhir?

Tidak.

Di balik seluruh kemajuan ilmu pengetahuan tetap terbentang wilayah gaib yang hanya menjadi milik Allah.

Karena itu, akal tidak semestinya memaksakan diri memasuki wilayah yang memang tidak diberi jalan untuk mencapainya.

Usaha semacam itu hanya akan menghabiskan tenaga tanpa menghasilkan kepastian.

Namun demikian, ketidakmampuan mengetahui perkara gaib juga bukan alasan untuk mengingkarinya.

Mengingkari sesuatu memerlukan ilmu.

Sementara perkara gaib memang berada di luar jangkauan alat-alat pengetahuan manusia.

Maka dua sikap yang sama-sama keliru harus dihindari.

Yang pertama, tenggelam dalam khayalan dan takhayul.

Yang kedua, menolak seluruh perkara gaib hanya karena tidak mampu menjangkaunya.

Sikap kedua bahkan lebih berbahaya, sebab ia menjadikan manusia tidak lebih dari makhluk yang hanya percaya kepada apa yang dapat disentuh oleh indranya.

Padahal manusia diciptakan dengan kemampuan untuk beriman kepada Yang Mahagaib.

---

Jika demikian, apa yang seharusnya kita ambil dari kisah Adam?

Bukan sibuk memperdebatkan detail-detail gaibnya.

Yang jauh lebih penting adalah menangkap petunjuk yang ingin Allah tanamkan melalui kisah tersebut.

Kisah Adam adalah pelajaran tentang hakikat manusia.

Tentang kedudukannya.

Tentang amanahnya.

Tentang musuhnya.

Dan tentang jalan keselamatannya.

Nilai terbesar yang ditegaskan Al-Qur'an dalam kisah ini adalah kemuliaan manusia.

Bayangkan.

Sebelum manusia diciptakan, Allah mengumumkan kepada para malaikat bahwa makhluk ini akan menjadi khalifah di bumi.

Kemudian para malaikat diperintahkan bersujud sebagai bentuk penghormatan.

Sementara iblis diusir karena kesombongannya.

Bukankah ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan manusia di sisi Allah?

Karena itu, manusia tidak boleh merendahkan dirinya menjadi budak materi.

Segala sesuatu di bumi diciptakan untuk manusia, bukan manusia diciptakan untuk mengabdi kepada benda.

Maka sangat ironis apabila manusia mengorbankan kehormatan, akhlak, bahkan agamanya demi mengejar kekayaan dan materi.

Materi hanyalah sarana.

Manusialah tujuan.

---

Pelajaran berikutnya adalah bahwa manusialah pelaku utama sejarah.

Manusialah yang mengelola bumi.

Manusialah yang membangun peradaban.

Peralatan hanyalah alat.

Teknologi hanyalah sarana.

Ekonomi hanyalah instrumen.

Islam tidak pernah membiarkan manusia menjadi budak sistem produksi atau mesin-mesin yang diciptakannya sendiri.

Sebaliknya, manusia adalah pihak yang mengendalikan semuanya berdasarkan petunjuk Allah.

Pandangan inilah yang membedakan Islam dari ideologi-ideologi materialistik yang menjadikan manusia sekadar bagian dari mesin produksi.

Akibatnya, kehormatan manusia sering dikorbankan demi pertumbuhan ekonomi, efisiensi, dan keuntungan materi.

Islam menolak cara pandang seperti itu.

Dalam Islam, kemajuan material tidak boleh dibangun dengan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

---

Lalu, apa yang menjadi penopang utama kekhalifahan manusia?

Jawabannya adalah iman.

Kekhalifahan bukan hanya membangun bumi.

Kekhalifahan adalah membangun bumi dengan mengikuti petunjuk Allah.

Karena itu Allah berfirman,

«"Maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."»

Inilah fondasi seluruh peradaban Islam.

Keimanan.

Kesalehan.

Kejujuran.

Keikhlasan.

Akhlak.

Semua nilai ini lebih tinggi daripada sekadar pencapaian materi.

---

Kisah Adam juga mengajarkan bahwa manusia memiliki kehendak bebas.

Di sinilah letak kemuliaannya.

Manusia dimuliakan bukan karena bebas berbuat sesuka hati, melainkan karena mampu mengendalikan hawa nafsunya demi menaati Allah.

Di sinilah manusia dapat lebih mulia daripada malaikat.

Sebaliknya, ketika manusia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada syahwat, ia jatuh lebih rendah daripada binatang.

---

Sejak Adam hingga hari ini, peperangan yang sama terus berlangsung.

Bukan sekadar peperangan fisik.

Melainkan peperangan antara petunjuk Allah dan bisikan setan.

Antara iman dan kufur.

Antara kebenaran dan kebatilan.

Antara hidayah dan kesesatan.

Medan peperangannya adalah hati manusia.

Setiap orang sedang berperang.

Dan setiap orang akan menentukan sendiri apakah ia menjadi pemenang atau pecundang.

---

Terakhir, kisah Adam meluruskan cara pandang tentang dosa.

Islam tidak mengenal dosa warisan.

Adam berdosa.

Adam bertobat.

Allah menerima tobatnya.

Selesai.

Setiap manusia memikul dosanya sendiri.

Setiap manusia memiliki pintu tobat yang terbuka.

Tidak ada seorang pun yang harus menanggung dosa orang lain.

Tidak pula ada manusia yang lahir membawa kesalahan nenek moyangnya.

Karena itu, tidak ada alasan untuk berputus asa.

Selama pintu tobat masih terbuka, harapan selalu ada.

---

Maka, seluruh kisah Adam pada hakikatnya bermuara pada satu pilihan yang terus berulang dalam kehidupan manusia.

Apakah kita akan mengikuti petunjuk Allah?

Ataukah mengikuti bisikan setan?

Tidak ada jalan ketiga.

Hanya ada dua pilihan.

Jalan petunjuk atau jalan kesesatan.

Jalan kebenaran atau jalan kebatilan.

Jalan menuju kebahagiaan atau jalan menuju kerugian.

Inilah hakikat yang ingin ditanamkan Al-Qur'an sejak awal kisah manusia.

Dan di atas hakikat inilah seluruh bangunan kehidupan Islam ditegakkan.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (4) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (55) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (106) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (269) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (677) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (304) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)