basmalah Pictures, Images and Photos
Ketika Konsep Islam Bersentuhan dengan Filsafat Asing - Our Islamic Story

Choose your Language

Ketika Konsep Islam Bersentuhan dengan Filsafat Asing Mengapa pada masa-masa awal Islam, konsep akidah yang begitu jernih kemudian menjadi ...

Ketika Konsep Islam Bersentuhan dengan Filsafat Asing


Ketika Konsep Islam Bersentuhan dengan Filsafat Asing


Mengapa pada masa-masa awal Islam, konsep akidah yang begitu jernih kemudian menjadi dipenuhi berbagai perdebatan yang rumit?

Mengapa umat yang dahulu dibimbing langsung oleh Al-Qur'an dan Sunnah kemudian justru tenggelam dalam pembahasan-pembahasan filsafat, logika, dan teologi yang asing?

Apakah hal itu merupakan tanda kemajuan intelektual, atau justru awal dari penyimpangan cara berpikir?

Pada suatu fase sejarah Islam, kehidupan Islam yang murni—yang lahir dari konsep Al-Qur'an dan Sunnah—bertemu dengan berbagai peradaban yang telah lebih dahulu berkembang di wilayah-wilayah yang kemudian ditaklukkan kaum Muslimin. Bersamaan dengan meluasnya wilayah Islam, masuk pula beragam tradisi pemikiran asing, terutama filsafat Yunani dan teologi Kristen, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Namun, mengapa pengaruh tersebut begitu mudah meresap?

Salah satu sebabnya adalah perubahan kondisi umat. Semangat jihad yang dahulu menjadi penggerak peradaban mulai melemah. Sebagian kaum Muslimin larut dalam kemewahan, sementara persoalan-persoalan politik melahirkan berbagai konflik pemikiran. Dalam suasana seperti itulah, filsafat Yunani dipandang sebagai sarana untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul.

Pada masa Abbasiyah dan Andalusia, perhatian besar terhadap rasionalisme akhirnya melahirkan kecenderungan-kecenderungan yang menurut penulis justru menjauh dari karakter asli Islam. Padahal, konsep Islam yang autentik hadir untuk membebaskan manusia dari penyimpangan pemikiran semacam itu. Islam mengarahkan seluruh potensi manusia agar digunakan untuk membangun kehidupan, memakmurkan bumi, menyucikan jiwa, dan menjaga akal agar tidak tersesat dalam spekulasi tanpa petunjuk wahyu.

Lalu bagaimana respons para ulama saat itu?

Sebagian ulama berusaha menghadapi pengaruh pemikiran asing tersebut dengan menyusun berbagai pembahasan tentang hakikat Dzat Allah, sifat-sifat-Nya, qadha dan qadar, kebebasan manusia, dosa, taubat, dan berbagai persoalan teologis lainnya. Tujuannya adalah mempertahankan akidah Islam.

Namun, perdebatan itu justru melahirkan beragam aliran pemikiran, seperti Khawarij, Syiah, Murji'ah, Qadariyah, Jabariyah, Mu'tazilah, Ahlus Sunnah, dan kelompok-kelompok lainnya. Masing-masing mengembangkan argumentasi yang sering kali dipengaruhi oleh metode berpikir di luar tradisi Al-Qur'an.

Di sisi lain, tidak sedikit cendekiawan Muslim yang terpikat oleh filsafat Yunani, khususnya pemikiran Aristoteles yang mereka sebut sebagai "Guru Pertama". Mereka meyakini bahwa kematangan intelektual Islam hanya dapat dicapai apabila menggunakan metode filsafat sebagaimana dilakukan para filsuf Yunani.

Akibatnya, lahirlah apa yang kemudian dikenal sebagai "filsafat Islam" dan ilmu kalam yang banyak menggunakan kerangka logika Aristotelian.

Bukankah ini mirip dengan keadaan zaman sekarang?

Sebagaimana sebagian intelektual Muslim masa kini yang mengagumi model pemikiran Barat dan berusaha membungkus Islam dengan kerangka berpikir modern, pada masa itu pun sebagian ulama berusaha menjelaskan Islam menggunakan perangkat filsafat Yunani. Mereka bukan hanya meminjam metode berpikirnya, tetapi juga banyak menggunakan istilah-istilahnya.

Padahal, menurut penulis, seharusnya konsep Islam dibangun dari dalam dirinya sendiri. Islam memiliki karakter yang universal, menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia, bukan sekadar mengajak akal berdialog melalui logika yang dingin dan abstrak.

Di sinilah letak persoalannya.

Terdapat jurang yang sangat lebar antara sistem filsafat dan sistem akidah. Filsafat dibangun di atas spekulasi rasional manusia, sedangkan akidah Islam bertumpu pada wahyu yang pasti. Ketika keduanya dipaksakan untuk dipadukan, hasilnya justru menimbulkan kerancuan.

Menurut penulis, apa yang dinamakan "filsafat Islam" akhirnya terdengar seperti nada yang sumbang di tengah harmoni akidah Islam. Alih-alih memperjelas konsep Islam, usaha tersebut justru mencampuradukkan pemahaman, menyempitkan keluasan ajaran Islam, dan menghadirkan kerumitan yang asing bagi tabiat Islam sendiri.

Pandangan ini tentu akan menuai keberatan.

Banyak orang yang menaruh perhatian besar pada filsafat Islam atau ilmu kalam mungkin tidak akan sependapat. Namun penulis tetap menegaskan keyakinannya bahwa konsep Islam hanya dapat kembali jernih apabila dibebaskan dari seluruh beban filsafat Yunani, perdebatan ilmu kalam, dan pertikaian historis antarmazhab.

Lalu, ke manakah umat harus kembali?

Jawabannya adalah kembali langsung kepada Al-Qur'an.

Dari Al-Qur'anlah sendi-sendi konsep Islam harus digali secara langsung. Perbandingan dengan sistem pemikiran lain boleh saja dilakukan sekadar untuk memperjelas karakteristik Islam, tetapi fondasi konsepnya tidak boleh dibangun dari luar Al-Qur'an.

Agar metode ini dapat dijalankan dengan benar, ada tiga kenyataan penting yang harus dipahami.

Pertama, filsafat Yunani dan teologi Kristen yang masuk ke dunia Islam bukanlah warisan yang datang dalam bentuk utuh. Keduanya telah mengalami proses penerjemahan, penyederhanaan, bahkan distorsi, sehingga banyak menimbulkan kekacauan dalam pemahaman.

Kedua, upaya menyesuaikan filsafat Yunani dengan Islam berangkat dari kesalahpahaman mendasar terhadap hakikat filsafat Yunani itu sendiri. Filsafat tersebut tumbuh di tengah masyarakat yang dipenuhi mitologi dan politeisme. Akar-akar pemikirannya lahir dari lingkungan yang sangat berbeda dengan tauhid murni yang menjadi fondasi Islam.

Karena menganggap para filsuf Yunani sebagai "orang-orang bijak", sebagian cendekiawan Muslim berasumsi bahwa mereka pasti mengenal tauhid. Dari anggapan inilah lahir usaha memadukan pemikiran Yunani dengan Islam, yang kemudian dikenal sebagai filsafat Islam.

Ketiga, konflik politik yang terjadi setelah wafatnya Khalifah Utsman bin Affan melahirkan berbagai pertentangan teologis. Masing-masing kelompok berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai kepentingannya, lalu mencari dukungan dari berbagai sistem filsafat dan teori yang berkembang saat itu.

Karena itu, menurut penulis, warisan perdebatan tersebut tidak layak dijadikan fondasi bagi pembentukan konsep Islam yang murni.

Warisan itu tetap penting dipelajari, tetapi sebagai bagian dari sejarah pemikiran Islam, bukan sebagai sumber utama akidah. Dengan memahami latar belakang kemunculannya, umat dapat mengenali sebab-sebab penyimpangan dan menghindari pengulangannya.

Konsep Islam yang autentik hanya dapat dibangun apabila sendi-sendinya diambil langsung dari Al-Qur'an, dipahami sesuai karakter wahyu, dan dibebaskan dari beban pertikaian sejarah maupun spekulasi filsafat yang bukan berasal dari sumber-sumber asli Islam.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (5) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (55) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (106) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (269) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (677) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (304) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)