basmalah Pictures, Images and Photos
Wajah Masyarakat Jahiliah: Dari Soal Wanita, Pernikahan, Harta dan Warisan - Our Islamic Story

Choose your Language

Wajah Masyarakat Jahiliah: Mengapa Al-Qur'an Datang Mengubah Segalanya? Bagaimanakah seb...

Wajah Masyarakat Jahiliah: Dari Soal Wanita, Pernikahan, Harta dan Warisan

Wajah Masyarakat Jahiliah: Mengapa Al-Qur'an Datang Mengubah Segalanya?



Bagaimanakah sebenarnya wajah masyarakat Arab sebelum datangnya Islam?

Apakah mereka sekadar masyarakat yang belum mengenal tauhid? Ataukah kejahiliahannya telah merasuki seluruh sendi kehidupan: hukum, keluarga, ekonomi, hingga martabat manusia?

Jika kita menelusuri sejarah, kita akan menemukan sebuah masyarakat yang menjadikan kekuatan sebagai ukuran kebenaran. Kezhaliman merajalela, sementara yang lemah tidak memiliki tempat untuk mencari keadilan.

Kenyataan itu tergambar dalam syair hikmah Zuhair bin Abi Salma:

«"Siapa yang tidak menghunus pedangnya akan dihancurkan. Siapa yang tidak menzhalimi, ia akan dizhalimi."»

Bukankah syair ini menunjukkan bahwa kekerasan telah menjadi hukum kehidupan? Dalam masyarakat seperti itu, seseorang dipaksa memilih: menjadi pelaku kezhaliman atau menjadi korbannya.

Tidak hanya itu. Khamar dan perjudian bukan dipandang sebagai aib, melainkan sebagai tradisi yang dibanggakan. Syair-syair jahiliah bahkan sering mengabadikan kebiasaan tersebut sebagai simbol keberanian, kemewahan, dan kehormatan.

Lalu bagaimana dengan kehormatan keluarga?

Di sinilah kerusakan moral tampak semakin nyata.

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa pada masa jahiliah terdapat empat bentuk hubungan laki-laki dan perempuan.

Yang pertama adalah pernikahan sebagaimana dikenal dalam Islam: seorang laki-laki melamar melalui wali, memberikan mahar, lalu menikah secara sah.

Namun tiga bentuk lainnya menunjukkan betapa rusaknya sistem sosial ketika itu.

Ada pernikahan istibdha', yaitu seorang suami justru menyuruh istrinya mendatangi laki-laki lain yang dianggap memiliki keturunan unggul agar sang istri hamil darinya. Setelah kehamilan jelas, barulah suami kembali menggauli istrinya.

Ada pula seorang wanita yang berhubungan dengan beberapa laki-laki sekaligus. Ketika melahirkan, ia bebas menunjuk siapa saja yang diinginkannya sebagai ayah sang anak, dan laki-laki itu tidak dapat menolak.

Bentuk terakhir adalah pelacuran terbuka. Para pelacur memasang tanda di depan rumah mereka agar siapa pun dapat datang. Jika lahir seorang anak, seorang ahli qiyafah dipanggil untuk menentukan siapa yang dianggap sebagai ayah berdasarkan kemiripan fisik. Penetapan itu kemudian diterima sebagai nasab anak tersebut.

Riwayat ini disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab An-Nikah.

Maka, ketika membaca Al-Qur'an, kita seharusnya tidak hanya membaca ayat-ayatnya. Kita juga perlu melihat masyarakat yang sedang dihadapinya.

Mengapa Al-Qur'an begitu banyak berbicara tentang keluarga, warisan, pernikahan, anak yatim, keadilan, amanah, dan harta?

Jawabannya karena semua sendi kehidupan itu telah rusak.

Surah An-Nisa' menjadi salah satu gambaran paling jelas tentang proses perubahan tersebut.

Apa yang ditemukan Al-Qur'an ketika turun?

Kita menemukan hak-hak anak yatim yang dirampas. Terutama anak-anak yatim perempuan yang memiliki harta. Para wali menguasai kekayaan mereka, menukar harta yang baik dengan yang buruk, bahkan menahan mereka agar tidak menikah hingga harta itu tetap berada dalam kekuasaan para wali. Sebagian menikahi mereka demi menguasai hartanya, bukan karena kasih sayang. Sebagian lagi menikahkan mereka dengan kerabat sendiri demi mempertahankan kekayaan keluarga.

Kita menemukan masyarakat yang menindas anak-anak, perempuan, dan orang-orang lemah melalui sistem warisan. Hanya laki-laki yang mampu berperang dianggap berhak memperoleh harta peninggalan. Anak-anak dan kaum perempuan hampir tidak memperoleh bagian. Kalaupun mendapat warisan, mereka sering dikurung agar hartanya tidak berpindah kepada keluarga lain melalui pernikahan.

Bagaimana kedudukan perempuan saat itu?

Mereka diperlakukan layaknya barang warisan.

Ketika seorang suami meninggal, walinya datang melemparkan pakaian kepada sang janda sebagai tanda bahwa wanita itu telah menjadi "miliknya". Ia bebas menikahinya tanpa mahar, atau menikahkannya dengan laki-laki lain lalu mengambil maharnya untuk dirinya sendiri.

Bahkan ketika seorang suami ingin menyiksa istrinya, ia dapat menggantung statusnya. Sang istri tidak diperlakukan sebagai istri yang baik, tetapi juga tidak diceraikan sehingga bebas membangun kehidupan baru. Ia baru memperoleh kebebasan setelah menebus dirinya.

Bukankah semua itu menunjukkan bahwa martabat perempuan hampir tidak memiliki nilai?

Akibatnya, bangunan keluarga pun kehilangan fondasinya.

Persoalan semakin rumit dengan praktik tabanni (pengangkatan anak) dan sistem wala' (afiliasi budak) yang sering mengacaukan nasab dan hubungan kekerabatan. Di saat yang sama, perzinaan dan perselingkuhan tersebar luas sehingga batas antara hubungan yang sah dan yang batil semakin kabur.

Kerusakan itu tidak berhenti pada urusan keluarga.

Dalam bidang ekonomi, harta dimakan dengan cara batil. Amanah dikhianati. Riba merajalela. Hak-hak dirampas. Perampasan harta dan pembunuhan menjadi perkara yang biasa. Keadilan hanya berpihak kepada mereka yang kuat.

Kalaupun seseorang berinfak, sering kali bukan karena mengharap ridha Allah, melainkan demi pujian dan gengsi sosial. Orang-orang miskin tetap terabaikan, sedangkan orang kaya semakin dimuliakan.

Inilah sebagian wajah masyarakat jahiliah yang dihadapi Al-Qur'an.

Karena itu, ketika Surah An-Nisa' turun, ia bukan sekadar membawa kumpulan hukum. Surah ini hadir sebagai proyek besar membangun kembali peradaban. Ia mengangkat martabat perempuan, melindungi anak yatim, menegakkan keadilan warisan, menjaga kehormatan keluarga, mengembalikan amanah, serta menata hubungan manusia di atas fondasi tauhid dan keadilan.

Dengan memahami kondisi masyarakat yang menjadi latar turunnya ayat-ayat tersebut, kita akan semakin menyadari bahwa syariat Islam bukanlah sekadar aturan. Ia adalah rahmat yang mengangkat manusia dari lumpur kejahiliah menuju kemuliaan sebagai hamba Allah.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (4) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (55) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (106) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (269) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (677) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (304) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)