basmalah Pictures, Images and Photos
Pengrusakan dan Pengusiran Yahudi yang Kedua - Our Islamic Story

Choose your Language

Pengrusakan dan Pengusiran Yahudi yang Kedua  Penghancuran yang pertama terjadi dengan dikeluarkannya bangsa Yahudi dari seluruh bumi Hijaz....

Pengrusakan dan Pengusiran Yahudi yang Kedua




Pengrusakan dan Pengusiran Yahudi yang Kedua 


Penghancuran yang pertama terjadi dengan dikeluarkannya bangsa Yahudi dari seluruh bumi Hijaz. Sebagian dari mereka melarikan diri ke Adzra'at (kini: Dar'a, termasuk wilayah Huran, pen) di bumi Syam, hingga dimulainya kembali episode kedua dari kerusakan dan kesombongan mereka.

Dalam firman Allah Ta'ala di surat Isra' ayat 5 di atas diakhiri dengan, "Suatu ketetapan yang pasti akan terlaksana", yakni bahwa penghancuran yang pertama dari kerusakan dan ke sombongan mereka itu terjadi di zaman Nabi Saw. pada waktu itu wahyu masih turun dan pembersihan selanjutnya terhadap mereka dilanjutkan oleh para sahabatnya.

Kemudian ayat-ayat berikutnya mulai bercerita tentang kerusakan dan kesombongan mereka tahapan kedua,

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَادُنَكُمُ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَ جَعَلْنَكُمُ اكْتَرَ نَفِيرًا

"Kemudian Kami berikan giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." (Al-Isra': 6)

Ayat itu memberitahukan bahwa Allah Ta'ala akan mem-berikan "Al-Karrata 'alaihim", giliran untuk mengalahkan mereka kembali. Mengalahkan siapa? 

Mengalahkan orang yang pernah mengejar-ngejarmu keluar masuk kampung dan lorong di seluruh negeri pada waktu tahap pertama terjadi. "Al-Karrata" ini mencakup juga kedaulatan dan kekuasaan. Ketika Allah Ta'ala ingin memberikan giliran kepada bangsa Yahudi itu, Dia menggunakan "Tsumma" yang menurut tatabahasa berfungsi sebagai kata penghubung (conjuction), menghubungkan peristiwa yang pertama dengan peristiwa yang berikutnya dengan memberikan tempo dan kelonggaran.

Apakah pernah tercatat dalam sejarah bangsa Yahudi menggunakan giliran untuk menaklukkan bangsa Babilonia, padahal mereka mempunyai kekuasaan dan kedaulatan? Tidak pernah terjadi! Tidak akan pernah terjadi baik sekarang maupun di masa-masa yang akan datang, karena bangsa Babilonia itu sudah purah dari bumi ini sebagai suatu bangsa. 

Mereka tidak dikenal orang lagi di mana tempatnya dan di mana negaranya. Maka Małasuci Allah Ta'ala kalau cerita-Nya dalam Al-Qur'an ini akan dikatakan bohong dan tidak terbukti.

Namun fakta yang tidak dapat dibantah lagi, "giliran untuk mengalahkan" yang diberikan dan dibantu Allah Ta'ala itu ialah terhadap anak keturunan orang-orang yang pernah mengejar-ngejar mereka keluar masuk kampung dan lorong di seluruh negeri. Mereka adalah umat Islam atau bangsa Arab yang muslim.

Bangsa Yahudi sudah berhasil melakukan balas dendamnya kembali menduduki dan mengalahkan negeri Syam, dan Palestina merupakan sebagian dari negeri tersebut. Itulah yang terjadi yang kita alami dan yang diderita oleh seluruh umat Islam.

Kini, mari kami ajak pembaca mengikuti bagian akhir ayat tersebut sehingga lebih meyakinkan, bagaimana ayat itu menggambarkan realitas yang kita alami dan dialami juga oleh negara Yahudi itu.

Sesudah Allah memberikan giliran mengalahkan lawan-lawannya, lalu Dia berfirman, "Dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." Beranjak dari sini, marilah kita ajukan pertanyaan sekali lagi, pernahkan Allah Ta'ala membantu bangsa Yahudi dengan harta dan kekayaan dan anak-anak pada kesempatan yang lain?

Kami kira tidak pemah! Karena bangsa Yahudi itu sejak dimurkai Allah, mereka selalu hidup dalam bencana dan kesengsaraan yang tiada putus-putusnya.

Sebelum Islam, mereka mengalami kehancuran dan siksaan dari bangsa Babilonia dan Romawi. Sesudah Islam datang, mereka diusir keluar dari seluruh Jazirah Arab, kemudian mereka pergi mengembara ke seluruh Eropa. Tetapi Eropa membenci dan menyiksa mereka hingga abad ini.

Kaum muslimin berjasa sekali menyelematkan mereka dari tangan bangsa Spanyol, mereka hidup berabad-abad di bawah naungan negara Islam dengan aman dan tenang, darah dan hartanya dilindungi, namun mereka tidak pernah memelihara dan membalas baik budi orang.

Untuk lebih jelasnya kebenaran ayat tersebut di atas dan agar kita dapat melihat mukjizatnya dengan nyata, marilah kita tengok sejenak negara Yahudi yang pada dewasa ini hidup dengan bala bantuan anak-anaknya yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk dipersiapkan sebagai pasukarı sukarela, di antara mereka sebagian besar datang dari Rusia. Sedang bantuan keuangan datang melimpah ruah tanpa limit dari negara-negara Barat, supaya mereka melanjutkan permusuhan, kesombongan dan angkara murkanya.

Maka tepat sekali firman Allah Ta'ala yang mengatakan, "Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." Nah, jelaslah kini, bahwa kekuatan militer dan keuangan blok Barat dan Blok Timur seluruhnya ada di belakang negara Yahudi itu dalam persekutuan dan peperangannya.

Maka tidak heran kalau kali ini mereka meningkatkan ke-sombongannya, sehingga mencapai tahapan kesombongan yang kedua yang dinyatakan dalam Al-Qur'an. Bagaimana dengan kerusakan yang telah dilakukan?

Supaya realisasi kerusakan itu juga tercapai, kita lihat bangsa Yahudi melakukan berbagai perbuatan yang paling jahat dan keji, sehingga melampaui segala macam penyiksaan yang mereka derita atau yang diderita oleh yang lain. Lantaran itu Allah memperingat-kan mereka, firman-Nya,

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لا نُفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) bagi dirimu sendiri juga." (Al-Isra': 7)

Kebaikan itu duniawi sifatnya dan dibalas di dunia juga, seperti yang dinyatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 200,

"Maka di antara manusia ada yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat."

Ternyata bangsa Yahudi itu tidak mengindahkan semua peringatan dan semua larangan dilanggarnya. Mereka melakukan pembunuhan, penyiksaan, dan penganiayaan di luar perikemanusiaan. Banyak anak-anak menjadi yatim piatu, para wanita dipenjara, rumah-rumah dihancurkan, tanah penduduk dirampas, pembangunan koloni-koloni digalakkan, Masjidil Aqhsa pada tanggal 21 Agustus 1969 dibakar, padahal masjid itu di sisi Allah besar sekali nilainya. 

Mereka memasuki dan mengotori Masjid Al-Khalil alaihissalam, padahal Anda tahu derajat Al-Khalil di sisi Allah. Pasukan mereka memasuki masjid tersebut dengan bersepatu. Mereka merobek-robek kitab suci Al-Qur'an. Kini mereka memasuki Libanon dengan curang dan khianat. Mereka melakukan berbagai kejahatan dan kekejian yang belum pernah dilakukan oleh umat manusia di sepanjang lintasan sejarahnya. 

Bekerjasama dengan Kristen Maronit yang terkenal paling keras permusuhannya terhadap kaum mukminin, yang telah melakukan berbagai tindakan kriminal dengan mengatas-namakan Salib, dan dengan mengatas namakan Al-Masih, sedang Al-Masih bersih dari perbuatan jahat mereka itu.

Saya telah memproklamasikan di hadapan khalayak ramai, kaum muslimin di Amman pada Idul Adha yang mulia tahun 1402 H/1982 M, bahwa kaum Kristen Maronit tidak terbilang Ahlud Dzimmah lagi di negara-negara kaum muslimin, dan bahwa mereka telah melanggar perjanjian yang telah diberikan Khalifah Umar r.a. kepada kaum Nasrani di negeri Syam pada masa pamerintahannya. Maka perempu-an-perempuan dan anak-anak mereka halal hukumnya di-tawan, seperti halnya mereka memperlakukan wanita-wanita dan anak-anak kaum Muslimin di Shabra dan Shatila.

Berbagai perbuatan kejam dan keji mereka lakukan, mengundang datangnya lebih cepat lagi siksa dan hukuman Allah,

"Dan apabila datang saat hukuman bagi (Kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuram-kan muka-muka kamu, dan untuk memasuki masjid, sebagai-mana mereka telah memasukinya pada pertama kali, dan untuk membinasakan habis-habisan apa saja yang mereka kuasai." (Al-Isra': 7).

Di sini Allah Ta'ala memberitahukan tentang segera lenyapnya negara mereka. Dia menggunakan kalimat "fa" sebagai penghubung, bukan kata "tsumma", dan fa di sini menunjukkan 'at haf bersama susulan. Susulan bagi segala sesuatu yang telah terjadi dengan berimbang atau setimpal, dan Dia menunjukkan juga cepatnya peristiwa terjadi, "Dan apabila datang saat hukuman datang bagi (kejahatan) yang kedua," yakni; lenyapnya kesombongan mereka yang kedua, maka wajah-wajah Bani Israil menjadi buruk.

Allah Swt. memberi kabar gembira kepada kita, Mahasuci Allah Yang Mahakuasa, bahwa kita akan memasuki Masjidilaksa seperti halnya kita telah memasukinya dahulu.

Di sini terdapat isyarat yang indah tentang masuknya kita ke dalam masjid itu sebanyak dua kali. Kedua peristiwa itu terjadi sesudah turunnya ayat tersebut. 

Pertama, berupa penaklukan di zaman khalifah Umar bin Khat-tab, ketika memasuki masjid itu dengan nama Allah dan Islam.

Kedua, yaitu penaklukan terakhir yang saatnya akan segera tiba dimana kaum muslimin akan memasuki kembali Masjidil Aqsha dengan kemenangan gilang-gemilang sebagaimana yang dialami oleh para sahabat dahulu.

Kemudian Allah Ta'ala menegaskan juga bahwa kata: "Wa li-yutab-biru", dan mereka (baca: kita) akan menghancur-leburkan apa saja yang menjadi kebanggaan dan kesombongan bangsa Yahudi itu, material maupun spiritual.

Perlu kami ingatkan di sini bahwa selama ini Palestina tidak pernah mengenal bangunan-bangunan bertingkat dua puluh atau lebih kurang dari itu, kecuali di bawah pendudukan bangsa Yahudi. Maka bangunan-banguan pencakar langit mereka yang dibangun di bumi yang berkeberkatan itu, akan mengalami penghancuran dan pengrusakan. Kemudian ayat itu mengulangi kembali peringatannya kepada bangsa Yahudi, firman-Nya,

"Dan sekiranya kamu kembali (ke kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka jahannam penjara bagi orang-orang yang kafir." (Al-Isra': 8).

Selanjutnya Allah Ta'ala memberikan kabar gembira, sesudah memberi pengertian kepada kita, bahwa Al-Qur'an ini berdaya guna menuntun kita ke jalan yang lurus dan menuju kehidupan hakiki, lalu menjanjikan dengan datangnya kemenangan, firman'Nya,

"Sesunggunya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bagi mereka pahala yang besar." (Al-Isra': 9).

Pada akhir surat Al-Isra' ada lagi ayat yang erat hubung-annya dengan peristiwa ini, firman-Nya:

"Dan kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israel: 'Diamlah kamu di negeri ini, maka apabila telah datang janji terakhir, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur." (Al-Isra': 104).

"Lafifa" artinya berjamaah-jamaah dan bercampur-baur. Demikian pula dengan kedatangan bangsa Yahudi dewasa ini ke Palestina, dari berbagai penjuru bumi dan terdiri dari bermacam-macam kewarganegaraan.

Dalam ayat selanjutnya dilancarkan peringatan kepada kaum Yahudi dan berita gembira kepada kaum Muslimin:

"Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) ini dengan sebenar-benarnya dan ia telah turun dengan (mem-bawa) kebenaran, dan Kami tidak mengutusmu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan memberi peringatan." (Al-Isra': 105).

Kalau kita rangkaikan penafsiran ayat-ayat tersebut dengan ramalan dan mukjizat Rasulullah Saw. yang tersimpul dalam hadits beliau, kiranya sejajar benar, Sabdanya,

لا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتَلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَقُوْلَ الْحَجَرُ وَالشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ ، يَا عَبْدَ اللهِ ، هَذَا يَهُودِيُّ خَلْفِى

فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ ، إِلَّا الْغَرْقَدَ ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ اليَهُودَ : رواه الشيخان :

"Belum akan tiba kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, kemudian mereka diperangi oleh kaum Mus-limin, sehingga batu dan pohon berkata: Hai, Muslimin, hai hamba Allah! inilah seorang Yahudi bersembunyi di belakang-ku, datangilah dan bunuhlah, kecuali pohon Al-Gharqad ka-rena ia tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi." (R. Asy-Syaikhan: Al.Bukhari dan Muslim).

Pohon al-Gharqad itu terbilang pohon perdu yang bercabang-cabang, dewasa ini banyak ditanam hampir di seluruh kawasan Palestina, dan hingga kini penduduk An-Naqab di Palestina menamakannya pohon "Gharqad", meskipun di tempat-tempat lainnya di sana sudah berubah nama dan pohonan ini ditanam oleh bangsa Yahudi sendiri.

Itulah salah satu sebab kenapa semua daya upaya untuk mengukuhkan kedaulatan bangsa Yahudi selalu gagal. Sejak tahun 1948, semua usaha orang mencari jalan damai untuk memantapkan kedaulatan bangsa Yahudi itu selalu menemui jalan buntu, bahkan kegagalan itu banyak disebabkan karena sikap dan ulah bangsa Yahudi itu sendiri. 

Karena bangsa itu terkenal tidak dapat memecahkan masalah apapun kecuali dengan kedengkian, persekongkolan, dan tipu daya. Hal ini dijelaskan Allah Ta'ala, karena mereka suatu kaum yang tidak berakal; 

"Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu-padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah-belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada berakal." (Al. Hasyar: 14).

Perkembangan ini terus akan berlanjut, hingga datang saat yang dijanjikan, ketika kaum Muslimin sudah mencampakkan semua ideologi yang bertentangan dengan Islam. Seperti digambarkan oleh hadits Rasulullah Saw. bahwa batu dan pohon hidup berdampingan dan sepaham dengan kaum muslimin, mereka akan mengatakan,

"Hai, Muslim, hai Abdullah! Inilah Yahudi bersembunyi di belakang saya, datanglah dan bunuhlah dia."

Jadi kemenangan akhir di Palestina itu tidak akan diraih oleh kelompok-kelompok yang menamakan dirinya kanan atau kiri, akan tetapi yang akan terjadi adalah peperangan Islami di jalan Allah yang senantiasa merupakan peperangan yang memenangkan.

Karena itu, kami tidak pernah merasa heran kalau kita hingga kini tidak pernah menang melawan Yahudi, karena kita tidak memeranginya dengan Islam. Kalau pemerintah-pemerintah Arab itu dimenangkan, tentulah Al-Qur'an akan didustakan, karena mereka adalah pemerintah kafir yang menghalalkan riba, zina, minuman keras, judi, dan mereka tidak bersedia memerangi musuh-musuhnya, dan bahkan tidak memberlakukan lagi hukum jihad dalam kehidupan maupun program kerjanya.

Para penguasa itu semua hidup di luar tata cara keislaman. Maka sudah pasti revolusi bangsa Palestina itu akan gagal di dalam memenangkan perjuangannya, karena ia tidak menggunakan Islam sebagai cara, program dan perjuangan. Sedang Allah Ta'ala berfirman, 

"Apabila kamu memenangkan (agama) Allah, niscaya Dia akan me-menangkan kamu." (Muhammad: 7).

Mereka tidak pernah bermimpi akan memenangkan agama Allah, sehingga Allah tidak merasa berkewajiban akan memenangkan mereka.




0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (4) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (3) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (54) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (105) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (74) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (267) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (676) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (302) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)