basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Bangsa Arab Mampu Memimpin Peradaban Setelah Datangnya Islam? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Bangsa Arab Mampu Memimpin Peradaban Setelah Datangnya Islam? Apakah bangsa Arab sebelum Islam adalah bangsa yang sepenuhnya buruk? ...

Mengapa Bangsa Arab Mampu Memimpin Peradaban Setelah Datangnya Islam?


Mengapa Bangsa Arab Mampu Memimpin Peradaban Setelah Datangnya Islam?

Apakah bangsa Arab sebelum Islam adalah bangsa yang sepenuhnya buruk?

Tentu tidak.

Mereka memiliki sejumlah kelebihan yang kelak menjadi modal besar bagi lahirnya sebuah peradaban. Mereka dikenal pemberani, memiliki daya ingat yang kuat, fasih berbahasa, menjaga kehormatan kabilah, serta memiliki semangat yang tinggi.

Namun, sebuah pertanyaan penting perlu diajukan.

Mengapa seluruh kelebihan itu tidak mampu melahirkan peradaban yang agung sebelum Islam datang?

Jawabannya sederhana. Kelebihan itu tidak memiliki arah.

Potensi-potensi tersebut tercerai-berai, diperalat oleh hawa nafsu, dibatasi fanatisme kesukuan, dan akhirnya tenggelam dalam berbagai bentuk kejahiliahan. Tanpa petunjuk wahyu, keberanian berubah menjadi penindasan, kehormatan berubah menjadi kesombongan, dan kekuatan berubah menjadi alat untuk menzalimi yang lemah.

Di sinilah Islam memainkan peran yang tidak tergantikan.

Islam tidak menciptakan seluruh potensi itu dari awal, tetapi menyelamatkannya, membersihkannya, lalu mengarahkannya menuju tujuan yang benar. Islam menghapus sifat-sifat jahiliah yang merusak, kemudian menumbuhkan karakter yang mulia sehingga seluruh kelebihan bangsa Arab menjadi kekuatan yang membangun peradaban.

Seandainya Islam tidak hadir, semua potensi itu akan tetap terkubur di bawah debu kejahiliahan. Ia akan tetap tercerai-berai, tidak memiliki arah, dan tidak pernah memberikan sumbangan berarti bagi kemanusiaan.

Keadaan bangsa Arab ketika itu sebenarnya tidak berbeda dengan bangsa-bangsa jahiliah lain yang hidup pada masa yang sama. Banyak di antara mereka akhirnya lenyap dari panggung sejarah karena tidak pernah memperoleh risalah yang membimbing dan tidak dibesarkan oleh sebuah akidah yang benar.

Islam kemudian mengangkat bangsa Arab dari lumpur kejahiliahan dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya memperbaiki akidah mereka, tetapi juga membenahi struktur sosial, tradisi, dan tata hubungan antarmanusia.

Sering kali muncul anggapan bahwa masyarakat Arab pra-Islam merupakan masyarakat yang demokratis karena setiap kabilah memiliki kebebasan. Benarkah demikian?

Sejarah justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Ukuran kehormatan ketika itu sangat erat kaitannya dengan kemampuan menzalimi orang lain. Kekuasaan dipandang sebagai hak untuk memaksakan kehendak, sedangkan orang lemah hampir tidak memiliki perlindungan.

Hal ini tergambar dalam syair-syair Arab sendiri.

Penyair An-Najasyi, misalnya, menjadikan ketidakmampuan menzalimi sebagai bahan ejekan ketika berkata:

"Kabilahnya tak pernah curang terhadap sebuah janji, dan tak pernah menzalimi walau sebesar biji sawi."

Kalimat yang seharusnya menjadi pujian justru dipakai sebagai sindiran. Ini menunjukkan bahwa budaya ketika itu menganggap kemampuan berbuat zalim sebagai lambang keperkasaan.

Contoh lain tampak pada Hujr bin Al-Harits yang mengancam akan memperbudak Bani Asad. Penyair mereka, 'Ubaid bin Al-Abrash, bahkan memohon belas kasihan dengan menggambarkan kaumnya sebagai budak yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan sang raja.

Demikian pula Amr bin Hind, seorang penguasa Arab yang membiasakan rakyat berbicara kepadanya dari balik hijab dan memaksa para pemimpin kabilah melayani dirinya di istana.

An-Nu'man bin Al-Mundzir bahkan menetapkan dua hari yang sangat kontras: satu hari untuk melimpahkan hadiah kepada siapa saja yang datang, dan satu hari lainnya untuk membunuh siapa pun yang kebetulan menghadapnya. Nasib seseorang bergantung pada suasana hati penguasa, bukan pada keadilan.

Tradisi kesewenang-wenangan itu begitu kuat hingga melahirkan berbagai ungkapan yang terkenal.

Dikisahkan pula tentang Kalib milik Wa'il. Anjing pemburu itu dilepaskan ke mana saja tuannya hendak berburu, dan tidak ada seorang pun yang berani mendekati wilayah yang terdengar gonggongannya.

Begitu pula ungkapan, "La hurra bi wadi 'Auf"—"Tidak ada orang merdeka di lembah milik 'Auf." Ungkapan ini menggambarkan betapa besarnya kekuasaan 'Auf sehingga siapa pun yang memasuki wilayahnya diperlakukan seolah-olah budaknya sendiri.

Lalu apa yang dilakukan Islam terhadap masyarakat seperti ini?

Islam mencabut akar-akar kejahiliahan itu.

Islam menghapus tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup, memuliakan kedudukan perempuan, mengharamkan khamar dan perjudian, memperbaiki hubungan antara laki-laki dan perempuan, melarang tabarruj dan berbagai bentuk pelecehan terhadap perempuan, serta mengakhiri budaya perampasan, perampokan, dan peperangan antarsuku yang tidak pernah berkesudahan.

Islam juga menyatukan kabilah-kabilah yang sebelumnya selalu saling bermusuhan.

Sebelum Islam, mereka begitu gagah ketika memerangi sesama bangsa Arab, tetapi justru tidak mampu bersatu menghadapi ancaman dari luar. Peristiwa Tahun Gajah menjadi bukti nyata. Ketika pasukan Habasyah datang menyerang Ka'bah, seluruh kabilah Arab tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti.

Ironisnya, mereka sangat kuat ketika saling memerangi, tetapi sangat lemah ketika menghadapi musuh bersama.

Islam mengubah semuanya.

Dalam waktu sekitar satu generasi, bangsa Arab yang sebelumnya tenggelam dalam kejahiliahan berubah menjadi umat yang memimpin peradaban. Mereka berdiri di atas landasan akidah yang kokoh, membawa keadilan, ilmu, dan rahmat bagi manusia.

Mereka pernah merasakan dua dunia yang sangat berbeda: dunia jahiliah dan dunia Islam. Mereka mengetahui bagaimana hinanya kehidupan tanpa petunjuk Allah, sekaligus merasakan kemuliaan hidup di bawah naungan wahyu.

Karena itulah mereka dapat menghayati sepenuhnya firman Allah:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma'idah: 3)

Ayat ini bukan sekadar pernyataan tentang sempurnanya syariat, tetapi juga kesaksian sejarah tentang bagaimana Islam mengubah sebuah bangsa dari keterpurukan menuju puncak kejayaan, lalu menjadikannya pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (5) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (55) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (107) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (270) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (678) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (305) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)