basmalah Pictures, Images and Photos
Bekal bagi Para Da'i - Our Islamic Story

Choose your Language

 Bekal bagi Para Da'i Mengapa seorang musafir selalu membawa bekal? Karena ia tahu bahwa perjalanan ...

Bekal bagi Para Da'i

 Bekal bagi Para Da'i


Mengapa seorang musafir selalu membawa bekal?


Karena ia tahu bahwa perjalanan tidak selalu mudah. Di tengah jalan bisa saja ia kehabisan tenaga, tersesat, menghadapi cuaca buruk, atau menemui berbagai rintangan yang menghalangi langkahnya. Bekal bukan sekadar pelengkap perjalanan, melainkan syarat agar ia mampu mencapai tujuan.

Jika demikian, bukankah perjalanan dakwah jauh lebih membutuhkan bekal?

Jalan dakwah bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan iman, kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hati. Di sepanjang jalan ini, seorang da'i akan berhadapan dengan ujian, godaan, penolakan, bahkan tekanan yang dapat melemahkan semangat atau menyesatkan langkahnya.

Karena itu, setiap aktivis dakwah membutuhkan bekal yang mampu menjaga istiqamah hingga akhir perjalanan.

Bekal yang Paling Utama

Lalu, apakah bekal terpenting itu?

Bukan harta.

Bukan kepandaian berbicara.

Bukan pula kedudukan atau banyaknya pengikut.

Bekal yang paling pertama dan paling utama adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Itulah bekal terbaik yang akan menghidupkan hati, menguatkan langkah, dan menjaga arah perjalanan.

Di samping itu, seorang da'i juga membutuhkan bekal pendukung, seperti sahabat-sahabat yang saleh, guru yang membimbing, lingkungan yang baik, pengalaman, serta nasihat yang terus mengingatkannya ketika lalai.

Semua itu menjadi penopang agar tekad tetap kokoh dan langkah tidak menyimpang.

Ketika Bekal Mulai Habis

Bayangkan sebuah kendaraan yang sedang menempuh perjalanan jauh.

Mesinnya masih utuh.

Rodanya masih sempurna.

Namun bahan bakarnya habis.

Apa yang terjadi?

Kendaraan itu berubah menjadi sekadar tumpukan besi yang tidak mampu bergerak sejengkal pun.

Demikian pula seorang aktivis dakwah.

Apabila bekal iman dan takwanya terus berkurang tanpa pernah diperbarui, maka semangatnya akan melemah. Gerakannya menjadi lamban, pikirannya kehilangan arah, dan jiwanya seakan kehilangan kehidupan.

Karena itulah Allah berfirman,

«"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya sehingga dia dapat berjalan di tengah manusia, sama seperti orang yang berada dalam kegelapan yang tidak dapat keluar darinya?" (QS. Al-An'am: 122)»

Begitu pula firman-Nya,

«"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu." (QS. Al-Anfal: 24)»

Imanlah yang menghidupkan hati.

Iman Melahirkan Kekuatan



Apa yang lahir dari hati yang dipenuhi iman?

Darinya memancar keikhlasan, kejujuran, ketulusan, keberanian, dan keteguhan.

Iman memperkuat tekad, melemahkan godaan dunia, serta menjadikan berbagai rintangan tampak lebih ringan.

Bahkan, prestasi-prestasi besar dalam dakwah sering kali bukan lahir dari kemampuan manusia semata, melainkan dari hati yang dipenuhi iman kepada Allah.

Merasakan Kebersamaan Allah

Dalam perjalanan dakwah, apakah ada nikmat yang lebih besar daripada merasakan bahwa Allah selalu bersama kita?

Ketika seorang da'i menyadari bahwa setiap langkahnya berada dalam pengawasan dan pertolongan Allah, ia tidak akan mudah merasa sendiri.

Sebaliknya, siapa yang kehilangan pertolongan Allah, meskipun memiliki seluruh kekuatan dunia, pada hakikatnya telah kehilangan segalanya.

Karena itu Allah berfirman,

«"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan." (QS. An-Nahl: 128)»

Dan firman-Nya,

«"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anfal: 19)»

Cahaya yang Menuntun Langkah

Perjalanan dakwah tidak selalu terang.

Kadang muncul persimpangan.

Kadang muncul keraguan.

Kadang muncul tipu daya yang sulit dibedakan dengan kebenaran.

Lalu, apa yang menerangi jalan itu?

Allah menyebutnya sebagai nur, cahaya yang diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Dengan cahaya itulah seorang mukmin mampu melihat jalan yang benar dan mengenali jebakan-jebakan setan.

Allah berfirman,

«"Allah menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan." (QS. Al-Hadid: 28)»

Dan,

«"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka ditimpa godaan setan, mereka segera mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka dapat melihat dengan jelas." (QS. Al-A'raf: 201)»




Izzah Seorang Mukmin

Bagaimana mungkin seorang da'i mampu mengubah masyarakat apabila dirinya sendiri merasa rendah dan minder?

Dakwah membutuhkan izzah, yaitu kemuliaan yang lahir dari keimanan.

Bukan kesombongan.

Bukan merasa lebih hebat dari orang lain.

Melainkan keyakinan bahwa kemuliaan sejati berasal dari Allah.

Karena itu Allah mengingatkan,

«"Janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 139)»

Siap Berkorban

Dakwah selalu menuntut pengorbanan.

Tenaga.

Waktu.

Harta.

Pikiran.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, jiwa.

Pertanyaannya, siapa yang mampu berkorban dengan ikhlas?

Hanya orang yang yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik daripada apa yang ia tinggalkan di dunia.



Sabar Menghadapi Ujian

Adakah dakwah tanpa ujian?

Tidak pernah.

Para nabi mengalaminya.

Para sahabat mengalaminya.

Orang-orang saleh sepanjang sejarah pun mengalaminya.

Yang membedakan hanyalah bagaimana mereka menghadapinya.

Allah telah mengajarkan bahwa kesabaran hanya dapat dipertahankan oleh hati yang dipenuhi iman dan takwa.

Karena itu, ketika gangguan datang, seorang mukmin tidak bertanya, "Mengapa aku diuji?"

Ia justru bertanya, "Bagaimana aku dapat tetap setia kepada Allah dalam ujian ini?"

Keteguhan di Tengah Ancaman

Jalan dakwah juga dipenuhi intimidasi, ancaman, dan rasa takut.

Namun sejarah mencatat bahwa orang-orang beriman justru semakin kuat ketika ancaman itu datang.

Mereka berkata,

«"Hasbunallahu wa ni'mal wakil."
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran: 173)»

Kalimat itu bukan sekadar ucapan.

Ia lahir dari hati yang telah dipenuhi keyakinan kepada Allah.

Ukhuwah sebagai Bekal Perjalanan

Bisakah seorang da'i berjalan sendirian sepanjang hidupnya?

Mungkin.

Tetapi ia tidak akan berjalan sejauh orang yang memiliki saudara-saudara seiman.

Karena itulah Islam membangun ukhuwah.

Ketika seseorang lemah, saudaranya menguatkan.

Ketika ia lupa, saudaranya mengingatkan.

Ketika ia futur, saudaranya membangkitkan kembali semangatnya.

Bukankah Rasulullah ï·º bersabda bahwa seseorang belum sempurna imannya sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri?

Ilmu yang Diberkahi

Dakwah juga membutuhkan ilmu.

Namun ilmu yang dibutuhkan bukan sekadar banyaknya bacaan atau luasnya hafalan.

Ilmu yang benar adalah ilmu yang disertai keikhlasan dan ketakwaan.

Karena Allah berfirman,

«"Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu." (QS. Al-Baqarah: 282)»

Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin Allah bukakan pemahaman baginya.



Menanti Pertolongan Allah

Pada akhirnya, keberhasilan dakwah tidak bergantung pada kemampuan manusia semata.

Ia bergantung kepada pertolongan Allah.

Bukankah Allah telah berjanji,

«"Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Rum: 47)»

Dan,

«"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi." (QS. An-Nur: 55)»

Janji itu bukan sekadar harapan.

Ia adalah kepastian bagi orang-orang yang menjaga iman, amal saleh, dan istiqamah.

Menjaga Janji Hingga Akhir

Perjalanan dakwah bukan perlombaan yang dimenangkan oleh orang yang berlari paling cepat.

Ia dimenangkan oleh orang yang tetap setia hingga garis akhir.

Karena itu, seorang da'i harus menjaga janjinya kepada Allah, tidak mengkhianatinya, tidak mengubahnya, dan tidak berpaling darinya.

Allah memuji orang-orang yang tetap teguh memegang janjinya.

Penutup

Jika seorang musafir membutuhkan bekal untuk menempuh perjalanan dunia yang hanya beberapa hari, maka terlebih lagi seorang da'i membutuhkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju ridha Allah yang berlangsung sepanjang hidupnya.

Bekal itu adalah iman dan takwa.

Bekal yang harus terus dijaga, dipelihara, diperbarui, dan ditambah setiap hari.

Sebab tanpa bekal itu, langkah dakwah akan melemah.

Namun dengan bekal itu, seorang da'i akan mampu terus berjalan, tetap istiqamah, dan berharap bertemu Allah dalam keadaan telah menunaikan amanah yang dipikulnya.

Maka pertanyaannya bukan lagi, "Sudahkah kita berada di jalan dakwah?"

Melainkan, "Sudahkah kita membawa bekal yang cukup untuk menyelesaikan perjalanan itu?"

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (10) Dakwah (7) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (20) Kecerdasan (331) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (56) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (107) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (6) Nusantara (273) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (680) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (308) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)