Model Ideal Mengarungi Liku-liku Hidup
Seorang ulama pernah berkata bahwa Allah akan memberikan cobaan demi cobaan kepada hamba-Nya, hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.
Makna ini dipertegas oleh Fudhail bin Iyadh yang mengatakan:
“Sesungguhnya Allah telah membuat perjanjian kepada hamba-Nya yang beriman akan adanya cobaan, sebagaimana seorang kepala keluarga telah berjanji kepada keluarganya akan adanya kebaikan.”
Dengan demikian, ujian bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan seorang mukmin, melainkan bagian dari janji Ilahi yang mengandung kebaikan, meski sering tersembunyi di balik kesulitan.
Cara paling mudah untuk menjalani ujian dengan benar adalah dengan meneladani jalan yang telah dilalui oleh para kekasih Allah. Mereka adalah contoh hidup tentang bagaimana menghadapi berbagai bentuk ujian dengan sikap yang lurus dan hati yang teguh.
Dalam hal ini, Hatim Al-Asham memberikan gambaran yang mendalam:
“Sesungguhnya Allah akan menegakkan hujjah atas makhluk pada hari kiamat: dengan Nabi Sulaiman terhadap orang-orang kaya, Nabi Isa terhadap orang-orang miskin, Nabi Yusuf terhadap para budak, dan Nabi Ayyub terhadap orang-orang yang sakit.”
Pesan ini menunjukkan bahwa setiap keadaan hidup—kaya atau miskin, sehat atau sakit, merdeka atau tertindas—telah memiliki teladan yang sempurna. Tidak ada alasan bagi manusia untuk menyimpang, karena setiap ujian telah dicontohkan cara menjalaninya.
Sumber:
Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Republika, 2016
0 komentar: