Orang yang selalu disibukkan oleh urusan duniawi tidak akan mampu bertindak rasional, meskipun usianya telah mencapai seratus tahun. Ia tetap seperti seorang anak kecil yang belum berpikir dewasa.
Sebaliknya, seorang anak kecil yang tidak tenggelam dalam kesibukan duniawi, pada hakikatnya memiliki kedewasaan. Dalam hal ini, ukuran umur tidak lagi menjadi penentu.
Akal yang dewasa ibarat air yang jernih—tidak berubah dan mampu membersihkan segala kotoran. Ia tetap murni karena tidak tercampuri apa pun. Demikian pula akal yang tidak tercampuri oleh kecintaan berlebihan terhadap dunia, ia akan tetap jernih dan mampu melihat kebenaran dengan utuh.
Sumber:
Jalaluddin Rumi, Fihi Ma Fihi, Penerbit Forum, 2016
0 komentar: