basmalah Pictures, Images and Photos
Albert Einstein dan Tokoh Yahudi: Israel Menghancurkan Yahudi - Our Islamic Story

Albert Einstein dan Tokoh Yahudi: Israel Menghancurkan Yahudi  Nama Albert Eins...

Albert Einstein dan Tokoh Yahudi: Israel Menghancurkan Yahudi


Albert Einstein dan Tokoh Yahudi: Israel Menghancurkan Yahudi 


Nama Albert Einstein hampir selalu menjadi personifikasi dari kebijaksanaan, kemanusiaan, dan perdamaian universal. Namun, sejarah sering kali menyapukan kuas yang terlalu lebar, menutupi sisi politik sang fisikawan yang paling provokatif: penolakannya yang keras terhadap fondasi ideologis pendirian negara Israel. Jauh sebelum bendera dikibarkan pada Mei 1948, sang pemikir terbesar abad ke-20 ini telah mengendus adanya aroma "bencana" yang tersembunyi di balik euforia nasionalisme. 

Baginya, sebuah entitas politik yang lahir dari rahim kekerasan bukanlah sebuah kemenangan sejarah, melainkan benih kehancuran moral yang fatal.


Ramalan "Bencana Nyata" Einstein (1948)

Tepat satu bulan sebelum proklamasi kemerdekaan Israel, pada 10 April 1948, Einstein mengirimkan sebuah korespondensi singkat namun mengguncang kepada Shepard Rifkin, Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel.

Dalam surat yang hanya terdiri dari sekitar 50 kata tersebut, Einstein tidak basa-basi. Ia langsung menunjuk hidung pihak-pihak yang dianggapnya menyesatkan dan kriminal.

Einstein menegaskan bahwa ada dua poros yang akan bertanggung jawab atas malapetaka di Palestina: kebijakan Inggris dan "organisasi teroris" yang muncul dari internal barisan Yahudi sendiri.

"Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab atas hal itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu, organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri."

Bagi Einstein, gerakan ini bukan sekadar strategi militer, melainkan sebuah penyimpangan yang akan membawa komunitas Yahudi menuju jurang kehancuran. 

Ketidaksukaannya begitu mendalam sehingga ia kemudian menolak tawaran menjadi Presiden Israel pada 1952, tetap teguh pada keyakinannya bahwa Israel terbentuk dari "laras senjata, dinamit, dan darah orang-orang Palestina."


Kritik Terhadap Fasisme dan "Partai Nazi" di Israel

Kegelisahan Einstein bukan sekadar luapan emosi pribadi, melainkan sebuah posisi politik yang kolektif.

Pada 4 Desember 1948, ia bersama 29 intelektual terkemuka Amerika Serikat menerbitkan surat terbuka di The New York Times dengan tajuk yang tajam: "New Palestine Party: Visit of Menachem Begin and Aims of Political Movement Discussed".

Surat ini ditulis sebagai protes atas kunjungan Menachem Begin ke Amerika Serikat. Einstein dan rekan-rekannya secara eksplisit menyamakan Partai Herut (Partai Kebebasan) yang dipimpin Begin dengan organisasi Nazi dan fasis. Mereka menyoroti bahwa organisasi, filosofi politik, dan daya tarik sosial partai tersebut adalah manifestasi terbaru dari fasisme yang justru baru saja dikalahkan dunia dalam Perang Dunia II.

Para tokoh ini memperingatkan bahwa dukungan AS terhadap gerakan ini hanya akan memperkeruh situasi, mengganggu eksistensi rakyat Palestina, dan pada akhirnya menodai martabat kemanusiaan itu sendiri.


"Dejudaisasi": Ketika Agama Menjadi Nasionalisme Buta

Puluhan tahun setelah peringatan Einstein, gema kegelisahan yang sama muncul dari koridor akademik Israel. 

Pada 8 Juni 1982, di tengah berkecamuknya invasi ke Lebanon, Profesor Benjamin Cohen dari Universitas Tel-Aviv menulis surat emosional kepada Profesor Vidal-Naquet yang kemudian dipublikasikan oleh harian Le Monde pada 19 Juni 1982.

Cohen mengecam penggunaan retorika "perdamaian" oleh pemerintah—khususnya Menachem Begin dan Ariel Sharon—sebagai justifikasi atas agresi militer yang barbar. Ia menyebut propaganda ini sebagai "kebohongan yang setara dengan Goebbels."

Di titik inilah, Cohen memperkenalkan konsep "dejudaisasi." Baginya, keberhasilan Zionisme dalam membangun kekuatan militer justru menjadi kegagalan spiritual yang tragis bagi identitas Yahudi.

"Sukses terbesar dari Zionisme hanya ini: 'dejudaisasi' orang-orang Yahudi... penghancuran final orang-orang Palestina sebagai bangsa dan penghancuran orang-orang Israel sebagai manusia."

Bagi Cohen, ketika kaum Yahudi yang secara historis merupakan "putra-putra Abraham" dan penyintas kekejaman justru berbalik menjadi pelaku kekejaman, mereka kehilangan esensi kemanusiaan mereka.

Ini adalah pertarungan antara "Keimanan Yahudi" yang berakar pada tradisi kenabian melawan "Nasionalisme Zionis" yang bersifat kesukuan dan eksklusif.


Mitos Superioritas dan "Kemabukan" Nasionalisme

Nasionalisme Zionis, menurut para pengamat kritis, telah terjebak dalam "kemabukan" kolektif yang serupa dengan gerakan nasionalisme radikal lainnya di dunia.

Klaim sebagai "Rakyat Tuhan" digunakan untuk melegitimasi penindasan, sebuah pola yang mirip dengan doktrin Gesta Dei per Francos di Prancis, semboyan Gott mit uns di Jerman, hingga rasisme sistematis apartheid di Afrika Selatan.

Eksklusivisme ini mencapai puncaknya dalam klaim-klaim intelektual yang berbahaya. Profesor André Neher, dalam bukunya L'Essence du Prophétisme, sempat terjebak dalam romantisme ini dengan menulis bahwa "Israel adalah poros, saraf, dan jantung dunia." 

Pernyataan semacam ini segera memicu kritik karena dianggap membangkitkan kembali "Mitos Arya" yang menjadi landasan ideologis Pan-Germanisme dan Hitlerisme.

Ketika sebuah bangsa merasa memiliki kedudukan metafisika yang lebih tinggi dari bangsa lain, ruang dialog tertutup rapat. 

Eksklusivisme rasial dan klaim persekutuan eksklusif dengan Tuhan membuat tokoh-tokoh seperti Menachem Begin tidak mungkin mendengar suara "liyan".

 Dalam paradigma ini, dialog dianggap sebagai kelemahan, dan perang menjadi satu-satunya instrumen yang tersisa.


Pola Penolakan terhadap Kebenaran: Belajar dari Abdullah bin Salam

Mengapa suara-suara jernih dari Einstein, Cohen, hingga Leibowitz sering kali dianggap sepi atau bahkan dikriminalisasi?

Hal ini tak lepas dari apa yang disebut sebagai "inkuisisi intelektual" yang dilancarkan oleh lobi-lobi politik untuk membungkam kritik internal. 

Pola sosiologis ini telah lama terekam dalam sejarah, salah satunya dalam kisah Abdullah bin Salam (Husein bin Salam), seorang ulama Yahudi terkemuka di Madinah.

Sebagaimana dicatat oleh Dr. Adian Husaini, Abdullah bin Salam awalnya dipuja oleh kaumnya sebagai orang yang paling alim dan mulia.

Namun, seketika setelah ia mengakui kebenaran di luar doktrin kelompoknya, pujian itu berubah menjadi caci maki. Ia dituduh sebagai "sejahat-jahatnya manusia" hanya karena ia memilih kesetiaan pada kebenaran universal di atas loyalitas kesukuan yang buta.

Sifat "degil"—susah menerima kebenaran meskipun bukti sudah terpampang nyata—menjadi penghalang bagi sebuah bangsa untuk berefleksi.

Kritik dari para intelektual Yahudi sendiri sering kali dianggap sebagai pengkhianatan terhadap "nasionalisme kesukuan," sehingga peringatan-peringatan moral yang mereka sampaikan sering kali hanya menjadi angin lalu di tengah kemabukan kekuasaan.


Peringatan yang disampaikan Albert Einstein, Benjamin Cohen, dan André Neher bukan lahir dari kebencian, melainkan dari cinta yang mendalam terhadap nilai-nilai moral yang menjadi akar identitas mereka.

Mereka khawatir bahwa pembangunan sebuah negara yang hanya mengandalkan superioritas rasial dan kekerasan militer akan berujung pada "bencana nyata"—sebuah kehancuran yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga kehancuran jiwa bangsa tersebut.

Apakah sebuah bangsa bisa bertahan lama jika ia didirikan di atas prinsip yang justru ditentang oleh para pemikir terbesarnya sendiri?

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (18) Dakwah (26) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (24) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (2) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (340) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (60) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (116) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (307) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (739) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (1) Politik (7) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (334) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)