HIDUP DAN MATI
Ketahuilah bahwa MATI itu tidak lain hanyalah terjadinya perpisahan antara roh dan jasad.
Jasad yang terdiri dari tulang, daging, darah, urat-urat, kulit bulu dan kuku setelah ditinggalkan oleh roh, tidak lama kemudian akan menjadi rusak dan hancur, menjadi tanah dan dikuburkan, menjadi air bila dibuang ke laut, atau menjadi udara bila dilempar-kan ke udara, karena asalnya memang dari tanah, dari air dan udara.
Adapun roh asalnya bukan dari tanah, air atau udara, bukan benda tetapi suatu unsur yang gaib yang diciptakan Allah, dan hanya Allah saja yang mengetahui akan rahasianya. Janganlah kita manusia biasa, para Nabi dan Rasul pun tidak mengetahui dan tidak diberi tahu oleh Allah akarr hakikat dan rahasianya.
Firman Allah dalam Al-Qur'an surah Al Isra' ayat 85:
"Dan mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah: Roh itu urusan Tuhan-Ku, dan kamu tidaklah diberi pengetahuan kecuali sedikit."
Akal manusia sekalipun bagaimana juga hebatnya, tidaklah dapat mengetahui akan rahasia roh itu. Ilmu pengetahuan manusia bagaimanapun juga tingginya dianggap oleh Allah masih sedikit, sehingga tidaklah mungkin akal dapat mengetahui akan hakikat dan rahasia roh itu.
Tetapi di dalam Al-Qur'an tidak kurang dari 900 ayat yang membicarakan tentang roh. Bukan membicarakan tentang hakikat dan rahasianya, tetapi membicarakan tentang sifat-sifatnya roh itu, yaitu bahwa roh itu adalah satu unsur rohaniah yang hidup sendiri (sumber hidup) yang mempunyai kesadaran dan pengertian, yang mempunyai kekuatan dan perasaan, keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan, yang kekal abadi tak dapat rusak atau musnah menjadi tidak ada, . atau tetap dengan segenap kesadaran, pengertian dan perasaan sekalipun sudah bercerai dengan tubuh, tetap merasakan kebahagiaan dan kegembiraan, mengalami kesedihan dan kesengsaraan, menurut amal dan perbuatan yang pernah dilakukannya selama hidupnya di dunia ini.
DUA PERKARA yang pasti ditempuh atau dialami oleh setiap manusia. Kedua perkara itu yang pertama ialah MATI, sedang yang kedua ialah bahwa sesudah mati itu akan HIDUP kembali di alam Barzah atau alam Akhirat.
Selain kedua perkara ini, belum tentu akan ditempuh atau dialami oleh seseorang manusia. Sekalipun sudah sedia uang dan tiket K.A., belum tentu dia berangkat ke Jakarta. Sekalipun sudah tersedia makanan dan minuman, belum tentu dia akan makan atau minum akan makanan dan minuman yang tersedia itu.
Selain mati dan hidup kembali, tidak ada yang pasti. Bahwa setiap orang akan mati itu adalah suatu yang sudah pasti yang tak dapat diragukan atau dibahas lagi.
MATI adalah satu perkataan yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap manusia, juga binatang-binatang takut mati, kecuali beberapa manusia yang sudah putus asa dalam penghidup-an ini, yang ingin lekas mati.
Pantas sekali kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta benda dan pangkat, berpisah dengan dunia dan šegaļa isinya.
Berpisah sebentar saja dengan anak atau isteri, orang dapat mengalirkan air mata kesedihan, apalagi berpisah buat selamanya.
Semua orang takut mati, tetapi ada yang takutnya bersangatan sekali, ada pula yang takutnya sedangan saja, dan ada pula yang takutnya itu sedikit saja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani atau ingin mati.
Seorang yang yakin dan percaya bahwa roh manusia itu akan hidup terus, kekal dan abadi dengan segala kadaran dan pengertian sebagai yang telah kita bicarakan sebelum ini, maka ketakutannya akan mati akan berkurang. Berkurang sedikit atau banyak, tergantung dengan sedikit banyaknya kepercayaan atau keyakinan sendiri.
Tetapi bagi orang yang tak ada keyakinan dan kepercayaan bahwa roh itu akan hidup terus, maka bagi orang ini mati adalah suatu yang tak dapat dibayangkan hebat dan menakutkan sekali. Orang ini akan mengalami kegoncangan hebat dalam batinnya bila menghadapi sedikit bahaya dalam hidupnya. Misalnya bila dia jatuh sakit atau terjadi kekacauan atau kerusuhan dalam masyarakat.
Orang yang tak punya kepercayaan dan keyakinan ini, tak mungkin dapat merasakan ketenangan dalam hidupnya, sekalipun dia sehat atau kaya raya, sekalipun dia kuat dan mempunyai kedudukan.
Tanpa keyakinan dan kepercayaan, jiwa menjadi ringan, gampang digoyangkan oleh sedikit angin saja. Tetapi jiwa orang yang berisi kepercayaan dan keyakinan, adalah jiwa yang berat, tak gampang digoyangkan oleh kejadian-kejadian kecil.
Sebab itu beruntung sekali orang yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan itu, dan merugi sekali orang yang hidupnya tanpa kepercayaan dan tanpa keyakinan.
Setelah mengetahui akan rahasia roh dan tubuh manusia sebagai yang diterangkan sebelum ini, dapatlah diketahui bahwa mati itu tidak lain hanyalah terjadinya perpisahan antara roh dan jasad.
Ketahuilah, bahwa unsur roh adalah unsur samawi, unsur yang tinggi, asalnya dari atas (langit), sedang jasad (tubuh) adalah unsur ardhy, yang rendah, yang berasal dari tanah (bumi).
Alam roh adalah alam rohani, yang hidup sendiri bukan karena dihidupkan, tidak membutuhkan makan dan minum, tidak membutuhkan pakaian dan tempat.
Adapun jasad karena unsunya rendah, hidupnya karena dihidupkan, geraknya karena ada yang menggerakkan. Untuk hidup dan geraknya ini, jasad atau tubuh membutuhkan makan dan minum, membutuhkan pakaian dan tempat untuk menjaga dan mempertahankan wujud atau adanya.
Karena manusia terdiri dari roh dan jasad, maka semua kebu tuhan manusia terhadap benda-benda dunia ini adalah karena untuk memenuhi kebutuhan jasad semua.
Karena kebutuhan-kebutuhan jasad yang banyak ini, maka selama roh berada dalam jasad, maka roh turut berpengaruh oleh kebutuhan-kebutuhan jasmanı manusia.
Bukan saja turut berpengaruh, malah turut repot memenuhi kebutuhan dan tuntutan-tuntutan jasmani; Roh turut memikirkan, berusaha, memeras kemampuan-kemampuannya yang bernama pengertian dan kęsadaran (akal) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau tuntutan-tuntutan jasmani mencari makanan dan minuman, harta benda, kedudukan-kedudukan dan pangkat dan lain-lain.
0 komentar: