basmalah Pictures, Images and Photos
Roh Manusia - Our Islamic Story

Roh Manusia  Ketahuilah bahwa roh kita manusia tidaklah sama dengan roh tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang (hewan). Roh tumbu...

Roh Manusia

Roh Manusia 

Ketahuilah bahwa roh kita manusia tidaklah sama dengan roh tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang (hewan). Roh tumbuh. tumbuhan yang di dalam bahasa Latin dinamai ANIMA VEGE TATIVA (Roh Nabati) adalah semacam roh yang hanya sanggup menumbuhkan, tidak sanggup menggerakkan dan merasakan.

Sedang roh binatang-binatang yang di dalam bahasa Latin disebut ANIMA SENSITIVA (Roh Hewani) adalah semacam roh yang hanya sanggup merasakan, menggerakkan dan menumbuhkan atau memperkembangbiakkan, tidak sanggup memberikan kesa daran, pengertian atau pemikiran.

Karena ketiadaan kemampuan untuk berfikir, ketidak sadaran dan pengertian itulah, binatang-binatang itu tidak punya belas kasihan, tidak punya rasa balas budi, tidak ber-akhlak, tidak ber. moral, tidak bersusila, dan tidak mempunyai rasa malu yang lain-lain rasa yang disebut kehormatan atau kemuliaan diri. Tidak punya naluri ingin memiliki atau menguasai.

Kalau ada binatang-binatang yang tampaknya amat setia terhadap tuan yang memberi makan-minum kepadanya, atau patuh menurut perintah tuannya itu, itu bukan karena kesadaran atau pengertian, bukan berdasarkan pemikiran, tetapi itu adalah pembawaan (instinct) semata Yaitu instinct yang terdapat pada sebagian binatang-binatang yang agak tinggi mutunya yang disebut superiour animals.

Instinct inilah rahmat Tuhan yang amat besar pula artinya bagi kita manusia yang diberikan Tuhan kepada binatang-binatang tersebut rakhmat Tuhan yang diberikan kepada binatang-binatang untuk meneruskan tata hidup binatang-binatang itu sendiri untuk kebaikan manusia juga.

Adapun kita manusia diberi Tuhan roh yang sadar dan mengerti yang di dalam bahasa Latin disebut ANIMA INTELECTIVA (Roh Insani), yaitu semacam roh yang paling sempurna mulia dan tinggi, semacam roh yang bukan saja memberikan kemampuan untuk hidup, bergerak, bertumbuh dan berketurunan, tetapi roh yang memberikan kemampuan untuk berfikir, sadar dan mengerti. 

Karena roh yang demikian mulia dan tingginya, kita menjadi makhluk yang mempunyai rasa harga diri, mempunyai rasa belas kasihan, rasa membalas budi, bermoral, bersusila, men-jadi makhluk sosial, pemalu, mempunyai rasa kasih, sayang cinta mencintai.

Menjadi makhluk tertinggi dan terbaik, terus maju dalam segala bidang dan lapangan kehidupan kita. Menjadi makhluk berperadaban dan berkebudayaan. Roh yang sadar akan diri sendiri dan sadar terhadap lainnya. Akhirnya menjadi makhluk yang sadar akan Tuhan atau Khaliq yang menciptakannya.

Roh yang begini mulia dan tinggi akan kekal dan abadi, tidak akan lenyap atau musnah, akan ada selama-lamanya, roh yang tidak akan mengalami kerusakan, sekalipun tubuh atau badan kita sudah rusak dan binasa, sekalipun binatang-binatang dan planit-planit sudah hancur.

Roh kita akan tetap hidup, utuh, dengan segenap pengertian dan kesadaran, dengan segenap kemampuan-kemampuannya di alam dunia yang fana, di alam barzah dan sampai-sampai ke alam akhirat yang kita sebutkan di atas ini.

Sesudah uraian keadaan roh manusia sebagai yang diterangkan di atas itu, marilah kita coba menyadari perkara-perkara yang lebih penting dan lebih besar lagi, yaitu kenapa dan apa maksudnya Tuhan memberikan kepada kita manusia, roh yang sadar dan mengerti, yaitu kekuatan akal dan fikiran itu?

Apakah saudara mengira bahwa Allah memberi manusia ini akal dan fikiran itu hanya sekedar agar manusia dapat membi-kin makanan dan minuman yang enak-enak, mendirikan rumah dan gedung yang indah-indah untuk menjadi tempat tinggal, lalu menciptakan alat-alat modern seperti auto, kereta api, kapal terbang, radio, televisi, kulkas dan air conditioning?

Bukan, bukan, sekali lagi bukan. Bukan hanya untuk itu Allah memberi manusia berakal dan berfikiran. Bukan hanya untuk mendapatkan keenakan dan kesenangan, manusia diberi Allah akal dan fikiran. Tetapi ada tujuan dan maksud yang lebih dari auto, kapal terbang, radio dan televisi, lebih penting dari tinggi dan mulia dari pada makanan dan minuman, lebih penting keenakan dan kesenangan semata.

Tujuan yang utama bagi Allah memberi manusia akal dan fikiran, roh yang sadar dan mengerti, ialah agar dengan akal dan fikiran itu kita dapat memperbedakan perbuatan-perbuatan yang baik dan perbuatan yang jelek, yaitu agar melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan yang jelek dalam hidup.

Diberi Allah kesempatan hidup yang terbatas di atas dunia ini, agar setiap manusia melakukan perbuatan-perbuatan baik itu sebanyak-banyaknya.

Tetapi bila kesempatan hidup yang tak lama ini dipergunakan untuk melakukan perbuatan buruk dan jahat, maka sudah pasti tidak akan dibiarkan Allah demikian saja.

Perhatikan dan renungkan akan ayat Allah dalam Kitab Suci Nya Al-Qur'an sebagai berikut ini:

Al-Kahfu 7:

"Kami jadikan apa saja yang terdapat di muka bumi ini menja di hiasan baginya untuk mentesting (menguji) mereka untuk mengetahui siapakah di antara mereka (manusia) yang melakukan perbuatan yang baik."

Al Qiyamah 35:

"Apakah manusia mengira yang ia akan dibiarkan sia-sia!"

Al-'Alaq 6-8:

"Amat disayangkan, manusia berlaku serampangan (melam-paui batas). Karena menganggap diri serba cukup. (Ia lupa) bahus kepada Tuhan ia pasti kembali (untuk mempertanggung jawabkan sebagian perbuatannya)".

Al-Qashah 39:

"Fir'aun dan tentaranya sudah berlaku sombong (kejam) di muka bumi dengan tak menghiraukan kebenaran, mereka mengira yang bahwa mereka tidak akan dihadapkan kehadapor Kami (Allah)."

Luqman 23:

"(Hai Muhammad) Dan terhadap orang-orang yang engkar (kafir) itu janganlah engkau bersedih hati atas kekafirannya itu, Mereka akan dihadapkan kehadapan Kami, dan Kami akan perhitungkan (satu persatu) apa saja yang mereka telah perbuat. Sesungguhnya Allah mengetahui akan segala gerak-gerik dada (hati)'

As-Sajdah 12:

"(Alangkah hebatnya) jika engkau (hai Muhammad) melihat nanti (di akhirat) ketika orang-orang yang berbuat jahat itu sama-sama menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka sambil berkata: Hai Tuhan kami, kami sudah melihat dan sudah mendengar, maka kembalikanlah kami) hidup kembali di dunia), kami akan berbuat yang baik-baik, karena sesungguhnya kami sudah yakin."

Demikianlah hebatnya sesalan yang akan menimpa diri setiap manusia yang berbuat jahat di permukaan bumi sekarang ini. 

Selama hidup di bumi ini mereka berlaku sombong dan angkuh karena merasa diri berkecukupan: Cukup harta, cukup ilmu penge-tahuan dan kedudukan. Dengan serba cukup itu mereka lupa diri, lupa kehidupan akhirat. Mereka berlaku seakan-akan mereka akan hidup kekal selama-lamanya di permukaan bumi.

Mereka berbuat sekehendak hati tanpa mengindahkan halal-haram, yang baik dan yang merusak.

Setelah mereka dihadapkan kehadapan Tuhan di alam akhirat, setelah melihat siksa neraka, mereka menundukkan kepala kepada Tuhan, mohon agar dikembalikan hidup di dunia dan berjanji akan mengerjakan segala kebaikan.

Apa jawaban Tuhan terhadap keluhan yang menyedihkan ini? 

Firman Allah surah As-Sajdah 14:

"Rasakanlah olehmu sebagai akibat kelupaan kamu terhadap Hari-mu (akhirat) ini. Sesungguhnya kami akan lupakan (biarkan) yang kamu telah perbuat semasa hidipmu," pula kamu, rasakanlah azab yang kekal sebagai balasan dari apa yang kamu telah perbuat semasa hidupmu."

Kita sudah dapat menyaksikan dan mendengarkan hebatnya sesalan dan kesedihan orang-orang yang dihadapkan ke sidang Mahmilub yang dijatuhkan hukuman mati atau penjara. Sedih kita melihat nasib mereka. Sedang hukuman mati atau penjara seumur hidup yang dijatuhkan Mahmilub jauh lebih ringan dari hukuman dan siksa akhirat yarig jauh lebih pedih dan berkekalan.

Renungkanlah nasib setiap manusia, anak istri dan sanak keluarganya yang pasti akan menghadapi sidang Mahkamah Allah di alam akhirat nanti. 

Seorang manusia pun tak ada yang bebas, baik ia Nabi atau Rasul, baik dia Ulama atau Pemimpin. Makin penting dan tinggi kedudukan seorang, makin berat tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Sabda Rasulullah s.a.w.:

لكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ را وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ سئُولٌ عَنْهُمْ ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلِدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ .

) اخرجه البخاري ومسلم عن عدة طرق عن عبد الله ابن عمر )

Masing-masing kamu pemimpin, dan masing-masing kamu akan ditanya tentang pimpinannya.

"Penguasa atas manusia adalah pemimpin, ia akan di tanyai tentang mereka, laki-laki pemimpin atas ahli bait (keluarga)-nya, ia akan ditanyai tentang mereka, wanita pemimpin di rumah suaminya dan anaknya, ia akan ditanyai ten tang mereka, masing-masing kamu akan ditanyai tentang rakyatnya".

Wahai manusia yang masih saja bergelimang berbuat kejahatan, kesalahan, kejelekan dosa fan kekejaman, berhentilah dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tak senonoh itu.

Bertaubatlah, sesali dirimu dari segala perbuatan-perbuatan yang tak senonoh itu, dan iringilah taubat itu dengan perbuatan-perbuatan yang baik. 

Mudah-mudahan Allah sudi memberi taubat dan ampunan-Nya, karena Allah Maha Pengasih, Penyayang, sangat suka mem-beri taubat terhadap hamba-hamba-Nya yang bertaubat.

Firman Allah, Az-Zumar 53:

"Katakanlah (hai Muhammad): Hai hamba-hamba-Ku yang sudah berlaku sembrono atas diri mereka, jangan kamu berputus asa dari kasih sayang Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya, karena la Maha Pengampun Maha Pengasih"


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (7) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (18) Dakwah (24) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (24) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (339) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (60) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (116) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (306) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (731) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (1) Politik (7) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (332) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)