Roh Manusia
Ketahuilah bahwa roh kita manusia tidaklah sama dengan roh tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang (hewan). Roh tumbuh. tumbuhan yang di dalam bahasa Latin dinamai ANIMA VEGE TATIVA (Roh Nabati) adalah semacam roh yang hanya sanggup menumbuhkan, tidak sanggup menggerakkan dan merasakan.
Sedang roh binatang-binatang yang di dalam bahasa Latin disebut ANIMA SENSITIVA (Roh Hewani) adalah semacam roh yang hanya sanggup merasakan, menggerakkan dan menumbuhkan atau memperkembangbiakkan, tidak sanggup memberikan kesa daran, pengertian atau pemikiran.
Karena ketiadaan kemampuan untuk berfikir, ketidak sadaran dan pengertian itulah, binatang-binatang itu tidak punya belas kasihan, tidak punya rasa balas budi, tidak ber-akhlak, tidak ber. moral, tidak bersusila, dan tidak mempunyai rasa malu yang lain-lain rasa yang disebut kehormatan atau kemuliaan diri. Tidak punya naluri ingin memiliki atau menguasai.
Kalau ada binatang-binatang yang tampaknya amat setia terhadap tuan yang memberi makan-minum kepadanya, atau patuh menurut perintah tuannya itu, itu bukan karena kesadaran atau pengertian, bukan berdasarkan pemikiran, tetapi itu adalah pembawaan (instinct) semata Yaitu instinct yang terdapat pada sebagian binatang-binatang yang agak tinggi mutunya yang disebut superiour animals.
Instinct inilah rahmat Tuhan yang amat besar pula artinya bagi kita manusia yang diberikan Tuhan kepada binatang-binatang tersebut rakhmat Tuhan yang diberikan kepada binatang-binatang untuk meneruskan tata hidup binatang-binatang itu sendiri untuk kebaikan manusia juga.
Adapun kita manusia diberi Tuhan roh yang sadar dan mengerti yang di dalam bahasa Latin disebut ANIMA INTELECTIVA (Roh Insani), yaitu semacam roh yang paling sempurna mulia dan tinggi, semacam roh yang bukan saja memberikan kemampuan untuk hidup, bergerak, bertumbuh dan berketurunan, tetapi roh yang memberikan kemampuan untuk berfikir, sadar dan mengerti.
Karena roh yang demikian mulia dan tingginya, kita menjadi makhluk yang mempunyai rasa harga diri, mempunyai rasa belas kasihan, rasa membalas budi, bermoral, bersusila, men-jadi makhluk sosial, pemalu, mempunyai rasa kasih, sayang cinta mencintai.
Menjadi makhluk tertinggi dan terbaik, terus maju dalam segala bidang dan lapangan kehidupan kita. Menjadi makhluk berperadaban dan berkebudayaan. Roh yang sadar akan diri sendiri dan sadar terhadap lainnya. Akhirnya menjadi makhluk yang sadar akan Tuhan atau Khaliq yang menciptakannya.
Roh yang begini mulia dan tinggi akan kekal dan abadi, tidak akan lenyap atau musnah, akan ada selama-lamanya, roh yang tidak akan mengalami kerusakan, sekalipun tubuh atau badan kita sudah rusak dan binasa, sekalipun binatang-binatang dan planit-planit sudah hancur.
Roh kita akan tetap hidup, utuh, dengan segenap pengertian dan kesadaran, dengan segenap kemampuan-kemampuannya di alam dunia yang fana, di alam barzah dan sampai-sampai ke alam akhirat yang kita sebutkan di atas ini.
Sesudah uraian keadaan roh manusia sebagai yang diterangkan di atas itu, marilah kita coba menyadari perkara-perkara yang lebih penting dan lebih besar lagi, yaitu kenapa dan apa maksudnya Tuhan memberikan kepada kita manusia, roh yang sadar dan mengerti, yaitu kekuatan akal dan fikiran itu?
Apakah saudara mengira bahwa Allah memberi manusia ini akal dan fikiran itu hanya sekedar agar manusia dapat membi-kin makanan dan minuman yang enak-enak, mendirikan rumah dan gedung yang indah-indah untuk menjadi tempat tinggal, lalu menciptakan alat-alat modern seperti auto, kereta api, kapal terbang, radio, televisi, kulkas dan air conditioning?
Bukan, bukan, sekali lagi bukan. Bukan hanya untuk itu Allah memberi manusia berakal dan berfikiran. Bukan hanya untuk mendapatkan keenakan dan kesenangan, manusia diberi Allah akal dan fikiran. Tetapi ada tujuan dan maksud yang lebih dari auto, kapal terbang, radio dan televisi, lebih penting dari tinggi dan mulia dari pada makanan dan minuman, lebih penting keenakan dan kesenangan semata.
Tujuan yang utama bagi Allah memberi manusia akal dan fikiran, roh yang sadar dan mengerti, ialah agar dengan akal dan fikiran itu kita dapat memperbedakan perbuatan-perbuatan yang baik dan perbuatan yang jelek, yaitu agar melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan yang jelek dalam hidup.
Diberi Allah kesempatan hidup yang terbatas di atas dunia ini, agar setiap manusia melakukan perbuatan-perbuatan baik itu sebanyak-banyaknya.
Tetapi bila kesempatan hidup yang tak lama ini dipergunakan untuk melakukan perbuatan buruk dan jahat, maka sudah pasti tidak akan dibiarkan Allah demikian saja.
Perhatikan dan renungkan akan ayat Allah dalam Kitab Suci Nya Al-Qur'an sebagai berikut ini:
Al-Kahfu 7:
"Kami jadikan apa saja yang terdapat di muka bumi ini menja di hiasan baginya untuk mentesting (menguji) mereka untuk mengetahui siapakah di antara mereka (manusia) yang melakukan perbuatan yang baik."
Al Qiyamah 35:
"Apakah manusia mengira yang ia akan dibiarkan sia-sia!"
Al-'Alaq 6-8:
"Amat disayangkan, manusia berlaku serampangan (melam-paui batas). Karena menganggap diri serba cukup. (Ia lupa) bahus kepada Tuhan ia pasti kembali (untuk mempertanggung jawabkan sebagian perbuatannya)".
Al-Qashah 39:
"Fir'aun dan tentaranya sudah berlaku sombong (kejam) di muka bumi dengan tak menghiraukan kebenaran, mereka mengira yang bahwa mereka tidak akan dihadapkan kehadapor Kami (Allah)."
Luqman 23:
"(Hai Muhammad) Dan terhadap orang-orang yang engkar (kafir) itu janganlah engkau bersedih hati atas kekafirannya itu, Mereka akan dihadapkan kehadapan Kami, dan Kami akan perhitungkan (satu persatu) apa saja yang mereka telah perbuat. Sesungguhnya Allah mengetahui akan segala gerak-gerik dada (hati)'
As-Sajdah 12:
"(Alangkah hebatnya) jika engkau (hai Muhammad) melihat nanti (di akhirat) ketika orang-orang yang berbuat jahat itu sama-sama menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka sambil berkata: Hai Tuhan kami, kami sudah melihat dan sudah mendengar, maka kembalikanlah kami) hidup kembali di dunia), kami akan berbuat yang baik-baik, karena sesungguhnya kami sudah yakin."
Demikianlah hebatnya sesalan yang akan menimpa diri setiap manusia yang berbuat jahat di permukaan bumi sekarang ini.
Selama hidup di bumi ini mereka berlaku sombong dan angkuh karena merasa diri berkecukupan: Cukup harta, cukup ilmu penge-tahuan dan kedudukan. Dengan serba cukup itu mereka lupa diri, lupa kehidupan akhirat. Mereka berlaku seakan-akan mereka akan hidup kekal selama-lamanya di permukaan bumi.
Mereka berbuat sekehendak hati tanpa mengindahkan halal-haram, yang baik dan yang merusak.
Setelah mereka dihadapkan kehadapan Tuhan di alam akhirat, setelah melihat siksa neraka, mereka menundukkan kepala kepada Tuhan, mohon agar dikembalikan hidup di dunia dan berjanji akan mengerjakan segala kebaikan.
Apa jawaban Tuhan terhadap keluhan yang menyedihkan ini?
Firman Allah surah As-Sajdah 14:
"Rasakanlah olehmu sebagai akibat kelupaan kamu terhadap Hari-mu (akhirat) ini. Sesungguhnya kami akan lupakan (biarkan) yang kamu telah perbuat semasa hidipmu," pula kamu, rasakanlah azab yang kekal sebagai balasan dari apa yang kamu telah perbuat semasa hidupmu."
Kita sudah dapat menyaksikan dan mendengarkan hebatnya sesalan dan kesedihan orang-orang yang dihadapkan ke sidang Mahmilub yang dijatuhkan hukuman mati atau penjara. Sedih kita melihat nasib mereka. Sedang hukuman mati atau penjara seumur hidup yang dijatuhkan Mahmilub jauh lebih ringan dari hukuman dan siksa akhirat yarig jauh lebih pedih dan berkekalan.
Renungkanlah nasib setiap manusia, anak istri dan sanak keluarganya yang pasti akan menghadapi sidang Mahkamah Allah di alam akhirat nanti.
Seorang manusia pun tak ada yang bebas, baik ia Nabi atau Rasul, baik dia Ulama atau Pemimpin. Makin penting dan tinggi kedudukan seorang, makin berat tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Sabda Rasulullah s.a.w.:
لكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ را وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ سئُولٌ عَنْهُمْ ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلِدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ .
) اخرجه البخاري ومسلم عن عدة طرق عن عبد الله ابن عمر )
Masing-masing kamu pemimpin, dan masing-masing kamu akan ditanya tentang pimpinannya.
"Penguasa atas manusia adalah pemimpin, ia akan di tanyai tentang mereka, laki-laki pemimpin atas ahli bait (keluarga)-nya, ia akan ditanyai tentang mereka, wanita pemimpin di rumah suaminya dan anaknya, ia akan ditanyai ten tang mereka, masing-masing kamu akan ditanyai tentang rakyatnya".
Wahai manusia yang masih saja bergelimang berbuat kejahatan, kesalahan, kejelekan dosa fan kekejaman, berhentilah dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tak senonoh itu.
Bertaubatlah, sesali dirimu dari segala perbuatan-perbuatan yang tak senonoh itu, dan iringilah taubat itu dengan perbuatan-perbuatan yang baik.
Mudah-mudahan Allah sudi memberi taubat dan ampunan-Nya, karena Allah Maha Pengasih, Penyayang, sangat suka mem-beri taubat terhadap hamba-hamba-Nya yang bertaubat.
Firman Allah, Az-Zumar 53:
"Katakanlah (hai Muhammad): Hai hamba-hamba-Ku yang sudah berlaku sembrono atas diri mereka, jangan kamu berputus asa dari kasih sayang Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya, karena la Maha Pengampun Maha Pengasih"
0 komentar: