basmalah Pictures, Images and Photos
Pernikahan yang Digagalkan: Ketika Mataram dan Banten Hampir Bersatu, dan VOC Diduga Bermain di Balik Layar - Our Islamic Story

Choose your Language

Pernikahan yang Digagalkan: Ketika Mataram dan Banten Hampir Bersatu, dan VOC Diduga Bermain di Balik Layar Di tengah pusaran ke...

Pernikahan yang Digagalkan: Ketika Mataram dan Banten Hampir Bersatu, dan VOC Diduga Bermain di Balik Layar

Pernikahan yang Digagalkan: Ketika Mataram dan Banten Hampir Bersatu, dan VOC Diduga Bermain di Balik Layar


Di tengah pusaran kekuasaan abad ke-17, sebuah rencana diam-diam berpotensi mengubah peta politik Nusantara.

Bukan melalui perang.
Bukan melalui ekspansi wilayah.
Tetapi melalui sebuah pernikahan.

Kesultanan Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa dan Kesultanan Mataram di bawah Amangkurat I sempat menjajaki penyatuan politik melalui ikatan keluarga: pernikahan antara putra mahkota Mataram, Raden Mas Rahmat (kelak Amangkurat II), dengan seorang putri Banten.

Jika berhasil, ini bukan sekadar pernikahan kerajaan.
Ini adalah potensi aliansi dua kekuatan Islam terbesar di Jawa.

Dan itu berarti satu hal: ancaman serius bagi Vereenigde Oostindische Compagnie di Batavia.


---

Pernikahan sebagai Strategi Kekuasaan

Dalam tradisi kerajaan Jawa, pernikahan bukan urusan pribadi. Ia adalah instrumen politik.

Ketika Raden Mas Rahmat memasuki usia dewasa sekitar tahun 1652, keluarga istana Mataram mulai menyiapkan langkah strategis: mencarikan pasangan dari kerajaan lain yang bisa memperkuat posisi politiknya.

Menurut H.J. de Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, rencana pernikahan dengan putri Banten bukan sekadar hubungan keluarga, melainkan bentuk legitimasi kerja sama politik antara dua kerajaan besar tersebut.

Namun, di balik rencana itu, terselip syarat yang tidak sederhana.

Mataram meminta agar salah satu anggota keluarga Kesultanan Banten menetap di istana Mataram.

Syarat ini bukan hal baru. Ini adalah pola dominasi.

Peneliti Belanda R.M. van Goens menyebut praktik ini sebagai bentuk menjadikan pihak lain sebagai “hamba kerajaan”—cara halus untuk memastikan loyalitas politik.

Kesultanan Cirebon pernah mengalaminya.
Banyak anggota keluarganya harus tinggal di Mataram sebagai bentuk kontrol.

Namun Banten berbeda.

“Tidak pernah seorang keluarga Kerajaan Banten bersedia tinggal di Mataram, sehingga perkawinan yang direncanakan itu batal,” tulis De Graaf.

Di titik inilah rencana besar itu mulai retak.


---

VOC dan Ketakutan Akan Aliansi Besar

Secara terbuka, tidak ada dokumen yang menyatakan VOC menggagalkan pernikahan tersebut.

Namun, dalam pembacaan geopolitik saat itu, sulit untuk mengabaikan satu fakta:

VOC memiliki kepentingan besar untuk memastikan Mataram dan Banten tidak bersatu.

Sebagai kekuatan dagang yang berpusat di Batavia, VOC hidup dari strategi “pecah dan kendalikan”.
Persatuan dua kerajaan besar Islam di Jawa akan menjadi ancaman langsung terhadap dominasi mereka.

Catatan harian VOC, Daghregister, menunjukkan intensitas pengamatan Belanda terhadap dinamika internal Mataram—termasuk urusan pernikahan politik.

Artinya, setiap langkah yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuasaan berada dalam radar mereka.

Apakah VOC terlibat langsung?
Sejarah tidak memberi jawaban eksplisit.

Namun, dalam politik kekuasaan, intervensi tidak selalu tampak di permukaan.


---

Kegagalan Berulang: Dari Banten ke Cirebon

Setelah rencana dengan Banten gagal, Mataram beralih ke Cirebon.

Sejak April 1653, upaya peminangan mulai disiapkan. Bahkan perwakilan Belanda, Barent Volsch, turut diundang dalam proses tersebut—menunjukkan bahwa VOC bukan sekadar pengamat pasif.

Namun rencana itu kembali kandas.

Alasan resmi: garis keturunan putri Cirebon dianggap “tidak sepadan” dengan Mataram.

Penilaian ini dipertanyakan oleh De Graaf, mengingat keluarga Cirebon berasal dari keturunan Sunan Gunung Jati—salah satu tokoh penyebar Islam paling berpengaruh di Jawa.

Kegagalan demi kegagalan ini menimbulkan pertanyaan:

Apakah ini murni persoalan gengsi dan hierarki?
Atau ada tekanan yang tak tercatat?


---

Pencarian yang Berujung Tanpa Kepastian

Menurut J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Djawi, Pangeran Anom bahkan sempat dikirim langsung ke Cirebon untuk menilai calon pasangan.

Ia menemukan seorang gadis yang cantik—namun dianggap memiliki sifat yang terlalu keras.

Pernikahan pun kembali batal.

Upaya berikutnya kembali mengarah ke Banten. Namun hingga tahun 1656, usaha kedua ini juga gagal.

Akhirnya, Amangkurat I mengambil langkah terakhir: mengadakan semacam sayembara untuk mencari calon istri dari kalangan bawahannya sendiri.

Ratusan perempuan disiapkan.

Namun siapa yang akhirnya terpilih tidak pernah benar-benar tercatat dengan jelas dalam sumber-sumber sejarah.

Menurut De Graaf, berdasarkan laporan pejabat Belanda, pernikahan Pangeran Anom terjadi sekitar awal 1657—dengan seorang perempuan yang identitasnya justru tidak diketahui.


---

Di Balik Sejarah yang Tak Pernah Selesai

Kisah ini bukan sekadar tentang pernikahan yang gagal.

Ia adalah potret tentang bagaimana kekuasaan bekerja dalam diam.

Tentang syarat yang tampak administratif, tetapi sejatinya politis.
Tentang keputusan yang terlihat personal, tetapi berdampak geopolitik.
Dan tentang kemungkinan intervensi kekuatan asing yang tidak pernah tertulis secara terang.

Jika pernikahan itu terjadi, sejarah Jawa mungkin berbeda.

Mataram dan Banten bisa berdiri dalam satu poros kekuatan.
Dan VOC mungkin menghadapi lawan yang jauh lebih solid.

Namun sejarah memilih jalan lain.

Sebuah pernikahan batal—dan dari kegagalan itu, keseimbangan kekuasaan tetap terjaga.

Setidaknya, bagi mereka yang berkepentingan.


Sumber:
Salim A Fillah, Kisah-Kisah Pahlawan Nusantara, Pro U Media, 2022
https://www.historia.id/article/petualangan-cinta-pangeran-mataram-vqmw8

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (19) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (12) Kecerdasan (291) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (40) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (51) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (4) Nusantara (253) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (650) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (277) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (10) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)