Orientasi Cita-Cita, untuk Siapa?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
(An-Najm [53]:42)
Segala keinginan dan cita-cita yang tidak ditujukan kepada Allah dan tidak berhubungan dengan-Nya adalah semu dan sia-sia. Sebab, keinginan seperti itu tidak memiliki tujuan sama sekali.
Padahal, segala sesuatu pasti berujung kepada Allah. Semua urusan pasti berpulang kepada penciptaan-Nya, kehendak-Nya, hikmah-Nya, dan ilmu-Nya.
Allah adalah puncak segala tujuan dan seluruh keinginan hamba. Mencintai sesuatu bukan karena-Nya akan mengakibatkan keletihan dan siksa.
Setiap perbuatan yang tidak ditujukan untuk-Nya akan sia-sia dan percuma. Setiap hati yang tidak terkait dengan-Nya akan celaka, dan yang terparah ia terhalang dari mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan.
Sumber:
Ibnu Qayyim, Fawaidul Fawaid, Pustaka Imam Syafii, 2024
0 komentar: