Kentut
Abdullah bin Zam'ah meriwayatkan bahwa Rasulullah ï·º pernah bersabda saat berkhutbah:
"Mengapa salah seorang di antara kalian menertawakan kentut yang juga biasa kalian lakukan?"»
Manusia tidak layak merendahkan orang lain karena sesuatu yang merupakan bagian dari tabiat dan kelemahan manusia.
Dikisahkan, seorang wanita datang kepada ulama besar untuk menanyakan persoalan agama yang penting. Ketika sedang duduk di hadapannya, tanpa sengaja ia mengeluarkan suara kentut. Seketika wajahnya memerah karena malu.
Sang ulama segera memahami apa yang terjadi. Namun, ia berpura-pura tidak mendengarnya. Dengan tenang ia berkata, "Wahai Ibu, tolong ulangi pertanyaanmu. Suaramu tadi kurang terdengar jelas, bicaralah sedikit lebih keras."
Mendengar itu, wanita tersebut merasa lega. Ia menyangka sang ulama benar-benar tidak mendengar suara tadi. Rasa malunya pun hilang dan ia dapat menyampaikan pertanyaannya dengan tenang.
Sumber:
Mahmud Al-Mishri, Ensiklopedi Akhlak Rasulullah, Pustaka Al-Kautsar, 2019
0 komentar: