Kiai Wahid Hasyim di Kursus Perang Asia Timur Raya
Kiai Wahid Hasyim berkisah saat para ulama diharuskan ikut pelatihan perang Asia Timur Raya yang dilaksanakan oleh penjajah Jepang. Saat itu, Jepang di puncak kemegahan dan kesombongan.
Salah satu sesi pelatihan adalah ceramah. Saat ceramah, opsir-opsir Jepang berdiri melingkari peserta dengan pedang samurainya. Saat itu, ayahnya Buya Hamka yang akan memberikan ceramah.
Kiai Wahid Hasyim menanti apa yang akan dikatakannya dalam kondisi hidup dan iman dalam tekanan. Lalu, ayahnya Buya Hamka berdiri, berhenti sejenak, lalu beliau mengucapkan ayat,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِى الْبِلَادِۗ
Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh bolak-balik perjalanan orang-orang yang kufur di seluruh negeri.
(Āli ‘Imrān [3]:196)
مَتَاعٌ قَلِيْلٌ ۗ ثُمَّ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۗوَبِئْسَ الْمِهَادُ
(Semua itu hanyalah) kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
(Āli ‘Imrān [3]:197)
Semua peserta yang mendengarkan ayat tersebut menangis. Semuanya terpaku mendengarkan ayat tersebut. Hatinya tergugah, apa pun keadaannya, kekuatan jiwa masih ada. Mereka tidak terpesona dan tidak silau oleh kekuasaan orang kafir yang sedang dapat angin.
Iman mereka meyakini bahwa semuanya tidak akan lama. Yang menang dan kekal hanya kebenaran jua.
Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, GIP, 2021
0 komentar: