basmalah Pictures, Images and Photos
Pendudukan Perancis dan Inggris di Pulau Jawa - Our Islamic Story

Pendudukan Perancis dan Inggris di Pulau Jawa Ketika Belanda diduduki oleh Napol...

Pendudukan Perancis dan Inggris di Pulau Jawa

Pendudukan Perancis dan Inggris di Pulau Jawa


Ketika Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte maka ia mengangkat adiknya, Louis Bonaparte sebagai Radja Keradjaan Belanda, 1806 M. Sedangkan Raja dari Keradjaan Protestan Belanda Willem V lari ke Inggris. Kemudian, Raja Louis Bonaparte menugaskan Daendels sebagai Goebernoer Djenderal yang berkuasa di Pulau Jawa, 1808-1811 M sebagai wakil pemerintahan Kaisar Napoleon Bonaparte Perancis dan Radja Belanda Louis Napoleon. Mendapatkan tugas untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan laut Inggris.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan tugas tersebut, Goebernoer Djenderal Daendels membangun sistem pertahanan daratan dalam menghadapi serangan laut Inggris. Dikenal sistem pertahanan darat Daendels, yakni satu meriam daratan dapat melumpuhkan seratus meriam laut Inggris. Untuk kepentingan perang ini, di Surabaya dan Ngawi dibangun pabrik senjata. Selain itu, guna mendinamikakan sistem pertahanan darat ini, Daendels membuat Jalan Pantura, dari Anyer hingga Panarukan sepanjang 1.000 km dalam waktu setahun. Disertai pembangunan jalan antar kota berjarak 60 km.

Misalnya jarak Jakarta-Bogor, Bogor-Cianjur, Cianjur-Bandung, masing-masing berjarak 60 km. Sebagai jarak kemampuan berjalan kuda. Pada setiap kota terdapat istal kuda dan pasar kuda.

Kota Bandung selain dirancang sebagai Parijs van Java, juga dibangun sebagai kota pertahanan kedua sesudah Batavia atau Jayakarta. Dibangun pula kota satelitnya di sekitar Bandung yang berjarak 11 km. Bandung-Cimahi, Bandung-Soreang, Bandung-Banjaran, Bandung-Majalaya, Bandung-Rancaekek, Bandung-Lembang.

Bandung dirancang pula sebagai pusat studi militer, polisi. Pusat kereta api, pos dan pusat telegraf, serta pusat pesawat udara. Dirancang pula Bandung sebagai pusat perencanaan dan pengendalian perang. Militer Angkatan Daratnya di tempatkan di Cimahi.

Dengan adanya pendudukan Keradjaan Protestan Belanda oleh Napoleon Bonaparte, menjadikan Raja Willem V lari ke Inggris. Di sini, diadakan perjanjian dengan Inggris. Dikenal dengan nama Surat-surat Kew. Isinya agar segenap penjabat jajahan Belanda menyerahkan kekuasaan sementara kepada Inggris. Ternyata, serangan Inggris dari laut berhasil melumpuhkan sistem pertahanan darat Goebernoer Djenderal Daendels dan penggantinya, Jansen.

Pada 18 September 1811 terjadi kapitulasi Goebernoer Djenderal Jansen kepada Letnan Goebernoer Djenderal Raflles. Adapun wilayah yang diserahkan dalam kapitulasi tersebut adalah Pulau Jawa, Timor, Makasar, dan Palembang menjadi wilayah jajahan EIC Inggris. Demikianlah wilayah jajahan Belanda yang diserahkan kepada Inggris, menurut B.H.M. Vlekke dalam Nusantara a History of Indonesia.

Mulailah Pulau Jawa dikuasai sementara oleh Letnan Goebernoer Djenderal Raffles, 1811-1816, di bawah Goebernoer Djenderal Lord Minto di Kalkuta India. Akibat merasa pertahanan lautnya kuat maka Raffles tidak tinggal di daerah pedalaman Bandung, melainkan di Batavia. Menurut M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern, wilayah kekuasaannya berdasarkan surat-surat Kew di atas meliputi Pulau Jawa, Bengkulu, Malaka, dan Maluku.

Dari tahun 1811 hingga 1816 M, di wilayah tersebut terjadi pergantian penjajal dari Verenigde Oost Indiche Compagnie (VOC) Belanda beralih dikuasai East Indiar Company (EIC) Inggris.

Fakta sejarah di atas menunjukkan betapa sombongnya imperialis Barat. Dengan hanya mendasarkan keputusan suatu surat dan perjanjian, wilayah bangsa lain dengan mudah dipertukarkan. Hanya antar Keradjaan Protestan Belanda dengan Keradjaan Protestan Anglikan Inggris, dengan mudah melakukan tukar wilayah jajahannya. Atas dasar Surat Kew, terjadi penitipan dan penyerahan kekuasaan atas wilayah jajahan Belanda ke Inggris. Disusul dengan Treaty of London, 1824 M, wilayah jajahan Belanda di Malaka, Singapura, Srilangka, dan Tanjung Pengharapan diserahkan ke Inggris. Sebaliknya, Inggris menyerahkan, wilayah jajahannya di Indonesia ke Belanda.

Betapa sombong dan rendahnya tingkah laku politik imperialis Barat. Menilai negara-negara di luar wilayahnya sendiri sebagai terra nullius (tanpa penguasa). Sebaliknya, terbaca dari peristiwa sejarah ini, betapa agung nilai kemerdekaan bangsa, negara, dan agama. Apalah arti damai jika dijajah dan tiada kemerdekaan bernegara, berbangsa dan beragama maka para Ulama dan Santri memilih langkah, perlawanan bersenjata sebagai jawabannya.

Orientasi Raffles dengan EIC, mencari pulau-pulau yang dapat dijadikan kunci laut pertahankan imperialis Inggris. Usahanya ini berhasil menjadikan Singapura nantinya dalam Treaty of London atau Perjanjian London, 1824 M diputuskan sebagai jajahan Inggris. Menjadi bagian dari life line of imperialism dari garis kehidupan imperialis Keradjaan Protestan Anglikan Inggris.

Prioritas utama setelah berhasil mengambil alih pemerintahan di Pulau Jawa, Raffles berupaya mematahkan kekuatan Ulama dan Santri. Pernyataannya dalam History of Java, 1817 bahwa:

Jumlah kekuatan Ulama dan Santri sebenarnya hanya sepersembilan belas dari jumlah penduduk Pulau Jawa. Namun, sekalipun demikian, Ulama dan Santri memiliki sikap anti penjajah yang konsisten. Dampaknya, dapat menjadikan kaki penjajah Barat akan selalu tergoyahkan oleh gerakan perlawanannya.

Apalagi jika Ulama dan Santri membangun kerjasama dengan Sultan atau Boepati akan sangat membahayakan kelestarian penjajah Belanda, and they become the most dangreous instrument in the hands of the native authorities opposed to Dutch interest. 

Mengapa Ulama dan Santri tetap melancarkan perlawanan bersenjata terhadap imperialis Barat? Pergantian pemerintahan jajahan dari Goebernoer Djenderal Belanda ke Inggris dinilai oleh para Sultan sebagai akhir penjajahan Belanda. Akibatnya, para Sultan bersama Ulama dan Santri, melancarkan perlawanan terhadap Raffles. Di antaranya, Soeltan Hamengkoe Boeana II dari Yogyakarta memberontak. Namun, atas bantuan P. Natakoesoema, Letnan Goebernoer Djenderal Raffles berhasil melumpuhkan perlawanan Hamengkoe Boeana II. Kemudian, dimakzulkan serta dibuang ke Penang. Putranya, Hamengkoe Boeana III diangkat sebagai penggantinya. Atas jasanya membatu Inggris, P. Natakoesoema diangkat sebagai Adipati Pakoe Alaman.

Demikian pula, P. Mangkoenegara atas jasanya membantu Inggris, diperkuat kedudukannya sebagai Adipati Mangkoenegaran di Surakarta. Namun, secara struktural berada di bawah pimpinan Soesoehoenan Pakoenegara IV. Pada masa Letnan Goebernoer Djenderal Raffles, 1811-1816 M, hanya dalam waktu lima tahun, berhasil meletakkan dan memperkuat dasar kedudukan penjajah Barat yang diserahkan kembali ke Keradjaan Protestan Belanda. Dengan cara mereduksi dan memecah belah kedua kekuasaan politik Islam: Kesultanan Yogyakarta dengan Soeltan Hamengkoe Boeana III, setelah Hamengkoe Boeana II diasingkan. Luas wilayahnya direduksi terbelah dengan dijadikan sebagai wilayah baru, Pakoe Alaman.

Sepintas Soeltan Hamengkoe Boeana III tidak memberikan andilnya dalam perlawanan pemerintahan kolonial Belanda. Ternyata dari putranya, Pangeran Diponegoro, menjadikan pemerintah kolonial mengalami kesulitan. Akibat Perang Diponegoro, 1825-1830 M, B.H.M. Vlekke dalam Nusantara a History of Indonesia, menderita kerugian besar, 15.000 serdadunya mati, diantaranya berjumlah 8.000 adalah serdadu kulit putih.

Kasoenanan Soerakarta dengan Soesoehoenan Pakoe Boeana IV, diperkecil dan ditandingkan dengan kekuasaan politik tingkat kadipaten yang dipimpin oleh adipati Mangkoenegara. Yogyakarta juga ditandingi dengan P. Natakoesoema atau P. Pakoe Alam. Apakah ini yang dinamakan politik divide and rule - devide et impera, pecah belah untuk dikuasai oleh penjajah?

Apakah benar gerakan perlawanan terhadap penjajah ini dinamakan gerakan patriotisme (pembela tanah air dan bangsa) sebagai bagian dari gerakan nasionalisme (membela kemerdekaan bangsa)? Tanah air atau patria milik kekuasaan politik Islam, direcah dan dipersempit oleh penjajah. Apabila imperialisme Barat menghina agama Islam maka apakah membela agama Islam tidak termasuk bagian dari gerakan perlawanan terhadap penjajah Barat, secara politis disebut sebagai gerakan nasionalis?

Mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam. Ditindas oleh imperialis Barat yang menggunakan agama Katolik dan Kristen Protestan sebagai landasan dasar penindasan penjajahannya dan politik Kristenisasi. Apakah salah jika disimpulkan karakteristik nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme Islam?

Ki Hadjar Dewantara dalam Het Javaansche Natonalisme in de Indische Beweging menjelaskan bahwa bagi rakyat, Islam diartikan sebagai kebangsaan atau nasionalisme. Sedangkan agama Kristen bagi rakyat dinilai sebagai agama penjajah karena adanya Politik Kristenisasi.

Imperialis Barat, baik Inggris atau Belanda berusaha memadamkan kesadaran wilayah dan kesadaran berpolitik dari umat Islam. Setiap Sultan atau Adipati dialihkan kesadaran wilayahnya dengan lebih ditekankan pada kesadaran cacah. Artinya luas dan sempitnya kekuasaan diukur dengan jumlah cacahnya.

Apabila Letnan Goebernoer Djendral Raffles menyatakan bahwa Ulama dan Santri sebagai penggerak gerakan perlawanan terhadap imperialis Barat, masih dapatkah dibenarkan jika mereka disebut sebagai pelopor dan pembangkit kesadaran nasional. Pembela kemerdekaan bangsa, negara, serta agama? Realitas sejarahnya, Ulama dan Santri tetap sebagai pendukung utama gerakan perlawanan bersenjata terhadap penjajah Protestan Belanda pada abad ke-19 M.

Sumber:
Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah 


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (5) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (18) Dakwah (23) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (21) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (21) Kecerdasan (338) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (59) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (115) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (305) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (729) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (1) Politik (5) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (331) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)