basmalah Pictures, Images and Photos
Dalam Sirah yang Harum Terdapat Bekal - Our Islamic Story

Dalam Sirah yang Harum Terdapat Bekal Para aktivis dakwah pada masa ...

Dalam Sirah yang Harum Terdapat Bekal

Dalam Sirah yang Harum Terdapat Bekal


Para aktivis dakwah pada masa ini dapat menemukan sebaik-baik bekal bagi perjalanan dakwah dalam sirah Nabawiyah yang harum. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya adalah bahwa jalan yang sedang kita tapaki saat ini adalah jalan yang pernah dilalui oleh Rasulullah Saw. dan para sahabat.

Saat ini, Islam kembali mengalami keterasingan dan kejahiliahan kembali mengancam masyarakat kita. Para dai yang menyeru manusia agar kembali kepada Allah dipersempit ruang geraknya, ditindas, bahkan disiksa. Sementara itu, musuh-musuh Allah senantiasa mengintai dan membuat berbagai tipu daya.

Semua itu semakin menegaskan perlunya membekali diri dengan sirah yang sarat dengan peristiwa dan pelajaran. Allah Swt. berfirman:

«“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(Al-Ahzab: 21)»

Orang-orang yang menempuh jalan bersama Rasulullah Saw. adalah para sahabat yang menjadi penopang tegaknya negara Islam pertama. Mereka laksana lampu penerang. Siapa pun di antara mereka yang kita teladani, insya Allah akan memperoleh petunjuk.

Di samping itu, sirah merupakan masa keemasan yang dipenuhi berbagai nilai kebaikan. Ia adalah masa turunnya karunia, rahmat, dan cahaya bagi manusia melalui wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. Lebih dari itu, sirah merupakan contoh konkret dan benar tentang realisasi ajaran Islam dalam kehidupan manusia.

Semua itu mengharuskan kita mengkaji sirah untuk diamalkan dan diteladani. Kita perlu mengenal dengan saksama berbagai sikap dan peristiwa yang dihadapi Rasulullah Saw. dan para sahabat, serta bagaimana sikap dan tindakan mereka dalam menghadapinya. Semua itu dapat kita jadikan teladan, pelajaran, dan bekal dalam perjalanan dakwah.

Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa keteladanan nyata memiliki pengaruh yang sangat efektif dalam jiwa, bahkan melebihi nasihat semata. Karena itu, sirah merupakan salah satu sebaik-baik bekal di jalan dakwah.

Kita tidak mungkin memaparkan seluruh nasihat, pelajaran, dan ibrah yang terdapat dalam sirah. Akan tetapi, sebagian di antaranya akan kita tampilkan sebagai contoh sekaligus untuk menegaskan pentingnya mengkaji sirah.

Bekal Dakwah yang Pertama: Kesiapan Mental dan Bekal Rohani

Bekal pertama dan utama yang kita ambil dari sirah Nabawiyah, sekaligus yang sangat kita butuhkan dalam perjalanan dakwah, adalah kesiapan mental dan bekal rohani.

Bekal tersebut merupakan faktor penting yang membantu seseorang melaksanakan tuntutan-tuntutan dakwah, mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan, serta menjaga diri dari berbagai bujukan dan penyimpangan.

Hal itu dapat kita lihat dari ilham yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya sebelum beliau diutus, ketika beliau melakukan tahannuts, yaitu menyepi untuk beribadah di Gua Hira dalam waktu yang cukup lama. Bekal tersebut juga tercermin dalam pengarahan Allah kepada Rasul-Nya untuk melaksanakan qiyamullail.

Allah Swt. berfirman:

«“Hai orang yang berselimut. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit daripadanya, yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun pada waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyuk dan bacaan pada waktu itu lebih berkesan.”
(Al-Muzzammil: 1–5)»

Taqarrub kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan-Nya merupakan sebaik-baik bekal dalam perjalanan dakwah.

Kesabaran Menghadapi Gangguan

Setiap kali kita membaca berbagai gangguan yang dihadapi Rasulullah Saw., kesabaran beliau dalam menghadapinya, serta keinginan kuat beliau untuk membimbing umatnya, kita dapat memperoleh bekal dan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan dakwah dan bersabar menghadapi berbagai rintangan.

Demikian pula kesyahidan Yasir dan Sumayyah r.a. di bawah penyiksaan Quraisy serta ketegaran Bilal r.a. dalam menghadapi siksaan merupakan bekal dan penguat bagi generasi sepanjang masa. Kisah mereka meneguhkan hati agar tetap berada di atas Al-Haq.

Perhatikanlah betapa besar dan dalam pengaruh sikap Rasulullah Saw. ketika beliau ditawari kerajaan dan kedudukan. Beliau berkata:

«“Demi Allah, andai mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya.”»

Kata-kata tersebut merupakan keteguhan menghadapi kebatilan sekaligus menunjukkan betapa kecilnya seluruh kekayaan dunia dibandingkan dengan perjuangan menegakkan kebenaran.

Rasulullah Saw. pernah dituduh sebagai pendusta, tukang sihir, dan orang gila. Namun, beliau bersabar dan tidak membalas tuduhan tersebut dengan kemarahan. Realitas kemudian membuktikan kebohongan tuduhan-tuduhan tersebut.

Dahulu Nabi Musa a.s. juga dituduh sebagai penebar kerusakan, sementara Fir’aun mengklaim bahwa dirinyalah yang membimbing umat menuju jalan yang lurus.

Para dai pada masa kini juga dapat menghadapi berbagai tuduhan, seperti ekstremis, teroris, mempolitisasi agama, dan sebagainya. Karena itu, hendaklah para dai bersabar, tidak menjadi lemah, dan pantang menyerah dalam menyampaikan kebenaran.

Keteguhan dalam Kesulitan

Perhatikan pula kesabaran kaum Muslimin generasi pertama ketika menanggung rasa lapar selama masa pemboikotan di lembah Abu Thalib yang berlangsung selama tiga tahun, hingga mereka harus memakan dedaunan. Namun, mereka tetap istiqamah, tidak melepaskan akidah, dan lebih mengutamakan seruan Allah daripada kenikmatan dunia.

Setiap aktivis dakwah juga dapat menemukan bekal yang luar biasa dalam kisah perjalanan Rasulullah Saw. ke Thaif. Beliau menempuh perjalanan yang jauh untuk menyampaikan dakwah, tetapi justru disambut dengan batu dan cercaan.

Setelah itu beliau berdoa:

«“Wahai Tuhanku, tunjukilah kaumku karena mereka tidak mengetahui.”»

Beliau juga mengadukan lemahnya kekuatan dan ketidakberdayaan dirinya kepada Allah:

«“Selama Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli dengan semua gangguan ini.”»

Di dalam peristiwa tersebut terdapat banyak makna yang memotivasi seseorang untuk terus melakukan kebajikan dan melanjutkan dakwah meskipun menghadapi berbagai gangguan.

Khadijah: Bekal bagi Muslimah

Sikap Khadijah, Ummul Mukminin r.a., bersama Rasulullah Saw. merupakan sebaik-baik bekal bagi muslimah agar dapat membantu suaminya dalam menapaki jalan dakwah. Ia mendukung dan menguatkannya, bukan menghambat ataupun membiarkannya menghadapi perjuangan seorang diri.

Siapa pun yang membaca peristiwa Isra dan Mi'raj dalam sirah akan menemukan bekal dan pelajaran berharga yang dapat menambah keimanannya. Kaum Muslimin juga perlu menyadari kedudukan Masjidil Aqsha dan wilayah sekitarnya serta kewajiban menjaga dan membebaskan tempat-tempat suci tersebut dari berbagai bentuk penjajahan dan perampasan.

Hijrah: Bekal Perjuangan dan Pengorbanan

Seluruh peristiwa hijrah merupakan pelajaran berharga dan bekal yang sangat baik. Kita tidak mungkin menguraikan semuanya di sini. Setiap orang yang memiliki andil dalam peristiwa tersebut merupakan figur teladan yang mengagumkan dalam satu atau beberapa aspek yang perlu ditiru oleh para dai.

Kita dapat melihat ketenangan dan keyakinan Rasulullah Saw. terhadap pertolongan Allah; perhatian Abu Bakar r.a. terhadap keselamatan Rasulullah; ketabahan Abdullah bin Abu Bakar; kesabaran Asma binti Abu Bakar; serta perannya dalam suasana yang genting. Kita juga dapat melihat kekuatannya dalam menyimpan rahasia.

Kita menemukan pula janji Rasulullah Saw. untuk memberikan dua gelang Kisra, Raja Persia, serta keyakinan beliau terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah yang terkandung dalam janji tersebut.

Di sisi lain, terdapat kecintaan yang menggelora dan kerinduan yang mendalam dari penduduk Madinah terhadap Rasulullah Saw. Hal itu tercermin dalam kesabaran mereka menunggu kedatangan beliau di perbatasan kota.

Semua itu merupakan pelajaran yang memiliki pengaruh besar terhadap jiwa dan sangat dibutuhkan oleh para aktivis yang sedang menapaki jalan dakwah.

Masjid dan Pembangunan Masyarakat

Wahai saudaraku, ambillah pelajaran dari perhatian Rasulullah Saw. terhadap pembangunan masjid di setiap tempat yang beliau diami. Dari sini kita dapat memahami risalah dan peran masjid dalam membangun masyarakat dan negara Islam.

Dengan demikian, kita perlu berusaha mengembalikan peran penting masjid dalam membina masyarakat, bukan sekadar menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan salat.

Pelajaran dari Hubungan dengan Kaum Yahudi

Ada pelajaran penting yang sangat kita butuhkan saat ini, yaitu sikap Rasulullah Saw. terhadap kaum Yahudi dan sikap sebagian mereka terhadap beliau serta dakwahnya.

Ketika pertama kali bermukim di Madinah, Rasulullah Saw. menjalin hubungan yang harmonis dengan mereka, menjamin keamanan agama dan harta mereka, serta membuat perjanjian dengan mereka.

Akan tetapi, menurut uraian dalam sirah, kemudian terjadi sejumlah pelanggaran perjanjian dan konflik. Mereka merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah Saw., yang menjadi salah satu sebab terjadinya konflik dengan Bani Nadhir.

Kemudian terjadi pula pelanggaran perjanjian pada kondisi yang sangat genting, yaitu ketika Perang Ahzab, yang kemudian berujung pada konflik dengan Bani Quraizhah. Setelah itu terjadi penghimpunan kekuatan dan persiapan untuk menghadapi kaum Muslimin hingga terjadilah Perang Khaibar.

Rangkaian peristiwa tersebut memberikan pelajaran penting mengenai perlunya kewaspadaan, keteguhan dalam memegang prinsip, dan kehati-hatian dalam menghadapi pihak-pihak yang tidak memenuhi perjanjian.

Perang Tabuk: Keimanan dan Pengorbanan

Wahai saudaraku, ambillah bekal dari Perang Tabuk. Perhatikan bagaimana keimanan yang tulus dalam dada kaum mukminin dapat mengobarkan semangat mereka untuk berperang, mengorbankan harta, serta rela menghadapi, bahkan menikmati, kegetiran, kepayahan, dan kelelahan demi mencapai keridaan Allah.

Ambillah bekal pula dari sikap sekelompok Muslimin yang datang menemui Rasulullah Saw. Mereka ingin ikut serta dalam perjuangan, tetapi Rasulullah tidak dapat menyertakan mereka karena tidak memiliki perbekalan untuk mereka.

Mereka kemudian kembali pulang dengan air mata berlinang karena tidak mendapatkan kesempatan untuk berjihad dan memperoleh kesyahidan di jalan Allah.

Padahal, biasanya manusia bergembira apabila selamat dari bahaya dan terbebas dari peperangan. Akan tetapi, keimanan yang tulus telah meluruskan tolok ukur mereka. Kematian di jalan Allah dipandang sebagai kesyahidan, gangguan yang diterima dalam memperjuangkan Al-Haq dipandang sebagai kemuliaan, dan ujian yang diterima karena perjuangan dipandang sebagai jalan menuju kenikmatan yang abadi.

Persaudaraan Muhajirin dan Anshar

Alangkah butuhnya para aktivis dakwah terhadap pelajaran yang terdapat dalam sirah tentang persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, serta kecintaan dan itsar yang menghiasi persaudaraan tersebut.

Al-Qur’an mengisahkan:

«“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (kaum Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (kaum Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka, dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin), dan mereka mengutamakan (kaum Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(Al-Hasyr: 9)»

Persaudaraan, kecintaan, pengorbanan, dan itsar seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam perjalanan dakwah.

Pelajaran dari Berbagai Peperangan

Dalam berbagai peperangan juga terdapat banyak bekal. Kita dapat melihat keberanian, sikap pantang mundur, pengorbanan, dan kerinduan untuk mati syahid.

Kita juga melihat ketawadhuan Rasulullah Saw. Beliau tidak tertipu dan tidak sombong ketika memperoleh kemenangan.

Dalam Perang Uhud dan Hunain terdapat pelajaran yang sangat berharga. Demikian pula ketika kaum Muslimin berangkat ke medan perang meskipun berada dalam kondisi panas dan tidak menghiraukan orang-orang munafik yang berkata, “Janganlah berangkat pada musim panas.”

Kisah tiga orang yang tertinggal dari Perang Tabuk juga mengandung banyak pelajaran bagi para aktivis dakwah, terutama mengenai kejujuran, kesabaran, penyesalan, dan keteguhan untuk kembali kepada Allah.

Kecintaan kepada Rasulullah dan Ketundukan kepada Wahyu

Dalam sirah kita dapat melihat kecintaan kaum Muslimin kepada Rasulullah Saw. serta kesungguhan mereka dalam meneladani beliau, baik dalam perkara kecil maupun besar.

Kita juga melihat ketundukan mereka terhadap perintah dan larangan yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun yang disampaikan Rasulullah Saw. Di antaranya terlihat dalam peristiwa turunnya pengharaman khamar dan turunnya perintah yang berkaitan dengan kaum wanita.

Nusaibah Ummu ‘Imarah: Bekal bagi Muslimah

Muslimah juga mendapatkan bekal berharga dari sirah. Salah satu contohnya adalah kisah Nusaibah, Ummu ‘Imarah Al-Anshariyah r.a., dalam Perang Uhud.

Ketika Rasulullah Saw. terluka dan dikepung oleh kaum musyrikin yang hendak membunuhnya, beliau bersama sekelompok kecil kaum Muslimin tetap tegar.

Di antara mereka terdapat Abu Dujanah r.a. yang menjadikan dirinya sebagai perisai untuk melindungi Rasulullah Saw. dari serangan panah kaum musyrikin.

Ada pula Nusaibah Ummu ‘Imarah yang meninggalkan tugas memberi minum pasukan yang terluka. Ia kemudian turut berperang dengan menggunakan pedang dan panah untuk melindungi Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw. bersabda tentang Nusaibah:

«“Saya tidak menoleh ke kanan dan ke kiri pada hari Uhud, melainkan saya melihatnya berperang untuk melindungiku.”»

Pada saat itu, Nusaibah mendapat dua belas luka pada tubuhnya.

Usamah bin Zaid: Bekal bagi Para Pemuda

Para pemuda Muslim dapat mengambil bekal dan memperoleh kepercayaan diri ketika membaca kisah pemberangkatan pasukan Usamah bin Zaid r.a.

Islam membuka kesempatan kepada seseorang untuk menjadi pemimpin apabila ia memang layak untuk itu. Pengangkatan Usamah sebagai panglima pasukan, sementara di dalam pasukan tersebut terdapat tokoh-tokoh seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali r.a., mengandung pelajaran penting.

Peristiwa tersebut menunjukkan kebersihan jiwa dan keluhuran budi yang telah mereka capai melalui hidayah Allah dan tarbiyah yang dilakukan Rasulullah Saw.

Membaca Sirah dengan Penghayatan

Wahai saudaraku, agar engkau memperoleh faedah yang besar dari membaca sirah, bacalah dengan penghayatan, seolah-olah engkau bersama Rasulullah Saw. dan para sahabat dalam berbagai peristiwa yang mereka hadapi.

Konsekuensinya, kita harus menghadapi berbagai peristiwa dan kondisi pada masa sekarang dengan sikap yang pernah ditunjukkan Rasulullah Saw. dan para sahabat. Seolah-olah mereka hadir di tengah-tengah kita, membimbing kita untuk menapaki jalan dakwah ini.

Dengan cara demikian, sirah tidak berhenti sebagai rangkaian kisah sejarah yang kita baca, tetapi menjadi sumber keteladanan, kekuatan, keteguhan, dan bekal untuk menjalani perjalanan dakwah.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (3) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (18) Dakwah (23) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (20) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (21) Kecerdasan (336) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (59) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (114) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (303) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (728) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (1) Politik (4) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (327) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)