Ya Allah
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ
Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.
(Ar-Raḥmān [55]:29)
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan menggulung, serta angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah."
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan berseru: "Ya Allah."
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan berseru: "Ya Allah."
Ketika pintu-pintu permintaan pada makhluk telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah."
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas buntu, mereka menyeru: "Ya Allah."
Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan personel hidup, dan jiwa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, menyerulah: "Ya Allah."
Setiap ucapan yang yang baik, doa yang tulus, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditunjuk kepada kehadirat Allah.
Jiwa dan hati telah membimbing manusia untuk menyeru kepada Allah. Memang hanya itulah solusinya.
Sumber;
Aidh Al-Qarni, La Tshzan, Qisthi Press, 2005
0 komentar: